Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

23 August 2008

Dosa VS Grace

Ketika seorang pemimpin rohani melakukan kesalahan atau seorang pelayan di gereja terlibat hubungan yang tidak baik, kita sering mendengar istilah "jatuh dari kasih karunia". Kita telah dibawa untuk mempercayai kalau seseorang jatuh ke dalam dosa, ia jatuh dari kasih karunia. Tetapi Allah ingin kita mengetahui bahwa ketika seseorang jatuh ke dalam dosa, ia tidak jatuh dari kasih karunia. Justru ia jatuh ke dalam kasih karunia! Dan disanalah kasih karunia Allah berada untuk membuatnya bangkit kembali.

Alkitab menceritakan tentang pelacur dan pemungut cukai, pendosa yang jatuh ke dalam kasih karunia Allah dan dipulihkan kembali. Kalau dosa di dalam hidup mereka mampu menghentikan kasih karunia Allah, mereka tidak akan pernah dapat menerima kuasa kasih karunia-Nya yang menyembuhkan dan menolong.

Sekarang, penting buat kamu untuk tahu kalau Tuhan membenci dosa, sebab dosa menghancurkan hidup kita, hubungan kita dan tubuh kita. Dosa adalah jahat! Tetapi tidak menyelesaikan masalah dengan membicarakannya atau dengan kekuatan kita sendiri. Diperlukan kasih karunia Allah untuk menghancurkan dosa. Bahkan sebenarnya, waktu kamu ada di bawah kasih karunia-Nya, disa tidak lagi berkuasa atasmu. (Roma 6:14) Saat itulah kamu melihat kasih karunia-Nya dengan menyediakan anak-Nya untuk menghapus dosamu dan membuatmu selamanya dibenarkan tanpa dosa yang mengekangmu.

Iblis akan berkata kepadamu, "Kamu pikir bisa diberkati oleh Tuhan setelah apa yang kamu perbuat tadi pagi?" Itulah waktunya kamu berkata, "Ya, apa yang kulakukan adalah salah. Dan karena aku tidak sempurna maka Kristus adalah kebenaran dan kesempurnaanku. Karena aku tidak layak maka aku hanya bersandar pada kasih karunia Allah yang sebenarnya tidak layak aku terima."

Dosa tidak akan dan tidak bisa menghentikan kasih karunia Allah. Kalau kasih karunia Allah bisa dipatahkan dengan dosa, Yesus tidak akan pernah datang menyelamatkan kita karena kita semua adalah pendosa. Tetapi puji Tuhan "dimana dosa berlimpah, kasih karunia lebih dilimpahkan."

Lihat betapa kasih karunia Allah lebih besar, lebih kuat dan lebih berkuasa daripada dosamu. Terima kasih karunia-Nya sekarang untuk berjalan dalam kemenangan atas kelemahanmu atau dosa dalam hidupmu dan setiap aspek hidupmu.

0 comments:

Post a Comment