"Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban." - 2 Timotius 1:7
"Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban." - 2 Timotius 1:7
Ibu Yonas sedang membaca sepucuk surat dari ibunya. Tiba-tiba ia memandang suaminya dengan curiga.
“Henri”, katanya,” Aku baru saja menerima surat dari Ibu. Ibu mengatakan bahwa beliau tidak dapat menerima tawaran kita untuk datang dan tinggal bersama kita, karena kita dikira tidak senang menerimanya. Apa maksud beliau? Bukankah aku menyuruhmu untuk menulisnya dan mengatakan bahwa ia dapat datang terserah waktunya yang enak?”
“Oh, ya..”, jawab suaminya. “Namun aku lupa bagian terakhir dari perintahmu, sehingga aku hanya menulis,’kalau Ibu mau datang, itu menjadi tanggungan Ibu sendiri.’”
Amsal 15:33 "Takut akan TUHAN adalah didikan yang mendatangkan hikmat, dan kerendahan hati mendahului kehormatan."
Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 121; 2 Yohanes 1; Yehezkiel 42, 25
Pada saat terjadi badai guntur yang hebat, seorang ibu sedang menidurkan anaknya dan kemudia mematikan lampu kamarnya. Namun karena takut pada badai tersebut, sang anak kemudian bertanya, "Mama, maukah Mama menemani aku tidur malam ini?" Sambil memeluknya, sang ibu menjawab, "Tidak bisa, Sayang. Mama harus tidur dengan Papa." Ketika keluar dari kamar anaknya, sang ibu mendengar, "Dasar Papa pengecut!"
Kisah diatas tentunya hanya sebuah lelucon saja, namun ketakutan adalah hal yang nyata. Bagi sebagian orang, ketakutan pasti selalu berkonotasi negatif. Tetapi benarkah begitu? Di Alkitab yang Anda dan saya baca, terdapat ayat-ayat Firman Tuhan yang menyatakan bahwa ketakutan bisa mengarah kepada hal yang positif. Salah satu ayat yang saya maksudkan adalah ada di dalam II Tawarikh 17:10, yang berbunyi,"ketakutan yang dari TUHAN menimpa semua kerajaan di negeri-negeri sekeliling Yehuda, sehingga mereka tidak berani berperang melawan Yosafat".
Bila Anda membaca II Tawarikh 17 mulai dari ayat 3 sampai dengan ayat 10, Anda akan menemukan bahwa Raja Yosafat sangat ingin rakyatnya memiliki rasa hormat dan Takut akan Tuhan. Maka janganlah bingung bila pada akhirnya ia membuat ketentuan utama bahwa semua rakyat yang dipimpinnya harus belajar Taurat Allah. Ia tahu bahwa jika rakyatnya hormat kepada Allah, mereka akan merendahkan hati dan menaati Allah. Melakukan apa yang benar akan membawa kemakmuran bagi Yehuda dan penghormatan dari kerajaan-kerajaan lain.
Kitab Amsal 15:33 menyatakan, "Takut akan Tuhan adalah didikan yang mendatangkan hikmat." Orang yang memiliki rasa takut akan Dia akan bertindak dengan penuh hikmat; mereka berjalan dengan setia di hadapan Dia sambil menaati perintah-perintahNya.
Rasa takut yang benar akan menjaga kita untuk tidak melakukan kesalahan.
Sumber: Kingdom Magazine September 2009
Jawaban.com
* Download this slideshow, please visit
http://www.ziddu.com/download/6989125/Cara_Penyelamatan_Diri_di_Saat_Gempa.pps.html
or click here.
Mereka mengatakan bahwa kenangan adalah emas
Mungkin itu tidak keliru
Namun kami tidak pernah menginginkan kenangan.
Kami hanya menginginkanmu.
Sejuta kali kami memerlukanmu
Sejuta kali kami telah meneteskan air mata
Bila seandainya Kasih dapat menyelamatkanmu
Engkau tidak pernah mati untuk dunia.
Dalam hidup kami mengasihimu,
Bahkan dalam kematian pun kami masih menyayangimu
Dalam hati kami, engkau mendapatkan tempat yang istimewa
Yang tak dapat diisi oleh siapapun.
Bila air mata dapat membangun sebuah tangga
Dan kepedihan hati dapat membangun jalan,
Kami dapat berjalan ke sorga
Dan membawamu kembali.
Kini rantai keluarga kami telah putus
Dan segala sesuatu sudah berbeda.
Namun bila kelak Tuhan memanggil kami satu demi satu
Rantai itu akan tersambung kembali.
Yakobus 1:12 "Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia."
Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 119:89-150; 1 Yohanes 4; Yehezkiel 46-47
Seorang pendeta memasang tanda di pintunya: Jika Anda bermasalah, masuklah dan ceritakanlah kepada saya masalah itu. Jika Anda tidak bermasalah, masuk dan ceritakanlah kepada saya bagaimana Anda menghindarinya.
Apa yang kita lakukan saat masalah besar datang tanpa pemberitahuan? Yokobus mengatakan agar kita menganggapnya sebagai suatu kebahagiaan, karena ujian tidak terjadi tanpa sebab. Ia berkata, "sebab kamu tahu, ujian terhadap imanmu menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apa pun" (Yakobus 1:3,4). Dengan adanya pemahaman ini, doa-doa kita kepada Allah akan berubah dari bertanya mengapa menjadi bersyukur atas semua yang telah Dia lakukan dalam hidup kita.
Suatu hari seorang penulis renungan harian Joanne Yoder yang sedang bergumul dengan penyakit kanker dalam tubuhnnya menuliskan pemikirannya dalam surat: Saya telah menyerahkan masa depan saya pada kehendak Allah. Puji Tuhan, tidak ada satu pun, bahkan kanker, dapat menghalangi kehendak-Nya. Saya mungkin memiliki kanker, namun kanker tidak memiliki saya. Hanya Allah yang memiliki saya. Karena itu, saya menghargai doa-doa Anda agar Kristus dimuliakan dalam tubuh saya, entah hidup atau mati.
Seringkali ujian datang dalam hidup ini tanpa diduga. Kita juga tidak bisa menghindari agar tidak mengalaminya. Namun, dengan menyadari bahwa Allah menyertai kita dan ujian-ujian itu hanyalah sebuah media untuk mendewasakan kita, maka kita dapat menganggapnya kebahagiaan.
Anda tidak dapat bertahan bahkan melewati ujian hidup bila Tuhan Yesus tidak tinggal dalam diri Anda.
Sumber: Kingdom Magazine Edisi Oktober 2009
Jawaban.com
Nama saya Herman Tjahja, berusia 56 tahun. Kalau hingga hari ini saya masih hidup, saya tahu bahwa ini adalah anugerah Tuhan semata-mata, karena menurut dokter sebenarnya saya sudah meninggal pada bulan Agustus 2000, saat koma ketika dioperasi. Pada kesempatan ini saya ingin meyakinkan mujizat Allah yang saya alami, yang saya harap dapat menguatkan iman saudara sekalian.
Pada tahun 1991, diketahui bahwa saya mengidap penyakit jantung (coroner). Saya tidak terlalu merasakan penyakit tersebut dan aktivitas saya berjalan seperti biasa. Pada bulan Juli 2000, dilakukan kateterisasi di RS. Husada. Dari hasil pemeriksaan itu disimpulkan bahwa saya harus dioperasi, sebab bila tidak, kemungkinan hidup saya tinggal 6 bulan saja. Tetapi bila dioperasi, mengingat kondisi jantung saya yang sudah bengkak, kemungkinan berhasil hanya 50%. Setelah mempertimbangkan berbagai hal, akhirnya saya memutuskan untuk dioperasi di Auckland.
Hal ini saya ceritakan kepada salah seorang sahabat saya (yang sekarang saya tahu berjamaat di GBI Rehobot). Ketika ia tahu bahwa saya akan berangkat ke Auckland untuk dioperasi by-pass jantung ia datang berkunjung ke rumah saya pada hari Kamis tanggal 20 Juli 2000. Kami berbincang mengenai firman Tuhan selama + 2 jam, kemudian berdoa bersama.
Melalui pertemuan itu, saya dingatkan beberapa hal antar lain :
1. Bagaimanapun, pada akhirnya, ujung dari kehidupan ini adalah kematian. Masalahnya adalah apakah kita sudah mempersiapkan diri menghadapi kematian itu atau belum.
2. Tuhan Yesus berkata : "I am the way ....."
Berdasarkan ucapan ini, saya percaya Ia adalah jalan bagi saya untuk menuju kematian tubuh, memasuki kehidupan kekal dan sekaligus Ia pun adalah jalan bagi saya untuk menyelesaikan persoalan yang saya hadapi.
Iman saya dikuatkan, hati saya dipenuhi damai sejahtera dan dengan penyerahan penuh kepada Tuhan, keesokan harinya (21 Juli) saya berangkat ke Auckland. Tiba saatnya pada hari yang telah ditentukan Jum'at tanggal 25 Agustus 2000, saya dioperasi di RS. Greenlane - Auckland. Operasi tersebut diperkirakan akan tuntas dalam waktu 6 jam. Tetapi apa yang terjadi kemudian, tidaklah seperti perkiraan sebelumnya.
Berikut ini saya ceritakan apa yang saya alami dan informasi yang saya peroleh kemudian :
- Jum'at, 25 Agustus 2000
Saya mulai dioperasi pada sore hari, dan selanjutnya saya tidak sadarkan diri (koma).
- Selasa, 29 Agustus 2000
Saya merasa bahwa saya sudah mati. Saya melihat istri bagaikan siluet yang tidak dapat dipegang. Saya bertanya tetapi ia tidak menjawab. Lalu saya berpikir : "Oh........ memang orang mati tidak bisa berhubungan dengan orang yang masih hidup".
Pada saat saya dalam keadaan koma, ternyata grafik monitor otak saya sudah hampir rata. Melalui Manager Rest Home tempat dimana istri saya bekerja, tim dokter melaporkan bahwa saya tidak mempunyai harapan untuk hidup dan sekiranya hidup, daya pemikiran saya sudah rusak dan tidak akan ingat apa-apa lagi. Selanjutnya Manager tersebut menanyakan dimana saya akan dimakamkan dan kapan anak-anak saya yang di Indonesia akan tiba di Auckland. Beberapa staff dari Rest Home tersebut mendatangi istri saya dan menyampaikan ucapan bela sungkawa atas kematian saya.
Dengan kenyataan bahwa saya tidak ada harapan hidup, tim dokter menyatakan akan mencabut alat stimulasi jantung. Istri saya kemudian meminta dengan sangat untuk diperpanjang 1 hari. Setelah mempertimbangkan hal tersebut, akhirnya tim dokter mengabulkan permintaan istri saya. Sementara saya terbaring koma tanpa harapan hidup, istri saya bersama saudara-saudara seiman lain dan para sahabat berdoa buat saya.
- Rabu, 30 Agustus 2000
Menjelang dicabutnya alat stimulasi jantung yang terpasang pada tubuh saya, terjadi sesuatu kejutan karena pada monitor terlihat adanya aktivitas pada otak lagi. Saat itu memang saya sempat sadar sesaat, tetapi kemudian tak sadarkan diri lagi. Melihat adanya perubahan grafik pada monitor tersebut, kemudian tim dokter menangguhkan pencopotan alat stimulasi jantung tersebut.
Pada Grafik pada monitor otak saya menunjukkan kondisi yang semakin baik dan secara perlahan akhirnya saya sadarkan diri. Pada sore harinya saya sadar penuh dengan pemikiran yang baik, daya ingatan yang jernih seperti sebelum dioperasi . Praise the Lord!!
Melalui pengalaman saya yang luar biasa ini, tim dokter, Manager Rest Home dan beberapa staff yang sebelumnya menganggap bahwa agama dan doa itu hanya "rubbish" menyatakan dan percaya bahwa apa yang terjadi pada diri saya adalah "MIRACLE" yang bisa terjadi oleh kuasa DOA.
Demikian kesaksian saya, kiranya bisa menguatkan dan menambah iman saudara sekalian. Terima kasih dan syukur kepada Tuhan yang telah mengerjakan mujizat ini dalam hidup saya dan terima kasih kepada saudara serta sahabat yang telah mendoakan saya. Semua biarlah terjadi hanya untuk kemuliaan Tuhan saja.
Syalom,
Herman Tjahja
Apakah anda ingin mendapatkan apa yang anda kehendaki, bila anda merindukannya?
Apakah anda berdoa dan menanti dengan segera suatu jawaban?
Dan bila tidak memperoleh suatu jawaban secara langsung,
Apakah anda merasa dilupakan oleh Tuhan?
+++
Nah, doa yang dilakukan dengan cara ini
Sebenarnya sama sekali bukan doa,
Karena anda tak dapat datang kepada Tuhan dengan tergesa-gesa
Dan kemudian berharap mendapat jawaban akan doa anda dengan segera
+++
Doa bukanlah dimaksudkan untuk memperoleh
Keinginan kita yang bersifat egois,
Karena Tuhan dalam kearifan-Nya menolak
Hal-hal yang kita inginkan secara salah
+++
Dan janganlah berdoa untuk bebas dari masalah
Atau berdoa agar kiranya pencobaan dalam hidup kita dapat kita lewati,
Sebaliknya berdoalah untuk mendapatkan kekuatan dan keberanian
Dalam menghadapi saat-saat yang tergelap dan tidak menangis…
Bila Tuhan tidak ada di sana, ketika anda memanggilNya,
Dan seakan-akan menutup telinga menghadapi doa anda
Dan justru saat anda benar-benar memerlukan-Nya
Ia seakan-akan meninggalkan anda dalam keputus asaan
+++
Sadarlah! Anda sama sekali tak mengerti akan
Alasan dan tujuan dari doa.
Yang benar adalah agar kita tetap bahagia bahwa
Tuhan senantiasa mendekap kita dengan aman
+++
Dan Tuhan hanya menjawab permohonan kita
Bila Ia tahu, bahwa apa yang kita inginkan adalah untuk memenuhi suatu kebutuhan,
Dan bila selalu kehendakku menjadi kehendakNya
Maka tidak ada doa yang Tuhan tidak pedulikan.
Matius 6:33 - "Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu."
Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 118; 1 Yohanes 2; Yehezkiel 42-43
Tahukah Anda bahwa diri Anda begitu penting bagi Allah? Dia membutuhkan Anda untuk menjadi alat kemuliaan-Nya di dunia ini yang semakin hari semakin hancur dengan keinginannya. Dunia yang sedang sekarat ini menantikan orang-orang yang bisa memberikan jawaban atas permasalahan mereka dan semuanya itu hanya dapat dilakukan oleh orang-orang yang mengenal Allah.
Seringkali kita terlalu memusingkan bagaimana menjadi seorang Kristen yang baik dihadapan orang lain. Padahal sebagai anak-anakNya, kehidupan bersama dengan Allah yang seharusnya menjadi prioritas setiap kita. Itu adalah kerinduan-Nya.
Dia ingin Anda tahu bahwa setiap hari ketika Anda berdoa kepada-Nya atau berjalan dalam iman saat sedang dalam kesulitan, itu semua bagi-Nya adalah suatu kehidupan penuh kisah cinta; kehidupan yang tidak akan dapat dirasakan ketika kita jauh dari-Nya.
Pada saat Anda bersekutu dengan Allah maka segala sesuatu yang Anda minta di dunia ini akan Anda dapatkan. Kesembuhan, kekuatan, sukacita, bahkan kekayaan akan Anda peroleh saat hati Allah terpaut kepada Anda dan begitu juga hati Anda kepada Alllah.
Jadikan Allah sebagai prioritas utama di dalam hidup Anda maka lihatlah hidup Anda tidak akan pernah sama lagi.
Sumber: God Calling; Penerbit Pionir Jaya
Jawaban.com
Jehdi and Hassan were two merchants who were very close friends. Jehdi was a cheerful person, almost frivolous, whereas Hassan was very serious, perhaps too cautious and careful. But an unbreakable bond of friendship tied them together and this made their journey for business happy, for they never had any dispute.
One time they started together toward the city of Touria. They arrived at the outskirts of a forest where the big trees, moist rocks and cool shade invited them to take a well-deserved rest. Within a minute Jehdi fell asleep. Hassan looked at his friend with a sigh and told himself, "He sleeps peacefully in nature, as if he were in his own house. I am afraid of someone robbing me. Even though the thief might get very little, I am too apprehensive and I prefer to be cautious. After all, one never knows what might happen".
Hassan was ruminating over his anxiety when suddenly he saw a wasp coming out of Jehdi's left nostril. Its enigmatic dance surprised him. It flew toward a single pine tree standing on a rock, circled the tree 3 times, and then returned to the sleeping Jehdi and disappeared into his right nostril.
Just at that moment Jehdi woke up, sat up laughing and said, "Hassan, you will never believe me. I just had a marvelous dream. Just imagine that there is big pine tree standing on a high rock, exactly like the one you see there. A wasp droned around the trunk and its wings buzzed as if to say, "You must dig in this place, you must dig in this place!" I started digging and I found a big pot full of gold coins. I have never in my life seen so much money...!"
"Yes, truly it is a strange dream," replied Hassan. "If I were in your place, I would have dug around the pine tree there."
"My poor friend, how na?ve you are. I would never take a dream seriously. It is so hot here, to dig would be torture! Please, let us continue our journey.."
But Hassan insisted, "Jehdi, a dream like this surely has a meaning. If you do not want to dig, I will try instead. Do you know what I propose to you? Sell your dream to me."
Jehdi began laughing loudly. "This is a good piece of business for me! How much will you pay?"
"You have said that there is a big pile of gold coins. I am your friend and I do not want to wrong you. You tell me how much you estimate to be the price of your dream."
After a brief discussion, they agreed to the sum of 300 coins.
"Never have I made such a business deal. So much money for a simple dream of no value. How gullible you are, Hassan!"
The 2 friends then went under the pine tree which the wasp had shown in the dream. Jehdi was amused to see Hassan perspiring profusely and breaking his back with the shovel. He continued on until the shovel made a dull sound as if it had struck something hard.
What a surprise for the 2 merchants when they uncovered an earthen pot full of gold coins! Before breaking it, Hassan noted an inscription near the handle: "the first of seven."
"The first of 7. That means there should be 6 more pots buried," Jehdi understood, starting to regret the deal he had concluded too quickly.
This time both of them dug with energy and, sure enough, they found the 6 pots, one after another, each one filled to the brim with gold coins. Hassan built a huge inn in the city and named it The Bulging Pot. He lived as a rich and satisfied man until his death. Jehdi often came to visit him and greeted his friend with the words, "Well, Hassan, how are you? I have come to see what has happened to my dream." And the 2 comrades patted each other on the back laughing. But every time Jehdi returned home sadder, for he knew that he could never buy back his dream.
Joe arrived early to the train switching yard where trains are routed and set on different tracks.
Tom, the Train Switching Manager starts the interview and asks, “What would you do if two trains are on the same track coming towards each other?”
Joe answers, “I’ll go over and pull the switching lever and get one train on another track so they can pass safely.”
“Ok,” Tom says, “What would you do if the switch handle is broken off?”
Joe, “Well I would get the piece of steel over there by the shed and jamb it in the switch and use that as the lever.”
“Ok good!”
Tom asked again, “What would you do if the switch lever is broken?”
“Well, I would pick up the phone and call the main office and get them to switch it from there!”
“Ok, very good!”
Tom asked again, “What would you do if no one answers the phone? Well, then I would call my cousin Vinny at the fire department and tell him to get down here right away.”
Tom asking, “What good would that be?”
“Well, he’s never seen two trains collide.”