Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

06 May 2009

Email

Sepasang suami istri setengah baya yang sama-sama sibuk dengan bisnisnya merasa penat dengan kesibukan di ibukota. Mereka memutuskan untuk berlibur di Bali. Mereka berencana akan menemptati kembali kamar hotel yang sama dengan saat mereka berhoneymoon 30 tahun yang lalu. Karena kesibukannya, si suami harus terbang lebih dahulu dan istrinya baru menyusul keesokkan harinya.

Setelah check in di hotel di Bali, ia segera mengirimkan email melalui komputer dengan jaringan internet yang tersedia di kamarnya. Dengan gembira ia menulis email mesra kepada istrinya yang sedang di kantornya di Jalan Sudirman, Jakarta. Celakanya, ia salah mengetik alamat email istrinya dan tanpa menyadari kesalahannya ia tetap mengirimkan email tersebut.

Di lain tempat, di daerah Cinere, seorang wanita baru kembali dari pemakaman suaminya yang baru saja meninggal. Setibanya di rumah, ia langsung memeriksa email untuk membaca ucapan-ucapan belasungkawa. Baru saja selesai membaca email yang pertama, ia langsung jatuh pingsan tak sadarkan diri. Anak sulungnya yang terkejut kemudian membaca email tersebut kemudian tak lama kemudian jatuh pingsan juga. Email itu berbunyi :

To : Istriku tercinta
Subject : Papah sudah sampai Mah!!
Date : 20 Agustus 2007

Aku tahu pasti kamu kaget tapi senang dapat kabar dariku. Ternyata disini mereka udah pasang internet juga, katanya biar bisa berkirim kabar buat orang-orang tercinta dirumah. Aku baru sampai dan sudah check-in. Katanya mereka juga sudah mempersiapkan segalanya untuk kedatanganmu besok. Nggak sabar deh rasanya nungguin kamu. Semoga perjalanan kamu kesini juga mengasyikkan seperti perjalananku kemaren.

Love you mom, Papah

PS : Disini lagi panas-panasnya. Kalau pada mau, anak-anak diajak aja ya.

0 comments:

Post a Comment