Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

22 August 2008

Christiano Ronaldo Lagi

"Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali, tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana." - Amsal 24:16

Ada data statistik dari ESPN yang cukup mengejutkan tentang daftar pemain yang paling banyak dijegal oleh lawan. Di klub Manchaster United pemain yang paling banyak dijegal oleh lawan adalah Christiano Ronaldo yaitu sebanyak 97 kali. Angka ini cukup mengejutkan mengingat peringkat kedua dipegang oleh back Nemanja Vidic dengan 50 kali tekel.

Mengalami 2 kali lebih banyak serangan merupakan hal yang cukup membuat frustasi. Tidak punya kesempatan mengembangkan permainan ketika megontrol bola dan terutama resiko akan cedera. Nyatanya hampir setiap pertandingan, Ronaldo menjadi incaran para pemain lawan untuk dijatuhkan. Bahkan banyak yang berharap supaya ia cedera.

Namun hal ini adalah wajar, mengingat ia adalah seorang pemain yang paling ditakuti lawan saat ini. Ia menerima gelar pemain terbaik versi pemain, versi wartawan, versi fans dan gelar pemain muda terbaik versi pemain.

Kalau kamu pernah bartanya dalam hatimu, kenapa setelah kamu menerima Tuhan lalu aktif di pelayanan, mengalami pertumbuhan rohani, tiba-tiba begitu banyak "tekel" yang datang. Sakit, difitnah orang, salah paham dengan pemimpinmu, bertengkar dengan orang tuamu atau hal-hal lain yang tiba-tiba datang bertubi-tubi seperti dijegal sebelas pemain sekaligus.

Sadarkah kamu jika seorang pemain yang berbahaya untuk lawan pasti menjadi pemain yang paling diincar untuk dijatuhkan. Kamu memiliki kapastias yang luar biasa di dalam Tuhan dan tentu saja iblis tidak berani membayangkan masa depannya di hadapanmu. Kamu harus gagal, itu rencananya. Dan ia akan menggunakan segala macam cara untuk membuatmu jatuh dan tidak bangun lagi.

Tahan memiliki rencana yang lebih indah untukmu. Kejatuhanmu bukan kegagalan selamanya. Dia mau menopangmu supaya kamu mampu bangkit lagi dan tidak tertipu dengan rasa bersalah yang iblis tanamkan. Kamu bisa jadi sebesar Allah impikan dalam hidupmu. Bangkit dan jadilah pemenang! Cetak gol lebih banyak lagi.

Lemah Lembut

Sebuah kesempatan unik bisa berada di Sumbawa beberapa hari lalu untuk pelayanan Pria Sejati. Sumbawa terkenal dengan susu kuda liar yang bermanfaat untuk stamina pria. Tapi saya lebih terkesan dengan bentuk kuda Sumbawa yang bertubuh kecil namun besar kekuatannya.

Disana saya melihat sebuah andong besar ditarik oleh seekor kuda Sumbawa. Tampaknya sang kusir tidak kesulitan menangani kuda “liar” Sumbawa. Ternyata, kuda Sumbawa bisa dijinakkan dan dijaikan alat transportasi yang dahsyat. Kuda dijinakkan melalui serangkaian pelatihan. Di Sumbawa, kuda harus dikekang dan ditarik dengan motor. Tujuannya bukan sekedar dilatih taat melainkan dibiasakan berinteraksi dengan manusia dan suara kendaraan supaya tidak “kaget”. Akhirnya, selama pelatihan sekitar 1 bulan, kuda yang liar tadi mampu bekerja sama dengan manusia menghasilkan berkat yang luar biasa. Ia menjadi petarung unggul di balapan kuda, alat transportasi gabah dan menarik andong sehingga memberi penghasilan (berkat) bagi pemiliknya.

Terinspirasi dari kuda, saya teringat dengan salah satu gaya hidup pria yang belakangan ini hilang adalah lemah lembut. Banyak pria mengukur kemaksimalan dirinya sekedar dalam hal fisik / jasmani, namun dari sisi karakter sangat kurang sekali. Apa arti lemah lembut? Rubin Ong pernah mendefinisikan lemah lembut sebagai power under control  yang diaplikasikan menjadi tidak mudah tersinggung.

Tapi, setelah sekian lama mencari dan merenungkan, saya menyimpulkan bahwa pria yang lemah lembut adalah pria yang peka terhadap orang-orang disekelilingnya. ‘Peka’ berarti penuh perhatian, inisiatif, memiliki rasa ingin menolong orang lain, tidak ‘cuek’. Lihat apa yang terjadi dewasa ini? Pria cenderung tidak peka terhadap keadaan khususnya terhadap keluarganya. Ia jauh lebih mementingkan pemenuhan kebutuhan diri sendiri ketimbang kebutuhan istri, anak-anak dan orang tuanya. Sungguh menyedihkan melihat keluarga-keluarga tidak harmonis hanya karena kurang peka-nya seorang pria dalam rumah tangga. Tidak heran bila anak-anak dan istrinya mencari pemenuhan kebutuhan dari orang lain, misalnya anak-anak lebih suka ngobrol dengan teman se-geng-nya daripada dengan papanya sendiri. Istri bisa selingkuh dengan pria lain karena dianggap pria lain lebih memperhatikan kebutuhannya.

Lihatlah dalam Matius 11:29. Yesus mengajar tentang jiwa yang tenang diperoleh melalui 3 kata yaitu kuk, lemah lembut dan rendah hati. Ternyata kuk dipasang berkaitan dengan proses belajar, belajar rendah hati, belajar diatur Tuhan. Sama seperti Kuda Sumbawa tadi. Ia diajar untuk tunduk (menurut) sama seperti Tuhan mengenakan ‘kuk’ supaya kita belajar rendah hati yang akhirnya bertujuan mendapatkan jiwa yang tenang.

Jiwa yang tenang akan membuat setiap orang mengerti apa yang dilakukannya dan akhirnya menghasilkan berkat yang dahsyat. Jiwa tenang membuat seorang pria dapat berdoa. Doa orang (pria) benar akan menghasilkan kuasa yang besar.

Tuhan menghendaki kita serupa dengan-Nya melalui proses belajar dalam hal lemah lembut dan rendah hati. Pria yang lemah lembut dapat menikmati kebahagiaan dalam hidupnya karena Ia di ”setir” Tuhan. Tuhan-lah yang menjadi penguasa bagi hidupnya. Ketika kuda berontak, justru lebih babak belur mulutnya. Demikian juga kita dengan kuk dari Tuhan. Tanpa kelemah-lembutan, pria akan babak belur hidupnya.

Santo Agustinus berkata, “karakter rendah hati adalah awal dari munculnya segala karakter yang baik lainnya”. Pria yang rendah hati akan menikmati kelegaan & ketenangan jiwa dalam setiap keadaan. Pria maksimal adalah pria yang lemah lembut. Milikilah gaya hidup ini. Minta kepada Tuhan mengajar hidup Anda menjadi lemah lembut  sama seperti kuda Sumbawa yang akhirnya memberkati banyak orang.

Disadur dari artikel Pria Sejati

Kita Ini Adalah Buatan Allah

“Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik,” - Efesus 2:10a

Seorang anak kecil mengunjungi sanggar kerja seorang pemahat sementara dia mulai mengerjakan pahatannya pada sebongkah batu marmer yang masih tak berbentuk. Beberapa minggu kemudian anak kecil tadi datang kembali dan melihat pahatan patung singa dari batu marmer, yang nampak gagah, garang dengan tatapan mata yang berwibawa. Sambil menatap si pemahat, anak kecil tadi bertanya, “Bagaimana Bapak bisa tahu kalau ada seekor singa yang seperti itu pada batu marmer?”

Allah adalah Pemahat dan kita adalah batu marmer. Dia mengerjakan pahatannya untuk menyatakan bentuk atau wujud dari Anak-Nya di dalam kita. Memang dalam mengerjakan pahatan itu sangat lambat, dan merupakan pekerjaan yang menyakitkan. Orang lain barangkali tidak dapat mengetahui ataupun melihat apa yang sedang dibentuk, pembentukan itu adalah pekerjaan Allah, dan Dia akan menyelesaikannya. Satu hari nanti kita akan menjadi serupa dengan Yesus, karena kita akan bertemu Dia dan melihat Dia seperti sebagaimana adanya Dia.

Pertama, Allah menciptakan kita, membentuk wujud dan karakter jasmaniah kita. Dia memberikan keluarga dan rumah tinggal yang akan membentuk kehidupan kita. Kemudian saat kita datang kepada Kristus, Dia mulai bekerja membentuk dan menjadikan kita ke dalam gambaran Anak-Nya. Dia mulai membentuk kita untuk pelayanan agar kita dapat melayani Dia di bumi. Yesus datang untuk melayani, dan jika kita mau menjadi serupa dengan Dia, maka kita juga akan menjadi hamba yang melayani Allah dan melayani orang banyak. Kepalan tinju dalam kemarahan akan diubah menjadi tangan yang terbuka untuk menolong orang lain.

Pembentukan itu adalah pekerjaan Allah, dan Dia akan menyelesaikannya. Tanggung jawab kita adalah mengikuti ke manapun Allah memimpin, mendengarkan suara-Nya dan mematuhi Firman-Nya.

Doa: “Bapa, terima kasih karena Engkau bekerja di dalam kehidupanku untuk menjadikanku serupa dengan Anak-Mu. Kiranya aku mau bekerja sama sepenuhnya dengan Engkau hari ini.”

Pdt. Dr. Paulus Trimanto Wibowo, Yogyakarta.

21 August 2008

Humor : Khotbah

Seorang presiden menghadiri acara perayaan Natal. Ia diminta untuk memberikan sambutan seusai khotbah pendeta yang berapi-api.

"Jadi, saudara-saudara tidak ada yang mustahil bagi kita! Sekalipun harga-harga melambung tinggi, kita akan terus diberkati, bahkan di dalam Tuhan kita akan lebih kaya lagi! Haleluya!", kata sang pendeta.

Tepuk tangan pun segera bergemuruh mengiringi penutupan khotbah tersebut. Namun, suara itu pun segera senyap tatkala tiba giliran bagi sang presiden untuk memberikan sambutan.

Presiden itu tampak berdiri dan diam sejenak di atas panggung, tetapi katanya kemudian, "Saudara-saudara, saya sungguh terkagum-kagum dengan khotbah tadi. Khotbah itu jelas-jelas melampaui janji-janji saya sewaktu kampanye. Oleh karena itu, saya sarankan Saudara-saudara untuk menagih janji kepada pendeta yang tadi. Terima kasih". Presiden pun turun dari mimbar dan tepuk tangan terdengar lebih bergemuruh lagi.

Four People You Will Meet In Life

Four people you will meet in life. Life is the process of finding love; every person will need to find four people in their life.

First person is you, second person is the one you love most, third person is the one who love you most, and the fourth is the one you spend the rest of your life with.

In life, firstly you will meet with the one you love most, and learn how love feels. Because you know how love feels, so you can find the person who loves you most. When you have experienced the feeling of loving others and being loved, you will then know what it is you need most. Then you will find the person who is most suitable for you, to be able to spend the rest of your life with.

Sadly, in real life, these three people are usually not the same person.

The one you love most doesn’t love you. The one, who love you most, is never the one you love most. And the one you spend your life with, is never theone you love most or the one who love you most.

He is just the person who happens to be at the right place at the right time.

Which person are you in other people’s life?

No person will purposely have a change of heart. At the point in time when he loves you, he really loves you. But when he doesn’t love you anymore, he really doesn’t love you anymore. When he loves you, he can’t pretend that he doesn’t. Same goes, when he loves you no more, there’s no way he can pretend he loves you.

When a person doesn’t love you and wants to leave you. You must ask yourself if you still love him, if you also don’t love him anymore, do not keep him just to save your pride. If you still love him, you should wish him happiness, and hope that he will be with the one he loves most, not stop him from it. If you stop him from finding true happiness with the one he loves, it shows you already don’t love him, and if you don’t love him, what rights do you have to blame him for a change of heart?

Love is not possessive, if you like the moon, you can’t just take it down and put it in your basin, but the moonlight still shines upon you. In other words, when you love a person, you can use another method of possessing the person. Let him become a permanent memory in you life. If you really love a person, you must love him for what he is. Love him for his good points, and the bad, you can’t wish for him to become like what you like him to be just because you love him. If he can’t change to become what you like him to be, you don’t love him anymore.

When you really love a person, you cannot find a reason why you love him, you only know that no matter when and where, good mood or bad mood, you will wish to have this person be with you. Real love is when two people can go through the toughest problems without asking for promises or listing criterias. In a relationship, you have to put in effort and give in at times, not always be on the receiving end. Being away from each other is a type of test, If the relationship isn’t strong, then you can only admit defeat. Real love will never become hate.

When two people are in love, they love to ask each other to swear, to make promises. Why do they ask each other to swear and promise? Because they don’t trust each other, they don’t trust their lover. These swear and promises are useless; Till the sky falls, till the ocean dry, my love for you will never change! We all know that the sky will never fall; the ocean will never dry, even if it does happen, are we still alive by then?

Be careful when making promises; don’t make promises that you cannot keep. Swear by things that can never happen, because it can never happen, so no harm just saying it casually. Remember, swearing by things that can never happen are the most touching!! In a relationship, what you say is one thing, but what you do is another; The one saying, doesn’t believe; the one listening, also doesn’t believe.

NB:
I always felt that my love life seems doesn’t go well as I wish. It always hurt.

Those words really have a great great meaning and too easy to be written but it’s absolutely difficult to do..

Bertekunlah

"Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar" - Lukas 16:10

Sepuluh tahun lalu hidupnya terlunta-lunta di salah satu kota di Jawa Tengah. Diusir dari satu kos ke kos berikutnya hal biasa baginya. Maklum tidak mampu membayar. Tidak punya pekerjaan tetap. Nekad merantau dari Sumatera ke Pulau Jawa. Tidur beralaskan koran hal yang sering dialaminya. Teman-teman perantauan yang senasib, menolaknya karena dianggap benalu. Lha, siapa yang mau menanggung biaya hidupnya? Cari kerja sulit karena tidak punya ijazah. Bahasa Indonesia ala kadarnya. Sulit dipahami orang lain. Loga bahasanya kental dengan daerah asalnya. Baca tulis saja tidak bisa. Hanya satu bulan menduduki bangku SD. Itulah keadaan Luluk 10 tahun lalu. Berjuang dengan keterbatasan, dilakoninya. Kursus baca tulis pernah dijalani. Saya salah seorang guru les yang dipanggilnya kala itu. Walau tidak menerima bayaran, namun saya gembira karena akhirnya ia bisa membaca dan menulis. Jari-jarinya kaku karena jarang pegang pulpen. Kalau pegang cangkul sih biasa. Ini fakta. Satu hal yang saya pelajari darinya. Ia tekun.

Kesetiaannya teruji tatkala mendirikan koperasi tanpa pengetahuan memadai. Berulangkali ditipu, namun ia tekun memulainya lagi. Ia lugu tak berpendidikan. Namun karakter dasarnya tekun. Hasilnya, jika Anda bertemu hari ini, Anda akan tercengang dengan bisnisnya yang tergolong sangat maju. Mempunyai puluhan karyawan bertitel S1 dan S2, walau ia hanya kursus baca tulis. Setia,tekun dan fokus itulah kuncinya.

Firman Tuhan ini mengingatkan kita untuk setia dalam perkara kecil sehingga perkara besar akan ditambahkan. Walau pekerjaan kita nampaknya sepele, jangan abaikan. Tekunlah! (ZG)

PEKERJAAN ADALAH SAKSI KESETIAANKU DALAM MELAYANI TUHAN

Renungan Pagi

20 August 2008

Mengubah Pikiran Anda

Anda tidak dapat mencegah burung-burung untuk terbang di atas kepala Anda, tetapi dapat mencegahnya agar tidak bersarang di rambut Anda. Kita tidak mempunyai kontrol absolut akan pemikiran kita. Namun, Allah menghendaki kita bertanggungjawab atas apa yang kita renungkan. Berikut ini beberapa kiat untuk mengubah pikiran agar tidak letih dan stress.

Mengisi pikiran kosong.
Kita harus selalu aktif mengisi pikiran dengan hal-hal yang positif dan fokus pada tugas yang sedang dihadapi. Jadikanlah Allah sebagai fokus pemikiran kita.

Mengadakan pemindahan.
Selama pikiran kita diisi dengan pemikiran yang positif, pemikiran yang negatif dan destruktif (merusak) akan dipindahkan dan tidak akan memengaruhi kehidupan kita.

Menghentikan pemikiran.
Pendekatan efektif yang harus kita lakukan. Maksudnya menggunakan segala kemampuan kita untuk menghentikan pimikiran yang tidak produktif. Saat kita sadar bahwa kita melihat, mendengar, atau memikirkan sesuatu yang tidak baik, kita harus segera menghentikannya dan memfokuskan diri pada sesuatu yang berharga. Kalau hari ini sudah terbentuk dengan baik, kita akan semakin peka dan menjadi lebih mudah memiliki kecenderungan untuk memikirkan hal-hal yang baik.

Hilangkan kebohongan.
Kita perlu mengevaluasi pemikiran yang terlintas, apakah semua itu merupakan kebenaran yang berasal dari Allah atau kebohongan dari Iblis. Kita jangan sampai terjatuh dalam berbagai kebohongan. Kita harus memikirkan perkara-perkara yang di atas (Kolose 3:2)

Penilaian ulang yang konstruktif.
Kita perlu mendefinisikan kembali masalah-masalah hidup di masa lalu agar tidak terlihat mengerikan. Dengan demikian kita dapat bertahan dari tragedi-tragedi yang menakutkan.

Ketika kita mampu mengubah cara berpikir, kita akan merasakan sesuatu yang enjoy.

Sumber : Mengatasi Keletihan dan Stres, Dr. Dwight L. Carlson, ANDI

Ibu..

Ini adalah tulisan yang sangat indah. Bacalah dengan lambat, cernalah setiap kata dan nikmatilah. Jangan tergesa. Ini adalah harta karun bagi yang beruntung masih mempunyai ibu, ini indah bagi yang sudah tidak punya, ini lebih indah lagi bagi para ibu, kamu akan mencintainya...

Sang ibu muda, melangkahkan kakinya di jalan kehidupan.

"Apakah jalannya jauh?", tanyanya.

Pemandunya menjawab, "Ya, dan jalannya berat. Kamu akan jadi tua sebelum mencapai akhir perjalanan ini. Tapi akhirnya lebih bagus dari pada awalnya."

Tetapi ibu muda itu sedang bahagia. Ia tidak percaya bahwa akan ada yang lebih baik dari pada tahun-tahun ini. Karena itu dia main dengan anak-anaknya, mengumpulkan bunga-bunga untuk mereka sepanjang jalan dan memandikan mereka di aliran sungai yang jernih. Mata hari bersinar atas mereka. Dan ibu muda itu berseru, "Tak ada yang bisa lebih indah daripada ini."

Lalu malam tiba bersama badai. Jalannya gelap, anak-anak gemetar ketakutan dan ketakutan. Ibu itu memeluk mereka dan menyelimuti mereka dengan mantolnya. Anak-anak itu berkata, "Ibu, kami tidak takut, karena ada dekat ibu. Tak ada yang dapat menyakiti kami."

Dan fajar menjelang. Ada bukit menjulang di depan mereka. Anak-anak memanjat dan menjadi lelah. Ibunya juga lelah. Tetapi ia terus berkata kepada anak-anaknya, "Sabar sedikit lagi, kita hampir sampai." Demikianlah anak-anak itu memanjat terus.

Saat sampai di puncak, mereka berkata, "Ibu, kami tak mungkin melakukannya tanpa Ibu."

Dan sang ibu, saat ia berbaring malam hari dan menatap bintang-bintang, berkata, "Hari ini lebih baik dari pada yang lalu. Karena anak-anakku sudah belajar daya tahan menghadapi beban hidup. Kemarin malam aku memberi mereka keberanian. Hari ini saya memberi mereka kekuatan."

Keesokan harinya, ada awan aneh yang menggelapkan bumi. Awan perang, kebencian dan kejahatan. Anak-anak itu meraba-raba dan tersandung-sandung dalam gelap. Ibunya berkata, "Lihat keatas. Arahkan matamu kepada sinar." Anak-anak menengadah dan melihat diatas awan-awan ada kemuliaan abadi yang menuntun mereka melalui kegelapan dan malam harinya ibu itu berkata, "Ini hari yang terbaik. Karena saya sudah memperlihatkan Allah kepada anak-anakku.

Hari berganti minggu, bulan, dan tahun. Ibu itu menjadi tua, dia kecil dan bungkuk.

Tetapi anak-anaknya tinggi dan kuat dan berjalan dengan gagah berani. Saat jalannya sulit, mereka membopongnya; karena ia seringan bulu. Akhirnya mereka sampai ke sebuah bukit. Dan di kejauhan mereka melihat sebuah jalan yang bersinar dan pintu gerbang emas terbuka lebar. Ibu berkata, "Saya sudah sampai pada akhir perjalananku. Dan sekarang saya tahu, akhir ini lebih baik dari pada awalnya. Karena anak-anakku dapat berjalan sendiri dan anak-anak mereka ada di belakang mereka.'

Dan anak-anaknya menjawab, "Ibu selalu akan berjalan bersama kami. Meski ibu sudah pergi melewati pintu gerbang itu."

Mereka berdiri, melihat ibu mereka berjalan sendiri dan pintu gerbang itu menutup sesudah ia lewat. Dan mereka berkata, "Kita tak dapat melihat ibu lagi. Tetapi dia masih bersama kita. Ibu seperti ibu kita, lebih dari sekedar kenangan. Ia senantiasa hadir dan hidup.

Ibumu selalu bersamamu. Ia adalah bisikan daun saat kau berjalan di jalan. Ia adalah bau pengharum di kaus kakimu yang baru dicuci. Dialah tangan sejuk di keningmu saat engkau sakit.. Ibumu hidup dalam tawa candamu. Ia terkristal dalam tiap tetes air mata. Dialah tempat engkau datang, dia rumah pertamamu. Dia adalah peta yang kau ikuti pada tiap langkahmu. Ia adalah cinta pertama dan patah hati pertamamu. Tak ada di dunia yang dapat memisahkan kalian. Tidak waktu, ruang, bahkan tidak juga kematian!

Berjalan Bersama Tuhan

Dalam perjalanan hidup yang sama alami, hanya satu prinsip utama yang perlu saya pahami, manusia melakukan bagiannya dan Tuhan melakukan yang selebihnya!

Pada tahun 2004, saya bersama keluarga meninggalkan kota Solo menuju kota Yogyakrata untuk mengembangkan usaha ekspedisi Muatan Kapal Laut (MKL) bersama seorang rekan. Semula semuanya berjalan baik, bulan kedua juga demikian. Namun menginjak bulan keenam, mulai terlihat sesuatu yang kurang beres pada rekan saya. Rupanya, ia tidak jujur. Saya terus bergumul tentang hal ini, dirinya dan usaha kami berdua.

Dalam kondisi tersebut, sata mencoba bertanya, "Apakah yang harus saya lakukan?". Saya berdoa agar Tuhan memberi tuntunan. Puji Tuhan, Dia membuka jalan. Sejak April 2006 saya jualan soal-soal try out, semacam Lembar Kerja Siswa, untuk Sekolah Dasar. Dari hasil berjualan saya dapat mengumpulkan uang untuk tabungan kami sekeluarga. Saya bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan. Dia tahu, sebagai manusia biasa saya bisa sakit hati terhadap rekan yang tega berbuat curang. Namun, dengan larisnya soal-soal try out tersebut sungguh menghibur saya. Rupanya Tuhan memberkati saya dengan cara istimewa.

Situasi yang menghibur itu ternyata tidak berlangsung lama. Sesungguhnya saya mulai merajut berbagai rencana untuk mengembangkan usaha maupun kehidupan kami sekeluarga. Namun itu tak terlaksana. Gempa yang terjadi di DIY dan sekitarnya pada 27 Mei 2006 telah menghancurkan usaha yang saya rintis dengan susah payah. Baik usaha ekspedisi MKL maupun usaha soal-soal try out yang sedang laris-larisnya. Usaha saya hancur bukan lantaran kehilangan aset semata, melainkan karena sebagian besar pelanggan kami berdomisili di Bantul.

Dengan mata kepala sendiri saya melihat rumah-rumah mereka yang hancur dan harta benda mereka juga ikut luluh lantak. Saya tidak sampai hati menagih. Kenyataan ini membuat saya sedikit goncang. Maklum, menyangkut masa depan keluarga dan relasi bisnis yang selama ini bekerja sama.

Untunglah, Tuhan dengan cara unik-Nya telah mempersiapkan saya. Selama di Yogyakarta, saya berjemaat dan melayani di Gereja Betel Indonesia (GBI) "Aletheia" Jl. Magelang. Saya mendapat siraman rohani yang selalu menguatkan saya. Saya melayani sebagai singer, choir, diaken serta school of worker. Rumah kami digunakan untuk persekutuan doa pagi setiap jam lima sampai jam enam. Saya sadar, semuanya itu Tuhan atur agar saya dan keluarga sudah siap saat krisis melanda.

Ketika terjadi bencana gempa bumi, sebagai humas di lingkungan tempat kami bermukim, saya juga berkeliling untuk mengantarkan nasi bungkus bagi para korban gempa. Di sini pun saya menyaksikan tangan Tuhan yang memberkati. Saya memberi, tapi saya juga diberi. Bahkan hingga September 2006, saya masih membawa beras ke Solo, pemberian orang waktu gempa, melanda DIY dan sekitarnya.

Tayangan tentang gempa susulan yang berulang-ulang disiarkan televisi, menyebabkan orang tua dan mertua meminta kami segera kembali ke Solo. Walau saya sebetulnya betah di Yogyakarta, dengan berbagai pertimbangan akhirnya kami memutuskan kembali ke Solo. Tak lama kemudian, seorang rekan menawarkan kerjasama. Ia berjanji akan memberi fasilitas dan gaji untuk saya. Saya memutuskan menerima tawaran tersebut. Namun hingga bulan ketiga gaji yang dijanjikan tidak kunjung dibayarkan.

Saya merasa khawatir, apalagi istri saya sedang hamil. Walau saya tetap "setor gaji" setiap bulannya, tetapi sebetulnya uang itu saya usahakan sendiri, bukan dari gaji yang dijanjikannya.

Di saat yang lain, tawaran datang dari seorang teman. Kerjanya mencari truk untuk muatan dari Solo menuju Surabaya. Tiap satu truk sewanya tiga juta rupiah. Dari sana saya mendapatkan berkat untuk kelanjutan kehidupan kami. Saya diberi uang oleh yang menyewa maupun teman yang meminta saya bekerja dengannya. Puji Tuhan! Uang dari hasil tersebut dapat mencukupi biaya kelahiran anak kami yang ketiga. Sungguh Dia memenuhi kebutuhan kami dengan cara-Nya yang kadang tidak pernah terpikir.

Bila saya renungkan cara Tuhan menolong, sungguh luar biasa. Rekan kerja yang awalnya berjanji menggaji saya, datang kembali. Kali ini ia datang dengan 30 tabung gas. Ia berkata, "Pak Sri, saya tidak minta apa-apa. Sekarang Bapak jualan gas". Wah luar biasa, Tuhan menolong memberi pekerjaan sehingga istri dan ketiga anak saya tidak kelaparan.

Selain berjualan tabung gas LPG dan air mineral, dari hari ke hari Tuhan memberkati kami. Pekerjaan diberkati, tetapi "burung gagak" juga Tuhan kirim untuk mencukupi kebutuhan kami setiap hari. Ada saja orang yang dipakai Tuhan untuk memberkati kami.

Saya bertekad melayani Tuhan melalui pekerjaan yang dipercayakan-Nya. Sekarang Tuhan terus menambahkan pelanggan gas dan air mineral. Rata-rata 8 sampai 10 tabung gas dan air mineral terjual setiap hari. Ya, hitung-hitung dapat membantu kami untuk bertahan hidup.

Dalam menjalankan pekerjaan ini, saya memiliki prinsip tidak perlu khawatir, sesuai firman Tuhan (Matius 6:25).

Oleh : Sri Haryono

Humor : Mengapa Ayam Menyebrang Jalan?

Guru TK:
Supaya sampai ke ujung jalan.

FBI:
Beri saya lima menit dengan ayam itu, saya akan tahu kenapa.

Aristoteles:
Karena merupakan sifat alami dari ayam.

Martin Luther King, Jr.:
Saya memimpikan suatu dunia yang membebaskan semua ayam menyeberang jalan tanpa mempertanyakan kenapa.

Freud:
Fakta bahwa kalian semua begitu peduli pada alasan ayam itu menunjukkan ketidaknyamanan seksual kalian yang tersembunyi.

George W Bush:
Kami tidak peduli kenapa ayam itu menyeberang! Kami cuma ingin tau apakah ayam itu ada di pihak kami atau tidak, apa dia bersama kami atau melawan kami.
Tidak ada pihak tengah di sini!

Darwin:
Ayam telah melalui periode waktu yang luar biasa, telah melalui seleksi alam dengan cara tertentu dan secara alami tereliminasi dengan menyeberang jalan.

Einstein:
Apakah ayam itu menyeberang jalan atau jalan yang bergerak di bawah ayam itu, itu semua tergantung pada sudut pandang kita sendiri.

Nelson Mandela:
Tidak akan pernah lagi ayam ditanyai kenapa menyeberang jalan! Dia adalah panutan yang akan saya bela sampai mati!

Thabo Mbeki:
Kita harus mencari tahu apakah memang benar ada kolerasi antara ayam dan jalan.

Isaac Newton:
Semua ayam di bumi ini kan menyeberang jalan secara tegak lurus dalam garis lurus yang tidak terbatas dalam kecepatan yang seragam, terkecuali jika ayam berhenti karena ada reaksi yang tidak seimbang dari arah berlawanan.

Miyabi:
Ooohh... Aahhh... Yeeahh... Mmmhhh...

Programmer Oracle:
Tidak semua ayam dapat menyeberang jalan, maka dari itu perlu adanya interface untuk ayam yaitu nyeberangable, ayam-ayam yang ingin atau bisa menyeberang diharuskan untuk mengimplementasikannya jadi di sini sudah jelas terlihat bahwa antara ayam dengan jalan sudah loosely coupled.

Sutiyoso:
Itu ayam pasti ingin naik busway.

Soeharto:
Ayam-ayam mana yang ndak nyebrang, tak gebuk semua! Kalo perlu ya dikebumiken saja.

Habibie:
Ayam menyeberang dikarenakan ada daya tarik gravitasi, dimana terjadi percepatan yang mengakibatkan sang ayam mengikuti rotasi dan berpindah ke seberang jalan.

Nia Dinata:
Pasti mau casting '30 Hari Mencari Ayam' ya?

Desi Ratnasari:
No comment!

Dhani Ahmad:
Asal ayam itu mau poligami, saya rasa gak ada masalah mau nyebrang kemana juga...

Cinta Laura:
Ayam nyebrang jhalaan..? Karena gak ada owject...biecheeck. ...

Julia Perez:
Memangnya kenapa kalo ayam itu menyeberang jalan? Karena sang jantan ada di sana! Daripada sang betina sendirian di seberang sini, yaaahhhh dia kesana laahh... Cape khan pake alat bantu terus?

Roy Marten:
Ayam itu khan hanya binatang biasa, pasti bisa khilaf.. (sambil sesenggukan).

Butet Kartaredjasa:
Lha ya jelas untuk menghindari grebekan kamtib to?

Megawati:
Ayamnya pasti ayam wong cilik. Dia jalan kaki toh?

Harmoko:
Berdasarkan petunjuk presiden

And the best answer is:

Gus Dur :
'Kenapa ayam nyebrang jalan? Ngapain dipikirin? Gitu aja kok repot!' .

Api Motivasi

"Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu" - Matius 11:28

Gara-gara tertekan diburu utang, Susmino (30) asal Tegal, Jawa Tengah, Minggu siang, 16 September 2007, mencoba bunuh diri dengan melompat dari tiang listrik setinggi 100 meter di belakang Gedung Indonesia, Jakarta Barat. Sambil meraung-raung Susmino meratapi nasibnya. Ia ke Jakarta mencari Agus, temannya yang tinggal di Cilenduk dan bekerja di Tanah Abang, yang menjanjikan pekerjaan kepadanya. Selamanya dua pekan di Jakarta, ia tidur di sembarang tempat dan tidak bertemu Agus.

Tekanan hidup yang berat bisa membuat seseorang berpikir untuk mencari jalan pintas dengan mengakhiri hidup. Orang sering berpikir dengan melakukan hal itu, semuanya akan beres. Padahal sama sekali tidak! Ada dua hal yang lebih rumit lagi ketika seseorang melakukan pemecahan masalah seperti itu. Pertama, ia mewariskan masalah yang ditinggalkan kepada keluarga. Kedua, pertanggungjawabannya kepada Tuhan saat seseorang melakukan tindakan bunuh diri. Alkitab dengan jelas dan sangat tegas melarang tindakan penghilangan nyawa. Jalan keluar saat kita mengalami tekanan hidup yang sangat berat adalah datang kepada Tuhan. Dia akan menyalakan lagi api motivasi yang hampir mati.

Marilah kita bawa kelegaan yang kita terima dari-Nya dalam aktivitas kita sepanjang hari ini. Kiranya, tempat berkarya kita menjadi tempat menyenangkan manakala kita mengekspresikan kelgaan dari-Nya. Dengan demikian api itu tetap berkobar dakan hati dan pikiran, kita harus datang dan mohon kepada Sang Pemilik, Tuhan Yesus Kristus. (div)

KELEGAAN DARI TUHAN MEMBAWA KETENANGAN DAN KEGEMBIRAAN

Renungan Pagi