8:00:00 AM
Peak
Tuhan, betapa melimpah berkat-berkat-Mu selama ini;
Engkau telah menganugerahkan kepadaku mukjizat, kebahagiaan, kasih-sayang dan kemurahan.
Dalam saat-saatku yang paling gelap
Engkau telah mengirim malaikat – malaikat-Mu;
Aku telah menyaksikan betapa luar biasa kuat-kuasa-Mu.
Aku tak habis mengerti, mengapa Engkau mengasihiku,
Karena aku dipenuhi oleh dosa;
Namun setiap kali,
Engkau membangunkanku kembali dari kejatuhanku
Dan membiarkan aku mencoba lagi
Tuhan, hatiku laksana sebuah jendela
Engkau dapat melihat segala sesuatu yang berada di dalam hatiku;
Tidak ada sesuatu yang dapat disembunyikan …
Dapatkan Kau melihat kasihku terhadap-Mu?
Aku adalah milik-Mu,
Pakailah aku sesuai dengan kehendak-Mu;
Apapun yang Engkau kehendaki dariku,
Dengan segala kesenangan hati, aku akan melakukannya.
Aku berusaha untuk menjadi anak-Mu
Yang menjadi kebanggaan-Mu
Aku lemah dan penuh syukur
Dan aku senantiasa memuji Nama-Mu.
Tuhan, aku sungguh tidak mengerti
MengapaEngkau dapat mengasihi dengan cara yang luar biasa itu.
Namun, sejak aku masih kecil,
Aku selalu bersandar kepada-Mu.
Engkau senantiasa menyertaiku dalam setiap langkahku,
Aku dapat merasakan kehadiran-Mu,
Dan bila aku setiap kali datang kepada-Mu
Engkau selalu menjawab doa-doaku.
Ya Tuhan, Engkaulah JuruSelamatku,
Aku mengasihiMu.
Aku akan melakukan segala sesuatu dan di setiap waktu
Yang Kaukehendaki aku melakukan untuk-Mu
Apapun alasan-Mu untuk mengasihiku sedemikian besarnya
Aku menyerahkan diri Tuhanku,
Dan aku akan selalu mengikuti-Mu,
Ke mana Egkau pergi
Norma Cornett Marek
7:24:00 AM
Peak
Tuhan selalu memberkatiku dengan secara berkelimpahan sepanjang hidupku. Ketika aku masih belajar di sekolah, dan ketika aku tahu dengan pasti bahwa aku akan gagal dalam ujianku, Tuhan telah menolong aku dengan angka-angka yang bagus. Untuk ujianku 10+1, aku tahu dengan pasti bahwa aku tidak akan dinaikkan ke 10+2, karena hasil ujianku jelek, sementara mereka amat ketat dalam menaikkan murid ke tingkat 10+2.
Namun sekali lagi Tuhan menolongku. Tahun itu, kepala sekolahku dipindahkan, dan sebagai akibatnya, ia mengatakan bahwa semua murid patut dinaikkan ke 10+2. Puji Tuhan! Selama pendidikanku sebagai seorang insinyur, Tuhan pun melakukan banyak mukjizat.
Aku sering memohon kepada Tuhan, agar aku memperoleh seorang suami yang baik. Ketika aku berada di tahun akhir dari pendidikanku di universitas, aku harus mengerjakan proyekku yang terakhir. Aku pergi ke sebuah pusat komputer untuk bergabung. Sebenarnya, aku tak begitu suka untuk berada di pusat komputer itu, karena di dekat rumahku pun ada sebuah pusat komputer. Namun ada sesuatu yang mendorongku dengan kuat agar aku ikut di pusat komputer itu. Dan di tempat itulah, Tuhan memperkenalkan aku kepada calon suamiku. Ia merupakan kakak kelasku. Aku merasa tertarik kepadanya dan sebaliknya ia pun sering mengadakan percakapan dengan aku.
Aku meminta pertolongan dan bimbingan kepada Tuhan. Setelah enam bulan, kami berdua dapat saling membagi segala sesuatu yang berada dalam pikiran kami. Aku sementara merahasiakan hubungan kami karena aku tahu dengan pasti, bahwa orangtuaku pasti tidak akan menyetujuinya. Aku berdoa dan berdoa kepada Tuhan untuk menolongku. Teman lelakiku pun berusaha untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. Sementara aku banyak menerima lamaran untuk menikah, namun dengan kasih setia-Nya, tidak ada satu pun yang cocok bagiku. Temanku bahkan berusaha bekerja di Timur Tengah, namun tak berhasil.
Sementara, orangtuaku mulai ragu-ragu dan akhirnya aku mengaku semuanya kepada mereka tentang hubungan kami. Ayahku sangat marah. Bahkan ia menolak untuk bercakap-cakap denganku selama lebih dari dua setengah tahun. Aku terus berdoa tak henti-hentinya dan akhirnya dia mendapatkan pekerjaan di dekat rumahnya. Kemudian, Tuhan berkenan mengubah sikap orangtuaku. Kami selanjutnya menikah enam bulan kemudian. Pujilah Tuhan! Kami saling mengasihi satu dengan yang lain. Tuhan telah memberkati hidup keluarga kami. Kini, kami sudah menikah hampir satu tahun.
Inilah kisah perjalanan hidupku yang dikuasai oleh kasih setia dan anugerah Tuhan yang begitu ajaib! Karena itu, percayalah kepada Tuhan dan berdoalah kepada-Nya. Berbicaralah kepada-Nya. Ia pasti akan menjawab semua doa kita. Percayalah kepadaNya. Memohonlah kepada Tuhan supaya Anda bersabar dan senantiasa menanti akan kedatangan waktu-Nya. Ia adalah Bapa kita dan tidak ada sesuatu yang mustahil bagi-Nya. Terpujilah nama-Nya! Haleluya!
Maemi
7:10:00 AM
Peak
Suatu hari, seorang istri sedang bersiap menyantap sepiring nasi goreng yang masih panas…
Suami : “Ma, … bagi dong …”
Istri : “Ada tertulis :janganlah kamu mengingini milik sesamamu!”
Suami : “Ada tertulis juga : berilah, maka kamu akan diberi..”
Istri : “Hai pemalas, pergilah kepada semut dan contohlah mereka!”
Suami : “Ada tertulis: Kasihilah sesamamu manusia… “
Akhirnya, dengan terpaksa sang istri menyerahkan sebuah piring kepada suaminya… “Nih, pergilah! Dan jangan berbuat dosa lagi!!!
7:56:00 AM
Peak
Bacaan : Matius 10:34-36
Sebuah kalimat yang kontras dari Tuhan Yesus. Damai adalah tenang dan aman, sementara pedang adalah gambaran pertentangan dan ketegangan.
Di hari Natal pertama, damai dan pedang telah menjadi kenyataan. Di langit atas sana, sejumlah besar bala tentara sorga memuji Allah (Luk 2:13-14), tetapi di bumi pada hari-hari berikutnya sejumlah besar tentara Romawi membunuh semua bayi laki-laki dengan pedang atas perintah Herodes. (Mat.2:16).
Peringatan Natal dengan damai dan pedang, masihkah terjadi saat ini? Setiap kali Natal tiba kita diingatkan bahwa ada kehidupan dan ada kematian, tetapi juga ada JURUSELAMAT yang bisa mengubah kematian kekal menjadi kehidupan kekal.
Pilihan kepada Juruselamat itulah yang kadang-kadang bagaikan orang dihadapkan kepada pedang. Pilih Tuhan Yesus atau pilih yang lain. Setiap kali Natal tiba kita diperhadapkan kepada pilihan untuk mengutamakan yang mana. Yesus yang menyelamatkan atau merasa aman dengan kekerabatan dan persaudaraan dalam keluarga. tetapi mereka semua tidak dapat menolong kita untuk hal-hal yang kekal.
Setiap kali Natal tiba kita ditantang lagi komitmen kita untuk tetap mengasihi Dia lebih dari segalanya dalam hidup ini. Sebab karena kasih-Nya dan untuk kitalah Allah telah rela turun ke dunia menjadi manusia Natal yang damai baru benar-benar terjadi bila kita sudah pernah merasakan hati dan hidup ini bagaikan ditusuk-tusuk pedang. Sebuah penyesalan dan pertobatan untuk kembali kepada Allah. Sebuah pilihan yang sangat menentukan hidup dan mati kita : dikucilkan, disingkirkan, dicemoohkan. Hidup damai dengan Allah, atau hidup dalam ancaman pedang kematian kekal?
Amin.
Pdt. Andreas Gunawan Pr, STh.
Sumber : Reflecta
7:47:00 AM
Peak
Pada suatu kaetika seorang ahli pikir berbangsa Yunani yang terkenal diberi tugas yang aneh. Ia diperintahkan oleh gurunya untuk memberikan uang kepada siapapun yang menghinanya selama tiga tahun. Karena murid ini ingin mencapai kemajuan hidup spiritualnya, ia telah melakukan apa saja yang diperintahkannya.
Setelah ujian yang memakan waktu cukup panjang ini usai, gurunya meminta muridnya untuk datang di tempat kediamannya dan berkata kepadanya, “Kini kamu boleh berangkat ke Athena, karena kamu telah siap untuk belajar tentang kebijakan.”
Dengan gembira murid itu berangkat ke Athena. Sebelum ia memasuki kota besar itu, ia melihat seorang bijak sedang duduk di dekat gerbang kota sedang memaki-maki semua orang yang lewat di tempat itu. Dengan sendirinya, ketika orang bijak itu melihat murid yang sedang berjalan memasuki kota itu, iapun dapat makiannya.
“Hei,” teriak orang itu kepada murid tersebut. “Bagaimana kamu bisa menjadi demikian buruk dan tololnya? Aku belum pernah bertemu dengan seseorang yang lebih brengsek dari padamu”.
Murid itu sama sekali tidak merasa terhina. Sebaliknya ia meledak tertawa.
“Mengapa kamu tertawa ketika aku menghinamu?”, tanya orang bijak itu.
“Karena,” jawab sang murid, “selama tiga tahun aku memberi uang untuk hal semacam itu dan sekarang Anda memberikan kepadaku secara GRATIS!”
“Masuklah ke dalam kota,” kata orang bijak itu. “Kota ini menjadi milikmu!”
7:17:00 AM
Peak
Seorang hamba Tuhan di suatu dusun yang miskin, menjadi amat geram ketika dihadapkan kepada istrinya dengan sebuah tagihan sebanyak Rp. 2.500.000,-- untuk sebuah pakaian wanita yang sang istri baru saja beli.
“Bagaimana kamu kok tega melakukannya?” keluh suaminya.
“Aku juga ndak tahu,” meratap istrinya.
“Aku sedang di toko melihat pakaian itu. Kemudian aku menemukan diriku sedang mencoba pakaian itu. Kemudian seolah-olah iblis berbisik kepadaku, “Aduh, kamu kelihatannya begitu cantik dengan pakaian itu. Kamu seharusnya membelinya!”
“Nah, kamu toh tahu bagaimana menghadapi si iblis itu?”, kata suaminya.
“Perintahkanlah dia berdiri di belakangmu!”
“Sudah kulakukan,” jawab istrinya.
“Namun, kemudian ia berkata, dari belakangpun kamu kelihatannya juga cantik dalam pakaian itu”
7:54:00 AM
Peak
Nats : Sejak kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan melalui iman (2 Timotius 3:15)
Bacaan : 2 Timotius 3:14-17
Setiap Natal, saya memberikan sebuah "kotak Mama" kepada kedua anak perempuan saya. Setiap kotak berisi hal-hal yang dapat mendorong mereka menjadi ibu terbaik. Isinya bisa berupa buku-buku kerajinan tangan atau proyek khusus, buku atau kaset renungan untuk ibu muda, peralatan P3K, resep-resep untuk memasak bersama anak-anak -- dan kerap kali berisi sesuatu yang pribadi seperti sabun mandi busa untuk sedikit memanjakan diri setelah melewati hari yang melelahkan sebagai seorang ibu! Sudah menjadi tradisi bahwa Rosemary dan Tanya selalu menantikannya setiap tahun selama dekade terakhir ini.
Mendorong anak-anak kita untuk menjadi orangtua yang baik bisa kita mulai lebih awal. Cara yang terbaik adalah mulai memperlengkapi mereka dengan firman Allah ketika mereka masih muda.
Rasul Paulus menulis bahwa "dari kecil" Timotius sudah mengenal "Kitab Suci" (2 Timotius 3:15). Dan, 2 Timotius 1:5 menyebutkan ibu dan nenek Timotius memiliki "iman yang tulus". Pengajaran yang tekun dan teladan rohani membantu Timotius menjadi orang yang saleh.
Alkitab adalah sumber paling kaya yang dapat membantu kita membesarkan anak-anak sehingga mereka akan mengenal dan mencintai Yesus. Tidak ada hal yang lebih penting daripada "Kitab Suci" yang dapat dipakai untuk memperlengkapi mereka dalam menghadapi semua tantangan hidup.
Apa yang Anda lakukan saat ini untuk membuat generasi yang akan datang memiliki "hikmat ... kepada keselamatan melalui iman"? (3:15) --CHK
KARAKTER ANAK-ANAK KITA KELAK DITENTUKAN
OLEH SESUATU YANG KITA LETAKKAN DI HATI MEREKA SAAT INI
Yayasan Gloria
7:36:00 AM
Peak
Sepasang suami dan istri petani pulang kerumah setelah berbelanja. Ketika mereka membuka barang belanjaan, seekor tikus memperhatikan dengan seksama sambil menggumam, "Hmmm... Makanan apa lagi yang dibawa mereka dari pasar??"
Ternyata, salah satu yang dibeli oleh petani ini adalah Perangkap Tikus. Sang tikus kaget bukan kepalang. Ia segera berlari menuju kandang dan berteriak, "Ada Perangkap Tikus di rumah.. di rumah sekarang ada perangkap tikus.."
Ia mendatangi ayam dan berteriak, "Ada perangkap tikus". Sang Ayam berkata "Tuan Tikus, Aku turut bersedih, tapi itu tidak berpengaruh terhadap diriku". Sang Tikus lalu pergi menemui seekor Kambing sambil berteriak. Sang Kambing pun berkata, "Aku turut ber simpati... tapi tidak ada yang bisa aku lakukan".
Tikus lalu menemui Sapi. Ia mendapat jawaban sama. "Maafkan aku. Tapi perangkap tikus tidak berbahaya buat aku sama sekali".
Ia lalu lari ke hutan dan bertemu Ular. Sang ular berkata "Ahhh... Perangkap Tikus yang kecil tidak akan mencelakai aku"
Akhirnya Sang Tikus kembali kerumah dengan pasrah mengetahui kalau ia akan menghadapi bahaya sendiri. Suatu malam, pemilik rumah terbangun mendengar suara keras perangkap tikusnya berbunyi menandakan telah memakan korban. Ketika melihat perangkap tikusnya, ternyata yang terperangkap adalah seekor ular berbisa. Buntut ular yang terperangkap membuat ular semakin ganas dan menyerang istri pemilik rumah. Walaupun sang Suami sempat membunuh ular berbisa tersebut, sang istri terkena gigitan ular tersebut. Sang suami harus membawa istrinya kerumah sakit dan kemudian istrinya sudah boleh pulang namun beberapa hari kemudian istrinya tetap demam. Ia lalu minta dibuatkan sop ceker ayam oleh suaminya. (kita semua tau, sop ceker ayam sangat bermanfaat buat mengurangi demam)
Suaminya dengan segera menyembelih ayamnya untuk dimasak cekernya. Beberapa hari kemudian sakitnya tidak kunjung reda. Seorang teman menyarankan untuk makan hati kambing. Ia lalu menyembelih kambingnya untuk mengambil hatinya. Masih, istrinya tidak sembuh-sembuh dan akhirnya meninggal dunia. Banyak sekali orang datang pada saat pemakaman. Sehingga sang Petani harus menyembelih sapinya untuk memberi makan orang-orang yang melayat.
Dari kejauhan... Sang Tikus menatap dengan penuh kesedihan. Beberapa hari kemudian ia melihat Perangkap Tikus tersebut sudah tidak digunakan lagi.
SUATU HARI KETIKA ANDA MENDENGAR SESEORANG DALAM KESULITAN DAN MENGIRA ITU BUKAN URUSAN ANDA.. PIKIRKANLAH SEKALI LAGI
7:26:00 AM
Peak
"Dengarkanlah nasihat dan terimalah didikan, supaya engkau menjadi bijak di masa depan" - Amsal 19:20
7:31:00 AM
Peak
“Kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia” - Roma 8:17
Bayangkan balai pertemuan besar sorga yang dipenuhi dengan beribu-ribu bahkan sampai tidak terhitung oleh umat yang sudah ditebus. Upacara pemberian penghargaan sudah dijadwalkan, dan sungguh merupakan saat-saat yang besar dan membahagiakan waktu itu, dengan iringan paduan suara dan kehormatan yang diberikan.
Keajaiban di atas keajaiban, Allah mempersiapkan kita untuk itu semua, dan Dia tidak merencanakan kita untuk sekadar menjadi penonton. Dia sudah menentukan kita untuk mendapatkan tempat kehormatan. Anda tahu, karena kita sudah diterima sebagai anak-anak-Nya, kita semua akan bergabung bersama-sama, ikut ambil bagian dalam kemuliaan yang akan diberikan kepada Anak-Nya, Yesus Kristus.
Yesus memenangkan hak-Nya untuk seluruh kemuliaan karena semua penderitaan-Nya. Demikian juga dalam hal yang sama dengan kita. Kemuliaan tidak akan diperoleh tanpa penderitaan. Jika kita mau ikut ambil bagian dalam kemuliaan dan peninggian Kristus, maka kita juga harus ikut ambil bagian dalam penderitaan-Nya.
Penghargaan dunia diberikan kepada orang-orang yang berhasil, tetapi penghargaan sorgawi diberikan kepada orang-orang yang menderita. Kita bisa juga ikut menderita (diejek, dihina, diperlakukan dengan tidak semena-mena, ditolak oleh orang-orang di dalam dunia yang tidak bertobat) bersama-sama dengan Kristus. Allah berjanji bahwa jika kita setia kepada-Nya, kita akan ikut ambil bagian dalam kehormatan dan kemuliaan yang Dia akan berikan kepada Anak-Nya.
Doa: “Tuhan, tolonglah aku untuk teguh berdiri dan berpihak pada Putra-Mu, bahkan kalaupun aku harus menderita. Terima kasih untuk janji-Mu bahwa aku akan ikut ambil bagian dalam kemulian-Nya."
Pdt. Dr. Paulus Trimanto Wibowo, Yogyakarta
Sumber : Reflecta