Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

21 March 2009

Humor : Kucing Dan Tikus

Seorang misionaris pergi ke Filipina dan istrinya membawa seekor kucing kesayangannya. Di dalam tembok rumah yang mereka tempati, terdapat sebuah lubang. Di dalamnya, hiduplah seekor tikus. Kucingnya senang untuk memburu tikus itu.

Setiap hari kucing itu berusaha untuk menangkap tikus itu namun tidak pernah barhasil. Sementara si tikus itu menertawai kucing tersebut.

Pada suatu hari, kucing itu hampir saja menangkap si tikus. Pada hari itu, kucing tersebut menunggu dengan sabar di depan lubang tikus itu. Tikus amat takut karena ia terus mendengar kucing itu mengeong. Si kucing tetap berada di sana sambil terus mengeluarkan suara meongnya.

Akhirnya suara meong itu berhenti dan sebagai gantinya si tikus mendengar suara, “huk, huk, huk.”

Tikus merasa amat senang. Dengan sangat girang ia keluar dari lubangnya, karena ia tahu bahwa ia telah diselamatkan.

Ketika si tikus keluar dari lubangnya, si kucing dengan segera menangkap dan memakan tikus itu seraya berkata terhadap dirinya sendiri, “Ada enaknya juga, ya, untuk menguasai dua bahasa.”

0 comments:

Post a Comment