Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

05 September 2008

Ilmu Hitam dan Ilmu Putih VS Kebenaran

DR. dr. RM. Tedjo Oedono Oepomo.

Saat ini beliau berprofesi sebagai dosen Fakultas Kedokteran UGM, Bagian THT. Dan berjemaat di Gereja Yerusalem Baru, Yogyakarta.

Keluarga Dukun Keraton
Aku dilahirkan di dalam lingkungan keluarga keraton. Dan keluargaku adalah trah keluarga dukun keraton. Sejak kecil aku sangat mengagumi ilmu-ilmu kadigdayan gaib yang dimiliki oleh para sesepuh keluarga. Kakekku memiliki ilmu yang sangat tinggi. Ia bisa menghilang. Bahkan hadir di empat tempat yang berbeda dalam waktu yang bersamaan. Beliau juga mampu menyembuhkan berbagai penyakit dengan tenaga gaibnya. Pamanku juga sangat tinggi ilmunya.

Di lingkungan keraton, sejak usia sekolah dasar aku mendapatkan guru-guru khusus. Mereka mengajarkan tentang berbagai ilmu agama dan falsafah Jawa. Salah satunya adalah ilmu kebatinan. Aku sangat tertarik dan tekun mempelajari ilmu-ilmu ini. Selain kekagumanku pada misteri keajaibannya, melalui ilmu-ilmu ini aku juga ingin hidup mendekatkan diri pada Tuhan yang Maha Kuasa.

Ilmu-ilmu Perdukunan
Di dalam ilmu perdukunan dan kebatinan dikenal adanya empat tingkatan. Yaitu tingkat kasantosan, kadigdayan, kawijayan dan kasampurnan. Kasantosan berarti menguasai berbagai ilmu dasar seperti mendapatkan dan memelihara jimat-jimat, ilmu kekebalan dan gendam. Kadigdayan, selain menguasai ilmu dasar, juga menguasai ilmu yang lebih tinggi lagi. Seperti ilmu santet, ilmu terawang. Berikutnya adalah kawijayan. Di tingkat ini seseorang akan memiliki kemampuan rogoh sukma dan transfer roh-roh. Sedang kasampurnan adalah tingkatan tertinggi dalam ilmu perdukunan. Orang itu menyatu dengan roh yang dia ikuti dan ini kekuatannya sangat tinggi sebanding dengan roh yang dia ikuti itu.

Untuk mendapatkan ilmu-ilmu ini, tidaklah mudah jalan dan caranya. Berbagai-bagai syarat dan ritual harus dijalani dengan berbagai resikonya. Banyak yang gugur sebagai murid perdukunan dan tidak sedikit yang menjadi gila. Karena sulitnya itu, aku menganggap inilah jalan "Tuhan" yang sejati.

Menjadi Murid dan Guru
Minatku belajar okultisme atau ilmu perdukunan makin bergairah dan aku termasuk seorang anak yang dianggap sangat berbakat. Hal ini tidak mengherankan. Karena sejak dalam kandungan aku telah di "doa" kan oleh kedua orang tuaku dan para sesepuh keluarga. Dengan harapan, aku kelak menjadi orang yang memiliki kadigdayan atau memiliki kemampuan yang tinggi dalam ilmu kabatinan.

Berbagai ilmu telah aku kuasai sejak masa kecilku, diantaranya ilmu santet, ilmu pellet, ilmu terawang, ilmu gendam, telepati atau ilmu sirep, kekebalan dan lain-lain. Oleh sebab itu, aku menjadi anak yang sangat popular, disegani dan ditakuti di lingkunganku pada waktu itu. Inilah yang menjadi akar dari adanya rasa kesombongan dalam diri seseorang yang belajar ilmu kebatinan. Diakui atau tidak diakui, ia akan merasa lebih super daripada manusia-manusia lainnya, demikian juga keadaanku pada waktu itu.

Selain menjadi murid, aku juga seorang guru. Aku mengajarkan ilmu kebatinan ini kepada murid-muridku sendiri. Dan murid-mu itu rata-rata umurnya lebih tua dari aku bahkan ada orang-orang yang sudah lanjut usia. Waktu itu aku masih duduk di kelas 5 SD, namun secara ilmu aku dianggap lebih tua. Dan ini terus berlangsung sampai aku dewasa dan kuliah di fakultas kedokteran.

Mempraktekkan Ilmu
Bagi seseorang yang telah mendapatkan ilmu, mempraktekkan ilmunya adalah sesuatu kebanggaan dan kepuasan tersendiri. Waktu kecil aku telah mempraktekkan ilmu santetku. Suatu hari aku dikecewakan dan dicaci maki oleh seseorang penjahit pakaian. Karena tidak terima atas perlakuannya ini, maka aku santet orang itu.

Yaitu dengan menempatkan seekor kodok dalam baskom yang berair. Melalui mulut kodok itu aku masukan satu balon udara kedalam perutnya dengan ujung balon menjulur keluar. Aku meditasi dengan membaca mantra-mantra sambil memandang foto orang itu, balon aku tiup, maka perut kodok itu menjadi menggelembung. Kemudian aku ikat dan aku lepaskan kodok itu di baskon tadi. Di rumahnya, penjahit itu tiba-tiba perutnya menggelembung dan merasakan kesakitan. Dia telah kena ilmu santetku. Dia keluar masuk rumah sakit sampai uangnya habis tapi penyakitnya tidak ditemukan dan tidak sembuh-sembuh. Kemudian dia pergi ke seorang dukun.

Dukun itu memberitahu si penjahit agar datang ke rumah seorang anak yang pernah dia caci maki untuk minta maaf. Karena anak kecil itu adalah seorang dukun. Ketika penjahit itu datang dan minta maaf. Mudah saja bagiku menyembuhkan orang itu, aku cabut balon itu dari katak dan orang itupun sembuh. Itulah keasyikannya.

Ilmu lain yang juga aku praktekkan adalah ilmu gendam. Jika aku ingin makan durian, aku tidak perlu membelinya. Aku datangi saja penjual duren. Kemudian aku tepuk orang itu, maka dia akan memberikan duren-duren yang aku minta tanpa membayar. Nanti kalau aku sudah pergi, penjual itu akan kebingungan karena beberapa durennya tidak ada. Kemudian dia sadar bahwa dia telah kena tipu dengan menggunakan ilmu gendam, istilah umumnya adalah ilmu tepuk.

Aku juga punya ilmu untuk menebak nomor buntutan. Tinggal siapa yang membayar lebih banyak. Bandarnya atau pembelinya. Karena bagiku mudah saja menebak nomor yang akan keluar. Dari sini aku bisa mendapatkan uang banyak sekali. Maka sejak kecil aku menjadi tidak menghormati dan meremehkan orang tua, karena sudah biasa mencari uang sendiri. Bahkan biasa mengambil uang yang disimpan orang tua di almari besi yang terkunci. Karena aku punya tuyul-tuyul. Tinggal memerintahkan tuyul itu untuk mengambil uang. Dari sini seharusnya sudah dapat aku sadari, sebenarnya siapa yang aku ikuti. Namun karena terpesona dengan kemampuan-kemampuan gaib itu, maka hati menjadi tertutup dan tidak mau menanyakan lagi siapa sebenarnya di balik ilmu-ilmu itu.

Keluar Dari Ilmu Hitam
Dengan seringnya mempraktekan ilmu gendam dan beberapa ilmu lainnya, lama-lama timbul kesadaran dalam diri. Aku ini dari keluarga terhormat dan bapak ku adalah seorang professor di perguruan tinggi terkenal dan tokoh masyarakat. Sebagai anaknya perasaanku menjadi tidak enak dengan perbuatan-perbuatan ku itu. Kemudian aku keluar dari perguruan ilmu hitam masuk ke perguruan ilmu putih.

Di dalam perguruan ilmu putih ini, aku harus mengalami pelepasan terhadap ilmu-ilmu hitam yang aku miliki. Inilah keanehannya, aku belajar pada sumber yang sama, tetapi harus kelepasan ketika mengmbil jurusan berbeda. Sebenarnya sumber dari dua ilmu ini adalah sama, yaitu dunia roh-roh. Maka pada keadaan tertentu seseorang itu bisa menyandang ilmu hitam sekaligus ilmu putih. Dia bisa menyembuhkan seseorang tapi juga bisa mencelakai seseorang dengan ilmu santetnya. Perbedaan yang nyata adalah pelajaran di perguruan ilmu putih ini adalah hal-hal kebaikan, kesabaran dan ketekunan. Juga hal-hal untuk saling mengasihi, mengasuh dan mengasah diantara para murid perguruan sangat dijunjung tinggi. Disini tidak ada pertunjukan untuk pamer kekuatan, atau pamer kadigdayan. Semua dipakai untuk kebaikan, untuk kesembuhan sesamanya. Sehingga kami merasa makin mantap bahwa inilah jalan Tuhan itu. Di tempat ini aku merasa menemukan yang kucari selama ini, yaitu mendekatkan diri pada Tuhan yang sejati dan Tuhan yang benar. Karena jalannya memang benar-benar sulit. Untuk naik satu tingkat saja, butuh perjuangan yang sangat keras dan waktu yang lama, dengan berbagai syarat dan ritual. Di perguruan ini, aku sampai pada tingkat kawijayan. Di tingkat ini aku bisa bercakap-cakap dengan roh-roh yang aku panggil. Juga menguasai ilmu transfer roh. Yaitu bisa membuat orang gila menjadi waras atau orang waras dijadikan gila dengan cara mengirim dan mengambil roh dari seseorang. Aku juga menguasai ilmu terawang roh. Bisa menebak keadaan seseorang dengan memandang orang itu. Juga ilmu rogoh sukmo. Dengan duduk semedi ke kamar, aku bisa melihat keadaan dan keramaian kota. Dan berbagai ilmu aku dapatkan, sehingga aku merasa benar-benar diatas manusia normal. Maka sering disebut sebagai paranormal. Dan akupun dicalonkan menjadi pengganti kepala dukun. Disini aku semakin merasa menjadi manusia super dan memandang remeh agama dan Tuhan. Pendapatku waktu itu, apa itu agama? Hanya omong ini omong itu saja, tapi tak ada apa-apanya. Sedangkan di perdukunan kami bisa mendapatkan apa yang kami inginkan dengan kuasa gaib dan itu nyata. Aku menganggap Tuhannya agama-agama itu tuhan yang palsu. Sedang tuhan yang aku ikuti itu tuhan yang sejati!

Peristiwa Di Atas Gunung
Suatu hari kami sepakat berlima untuk mengadakan semedi di atas gunung "Selo Kemloso". Gunung yang terletak di antara Gunung Merapi, Gunung Turgo dan Gunung Plawangan di Jawa Tengah. Beberapa hari kami telah berhasil semedi dan dialog dengan roh-roh yang kami inginkan. Kami merasa senang sekali tapi juga merasakan perut lapar. Kemudian malam itu kami berlima kembali sepakat berdoa mohon kepada "Tuhan" yang maha kuasa itu, untuk mendapatkan makanan dan minuman. Ajaib sekali, tiba-tiba di depan kami tersaji lima piring nasi lengkap dengan lauk pauk dan minumannya. Wah kami merasa senang luar biasa. Berarti tidak perlu masak, bisa menikmati makanan yang lezat.

Kemudian pagi harinya kami turun dari gunung untuk pulang kembali ke kota. Ketika kami tiba di sebuah kampong di lereng gunung, kami melewati sebuah rumah. Sepertinya tadi malam baru saja diadakan pesta perkawinan. Pagi itu, mereka telah selesai menghitung piring-piring untuk dikembalikan. Mereka bingung mencari piring dan gelas yang hilang masing-masing sebanyak lima buah. Sudah dicari-cari tapi tidak juga ketemu. Betapa kagetnya kami, ternyata piring dan gelas yang hilang itu persis dengan piring dan gelas yang kami pakai untuk makan di atas gunung dan jumlahnya lima buah. Hari itu, perasaanku benar-benar terpukul. Bagaimana bisa "tuhan" yang aku sembah dan aku ikuti dengan susah payah, ternyata "mencuri" makanan. Berarti "tuhan" ku itu pencuri. Hatiku benar-benar hancur. Keinginan untuk mendekatkan diri pada Tuhan yang benar dan sejati, ternyata salah alamat. Beberapa peristiwa beruntun sangat mengguncang hatiku. Salah satu guruku yang berilmu tinggi telah menceburkan diri ke dalam sumur dan mati. Dan itu sebagai tumbal bagi ilmu yang dia punyai. Kematian paman ini mulai menggores kesadaranku akan jalan yang aku tempuh selama ini. Teman seperguruan kakekku yang juga berilmu sangat tinggi, menjelang kematiannya sekujur tubuhnya membusuk dan bentuknya seperti monster. Berbagai penyakit yang pernah ia sembuhkan seakan semua ikut menempel ke dalam tubuhnya. Mengerikan sekali, satu bulan lebih didoakan baru bisa meninggal dunia. Aku melihat nasib kakekku yang seperti itu, aku sendiri menjadi sangat ngeri dan takut. Seorang yang sakti luar biasa, akhir hidupnya kok sangat mengenaskan. Sedangkan mereka adalah orang-orang yang sangat aku kagumi sejak masa kecil.

Maka aku menemui guruku. Tiba di padepokan aku melihat mimik wajah guru nampak sangat sedih. Dan beliau mengatakan bahwa hari Jumat minggu depan ia akan meninggal dunia. Luar biasa bisa tahu hari kematiannya. Tetapi mengapa beliau sangat bersedih? Beliau mengungkapkan kesedihannya, karena tidak tahu bagaimana nasibnya setelah kematiannya. Inipun membuat aku semakin terpukul. Guru saja tidak tahu nasibnya setelah kematiannya, apalagi aku. Dan waktu aku Tanya kepada roh-roh yang selama ini mengaku sebagai utusan Tuhan, mereka tidak mau menjawab apa yang terjadi setelah kematian. Aku merasa benar-benar tertipu.

Ditaklukan Oleh Penjual Bakmi
Tujuan hidupku tiba-tiba gelap gulita. Kekagumanku pada para sesepuh yang berilmu tinggi rontok karena akhir hidup mereka. Dan "tuhan" yang aku ikuti ternyata mencuri makanan. Ilmu yang aku miliki dengan roh-roh gaibnya tidak mampu member jawaban tentang kehidupan setelah kematian. Jalan terang yang aku inginkan ternyata ujungnya menuju maut. Aku benar-benar frustasi, kubuang jimat-jimat, dan aku putuskan, jika Tuhan yang sejati itu sulit dicari, maka aku akan menjadi orang atheis, tidak percaya pada Tuhan lagi. Ditengah kebingungan dan kegalauan hati, aku tumpahkan dengan naik sepeda mengelilingi kota tanpa tujuan yang pasti. Dua hari dua malam aku bersepeda untuk menumpahkan segala kekecewaan hatiku. Sampai di suatu tempat, aku berhenti di warung bakmi pinggir jalan untuk makan bakmi rebus. Waktu penjual itu menghidangkan bakmi, dia bertanya "Bapak sedang mencari kebenaran ya?"

Aku sangat terkejut dengan pertanyaan penjual bakmi ini. Biasanya akulah yang tahu dan bisa menebak persoalan orang lain, tetapi mengapa penjual bakmi ini malah bisa mengetahui keadaan hatiku? Dan ketika aku terawang dia, ilmuku tidak bisa menembus untuk "melihat" keadaan dia. Dilihat secara nalar, penjual bakmi ini tidak ada keistimewaan apa-apa. Dia hanyalah seorang tua setengah baya, kurus dan keturunan cina. Ternyata dia seorang Kristen.

Waktu itu aku tidak tahu kalau orang Kristen yang sungguh-sungguh di dalam Tuhan, dalam dirinya ada Roh Allah. Sehingga tidak tembus di terawang dan juga tidak mempan disantet. Dia memberiku sebuah kitab Injil untuk dibaca. Dia bilang dari buku ini aku bisa menemukan apa yang aku cari. Karena aku merasa kalah, maka aku terima apa yang dia berikan.

Tersingkap
Aku baca dan teliti kitab itu dengan seksama. Sebelumnya aku tidak pernah dan tidak boleh membaca buku Injil. Karena dianggap itu bukunya orang kafir, kitab palsu. Sekarang alasan itu malah membuat aku makin penasaran, mengapa kok tidak boleh membacanya. Setelah aku baca buku Injil itu, aku menemukan satu nama yang luar biasa, yaitu nama Yesus Kristus. Pribadi ini berkata, "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku." (Yohanes 14:6). Selama ini yang aku terima hanyalah petunjuk jalan atau yang menunjukan ada jalan kepada Allah yang sejati. Dan ketika aku ikuti ternyata tidak bisa menemukan jalan itu. Disuruh ini itu, tirakat ini itu, melakukan ini itu tapi jalan ini bukan makin terang malah makin gelap dan akhirnya tanpa jawaban yang pasti.

Tetapi pribadi Yesus berkata: Akulah Jalan! Akulah Kebenaran! Akulah Hidup! Bagiku ini suatu pernyataan yang luar biasa. Dia tidak menunjuk pada sesuatu. Tetapi Dia menunjukan diri-Nya? Itulah jalan dan kebenaran dan Hidup kekal. Siapakah pribadi ini yang berani mengatakan seperti itu? Belum pernah aku membaca atau mendengar seorang tokoh dunia sehebat apapun yang berani mengatakan seperti itu. Siapa pribadi ini, yang oleh orang Kristen dianggap sebagai Tuhannya? Dulu aku hanya mendengar tentang Yesus yang banyak melakukan mujizat. Maka aku menyebutnya sebagai dukun Israel. Tapi kali ini aku membaca langsung kisahNya. Makin aku baca makin penasaran dibuatnya. Bahkan tentang kematian, Yesus memberi jawaban yang pasti : "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?" (Yohanes 11:25-26).

Jaminan kehidupan kekal bagi orang yang percaya kepada-Nya. Guruku tidak bisa menjawab, roh-roh yang aku ikuti tidak memberikan jawaban. Kakekku dan pamanku selain tidak punya jawaban juga akhir hidupnya sanggat mengenaskan. Tetapi dari buku Injil ini, menyingkap dan member jawaban apa yang menjadi kebutuhan dan pertanyaan manusia yang mencari Tuhan yang hidup dan yang sejati. Dan buku Injil mengungkapkan bahwa Yesus adalah Tuhan. Firman Allah yang menjelma menjadi manusia. Hidup di bumi sebagai manusia Allah untuk menyatakan kasih Allah akan dunia ini, menyatakan kuasanya, bahkan rela mati di kayu salib untuk menebus dosa manusia. Bukan mati untuk dikubur selamanya. Tetapi tiga hari bangkit kembali dan naik ke surga. Dan dari surga mengkaruniakan Roh Kudus yaitu Roh Yesus Kristus itu sendiri kepada setiap orang yang mau percaya kepada-Nya. Luar biasa, inilah yang disebut tingkat kasampurnan dalam ilmu perdukunan, yaitu menyatunya roh manusia dengan roh
"Tuhan".

Dengan Roh itu manusia menjadi ciptaan baru, menjadi memiliki hayat kekal Allah, memiliki hidup yang kekal, luar biasa. Ini benar-benar kasampurnan atau sempurna, menyatunya roh manusia dengan Roh Allah. Dan jalan-Nya begitu mudah, yaitu hanya percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan juru selamatnya. Bagiku ini suatu yang sangat mustika. Dua bulan aku mendalami buku Injil dan membandingkannya dengan buku-buku kebatinan lainnya. Dalam kepercayaan Jawa diyakini akan datangnya Sang Ratu Adil. Dan jika seseorang menjadi pengikut ratu adil, dia akan dikatakan menjadi orang yang "Sekti tanpa aji" artinya sakti tanpa harus membawa atau mempunya ajian atau jimat-jimat. Jika seseorang masih mengandalkan jimat, atau memegang jimat-jimat berarti orang itu belum ketemu dengan Sang Ratu Adil yang sesungguhnya.

Di buku Injil dikatakan seseorang yang percaya kepada Yesus Kristus, akan menerima Roh Kudus yaitu Roh Allah "Barang siapa mengaku bahwa Yesus adalah anak Allah, Allah tetap berada di dalam dia dan dia di dalam Allah" - (1 Yohanes 4:15).

Maka orang Kristen yang sungguh-sungguh di dalam Tuhan, dalam dirinya ada Roh Allah. Dia tidak membutuhkan jimat untuk menangkal santet dan tenung. Karena dalam diri orang Kristen yang sungguh-sungguh di dalam Tuhan, dalam dirinya ada Roh Allah. Dan tidak ada orang yang mampu melawan Allah. Maka dapat dikatakan orang yang percaya Yesus menjadi orang yang sekti tanpa aji. Berarti Yeus inilah yang dimaksud sebagai Sang Ratu Adil dalam kepercayaan Jawa. Secara teori buku Injil memang lebih meyakinkan aku. Dan aku menerima kebenaran ini, tapi tetap sebagai teori.

Bertanya Kepada Roh Bima
Seperti yang dikatakan oleh penjual bakmi, aku akan menemukan kebenaran jika aku membaca buku Injil. Tetapi aku tidak bisa begitu saja menerima kebenaran dari buku itu. Meskipun itulah yang aku cari. Dan aku juga tidak mau lagi bertanya kepada manusia. Karena aku merasa diapusi terus atau tertipu terus oleh orang-orang.

Dan satu hal yang aku dapatkan di perguruan ilmu putih, roh-roh putih kalau ditanya maka dia akan menjawab. Hanya kalau ditanya tentang akhir kehidupan manusia atau kehidupan setelah kematian, roh putih tidak pernah mau menjawab, atau mengatakan keadaan yang sesungguhnya. Waktu itu aku masih percaya bahwa roh putih tidak akan berbohong. Karena sudah mencapai tingkat ilmu kawijayan, maka aku bisa berdialog dengan roh-roh. Aku semedi untuk berkontak dengan roh yang menamakan dirinya roh Bima. Bima adalah nama tokoh dalam wayang Jawa. Dalam ilmu kebatinan, roh-roh ini mempunyai nama tokoh tertentu sesuai dengan kekuatan roh itu. Biasanya nama tokoh sejarah ataupun tokoh pewayangan. Roh Bima inilah yang selama ini aku ikuti dan yang memberikan kekuatan gaib padaku.

Dua hal aku tanyakan pada roh Bima ini. Satu, apakah isi kitab Injil itu benar adanya? Dan yang kedua, siapa Yesus Kristus itu? Jawaban yang aku dapat dari Roh Bima adalah : Isi kitab Injil Benar Adanya. Jawaban ini sesuai dengan yang tertulis di surat Efesus 1:13 : "karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu" Jadi Injil adalah firman kebenaran.

Yesus Kristus Adalah Roh Yang Paling Kuat Di Dunia dan Di Akherat. Jawaban ini seperti yang tertulis di surat 1 Yohanes 4:4 : "sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia." Dan ini sesuai dengan dikatakan Yesus seperti yang tertulis di Injil Matius 28:18 : "Yesus mendekati mereka dan berkata: Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di surga dan di bumi."

Jawaban ini membuatku tidak bisa berdalih lagi. Mau tidak mau aku harus percaya pada Injil dan juga pada Yesus Kristus. Karena berdasarkan pengalamanku selama ini roh putih tidak pernah membohongiku. Dan juga ketika aku membaca Injil dengan seksama, aku mendapatkan kebenaran-kebenaran yang selama ini tersembunyi bagiku.

Injil adalah kebenaran dari Allah. Yesus Kristus adalah Tuhan. Yesus adalah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada orang yang bisa sampai pada Allah yang benar dan sejati (Bapa) tanpa melalui nama Yesus Kristus. "Kata Yesus kepadanya: Akulah jalan dan kebenaran dan hidup, tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku." Yohanes 14:6, hanya nama Yesus Kristus inilah yang diberikan kepada manusia yang oleh-Nya, manusia dapat diselamatkan, "Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia (Yesus), sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan" (Kisah Para Rasul 4:12).

Lumpuh
Setelah mendapatkan jawaban dari roh itu. Maka aku menjadi mantap dan pasti. Nama Yesus itulah yang harus aku ikuti! Maka aku minta kepada roh Bima untuk aku dapat berkontak dengan Roh Yesus Kristus. Biasanya jika aku ingin kontak dengan roh-roh yang aku inginkan, maka roh Bima akan melayani dengan baik. Jika aku ingin bertemu dengan roh Nyai Roro Kidul pun akan dikabulkan. Dengan semedi di Pantai Selatan, maka roh Nyai Roro Kidul akan muncul, sehingga aku bisa melihat dan berkontak dengan roh itu. Namun permintaanku untuk dapat kontak dengan Roh Yesus Kristus ditolak mentah-mentah, bahkan dihalang-halangi.

Sekarang aku bisa mengerti mengapa roh Bima menolak untuk aku bisa kontak dengan Roh Yesus Kristus. Memang roh itu tidak berbohong dalam memberi jawaban atas pertanyaanku. Tetapi jika berkaitan dengan keselamatan dan kehidupan kekal dia menolak bahkan menghalangi seseorang untuk mendapatkan keselamatan. Inilah tipu daya atau dusta iblis. Dia memberikan kesaktian tetapi dia menjauhkan manusia dari keselamatan kekal. Seperti yang tertulis di Injil Yohanes 8:44 : "Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta."

Karena roh Bima ini menghalang-halangi aku untuk bisa berkontak dengan Roh Yesus Kristus yang adalah jalan kebenaran dan kehidupan ini, aku menjadi makin penasaran. Berarti roh ini bukan roh utusan Tuhan, sebagaimana dia mengaku selama ini. Melalui buku Injil yang aku baca, aku menjadi paham bahwa roh yang aku selama ini adalah roh-roh gelap, roh setan. Dan seperti yang aku baca dalam kitab Injil tentang mengusir setan-setan: "Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka," Markus 16:17.

Maka aku lakukan saja, aku mencoba berdoa mengusir roh Bima dalam nama Tuhan Yesus. Saya katakan "Seperti yang ditulis dalam buku Injil, aku usir roh Bima dalam nama Tuhan Yesus Kristus! Aku usir roh Bima dalam nama Tuhan Yesus Kristus! Amin!

Ajaib sekali, aku merasakan roh Bima itu meninggalkan tubuhku. Seperti hembusan angin segar datang dan menyapu debu-debu dalam diriku. Roh Bima itu pergi dan tidak pernah kembali lagi. Aku mendapatkan damai sejahtera yang luar biasa yang belum pernah aku rasakan. Selama berada dalam perguruan kebatinan aku belum pernah mendapatkan damai sejahtera yang seperti itu, bahkan sebaliknya lebih banyak kecemasan dan ketakutan dalam batin. Jika dibandingkan seperti bumi dengan langit.

"Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!" - Roma 8: 15

Dalam dunia ilmu kebatinan, manakala kita mendapatkan ilmu tertentu, kita merasa senang. Tapi dibalik itu, akan begitu banyak hal yang menakutkan yang membuat hati tidak tenang. Ada banyak pantangan-pantangan yang tidak boleh kita langgar.

Jika kita melanggar maka kita akan celaka atau mati. Inilah roh perbudakan. Belum lagi adanya ancaman lawan dari perguruan yang lain. Kita setiap saat bisa diserang oleh orang lain yang ilmunya lebih tinggi dari kita, dan kita bisa celaka. Seperti pengalamanku bersama seorang teman, ketika mendapat tugas dari guru kami untuk mengambil pusaka di daerah Madiun. Di dalam bis ditengah perjalanan tiba-tiba teman sebelahku muntah darah dan mati. Itu berarti kami mendapat serangan dan temanku kena.

Kamipun batal pergi ke Madiun. Hal ini menimbulkan beban dan kecemasan dalam kehidupan sehari-hari. Itulah yang kami dapat dari ilmu kebatinan, yaitu kecemasan dan ketakutan. Saat roh Bima meninggalkan tubuh, aku seperti mendapatkan aliran roh yang baru. Saat itu aku belum tahu bahwa itulah Roh Kudus, Roh Yesus Kristus sendiri. Namun pada waktu yang bersamaan aku juga merasakan bahwa semua kekuatan ilmu-ilmuku telah lumpuh total. Aku tidak lagi mempunyai kemampuan paranormal, tidak lagi kebal, ilmu terawang, ilmu santet dan ilmu-ilmu yang lain telah hilang semua. Aku menjadi manusia biasa lagi.

Beberapa waktu aku merasakan suatu kegalauan dalam pikiranku. Namun pengalaman damai sejahtera itu tidak mudah dilupakan. Bahkan menjadikan kegairahan baru untuk terus dan tetap mengikuti jalan Tuhan yang hidup dan yang sejati. Yaitu Yesus Kristus Tuhan. Aku mantap mengikuti nama itu.

Sesungguhnya kebutuhan manusia yang utama dan terutama adalah keselamatan jiwanya dan bukan kesaktian. Apa gunanya seseorang memperoleh kesaktian yang luar biasa dalam dunia ini, namun tidak mendapatkan keselamatan hidup di alam kekekalan. Seperti tertuls di Injil Matius 16:26 : "Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?"

Okultisme dan Iman KristenSetelah mengikuti jalan Tuhan, aku mendapatkan terang dari firman Tuhan. Di dunia ini hanya ada dua sumber kekuatan gaib, yaitu dari Tuhan atau dari Setan! Tidak ada sumber yang lain. Apapun istilahnya: ilmu hitam, putih atau abu-abu hanya ada dua sumber, dari Tuhan yang benar atau dari setan! Kenali siapa yang anda ikuti!

"Demikianlah kita mengenal Roh Allah: setiap roh yang mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia, berasal dari Allah, dan setiap roh, yang tidak mengaku Yesus, tidak berasal dari Allah. Roh itu adalah roh antikristus dan tentang dia telah kamu dengar, bahwa ia akan datang dan sekarang ini ia sudah ada di dalam dunia." - 1 Yohanes 4:2-3.

Hanya di dalam Tuhan Yesus, kita ada pada tingkat kasampurnan atau sempurna. Karena siapa saja yang percaya kepada Yesus, maka Roh Allah akan menyatu dalam dirinya. Menerima Roh Allah berarti lahir menjadi anak-anak Allah.

"Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah." Yohanes 1:12-13.

"Kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: ya Abba, ya Bapa!" - Roma 8: 15b

"Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia." - 1 Korintus 6:17

Roh Yesus Kristus itulah Roh yang paling kuat. Tidak mempan santet dan tidak ada yang mampu mengalahkan. Itu juga diakui oleh orang-orang yang berada dalam ilmu perdukunan. Mereka tidak mampu melawan Roh Kudus yang berada di dalam diri orang Kristen yang betul-betul hidup di dalam Tuhan. "Kamu berasal dari Allah, anak-anak-Ku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar daripada roh yang ada di dalam dunia."

Di dalam dunia ini ada roh-roh yang ingin disembah oleh manusia. Dialah roh-roh gelap, yang menipu manusia dalam berbagai bentuk dan istilah. Ilmu hitam, ilmu putih, arwah orang mati dll. Semua itu sebenarnya hanyalah manifestasi dari iblis untuk menipu manusia supaya takluk dan takut pada roh-roh dunia ini. Dan ujungnya menuju maut yaitu kematian kekal di neraka. Itulah tujuan iblis menyesatkan manusia. Sungguh mengerikan.

"Pencuri (iblis) datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan." - Yohanes 10:10.

"Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara" - Efesus 6:11-12

"Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut." - Amsal 14:12.

Orang yang percaya Tuhan Yesus, diberi kuasa untuk mengusir setan dengan segala atributnya dan menjadi orang-orang yang bebas dari belenggu kuasa gelap. Hanya nama Yesus yang berkuasa di surga dan di bumi.

"Yesus mendekati mereka dan berkata: kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di surga dan di bumi." - Matius 28:18

"Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku," - Markus 16:17a

Bagi saudara-saudara yang selama ini berhubungan dengan kuasa-kuasa gelap, aku menasehati dengan segala kerendahan hati, bertobatlah dan tinggalkan jalanmu itu. Kamu sedang ditipu! Percaya dan terimalah Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamatmu. Ia akan membebaskanmu dari kegelapan, mengampuni dosa-dosamu dan memberikanmu hayat kekal-Nya, untuk kehidupan kekal.

"Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: Akulah terang dunia; barangsiapa mengikuti Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup." - Yohanes 8:12

"Aku (Yesus) datang, supaya mereka mempunyai hidup kekal dan mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan." - Yohanes 10:10b

"Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan mensucikan kita dari segala kejahatan." - 1 Yohanes 1:9

"Dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tanganKu." - Yohanes 10:28

Bagi orang-orang Kristen yang setengah-setengah, anda adalah makanan empuk untuk dipermainkan oleh Iblis. Jadilah kuat oleh firman Tuhan.

"Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka Ia akan lari daripadamu!" - Yakobus 4:7

"Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. Lawanlah dia dengan iman yang teguh" - 1 Petrus 5:8-9a.

Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus." - Kisah Para Rasul 2:38.

"Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan. " - Roma 10:9-10.

Demikianlah kesaksianku. Masih banyak perkara yang tidak kutuliskan di sini. Namun yang pasti hanya di dalam pribadi Yesus Kristus, kita dapat mencapai tujuan iman kita. Yaitu keselamatan jiwa di dunia dan di akherat.

Amin.

Karena Kecewa

"Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan" - Maleakhi 3:10

Saya benar-benar tertunduk malu dengan teguran lembut dari Roh Kudus saat pompa air kami rusak. Dia mengingatkanku atas kelalaian karena menahan sebagain persepuluhan yang harusnya saya berikan. Kisahnya seperti ini, "Saat itu saya benar-benar kecewa karena uang harianku tidak dibayarkan oleh kantor karena saya tidak tanda tangan. Padahal saya ada di kantor, kadangkala saya harus bekerja hingga larut malam. Namun karena saya tidak tanda tangan - saya tidak mendapatkan uang makan. Saya benar-benar kecewa kala itu. Karena saya benar-benar tidak tahu informasi tersebut. Yang lebih konyol adalah : saya memotong uang persepuluhan karena gaji saya dipotong! Ini benar-benar fatal. Akhirnya dengan kelembutan Roh Kudus menyadarkan saya; akhirnya bulan berikutnya saya mengembalikan persepuluhan itu; saya tidak mau merampok milik Tuhan."

Alkitab mengatakan dengan jelas bahwa salah satu prasyarat diberkati melimpah-limpah dan dibukanya tingkap-tingkap langit oleh Tuhan adalah memberikan persepuluhan. Alasan Tuhan memberkati kita adalah menemukan diri kita mengembalikan persepuluhan sehingga ada persediaan makanan di rumah-Nya. Bahkan syarat untuk Tuhan menghardik semua belalang adalah kesetiaan kita mengembalikan persepuluhan kepada Tuhan.

Tuhan rindu menemukan setiap kita setia dalam persepuluhan karena Dia mau melihat kita sebagai anak-anak-Nya diberkati melimpah-limpah. Percayalah, melalui kekayaan Allah meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada Abraham. So, tunggu apa lagi; ayo persepuluhanlah. (bud)

MENGEMBALIKAN PERSEPULUHAN ADALAH ALASAN TUHAN UNTUK MEMBERKATI KITA

Renungan Pagi

Saling Bergandengan

Terlalu sering kita merasa kesepian. Tapi selalu ada seseorang yang siap untuk memegang dan menggenggam tangan kita. Ada sebuah kisah cantik sekali mengenai seorang perawat yang kelewat lelah, yang menghantarkan seorang pria muda kesisi ranjang salah satu pasiennya. Ia miringkan dirinya sambil berkata keras pada pasien itu, katanya, "Putramu disini."

Dengan susah payah, matanya yang sudah kabur membuka sebentar, lalu menutup kembali, ibarat nyala lilin yang padam. Pemuda itu menaruh tangan pria tua itu kedalam tangannya sendiri, dan duduk disamping tempat tidurnya. Sepanjang malam ia duduk disana, menggenggam tangan orang tua itu dan membisikkan kata-kata penghibur.

Pagi-pagi sekali esok harinya, pasien itu ternyata meninggal. Dalam sekejab saja para staf rumah sakit berlarian memenuhi ruangan itu, mematikan mesin-mesin serta mencabut segala macam jarum2 suntik. Seorang perawat melangkah mendekati pemuda itu dan mulai menghiburnya, ikut berbagi duka cita, tapi ia menyelanya.

"Siapakah bapak itu?" tanyanya.

Perawat yang terperangah dan kaget itu menjawab, "Lhooh, saya tadinya pikir ia ayahmu!"

" Bukan.., oh.. ia bukan ayahku," jawabnya balik.

"Seumur hidupku, ini pertama kali aku melihatnya."

"Lantas., lha anda kok diam saja waktu kutuntun kau kepadanya kemarin?"

"Saya sadar ia memerlukan dan mendambakan anaknya dan putranya tidak ada disini", orang itu menerangkan.

"Dan karena aku tahu ia sebegitu parah sakitnya sehingga tak mengenali aku bukan anaknya, aku tahu ia memerlukan aku."

Ibu Teresa terbiasa mengingatkan kita kembali bahwa tak seorangpun layak dan harus mati sendirian. Makanya, tidak seorangpun pantas harus berduka cita maupun menangis sendiri juga. Ataupun tertawa sendiri, atau merayakan sendiri. Kita diciptakan untuk mengarungi perjalanan hidup ini bergandengan tangan. Ada seseorang yang hari ini siap sedia untuk menggandeng dan menjabat tanganmu. Dan seseorang yang berharap kau akan menggenggam tangan-tangannya. Ingatlah untuk selalu saling bergantung dan saling bantu membantu satu sama lainnya!

04 September 2008

Burung Gagak

Pada suatu petang seorang tua bersama anak mudanya yang baru menamatkan pendidikan tinggi duduk berbincang-bincang di halaman sambil memperhatikan suasana di sekitar mereka. Tiba-tiba seekor burung gagak hinggap di ranting pokok berhampiran. Si ayah lalu menuding jari ke arah gagak sambil bertanya, "Nak, apakah benda itu?"

"Burung gagak", jawab si anak. Si ayah mengangguk-angguk, namun sejurus kemudian sekali lagi mengulangi pertanyaan yang sama. Si anak menyangka ayahnya kurang mendengar jawabannya tadi lalu menjawab dengan sedikit kuat, "Itu burung gagak ayah!"

Tetapi sejurus kemudian si ayah bertanya lagi soal yang sama. Si anak merasa agak keliru dan sedikit bingung dengan persoalan yang sama diulang-ulang, lalu menjawab dengan lebih kuat, "BURUNG GAGAK!!" Si ayah terdiam seketika. Namun tidak lama kemudian sekali lagi sang ayah mengajukan pertanyaan yang serupa hingga membuat si anak hilang kesabaran dan menjawab dengan nada yang kesal kepada si ayah, "Gagak lah ayah.......".

Tetapi agak mengejutkan si anak, karena si ayah sekali lagi membuka mulut hanya untuk bertanya soal yang sama. Dan kali ini si anak benar-benar hilang sabar dan menjadi marah.

"Ayah!!! saya tak tahu ayah paham atau tidak. Tapi sudah lima kali ayah bertanya soal hal tersebut dan saya sudah juga memberikan jawabannya. Apa lagi yang ayah mau saya katakan???? "Itu burung gagak, burung gagak ayah.....", kata si anak dengan nada yang begitu marah.

Si ayah terus bangun menuju ke dalam rumah meninggalkan si anak yang kebingungan. Sesaat kemudian si ayah keluar lagi dengan sesuatu ditangannya. Dia menghulurkan benda itu kepada anaknya yang masih geram dan tertanya-tanya. diperlihatkannya sebuah Diary lama. "Coba kau baca apa yang pernah ayah tulis di dalam Diary itu", pinta si ayah. Si anak setuju dan membaca paragraf yang berikut..........

"Hari ini aku di halaman melayan karena anakku yang genap berumur lima tahun. Tiba-tiba seekor gagak hinggap di pohon berhampiran. Anakku terus menunjuk ke arah gagak dan bertanya, "Ayah, apa itu?". Dan aku menjawab, "burung gagak". Walau bagaimana pun, anak ku terus bertanya soal yang serupa dan setiap kali aku menjawab dengan jawaban yang sama. Sehingga 25 kali anakku bertanya demikian, dan demi cinta dan sayangnya aku terus menjawab untuk memenuhi perasaan ingin tahunya. Aku berharap hal ini menjadi suatu pendidikan yang berharga."

Setelah selesai membaca paragraf tersebut si anak mengangkat muka memandang wajah si ayah yang kelihatan sayu. Si ayah dengan perlahan bersuara, "Hari ini ayah baru bertanya kepadamu soal yang sama sebanyak lima kali, dan kau telah hilang sabar serta marah."

"Jagalah Hati Kedua Orang Tuamu, Hormatilah Mereka. Sayangilah Mereka Sebagaimana Mereka Menyayangimu Diwaktu Kecil"

Cinta Tidak Menunggu

Ada seorang pria yang menyimpan perasaan pada teman gadisnya. Hingga kemudian pada saat pernikahannya, ia memutuskan untuk mengatakan perasaan yang sebenarnya pada gadis itu. Namun gadis itu akhirnya hanya menganggap itu hanyalah sebuah canda. Dan ada seorang pria yang ingin mengatakan pada istrinya betapa ia mencintainya, namun ia tidak pernah mengatakannya, hingga istrinya itu meninggal dunia.

Pria itu hingga sekarang terus meletakkan bunga diatas batu nisannya. Dengan ciuman dan kata-kata "AKU CINTA KAMU".Entah Apakah istrinya mengetahui hal itu? Saat ini ada seorang gadis yang selalu ingin merasakan hangatnya pelukan kasih sayang ayahnya, tapi ia malu untuk mengatakannya. Hingga pada suatu hari ayahnya tak mungkin memeluknya lagi...

Banyak kisah yang terjadi setiap harinya, dan kita mungkin menyadari semua itu. Apa yang telah terjadi kemarin, tak mungkin kembali... tapi apakah kita bisa memastikan apa yang akan terjadi besok? Pikirkanlah tentang sesuatu yang ingin kita katakan dan jangahlah kita selalu menunggu saat yang tepat? Katakanlah cinta dan kasih sayang itu. Jika kau meninggalkan pesta yang ramai dan berjalan bersama, hanya berdua dengan seseorang... itulah cinta. Ketika kau bersama seseorang, dan kau seringkali mendiamkannya. Tapi ketika ia tak bersamamu dan kau mencarinya... saat itulah kau merasakan cinta. Jika ada seseorang yang selalu membuatmu tertawa, menatapmu penuh perhatian dan ingin selalu pergi bersamanya. Kau sedang jatuh cinta.

Ketika kau melihat sebuah foto bersama, dan kau mencari seseorang yang special...(untuk mengetahui siapa yang berada disampingya difoto itu)lalu kau membayangkan dirimu yang ada disana... yakinlah kau sedang jatuh cinta. Ketika kau tidak menerima telepon saat kau sibuk belajar, tapi tak mampu menahan diri saat seseorang menelponmu... saat itulah kau sedang jatuh cinta. Jika kau lebih tertarik menerima sebuah surat pendek dari seseorang daripada surat-surat lain yang panjang... kau sedang jatuh cinta. Ketika kau mendapat tiket gratis untuk berdua, dan kau tak ragu-ragu mengajak seseorang, kau sedang jatuh cinta.
-
Kau terus mengatakan kami hanyalah teman biasa, tapi kau sadar kau tak bisa melepaskan diri darinya... saat itulah kau merasakan cinta. Cinta bukanlah sesuatu yang buruk dan semua bergantung pada kita bagaimana menginginkannya. Berbagilah, dan katakanlah kepada orang-orang yang berarti bagimu....

Mengakui Kesalahan

"Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu." - Matius 7:2

Karena kesalahan, Perdana Meteri Lithuania, Gediminas Kirkilas, harus membayar denda sebesar 290 euro, atau sekitar 4 juta rupiah. Ia tertangkap basah merokok di sebuah bar di Klaipedia. Pemerintah Lithuania memang memberlakukan larangan merokok di tempat-tempat umum sejak tahun 2006. Lucunya, orang yang mengusulkan larang ini justru Kirkilas sendiri. Kirkilas tidak memungkiri kesalahannya, ia langsung membayar denda tersebut.

Ungkapan "hukum itu buta" harus dimaknai secara proporsional. Maksudnya, hukum berlaku bagi setiap individu yang berada di wilayah hukum tersebut, tanpa terkecuali. Dalam pengajaran-Nya, Tuhan Yesus mengingatkan pentingnya ketaatan terhadap hukum. Baik itu di lingkungan keluarga, agama, sosial, budaya, maupun kerja. Siapapun yang bersalah harus di hakimi untuk ditunjukkan kesalahannya, dan menerima hukumannya dengan adil. Termasuk sang hakim itu sendiri. Hukum yang dijalankan dengan jujur akan menciptakan ketenangan dan keteraturan hidup. Harus diakui, setiap orang dapat berbuat kesalahan. Namun, bila kita melakukannya, akuilah hal itu dan bayarlah konsekuensinya. Tuhan dan orang-orang yang ada di sekitar kita akan menilai, sejauh mana kita konsisten dengan hukum yang ada. Alkitab mengajar kita untuk mengakui kesalahan,  bukan memungkirinya (Imamat 5:5; 1 Yohanes 1:9)

Mari belajar untuk menghormati setiap hukum yang ada di sekitar kita. Jangan membuat batu sandungan bagi orang lain. Karena setiap orang yang taat kepada hukum akan hidup dalam ketenangan. (gth)

HUKUM TIDAK BERMANFAAT TANPA KOMITMEN UNTUK MELAKUKANNYA DENGAN JUJUR

Renungan Pagi

Humor : Jalan ke Surga

Seorang pendeta baru saja tiba di kota kecil. Ia meminta bantuan seorang pelajar sekolah dasar untuk menunjukkan jalan ke gereja tempatnya melakukan pelayanan nanti malam.

Setelah anak kecil itu menunjukkan arah jalan yang diminta, sang pendeta dengan penuh wibawa berkata,

"Adik harus datang ke gereja nanti malam ya. Ajaklah semua teman-temanmu ke sana."

"Lho, buat apa Pak Pendeta?"

"Saya mau menunjukkan jalan ke surga buat kalian semua."

"Ah, pendeta jangan bercanda. Sedangkan jalan ke gereja saja Pak pendeta nggak tahu apalagi ke surga!!"

:)

03 September 2008

Kathy & Pattrick DeZeeuw

Oleh Kathy DeZeeuw (Ibu)

Saya dibesarkan dalam keluarga yang membaca Alkitab setiap hendak makan dan pergi ke gereja tiga kali seminggu. Kami adalah keluarga yang sangat rohani, tetapi sebenarnya kami tidak mempunyai hubungan yang sesungguhnya dengan Tuhan. Sebagai seorang gadis muda, saya cukup terlindung, dan mempunyai impian khusus untuk berjumpa dengan pemuda ideal dan memiliki perkawinan yang sempurna. Namun impian saya telah berubah menjadi mimpi buruk yang mengerikan. Saya tidak diperbolehkan berkencan atau nonton bioskop. Tetapi pada suatu malam saat saya berusia 16 tahun, saya membolos dari gereja dan pergi membeli pizza bersama dengan teman wanita. Ditempat restoran pizza, saya menerima sebuah undangan drive-in movie (Menonton bioskop dari dalam mobil) bersama seorang pria yang baru saja keluar dari dalam penjara. Saat ia semakin mabuk, kemarahan dalam dirinya menjadi jelas. Film berakhir, tetapi ia tidak membawa saya kembali ke mobil saya, sebaliknya ia membawa saya pergi kesebuah danau terpencil, lalu memperkosa saya.

Saat saya mengkuatkan diri saya untuk bangun dan berjalan pulang, saya tidak bisa berhenti meratap. Saya merasa mati di dalam. Segalanya didalam diri saya hancur - ia telah mencuri dari saya sesuatu yang tidak akan pernah saya dapatkan kembali. Dan yang lebih buruk dari itu adalah ketidaktaatan saya mengakibatkan saya diperkosa. Karena saya tidak "Dikerjain dijalanan", saya menganggap itu mungkin bukan benar2 perkosaan-itu pasti kesalahan saya. Sebab itu saya menyembunyikan perasaan bersalah dan malu. Entah bagaimana akhirnya saya tahu bahwa saya hamil. Satu bulan berlalu berganti dengan bulan berikutnya. Pada saat menunggu datang bulan, saya menjadi suka menyendiri dan putus asa. Dalam keputus-asaan saya menjerit kepada Tuhan dan membuat segala janji, tetapi Tuhan tidak mengambil anak pria pemerkosa itu. Saat itu aborsi masih belum disahkan, maka saya berusaha membunuh sendiri anak saya, saya minum racun semut, menjatuhkan diri dari timbunan rumput kering yang tinggi, dan meninju perut saya sekeras mungkin, tetapi tidak ada satupun yang berhasil. Saya membenci bayi tersebut, saya benci pria itu, dan terutama saya benci diri saya sendiri.

Saat perut saya bertambah besar, saya menjadi semakin takut. Saya mengenakan korset untuk menutupi perut saya yang menonjol. Bila saya tiba dirumah sepulang sekolah saya sudah hampir pingsan karena kesakitan. Dalam keputus-asaan saya yang dalam, saya berusaha untuk menyembunyikan apa yang terjadi, saya berusaha untuk meletakkan kesalahan tersebut pada orang lain. Saya mulai berkencan dengan seorang pemuda. Saya pikir andai saya bisa memperdayainya, saya bisa mengatakan bahwa ini adalah bayinya - mungkin ia akan mengawini saya.

Akhirnya, suatu hari disekolah, saya pingsan, suster memenggil ibu saya untuk datang dan membawa saya pulang. Sesampainya dirumah, saya lari menaiki tangga untuk ganti baju memakai baju kaos tebal berlengan panjang dan celana panjang abang saya yang besar. Ibu mengikuti dan dalam keheranannya ia menjerit, "Kamu tampak hamil". Saya tahu saya tidak bisa menyembunyikannya lebih lama lagi. Maka saya menjawab, "Ya, ibu."

Ayah mengatakan bahwa kami perlu memanggil keluarga pacar saya untuk menikah secepat mungkin. Saya tahu bahwa bayi tersebut bukan dari pria kedua ini, tetapi saya diam saja. Saya tak akan pernah lupa malam disaat pria itu bersama kedua orang tuanya datang, saya dipermalukan saat in menerangkan bahwa tidaklah mungkin itu adalah bayinya. Saat cerita ini menyebar tentang betapa brengseknya saya, orang2 di gereja mengatakan bahwa saya "bukan gadis baik-baik" dan perlu diusir. Banyak rumor menyebar tetapi saya tetap tidak menceritakan pada siapapun tentang pemerkosaan tersebut. Orang tua saya mengirim saya ke rumah penampungan untuk para ibu diluar perkawinan yang jaraknya bermil-mil dari rumah saya, dan memberitahu saya untuk menyerahkan bayi saya untuk diadopsi.

Saya begitu kesepian. Satu2nya orang yang tersisa dalam hidup saya adalah bayi ini yang telah menjauhkan diri saya dari semua orang. Sementara minggu berganti minggu, ikatan batin bertumbuh semakin kuat. Simungil yang menendang-nendang dalam diri saya itu sekarang adalah anak saya. Dia bukan lagi milik pria menakutkan yang telah memperkosa saya. Akhirnya saya masuk persalinan. Tiap kali kontraksi mulai, satu-satunya hal yang bisa saya pikirkan adalah berdoa dengan satu-satunya doa yang saya ketahui, "Bapa kami yang ada
disurga, dipermuliakanlah namaMu....." Setelah 27 jam bayi saya lahir, lalu diambil cepat-cepat dari saya. Saya pikir tidak akan pernah bertemu dia lagi. Saya diminta untuk tinggal sepuluh hari lagi, dan selama itu saya selalu berdiri disamping jendela kamar anak-anak, dan memendangi putra saya. Saya hanya ingin menggendongnya, memegangnya sebelum mereka membawanya pergi.

Tetapi mereka tidak memperbolehkan, maka mereka menyeret saya dari jendela. Saat orang tua saya tiba, hal pertama yang saya katakan adalah, "Papa, apa papa ingin melihat cucu papa?" Ia berkata "Tidak, saya tidak ingin melihatnya atau berhubungan dengan hal apapun mengenai dia." Papa takut kalau sudah melihatnya, dia akan punya keinginan untuk membawanya pulang. Tetapi saya salah mengartikan reaksinya, lalu menjadi sangat marah, dan menyuruh mereka pergi. Malam itu saya bermimpi sangat jelas-mimpi tentang merawat putra saya. Saya duduk diranjang dan berkata, "Ya Tuhan, apapun yang terjadi, saya akan membawanya pulang." Saat saya berbaring kembali, hati saya terasa damai dan saya tidur nyenyak sekali untuk pertama kalinya setelah berbulan-bulan.

Besoknya orang tua saya kembali dan saat ayah berjalan di dekat pintu, ia berkata, "Sayang, kita akan membawanya pulang. Saya tidak perduli apa yang akan orang katakan, kami akan mendukungmu." Saya sudah memilih sebuah nama, maka saya letakkan Pattrick kecil dibagian mobil dan kami pulang. Akan tetapi sesampainya dirumah, anggota keluarga yang lain sangat menentang saya untuk merawat Pattrick, dan mereka mengungkapkan perasaan mereka terang2an didepan saya. Saya tinggal selama sembilan bulan, dan kepahitan yang dalam melanda saya. Saya menyimpan perasaan tak dapat mengampuni yang sedemikian besar terhadap orang yang telah memperkosa saya, dan terhadap orang2 yang mengucapkan dusta mengenai diri saya. Kata-kata mereka yang merusak masuk kedalam roh saya. Saya tidak tahan hidup dengan mendengar kebohongan-kebohongan yang mereka ceritakan, maka saya pindah ke California, dan tenggelam dalam pengaruh obat-obatan dan alkohol. Tiba-tiba, semua yang mereka katakan tentang diri saya menjadi kenyataan. Saat Pattrick berumur dua tahun setengah, saya bertemu Harris, dialah jawaban atas doa saya. Waktu saya meninggalkan rumah penampungan bagi para ibu diluar perkawinan, saya pernah memandang kelangit dan berdoa, "Tuhan, jika memang Engkau ada, tolong, bila saya menikah, biarlah pria itu mencintai bayi ini lebih daripada ia mencintai saya." Dan tepat seperti itulah yang terjadi. Harris jatuh cinta kepada Pattrick, dan mereka melakukan hal-hal yang biasa dilakukan semua ayah dan anak. Saat Harris akhirnya meminta saya kepada ayah saya, yang pertama dia minta adalah Pattrick, baru kemudian diri saya.

Namun perkawinan kami sangat sulit. Sejujurnya, saya benci kepada laki-laki. Saya malah semakin tenggelam dalam obat-obatan dan minum-minum, dan apa yang tersisa dari kehidupan saya hancur berantakan begitu cepatnya. Akhirnya, setelah over dosis untuk ketiga atau untuk keempat kalinya, Tuhan melawat diri saya. Saya sadar saya perlu menyerahkan hidup saya kepada Tuhan, maka sayapun menjerit kepada Tuhan. Kemurahan Tuhan dinyatakan lebih lagi kepada saya dengan cara yang paling indah. Hidup saya diubahkan sepenuhnya. Pada satu hari saya adalah seorang pecandu obat-obatan yang gila, tetapi pada hari berikutnya saya begitu mengasihi Tuhan Yesus dan begitu lapar akan FirmanNya. Kurang lebih setahun kemudian, Harris menyerahkan hidupnya juga kepada Tuhan, dan seluruh keluarga saya mengalami kesembuhan yang dasyat. Kami dikaruniai dua putra lagi, dan mereka semua tahu akan Tuhan dan mengasihiNya. Sebenarnya ada saat-saat yang menyenangkan dan tidak menyenangkan, tetapi melalui semua itu Tuhan telah menunjukkan kepada saya kasihNya yang lembut dan pengampunanNya.

Sekarang Pattrick berumur 22 tahun, dan saya bersyukur kepada Tuhan bahwa aborsi dilarang saat ia saya kandung. Jika saat itu aborsi diperbolehkan. Saya tidak tahu pasti apa yang akan saya pilih, tetapi saya bahagia karena saya tidak memiliki pilihan. Saya berdoa supaya suatu hari nanti aborsi dilarang lagi. Saya kira baik Pattrick maupun saya adalah contoh terbaik akan belas kasih dan anugerah Tuhan, terhadap korban pemerkosaan. Tiap kehidupan sangatlah penting dan tak terukur nilainya, tak peduli bagaimana keadaannya. Allah memberi pada setiap orang sesuatu yang unik untuk disumbangkan, dan disaat satu kehidupan hilang, kita semua kehilangan sesuatu. Bila Pattrick tidak ada, akan ada banyak orang yang kehidupannya bakal menderita, terutama saya. Pattricklah yang telah menantang saya dan menolong saya untuk sungguh2 mengampuni ayahnya. Sekarang saya bekerja sebagai konselor disebuah pusat krisis kehamilan, dan seringkali seorang gadis muda bertanya, "Tetapi kamu tidak mengerti! Bagaimana kamu bisa memahami keadaan saya?" Dan saya diberi kemampuan untuk memberi kesaksian tentang hidup saya, bagaimana Tuhan sanggup mengubah sekalipun hasil pemerkosaan untuk kemuliaan namaNya. Jika Dia dapat melakukannya untuk saya, Dia pasti juga dapat melakukannya untuk orang lain! Benar itu tidak mudah, tetapi saya sangat bersyukur atas bagaimana Tuhan sudah memulihkan kehidupan saya.
=======================

Oleh Pattrick DeZeeuw (Anak)

Saya berusia 19 tahun saat saya tahu bahwa saya dikandung akibat pemerkosaan. Saya sangat terkejut. Sebagai seorang pemuda saya merasakan kebencian yang tidak kentara terhadap ayah kandung saya, yaitu sejak meninggalkan saya dan ibu saya. Saya merasa terluka dan ditolak olehnya. Setiap kali mengingat kenyataan tersebut, saya segera mengobarkan kembali kebencian itu, dan hati saya terbakar oleh kepahitan terhadap dirinya. Hanya setelah menyerahkan hidup saya kepada Tuhan maka saya temukan kedamaian dengan diri saya, siapa saya dan bagaimana saya dilahirkan.

Kedamaian itu datang saat saya mengampuni ayah saya, sama seperti Yesus sudah mengampuni diri saya. Sebagai anak hasil pemerkosaan, saya mempunyai pandangan yang khusus mengenai aborsi. Jika saja aborsi sudah diperbolehkan pada saat saya dikandung, saya pasti tidak akan hidup. Saya tidak akan pernah memiliki kesempatan untuk mengasihi dan memberi diri saya untuk orang lain. Saya juga telah memiliki kesempatan yang indah untuk membagi kesaksian saya. Kapanpun orang berkata, "Ya, tetapi bagaimana kalau akibat pemerkosaan?" Saya memiliki jawaban yang sempurna!. Tuhan telah memberkati saya dengan istri yang luar biasa dan kami merasakan panggilan-Nya dalam ladang penginjilan. Tuhan telah menolong saya untuk bertindak jauh lebih dari hanya sekedar mengampuni ayah saya-saya sungguh-sungguh mengasihinya. Saya berharap dengan segenap hati saya untuk dapat bertemu dengannya. Mungkin kesaksian ini dapat sampai ketangannya, dan akan menemui saya. Doa saya adalah bahwa dia juga akan datang untuk mengenal kuasa kasih Tuhan Yesus yang memulihkan hati yang hancur.

Gubuk Yang Terbakar

Satu-satunya orang yang selamat dari kecelakaan sebuah kapal terdampar di pulau yang kecil dan tak berpenghuni. Pria ini segera berdoa supaya Tuhan menyelematkannya, dan setiap hari dia mengamati langit mengharapkan pertolongan, tetapi tidak ada sesuatupun yang datang.

Dengan capainya, akhirnya dia berhasil membangun gubuk kecil dari kayu apung untuk melindungi dirinya dari cuaca, dan untuk menyimpan beberapa barang yang masih dia punyai. Tetapi suatu hari, setelah dia pergi mencari makan, dia kembali ke gubuknya dan mendapati gubuk kecil itu terbakar, asapnya mengepul ke langit. Dan yang paling parah, hilanglah semuanya. Dia sedih dan marah. "Tuhan, teganya Engkau melakukan ini padaku?"

Dia menangis. Pagi- pagi keesokan harinya, dia terbangun oleh suara kapal yang mendekati pulau itu. Kapal itu datang untuk menyelamatkannya. "Bagaimana kamu tahu bahwa aku di sini?", tanya pria itu kepada penyelamatnya.

"Kami melihat tanda asapmu", jawab mereka.

Mudah sekali untuk menyerah ketika keadaan menjadi buruk. Tetapi kita tidak boleh goyah, karena Tuhan bekerja di dalam hidup kita, juga ketika kita dalam kesakitan dan kesusahan. Ingatlah, ketika gubukmu terbakar, mungkin itu "tanda asap" bagi kuasa Tuhan. Ketika ada kejadian negatif terjadi, kita harus berkata pada diri kita sendiri bahwa Tuhan pasti mempunyai jawaban yang positif untuk kejadian tersebut.

Humor : Hidup Berkeluarga

Seorang pemuda bernama Murphy melamar untuk posisi sebagai teknisi pada sebuah perusahaan Irlandia di Dublin.

Seorang pemuda Amerika juga melamar pekerjaan yang sama. Mereka berdua dites bersama.

Setelah tes selesai, keduanya sama-sama tidak bisa menjawab satu pertanyaan.

Si manajer mendatangi Murphy dan berkata, "Terima kasih atas kedatangan Anda, tapi kami memutuskan untuk menerima pemuda Amerika."

Murphy berkata, "Kok bisa begitu? Pertanyaan kita berdua kan sama-sama betul sembilan.

Lagian aku orang Irlandia, harusnya aku yang dapat pekerjaan ini."

"Kami memutuskan bukan berdasar jawaban yang benar, tapi jawaban yang salah," kata manajer.

"Bagaimana bisa jawaban yang salah dinilai?"

Manajer berkata, "Mudah. Pemuda Amerika menjawab `Aku tidak tahu` dan kamu menjawabnya dengan `Aku juga tidak tahu`."

Harga Sebuah Baptisan

Nats : Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum (Markus 16:16)

Bacaan : Kisah Para Rasul 8:1-17

Panggal 7 Mei 2006, di Athena, seorang pemuda imigran yang telah mengenal Kristus selama tiga tahun, dibaptis. Ia tinggal bersama pamannya yang membenci kekristenan. Setiap malam ia membaca Alkitab diam-diam. Suatu saat, rencana baptisan itu diketahui pamannya. Sang paman marah besar. Saat si pemuda masih tidur, pamannya mendidihkan sepanci air, menyiramkannya ke tubuh pemuda itu, lalu mengusirnya. Namun pagi harinya dengan pinggang dan tangan melepuh, pemuda itu tetap pergi ke gereja. Dengan tubuh penuh luka dan sakit, ia berlutut di depan altar untuk menerima baptisan. "Kini saya milik Yesus!" serunya.

Bagi banyak orang yang hidup pada zaman sekarang, baptisan mungkin merupakan perkara biasa. Namun, tidak demikian bagi pemuda tadi atau orang-orang pada zaman para rasul! Baptisan bisa jadi soal hidup mati, sebab baptisan adalah inisiasi. Pada saat baptisan dilakukan, orang menyatakan di depan Tuhan dan jemaat, bahwa ia beriman hanya pada Kristus; bukan pada yang lain. Bagi pemimpin agama Yahudi baptisan dianggap sebagai pemurtadan, sehingga pengikutnya pantas dianiaya (ayat 1-3). Uniknya, walau tahu risikonya berat, banyak orang yang tetap mau dibaptis (ayat 12). Mereka percaya bahwa kuasa Yesus jauh lebih besar daripada kuasa penganiaya.

Baptisan itu berharga. Jangan disepelekan! Jika Anda belum dibaptis, usahakan untuk menerimanya! Iman Anda harus dinyatakan dengan berani di depan Allah dan manusia. Jika Anda sudah dibaptis, hadapilah konsekuensinya. Baptisan adalah langkah awal untuk hidup berpusatkan pada Yesus -JTI

KITA DISELAMATKAN KARENA IMAN, BUKAN KARENA BAPTISAN
NAMUN ORANG BERIMAN MEMBUTUHKAN BAPTISAN

SABDA.org