Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

20 August 2008

Mengubah Pikiran Anda

Anda tidak dapat mencegah burung-burung untuk terbang di atas kepala Anda, tetapi dapat mencegahnya agar tidak bersarang di rambut Anda. Kita tidak mempunyai kontrol absolut akan pemikiran kita. Namun, Allah menghendaki kita bertanggungjawab atas apa yang kita renungkan. Berikut ini beberapa kiat untuk mengubah pikiran agar tidak letih dan stress.

Mengisi pikiran kosong.
Kita harus selalu aktif mengisi pikiran dengan hal-hal yang positif dan fokus pada tugas yang sedang dihadapi. Jadikanlah Allah sebagai fokus pemikiran kita.

Mengadakan pemindahan.
Selama pikiran kita diisi dengan pemikiran yang positif, pemikiran yang negatif dan destruktif (merusak) akan dipindahkan dan tidak akan memengaruhi kehidupan kita.

Menghentikan pemikiran.
Pendekatan efektif yang harus kita lakukan. Maksudnya menggunakan segala kemampuan kita untuk menghentikan pimikiran yang tidak produktif. Saat kita sadar bahwa kita melihat, mendengar, atau memikirkan sesuatu yang tidak baik, kita harus segera menghentikannya dan memfokuskan diri pada sesuatu yang berharga. Kalau hari ini sudah terbentuk dengan baik, kita akan semakin peka dan menjadi lebih mudah memiliki kecenderungan untuk memikirkan hal-hal yang baik.

Hilangkan kebohongan.
Kita perlu mengevaluasi pemikiran yang terlintas, apakah semua itu merupakan kebenaran yang berasal dari Allah atau kebohongan dari Iblis. Kita jangan sampai terjatuh dalam berbagai kebohongan. Kita harus memikirkan perkara-perkara yang di atas (Kolose 3:2)

Penilaian ulang yang konstruktif.
Kita perlu mendefinisikan kembali masalah-masalah hidup di masa lalu agar tidak terlihat mengerikan. Dengan demikian kita dapat bertahan dari tragedi-tragedi yang menakutkan.

Ketika kita mampu mengubah cara berpikir, kita akan merasakan sesuatu yang enjoy.

Sumber : Mengatasi Keletihan dan Stres, Dr. Dwight L. Carlson, ANDI

0 comments:

Post a Comment