Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

11 August 2008

Harga Sebuah Cinta

"Maka Maria mengambil setengah kati minya narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu" - (Yohanes 12:3)

Adakah yang terlalu mahal untuk sebuah cinta? Suatu ketika seorang teman saya menelepon kekasihnya mulai pukul 16:00 WIB hingga pukul 23:32 WIN. Telepon selama 7 jam 32 menit tanpa henti. Berapa banyak pulsa yang telah dihabiskannya? Padahal berbeda operator! Kalau ke sesama operator bisa murah. Ketika itu HP masih merupakan barang mewah dan pulsanya sangat mahal. Untuk sebuah cinta, tidak ada yang terlalu mahal.

Kasih bukanlah kasih lagi jika masih memperhitungkan dengan cermat semua biayanya. Kasih memberikan semuanya dan merasa menyesal jika tidak memberi lebih banyak, demikian pendapat William Barclay. Seberapa pun biaya untuk mengejar cinta, kita tidak peduli. Yesus Kristus telah membuktikannya. Karena cinta-Nya kepada kita, Dia merelakan segala-galanya untuk menebus manusia dari dosa. Yesus Kristus tidak hanya mengatakan kasih, tetapi Dia telah memberikan segalanya untuk menyatakannya.

Adakah yang terlalu mahal untuk menyatakan cinta kita kepada Kristus? Kita sering masih pikir-pikir penuh perhitungan. Mati kita belajar dari Kristus yang mencintai tanpa syarat. Dan seharusnya kita juga mencintai-Nya tanpa syarat, tanpa memperhitungkan untuk dan ruginya. Juga memperhitungkan seberapa besar biayanya. Yesus menyelamatkan kita dengan harga yang sangat mahal. Itulah cinta-Nya pada kita. Seberapa besar biaya yang kita keluarkan untuk menyatakan cinta kita pada-Nya, tidak akan pernah sebanding dengan cinta-Nya kepada kita. Mari mencintai-Nya dengan segenap hati dan jiwa, serta kekuatan kita.

TIDAK ADA YANG TERLALU MAHAL UNTUK SEBUAH CINTA

Renungan Pagi

0 comments:

Post a Comment