Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

12 August 2008

Mengutuki Kegelapan

Nats : Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka (Kisah Para Rasul 16:25)

Bacaan : Kisah Para Rasul 16:16-26

Sebuah pepatah Cina mengatakan, "Daripada mengutuki kegelapan, lebih baik ambil sebatang lilin dan nyalakan". Sungguh nasihat sederhana yang bijak! Sayangnya kerap kali kita hanya mengetahui kebenaran ini, tetapi tidak menghayatinya. Ketika kegelapan itu datang, kita tetap saja tidak berusaha mengerem diri dari mengeluh, mengaduh, dan berpikir negatif. Padahal semua itu sama sekali tak berguna.

Paulus dan Silas mendapat masalah yang sangat serius dan mengancam nyawa. Mereka mengusir roh yang merasuki seorang wanita tukang tenung. Akibatnya, wanita itu tidak bisa menghasilkan uang lagi bagi para tuannya. Keduanya lalu dituntut. Mereka dicambuk dan dimasukkan penjara. Ruang penjara paling tengah, tempat paling gelap dan dingin. Masih pula kaki mereka pun dipasung. Namun, di tengah kesakitan karena luka deraan cambuk dan ketidaknyamanan karena ikatan rantai dan pasungan -- jauh dari mengeluh dan mengumpat, mereka menyanyikan puji-pujian bagi Allah! Paulus dan Silas pun dikuatkan. Lebih dari itu, Allah membebaskan mereka secara ajaib (ayat 26)!

Mungkin kita tengah didera berbagai ketidaknyamanan-masalah, penyakit, kesedihan, kecemasan-itu semua bisa membuat kita mengeluh dan mengasihani diri. Cobalah resep Paulus dan Silas. Daripada mengarahkan pikiran pada hal-hal negatif yang makin menyusahkan, pilih satu lagu pujian dan nyanyikanlah sepenuh hati. Pujian kepada Allah akan mengalihkan pikiran dan hati dari masalah kepada Allah yang sanggup menjawab persoalan kita dan menghibur kita! Mari menyanyi dan "menyalakan lilin"! -AW

YESUS MEMBERI KITA SUKACITA DI HATI
YANG AKAN TETAP ADA MESKI KESULITAN HADIR

SABDA.org

11 August 2008

The Bridge

Pacar Anda Menjadi Yang The F-I-R-S-T

Ada orang bilang, waktu pacaran tolong buka mata besar-besar, setelah menikah harap tutup sebelah mata, apa artinya kalimat ini? Artinya sewaktu pacaran, masih ada kesempatan mengganti pacar seandainya tidak cocok, namun apabila seteleh menikah, yang tidak cocok itu harus mau tidak mau dicocokkan, salah sendiri karena tidak milih dengan jeli.

Di gereja-gereja tertentu dibuat peraturan bahwa pasangan yang mengikuti kelas konseling pra-nikah, pasangan itu tidak boleh menentukan hari pernikahan atau memesan restoran untuk pesta terlebih dahulu, sebab kalau di tengah pelajaran konseling ternyata mereka merasa tidak cocok, masih ada kesempatan untuk membatalkan pernikahan itu. Apa gunanya, kalau sang pendeta memberkati pasangan yang bertengkar terus, hal ini akan menjadi penderitaan seumur hidup kita, sebab kekristenan tidak mengenal perceraian.

Pasangan pernikahan yang serasi itu tidak berarti di dalam rumah tangganya bebas dari pertengkaran; justru ada orang bilang pertengkaran itu merupakan bumbu di dalam keluarga, asalkan tidak ringan tangan, artinya tidak memakai pukul memukul. Itulah sebabnya diperlukan hikmat untuk menempatkan pertengkaran itu pada situasi dan kondisi yang tepat. Ada seorang rekan saya menganjurkan bahwa apabila suami isteri bertengkar harus diperhatikan fokus dan konteks persoalannya, jangan mencampuri hal-hal yang di luar konteks, jadi konsisten pada topiknya. Misalnya : kalau yang dipermasalahkan adalah masalah A jangan mengungkit-ungkit masalah B apalagi masalah B itu sudah terjadi tiga bulan yang lalu, itu artinya di luar konteks.

Kadang hanya karena komunikasi yang berhenti, salah pengertian, cemburu buta, telah menciptakan reaksi yang menggemparkan, hal semacam ini harus diwaspadai oleh keluarga-keluarga Kristen. Saya coba menawarkan sebuah akronim untuk menggambarkan tentang cinta kasih seorang cowok terhadap cewek dan sebaliknya. Dengan singkatnya jadikan pasangan anda itu the F-I-R-S-T.

1. F = Faith
2. I = Inisiatif
3. R = Relationship
4. S = Sharing
5. T = Talking

F = Faith
Jurus ini mau tidak mau dikeluarkan juga, soalnya kalau seseorang asal comot mencari pacar, cukup sulit juga nantinya. Apalagi dari tadi kita udah bilang orang yang pacaran itu bukan suatu kegiatan mainan, sebab risikonya cukup besar, buktinya ada yang stress, depresi berat dan bunuh diri gara-gara pacaran. Nah, pilihlah yang beriman, artinya yang takut akan Tuhan. Seorang yang memiliki pacara yang takut Tuhan bakal aman, sebab ia bakal dipercaya walaupun berpisah lama. Namun bukan itu tujuannya, yang paling penting kalau imannya sungguh-sungguh pada Tuhan, maka segala persoalan hidupnya bakal ada jalan keluar, walaupun prosesnya tidak lancer.

I = Inisiatif
Inisiatif itu penting, sebab mereka yang berpacaran tidak sedang berpacaran dengan patung, yang dihadapi adalah manusia yang hidup memiliki akal pikiran dan perasaan. Yang dimaksud dengan inisistif di sini adalah satu dengan pasangannya senantisa berusaha menjadi yang terbaik bagi pasangannya. Tidak memerlukan aba-aba atau keluhan, setiap kebutuhan yang diperlukan oleh pasangannya sudah dipantau jauh-jauh hari dan selalu berusaha untuk membantunya memperlengkapi dan mencukupi apa yang dibutuhkan. Bayangkan saja kalau si cowok dan cewek slaing memperhatikan, pastilah tidak ada tempat untuk menerima perhatian dari luar. Namun seandainya satu dengan yang lain tanpa inisiatif sama sekali, tentunya merka bakal mendapat perhatian dari yang lain, inilah yang sering kali menjadi penyebab tersayatnya cinta kasih itu, yang paling penting adalah kalau ada kekeliruan harus dijelaskan dari hati ke hati, bukan dengan kemarahan yang tidak terkontrol.

Pada zaman dinasti T'ang; tersebutlah seorang pemuda yang bernama Wang III. Ia merupakan seorang pemuda desa yang bodoh. Suatu hari istrinya menyuruh Wang III membeli sebuah sisir. Karena takut sang suami lupa maka ia menunjuk bulan yang berbentuk sabit di langit dan berkata, "Belikan aku sebuah sisir, tetapi bentuknya harus sama seperti bulan itu."

Beberapa hari kemudian, tibalah bulan purnama. Wang III ingat kembali apa yang di pesan sang istri. Maka iapun pergi membeli sebuah cermin yang berbentuk bulat sesuai dengan bentuk bulan.

Ketika sang istri melihat cermin itu, betapa kagetnya dia dan cemburu, lalu ia berlari pulang ke rumah orang tuanya dan berkata, "Suami saya rupanya sudah main serong dengan seorang perempuan lain". Sang ibu mertua melihat ke cermin dan sambil mengeluh kemudian berkata, "Seharusnya ia memilih seorang wanita yang muda! Mengapa ia mengambil perempuan yang tua dan jelek ini?"

Ketika seseorang merasa pasangan anda kurang berinisiatif untuk memperhatikannya, bahkan sekarang perhatiannya ditujukan pada orang lain, maka perlu diselesaikan dari hati ke hati, tidak seperti cerita di atas yang cara penyelesaiannya dengan membabi buta.

R = Relationship
Menjalin hubungan termasuk yang sangat penting juga dalam pacaran, sebab melalui relasi ini, satu dengan yang lain dapat saling mengenal lebih dalam lagi. Agak sulit kalau pada jaman dulu orang berpacaran dengan jarak jauh, selain jaraknya jauh, merka juga tidak ada terjalin hubungan. Jadi boleh dibilang satu dengan yang lain tidak saling kenal. Nah, yang saling kenal ini kemudian bakal menikah, dan mereka hidup di dalam satu atap. Latar belakang keluarga, pendidikan, karakter, sifat dan sebagainya semua beda, maka tidak heran kalau ada perang dunia.

S = Sharing
Yang namanya berbagi menuntut sikap memberikan diri dan juga mendengarkan pasangan anda, tatkala menjalani hidup bersama semestinya kita peka terhadap pasangan tersebut. Selain itu juga penuh pengertian memahami orang lain. Pada waktu berpacaran yang kita temukan adalah segala kebaikan, namun apabila sudah menikah keburukan itu muncul. Mulai dari yang negatif, ketidak rapian, kurang tertib, jorok dan sebagainya. Itu sebabnya ada orang mengatakan kepada kita apabila belum nikah bukalah mata lebar-lebar, namun setelah menikah mesti tutup sebelah mata.

Berbagi juga berarti saling menanggung kesulitan atau persoalan, sehingga tercipta adanya saling pengertian. Kita yang berasal dari keluarga, latar belakang yang berbeda, tradisi yang tidak sama, apabila hendak dipersatukan tentu menimbulkan berbagai kesulitan, untuk itu dibutuhkan saling pengertian, dan saling mengalah; sungguh indahnya pacaran yang demikian.

T = Talking
Saling berkomunikasi sangat penting di dalam hubungan suami isteri. Kehidupan di dunia yang begitu keras yang mengharuskan suami-isteri bekerja, sering kali kita kehilangan komunikasi. Sewaktu berpacaran mungkin berkomunikasi via telpon berjam-jam tidak masalah, surat menyurat sampai panjang lebar dan segudang, namun setelah menikah hal itu tidak kita lakukan lagi. Komunikasi dipentingkan selain menjaga kita agar tetap dekat, kita juga akan tetap memperhatikan satu dengan yang lain.

Kegagalan di dalam komunikasi ditandai dengan seringnya menghindari diri berkomunikasi, misalnya trauma kalau nanti ngomong jadi bertengkar atau menyakiti hati, lalu pacarannya menjadi ngajak nonton, ngajak jalan dan makan-makan. Sehingga akhirnya sudah berpacaran bertahun-tahunpun tidak sanggup mengenal lebih dalam tentang pasangannya. Masalahnya akan menjadi besar tatkala merka bermaksud menikah, waktu itu kebobrokan masing-masing baru terbongkar.

Sebenarnya Komunikasi itu tidak harus melalui kata-kata, kadang senyum, gerakan, peragaan dan sebagainya termasuk komunikai. Seorang cewek yang pada waktu cuci piring kedengarannmya seperti dibanting, kita tahu dia lagi emosi, nah kalau sadar lagi emosi, maka harus cepat-cepat mengendalikan diri. Pakailah pikiran yang diberikan Tuhan untuk menguasai emosi kita, jangan terbalik, sehingga emosi yang menguasai pikiran kita.

Seorang suami yang baru selesai bertengkar dengan isterinya memutuskan untuk tidak mau saling menyapa. Pagi-pagi sang suami telah berangkat ke kantor dan sekarang dilakukan tanpa pamit pada isterinya. Malam sehabis makan, ia langsung masuk ke kamar dan tidur, demikian yang dilakukan suami setiap hari. Sementara itu isterinya juga tidak mau menyapa suaminya, baginya yang penting ia sudah menyediakan makanan untuk suaminya, dan itu sudah cukup.

Suatu malam, karena keesokan harinya, si suami harus berangkat ke kantor lebih pagi, maka ia cepat-cepat pergi tidur. Namun sebelumnya, ia terlebih dahulu menulis di secarik kertas satu kalimat yang berbunyi "Ma, besok pagi jam 05.00 bangunkan saya ya..." Salam Papa. Lalu ia meletakkannya di atas meja dan tertidurlah pulas.

Keesokan paginya, si suami bangun jam 08.00, itu berarti ia terlambat tiga jam. Ia marah sekali, sebab isterinya tidak membangunkan dia. Tetapi ketika ia turun dari tempat tidur, ia melihat secarik kertas, tetapi bukan tulisannya yang kemarin, melainkan tulisan isterinya yang berbunyi "Pa, pa bangun, sekarang sudah jam 05.00, nanti engkau terlambat? Salam Mama. Dari cerita di atas, kita dapat memetik pelajaran bahwa, gengsi, telah berakibat fatal.

Seandainya kita komitmen untuk menjadikan pasangan kita the FIRST, maka satau dengan yang lain tidak perlu saling ngotot, bayangkan saja kalau satu dengan yang lain saling mengalah. Jika anda punya pacar saat ini, yakinkan dia juga mebaca tulisan ini, sehingga adanya keseimbangan, anda tidak hanya mempraktekkannya sendirian, pasangan anda juga mempraktekkannya. Sungguh asyik pacaran bukan !

Surat Dari Bapa di Surga

Anakku yang terkasih..

Kadangkala hidup mengharuskanmu menangis tanpa sebab.

Kau merasa sudah berbuat baik dan benar, tetapi masih banyak kritikan yang dialamatkan kepadamu. Kau mengira keputusan yang kau ambil sudah tepat, ternyata perkiraanmu keliru. Jangan putus asa! Bangkitlah! Matahari tanpa sinar tidak layak di sebut matahari. Demikian juga dengan dirimu. Kau adalah matahari yang seharusnya memancarkan sinar, sekalipun mendung kelabu menutupi pandangan orang untuk melihat keindahan cahayamu.

Anakku yang terkasih..

Aku sering melihatmu marah ketika kau melihat orang lain berhasil. Untuk apa kau menginginkan keberhasilan orang lain? Bukankah Aku telah menyediakan suksesmu sendiri? Kau tidak pernah mengejarnya, jadi kau tidak pernah bisa memilikinya! Matamu tidak terfokus kepada rancanganKU yang dahsyat atas hidupmu, melainkan tertuju kepada karyaKU yang luar biasa terhadap diri orang lain. Jadilah seperti air. Selalu mengalir.. melewati semua benda, menembus semua sisi dan tanpa batas. Anakku, jangan mau dikalahkan oleh keadaan, tetapi kalahkan keadaan !

Anakku yang terkasih..

Jangan sakit hati ketika kau di tegur, padahal kau merasa sudah mengerjakan yang terbaik. Sakit hati itu hanya akan membuat tidurmu tidak nyenyak dan perasaaanmu tidak nyaman. Buanglah itu dari hatimu dan pikiranmu ! Kuasailah dirimu sedemikian rupa hingga kamu bisa mengatasi perasaan diperlakukan tidak adil, dilecehkan, diremehkan ataupun dikhianati oleh sesamamu.

Bukankah memang untuk itu kau hidup ? Untuk melihat kenyataan bahwa di dunia ini yang paling mengerti perasaanmu dan menerima dirimu apa adanya hanya AKU ? Jauhilah segala bentuk kemarahan, tetapi jangan jauhi AKU !

Anakku, ingatlah hal ini baik - baik.

Aku selalu membuka tanganKu lebar - lebar untuk memberimu rasa aman, kapanpun kau membutuhkannya.

Aku senantiasa menyiapkan bahu untuk tempat kepalamu bersandar dan mencurahkan tangis.

Aku melakukannya karena Aku sungguh - sungguh peduli padamu !!!

Ayah yang selalu mengasihimu,

Y.E.S.U.S

Harga Sebuah Cinta

"Maka Maria mengambil setengah kati minya narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu" - (Yohanes 12:3)

Adakah yang terlalu mahal untuk sebuah cinta? Suatu ketika seorang teman saya menelepon kekasihnya mulai pukul 16:00 WIB hingga pukul 23:32 WIN. Telepon selama 7 jam 32 menit tanpa henti. Berapa banyak pulsa yang telah dihabiskannya? Padahal berbeda operator! Kalau ke sesama operator bisa murah. Ketika itu HP masih merupakan barang mewah dan pulsanya sangat mahal. Untuk sebuah cinta, tidak ada yang terlalu mahal.

Kasih bukanlah kasih lagi jika masih memperhitungkan dengan cermat semua biayanya. Kasih memberikan semuanya dan merasa menyesal jika tidak memberi lebih banyak, demikian pendapat William Barclay. Seberapa pun biaya untuk mengejar cinta, kita tidak peduli. Yesus Kristus telah membuktikannya. Karena cinta-Nya kepada kita, Dia merelakan segala-galanya untuk menebus manusia dari dosa. Yesus Kristus tidak hanya mengatakan kasih, tetapi Dia telah memberikan segalanya untuk menyatakannya.

Adakah yang terlalu mahal untuk menyatakan cinta kita kepada Kristus? Kita sering masih pikir-pikir penuh perhitungan. Mati kita belajar dari Kristus yang mencintai tanpa syarat. Dan seharusnya kita juga mencintai-Nya tanpa syarat, tanpa memperhitungkan untuk dan ruginya. Juga memperhitungkan seberapa besar biayanya. Yesus menyelamatkan kita dengan harga yang sangat mahal. Itulah cinta-Nya pada kita. Seberapa besar biaya yang kita keluarkan untuk menyatakan cinta kita pada-Nya, tidak akan pernah sebanding dengan cinta-Nya kepada kita. Mari mencintai-Nya dengan segenap hati dan jiwa, serta kekuatan kita.

TIDAK ADA YANG TERLALU MAHAL UNTUK SEBUAH CINTA

Renungan Pagi

Mattie Stepanek

Matthew "Mattie" Joseph Thaddeus Stepanek didiagnosa menderita Dysautonomis Mitochondrial Myopathy (DMM) sejak lahir. Suatu penyakit langka yang terjadi akibat kelainan genetik. Panyakit ini menyebabkanhampir semua sistem tubuhnya tidak berfungsi. Sel tubuhnya kekurangan oksigen, peredaran darahnya tidak lancar, paru-parunya abnormal, dan suhu tubuhnya cenderung tidak stabil.

Untuk menjalani aktivitasnya, Stepanek menggunakan kursi roda yang dilengkapi tabung oksigen. Meski menderita penyakit langka yang parah, serta harus mendapat transfusi darah setiap minggu, Stepanek tidak meratapi nasibnya. Dalam usianya yang masih belia, Stepanek telah menulis ribuan puisi dan esai.

Beberapa karyanya yang telah diterbitkan, seperti Heartsongs, Loving Through Heartsongs, dan Journey Through Heartsongs, cukup laris di pasaran. Buku-buku tersebut merupakan curahan hatinya kepada semua orang, terutama para penderita DMM. Untuk prestasinya ini, Stepanek menerima Best Seller Award dari New York Times. Penghargaan juga diperolehnya dari Oprah Winfrey Show. Bahkan Jimmy Carter, mantan presiden Amerika Serikat, menyebutnya "My Hero".

Masyarakat telah memberikan pendapatnya, lantas apa pendapat Stepanek mengenai dirinya sendiri? Stepanek berkata, "Dalam hidup ini selalu ada badai. Kita harus melalui saat-saat berat. Namun kita harus ingat untuk tetap dapat bermain dalam badai, dan merayakan setiap kesempatan hidup yang telah diberikan Tuhan. Sekecil apapun itu. Kita pasti dalam melakuinya jika memiliki kepercayaan diri. Saya yakin dan percaya, Tuhan tidak akan pernah membiarkan saya jatuh dan terpuruk."

Stepanek meninggal dunia di sebuah ruman sakit khusus anak di Washington D.C. pada 22 Juni 2004 dalam usia 14 tahun. Lebih dari 1.350 orang, termasuk Oprah Winfrey dan Billy Gilman, menghadiri pemakamannya. Untuk mengenangnya, Madison Cross, putri musisi Christopher Cross menulis sebuah lagu yang berjudul He Was Just Like Me. Pada 2007, USA Today menobatkan sebagai salah satu dari 25 orang yang memberikan pengaruh abadi. Bagi Stepanek, kekurangan dan kelamahan bukan alasan untuk tidak hidup dan berkarya untuk sesama.

Renungan Pagi

10 August 2008

Datanglah Kerajaan-Mu

"Bapa kami yang di surga, dikuduskanlah nama-Mu, datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di surga" - Matius 6:9-10

Allah adalah Raja atas semesta sepanjang masa. Namun kerajaan dan pemerintahan Allah atas manusia di bumi ternoda ketika manusia memberontak terhadap perintah-Nya dan menaati bujukan Iblis. Sejak itu dosa, maut, dan Iblis berkuasa dalam hati manusia di bumi. Allah tidak lagi menjadi Raja dalam hidup manusia karena takhta hati manusia sudah diisi Iblis dan ilah lain. Ketike Yesus membertiakan Injil, mengusir setan, dan menyembuhkan orang sakit dengan penuh kuasa, Dia membawa manusia kembali kepada Allah. Sejak saat itu Allah bertakhta sebagai Raja dalam hati orang percaya.

Saat kita berdoa dan berkata, "Datanglah Kerajaan-Mu," kita memohon agar pemerintahan Allah yang ditandai dengan damai sejahtera, keadilan, kemakmuran, kondisi dimana tidak ada perang, krisis, sakit penyakit, bencana atau penderitaan, turun ke bumi. Kita juga memohon agak Allah menarik banyak orang untuk datang kepada-Nya melalui pemberitaan Injil dan pelayanan orang percaya. Semakin banyak orang datang kepada Allah, kerajaan Allah semakin diperluas di bumi, sampai pada puncaknya Allah mendirikan kerajaan-Nya di bumi, yaitu pada saat Yesus dayang untuk kedua kalinya sebagai Raja. Pada saat itulah doa ini digenapi sepenuhnya.

Sementara itu, kita harus terus berdoa dan bekerja untuk membawa saudara-saudara, teman-teman, bangsa kita, bahkan bangsa-bangsa lain yang belum mengenal Allah untuk datang kepada-Nya dan menjadikan Allah sebagai Raja. Jangan hanya berpangku tangan dan menjadi penonton! Mati kita bersiap sedia menjadi kepanjangan tangan Allah. (jt)

SEBAB KERJAAN ALLAH BUKANLAH SOAL MAKANAN DAN MINUMAN,
TETAPI SOAL KEBENARAN, DAMAI SEJAHTERA DAN SUKACITA OLEH ROH KUDUS

Renungan Pagi

Aku Percaya

Tiada yang seperti Engkau
Begitu mengasihiku
Kau Tuhan sanggup menjawab
Semua seru doaku
Tiada yang seperti Engkau
Begitu mengasihiku
Kau Tuhan sanggup melawat
Seluruh kehidupanku

Reff :
Aku percaya
Tuhanku ajaib
Kau turun tangan memulihkanku

Aku percaya
Tuhanku dahsyat
Kau turun tangan memberkatiku

09 August 2008

Humor : Roti Dan Air

Seorang pembalap sepeda motor sedang melaju kencang di jalan raya. Tiba-tiba ia menabrak seekor burung pipit yang langsung jatuh tak sadarkan diri. Dia segera memutar sepeda motornya dan mengambil burung malang yang tak sadarkan diri itu untuk dibawanya pulang.

Ketika sampai di rumah, dia menaruh burung itu dalam sangkar. Sebelum pembalap itu pergi, tidak lupa dia meninggalkan roti dan air dalam sangkar tersebut.

Beberapa saat ketika pembalap itu sudah pergi, burung pipit itupun akhirnya siuman dan langsung memandang ke sekelilingnya sambil berkata, "Terali besi ..., roti ..., air .... Ya Tuhan!!! Aku sudah membunuh pembalap itu!!!"

Weekend Scripture - Roma 12:2

"Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna." (Roma 12:2)

I Love You More

Aku: Tuhan.. aku butuh bantuan…

Tuhan: Katakanlah anak-Ku, Aku mendengarkanmu.

Aku: Tuhan, aku tidak punya uang, aku bingung harus bagaimana.

Tuhan: Tenanglah anak-Ku, Aku….

Aku: Tuhan, ada lagi…

Tuhan: Oh, masih adakah? Baiklah, katakan anak-Ku, Aku mendengarkanmu.

Aku: Aku tidak bisa berpikir Tuhan, seolah-olah semuanya sulit dilakukan.

Tuhan: Tenanglah anak-Ku, Aku…

Aku: Tunggu Tuhan! Masih ada lagi..

Tuhan: Oh baiklah anak-Ku sayang, katakanlah.

Aku: Tuhan, aku mulai mengalami kemunduran. Segala sesuatunya semakin memburuk. Aku merasa terpuruk Tuhan.

Tuhan: Apanya yang memburuk?

Aku: studiku, kondisi ekonomiku, semuanya Tuhan… semua…

Tuhan: Anak-Ku, tenanglah..

Aku: Aku harus bagaimana Tuhan?

Tuhan: Anak-Ku, dengarkanlah Aku.

Aku: Aku sudah mencoba berbagai cara, Tuhan katakanlah, aku harus bagaimana.

Tuhan: Aku mengerti anak-Ku, dengarkanlah Aku.

Aku: Sebentar Tuhan, aku konsultasi dulu pada temanku, siapa tahu dia bisa membantu.

Tuhan: Baiklah anak-Ku, pergilah. Aku menunggumu.

******************************

Aku: Tuhan, aku kembali.

Tuhan: Bagaimana anak-Ku?

Aku: Temanku mengatakan agar aku bertanya pada-Mu.

Tuhan: Baiklah…

Aku: Bagaimana Tuhan? Aku harus bagaimana?

Tuhan: Dengarkan Aku, anak-Ku kekasih.

Aku: Oh Tuhan, sebentar, aku harus makan siang, perutku sudah lapar.

Tuhan: Baiklah anak-Ku, makanlah terlebih dulu.

*******************************

Aku: Tuhan, aku datang. Bagaimana Tuhan?

Tuhan: Apakah makanannya enak?

Aku: Tentu saja, mama yang membuatnya.

Tuhan: Apakah kamu menyukai masakannya?

Aku: Tentu saja Tuhan, aku menyukainya

Tuhan: Apakah kamu kenyang?

Aku: Yup! Aku sangat kenyang. Bagaimana Tuhan? Masalahku yang tadi itu?

Tuhan: Oh ya, masalah yang tadi ya? Baiklah anak-Ku..

Aku: Beritahukan padaku Tuhan, apa yang harus aku lakukan.

Tuhan: Baiklah nak, dengarkanlah Aku.

Aku: Tuhan, aku bingung karena aku sekarang tidak memiliki uang sama sekali.

Tuhan: Iya anak-Ku, Aku tahu. Begini….

Aku: Aku bingung Tuhan, kalau aku tidak memiliki uang seperti ini, aku bingung, mau beli makanan susah, mau beli buku susah, mau beli bensin susah. Harga bensin naik lo Tuhan. Tuhan tahu kan? Aku harus pergi ke sana ke mari. Bagaimana Tuhan?

Tuhan: Iya anak-Ku. Berikan Aku kesempatan untuk berkata-kata.

Aku: Oh maaf Tuhan, baiklah, katakan sesuatu.

Tuhan: Terima kasih. Begini nak, tentang masalah yang kamu khawatirkan itu…

Aku: Ah Tuhan! Aku tahu! Ada sebuah buku yang membahas masalah kekhawatiran. Sebentar Tuhan, aku baca buku dulu yah, nanti kita sambung lagi.

Tuhan: Ya, baiklah.

****************************************

Aku: Hai Tuhan, It’s me again. Aku sudah membacanya Tuhan. Aku tidak boleh khawatir, karena aku memiliki-Mu. Betul kan Tuhan?

Tuhan: I..

Aku: Dan Tuhan selalu tahu apa yang aku perlukan sehingga aku tidak perlu bingung akan apa yang aku makan dan apa yang aku pakai. Betul kan Tuhan?

Tuhan: Iy…

Aku: Selain itu, Tuhan juga begitu mengasihiku sehingga Tuhan pasti akan menyediakan dan mencukupi segala kebutuhanku kan Tuhan?

Tuhan: Iya anak-Ku. Itu benar.

Aku: Jadi aku harus bagaimana Tuhan? Apakah aku harus berdiam diri?

Tuhan: Dengarkanlah Aku anak-Ku.

Aku: Apakah aku harus bertanya pada Tuhan?

Tuhan: Maka dari itu, dengarkanlah Aku.

Aku: Apakah aku mengambil pelayanan di gereja saja ya Tuhan? Apa yang Tuhan inginkan? Katakan padaku, Tuhan.

Tuhan: Baiklah anak-Ku. Dengarkanlah ini.

Aku: *hoahm…* Tuhan, aku terlalu lelah hari ini. Kita sambung besok saja ya Tuhan. Good night. I love You.

Tuhan: ………………. I love you more.

" Berapa banyak waktu yang kita sediakan untuk Tuhan berbicara kepada kita hari ini ? "