Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

04 June 2008

Apakah Kita Masih Membutuhkan Tuhan?

Kita ingin kehadiran Tuhan dalam saat-saat kita sedang sakit. Dan tentu dalam suatu pemakaman. Namun, kita tidak ada waktu atau ruang untuk Dia, selagi kita masih sibuk bekerja. Karena itulah bagian dari hidup kita, kita mengira dapat menanganinya sendiri.

Aku berharap Tuhan mengampuniku untuk dugaan bahwa ada waktu atau tempat, dimana Ia tidak merupakan yang PERTAMA di dalam hidup kita. Kita harus senantiasa mempunyai waktu untuk MENGINGAT segala sesuatu yang Tuhan telah lakukan untuk kita.

Dan bila kita merasa malu akan hal ini. Maka Yesus berkata, “Bila kamu malu terhadap Aku, Akupun akan malu akan kamu di depan BapaKu di Sorga. Kamu tidak malu??

Bila memang demikian, saksikanlah hal ini kepada orang lain, BILA KAMU MEMANG SUNGGUH SUNGGUH!

Ya, aku benar-benar mengasihi Tuhan

Ia adalah sumber dari keberadaanku dan Juru Selamatku. Ia memeliharaku hari lepas hari. Tanpa Dia, aku bukan apa-apa.

Namun dengan Kristus, Ia akan memberiku kekuatan (Fil.4:13)


Jerry Sanger

Berjuang Sampai Akhir

Nats : Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman (2 Timotius 4:7)

Bacaan : 2 Timotius 4:1-8

Zoe Koplowitz, wanita berusia 59 tahun, setiap tahun mengikuti lomba lari maraton di New York. Ia selalu menjadi peserta terakhir yang tiba di finis. Tahun lalu, juara pertama mencatat waktu 2 jam 9 menit. Zoe?

28 jam 45 menit! Harap maklum; Zoe lumpuh sejak 30 tahun lalu. Ia hanya bisa berjalan tertatih dengan dua tongkat penyangganya. Zoe ikut lomba bukan untuk menjadi juara. Ia ingin membuktikan bahwa kelumpuhan tak membuatnya berhenti berjuang. Buktinya? Walau susah payah, ia selalu mencapai finis!

Hidup kristiani ibarat lomba lari. Kita harus memelihara iman sampai akhir. Di akhir hidupnya, Paulus berkata mantap bahwa ia telah berhasil mencapai garis akhir. Apa rahasianya? Kepada Timotius, penerusnya, Paulus menekankan perlunya 3 hal: penguasaan diri, kesabaran menderita, dan ketekunan menjalankan panggilan Tuhan dalam situasi dan kondisi apa pun (ayat 5). Ibarat lomba lari, semua atlet bersemangat ketika berangkat dari titik start. Titik kritis terjadi saat masalah menghadang. Kelelahan, kepanasan, dan kehausan menggoda untuk berhenti. Hanya mereka yang terus berjuang sambil sabar menanggung ketidaknyamanan, akan tiba di garis akhir.

Dalam lomba lari iman bisa jadi banyak masalah menghadang,sehingga mengikut Yesus tak lagi gampang. Godaan dunia begitu memikat. Tawaran untuk menikmati kesuksesan semu atau memuaskan nafsu bisa membuat Anda keluar jalur. Penyakit atau persoalan hidup juga dapat membuat Anda putus asa dan ingin berhenti. Ingatlah pesan Paulus. Tetap berjuang, bertahanlah sampai akhir. Jangan sampai kehilangan mahkota kebenaran kekal, hanya karena lalai berjuang dalam hidup yang singkat ini —JTI

UNTUK MENJADI PEMENANG YANG PALING DIBUTUHKAN IALAH SEMANGAT JUANG


SABDA.org

Live in Integrity

Today's Scripture

A good name is rather to be chosen than great riches…” (Proverbs 22:1).

Today's Word from Joel and Victoria

What do people think when they hear your name? Do they think, “Oh that person is always so trustworthy and faithful; they always do the right thing.” Or do they think, “Watch out for that person. You never know what they’re going to do.” You might say, “Oh I’m a pretty good person. I do the right thing most of the time.” But understand; it’s the little foxes that spoil the vine. You can veer off course just a little bit, and before you know it, you’re miles away from your destination. Don’t allow the little things to keep you from your destiny. Choose integrity—even when no one is looking. For instance, you might need some paper at home, but you shouldn’t take supplies from the office. Or you might be running into a store for just a minute, but don’t park in the handicap parking spot unless you’re supposed to. Sure, you might need a few extra bucks this week, but if the check-out clerk makes a mistake and gives you back too much money, that’s not God’s provision, that’s a test of integrity. If you’ll be faithful and choose integrity in the little things, it will be a great treasure in your life. God will pour out His blessing on you as you honor Him all the days of your life.

A Prayer for Today

Father God, today I commit to live a life of integrity. I choose a life of excellence and ask for Your hand of favor. Show me any area that is not pleasing to You so that I can continue to grow and increase in You. In Jesus’ Name. Amen.


Joel Osteen Ministries

03 June 2008

Chatting Dengan Tuhan

Connecting to Heaven & Earth Messenger...

Sign in.....

TUHAN : Kamu memanggilKu?

AKU : Memanggilmu? Tidak.. Ini siapa ya?

TUHAN : Ini TUHAN. Aku mendengar doamu. Jadi Aku ingin berbincang-bincang denganmu.

AKU : Ya, saya memang sering berdoa, hanya agar saya merasa lebih baik. Tapi sekarang saya sedang sibuk, sangat sibuk.

TUHAN : Sedang sibuk apa? Semut juga sibuk.

AKU : Nggak tau ya. Yang pasti saya tidak punya waktu luang sedikitpun. Hidup jadi seperti diburu-buru. Setiap waktu telah menjadi waktu sibuk.

TUHAN : Benar sekali. Aktivitas memberimu kesibukan. Tapi produktivitas memberimu hasil. Aktivitas memakan waktu, produktivitas membebaskan waktu.

AKU : Saya mengerti itu. Tapi saya tetap tidak dapat menghindarinya. Sebenarnya, saya tidak mengharapkan Tuhan mengajakku chatting seperti ini.

TUHAN : Aku ingin memecahkan masalahmu dengan waktu, dengan memberimu
beberapa petunjuk. Di era internet ini, Aku ingin menggunakan medium yang lebih nyaman untukmu daripada mimpi, misalnya.

AKU : OKE, sekarang beritahu saya, mengapa hidup jadi begitu rumit?

TUHAN : Berhentilah menganalisa hidup. Jalani saja. Analisalah yang membuatnya jadi rumit.

AKU : Kalau begitu mengapa kami manusia tidak pernah merasa senang?

TUHAN : Hari ini adalah hari esok yang kamu khawatirkan kemarin. Kamu merasa khawatir karena kamu menganalisa. Merasa khawatir menjadi kebiasaanmu. Karena itulah kamu tidak pernah merasa senang.

AKU : Tapi bagaimana mungkin kita tidak khawatir jika ada begitu banyak ketidakpastian.

TUHAN : Ketidakpastian itu tidak bisa dihindari. Tapi kekhawatiran adalah sebuah pilihan.

AKU : Tapi, begitu banyak rasa sakit karena ketidakpastian.

TUHAN : Rasa sakit tidak bisa dihindari, tetapi penderitaan adalah sebuah pilihan.

AKU : Jika penderitaan itu pilihan, mengapa orang baik selalu menderita?

TUHAN : Intan tidak dapat diasah tanpa gesekan. Emas tidak dapat dimurnikan tanpa api. orang baik melewati rintangan, tanpa menderita. Dengan pengalaman itu, hidup mereka menjadi lebih baik, bukan sebaliknya.

AKU : Maksudnya pengalaman pahit itu berguna?

TUHAN : Ya. Dari segala sisi, pengalaman adalah guru yang keras. Guru pengalaman memberi ujian dulu, baru pemahamannya.

AKU : Tetapi, mengapa kami harus melalui semua ujian itu? Mengapa kami tidak dapat hidup bebas dari masalah?

TUHAN : Masalah adalah rintangan yang ditujukan untuk meningkatkan kekuatan mental. Kekuatan dari dalam diri bisa keluar melalui perjuangan dan rintangan, bukan dari berleha-leha.

AKU : Sejujurnya, di tengah segala persoalan ini, kami tidak tahu kemana harus melangkah.

TUHAN : Jika kamu melihat ke luar, maka kamu tidak akan tahu kemana kamu melangkah. Lihatlah ke dalam. Melihat ke luar, kamu bermimpi. Melihat ke dalam, kamu terjaga. Mata memberimu penglihatan. Hati memberimu arah.

AKU : Kadang-kadang ketidakberhasilan membuatku menderita. Apa yang dapat saya lakukan?

TUHAN : Keberhasilan adalah ukuran yang dibuat oleh orang lain. Kepuasan adalah ukuran yang dibuat olehmu sendiri. Mengetahui tujuan perjalanan akan terasa lebih memuaskan daripada mengetahui bahwa kau sedang berjalan. Bekerjalah dengan kompas, biarkan orang lain berkejaran dengan waktu.

AKU : Di dalam saat-saat sulit, bagaimana saya bisa tetap termotivasi?

TUHAN : Selalulah melihat sudah berapa jauh saya berjalan, daripada masih berapa jauh saya harus berjalan. Selalu hitung yang harus kau syukuri, jangan hitung apa yang tidak kau peroleh.

AKU : Apa yang menarik dari manusia?

TUHAN : Jika menderita, mereka bertanya "Mengapa harus aku?". Jika mereka bahagia, tidak ada yang pernah bertanya "Mengapa harus aku?"

AKU : Kadangkala saya bertanya, siapa saya, mengapa saya di sini?

TUHAN : Jangan mencari siapa kamu, tapi tentukanlah ingin menjadi apa kamu.
Berhentilah mencari mengapa saya di sini. Ciptakan tujuan itu. Hidup bukanlah proses pencarian, tapi sebuah proses penciptaan.

AKU : Bagaimana saya bisa mendapatkan yang terbaik dalam hidup ini?

TUHAN : Hadapilah masa lalumu tanpa penyesalan. Peganglah saat ini dengan keyakinan. Siapkan masa depan tanpa rasa takut.

AKU : Pertanyaan terakhir, Tuhan. Seringkali saya merasa doa-doaku tidak dijawab.

TUHAN : Tidak ada doa yang tidak dijawab. Seringkali jawabannya adalah TIDAK.

AKU : Terima kasih Tuhan atas chatting yang indah ini.

TUHAN : Oke. Teguhlah dalam iman, dan buanglah rasa takut. Hidup adalah misteri untuk dipecahkan, bukan masalah untuk diselesaikan. Percayalah padaKu. Hidup itu indah jika kamu tahu cara untuk hidup.

TUHAN has signed out...

HAVE A BLESSED DAY!!!

Tumor Payudara

(Karisma - Bandung)

Mama saya terkena penyakit tumor payudara dan dokter langsung mengatakan kalau penyakit itu harus segera dioperasi besok. Sepulang dari rumah sakit mama saya menangis terus menerus, saya juga jadi serba salah.

Kejadian itu hari sabtu. Dan besoknya saya bertanya, "Ma, minggu ini mau ke gereja tidak?"

Mama bilang, "Mau, mama percaya sama Tuhan kog, apalagi minggu itu ada perjamuan kudus". (minggu kedua bulan Februari 2001)

Sebelumnya mama sudah menyiapkan botol kecil untuk minta anggur perjamuan kudus agar bisa dioleskan di payudaranya, saya dan keluarga memang orang kristen walaupun bukan seorang pelayan Tuhan yang baik.

Sejak umur 3 tahun saya menjadi seorang kristen yang biasa-biasa saja. Memang dulu saya pernah menjadi guru sekolah minggu tapi karena kemudian kelas 2 SMA saya pindah sekolah karena sesuatu hal maka saya berhenti melayani Tuhan. Saya hanya pergi ke gereja setiap minggu di Bandung bersama Mama dan kadang adik saya 2 orang.

Tapi minggu itu saya benar benar tergerak supaya mama saya bisa didoakan oleh pendeta. Dan pendeta itu mendoakan & tumpang tangan atas mama saya. Setiap malam mama berdoa dan menangis, saya kasihan melihatnya, saya takut mama banyak berpikir kemudian darah tingginya naik.

Mamah saya baru berumur 45 tahun sedangkan darahnya 220/120 itu sangat tinggi sekali untuk seorang wanita. Saya berpikir kita sebagai manusia memang harus berdoa tapi kita juga harus berusaha karena dokter itu juga dipakai Tuhan untuk melakukan banyak hal, saya anjurkan mama supaya ke dokter lagi. Walaupun dengan tubuh yang menggigil karena takut ke dokter akhirnya mamah pergi juga dengan diantar papa.

Setelah itu dokter yang ke 2 ini mengatakan kalau mama harus di check-up tapi mamah enggak mau dan besoknya mamah malah pergi ke Sinshe dengan diantar papa untuk minta obat dan di tusuk jarum.

Hari selasa 20.02.2001, sedangkan saya sendiri seorang staff di sebuah toko buku sebagai adm selalu minta tanda tangan store manager untuk menandatanganin laporan saya, kebetulan waktu itu saya minta tanda tangannya sore dan saya langsung simpan di meja boss saya dengan menginggatkan supaya besok pagi sudah selesai.

Paginya laporan yang sudah ditandatangani saya ambil dari mejanya dan saya bawa keruangan saya untuk dirapikan, ternyata ada selembar kertas yang tertulis akan diadakan KKR di Istana Muara (Bandung) saya hanya lipat kertas itu dan memasukan ke tas saya karena saya pikir lumayan buat kipas kipas di angkutan kota nanti.

Dan sesudah pulang kerumah saya buka tas itu dan ingat akan kertas KKR Kesembuhan Ilahi oleh pendeta Alex Iranata kemudian saya berikan pada mama. Itu awalnya.

Dan kemarin kamis 22 Februari 2001 mamah saya ikut KKR itu bersama adik saya yang nomor 3 saat itu didepan mimbar ratusan orang yang minta didoakan tapi pendeta tersebut mengatakan bahwa ada seorang ibu muda yang ada benjolan di dadanya dan saya minta ibu maju. Mama saya bilang seperti ada yang menuntun untuk maju ke depan banyak orang. Mama naik keatas mimbar dan didoakan dan apa yang terjadi? Oh, puji Tuhan mama saya sembuh. Mama saya sembuh, benjolan di Payudaranya sebesar kentang hilang. Bukankan itu semua karya Tuhan? Banyak orang disembuhkan. Yang lumpuh bisa berjalan bahkan menggendong kursi rodanya, yang buta bisa melihat, yang tuli bisa mendengar, sungguh karya Tuhan indah.

Doa kita tidak dijawab secepat yang kita inginkan tapi jawaban Tuhan selalu tepat pada waktunya. Amien.

Semoga kesaksian ini bisa membawa berkat bagi semua dan memperkuat iman percaya kita. Satu lagi yang indah, mama saya akan dibaptis bulan ini. Dan papa yang berlatar belakang kepercayaan lain yang kuat mau pergi ke gereja. Itu mujizat Tuhan karena dibalik kesedihan, kesusahan ada sesuatu yang indah bahkan begitu indah sudah Tuhan siapkan buat kita agar kita selalu menerima yang terbaik. Karena Tuhan sayang pada kita dan mengasihi kita

H A L E L U Y A.. Tuhan Memberkati...

Penebang Kayu

Suatu ketika, hiduplah seorang penebang kayu muda. Dia tinggal bersama seorang istri yang baik. Setiap hari, penebang ini pergi ke hutan, dan menebang setiap pohon yang layak untuk dipotong, lalu menjualnya ke kota.

Pada suatu pagi, si Penebang berkata pada istrinya, "Bu, aku akan menebang 10 pohon hari ini. Aku merasa, aku masih kuat untuk itu semua." Sang istri merasa senang. Ia pun lalu melepas kepergian suaminya ke hutan. Betul saja, di senja hari, Penebang itu kembali dengan membawa uang hasil penjualan 10 pohon.

Hal itu terus berlaku dari hari ke hari. Pagi-pagi sekali, Penebang muda itu selalu bergegas pergi untuk menebang pohon. Namun, lama kemudian, hasil di dapat dirasakan makin menurun.

Minggu berikutnya, si penebang hanya mampu menghasilkan 8 pohon. Lalu 6 pohon di minggu berikutnya. Sampai akhirnya si penebang muda ini cuma mampu menebang 3 pohon.

"Ah, mengapa ini semua terjadi. Bukankan aku masih muda dan kuat?", keluh si Penebang, "Untuk orang seusiaku, pasti, akan ada lebih banyak pohon yang dapat ditebang."

Sang istri hanya mendengarkan. "Hmm...atau apakah aku sudah mulai tua?", keluhnya lagi.

Istrinya yang semula diam, mulai angkat bicara. "Suamiku, engkau memang masih muda, dan ya, aku yakin, engkau bisa menebang lebih banyak lagi. "Namun, engkau juga harus ingat, engkau harus mengasah kapak-kapakmu sebelum pergi bekerja. Sia-sialah semua tenagamu, kalau kau hanya punya kapak yang tumpul.

"Suamiku, kita tak dapat selalu berharap hasil tebangan yang banyak, kalau kita selalu lupa untuk mengasah kapak yang kita miliki."


***) Teman, kita, adalah juga si penebang muda tadi. Terlalu sering kita berharap, untuk mendapatkan banyak hasil, tanpa berusaha melihat ke dalam diri kita. Terlalu sering kita bermohon kepada Allah, untuk mendapatkan pahala dan imbalan yang sesuai, namun, dengan kualitas ibadah yang minim sekali.

Kerapkali, cuma sedikit waktu yang kita berikan untuk mengasah keimanan kita, dengan harapan pahala yang berlimpah. Kita sering lupa, untuk mengasah semuanya. Padahal disekeliling kita, ada banyak sekali hal bisa dijadikan pengasah batin dan iman kita. Kebajikan-kebajikan sosial, adalah salah satunya.

Dan teman, teruslah memberikan hikmah kita pada orang sekitar. Sebab, bukankah keharuman bunga akan selalu semerbak, pada tangan-tangan yang sering memberikan bunga?

Seek Him

Today's Scripture

Seek Me and live” (Amos 5:4).

Today's Word from Joel and Victoria

The Bible tells us that Jesus came to give us abundant life. Not only did He come to give you life in eternity, but He desires that you experience abundant life here on earth. He wants your relationships to be vibrant and alive. He wants your dreams to be alive. He wants your body, heart, and mind to be alive and full of vitality. God is the source of all life and when you seek Him, you will find Him, and the result will be everlasting life. Are there areas in your life that need to be resurrected? Are there dreams that you’ve put on the back burner that you need to revive again? Do you need hope or faith for something today? Seek God and allow Him to breathe His life into you. Seek Him with your dreams; seek Him with your plans. Seek Him in all things, and you will find His abundant life, and everything you set your hand to will prosper in Jesus’ Name.

A Prayer for Today

Heavenly Father, thank You for sending Your Son Jesus so that I can have abundant life, both now and in eternity. I humbly come before You, giving You all that I am and ask for Your hand of blessing and guidance in everything I do. In Jesus’ Name. Amen.


Joel Osteen Ministries

God Warrior’s

Bahan Renungan : I Tawarikh 10:10–14

Renungan :
Ketika Daud berada di daerah Pas-Damim, ia bersama para pahlawannya, para pahlawannya pergi berperang melawan orang Filistin yang siap berperang sedangkan pasukan yang lainnya mengundurkan diri. Hanya ada tiga orang yang maju berperang melawan orang Filistin untuk mempertahankan ladang itu. Tuhan memberikan kemenangan yang besar atas mereka.

Demikian juga dengan kita, saat ini Tuhan sedang menempatkan kita di kota-kota yang ada di Indonesia, Tuhan membutuhkan perwira–perwira Allah yang mau berjuang untuk mempertahankan kota. Tuhan inginkan agar rencanaNya jadi atas kota ini. Saat ini kita harus melihat pahlawannya Daud, mereka mau berjuang dan pergi ke daerah musuh untuk mendapatkan air dari perigi Betlehem. Pahlawannya Daud rela pergi menerobos perkemahannya orang Filistin untuk mendapatkan air di perigi Betlehem. Maukah kita mengikuti teladan para pahlawan Daud, kita harus mengikuti apa yang Tuhan mau kita lakukan untuk kota kita.

Saudara–saudara marilah kita berdoa untuk rencana Tuhan atas kota kita bisa terjadi. Maju terus para pahlawan Tuhan, mari kita bekerja sama untuk menjadi agen Tuhan atas kota-kota kita. Persiapkanlah diri kita untuk menyambut Kegerakan Allah di atas Kota. Marilah kita bersyukur kepada Tuhan, bahwa Tuhan pasti menggenapi janjiNya, Ia akan memberikan kemenangan yang besar bagi kita, Tuhan akan mengirimkan kekayaan bangsa–bangsa atas kita sehingga tidak ada kemiskinan lagi diantara kita. Tuhan akan memberikan Yusuf–Yusuf yang akan mengelola kekayaan yang Tuhan berikan agar dapat dikelola dengan baik dan dapat bermanfaat bagi Kerajaan Surga.


Tuhan Allahmu ada diantaramu sebagai Pahlawan yang memberi Kemenangan (Zefanya 3:17). Itulah janji Tuhan untuk anak – anakNya di Indonesia.

Cirebon, 26 Mei 2008

Oleh : Joshua Ivan S

02 June 2008

Jalan Dengan Keong

Tuhan memberiku sebuah tugas, yaitu membawa keong jalan-jalan. Aku tak dapat jalan terlalu cepat, keong sudah berusaha keras merangkak, setiap kali hanya beralih sedemikian sedikit

Aku mendesak, menghardik, memarahinya, keong memandangku dengan pandangan meminta-maaf, serasa berkata, "Aku sudah berusaha dengan segenap tenaga!"

Aku menariknya, menyeret, bahkan menendangnya, keong terluka. Ia mengucurkan keringat, nafas tersengal-sengal, merangkak ke depan. Sungguh aneh, mengapa Tuhan memintaku mengajak seekor keong berjalan-jalan.

Ya Tuhan! Mengapa? Langit sunyi-senyap

Biarkan saja keong merangkak didepan, aku kesal dibelakang.

Pelankan langkah, tenangkan hati....


Oh? Tiba-tiba tercium aroma bunga, ternyata ini adalah sebuah taman bunga. Aku rasakan hembusan sepoi angin, ternyata angin malam demikian lembut. Ada lagi! Aku dengar suara kicau burung, suara dengung cacing. Aku lihat langit penuh bintang cemerlang. Oh? Mengapa dulu tidak rasakan semua ini? Barulah aku teringat, mungkin aku telah salah menduga!

Ternyata Tuhan meminta keong menuntunku jalan-jalan sehingga aku dapat mamahami dan merasakan keindahan taman ini yang tak pernah kualami kalo aku berjalan sendiri dengan cepatnya.

"He/she's here and with me for a reason"

Sangkot Manurung

Setahun yang lalu, saya bertemu dengan pemuda yang namanya Sangkot Manurung, waktu itu ada KKR GBI Bethany, dia memperkenalkan dirinya kepada saya, yang ternyata dia masih pengangguran. Kebetulan sekali ada lowongan di Departement tempat saya bekerja dan saya coba bantu, Puji Tuhan, dia diterima.

Setelah dia bekerja, saya sering mengajaknya ikut kebaktian. Dan saya melihat dia memiliki kerinduan yang dalam untuk mengasihi Tuhan, dia bertobat dan mengalami banyak perubahan dalam sikap dan prilaku. Mungkin karena keterbatasan waktu saya dengan dia, saya tidak bisa maksimal membimbingnya (memuridkan) untuk belajar firman Tuhan. Hanya kalau dia ada masalah selalu datang kepada saya, akhirnya dia berjemaat di Gereja ****.

Pernah suatu kali dia cerita bahwa dia membawa jimat dari Medan, dan diam-diam dia buang jimat tersebut tanpa melalui doa pelepasan, dan menurut dia waktu dibuka ada sesuatu yang masuk dari kain pembungkus jimat tersebut. Memang tidak ada pengaruh langsung dalam kehidupannya waktu itu.

Selanjutnya dia sharing dengan saya tentang perilaku stafnya yang sering menyuruhnya memijat, biasanya sehabis memijat stafnya langsung sholat dan itu membuat badan Sangkot capek dan lemas, setelah saya selidiki ternyata stafnya pelatih ilmu tenaga dalam, jadi menurut orang ada kemungkinan waktu dia memijat, tenaga Sangkot diserap. Saya sudah panggil Stafnya untuk tidak mengulanginya karena jelas sudah menyalahi aturan kerja. Ternyata kejadian ulang ini terulang kembali, yang akhirnya saya tahu dia lakukan dengan terpaksa dan dibawah intimidasi.

Akibatnya dia mengalami depressi berat, dan sudah ada gejala kelainan jiwa. Saya berpikir mungkinkah ada korelasi dari dua kejadian yang dialaminya? Karena setiap kali bicara dia bilang saya diancam dan mau dibunuh oleh Pak Sugeng (nama Stafnya), yang sangat mengherankan dia bicara kasar kepada saya, hanya karena saya tidak bisa mengantarnya ke Sekretariat GBI Bethany Jambi untuk didoakan (Mungkin juga karena tidak ada kenalannya di Sekretariat), kebetulan waktu itu saya sibuk karena banyak pekerjaan. Dan saya sarankan dia pergi sendiri. Ternyata sehari sebelumnya dia sudah konseling dengan salah seorang Worship Leader, dan menurut WL tersebut ada roh maut mau merebutnya.

Saya ambil kesimpulan untuk segera minta dia doa pelepasan, dan tentunya saya tidak bisa lakukan sendiri karena perlu pelayanan khusus untuknya. Dan saya juga telah mengurus surat cutinya agar dia lebih banyak waktu untuk istirahat.

Hanya berselang 1 jam setelah kami bicara pada tanggal 15 November 2001 saya dapat khabar dia bunuh diri dan melompat ke Sungai Batang Hari, tetapi tidak sampai meninggal. Saya percaya karena belum waktunya, Tuhan menolongnya lewat orang-orang yang kebetulan sedang habis mengubur orang yg baru meninggal dekat pinggir sungai. Mereka memanggilnya karena sudah berada ditengah Sungai yang cukup besar, dan entah bagaimana proses penyelamatannya saya kurang tahu persis.

Saya dipanggil Aparat, karena dari pengakuan dia hanya saya yang dapat menolongnya dan mengerti isi hatinya, mungkin juga karena kedekatan saya selama ini, saya pun berangkat menjemputnya. Setelah bertemu kami berpelukan dan menangis, karena saya tidak menduga dia akan seperti itu. Padahal dia saya berangkatkan untuk pergi didoakan, tetapi dalam perjalanan dia melompat dari motor yang ditumpanginya dan melakukan hal yang sangat tidak berkenan dihadapan Tuhan. Saya tahu dia lakukan dengan tidak sadar.

Setelah saya bawa ke Klinik Perusahaan, belum juga ada perubahan yang berarti, akhirnya keluarganya memutuskan untuk membawanya pulang ke Medan. Ternyata setelah dirundingkan dia dibawa ke Gereja tempat dia berjemaat untuk doa pelepasan, dan disana dia dilayani ± 4 hari. Saya pergi mengunjunginya dan tidak pernah ketemu. Saya dapat khabar roh maut yang ada dalam tubuhnya semakin kuat dan nampaknya dia semakin parah, dia berusaha bunuh diri lagi, setelah melarikan diri dari pelayanan Gereja tersebut. Akhirnya atas rujukan perusahaan dia dibawa ke Rumah Sakit Jiwa.

Singkat cerita, pada hari Minggu tanggal 25 November 2001, saya beserta teman sepelayanan disini berkunjung ke RSJ, kami bersehati berdoa dan naikkan pujian penyembahan bagi DIA YESUS, kami minta belas kasihan Tuhan turun atas dia. Sambil tumpang tangan saya minta Urapan Raja (Otoritas) turun, saya suruh salah seorang memeluknya penuh kasih, kami arahkan tangan kami kepada dia, kurang lebih ± 30 menit, kami terus berdoa, kami rasakan hadirat Tuhan sangat kuat diruangan itu dan banyak orang bahkan petugas RSJ datang melihat kami. Roh Kudus yang menuntun saya untuk berdoa dan saya minta Api Roh Kudus membakar setiap roh-roh jahat yang ada dihati, pikiran dan tubuhnya. Sampai saya berdoa seperti ini, "Dengar ini hai iblis, roh maut, roh yang membelenggu anak ini.. dengar.. dengar ini.. dengarrrr.. engkau tidak ada tempat dalam tubuh, hati dan pikiran anak ini, sekarang kami usir engkau didalam nama Yesus, bilur-bilur kasih Yesus yang akan menyembuhkan."

Setelah itu Sangkotnya muntah, hal ini menambah iman percaya kami, terus kami perangi iblis itu. Dan terakhir saya ajak naikkan pujian yang lemah dikuatkan, yang miskin diperkaya, yang sakit disembuhkan. dst. Kami akhiri kunjungan kami dengan penuh sukacita dan kami sarankan juga agar dia tidur.

Waktu kami pulang ternyata dari pihak RSJ keberatan dengan acara kami, mereka bilang mengganggu, tetapi setelah saya jelaskan dan merendahkan diri minta maaf, akhir mereka bisa terima, ini juga karena kebaikan Tuhan melembutkan hati petugas RSJ.

Setelah hari Selasa kemarin, saya ingin sekali membagikan hal ini kepada Saudara/i di milis BOF dan RTM untuk bantu mendoakan, tetapi tidak kesampaian karena kesibukan di Kantor. Setelah saya pulang Kantor, ada keluarga Sangkot menjemput saya, dia tidak cerita apa-apa, dia hanya mengajak saya kerumahnya, sungguh saya tidak menyangka Sangkotnya telah pulih dan Senin kemarin sudah diizinkan pulang dan dapat bekerja seperti biasa. Saya bersorak memuji kebesaran Tuhan Yesus, saya menangis, sebab Tuhan kita sangat ajaib, saya baru melihat muzijat Tuhan yang luar biasa terjadi, tak henti-hentinya saya mengucap syukur atas kesembuhan yang Sangkot alami. Saya khabarkan berita ini kepada teman yang lain, kami penuh sukacita, dan malam tadi ketika kami mau audisi, Sangkot sudah bisa ikut, hanya saya sarankan untuk istirahat dulu.

Saudara/i saya yang saya kasihi dalam Tuhan Yesus, inilah saatnya Tuhan memakai setiap kita untuk melakukan perkara ajaib, saya pribadi belum pernah mendoakan yang seperti ini, kami telah memperkenalkan Kuasa Tuhan Yesus kepada banyak orang di Rumah Sakit Jiwa, kita doakan agar hal tersebut membawa pertobatan bagi mereka yang mendengarnya.

Sekian kesaksian saya, kiranya menjadi berkat buat kita semua. GBU.

Humor : Air Panas

Sampai dengan hari Senin, kakinya belum juga sembuh. Akhirnya dia memutuskan untuk memanggil dokter. Dokter itu berkata supaya dia merendam kakinya dalam air panas. Tapi ternyata kakinya malah bertambah parah.

Pelayannya yang kasihan melihat tuannya kesakitan berkata, "Saya tidak tahu apa-apa mengenai pengobatan, Tuan, aku hanya seorang pelayan, tapi aku selalu berpikir kalau lebih baik kaki Anda direndam dengan air dingin."

Pengusaha itu melakukan apa yang disarankan pelayannya. Dan berhasil! Dia hampir tidak merasakan lagi rasa sakit di kakinya. Pada hari Selasa pengusaha itu memanggil kembali dokternya untuk protes.

"Katakan padaku, Anda ini sebenarnya dokter macam apa sih? Kau menyuruhku untuk merendam kaki di air panas dan hasilnya kakiku tambah parah sakitnya. Tapi begitu pelayanku menyarankan agar kakiku direndam dalam air dingin, kakiku malah sembuh!"

"Oh ya?" tanya si dokter, "Aku tidak mengerti -- pelayanku bilang kalau kaki keseleo itu harus direndam dalam air panas."