Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

14 October 2011

Menyiapkan Pengganti

Bacaan Setahun : Zakharia 13-14

Nats : ... Yesus telah tahu bahwa saat-Nya sudah tiba untuk pergi dari dunia ini kepada Bapa (Yohanes 13:1)

Bacaan : Yohanes 13:1-5

John Stott, seorang hamba Tuhan danpenulis kristiani ternama, meninggal dunia pada 27 Juli 2011, dalam usia 90 tahun. Sebagai penginjil yang sangat bersemangat, John Stott telah mengajar banyak orang untuk sungguh-sungguh mengasihi sang Juru Selamat, juga mendukung Gereja Tuhan di seluruh dunia. Yang menarik, pemimpin John Stott Ministries sekarang, Benjamin Homan, mengatakan bahwa institusi mereka telah siap melanjutkan pelayanan apabila John Stott meninggal, sejak 15 tahun sebelumnya. "Saya pikir ia hendak memberi teladan bagi para pemimpin lembaga pelayanan, tentang meneruskan kepemimpinan kepada pemimpin-pemimpin baru, " demikian papar Homan.

Rupanya John Stott mengikuti jejak Yesus, junjungan hidupnya. Yesus tahu, tidak untuk seterusnya Dia akan mendampingi murid-murid. Suatu saat Dia mesti meninggalkan mereka. Itu sebabnya, Yesus banyak menyiapkan mereka untuk melanjutkan pelayanan. Tanpa kenal lelah, Yesus banyak sekali mengajar dan menjelaskan firman secara khusus kepada murid-murid-Nya. Dia juga tak henti memberi teladan lewat banyak peristiwa dan pengalaman. Bahkan pada saat-saat terakhir Dia hendak kembali kepada Bapa, Yesus terus memberi pesan: Dia membasuh kaki murid-murid-Nya, agar kelak mereka menjadi pemimpin yang rendah hati serta sedia melayani.

Ini mengingatkan kita semua: setiap pelayanan yang kita pegang dan tekuni saat ini, perlu diteruskan. Karena tak selamanya kita dapat mengampunya, mari segera cari penerus yang akan melanjutkan perjuangan. Titipkan pelayanan yang telah ditekuni dengan cinta, agar diteruskan untuk memuliakan-Nya --AW

APABILA SEBUAH PELAYANAN TELAH DIPERCAYAKAN
TUHAN RINDU PELAYANAN ITU DAPAT SELALU DITERUSKAN

Sabda.org

13 October 2011

Monyet Di Pucuk Pohon Kelapa

Sahabat, ada cerita seekor monyet sedang nangkring di pucuk pohon kelapa. Dia nggak sadar lagi diintip sama tiga angin gede. Angin Topan, Tornado sama Bahorok. Tiga angin itu rupanya pada ngomongin, siapa yang bisa paling cepet jatuhin si monyet dari pohon kelapa.

Angin Topan bilang, dia cuma perlu waktu 45 detik. Angin Tornado nggak mau kalah, 30 detik. Angin Bahorok senyum ngeledek, 15 detik juga jatuh tuh monyet.
Akhirnya satu persatu ketiga angin itu maju.

Angin TOPAN duluan, dia tiup sekenceng-kencengnya, Wuuusss… Merasa ada angin gede datang, si monyet langsung megang batang pohon kelapa. Dia pegang sekuat-kuatmya. Beberapa menit lewat, nggak jatuh-jatuh tuh monyet. Angin Topan pun nyerah.

Giliran Angin TORNADO. Wuuusss… Wuuusss… Dia tiup sekenceng-kencengnya. Ngga jatuh juga tuh monyet. Angin Tornado nyerah.

Terakhir, Angin BAHOROK. Lebih kenceng lagi dia tiup. Wuuuss… Wuuuss… Wuuuss… Si monyet malah makin kenceng pegangannya. Nggak jatuh-jatuh.

Ketiga angin gede itu akhirnya ngakuin, si monyet memang jagoan. Tangguh. Daya tahannya luar biasa. Ngga lama, datang angin Sepoi-Sepoi. Dia bilang mau ikutan jatuhin si monyet. Diketawain sama tiga angin itu. Yang gede aja nggak bisa, apalagi yang kecil.

Nggak banyak omong, Angin SEPOI-SEPOI langsung niup ubun-ubun si monyet.
Psssss… Enak banget. Adem… Seger… Riyep-riyep matanya si monyet. Nggak lama ketiduran dia. Lepas pegangannya. Jatuh deh tuh si monyet.

Sahabat, dari Kisah diatas hikmah yang bisa kita ambil adalah: Boleh jadi ketika kita Diuji dengan KESUSAHAN… Dicoba dengan Penderitaan… Didera Malapetaka.. Kita kuat bahkan lebih kuat dari sebelumnya.. Tapi jika kita diuji dengan KENIKMATAN.. KESENANGAN.. KELIMPAHAN.. jangan sampai kita terlena... Kita mesti tetap hati-hati...

Menjaga Objektivitas

Bacaan Setahun : Zakharia 10-12

Nats : Yonatan berkata kepada Daud: "Apa pun kehendak hatimu, aku akan melakukannya bagimu" (1 Samuel 20:4)

Bacaan : 1 Samuel 20:1-9

Ketika menjalani perkuliahan di jurusan komunikasi, ada sebuah kata yang selalu diulang oleh dosen saya di kelas: objektivitas. Objektivitas adalah salah satu prinsip terpenting untuk para calon awak media. Ketika berbincang dengan rekan dari jurusan sains, ternyata prinsip yang sama juga bergema di kelasnya. Menurut sang profesor di sana, objektivitas adalah kunci sukses seorang peneliti. Tampaknya, prinsip objektivitas ini telah menjadi "kaidah kencana" di bidang apa pun.

Suatu kali, Daud mengeluhkan secara terus terang kepada Yonatan, tentang sikap ayahnya Saul. Seiring berjalannya waktu, makin jelas bahwa Saul melihat Daud sebagai ancaman bagi takhtanya. Dari sini kita belajar dari sikap objektif Yonatan. Ia tidak langsung menunjukkan sikap jengkel kepada Daud karena menuduh ayahnya. Sebaliknya, ia juga tidak langsung terprovokasi oleh Daud untuk ikut menjatuhkan Saul.

Dengan prinsip objektivitas dan pengetahuan bahwa Daud berada di pihak yang benar, Yonatan mengajak sahabatnya yang kalut itu untuk mencari jalan terbaik. Akhirnya kita tahu bahwa Yonatan berhasil menyelamatkan nyawa Daud, yang kemudian menjadi raja besar di Israel meski untuk itu ia harus mengorbankan kesempatannya sendiri untuk naik takhta.

Sikap objektif dapat membawa perubahan yang nyata dalam kehidupan ini. Seseorang yang bersikap objektif akan berusaha menempatkan diri dalam posisi yang netral tak berpihak. Dari situ, seseorang dapat memberikan sumbangsih dan solusi positif bagi pergumulan orang-orang di sekitarnya. Tuhan pun disenangkan melaluinya --OLV

KETIKA ANDA MEMUTUSKAN UNTUK BERSIKAP OBJEKTIF
ANDA MEMUTUSKAN UNTUK BERJALAN DALAM KEBENARAN

Sabda.org

12 October 2011

PRT Sayang, PRT Malang

Bacaan Setahun : Zakharia 7-9

Nats : Hai tuan-tuan, berlakulah adil dan jujur terhadap hambamu; ingatlah, kamu juga mempunyai tuan di surga (Kolose 4:1)

Bacaan : Kolose 4:1-6

Beberapa waktu lalu, dibentangkan sebuah serbet raksasa di Bundaran HI, Jakarta. Serbet raksasa itu merupakan bentuk aksi keprihatinan terhadap ketidakadilan yang sering dialami oleh para pekerja rumah tangga (PRT), baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Mereka banyak mengalami perlakuan sewenang-wenang, bahkan kekerasan yang berujung pada kematian. Serbet besar itu hendak mengingatkan warga Jakarta bahwa banyak aktivitas bisa berjalan baik karena jasa para pekerja rumah tangga. Oleh karena itu, pengakuan, penghormatan, dan pemenuhan hak-hak pekerja rumah tangga, harus diperhatikan.

Dalam suratnya kepada jemaat di Kolose, Rasul Paulus juga mengingatkan setiap tuan yang mempunyai hamba agar selalu berlaku adil dan jujur (ayat 1). Berlaku adil dapat berarti memberikan kepada para pekerja apa yang menjadi hak mereka. Tidak memberi beban kerja lebih dari apa yang selayaknya dikerjakan. Jujur dapat diungkapkan dengan tidak mengeksploitasi atau memanfaatkan posisi para pekerja yang lebih lemah untuk kepentingan dan keuntungan pribadi atau perusahaan.

Kita harus selalu ingat bahwa hikmat dan kasih perlu dinyatakan di semua tempat, termasuk di rumah tangga dan lingkungan kerja. Jangan sampai kita dikenal sebagai dermawan di gereja, tetapi memperlakukan pekerja rumah tangga dengan kasar atau memberlakukan kebijakan perusahaan yang menyengsarakan para pekerja kita. Ingatlah, kita pun adalah hamba yang suatu saat kelak harus memberikan pertanggungjawaban kepada Tuhan. Di mata Tuhan, kita dan para pekerja kita setara berharganya --SL

SALING MENGHORMATI, MENGHARGAI, ANTARA TUAN DAN HAMBA
ADALAH BAGIAN DARI IBADAH

Sabda.org

11 October 2011

Impian Walt Disney

Walter Elias Disney dilahirkan di Chicago pada tanggal 5 Desember 1901. Ibunya Flora Call, adalah seorang wanita Jerman. Sedangkan ayahnya Elias Disney, adalah seorang keturunan Irlandia. Kehidupan keluarga Disney berpindah dari satu kota ke kota lain, karena Elias Disney, yang sebenarnya terpesona oleh dunia bisnis, tidak mempunyai kesesuaian diri dengan dunia itu dan seringkali mengalami kegagalan finansial.

Pada tahun 1906, keluarga Disney pindah ke daerah Marceline, Missouri, di tanah pertanian yang baru dibelinya. Walt Disney kecil menyukai kehidupan di daerah barunya tersebut. Selain itu, kehidupan di desa tersebut juga menghidupkan rasa sayangnya kepada binatang-binatang yang hidup di sekitarnya, seperti bebek, tikus, dan anjing. Kelak, ternyata hewan-hewan itulah yang membuat namanya menjulang. Dari sini, Walt Disney menarik pelajaran berharga yang dia terapkan sepanjang hidupnya, yaitu bahwa KEBAHAGIAAN AKAN TIMBUL DALAM DIRI KITA APABILA KITA MELAKUKAN SESUATU YANG BENAR-BENAR KITA SUKAI.

Kehidupan Walt Disney yang bahagia itu teryata hanya bisa dinikmati sesaat saja. Kegagalan panen yang berturut-turut membuat Elias Disney, ayahnya harus menjual ladang pertaniannya dan membeli sebuah perusahaan koran setempat yang kecil. Untuk menghemat biaya pegawai, Elias Disney mempekerjakan Walt Disney dan kakaknya Ray tanpa biaya. Setiap pagi pukul 3.30 dinihari Walt dan Ray sudah harus bangun untuk menunggu kedatangan truk pengangkut. Sesudah itu mereka harus menjalankan tugas harian mengantarkan koran kepada para pelanggan di kota. Kadang-kadang orang menjumpai Walt berjalan dengan kelelahan dan gemetar kedinginan dengan bawaan hampir seberat dua kali berat tubuhnya. Adakalanya cuaca begitu dingin, sehingga Walt harus berjongkok di sudut jalan sekedar untuk menghangatkan diri.

Seringkali Walt berpikir, apakah untuk hidup di dunia ini orang harus bekerja mati-matian sebagai budak dengan upah yang hanya bisa sekedar untuk bertahan hidup? Tidak adakah jalan lain untuk hidup? Bila Walt mengantarkan koran untuk para pelanggannya yang kebanyakan adalah orang kaya di kota, maka Walt juga mulai berpikir mengapa mereka bisa hidup mewah, sementara dirinya hidup serba kekurangan. Hal ini akhirnya melahirkan pelajaran kedua di dalam hidupnya, yaitu bahwa KEHIDUPAN ITU ADALAH SUATU PILIHAN. APAKAH KITA MAU HIDUP KAYA ATAU MISKIN, TERGANTUNG ATAS KEPUTUSAN DAN TINDAKAN KITA SEPENUHNYA SAAT INI.

Apakah Yang Utama?

Bacaan Setahun : Zakharia 4-6

Nats : Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya ... (Matius 6:11)

Bacaan : Filipi 2:1-11

At.mosphere Restaurant adalah restoran tertinggi di dunia karena berada di lantai 122 Burj Khalifa, Dubai (gedung tertinggi dunia dengan ketinggian 800 meter). Menu yang ditawarkan adalah makanan Eropa. Dan, para tamu disarankan memesan sebelumnya, agar pihak restoran bisa menghadirkan pengalaman khusus, yang membuat orang datang kembali. Ya, bagi orang-orang kaya baik di negara kaya, berkembang, maupun miskin makan bukan lagi masalah mengisi perut dengan makanan sehat, tetapi mencari kepuasan dengan makanan bergengsi. Harga tidak menjadi soal.

Saat ini, sebagian besar penduduk dunia masih bergumul dengan "makan apa hari ini". Sedangkan kelas menengah bergumul "makan di mana hari ini". Namun, orang kaya yang hanya 20%, tetapi menguasai 80% kekayaan dunia kerap bergumul "makan siapa hari ini". Kenyataan ini menunjukkan, betapa pentingnya setiap manusia mengalami kebesaran kasih Allah di dalam Kristus (Yohanes 3:16). Agar mereka mengalami hidup yang baru. Yakni hidup yang tidak berpusatkan kepada diri sendiri, tetapi berpusat kepada Allah dan memikirkan kepentingan orang lain juga (Filipi 2:4). Seperti Kristus, yang rela mengesampingkan kepentingan-Nya sendiri, bahkan mengambil rupa manusia dan menjadi hamba. Agar oleh pengurbanan-Nya, Dia dapat memberi hidup baru bagi setiap orang yang mau menerima-Nya dan hidup bagi Allah (1:27-29; 2:5-11).

Mari kita periksa nafsu makan dan semua nafsu hidup kita hari ini; apakah itu untuk memuaskan kedagingan kita atau untuk memuliakan Bapa di surga --SST

APABILA TUHAN DAN SESAMA MENJADI YANG TERUTAMA
TUHAN AKAN MENJADIKAN HIDUP KITA BERGUNA DAN BERMAKNA

Sabda.org

Yesus Yang Terutama

Matius 6:33 : "Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu."

Ini adalah sebuah kisah yang nyata dimana ada seorang seorang pria bernama Kurt Warner. Nama ini mungkin terasa asing bagi Anda, namun coba tanyakan kepada masyarakat Amerika Serikat. Tidak ada satu pun yang tidak mengetahui siapakah dirinya.

rightKurt merupakan olahragawan AS. Ia adalah pemain Football yang aktif sampai saat ini. Berbagai penghargaan telah ia raih dari cabang olahraga favorit masyarakat negara berjulukan "Pam Sam" tersebut. Di tahun 2008 ketika ia membawa timnya, Arizona Cardinals sebagai juara liga Football AS (NFL), di tahun yang sama itu pula Kurt menerima penghargaan Walter Payton NFL Man of the Year Award.

Dalam sebuah wawancaranya dengan sebuah media Kristiani Amerika Serikat, pria berbadan tegap ini membuka rahasia mengenai kesuksesan yang ia raih. Ia katakan bahwa apa yang ia dapatkan selama ini adalah karena ia menempatkan Tuhan sebagai tempat paling pertama di dalam hidupnya. Setiap hari, ia bersama dengan istri dan anak-anaknya mengambil saat teduh dan mempraktikkan apa yang telah mereka baca pada hari itu. Hal itu terus dilakukan oleh Kurt dan keluarga sampai hari ini.

Kita pun bisa mengalami apa yang diterima Kurt dan keluarga. Namun, kuncinya adalah kita harus menjadikan Tuhan sebagai yang paling utama dalam kehidupan kita. Kesuksesan dan kebahagiaan adalah bonus ketika kita setia dan jujur membangun hubungan dengan-Nya.

Ketika Kristus ditempatkan ke posisi semestinya dalam hidup kita maka segala anugerah dan berkat yang Dia curahkan menjadi milik kita.

Jawaban.com

10 October 2011

Terima Kasih Tuhan Yesus

Tuhan Yesus,
Terima kasih jika sampai hari ini

ENGKAU masih memberikan kami pekerjaan.
ENGKAU mengerti akan kebutuhan hidup kami,
dan mencukupkannya melalui berkat - berkat

yang KAU curahkan kepada kami melalui berbagai caraMU,
baik dari gaji yang kami terima

atas pekerjaan yang kami lakukan,

ataupun melalui persembahan kasih dari sesama.
Ajarlah kami Tuhan 'tuk bersyukur

atas semua yang telah KAU berikan ini.
Ingatkan kami juga Tuhan,
untuk dapat menempatkan prioritas hidup kami secara benar,

dan membagi waktu secara seimbang
antara keluarga, pekerjaan, pelayanan,
rekreasi, sosialisasi dengan sesama,

dan berbagai aktifitas lainnya.
Jangan sampai kami menempatkan pekerjaan kami
di atas segalanya, mengejar kekayaan secara berlebihan
dengan mengorbankan hubungan pribadi kami dengan ENGKAU,
dengan keluarga dan sesama.

Kami tidak ingin seperti perumpamaan

yang KAU ajarkan kepada murid - muridMU,

menjadi orang kaya yang mati  sia - sia menumpuk harta.
Bimbinglah kami 'tuk belajar menerapkan
doa Bapa Kami yang KAU ajarkan yaitu
"berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya",

sehingga kami puas dan bersyukur
atas rejeki yang telah KAU berikan,

tanpa menjadi iri terhadap orang lain

yang secara materi lebih baik dari kami,

ataupun tidak menjadi kuatir akan hari esok,

karena ENGKAU akan senantiasa memelihara hidup kami

sebagaimana burung - burung di udara

dan bunga di padang KAU pelihara.
Arahkanlah hidup kami

'tuk terfokus kepada mencari kekayaan rohani,

semakin dekat kepadaMU,
lebih mengasihiMU dan sesama kami.
Terima kasih Tuhan Yesus,
kepadaMUlah kami naikkan doa kami ini.

Amin

Sebutir Nasi

Pasti bermanfaat

Buat orang2 yang suka membuang nasi diwaktu makan………

Dear all,
Teman2 semua berikut ini adalah himbauan yang saya dapat dari seorang kawan kemarin, yang di buat oleh INLA Indonesia (The International Nature Loving Association - Indonesia)

KRISIS PANGAN KERAP MELANDA BERBAGAI NEGARA DIBELAHAN DUNIA. Mari coba kita hitung berapa banyak nasi yang terbuang dalam satu hari :

Jumlah penduduk Indonesia +/- 250.000.000 orang. Kalau satu hari 3x makan dan sekali makan setiap orang membuang 1 butir nasi saja, maka setiap hari ada 3 butir nasi yang dibuang setiap orang.

Maka 3 butir x 250.000.000 = 750.000.000 butir nasi terbuang setiap hari. (Benarkah kita hanya membuang 1 butir nasi saja setiap kali makan?) Ternyata setelah dihitung, dalam 1 kg beras terdapat +/- 50.000 butir.

Maka :
750.000 : 50.000 = 15.000 kg atau sama dengan
15 ton beras dibuang setiap hari.

Kalau 1 kg beras cukup untuk 10 orang makan, maka 15.000 X 10 orang = cukup untuk 150.000 orang makan. Artinya beras yang terbuang setiap hari di Indonesia sebenarnya bisa untuk memberi makan 150.000 orang.

Kalau seluruh penduduk dunia yang berjumlah 6,5 miliar, dengan setiap orang membuang 3 butir nasi saja per hari, maka 1 hari nasi yang terbuang adalah 390.000 kg (390 ton) atau cukup untuk memberi makan 3.900.000 orang.

FANTASTIK bukan??!!

Ironisnya menurut data FAO PBB, setiap hari ada 40.000 orang mati kelaparan di dunia ini. Oleh karena itu, ingatlah!!! Sebutir nasi tidak mudah dihasilkan. Sebutir nasi sejuta keringat!! Tolong jangan sia-siakan sebutir nasi! 
Mari sama sama kita selamatkan sumber daya alam kita!!

Dengan menyayangi sumber daya alam. kita baru bisa mencegah dan mengurangi krisis pangan bahkan bencana yang sedang melanda dunia ini.

Niscaya hidup kita akan dipenuhi berkah dan rejeki.

Semoga jasa kebajikan yang didapat dari membaca dan melanjutkan email ini dapat membuat semua orang sadar dan membuka semua jalan yang menuju kesejahteraan bagi semua makhluk sehingga tidak ada lagi kelaparan yang menimpa siapapun.

Semoga semua mahluk bebas dari penderitaan dan berbahagia selalu. Amienn…

Merayakan Perbedaan

Bacaan Setahun : Zakharia 1-3

Nats : Sesungguhnya aku telah mengerti bahwa Allah tidak membedakan orang (Kisah Para Rasul 10:34)

Bacaan : Kisah Para Rasul 10:34-43

Perbedaan antara Petrus dan Kornelius bak minyak dengan air. Yang satu orang Yahudi, yang satu orang Romawi (secara sosial politis, posisi mereka berseberangan bahkan bermusuhan). Yang satu orang awam, yang satu centurion (tentara). Dari sisi perhitungan kekuatan: satu lemah, satu kuat karena bersenjata.

Namun, ada satu hal yang menyatukan mereka: keduanya mendapat inspirasi dari Roh Kudus. Petrus mendapat penglihatan "aneh" untuk ukuran ke-Yahudiannya. Sementara Kornelius mendapat pesan untuk mengundang Petrus ke rumahnya, kira-kira tiga jam berselang setelah Petrus mendapatkan visinya yang pertama (ayat 9, 30). Mereka sangat berbeda, tetapi ada "sesuatu" yang lebih besar dari mereka, yang mempertemukan mereka sehingga keduanya saling meneguhkan. Kisah Kornelius membuat Petrus mengerti maksud dari visi "aneh" yang ia lihat. Penjelasan teologis Petrus membuat Kornelius memahami karya Allah dalam hidup, kematian dan, kebangkitan Yesus.

Roh Kudus bekerja melalui perbedaan untuk memperkaya wawasan rohani anak-anak Tuhan. Itu sebabnya Petrus berkata, "Sesungguhnya aku telah mengerti bahwa Allah tidak membedakan orang. Setiap orang dari bangsa mana pun yang takut akan Dia dan yang mengamalkan kebenaran berkenan kepada-Nya" (34-35). Barangkali kita tengah bekerja sama dengan orang atau pihak lain yang sama sekali berbeda jenis dan gaya pelayanan. Masing-masing unik. Tak perlu risau. Melalui karya Roh Kudus, Tuhan dapat mempertemukan pengalaman setiap orang yang berlainan untuk saling meneguhkan, juga saling memperkaya pengalaman rohani --DKL

ROH KUDUS SELALU MEMBANGUN JEMBATAN KASIH
DI TENGAH BANYAKNYA PERBEDAAN PRIBADI

Sabda.org

08 October 2011

Aku Telah Belajar

Aku telah belajar…
Bahwa sekolah yang terbaik di dunia ini, adalah di kaki seorang yang sudah tua.

Aku telah belajar…
Bahwa bila kamu jatuh cinta, itu akan kelihatan.

Aku telah belajar…
Mempunyai seorang anak kecil tertidur di pelukanmu, adalah perasaan yang amat damai dalam dunia ini.

Aku telah belajar…
Bahwa kamu janganlah pernah berkata “tidak” terhadap pemberian seorang anak.

Aku telah belajar…
Bahwa aku bisa selalu berdoa untuk orang lain, bila aku sudah tak mempunyai kekuatan lagi untuk menolongnya dengan satu atau lain cara.

Aku telah belajar…
Bahwa betapa seriusnya hidup ini bagi seseorang, setiap insan membutuhkan seorang teman yang baik.

Aku telah belajar…
Bahwa kadang-kadang yang diperlukan seseorang hanya sebuah tangan untuk dipegangi dan hati yang mengerti.

Aku telah belajar…
Bahwa kita patut bersyukur kepada Tuhan, bahwa Ia tidak memberi segala sesuatu yang kita minta.

Aku telah belajar…
Bahwa uang tidak dapat membeli harkat.