Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

26 September 2011

Di Seberang Sana

Seorang penderita sakit berpaling kepada dokternya, saat ia meninggalkan ruang prakteknya dan mengatakan, “Dokter, saya takut dengan kematian. Katakanlah apa yang terdapat di seberang kematian itu?”

Dokternya menjawab, “Anda tidak mengetahui? Anda sebagai orang percaya tidak mengetahui apa yang terdapat di seberang kematian?”

Dokternya sedang memegang gagang pintu sedangkan di sisi lain terdengar suara seperti ada sesuatu yang sedang mencakar-cakar pintu disertai suara mendengking. Ketika ia membuka pintunya, seekor anjing meloncat ke dalam kamar dan melompat kepada dokter itu sambil menunjukkan bahwa ia sedang senang.

Berpaling kepada pasiennya, dokter itu berkata, “Apakah Anda memperhatikan anjingku? Ia tidak pernah masuk ke dalam kamar ini. Ia pun tidak mengetahui apa yang terdapat dalam ruangan ini. Ia tidak tahu apa-apa, kecuali bahwa pemiliknya berada di dalam ruang ini, sehingga ketika pintunya terbuka, ia langsung melompat masuk tanpa takut. Aku sendiri tidak tahu banyak tentang apa yang terdapat di sisi lain dari kematian, namun aku tahu satu hal: bahwa Tuhan berada di sana, dan itu sudah cukup. Dan bila pintunya terbuka, aku akan masuk tanpa takut sedikitpun, melainkan dengan rasa bahagia.”

0 comments:

Post a Comment