7:48:00 AM
Peak
Seorang wanita yang melamar pekerjaan ingin tahu tentang tunjangan dari perusahaan yang dia lamar. Manajer personalia memberitahunya bahwa ia akan mendapat asuransi kesehatan dan jiwa, namun biayanya dipotongkan dari gajinya.
Si wanita bilang, "Perusahaanku yang terakhir memfasilitasiku dengan asuransi kesehatan, lima tahun gaji untuk asuransi jiwa, juga cuti sebulan, dan mereka tidak memotong gajiku untuk hal-hal itu."
"Lalu mengapa Anda keluar dari perusahaan Anda?" tanya si manajer personalia.
Wanita itu mengangkat bahunya dan berkata, "Perusahaan itu bangkrut."
7:50:00 AM
Peak
Suatu hari seorang Bapak tua hendak menumpang bis di Orchard Road. Pada saat ia menginjakkan kaki kirinya ke tangga, salah satu sepatunya terlepas dari kakinya dan jatuh ke jalan. Lalu pintu segera menutup secara otomatis dan bis mulai bergerak, sehingga ia tidak sempat memungut sepatu yang terjatuh tadi. Lalu si bapak tua itu dengan tenang melepas sepatunya yang sebelah dan melemparkannya ke luar jendela.
Seorang pemuda yang duduk di dalam bis itu melihat kejadian itu merasa heran. Ia lalu memberanikan diri dan bertanya kepada si bapak tua, “Aku tadi melihat apa yang anda lakukan, Pak. Mengapa Anda melemparkan sepatu Anda yang sebelahnya juga?”.
Si Bapak tua menjawab, “Supaya siapapun menemukan sepatuku bisa memanfaatkannya.” Anak muda itu terperanjat.
Si Bapak melanjutkan, “Jangan mempertahankan sesuatu hanya karena kamu ingin memilikinya atau karena kamu tidak ingin orang lain memilikinya. Satu sepatu hilang dan sepatu yang tinggal sebelah tidak akan banyak bernilai bagiku. Tapi dengan melemparkannya ke luar jendela, sepatu itu akan menjadi hadiah yang berharga bagi gelandangan yang membutuhkannya.”
Berkeras mempertahankannya tidak membuat kita atau dunia menjadi lebih baik. Kamu bisa melihat bagaimana paradigma Bapak itu merupakan sesuatu yang berbeda dan melawan arus dunia. Jim Elliot, seorang misionaris pernah berkata, “He is no fool who gives what he can’t keep to gain what he can’t lose.” (Bukahlah suatu kebodohan untuk menyerahkan apa yang tidak bisa dipertahankan demi mendapatkan apa yang tidak bisa hilang).
Renungan :
Kita boleh saja mempertahankan sesuatu yang menjadi hak kita, tetapi ada seseorang yang sudah menyerahkan hak-Nya sebagai Anak Allah dan datang ke dunia, mati di atas kayu salib untuk kita. Ia tidak mempertahankan sesuatu yang sebenarnya adalah milik-Nya.
7:34:00 AM
Peak
Bapa pegang tanganku
Aku rindu saat teduh bersama-Mu
Dekap aku dalam hangat naungan-Mu
Bawa hidupku pada-Mu
Masuk dalam altar-Mu yang kudus
Bapa pegang tangaku
Aku rindu tinggal di dalam hati-Mu
Engkau terang yang membuatku melihat
Melihat jauh ke dalam keb’naran-Mu Bapa
Lebih dari nafasku Bapa
Kuperlukan kasih-Mu Bapa
Berjalan disamping-Mu Bapa seumur hidupku
Lebih dari nafasku Bapa
Kuperlukan kasih-Mu Bapa
Peganglah tanganku ya Bapa untuk selamanya
7:15:00 AM
Peak
Yesus Kau kebenaran yang menyelamatkanku
Kau membrikanku hidup dan pengharapan
Ku turut kehendak-Mu
Ku perlu anugerah-Mu
Kunyatakan janjiku kepada-Mu
Kalau ku hidup, ku hidup bagi-Mu
Hatiku tetap, tetap menyembah-Mu
Dunia tak bisa menjauhkanku dari kasih-Mu
Slama ku hidup, ku hidup bagi-Mu
Mataku tetap, tetap memandang-Mu
Dunia tak bisa menjauhkanku dari kasih-Mu
9:39:00 AM
Peak
Dua orang pramuka baru, si Andi dan Doni, mengikuti persami di hutan di temani seorang pembinanya. Saat disuruh mencari kayu bakar, tiba-tiba Andi berlari menghampiri pembinanya yang sedang menyiapkan api unggun.
Andi : "MAS, LAPOR MAS!!!" (sambil setengah berteriak)
Pembina : "Ada apa Andi???"
Andi : "SI DONI DIPATOK ULAR MAS!!!"
Pembina : "APA???!!! Cepat kamu berikan pertolongan pertama, dengan mengikat bagian tubuhnya yang di gigit ular itu dengan tali. Ikatnya yang kencang, biar racunnya tidak menyebar. Saya akan mencari bantuan di warga sekitar.
Kemudian Andi berlari menuju Doni sambil membawa seutas tali pramuka. Tak lama kemudian ia kembali ke pembinanya.
Andi : "MAS, LAPOR MAS!!!"
Pembina : "Tenang saja Andi, seorang dokter sudah menuju kemari."
Andi : "Terlambat mas, si Doni sudah meninggal dunia."
Pembina : "APA??!!! (agak shock mendengarnya) . Apa kamu sudah melakukan pertolongan pertama yang saya suruh???"
Andi : "Sudah mas, bahkan wajahnya sampai biru."
Pembina : "Kok wajahnya sampai membiru."
Andi : "Iya, kan yang digigit tuh lehernya, saya ikat aja pake tali mpe kencang, biar tuh racun nggak menyebar ke kepalanya. Eh si Doni gak lama kemudian malah meninggal."
Pembina : "Busyettt dah...??!!!! "
7:51:00 AM
Peak
Address: Ephesians 1:20 / Efesus 1:20
Phone: Romans 10:13 / Roma 10:13
Website: The Bible. Keywords: Christ, Lord, Savior and Jesus
Hello. My name is Jesus -The Christ. Many call me Lord! I've sent you my resume because I'm seeking the top management position in your heart. Please consider my accomplishments as set forth in my resume.
Qualifications
Occupational Background
Skills Work Experiences
-
Some of my skills and work experiences include: empowering the poor to be poor no more, healing the brokenhearted, setting the captives free, healing the sick, restoring sight to the blind and setting at liberty them that are bruised, (See
Luke 4:18 /
Lukas 4:18).
-
-
Educational Background
-
I encompass the entire breadth and length of knowledge, wisdom and understanding, (See
Proverbs 2:6 /
Amsal 2:6).
-
-
My Word is so powerful; it has been described as being a lamp unto your feet and a lamp unto your path, (See
Psalms 119:105 /
Mazmur 119:105).
-
Major Accomplishments
-
-
-
-
I've miraculously fed the poor, healed the sick and raised the dead!
-
There are many more major accomplishments, too many to mention here. You can read them on my website, which is located at: www dot - the BIBLE. You don't need an Internet connection or computer to access my website.
References
-
Believers and followers worldwide will testify to my divine healings, salvation, deliverance, miracles, restoration and supernatural guidance
In Summation
Now that you've read my resume, I'm confident that I'm the only candidate uniquely qualified to fill this vital position in your heart. In summation, I will properly direct your paths, (See Proverbs 3:5-6 / Amsal 3:5-6), and lead you into everlasting life, (See John 6:47 / Yohanes 6:47). When can I start? Time is of the essence, (See Hebrews 3:15 / Ibrani 3:15).
Send this resume to everyone you know, you never know who may have an opening! Thanks for your help and may God bless you!
NB : Kalau ada yang salah ngelink ayat2nya, tolong hubungi saya. Terima kasih.. :)
7:46:00 AM
Peak
"Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar; mereka yang diam di negeri kekelaman, atasnya terang telah bersinar" - Yesaya 9:1
Bacaan : Yesaya 9:1-6
Apakah Yesus lahir tanggal 25 Desember? Tidak! Kita membaca bahwa saat Yesus lahir, para gembala "menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam" (Lukas 2:8). Dan, para gembala menggembalakan domba di padang saat malam hari hanya pada musim panas. Padahal, Desember adalah musim dingin. Artinya, kelahiran Yesus pasti terjadi pada bulan-bulan musim panas, meski tak ada yang mengetahui waktunya secara pasti. Tanggal 25 Desember dijadikan hari Natal karena hari itu merupakan perayaan berbaliknya matahari ke belahan bumi utara. Di tengah musim dingin yang gelap, terang muncul; Yesus lahir sebagai Terang Dunia.
Natal bukan perayaan ulang tahun Yesus, melainkan perayaan datangnya Yesus ke dunia sebagai Sang Terang. Kelahiran-Nya membuka babak baru: dunia yang dikuasai kegelapan dosa kini melihat Terang yang besar. Di mana terang hadir, di situ tak ada lagi kegelapan. Apa akibatnya? Pertama, umat manusia dilepaskan dari belenggu dosa yang menekan dan menindas (ayat 3). Kedua, ada damai sejahtera yang mampu mengenyahkan perang dan perseteruan (ayat 4) serta ketidakadilan (ayat 6).
Dua ribu tahun sudah Yesus lahir. Mengapa penindasan, perang, dan ketidakadilan masih ada? Karena masih banyak orang belum membuka hati bagi Sang Terang. Manusia "melihat" Terang itu, tetapi tidak menyambut-Nya, sehingga hatinya masih dikuasai kegelapan. Tugas kita adalah memperkenalkan terang Kristus kepada sesama melalui tindakan kasih. Itulah inti perayaan Natal. Bukan sekadar menyalakan lilin atau pohon terang, melainkan hidup dalam terang dan membawa orang mengenal Sang Terang -JTI
KEGELAPAN HANYA BISA TERUSIR
JIKA TERANG DIPERSILAKAN HADIR
Yayasan Gloria
12:01:00 AM
Peak
“Akulah kebangkitan dan hidup; siapa saja yang percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati” - Yohanes 11:25
Saat berjalan memasuki gereja pada pagi Paskah tahun lalu, saya berpapasan dengan seorang teman saya dan menyapanya, “Selamat Natal!”. Namun, setelah menyadari kesalahan saya, saya segera mengoreksi diri sendiri, “Maksud saya, Selamat Paskah!”
“Kita tidak dapat merayakan yang satu tanpa merayakan yang lainnya”, jawabnya dengan tersenyum.
Benar sekali! Tanpa Natal, tidak akan ada Paskah. Dan tanpa kehilangan, hari ini hanyalah hari biasa. Bahkan, bisa jadi kita tidak akan berada di gereja.
Natal dan Paskah merupakan perayaan yang paling menggembirakan bagi umat Kristiani. Pada hari Natal, kita merayakan penjelmaan Allah (Allah mengambil rupa manusia yang datang ke dunia). “Karena Allah begitu mengasihi dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal...” (Yohanes 3:16)
Pada hari Paskah, kita merayakan kebangkitan Yesus. “Ia tidak ada disini, Ia telah bangkit”, kata malaikat (Lukas 24:6). Sejak awal zaman, kedua hari ini berhubungan erat dalam rencana besar Bapa. Yesus lahir untuk mati bagi dosa-dosa kita dan untuk mengalahkan maut agar kita dapat hidup.
Manakah yang lebih penting? Natal, kelahiran bagi Yesus? Atau Paskah, kematian dan kebangkitan Anak Allah? Keduanya sangat penting dan dua-duanya merupakan bukti nyata kasih Bapa bagi kita.
Selamat Natal dan Selamat Paskah!
NATAL DAN PASKAH MERUPAKAN DUA BAB DARI BUKU YANG SAMA
Sumber : Renungan Harian