Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

04 March 2009

Percaya Atau Tidak

Ada sepasang suami istri yang atheis mempunyai seorang anak. Mereka tidak pernah mengajarkan pada anak ini tentang Tuhan. Suatu malam ketika anak ini berumur 5 tahun, kedua orang tuanya bertengkar dengan hebat, sampai sang ayah menembak sang ibu, kemudian sang ayah bunuh diri dengan menembak kepalanya sendiri. Anak ini melihat semua kejadian tragis tersebut.

Kemudian ia hidup di rumah yatim piatu. Ibu yang mengasuhnya di rumah yatim piatu itu adalah seorang Kristen dan suatu hari Ibu ini mengajaknya ke Gereja. Dan ia memberitahu guru sekolah minggu untuk bersabar dalam menghadapi anak ini karena dia belum pernah sama sekali mendengar tentang Tuhan.

Ditengah-tengah guru sekolah minggu ini sedang mengajar, ia memegang gambar Yesus dan bertanya, “Apakah ada dari kalian yang tahu gambar siapakah ini?”.

Anak kecil itu menjawab, “Aku tahu, itu adalah gambar dari orang yang memelukku erat-erat pada saat kedua orang tuaku meninggal.”

Amsal 3:25-26 : Janganlah takut kepada kekejutan yang tiba-tiba, atau kepada kebinasaan orang fasik, bila itu datang. Karena Tuhanlah yang akan menjadi sandaranmu, dan akan menghindarkan kakimu dari jerat.

0 comments:

Post a Comment