Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

10 July 2010

Generasi Penuntas (Session 4)

Mempelai
Ev. Nany Susanty, SH

Generasi Penuntas yang dipanggil menjadi Mempelai adalah generasi yang menyalakan api di bangsa ini. Sebelum Acara Generasi Penuntas ini, kami 6 Hamba Tuhan mempunyai tugas untuk pergi ke Korea dan mengambil Api Kebangunan Rohani di Korea. Tuhan Yesus memberikan tugas yang berbeda – beda kepada 6 Hamba Tuhan.

Saya dan Daniel, Tuhan menyuruh kami untuk mengambil bara api dan api di Korea Selatan. Tuhan mau Api Lawatan Tuhan yang di bawa dari Korea Selatan diimpartasikan ke 33 propinsi yang ada di Indonesia.

I Raja 18 : 20 – 23 “Tuhan menginginkan kita sebagai Elia – Elia di akhir jaman, membakar bangsa ini dengan Api Lawatan Tuhan”. Tuhan Yesus memberikan tugas kepada kita para mempelai agar Api terus menyala yaitu :
1. 1 Raja 18 : 30 “Datang Mendekat Kepada Tuhan”
2. Memperbaiki Mezbah Kita (Praise & Worship, Saat Teduh, Doa)
3. 1 Raja 18 : 31, 36 “Harus ada Kesatuan didalam Tubuh Kristus” Ada 33 Batu yang Tuhan susun di atas Indonesia untuk menjadi Mezbahnya Tuhan. Amin.

By His Grace

Joshua

0 comments:

Post a Comment