Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

12 October 2011

PRT Sayang, PRT Malang

Bacaan Setahun : Zakharia 7-9

Nats : Hai tuan-tuan, berlakulah adil dan jujur terhadap hambamu; ingatlah, kamu juga mempunyai tuan di surga (Kolose 4:1)

Bacaan : Kolose 4:1-6

Beberapa waktu lalu, dibentangkan sebuah serbet raksasa di Bundaran HI, Jakarta. Serbet raksasa itu merupakan bentuk aksi keprihatinan terhadap ketidakadilan yang sering dialami oleh para pekerja rumah tangga (PRT), baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Mereka banyak mengalami perlakuan sewenang-wenang, bahkan kekerasan yang berujung pada kematian. Serbet besar itu hendak mengingatkan warga Jakarta bahwa banyak aktivitas bisa berjalan baik karena jasa para pekerja rumah tangga. Oleh karena itu, pengakuan, penghormatan, dan pemenuhan hak-hak pekerja rumah tangga, harus diperhatikan.

Dalam suratnya kepada jemaat di Kolose, Rasul Paulus juga mengingatkan setiap tuan yang mempunyai hamba agar selalu berlaku adil dan jujur (ayat 1). Berlaku adil dapat berarti memberikan kepada para pekerja apa yang menjadi hak mereka. Tidak memberi beban kerja lebih dari apa yang selayaknya dikerjakan. Jujur dapat diungkapkan dengan tidak mengeksploitasi atau memanfaatkan posisi para pekerja yang lebih lemah untuk kepentingan dan keuntungan pribadi atau perusahaan.

Kita harus selalu ingat bahwa hikmat dan kasih perlu dinyatakan di semua tempat, termasuk di rumah tangga dan lingkungan kerja. Jangan sampai kita dikenal sebagai dermawan di gereja, tetapi memperlakukan pekerja rumah tangga dengan kasar atau memberlakukan kebijakan perusahaan yang menyengsarakan para pekerja kita. Ingatlah, kita pun adalah hamba yang suatu saat kelak harus memberikan pertanggungjawaban kepada Tuhan. Di mata Tuhan, kita dan para pekerja kita setara berharganya --SL

SALING MENGHORMATI, MENGHARGAI, ANTARA TUAN DAN HAMBA
ADALAH BAGIAN DARI IBADAH

Sabda.org

0 comments:

Post a Comment