Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

07 May 2009

Pekerjaanmu Berharga

2 Tesalonika 3:10 Sebab, juga waktu kami berada di antara kamu, kami memberi peringatan ini kepada kamu: jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan.

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 119:1-88; 1 Korintus 7; 1 Samuel 1-2

Sampai era 80-an, kita masih bisa melihat ada profesi pemungut puntung rokok. Sambil membawa semacam sumpit mereka menyusuri jalan sambil terus menunduk mencari-cari puntung rokok di jalan. Setelah terkumpul, sisa sedikit tembakau pada puntung itu mereka kumpulkan untuk dijual dan dijadikan rokok baru lagi.

Mereka bukan pengemis. Justru mereka adalah orang yang memiliki harga diri. Mereka pantang menadahkan tangan memohon belas kasihan orang walaupun berat dan hasilnya sangat kecil. Daya juang mereka patut kita hargai.

Sayang, lambat laun profesi itu punah. Zaman telah berubah. Sejak krisis ekonomi mendera kita Juli 1997, etos kerja telah hancur. Sekarang daripada menjadi pemungut puntung rokok, orang lebih suka mengemis.

Firman Tuhan sangat keras menyoroti hal ini: yang tidak bekerja, jangan makan. Mungkin pekerjaan kita dipandang rendah, tempat kerjanya kotor, sangat berat dan melelahkan, atau bahkan beresiko tinggi. Lagi pula, imbalannya pun relatif kecil. Mungkin kita kecil hati melihat keberhasilan teman kita. Tapi, jangan putus asa! Tak ada pekerjaan yang hina asalkan halal dan tidak merugikan orang lain. Yang membuatnya berharga adalah bagaimana kita melakukannya. Apakah dengan sepenuh hati, seolah-olah untuk Tuhan, dan bukan untuk manusia, atau asal-asalan. Tuhan menghargainya.

Jika kita tak bisa mencintai apa yang kita kerjakan, kemungkinan besar orang lain pun akan demikian.

06 May 2009

Email

Sepasang suami istri setengah baya yang sama-sama sibuk dengan bisnisnya merasa penat dengan kesibukan di ibukota. Mereka memutuskan untuk berlibur di Bali. Mereka berencana akan menemptati kembali kamar hotel yang sama dengan saat mereka berhoneymoon 30 tahun yang lalu. Karena kesibukannya, si suami harus terbang lebih dahulu dan istrinya baru menyusul keesokkan harinya.

Setelah check in di hotel di Bali, ia segera mengirimkan email melalui komputer dengan jaringan internet yang tersedia di kamarnya. Dengan gembira ia menulis email mesra kepada istrinya yang sedang di kantornya di Jalan Sudirman, Jakarta. Celakanya, ia salah mengetik alamat email istrinya dan tanpa menyadari kesalahannya ia tetap mengirimkan email tersebut.

Di lain tempat, di daerah Cinere, seorang wanita baru kembali dari pemakaman suaminya yang baru saja meninggal. Setibanya di rumah, ia langsung memeriksa email untuk membaca ucapan-ucapan belasungkawa. Baru saja selesai membaca email yang pertama, ia langsung jatuh pingsan tak sadarkan diri. Anak sulungnya yang terkejut kemudian membaca email tersebut kemudian tak lama kemudian jatuh pingsan juga. Email itu berbunyi :

To : Istriku tercinta
Subject : Papah sudah sampai Mah!!
Date : 20 Agustus 2007

Aku tahu pasti kamu kaget tapi senang dapat kabar dariku. Ternyata disini mereka udah pasang internet juga, katanya biar bisa berkirim kabar buat orang-orang tercinta dirumah. Aku baru sampai dan sudah check-in. Katanya mereka juga sudah mempersiapkan segalanya untuk kedatanganmu besok. Nggak sabar deh rasanya nungguin kamu. Semoga perjalanan kamu kesini juga mengasyikkan seperti perjalananku kemaren.

Love you mom, Papah

PS : Disini lagi panas-panasnya. Kalau pada mau, anak-anak diajak aja ya.

27 April 2009

Pengakuan Iman

Kami percaya bangsa Indonesia adalah bangsa yang :

1. Takut akan Tuhan dan hanya kepada-Nya kami menyembah. – Filipi 2:10-11

2. Penuh belas kasihan dan mengalami lawatan Tuhan di akhir jaman. – Yudas 1:22 “dan beberapa orang mempunyai belas kasihan, sehingga membuat perbedaan [KJV]” & Lukas 1:78

3. Bersatu dalam ketulusan dan saling mengasihi. Membuang semua dendam dan sakit hati. Semua perbedaan jadi kekuatan dan bukan penyebab kehancuran. – Yohanes 17:21 & Kolose 3:12-13

4. Bebas dari hutang, kutuk, luka masa lalu dan putus hubungan dengan semua kuasa iblis / okultisme. – 1 Korintus 7:23 & Kolose 1:13

5. Semua kutuk diubah jadi berkat dan semua rancangan si jahat digagalkan. Hanya rancangan Tuhan yang jadi. – Kejadian 50:20

6. Memiliki kemampuan untuk mewarisi, mengelola dan mengembangkan semua potensi dan kekayaan yang Tuhan berikan. – 1 Tawarikh 4:10

7. Diberkati dan berkelimpahan roh, jiwa, tubuh dan jadi berkat bagi bangsa-bangsa lain. – Yohanes 10:10B & Ulangan 28:2-8, 10

24 April 2009

Rahasia yang Aneh Sekali

George Bernard Shaw pernah berkata, “Manusia selalu mempersalahkan keadaan, bila mereka mengalami kegagalan. Orang-orang yang berhasil di dalam dunia ini, adalah mereka yang berusaha mencari keadaan yang sesuai dengan keinginan mereka, dan bila mereka tidak menemukannya, mereka akan membuatnya”

Nah, kukira hal itu cukup jelas. Dan setiap insan yang menemukan kebenaran ini, percaya bahwa ia orang pertama yang menerapkannya dalam hidupnya. Kita menjadi seperti apa yang kita inginkan.

Sebaliknya, seseorang yang tidak mempunyai cita-cita dan tujuan hidup, yang tidak mengetahui ke mana ia hendak pergi dan yang pikirannya dipenuhi oleh kebingungan, ketakutan dan keprihatinan- maka hidupnya pun menjadi sesuatu yang dipenuhi oleh ketakutan, kekhawatiran dan keprihatinan. Dan bila pemikirannya kosong, maka ia juga menjadi seseorang yang tak berarti.

Bagaimana penjelasannya? Mengapa kita menjadi seperti yang kita inginkan dalam benak kita? Nah, aku akan menjelaskan akan suatu keadaan yang paralel dengan pikiran manusia.

Andaikan seorang petani memiliki sebidang tanah yang subur. Tanah akan memberikan kepada pak tani suatu pilihan; ia boleh menanam apa yang ia kehendaki. Tanah tidak peduli. Hanya tergantung kepada pak tani untuk mengambil keputusan.

Kita membandingkan pikiran manusia dengan tanah. Sebabnya adalah bahwa pikiran kita, seperti juga tanah itu, tidak peduli apa yang kita ingin tanam. Ia hanya akan mengembalikan apa yang Anda tanam, namun ia tidak peduli apa yang Anda tanam.

Sekarang, katakanlah pak tani mempunyai dua butir biji dalam tangannya- yang satu adalah biji jagung dan yang lain adalah biji tanaman yang mengandung racun yang mematikan. Ia menggali dua buah lubang di tanah dan selanjutnya menanam dua butir biji itu, yang satu biji jagung dan yang lain biji tanaman beracun itu. Ia menimbun dua lubang itu dengan tanah, kemudian dengan setia mengairi dan memeliharanya dengan seksama….apa yang kemudian terjadi? Yang pasti, tanah akan mengembalikan apa yang telah ditanam atasnya. Seperti juga dalam Alkitab tertulis:

”Karena apa yang ditabur orang, itu yang akan dituainya.” (Gal.6:7)

Ingat, tanah tidak peduli. Ia akan mengembalikan tanaman yang beracun dengan kelimpahan seperti juga ia mengembalikan tanaman jagung dengan berlimpah-limpah pula. Dengan demikian, tumbuhlah dan menjadi besar. Dua tanaman: Satu jagung, dan yang lain tanaman beracun.

Pikiran manusia jauh lebih subur dan jauh lebih luar biasa dan lebih misterius daripada tanah, namun kerjanya sama. Ia tidak peduli apa yang kita tanamkan…sukses…atau kegagalan. Suatu cita-cita yang mulia dan bernilai… atau kebingungan, ketakutan, kekhawatiran dan salah pengertian. Yang pasti, apa yang kita tanam, akan kita tuai.

Anda tahu, pikiran manusia merupakan rombongan terakhir di bumi ini yang belum pernah dijelajahi dan diselidiki. Di dalamnya terdapat kekayaan yang demikian besarnya melampaui imaginasi kita yang tergila sekalipun! Ia akan mengembalikan apa yang Anda tanam.

23 April 2009

Seandainya Mereka Tahu

1 Yohanes 3:17 Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 114; 1 Korintus 2; Hakim-Hakim 15-17

Seorang nenek tua renta dengan langkah tertatih berjalan meminta sebungkus nasi untuk cucunya yang seharian belum makan kepada orang-orang yang ia temui di jalan. Yang ia minta hanyalah sebungkus nasi tanpa lauk pauk. Memang orang-orang yang ia mintai tolong pun bukan orang kaya, tapi orang susah sama seperti dirinya. Walaupun jika diukur dari keadaan nenek tua renta itu, mungkin keadaan mereka sedikit lebih baik dari sang nenek.

Tapi tanggapan yang diterima nenek ini luar biasa. Ada yang marah, ada yang mengusirnya, ada yang merasa terganggu dengan kehadiran dan permintaan sepele sang nenek. Bahkan sampai 9 jam sang nenek terus berjalan tertatih, belum ada seorang pun yang mau menolongnya. Memang ada yang memperlihatkan simpati mereka, tapi tidak ada yang menunjukkan empati kepada kebutuhan sang nenek dengan membelikannya sebungkus nasi. Bila kita mengikuti perjalanan dan perjuangan sang nenek untuk mendapatkan sebungkus nasi, bisa saja kita berteriak, "Kemana hati nurani itu? Kenapa tidak ada orang yang cukup berbelas kasihan menolong sang nenek dan membelikannya sebungkus nasi?"

Itulah yang digambarkan oleh sebuah acara reality show "Tolong" di sebuah stasiun televisi swasta. Saat menyaksikan segment ini, saya benar-benar tergugah. Betapa krisis kasih benar-benar tengah melanda bangsa ini. Orang-orang yang dimintai pertolongan oleh sang nenek hanya memperdulikan kesusahannya sendiri, repot dengan kesibukannya sendiri dan menutup mata terhadap kebutuhan orang yang meminta tolong terhadap mereka. Seandainya mereka tahu berkat besar apa yang akan mereka terima jika mereka membelikan sang nenek sebungkus nasi, pasti mereka akan memberikan pertolongan dengan sukarela. Tapi mereka tidak tahu, dan sang nenek harus berjalan selama 9 jam tanpa ada seorang pun yang mau menolongnya. Ironis bukan?

Demikian juga dengan Allah kita. Ia adalah Allah yang penuh kasih. Ketika Ia memerintahkan kepada kita untuk saling mengasihi, ada berkat besar yang sedang Ia persiapkan bagi hidup kita. Sama halnya seperti berkat yang tersimpan di balik pintu yang tertutup, ketaatan kita untuk melakukan perintah kasih itu adalah kunci untuk membuka pintu yang tertutup. Tapi seringkali kita lebih memilih untuk melihat masalah kita, kesusahan-kesusahan kita, sibuk dengan kehidupan kita sendiri dan kita lalai melakukan apa yang menjadi kerinduan hati Allah agar kita lakukan. Berkat itu pun akhirnya hanya menjadi impian yang tidak pernah kita raih.

Sama seperti orang-orang tadi, kita pun tidak pernah tahu apa yang ada di balik pintu itu sampai kita bertindak dan pintu itu terbuka. Jadilah orang yang menjawab kebutuhan orang lain. Jadilah pribadi yang mengutamakan kepentingan orang lain, dan nikmatilah pintu-pintu yang akan terbuka bagi Anda.

Ketidakpedulian Anda akan kebutuhan orang lain seringkali menutup pintu berkat bagi Anda sendiri.

Jika Tidak Ada Hari Esok

Pada suatu daerah hiduplah seorang anak, dia hidup dalam keluarga bahagia dengan orang tua dan sanak keluarganya. Tetapi, dia selalu menganggap itu sesuatu yang wajar saja.

Dia terus bermain, mengganggu adik dan kakaknya, membuat masalah bagi orang lain adalah kesukaannya. Ketika ia menyadari kesalahannya dan mau minta maaf, dia selalu berkata, "Tidak apa-apa, besok kan bisa".

Ketika agak besar, sekolah sangat menyenangkan baginya. Dia belajar, mendapat teman, dan sangat bahagia, tetapi dia anggap itu wajar-wajar saja. Semua begitu saja dijalaninya sehingga dia anggap semua sudah sewajarnya.

Suatu hari, dia berkelahi dengan teman baiknya. Walaupun dia tahu itu salah, tapi tidak pernah mengambil inisiatif untuk meminta maaf dan berbaikan dengan teman baiknya. Alasannya, "Tidak apa-apa, besok kan bisa".

Ketika dia agak besar, teman baiknya tadi bukanlah temannya lagi. Walaupun dia masih sering melihat temannya itu tapi itu bukanlah masalah karena dia masih punya banyak teman baik yang lainnya. Dia dan teman-temannya melakukan segala sesuatu bersama-sama, main, kerjakan PR, dan jalan-jalan. Ya, mereka semua teman-teman yang paling baik.

Setelah lulus, kerja membuatnya sibuk. Dia bertemu dengan seorang cewek yang sangat cantik dan baik. Cewek ini kemudian menjadi pacarnya. Dia begitu sibuk dengan pekerjaannya karena dia ingin di promosikan ke posisi paling tinggi dalam waktu yang sesingkat mingkin.

Tentu, dia rindu untuk bertemu teman-temannya tapi dia tidak pernah lagi menghubungi mereka, bahkan lewat telepon. Dia selalu berkata, "Ah, aku capek, besok saja aku menghubungi mereka". Ini tidak terlalu mengganggu dia karena dia punya teman-teman sekerja selalu mau diajak keluar. Jadi waktupun berlalu, dia lupa sama sekali untuk menelpon teman-temannya.

Setelah dia menikah dan punya anak, dia bekerja lebih keras agar dapat membahagiakan keluarganya, Dia tidak pernah lagi membeli bunga untuk istrinya ataupun mengingat hari ulang tahun istrinya dan juga hari pernikahan mereka. Itu tidak masalah baginya karena istrinya selalu mengerti dia dan tidak pernah menyalahkannya.

Tentu, kadang-kadang dia merasa bersalah dan sangat ingin punya kesempatan tapi dia tidak pernah melakukannya. Alasannya, "Tidak apa-apa, saya pasti besok akan mengatakannya". Dia tidak pernah sempat datang ke pesta ulang tahun anak-anaknya tapi dia tidak tahu ini akan berpengaruh pada anak-anaknya. Anak-anak mulai menjauhinya dan tidak pernah benar-benar menghabiskan waktu mereka dengan ayahnya.

Suatu hari, kemalangan datang ketika istrinya tewas dalam kecelakaan, istrinya ditabrak lari. Ketika kejadian itu terjadi, dia sedang ada rapat. Dia tidak sadar bahwa itu kecelakaan yang fatal dan dia baru datang saat istrinya akan dijemput maut, dia belum sempat berkata, "Aku cinta kamu", istrinya telah meninggal dunia.

Laki-laki itu remuk hatinya dan mencoba menghibur diri melalui anak-anaknya setelah kematian istrinya tapi dia baru sadar bahwa anak-anaknya tidak pernah mau berkomunikasi dengannya.

Segera, anak-anaknya dewasa dan membangun keluarganya masing-masing. Tidak ada yang peduli dengan orang tua ini, yang di masa lalunya tidak pernah meluangkan waktu untuk mereka.

Saat mulai renta, dia pindah ke rumah jompo yang terbaik, yang menyediakan pelayanan sangat baik. Dia menggunakan uang yang semula disimpannya untuk perayaan ulang tahun pernikahan ke 50, 60 dan 70.

Semula uang itu akan dipakainya untuk pergi ke Hawaii, New Zealand dan negara-negara lainnya bersama istrinya tapi kini dipakainya untuk membayar biaya tinggal di rumah ompo tersebut. Sejak itu sampai dia meninggal, hanya ada orang-orang tua dan suster yang merawatnya.

Dia kini merasa sangat kesepian, perasaan yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya. Saar dia mau meninggal, dia memanggil seorang suster dan berkata kepadanya, "Ah, andai saja aku menyadari ini dari dulu......" Kemudian perlahan ia menghembuskan napas terakhir, dia meninggal dunia dengan air mata dipipinya.

Apa yang saya ingin coba katakan pada anda, waktu itu tidak pernah berhenti. Anda terus maju dan maju, sebelum benar-benar menyadari, anda ternyata telah maju terlalu jauh. Jika anda pernah bertengkar, segera berbaikanlah dan jika kamu merasa ingin mendengar suara teman kamu, jangan ragu-ragu untuk meneleponnya segera.

Terakhir... tapi ini yang paling penting, jika kamu merasa kamu ingin bilang sama seseorang bahwa kamu sayang dia, jangan tunggu sampai terlambat. Jika kamu terus pikir bahwa masih ada hari esok untuk memberitahu akan tetapi hari tersebut tidak akan datang. Jika kamu selalu pikir bahwa besok akan datang maka "besok" akan pergi begitu cepatnya hingga kamu baru sadar bahwa waktu telah  meninggalkanmu.

22 April 2009

Jose Rivera

Seorang bandit bernama Jose Rivera yang tidak disukai di beberapa kota di Texas karena merampok bank dan bisnis mereka. Akhirnya penduduk kota yang kuatir dengan kekacauan ini membayar seorang ranger untuk menangkap Jose Rivera di tempat persembunyiannya di Mexico dan mengembalikan uang mereka.

Akhirnya ranger itu mendatangi sebuah bar yang terpencil. Disana ia melihat seorang anak muda sedang meramu minuman. Di salah satu meja, seorang pria sedang tertidur dengan muka ditutupi oleh topinya. Dengan berani, ranger itu mendekati anak muda di bar dan memperkenalkan diri dan maksud kedatangannya untuk membawa Jose Rivera, hidup atau mati. “Bisakah kamu menolongku menemukannya?” Anak muda itu tersenyum, sambil menunjuk ke arah sebuah meja, ia berkata, “Itu Jose Rivera.”

Ranger itu berbalikke arah bandit yang sedang tidur itu dan menepuk bahunya. “Apakah kamu Jose Rivera?”, tanyanya. Orang itu menjawab, “no speak English”. Ranger itu menoleh ke belakang dan memanggil anak muda itu untuk membantunya berkomunikasi.

Pembicaraan selanjutnya menjadi sedikit membosankan. Pertama ranger itu berbicara dalam bahasa Inggris, lalu anak muda itu menerjemahkannya ke dalam bahasa Spanyol. Jose Rivera akan menjawab dalam bahasa Spanyol dan anak muda itu mengulangi jawabannya ke dalam bahasa Inggris kepada ranger itu.

Akhirnya ranger itu memberikan dua pilihan untuk Jose Rivera. Pertama, memberitahukan tempat dimana ia menyembunyikan harta yang telah ia curi, maka ia akan dibebaskan. Yang kedua, jika ia tak mau memberitahukannya, ia akan ditembak di tempat. Lalu anak muda itu menerjemahkan peringatan itu.

Jose Rivera berpikir sejenak lalu berkata kepada anak muda itu, “Katakan padanya untuk keluar dari bak, belok ke kanan. Satu mil dari sini ada sebuah sumur. Di dekat sumur itu ada sebuah pohon besar. Di bawahnya terdapat sebuah kotak dimana kusembunyikan semua perhiasan dan uang yang kurampok”.

Anak muda itu menoleh ke ranger itu, membuka mulutnya, lalu menelan ludah, berhenti sebentar, lalu mengatakan, “Jose Rivera bilang, Em, dia bilang coba tembak aku!” Mungkinkah kamu akan melakukan hal yang sama seperti anak muda itu kepada temanmu? Mungkin tidak. Tetapi bagaimana kalau temanmu yang melakukan hal itu kepadamu?

Keteguhan Hati dan Iman

Yosua 1:9 Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke mana pun engkau pergi."

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 113; 1 Korintus 1; Hakim-Hakim 13-14

Keteguhan hati timbul dari mempercayai Tuhan. Keteguhan itu tidak dapat dihidupkan hanya dari jiwa Anda. Keteguhan itu timbul dari mempercayai firman Tuhan betapa pun keadaannya dan keteguhan hati itu timbul dari iman.

Dari manakah timbul tawar hati? Dari ketakutan dan ketidakpercayaan. Tawar hati timbul bila Anda mendengarkan kebohongan iblis tentang hal yang tidak akan dilakukan Tuhan bagi Anda. Padahal itu sama sekali tidak benar. Jangan pernah dengarkan dusta itu.

Sebagai umat Tuhan, Anda dan saya harus melepaskan tawar hati dan bangkit dengan keteguhan hati! Kita harus berhenti melihat kemampuan, kegagalan dan keterbatasan kita sendiri dan mulai memandang kepada Tuhan. Kita harus bangkit dalam nama Yesus dan kuasa Roh-Nya dan menetapkan kerajaan surga di bumi.

Jika belum lama ini Anda tawar hati, berhentilah mendengarkan dusta iblis. Berhentilah mendengarkan laporan penuh kebohongan akan ketidaksanggupan Allah dalam hidup Anda. Saat seseorang memberitahu Anda bahwa Tuhan takkan membebaskan Anda, katakanlah kepada mereka, "Dia telah membebaskan saya dalam nama Yesus."

Begitu Anda menyadari jati diri Anda dan pemberian yang telah Anda terima oleh kuasa Tuhan, Anda akan berhenti membiarkan iblis menindas Anda. Tuhan tidak menyarankan agar Anda menjadi kuat dan teguh, itu adalah perintah-Nya!

Menguatkan dan meneguhkan hati adalah perintah Tuhan bukan pilihan. Dan hal itu hanya dapat timbul oleh iman.

21 April 2009

Tak Bercela

Daniel 6:5 : Kemudian para pejabat tinggi dan wakil raja itu mencari alasan dakwaan terhadap Daniel dalam hal pemerintahan, tetapi mereka tidak mendapat alasan apa pun atau sesuatu kesalahan, sebab ia setia dan tidak ada didapati sesuatu kelalaian atau sesuatu kesalahan padanya.

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 111; Lukas 23; Hakim-Hakim 9-10

Konspirasi yang diceritakan pada ayat di atas bermula dari keinginan Raja Persia untuk mengangkat Daniel sebagai penguasa seluruh pejabat di Persia. Tentu saja hal ini mengundang iri hati di kalangan pejabat yang lain. Apalagi Daniel bukanlah orang Media asli. Ia orang Yahudi, etnis kelas dua pada waktu itu. Akhirnya, para pejabat yang iri pada Daniel berusaha mencari-cari kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukannya dan akan memberitahukannya pada raja supaya raja membatalkan pengangkatan Daniel menjadi penguasa atas mereka. Malahan kalau bisa Daniel dienyahkan.

Namun, mereka tidak bisa menemukan cacat cela Daniel. Tiada kesalahan, tiada pengkhianatan, tiada kelalaian, tiada pernah mencuri waktu dalam bekerja, tiada pernah menerima suap, dan pekerjaannya tak diragukan kualitasnya. Akhirnya komplotan ini mendapati "kesalahan" Daniel, yaitu ketaatannya beribadah kepada Tuhan dan itu dijadikan sebagai senjata untuk menjatuhkannya. Rencana itu berhasil dan raja pun mau tidak mau memerintahkan Daniel agar dimasukkan ke dalam gua singa. Tapi cerita Daniel di gua singa berakhir dengan pertobatan Raja Persia yang percaya kepada Tuhan. Integritas Daniel di hadapan Tuhan sanggup mengubahkan suatu bangsa.

Bangsa kita sangat membutuhkan orang-orang yang berintegritas tinggi untuk menyelamatkan bangsa ini. Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda unggul dalam pekerjaan, jujur, tak bercela, dan setia? Kalau belum, maukah Anda berkomitmen untuk melakukannya sebagai bagian ibadah kepada Tuhan? Kita tidak bisa mengharapkan integritas dari orang lain. Mulailah dari diri kita sendiri dan lihatlah bagaimana integritas hidup kita akan berdampak terhadap orang-orang yang ada di sekeliling kita. Karena pembelaan Allah tidak pernah berakhir bagi orang yang mempertahankan integritasnya untuk melakukan kebenaran.

Walaupun setiap orang melakukan ketidakbenaran, tetap persembahkanlah diri Anda kepada kebenaran sesulit apa pun jalan ke arah itu.

Jawaban.com

20 April 2009

Weekly Scripture – Amsal 10:22

Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya. - Amsal 10:22

Pilihan Dan Akibatnya

Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah. - 1 Korintus 10:31

Makanan sederhana yang terdiri dari makanan yang kaya vitamin adalah ideal untuk kesehatan jasmani, pikiran dan rohani. Dua contohnya yaitu : Suatu ketika pada tahun 605 Sebelum Masehi orang Babilon menangkap Daniel dan membawanya ke Babilon di mana ia harus mengambil keputusan tentang makanannya.

Dan pada tahun 1635 sesudah Masehi seorang petani Inggris, bernama Thomas Parr diundang oleh Raja Charles I untuk tinggal di istananya, juga harus mengambil keputusan tentang makanannnya.

Seorang saudara dari keluarga kerajaan Yahudi yang ditundukkan yaitu, Daniel bersama para tawanan Ibrani lainnya, diberi suatu program 3 tahun untuk dilatih menjadi pelayan pemerintahan Babel. Satu keuntungannya yang istimewa adalah bahwa Daniel dan teman-temannya diberi hak memakan makanan dari meja Raja Nebukadnezar.

Namun demikian, Daniel memutuskan untuk tetap taat pada kebiasaan makannya. Ia “berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja” (Daniel 1:8).

Anda tentu sudah tahu ceritanya. Setelah 10 hari makan makanan vegetaris dan minum air biasa, Daniel dan teman-temannya “lebih baik dan perawakan mereka kelihatan lebih gemuk daripada semua orang muda yang telah makan dari santapan raja” ( Ayat 15 ).

Menurut Kitab Suci,Daniel menjadi perdana menteri di Kerajaan Babel, satu teladan agung dari seorang pemuda yang berpegang teguh pada integritas dirinya.

Thomas Parr, seorang petani, diperkirakan berusia 152 tahun ketika ia menjadi perhatian Raja Charles. Gereja dan catatan yang sah menguatkan bahwa ia adalah orang yang paling tua.

Karena Parr adalah seorang yang bersemangat, dan orang yang cerdas dengan segudang cerita yang tidak pernah habis-habisnya,maka Raja Charles meminta dia pindah ke istana kerajaannya pada bulan September 1635.Sebagai anggota keluarga raja, Thomas Parr menolak untuk tetap hidup sederhana seperti yang sudah pernah ia rasakan selama ini, dan ia pun mulai menikmati makanan yang mewah dan minuman yang disajikan dalam acara pesta makan selama empat jam.

Pada bulan November 1635, yaitu pada tahun itu juga ketika hadir di tengah-tengah salah satu acara pesta, Parr jatuh dari kursinya dan meninggal dunia. Autopsi (bedah mayat) dilakukan oleh dokter ahli kerajaan yaitu William Harvey, dan dokter menerangkan bahwa “ketidaksanggupannya mencerna makanan terjadi karena ia tidak terbiasa makan makanan yang mewah” dan itu yang menyebabkan kematiannnya.

Raja Charles memerintahan agar Parr dimakamkan di Westminster Abbey,di mana ia sekarang terbaring di antara raja-raja dan ratu-ratu Inggirs.

Dua orang . Dua pilihan . Dua akibat.

Apabila dihadapkan pada dua pilihan antara apa yang rasanya sedap dan apa yang baik bagimu,yang mana yang akan Anda pilih?

By, CA. “Bill” Oliphant