Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

21 August 2008

Humor : Khotbah

Seorang presiden menghadiri acara perayaan Natal. Ia diminta untuk memberikan sambutan seusai khotbah pendeta yang berapi-api.

"Jadi, saudara-saudara tidak ada yang mustahil bagi kita! Sekalipun harga-harga melambung tinggi, kita akan terus diberkati, bahkan di dalam Tuhan kita akan lebih kaya lagi! Haleluya!", kata sang pendeta.

Tepuk tangan pun segera bergemuruh mengiringi penutupan khotbah tersebut. Namun, suara itu pun segera senyap tatkala tiba giliran bagi sang presiden untuk memberikan sambutan.

Presiden itu tampak berdiri dan diam sejenak di atas panggung, tetapi katanya kemudian, "Saudara-saudara, saya sungguh terkagum-kagum dengan khotbah tadi. Khotbah itu jelas-jelas melampaui janji-janji saya sewaktu kampanye. Oleh karena itu, saya sarankan Saudara-saudara untuk menagih janji kepada pendeta yang tadi. Terima kasih". Presiden pun turun dari mimbar dan tepuk tangan terdengar lebih bergemuruh lagi.

0 comments:

Post a Comment