"Tolong bungkuskan satu tangkai bunga mawar," kata pemuda itu kepada si penjaga toko.
"Hanya satu tangkai?" tanya si penjaga toko.
"Yap, hanya satu," kata si pemuda itu. "Karena aku adalah laki-laki yang tidak banyak bicara!"
Mazmur 23:4 - "Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku."
Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 109; 1 Petrus 1; Yehezkiel 23-24
Pernahkah Anda bertemu dengan orang yang sepertinya hidupnya yang ia jalani itu lurus-lurus saja? Mau hidupnya sedang diterjang masalah atau sedang berkecukupan, orang itu tetap menunjukkan sikap yang sama yakni bersukacita. Kita mungkin berkata, "Ia sedang berlaku munafik karena sebenarnya dia sedang sedih, tetapi dia tidak tunjukkan", tetapi benarkah seperti itu?
Sewaktu sekolah dulu, saya mempunyai seorang teman seperti ini. Saya pun berpikir yang sama seperti Anda-anda yang berpikir, "nih orang pasti munafik, kok dia selalu tidak pernah terlihat sedih sih. apakah hidupnya selalu baik-baik saja?" jujur pikiran itu cukup lama ada di pikiran saya. Namun, lewat sebuah peristiwa dimana ketika hanya dia dan saya, pikiran negatif saya itu hilang dengan sendirinya.
Waktu itu teman saya memiliki masalah dengan keluarganya yang cukup besar dan saya mengetahui hal itu. Ketika itu, sehabis pulang sekolah seperti biasa saya mendekati teman saya ini untuk mengajak pulang bersama karena arah rumah kami itu sama. Saat berjalan kaki menuju halte bus, saya pun menanyakan mengenai keadaan keluarganya. Dan tahukah Anda, ketika saya menanyakan hal ini dia tetap menunjukkan wajah yang sama; wajah penuh sukacita.
Sebelum saya melanjutkan pertanyaan saya, dia berkata seperti ini, "Mungkin orang berpikir saya ini orang munafik karena tidak pernah menunjukkan kesedihan. Tetapi, sebenarnya saya adalah sama seperti kamu. Hanya saja, ada satu yang mungkin membuat perbedaan antara kita, yakni setiap saya sedang dalam masalah seperti sekarang ini saya menaruhkannya ke tangan Tuhan. Entah mengapa ketika saya datang kepada-Nya dan membaca firman-Nya ada damai sejahtera dan sukacita yang mengalir dalam hidup saya. Itulah mengapa saya selalu seperti ini"
Jujur ketika mendengarnya, hati saya tersentak dan mulai merasa begitu kagum dengan Tuhan. Tiada kata-kata yang dapat menggambarkan kemahadasyatan diri-Nya.
Apakah hari ini Anda mau memiliki sukacita dan damai sejahtera seperti itu? Sukacita dan damai sejahtera yang tidak terpengaruh oleh keadaan dan waktu; Sukacita dan damai sejahtera yang membuat Anda tetap optimis menjalani hari-hari Anda. Itu hanya Anda dapatkan bila Anda di dalam Tuhan.
Ketika Anda memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan maka segala permasalahan dan kondisi yang tidak menyenangkan tidak akan membuat Anda bersedih, tetapi tetap bersuka karena Anda tahu ada jalan keluar dan kekuatan yang Tuhan berikan ketika menjalaninya. Jadi, bila ada situasi buruk datang ke dalam hidup Anda, katakan bahwa itu bukanlah masalah besar karena ada Tuhan yang luar biasa bersama dengan Anda. Tetaplah bersukacita!!
Seberapa besar masalah yang Anda hadapi, Kuasa Allah tetaplah lebih besar.
Jawaban.com
"... Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, --maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu." - Matius 17:20
Yohanes 19:30 - "Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya."
Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 108; Yakobus 5; Yehezkiel 21-22
Pasti hampir semua kita mengenal apa itu Patung Liberty; patung yang berdiri menjulang tinggi yang ada di Amerika Serikat. Patung ini bukanlah sembarang patung yang hanya dijadikan sebuah pajangan saja. Patung Liberty memiliki arti tersendiri bagi warga Amerika Serikat. Bagi mereka, patung ini merupakan simbol kemerdekaan; tanda bahwa mereka telah bebas dari segala penjajahan.
Pada alas patung Liberty itu ada sebuah kalimat yang dicetuskan oleh Emma Lazarus yang sangat menyentuh, bunyinya seperti ini: "Datanglah kepadaku hai orang-orang yang letih dan miskin, rakyat yang merindukan udara kebebasan dan orang-orang yang terbuang dari masyarakat. Kirimkanlah kepadaku para tunawisma dan orang-orang yang terlantar: Aku telah meninggalkan oborku di sisi gerbang emas!"
Kata-kata yang tertertulis di benda yang tidak bernyawa tersebut begitu bersejarah sehingga generasi demi generasi di bangsa itu tidak pernah melupakannya. Namun, ada satu monumen lain yang begitu menjulang tinggi dan menawarkan kemerdekaan rohani bagi orang-orang yang diperbudak dan dibelenggu oleh dosa. Apakah itu? monumen itu bernama salib Yesus.
Salib tersebut awalnya hanyalah sebuah benda yang tidak dianggap oleh siapa pun karena merupakan simbol dari kehinaan. Namun, ketika Yesus, Anak Allah berada di salib untuk menebus dosa manusia; benda yang melambangkan kehinaan itu berubah makna menjadi lambang kemenangan atas maut. Dari salib itu terdengar seruan. "Ya Bapa, ampunilah mereka" dan "Sudah Selesai" (Yohanes19:30). Keselamatan dan kemerdekaan atas dosa menjadi milik kita ketika kita menerima Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat.
Kematian Yesus telah mengubah masa depan hidup manusia yang tadinya akan berakhir dalam kebinasaan menjadi kehidupan kekal bersama dengan Allah. Hari ini undangan salib Kristus yang luar biasa itu datang kepada Anda. Maukah Anda menerimanya? Atau Tuhan harus kembali kecewa karena penolakan yang Anda lakukan? Jangan sia-siakan kesempatan hari ini; bertobatlah dan terimalah kebebasan atas dosa dan segala kutuk yang mengikat Anda.
Hidup dalam kemerdekaan sejati hanya ada jika kita tinggal di dalam Yesus Kristus.
Jawaban.com
Kolose 3:23 - "Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia."
Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 107; Yakobus 4; Yehezkiel 19-20
Martin Luther King Jr, pernah berkata, "jika seseorang ditakdirkan untuk menjadi penyapu jalan, ia harus menyapu jalan seperti Michaelangelo melukis atau Beethoven bermain musik, atau Shakespear menulis. Ia harus menyapu jalan dengan baik, sehingga semua pemilik rumah di surga dan bumi akan berhenti untuk berkata: disini hidup tukang sapu jalan besar yang mengerjakan pekerjaannya dengan baik."
Pernyataan diatas mengajarkan kepada kita suatu kebenara, bahwa apapun yang kita kerjakan atau dimana pun kita ditempatkan haruslah kita melakukannya dengan sungguh-sungguh. Hal ini berarti bahwa kita tidak boleh membeda-bedakan setiap pekerjaan yang menjadi tanggung jawab kita. Namun, hal ini terkadang sulit untuk dilakukan khususnya bagi mereka yang sudah terbiasa memegang pekerjaan yang besar. Tetapi, mengenai hal ini Paulus memberikan nasihatnya.
Dalam suratnya kepada Jemaat di Kolose, Paulus mengingatkan agar mereka melakukan apa yang menjadi kewajiban mereka seperti yang untuk Tuhan. Apa artinya ini? Artinya setiap pekerjaan atau pelayanan yang diberikan kepada kita akan Tuhan minta pertanggungjawabannya. Bila kita memegang prinsip ini maka apa yang kita lakukan hasilnya pun tidak mengecewakan.
Orang-orang sekitar kita akan menilai setiap pekerjaan yang kita lakukan, bahkan bukan kita yang dinilainya, tetapi Dia yang hidup dalam kita. Baik buruknya hasil pekerjaan yang telah kita perbuat akan menyeret nama Tuhan ke dalamnya.
Oleh karena itu, marilah kita mulai menganggap setiap tugas, pekerjaan atau pelayanan yang diberikan kepada kita adalah anugerah dari Tuhan, sehingga ketika akan mengerjakannya, kita melakukan semuanya itu dengan sungguh-sungguh dan hati yang rela.
Keseriusan Anda melakukan pekerjaan menandakan seberapa besar arti Tuhan dalam hidup Anda.
Jawaban.com
Matius 25:21 - "Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu."
Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 106; Yakobus 3; Yehezkiel 17-18
Suatu kali seorang anak kecil datang menghampiri ibunya, katanya seperti ini, "Ma, aku mau ngebantu papa membetulkan mobil itu, tapi aku gak tahu caranya. Aku kan tidak mengerti tentang mesin. Nanti bukannya membantu malah ngerusakin lagi." Sang ibu yang melihat keinginan besar dari anaknya menjawab, "Nih, kamu bawa gelas air kasih ke papa sana," Tanpa disuruh dua kali, ia pun berjalan perlahan-lahan sambil membawa segelas air.
Tidak berapa lama kemudian sampailah di samping ayahnya yang sedang bekerja. Namun, saking seriusnya ayahnya tidak menyadari kehadiran si anak. Tidak kehabisan akal, si anak pun menepukkan tangannya ke paha sang ayah dan benar ayahnya pun menoleh kepadanya. Dengan tersenyum, anak kecil ini menyodorkan gelas berisi air kepada sang ayah. Terkejut dengan apa yang dilakukan anaknya, sang ayah menerima gelas tersebut dan meminumnya.
Setelah meminum air tersebut, sang ayah pun mengucapkan kata-kata terima kasih kepada si anak, "terima kasih ya nak udah bawain papa air minum. Apa yang kamu lakukan telah membantu papa sehingga papa tidak kehausan lagi dan bisa menyelesaikan memperbaiki mobil yang sedang rusak ini".
Seringkali kita pun berpikir sama dengan yang anak kecil itu pikirkan. Kita berusaha keras mencari bagaimana menyenangkan hati Tuhan dengan giat dalam pelayanan mimbar atau persekutuan yang menghadirkan ribuan jiwa. Kita merasa dengan melakukannya semuanya itu kita telah membuatnya tersenyum. Namun, ternyata Dia tidak terlalu memperhatikan itu.
Yang membuat Allah tersenyum adalah ketika Anda dengan setia mencari wajah-Nya setiap hari; tidak bersungut-sungut ketika mendapat pekerjaan yang sepertinya remeh yang diberikan oleh orang di keluarga, kantor, maupun gereja Anda. Semua itu mungkin terlihat sederhana bagi orang-orang dunia, tetapi Dia memperhitungkannya.
Ukuran Tuhan menilai Anda adalah kesetiaan, hanya itu.
jawaban.com
Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda dan mujizat-mujizat dengan maksud, sekiranya mungkin, menyesatkan orang-orang pilihan - Markus 13:22