Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

25 December 2008

Ulang Tahun Yesus

"Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar; mereka yang diam di negeri kekelaman, atasnya terang telah bersinar" - Yesaya 9:1

Bacaan : Yesaya 9:1-6

Apakah Yesus lahir tanggal 25 Desember? Tidak! Kita membaca bahwa saat Yesus lahir, para gembala "menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam" (Lukas 2:8). Dan, para gembala menggembalakan domba di padang saat malam hari hanya pada musim panas. Padahal, Desember adalah musim dingin. Artinya, kelahiran Yesus pasti terjadi pada bulan-bulan musim panas, meski tak ada yang mengetahui waktunya secara pasti. Tanggal 25 Desember dijadikan hari Natal karena hari itu merupakan perayaan berbaliknya matahari ke belahan bumi utara. Di tengah musim dingin yang gelap, terang muncul; Yesus lahir sebagai Terang Dunia.

Natal bukan perayaan ulang tahun Yesus, melainkan perayaan datangnya Yesus ke dunia sebagai Sang Terang. Kelahiran-Nya membuka babak baru: dunia yang dikuasai kegelapan dosa kini melihat Terang yang besar. Di mana terang hadir, di situ tak ada lagi kegelapan. Apa akibatnya? Pertama, umat manusia dilepaskan dari belenggu dosa yang menekan dan menindas (ayat 3). Kedua, ada damai sejahtera yang mampu mengenyahkan perang dan perseteruan (ayat 4) serta ketidakadilan (ayat 6).

Dua ribu tahun sudah Yesus lahir. Mengapa penindasan, perang, dan ketidakadilan masih ada? Karena masih banyak orang belum membuka hati bagi Sang Terang. Manusia "melihat" Terang itu, tetapi tidak menyambut-Nya, sehingga hatinya masih dikuasai kegelapan. Tugas kita adalah memperkenalkan terang Kristus kepada sesama melalui tindakan kasih. Itulah inti perayaan Natal. Bukan sekadar menyalakan lilin atau pohon terang, melainkan hidup dalam terang dan membawa orang mengenal Sang Terang -JTI

KEGELAPAN HANYA BISA TERUSIR
JIKA TERANG DIPERSILAKAN HADIR

Yayasan Gloria

0 comments:

Post a Comment