Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

13 May 2010

Ucapan Yang Sebaiknya Dihindari

Di masa sekarang ini, ketika perputaran pegawai terjadi begitu cepat, kita harus menjaga diri agar posisi kita tidak tergeser karena sikap dan tindakan kita. Untuk menjaga karier Anda berada dalam jalur yang tepat, berikut adalah perkataan yang sebaiknya tak terlontar dari mulut Anda saat berada di kantor:

1. “Itu bukan pekerjaan saya.”
Ketika seseorang meminta bantuan pada Anda, anggaplah hal tersebut sebagai pujian. Orang yang meminta bantuan tersebut pastinya menghargai pendapat ataupun kemampuan Anda untuk mengerjakan tugas tadi. Namun sebaiknya Anda tidak mengerjakannya setengah-setengah. Percayalah, tak ada atasan yang mau mendengar kalimat seperti, ”Itu bukan pekerjaan saya.”

2. Dengan muka palsu berkata, “Saya akan bantu Anda dengan tugas itu.”
Rasanya amat menyebalkan ketika seseorang menawarkan bantuan, namun mengeluh soal pekerjaan tersebut di belakang. Jika Anda bersedia mengerjakan suatu tugas tetapi tidak sungguh-sungguh, bantuan Anda sama sekali tak berguna. Ketika seseorang bekerja tanpa antusias, ia tak akan memberikan totalitas. Plus, jangan katakan Anda akan mengerjakan suatu tugas jika Anda tak sungguh-sungguh dalam menyelesaikannya. Anda hanya akan dianggap sebagai orang yang tak dapat diandalkan.

3. “Jangan bilang siapa-siapa.…”
Tiap kali Anda memulai percakapan dengan frase tersebut, Anda berarti meminta satu hal, yakni si pendengar untuk menyebarkan gosip itu ke orang lain. Jika Anda memang memegang suatu rahasia, simpanlah untuk Anda sendiri. Apapun isi beritanya, ketika Anda memutuskan menyampaikannya kepada orang lain, Anda lah yang akan menjadi penyebar beritanya. Plus, jika ada rekan kerja yang bergosip dengan Anda, kemungkinan terbesar dia pun akan bergosip tentang Anda.

4. “Gaji saya enggak pernah naik!”
Kebanyakan perusahaan menaikkan gaji karyawannya berdasarkan produktivitas mereka, bukan berdasarkan lamanya waktu kerja. Meminta kenaikan gaji pada atasan berdasarkan lamanya Anda bergabung dengan perusahaan tanpa menilai produktivitas kerja Anda hanya akan membunyikan alarm si atasan bahwa Anda hanya mengejar uang, bukan karena Anda memang patut mendapatkan kenaikan tersebut. Anda harus benar-benar membuktikan kepada perusahaan bahwa Anda memang patut mendapatkan kenaikan gaji.

5. “Saya benar-benar stres dan muak bekerja di sini.”
Keluhan yang terus-menerus tentang padatnya pekerjaan Anda, atau betapa memuakkannya suasana di kantor, secara perlahan tapi pasti akan membuat Anda dijauhi teman-teman kantor. Jika Anda tak setuju dengan kebijaksanaan atau aturan kantor, laporkan lewat saluran yang tepat, misalnya lewat HRD atau sekalian berhenti bekerja di sana, cari tempat baru. Siapa yang senang mendengarkan orang mengeluh terus-menerus?

6. “Ada yang aneh pada tubuh saya, ada jamur di … saya.”
Jika Anda bukan termasuk orang yang populer, tak akan ada yang mau mendengarkan keluhan penyakit Anda. Entah itu masalah sakit kram saat menstruasi, atau banyaknya gas di dalam perut Anda. AtasanAnda akan menilai Anda sebagai pegawai yang memiliki masalah kesehatan konstan, yang artinya biaya tambahan tiap bulan, dan merupakan pegawai yang risikonya tinggi. Bagi rekan kerja, Anda akan terlihat seperti orang yang sedang mencari perhatian, semacam hypochondriac, orang yang terlalu banyak khawatir akan kondisi kesehatan.

7. “Di pemilu nanti, kamu pilih siapa?” atau “Agamamu apa?”
Pemilu yang berasaskan luber jurdil (langsung, umum, bebas, rahasia, dan jujur, adil) masih dianggap berlaku. Jadi, masyarakat memiliki nilai-nilai dan kepercayaan mereka masing-masing yang bebas dan rahasia. Tak perlu mengucilkan rekan kerja karena perbedaan cara pandang. Presiden Amerika Serikatsaja mengimbau masyarakatnya untuk bisa mencontoh kedamaian di antara perbedaan yang ada di Indonesia, mengapa kita harus mengkotak-kotakkan orang berdasarkan pilihan politik atau agamanya?

8. “Tadi malam saya pulang mabuk.”
Ujar-ujar work hard play hard memang banyak diterapkan masyarakat urban jaman sekarang. Tetapi, perlu diingat, jangan mengungkit-ungkit kegiatan semalam kepada bos Anda. Membicarakan hal tersebut akan membuat Anda terlihat menghitung jam untuk segera pergi dari kantor. Belum lagi Anda akan terlihat tidak profesional dan tak dapat dipercaya.

9. “Saya tak punya waktu untuk itu.”
Cobalah untuk membuka mata. Semua orang pun sibuk, bukan Anda saja. Jika Anda memprioritaskan untuk menyelesaikan tugas tepat waktu, jujurlah dan katakan pada atasan Anda perkiraan waktu selesainya. Katakan pada bos apa saja yang belum dan sudah Anda kerjakan, termasuk sisa pekerjaan yang harus diselesaikan. Tanyakan, yang mana sebaiknya yang diprioritaskan. Hal ini akan menunjukkan Anda mengerjakan setiap tugas dengan serius dan hanya ingin menyelesaikan tugas sebaik mungkin.

10. “Saya baru membelikan bos jam tangan Guess yang harganya XX juta rupiah.”
Segala yang berkaitan dengan uang itu sensitif. Jika Anda menyebutkan angka yang besar, dan memberikan ukuran bahwa suatu angka rupiah adalah mahal atau murah, Anda akan dicap orang kaya yang pelit, atau orang yang selalu mengeluh soal uang. Hal itu tak hanya membuat Anda terlihat sedang menyombongkan diri, tetapi juga membuat orang berspekulasi tentang gaya hidup Anda.

12 May 2010

Tadinya Aku Mengira

Tadinya aku mengira...

Cinta adalah saat aku menangis dan seseorang memelukku dan menghapus air mataku.

Cinta adalah saat aku berbuat salah dan seseorang memberitahuku apa yang benar.

Cinta adalah saat aku jatuh dan seseorang membantuku berdiri serta mengeringkan lukaku.

Cinta adalah saat aku minta maaf dan seseorang memaafkan dengan tulus tanpa sindiran.

Namun ternyata cinta tidak demikian...

Cinta ternyata adalah saat aku menangis dan seseorang jadi merasa kesal sambil menunggu tangisku reda sendiri.

Kesal melihatku menangis karena dia tidak pernah suka melihatku bersedih. Yang dia inginkan hanyalah membuatku merasa bahagia.

Cinta ternyata adalah saat aku berbuat salah dan seseorang marah-marah lalu membiarkan aku mencari tau sendiri apa yang benar.

Marah-marah karena dia merasa telah gagal menjagaku untuk tidak lagi melakukan kesalahan yang sama, dan akhirnya dia membiarkanku mencari tau sendiri apa yang benar karena mungkin dengan cara demikian barulah aku menyadari kesalahanku dan tidak lagi mengulangi kebodohan yang sama.

Cinta ternyata adalah saat aku jatuh dan seseorang menertawakan aku serta membiarkan lukaku kering sendiri.

Membiarkan lukaku kering sendiri karena dia ingin agar tubuhku terlatih lebih kuat dan sistem pertahanan tubuhku meningkat sehingga tidak lagi mudah jatuh dan luka berikutnya akan lebih cepat kering.

Cinta ternyata adalah saat aku minta maaf serta butuh dukungan dan seseorang terus menyindir kekeliruanku.

Mengingatkan, lebih tepatnya,bukan menyindir. Karena dia ingin mengingatkan aku bahwa aku sudah pernah salah langkah dan agar aku tidak lagi mengulangi kesalahan itu. Sebab kadang aku memang lupa bahwa aku pernah terjatuh.

Aku mungkin tidak paham mengapa kadang cinta itu menyakitkan, namun aku mengerti bahwa setiap hal pasti memiliki dua sisi pandang yang berbeda.

Dan tugasku kini adalah mencoba melihat dari sisi yang satunya lagi tanpa lebih dulu menghakimi.

Dan memang, nyatanya apa yang terlihat menyakitkan, rupanya menyimpan makna yang lebih besar di baliknya.

Aku hanya belajar untuk mengerti dan memahami, sekali lagi, tanpa lebih dulu menghakimi.

Love is not only about trust, but also about being trusted.

11 May 2010

Surat

Kepada Yth:
Tuhan Yesus
di Surga

Dengan Hormat,
Tuhan, aku ingin tahu
Mengapa Kau ijinkan hal-hal yang tidak adil terjadi di dunia ini?
Mengapa aku harus memberikan pipi yang kanan jika ditampar pipi yang kiri?
Mengapa aku harus mencintai musuhku?
Mengapa sepertinya aku harus selalu mengalah walau dirugikan?
Mengapa aku harus bersabar atas banyak hal yang tidak menyenangkan?

Tolong Tuhan, jawab aku biar aku mengerti, karena aku merasa sangat lelah menganggung semua ini.

Reply from Heaven :

AnakKu terkasih,
tidakkah kau sadari bahwa mataKu selalu tertuju padamu?
Aku tahu saat kau diperlakukan tidak adil. Aku melihat saat air matamu mengalir menahan perasaan jengkel yang tak terucapkan. Aku bahkan ikut merasakan kepedihan hatimu saat kau dikecewakan.

Tapi tahukah kau bahwa Aku semakin mengasihimu saat Aku melihat kau memaafkan orang lain yang menyakitimu dan bukannya membalas keburukan mereka?

Dan melihatmu bersabar atas sikap jahat yang mereka tujukan padamu membuatKu sangat marah.

Aku ijinkan semua itu terjadi supaya kau terlatih makin hari makin sempurna dan menyerupai Aku.

Tapi, pada saatnya Aku akan menggantikan semuanya dan memberkatimu sesuai kemuliaan dan kekayaanKu.

Aku akan membukakan bagimu pintu-pintu berkat di mana tak ada seorangpun bisa menutupnya. Dan Aku akan memberikan padamu kesempatan-kesempatan emas di mana tak seorang pun bisa mengambilnya.

Dan Aku telah melihat betapa jahatnya perbuatan mereka dan akan membuat perhitungan dengan mereka yang tak dapat kau bayangkan.

Jadi, anakku janganlah kau berpikir bahwa Aku mengabaikanmu, karena sesungguhnya mataKu ada di segala tempat, mengawasi orang jahat dan orang baik.

Love,
Tuhan Yesus

10 May 2010

4 Istri

Seorang laki-laki mempunyai 4 istri. Istri pertama yang tua dan jelek biasa nya tidak diperhatikan. Istri kedua agak cakep , agak diperhatikan. Istri ketiga lumayan cakep dan cukup diperhatikan. Istri keempat sangat cakep dan sangat diperhatikan dan di sanjung-sanjung serta diutamakan.

Saat seorang suami mau meninggal dipanggillah istri ke empat yang cakep dan ditanya maukah ikut menemaninya ke alam kubur, si istri menjawab sorry cukup sampai disini saja saya ikut dengamu mu.

Saat dipanggil istri yang ketiga, ditanya hal yang sama maka dijawab sorry saya hanya akan mengantarmu sampai di kamar mayat dan paling jauh sampai di rumah duka.

Kemudian dipanggil istri ke dua, dan ditanyakan hal yang sama, dijawab baik saya akan menemanimu tapi hanya sampai keliang kubur setelah itu good bye.

Sang suami sungguh kecewa mendengar semua itu tetapi inilah kehidupan dan menjelang kematian. Lalu dipanggillah istri pertama, dan ditanyakan hal yang sama, si suami tidak menyangka  dijawab istri pertama, aku akan menemani kemana pun kamu pergi dan tetap mendampingimu.

Mau tahu apa siapa istri ke 1 sampai ke 4 itu?

Istri ke 4 adalah harta kekuasaan dan kekayaan , dia akan meninggalkan jasad kita seketika saat kita meninggal.

Istri ke 3 adalah teman-teman kita yang hanya akan mengantar jasad kita hanya sampai di kamar mayat atau rumah duka saat di semayamkan.

Istri ke 2 adalah keluarga dan saudara, dan teman dekat kita yang akan mengantar kita sampai dikuburan dan akan meninggalkan kita setelah mayat kita dimasukkan dalam liang kubur dan di tutup dengan tanah.

Istri ke 1 adalah karakter kita sendiri.

Jadi sanak keluarga  dan anak cucu, dll hanya menangis sampai diliang kubur setelah itu tinggallah kita sendiri. Jauhkan sisi negatif karakter kita, tambahkan kebajikan, dan  sucikan hati, pikiran dan tindakan.

09 May 2010

Bersyukurlah

"Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan." - Yeremia 29:11

Jika engkau tak pernah sakit,  bagaimana kau tahu YESUS itu PENYEMBUH?
Jika engkau tak pernah sedih,  bagaimana kau tahu YESUS itu PENGHIBUR?
Jika engkau tak pernah berbuat salah, bagaimana kau tahu YESUS itu MAHA PENGAMPUN?
Jika engkau tak pernah gagal bagaimana kau belajar bersandar pada YESUS?

Bersyukurlah bila kau mengalami semua itu, karena engkau akan tahu bahwa TUHAN YESUS punya rencana yang terbaik dalam hidup kita, Dia selalu menyertai kita. Amin.

08 May 2010

Bagaimana Kebiasaan Anda?

Sebelum Anda menjawab pertanyaan di atas, izinkan saya membagi kisah yang tanpa sadar pernah saya lakukan berikut ini:

Saya bangun di pagi hari, mengemil sekeping biskuit, dan dilanjutkan dengan rutinitas terburu-buru untuk berangkat bekerja. Saya tidak sarapan, namun sempat menyambar separuh biskuit sambil berangkat. Setelah tiba di kantor, bukannya meminum segelas susu, saya malah meneguk teh basi yang sudah dua hari tergeletak di kantor. Saya kemudian memulai pekerjaan dengan perasaan sedikit tidak enak di perut, tapi saya menjalankan juga pekerjaan saya hari itu.

Berbagai masalah pekerjaan, teman kantor yang menurut saya tidak bekerja sama, atasan yang menuntut, semua itu mulai membuat saya jengkel. Tenang saja, sebentar lagi saatnya makan siang, saya menghibur diri saya sendiri. Lalu jam istirahat pun tiba, tapi bukannya makan sepiring penuh nasi dan laukpauk, saya cuma sempat makan satu keping (lagi-lagi) biskuit yang cuma butuh waktu kurang dari satu menit. Waktu istirahat selebihnya? Saya gunakan untuk makan (lagi-lagi) roti basi dari tiga hari lalu. Perut saya pun makin tidak enak rasanya.

Saat mulai bekerja kembali, berbagai masalah yang datang membuat saya makin kesal. Kepala saya pusing karena tidak diisi makanan yang benar, tubuh saya lemas dan rasanya saya mau pingsan. Untunglah saya bisa bertahan, saya pulang ke rumah dan makan setangkup roti isi cokelat, satu keping biskuit sebelum tidur, lalu memulai hari yang sama keesokan harinya. Setiap hari.

Apa Anda tidak jadi sakit karenanya? Mungkin Anda bertanya seperti itu. Oh, ya, saya jadi orang yang sangat lemah, penuh dengan berbagai penyakit, dan sering tiba-tiba jatuh pingsan. Tapi saya tidak sampai meninggal, karena saya selalu makan sepiring nasi dan laukpauknya setiap hari minggu. Lumayan, makanan porsi lengkap itu membuat saya penuh energi setidaknya sampai senin sore. Lagipula, saya kan makan biskuit empat keping setiap hari. Namun, terkadang ada juga waktu-waktu di mana saya tidak makan nasi sama sekali selama dua atau tiga minggu. Kenapa? Mungkin Anda bertanya. Ya, karena hidangan yang ada tidak memenuhi selera saya. Jadi saya cuma mengendus hidangan panas itu, mengangkat bahu, lalu memilih untuk bermain saja dengan handphone saya, atau lebih parah, memilih mencari makanan basi lagi.

“Apa Anda gila?” Itu mungkin pertanyaan Anda pada saya. Untuk bisa hidup sehat, manusia harus makan tiga kali sehari, minum delapan gelas air, dan jangan pernah sekali-kali makan makanan basi! Itu membuat tubuh sakit!

Ya, itu benar sekali. Siapa yang mau makan makanan basi? Siapa yang mau memasukkan hal-hal yang merusak ke dalam tubuhnya? Tapi, sahabatku terkasih, itulah yang kita lakukan setiap hari kan? Anda mungkin sudah tahu sekarang bahwa saya bukan membicarakan tubuh fisik, tapi tubuh rohani kita. Gantilah setiap kata tertentu pada kisah di atas seperti berikut:

Satu keping biskuit ganti satu keping doa (doa pagi, doa makan, doa malam).
Segelas susu ganti pujian pada Tuhan.
Teh basi ganti gosip.
Roti basi ganti hal-hal yang bisa merusak tubuh rohani Anda (kebencian, kemarahan, iri hati, keserakahan, kesombongan, dendam..).
Setangkup roti ganti saat teduh.
Satu porsi makanan lengkap ganti kebaktian di gereja.
Tidak selera makan ganti tidak selera mendengarkan khotbah.

Bolehkan saya mengajukan pertanyaan ini pada Anda dan pada diri saya sendiri?Tidak tahukah kita bahwa untuk bisa hidup sehat, manusia harus makan tTiga kali sehari, minum delapan gelas air, dan jangan pernah. Sekali-kali makan makanan basi? Makanan basi membuat tubuh sakit. Baik, okay, kita tidak mungkin mengadakan kebaktian tiga kali sehari seperti tubuh fisik kita diberi makan nasi tiga kali sehari (oh, betapa irinya tubuh rohani kita pada tubuh fisik kita). Tapi marilah kita ubah kebiasaan kita.

Pagi hari, setelah berdoa, marilah kita melakukan saat teduh. Lalu kenapa tidak dengan sedikit memuji Tuhan? Saat tiba di kantor atau kampus, jangan bergosip dengan teman (buat apa kita minum teh basi?), sebaliknya, basahilah jiwa Anda yang kekeringan dengan air segar. Angkatlah pujian untuk Tuhan dari hati Anda. Biar jiwalah Anda memuji-muji Tuhan. Lalu bagaimana dengan doa yang katanya adalah nafas hidup orang Kristen? Jika doa adalah nafas, seharusnya kita tidak berhenti berdoa walau satu detikpun bukan?

Yakinlah saya tidak menyarankan agar kita melipat tangan dan memejamkan mata untuk berdoa sementara pekerjaan kita menumpuk dan dosen Anda memelototi Anda. Tidak. Tapi doa adalah percakapan dengan Tuhan. Dan kita bisa bercakap-cakap dengan Tuhan kapan saja. Ia tidak begitu sibuk seperti kita manusia, yang tidak punya waktu untuk mengangkat telepon genggam kita dan menelepon Tuhan. Tanyakanlah pendapat Nya saat Anda akan mengambil keputusan. Mintalah tolong pada Nya saat ada masalah (bahkan sekecil apapun) dalam keseharian Anda. Ya, libatkanlah Ia dalam kegiatan Anda, dan Anda akan sangat heran melihat keajaiban demi keajaiban yang terjadi. Itu akan jadi rahasia kecil antara Anda dan Tuhan. Pengalaman pribadi yang membuat Anda bertumbuh. Ya, jiwa kita bukan saja akan hidup, tapi juga tumbuh. Dan jika sudah tumbuh, melebatkan daun-daunnya yang lebar dan subur, bukankah kita juga akan berbuah? Kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri, .. buah-buah roh yang Tuhan rindu untuk kita hasilkan. Bukan untuk diri Nya, tapi untuk diri kita sendiri. Jika kita punya kasih, sukacita, damai sejahtera dalam hidup kita, menurut Anda siapa yang akan diuntungkan, Tuhan, atau diri kita?

Oh, minumlah Air Hidup yang Ia sediakan, makanlah Roti Hidup yang Ia hidangkan. Anda hanya tinggal melakukan tindakan mengambilnya serta memakan dan meminumnya, lalu rasakan tubuh rohani Anda menggeliat hidup. Jangan biarkan tubuh rohani kita kehausan, kekeringan, pingsan, bahkan sekarat. Apa yang selama ini kita lakukan dengan tubuh fisik kita, lakukan hal yang persis sama dengan tubuh rohani kita. Rawat tubuh rohani kita seperti kita merawat tubuh fisik kita. Luangkan waktu untuk tubuh rohani kita seperti kita meluangkan waktu untuk tubuh fisik kita.

Anda makan tiga kali sehari? Berilah tubuh rohani Anda makanan tiga kali sehari. Anda bisa membaca Firman Tuhan. Ia adalah Roti Hidup.

Anda minum air putih delapan gelas sehari? Berilah tubuh rohani Anda minum juga sebanyak itu. Jiwa Anda bisa memuji dan menyembah Tuhan.

Anda bernapas setiap detik, bahkan tanpa Anda sadari? Berilah juga tubuh rohani Anda napas yang sama setiap detik. Berdoalah pada Tuhan, bercakap-cakaplah dengan Nya, sehingga tanpa Anda sadari, Anda akan sampai pada titik di mana pribadi Anda dan pribadi Nya bersatu.

Anda mengistirahatkan tubuh fisik Anda yang kelelahan? Berilah juga istirahat yang sama untuk tubuh rohani Anda. Menjauhlah dari keramaian dunia, menyepilah bersama Tuhan, dan istirahatkan jiwa Anda.

Itu beberapa dari kebutuhan dasar untuk bertahan hidup.

Oh, tapi saya orang yang suka menjaga bentuk tubuh fisik yang indah, Anda bilang. Saya senang olahraga dan berenang. Tidak masalah, berilah waktu yang sama untuk tubuh rohani Anda. Seperti Anda melatih tubuh fisik Anda untuk berolahraga, latihlah juga tubuh rohani Anda untuk beribadah. Jiwa Anda akan sehat dan aliran darah dalam tubuh rohani Anda akan lancar.

Lalu Anda suka minum vitamin untuk menjaga kesehatan tubuh? Ya, berilah tubuh rohani Anda juga vitamin. Bacalah buku-buku rohani, dengarkanlah lagu-lagu pujian, siramilah jiwa Anda dengan vitamin-vitamin.

Anda juga suka makanan basi? Minum racun? Oh, tidak? Maafkan saya jika salah mendengar. Jika Anda tidak suka makanan basi dan minum racun, jangan juga berikan hal yang sama untuk tubuh rohani Anda. Jangan biarkan iri hati merusak Anda, jangan biarkan api dendam membakar Anda. Lepaskan titel tinggi hati Anda, jangan membenci teman Anda, jangan membentak saudara Anda, ayah atau ibu Anda. Jangan marah jika ada yang memotong jalan Anda saat sedang berkendaraan. Jangan pelihara pikiran kotor, jauhkan pergaulan yang tidak sehat. Jangan menjelekkan orang lain. Apa kebiasaan Anda adalah minum oli atau bensin? Jika ya, Anda boleh saja merusak tubuh rohani Anda dengan pornografi, minuman keras, rokok, obat terlarang. Tapi jika tidak, jauhkanlah semuanya itu. Jangan memakai titel orang kristen jika Anda masih suka dengan pornografi (itu menjadi batu sandungan buat orang lain yang belum percaya). Jangan menggunakan jubah orang kristen jika Anda masih suka dengan minuman keras. Adat, seseorang yang saya kenal memberi alasan. Jangan jadikan adat sebagai pembenaran.

Saya pernah melihat sebuah film mengenai orang Rumania yang memelihara tradisi mereka selama beratus tahun untuk mencarikan istri bagi anak lelaki mereka yang berusia sepuluh tahun. Bagaimana mereka melakukannya? Mereka akan mencari sebuah keluarga dengan seorang gadis kecil, membunuh kedua orangtuanya, lalu menculik gadis tersebut untuk mereka pelihara dan jadi istri bagi anak lelaki mereka. Pada akhirnya nanti, si gadis tumbuh dewasa dan ikut melakukan hal yang sama bagi calon istri putranya kelak. Itulah tradisi. Apakah boleh kita membenarkan hal tersebut atas nama adat?

Jauhkanlah minuman keras. Jangan biarkan obat terlarang menjeratmu. Jangan biarkan dirimu kecanduan sesuatu yang menjauhkan dirimu dengan Tuhan. Apapun itu. Jangan rusak tubuh rohanimu. Pornografi, gosip, pemberhalaan, ketidakjujuran, perselingkuhan, keserakahan, kata-kata kotor, iri hati, .. tambahkan terus daftarnya.

Jangan biarkan tubuh rohani kita tergeletak sekarat tidak sadar sementara tubuh fisik kita bekerja, kuliah, makan, minum, tidur, jalan-jalan ke mall, tertawa oleh hiburan dunia, merasa bahagia, padahal tubuh rohani kita sudah nyaris mati.  Saat Anda merasa marah, iri hati, dengki, penuh dengan kebencian, prasangka, sombong, menjelekkan orang lain, penuh kritik, tidak puas, hidup dalam permusuhan, tidak bicara dengan seseorang selama bertahun-tahun, menilai tinggi diri sendiri, memberhalakan harta, penampilan, mencintai diri sendiri, hobi, mengutamakan karier, keluarga, hati-hati, itu tandanya tubuh rohani kita sedang tergeletak tidak sadar.

Lalu bagaimana, apakah masih ada harapan untuk kita? Tuhan punya kuasa untuk melepaskan ikatan yang membelenggu hidup kita selama ini. Yang harus kita lakukan hanyalah membiarkan Ia melakukannya.

Tapi tidak mungkin, Anda berkata, sudah lama sekali tubuh rohani saya sekarat. Bahkan mungkin sekarang telah mati. Namun ingatlah Lazarus! Ia juga sudah mati, tapi Tuhan membangkitkannya kembali, memanggil namanya dan saat itu juga ia hidup serta berjalan pada Nya!

Buluh yang patah terkulai tidak akan di putuskan Nya, sumbu yang pudar nyalanya tidak akan di padamkan Nya.

Ia mengasihi Anda, dan Ia akan menghidupkan kembali tubuh rohani Anda. Dengarlah Ia memanggil nama Anda seperti Ia memanggil nama Lazarus. Bangunlah dari tidur Anda yang panjang dan hampirilah Ia. Bangkitlah dari kematian tubuh rohani Anda dan datanglah pada Nya yang memanggil Anda. Lalu pulihkanlah tubuh rohani Anda.

Minumlah air yang Ia tawarkan, makanlah roti yang Ia hidangkan. Makan dan minumlah secara teratur. Jangan lupa vitamin dan latihan ibadah rohani. Anda akan terkejut menyadari betapa selama ini Anda mengabaikan kebutuhan tubuh rohani Anda.

Sekarang, izinkan saya menagih jawaban untuk pertanyaan saya di awal tadi.

Bagaimana dengan kebiasaan Anda?

(tulislah kisah Anda memberi makan tubuh rohani Anda dalam satu minggu, namun ubah kata tertentu seperti kisah di awal, lalu bayangkan itu terjadi pada tubuh fisik Anda, Anda akan heran melihat betapa Anda sangat pilih kasih antara tubuh fisik Anda dan tubuh rohani Anda)

Tuhan Yesus memberkati.. :)

07 May 2010

Better Life

Sediakan waktu untuk berpikir, itulah sumber  kekuatan.
Sediakan waktu untuk bermain, itulah rahasia awet muda.
Sediakan waktu untuk membaca, itulah landasan kebijaksanaan.
Sediakan waktu untuk berteman, itulah jalan menuju kebahagiaan.
Sediakan waktu untuk bermimpi, itulah yang membawa  anda ke bintang.
Sediakan waktu untuk mencintai dan dicintai, itulah  hak istimewa Tuhan.
Sediakan waktu untuk melihat sekeliling anda, hari anda terlalu  singkat untuk mementingkan diri sendiri.
Sediakan waktu untuk tertawa, itulah musik jiwa.

Semoga Hidup Lebih Bahagia. Amin.

06 May 2010

Jadilah Pelita

Pada suatu malam, seorang buta berpamitan pulang dari rumah sahabatnya. Sang sahabat membekalinya dengan sebuah lentera pelita. Orang buta itu terbahak berkata, "Buat apa saya bawa pelita? Kan sama saja buat saya! Saya bisa pulang kok."

Dengan lembut sahabatnya menjawab, "Ini agar orang lain bisa melihat kamu, biar mereka tidak menabrakmu." Akhirnya orang buta itu setuju untuk membawa pelita tersebut.

Tak berapa lama, dalam perjalanan, seorang pejalan menabrak si buta. Dalam kagetnya, ia mengomel, "Hei, kamu kan punya mata! Beri jalan buat  orang buta dong!" Tanpa berbalas sapa, mereka pun saling berlalu.

***

Lebih lanjut, seorang pejalan lainnya menabrak si buta. Kali ini si buta bertambah marah, "Apa kamu buta? Tidak bisa lihat ya? Aku bawa pelita ini supaya kamu bisa lihat!"

Pejalan itu menukas, "Kamu yang buta! Apa kamu tidak lihat, pelitamu sudah padam!"

Si buta tertegun.. Menyadari situasi itu, penabraknya meminta maaf, "Oh, maaf, sayalah yang 'buta', saya tidak melihat bahwa Anda adalah orang buta."

Si buta tersipu menjawab, "Tidak apa-apa, maafkan saya juga atas kata-kata kasar saya."

Dengan tulus, si penabrak membantu menyalakan kembali pelita yang dibawa si buta. Mereka pun melanjutkan perjalanan masing-masing.

***

Dalam perjalanan selanjutnya, ada lagi pejalan yang menabrak orang buta kita. Kali ini, si buta lebih berhati-hati, dia bertanya dengan santun, "Maaf, apakah pelita saya padam?"

Penabraknya menjawab, "Lho, saya justru mau menanyakan hal yang sama."

Senyap sejenak. secara berbarengan mereka bertanya, "Apakah Anda orang buta?" Secara serempak pun mereka menjawab, "Iya.," sembari meledak dalam tawa. Mereka pun berupaya saling membantu menemukan kembali pelita mereka yang berjatuhan sehabis bertabrakan.

***

Pada waktu itu juga, seseorang lewat. Dalam keremangan malam, nyaris saja ia menubruk kedua orang yang sedang mencari-cari pelita tersebut. Ia pun berlalu, tanpa mengetahui bahwa mereka adalah orang buta. Timbul pikiran dalam benak orang ini, "Rasanya saya perlu membawa pelita juga, jadi saya bisa melihat jalan dengan lebih baik, orang lain juga bisa ikut melihat jalan mereka."

***

Pelita melambangkan terang kebijaksanaan. Membawa pelita berarti menjalankan kebijaksanaan dalam hidup. Pelita, sama halnya dengan kebijaksanaan, melindungi kita dan pihak lain dari berbagai aral rintangan (tabrakan!).

Si buta pertama mewakili mereka yang terselubungi kegelapan batin, keangkuhan, kebebalan, ego, dan kemarahan. Selalu menunjuk ke arah orang lain, tidak sadar bahwa lebih banyak jarinya yang menunjuk ke arah dirinya sendiri. Dalam perjalanan "pulang", ia belajar menjadi bijak melalui peristiwa demi peristiwa yang dialaminya. Ia menjadi lebih rendah hati karena menyadari kebutaannya dan dengan adanya belas kasih dari pihak lain. Ia juga belajar menjadi pemaaf. Penabrak pertama mewakili orang-orang pada umumnya, yang kurang kesadaran, yang kurang peduli. Kadang, mereka memilih untuk "membuta" walaupun mereka bisa melihat.

Penabrak kedua mewakili mereka yang seolah bertentangan dengan kita, yang sebetulnya menunjukkan kekeliruan kita, sengaja atau tidak sengaja. Mereka bisa menjadi guru-guru terbaik kita. Tak seorang pun yang mau jadi buta, sudah selayaknya kita saling memaklumi dan saling membantu. Orang buta kedua mewakili mereka yang sama-sama gelap batin dengan kita. Betapa sulitnya menyalakan pelita kalau kita bahkan tidak bisa melihat pelitanya. Orang buta sulit menuntun orang buta lainnya. Itulah pentingnya untuk terus belajar agar kita menjadi makin melek, semakin bijaksana.

Orang terakhir yang lewat mewakili mereka yang cukup sadar akan pentingnya memiliki pelita kebijaksanaan. Sudahkah kita sulut pelita dalam diri kita masing-masing? Jika sudah, apakah nyalanya masih terang, atau bahkan nyaris padam? JADILAH PELITA, bagi diri kita sendiri dan sekitar kita. Sebuah pepatah berusia 25 abad mengatakan:

Sejuta pelita dapat dinyalakan dari sebuah pelita, dan nyala pelita pertama tidak akan meredup. Pelita kebijaksanaan pun, tak kan pernah habis terbagi.

Be happy!

05 May 2010

Gagal Ke Sukses

”Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali, tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana” - Amsal 24 : 16

Ada istilah yang kita sering dengar yaitu, ”Kegagalan adalah Keberhasilan yang tertunda”. Orang yang belum pernah membuat kesalahan adalah orang yang  belum pernah membuat sesuatu apapun. Thomas Alva Edison adalah seorang yang banyak melakukan penemuan-penemuan yang penting, seperti lampu pijar. Sering ia disebut orang jenius, tetapi apa yang dikatakannya? ”Jenius, tidak!, kalau penemuan yang langsung berhasil, itu baru dinamakan jenius. Karena saya sering gagal, membuat kesalahan sangat banyak, sebelum sukses.”

Ada contoh-contoh yang lain, seperti Christopher  Columbus, seorang pelaut ulung, yang pergi menuju Asia, dia tidak berhasil menemukannya, tetapi akhirnya  dia berhasil menemukan benua Amerika. Ada daftar yang panjang tentang orang-orang yang seperti itu, antara lain yaitu Charles Goodyear yang belajar menstabilkan karet, bagaimana Alexander Flemming menemukan obat penisilin. Hasil dari semua penemuan-penemuan mereka adalah melalui kesalahan-kesalahan yang mereka buat.

Begitu juga sama halnya dengan kehidupan kita sebagai orang Kristen. Karena Allah ingin kita bertumbuh di dalam kasih karunia-Nya. Kita sering jatuh, jatuh, dan berulang-ulang jatuh lagi.

Tetapi Allah itu tetap memegang janji dan berjanji kepada kita, bahwa meskipun kita jatuh, jatuh dan berkali-kali jatuh sampai tujuh kali atau 77 kali, kita jangan putus asa dan kecewa, kita pasti akan bangkit kembali. Allah menyambut kita dengan kasih karunia-Nya, mengangkat kita yang sudah jatuh terpuruk, dan membuat kita akan berjalan dengan lebih dewasa lagi, yang membuat kita lebih ingin belajar dan belajar dari kesalahan kita. Sebelum mencapai kesuksesan pada waktu Nya. Amin.

Sumber: Majalah BAIT edisi 73.

04 May 2010

3 Reaksi

Seorang wanita yg baru saja menikah datang pada ibunya dan mengeluh soal tingkah laku suaminya. Setelah pesta pernikahan yang gegap gempita beberapa waktu lalu, baru ia tahu karakter asli sang suami. Keras kepala, suka bermalas malasan, boros dsb.

Ibu muda itu berharap orang tuanya ikut menyalahkan suaminya. Namun betapa kagetnya ternyata ibunya diam saja. Bahkan sang ibu kemudian masuk kedapur, sementara putrinya terus ber-cerita dan mengikutinya.

Sang ibu lalu memasak air. Setelah sekian lama, air mendidih. Sang ibu menuangkan air panas itu kedalam 3 Gelas yang telah disiapkan di Gelas pertama ia masukkan Telur.

Digelas kedua, ia taruh Wortel. Dan digelas ketiga, ia bubuhkan kopi. Setelah menunggu beberapa saat, ia mengangkat isi ketiga gelas tadi. Wortel yg keras menjadi lembut, Telur yg mudah pecah menjadi Keras dan Kopi memancarkan aroma harum. Lalu sang ibu menjelaskan, "Nak masalah itu bagaikan air mendidih. Namun, bagaimana sikap kitalah yang akan menentukan dampaknya. Kita bisa menjadi lembek seperti wortel, mengeras seperti telur atau harum seperti kopi.

Dalam tiap masalah, sebenarnya tersimpan mutiara iman yang berharga. Sangat mudah untuk beryukur saat keadaan baik-baik saja, tapi apakah kita dapat tetap percaya saat pertolongan Tuhan seolah tidak kunjung datang?

Hari ini kita belajar ada 3 reaksi orang saat masalah datang. Ada yang jadi lembek, suka mengeluh, dan mengasihani diri. Ada yang mengeras marah dan berontak pada Tuhan. Ada juga yang justru makin harum, makin taat dan berserah percaya pada NYA.

Adakalanya Tuhan sengaja menunda pertolongannya. Apa tujuannya?
Agar kita belajar percaya tidak pernah ada masalah yg tidak bisa Tuhan selesaikan.. .. :)

JBU..

03 May 2010

Dimana Letak Kebahagiaan Itu?

Seorang petani dan istrinya bergandengan tangan menyusuri jalan sepulang dari sawah sambil diguyur air hujan.

Lewatlah sebuah motor di depan mereka. Berkatalah petani ini pada istrinya: "Lihatlah Bu, betapa bahagianya suami istri yang naik motor itu, meskipun mereka juga kehujanan, tapi mereka bisa cepat sampai di rumah. Tidak seperti kita yang harus lelah berjalan untuk sampai ke rumah."

Sementara itu, pengendara sepeda motor dan istrinya yang sedang berboncengan di bawah derasnya air hujan, melihat sebuah mobil pick up lewat di depan mereka.

Pengendara motor itu berkata kepada istrinya: "Lihat bu, betapa bahagianya orang yang naik mobil itu. Mereka tidak perlu kehujanan seperti kita."

Di dalam mobil pick up yang dikendarai sepasang suami istri, terjadi perbincangan, ketika sebuah mobil sedan Mercy lewat di hadapan mereka: "Lihatlah bu, betapa bahagia orang yang naik mobil bagus itu. Mobil itu pasti nyaman dikendarai, tidak seperti mobil kita yang sering mogok."

Pengendara mobil Mercy itu seorang pria kaya, dan ketika dia melihat sepasang suami istri yang berjalan bergandengan tangan di bawah guyuran air hujan, pria kaya itu berkata dalam hatinya: "Betapa bahagianya suami istri itu. Mereka dengan mesranya berjalan bergandengan tangan sambil menyusuri indahnya jalan di pedesaan ini. Sementara aku dan istriku tidak pernah punya waktu untuk berdua karena kesibukan kami masing masing."

Kebahagiaan tak akan pernah kau miliki jika kau hanya melihat kebahagiaan milik orang lain, dan selalu membandingkan hidupmu dengan hidup orang lain. Bersyukurlah atas hidupmu supaya kau tahu di mana kebahagiaan itu berada.

TUHAN memberkati