Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

14 August 2008

Humor : Kapak dan Penebang Kayu

Suatu hari seorang tukang kayu menebang kayu di Hutan CJDW, dan tidak sengaja kapak kesayangannya jatuh ke jurang. Si tukang kayu sedih karena kapak pusaka satu²nya walaupun sudah tua umurnya. Sedang sedih²nya datanglah seorang malaikat.

"He tukang kayu, kamu kenapa kok sedih sekali?"

"Iya nih malaikat, saya punya kapak satu²nya jatuh ke jurang, gimana saya bisa nebang pohon lagi?"

"Oh gitu, kamu jangan sedih saya akan bantu ambilkan!"

Kemudian malaikat itu turun ke bawah jurang, dan dia ingin mengetes kejujuran si tukang kayu tersebut dengan memberikan kapak yang lain, yang pertama dikasihkan kapak dari emas.

"Pak, ini kapakmu?"

"Bukan, bukan. Kapak saya jelek kok."

Malaikat tersebut memberikan kapak yang kedua yang terbuat dari perak. Kata si tukang kayu, "Bukan juga, yang punya saya sudah jelek kapaknya."

Malaikat senang karena tukang kayu ini jujur, dan dia berujar, "Hei tukang kayu, karena kamu jujur, saya akan kasih kamu tiga kapak lagi yang baru."

Ketika pulang ke rumah, si tukang kayu cerita sama istrinya. Besoknya si tukang kayu dan istrinya ke hutan untuk melihat tempat dia ketemu dengan malaikat tersebut. Saking buru², si istrinya jatuh ke jurang, si tukang kayu sedih lagi. Datang lagi malaikat yang kemarin untuk membantu.

"Lho, kamu kenapa, kok sedih lagi?"

"Iya nih, istri saya jatuh ke jurang, saya sedih sekali karena dia istri saya satu²nya."

Lalu malaikat membantu untuk turun ke jurang lagi mencari istri tukang kayu tersebut. Malaikat masih ingin ngetes lagi kejujuran si tukang kayu, dengan memberikan Luna Maya ke tukang kayu tersebut.

"He tukang kayu, ini bukan istrimu?"

"Hmm, iya! Yah! betuul 'nggak salah lagi dia istri saya."

Karena tukang kayu mulai berbohong si malaikat jadi sedih. Malaikat dengan nada sedih bertanya, "Kok kamu tidak jujur dan berbohong pada saya?"

Tukang kayu membela diri, "Iya, soalnya kalau dihadapan perempuan, saya sulit sekali untuk jujur."

Tukang Pos

Sebuah keluarga memiliki 3 orang anak dengan nama yang unik-unik. Yang pertama bernama Sim, yang kedua bernama Bodoh dan yang ketiga bernama Gara-gara. Si Sulung bekerja sebagai tukang pos, sedangkan kedua adiknya adalah pengacara alias pengangguran banyak acara.

Suatu saat si adik yang bernama Gra-gara sudah 3 hari tidak pulang. Ayahnya pun risau dan berusaha mencari anaknya, maka ia berpesan kepada si sulung, Sim, untuk mencari adiknya saat bekerja, maklum namanya juga tukang pos jadi kerjanya keliling mengantarkan surat. KEtika sedang bertugas dengan motor berwarna orange kebanggaannya, motor si sulung diberhentikan oleh seorang Polantas. Dengan tegasnya si bapak sersan bertanya kepada si sulung.

Polantas : Mana surat-surat?

Sim : Surat-surat yang mana pak? Saya membawa segala macam surat. Dari surat undangan sampai surat kilat khusus.

Polantas : TelMi (Telat Mikir) banget sih kamu ini, mana Sim?

Sim : Lho bapak ini bagaimana, saya Sim pak!

Polantas : Bodoh ya kamu ini?

Sim : Bapak gimana sih, saya bukan bodoh. Adik saya bodoh ada di rumah.

Polantas : (Dengan tampang yang mulai memerah) Kamu cari gara-gara ya!!

Sim : (Teringat akan pesan ayahnya untuk mencari adiknya) Memang benar pak, saya mencari Gara-gara.

Polantas : !!!!!!

Dalam pergaulan, seringkali kita mengalami apa yang dinamakan miskomunikasi. Cara kita menyikapinya bisa membuat kita lebih dekat, tetapi bisa juga dapat membuat kita jadi lebih jauh dengan orang itu. Semuanya tergantung dari respoonmu ketika masalah komunikasi itu muncul. Perhatikan firman Tuhan hari ini.

Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini : setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah. - Yakobus 1:19

Raymond Sayang Papa

Diambil dari sebuah kisah nyata di Amerika Serikat, dan sebuah kisah nyata dalam kehidupan kita.

"Love suffers long and is kind; love does not envy; love does not parade itself, is not puffed up; does not behave rudely, does not seek its own, is not provoked, thinks no evil; does not rejoice in iniquity, but rejoices in the truth; bears all things, believes all things, hopes all things, endures all things." - 1 Corinthians 13:4-7 (NKJV)

"Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu." - 1 Korintus 13:4-7

Adalah seorang muda yang taat berdoa yang masih berpacaran dengan seorang gadis muda juga yang baik hati. Kedua orang ini adalah dua konglomerat kaya. Sebelumnya merekapun selalu berdoa, "Tuhan berikanlah aku pasangan yang menurut Engkau terbaik." Setelah mereka menikah, keadaan berubah. Maksudnya, doanya berubah menjadi, "Tuhan, berikanlah kami anak yang terbaik buat kami." Tetapi setelah 7 tahun mereka menikah, mereka tidak mempunyai anak.

Setelah mereka berdoa dan berdoa, akhirnya mereka mempunyai anak. Dan keadaan, maksudnya doa mereka berubah lagi, "Tuhan, biarlah anak ini menjadi anak yang terbaik bagi kami." Dan benar, setelah 9 bulan istrinya mengandung, lalu lahirlah seorang anak bagi mereka. "Anak laki-laki pak," kata dokternya. Sang ayah langsung melonjak kegirangan.

Tetapi setelah 3 hari, sang dokter memanggil si ayah ke rumah sakit. Lalu si dokter berkata, "Pak, dengan berat hati saya harus menyampaikan kabar buruk kepada anda." Si ayah membalas, "Kabar apapun, saya siap menerimanya, pak dokter. Saya siap menghadapi yang terburuk" "Dan hal yang buruk itu adalah, bahwa putra anda tidak akan bertumbuh dengan normal seperti anak-anak yang lain," jelas si dokter. "Apa maksud bapak," si ayah bertanya. Dokter melanjutkan, "Putra anda menderita sesuatu kecacatan yang tidak dapat disembuhkan. Yaitu cacat mental yang serius." Sang ayah lalu menitikan air mata dan berkata sambil berdoa, "Tuhan, apapun yang Engkau berikan kepadaku, aku tahu semuanya baik dan Engkau tidak pernah mencelakakan anak-anakMu."

"But above all these things put on love, which is the bond of perfection." - Colossians 3:14 (NKJV)

"Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan." - Kolose 3:14

Sejak itu, kedua orang tua itu membeli ranjang bayi khusus anak mereka dan ditaruh di samping ranjang mereka berdua. Mereka selalu kesulitan untuk mengurus anak mereka tersebut, tetapi mereka menanggung semuanya itu. Beranjak keluar dari umur batita, mereka membuatkan kamar khusus untuk anak mereka tersebut.

Anak itu menjadi anak yang sangat istimewa dan menjadi anak mereka satu-satunya. Mereka memberikannya segala yang dia mau dan dia perlukan. Mainan macam-macam, komputer, boneka, dan lain-lain. Dan jika si ayah selesai pulang kerja, ia selalu mengajak si anak bermain. Dengan mainan yang ada atau jika ayahnya membawa mainan yang baru untuk anaknya.

Setiap ayahnya pergi keluar misalkan untuk berpesta dengan rekan kerjanya atau teman-temannya yang sedang berbahagia, ia selalu membawa serta istri dan anaknya. Dan di depan rekan-rekan kerjanya atau teman-temannya, ia selalu membanggakan anaknya. "Woi anak gue nih… ganteng kan?". Selalu ia mengatakan demikian, karena ia tahu, anaknya ini adalah anugerah Allah yang terbesar dalam dirinya. Dan ia sangat mengasihi anak ini, karena ini anaknya. Meskipun dia cacat.

Tetapi setelah anak itu bertumbuh makin dewasa, kecacatannya semakin kelihatan. Kemampuan komunikasinya kurang, jika terjemur matahari sebentar mulutnya akan keluar busa, dan jika sedang berbicara kadang air liurnya menetes. Tetapi meskipun begitu, kedua orang tua tetap sangat sangat menyayangi anak mereka yang cacat itu.

Suatu hari, pagi-pagi sekali anak cacat ini sudah bangun, sekitar pukul 4.30. Dalam pikirannya, "Hari ini, aku pengen buat sarapan yang speeeeeesial buat papa." Setelah doa pagi, ia pergi menuju dapur. Ia mengambil potong roti, lalu menaruhnya dalam oven, dan menyetel waktunya sampai 10 menit. Tentu saja hasilnya gosong. Setelah bunyi "ting", maka anak cacat itu menaruhnya di atas sebuah piring. Lalu ia mengoleskan selai kacang keju yang (amat) sangat banyak, sambil berpikir, "Harus kasih yang baaaaanyak buat papa, biar ueeeeenak rasanya".

Setelah itu, ia berlari ke kulkas, karena ayam sudah mulai berkokok, lalu mengambil sebutir telur. Dan lalu memanaskan panci di atas kompor, lalu memecahkan telur tersebut dan menuangkan isinya ke dalam panci tersebut, dan langsung menaruhnya di atas piring yang lain, sambil berpikir, "Kalo aku buatnya cepet, pasti papa seneng, karena gak perlu nunggu lama." Dan lalu ia bergegas mengambil cangkir, dan mengambil toples kopi bubuk. Jika kita hanya membutuhkan 2 sendok teh, anak cacat ini memakai 5 sendok teh kopi bubuk, sambil berpikir, "Kalau 2 sendok teh saja sudah harum, apalagi 5, pasti papa suka." Jadilah kopi yang terasa seperti kopi tua itu.

Lalu si anak cacat ini mengambil nampan, lalu dengan hati-hati tanpa menimbulkan bunyi macam-macam, menaruh semua piring yang di atasnya ada roti gosong dan telur mentah dan cangkir kopi tua tersebut, dan menuju kamar ayahnya. Lalu ia membangunkan ayahnya, dan lalu berkata begini, "Papa, bangun dong, aku udah buat sarapan yang spesiaaaaaaaal buat papa."

Lalu ayahnya bangun dan melihat dan menghirup aroma "sedap" dari roti gosong, telur mentah dan kopi tua tersebut. "Wah pasti enak nih."

Sebelum si ayah melipat tangannya untuk berdoa, si anak berkata, "Pa, kali ini aku doain makanan ini buat papa ya, 'kan biasanya papa yang doain. OK ya papa?" Sebelum ayahnya sempat mengangguk, si anak cacat ini sudah melanjutkan, "Papa ikutin ya: Tuhan Yesus, terima kasih, atas makanan ini, yang telah Tuhan sediakan. Terima kasih Tuhan, amin."

Lalu ayahnya mecoba roti gosong tersebut, dan setelah ayahnya mengunyah gigitan pertama, si anak cacat dengan polosnya bertanya, "Enak kan pa?".

"Iya, enaaaak sekali," lalu melanjutkan makan. Setelah roti tersebut habis, ia memakan telur mentah tersebut. Dan si anak bertanya, "Telurnya enak kan pa? Aku yang masak semuanya loooo…". Si ayah berkata, "Wah kamu yang masak? Enak sekali nak."

Lalu si ayah melanjutkan memakan telur mentah tersebut. Setelah semua makanan habis, ia mecoba kopi tua itu. Si anak bertanya lagi, "Harum dan enak kan pa?". Si ayah tanpa expresi mual apapun, membalasnya, "Pahit, tapi papa suka sekali." Dan dengan lugunya si anak menjawab, "Ya iya dong papa, kopi kan pahit…," karena ia mengira ayahnya sedang bercanda.

Setelah semuanya habis, si ayah membelai kepala anaknya dan berkata "Ray, kamu tau nggak…"

"Nggak paa," potong si anak cacat tersebut.

Lalu si ayah melanjutkan, "Kalau semua masakan kamu, enaaaaak sekali."

Lalu si anak menjawab, "Iya dong pa, kan aku yang masakin, spesiaaaaaal buat papa."

Lalu si ayah berkata lagi, "Kamu tahu nggak kenapa papa senang hari ini?".

Si anak sambil menggelengkan kepala, "Nggak tau pa…."

"Karena hari ini kamu dah buat sarapan yang, spesiaaaaal buat papa."

Lalu si ayah melanjutkan, "Ray, kamu tahu gak kenapa papa sayaaaaaaang sekali sama kamu?".

Lalu dengan lugunya anak cacat ini menjawab, "Nggak tahu pa…."

"Karena kamu anak papa yang udah bikin papa, seneeeeeeeeeeeng banget."

"Raymond juga, sayaaaaaaaaaang banget sama papa."

Lalu sambil menitikan air mata, ia memeluk anaknya yang cacat itu, dan berkata kepada anaknya, "Terima kasih ya nak, karena telah memasakan sarapan roti, telur, dan kopi ini buat papa. Semuanya terasa, enaaaaak sekali."

Lalu si anak menjawab, "Sama-sama papaah…." Dan si ayah lalu berdoa dalam hatinya, "Tuhan terima kasih, karena Engkau sudah memberikan anak yang sangat sayang padaku…"

Anda tahu, siapakah anak cacat dan ayah tersebut? Kamulah, yang sedang membaca adalah anak yang cacat tersebut. Seperti anak cacat itu memberikan kepada ayahnya, roti gosong, telur mentah dan kopi tua, juga kita, memberikan apa yang tidak sempurna dari kita untuk Tuhan. Roti gosong, telur mentah dan kopi tua, yang merupakan apa yang tidak sempurna dari kita misalnya, pujian, dan kehidupan kita, Tuhan terima semuanya dengan senang hati, karena Tuhan tahu, bahwa kita melakukannya dengan segenap hati kita yang tertuju pada Bapa di sorga, dan kita ingin melakukan yang terbaik untuk Bapa kita di sorga.

Ingat ini : Bapamu di sorga menyayangimu, apa adamu, apa yang ada padamu, apapun yang engkau berikan dengan segenap hatimu, merupakan sebuah persembahan yang harum. Karena Bapamu mengasihi kamu, sampai-sampai Ia sendiri mengirimkan Anak-Nya untuk turun ke dunia, untuk menebuskan dan mematahkan segala kutuk atas diri kita, dan untuk membayar lunas segala hutang dosa kita dan menebus dosa kita dari maut.

Ingat ini: Bapamu di sorga mengasihimu.

You are all fair, my love, and there is no spot in you. Song of Solomon 4:7 (NKJV)

13 August 2008

Jangan Khawatir

"Siapakah di antara kamu yang karena kekhawatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?" - Matius 6:27

"Sehabis mandi pagi Mita mengeringkan tubuhnya dengan handuk. Tiba-tiba saja ia merasakan benjolan di ketiaknya. Benjolan sebesar buah buni. Ia meraba-raba. Bukan satu buah, tetapi tiga buah. "Bagaimana kalau ini ternyata tumor ganas?", pikirnya panik. Enam bulan lagi ia akan melangsungkan pernikahan dengan Alvin. Kemain ia baru mengepas baju pengantin. Sorenya, Mita ke dokter. Dokter melakukan biopsi. Harus menunggu empat hari lagi sampai hasilnya ketahuan. Sekarang Senin, jadi jumat sore baru bisa diketahui hasilnya. Selama empat hari menunggu, perasaan Mita tidak karuan. Mita sungguh tersiksa. Terbayang olehnya seorang tantenya yang meninggal karena sakit kanker. Bertahun-tahun ia menderita karena penyakit tersebut. Benjolan itu hanya radang, tidak apa-apa kok! Mita merasa lega. Ia bersyukur pada Tuhan.

Sering bila ada masalah, Iblis membesar-besarkan rasa khawatir kita. Sering kita khawatir akan hal-hal yang belum terjadi. Atau khawatir pengalaman buruk masa lalu yang menimpa orang lain akan terulang menimpa kita. Namun Yesus dengan tegas berkata agar kita jangan khawatir akan hidup kita (Matius 6:25). Ini adalah perintah yang harus dilakukan bukan sekedar himbauan.

Dengan mendekatkan diri kepada Yesus, berarti kita menyerahkan kehidupan kita sepenuhnya ke dalam tangan kasih-Nya. Sebesar dan serumit apa pun masalah kita, di tangan Yesus pasti terselesaikan. Sepanjang hari ini, kita akan berjalan bersama Kristus, menatap masa depan kita. (ws)

DARIPADA MENDERITA KARENA KHAWATIR, SERAHKAN SAJA KEKHAWATIRAN KITA PADA YESUS

Renungan Pagi

Dr. Stephen Tong

Sharing Visi Misi 9 Januari 1957, hari itu pergumulan jiwa saya begitu berat. Menentukan apakah saya seumur hidup akan menyerahkan diri menjadi penginjil atau tidak. Lima tahun sebelum itu saya sudah menyerahkan diri. Waktu itu saya berumur 12 tahun, dan berkata, Seumur hidup saya mau menjadi hamba-Mu, dan tugas utamaku adalah memberitakan Injil di dalam sejarah manusia untuk memenangkan jiwa kembali ke Kerajaan Tuhan. Lima tahun kemudian, secara perlahan saya mulai tertarik oleh Komunisme, Atheisme, Evolusionisme, Dialektika Materialisme, dan filsafat-filsafat yang paling modern, di mana sebaya saya banyak yang tidak tertarik. Saya sangat tertarik dan mulai terkontaminasi. Dan akhirnya, saya mulai membuang iman Kristen.

Saat itu ada seorang pendeta yang unik datang ke Indonesia. Pendeta itu seumur hidupnya memanggil orang menjadi hamba Tuhan. Saya menghadiri retreat yang dipimpin oleh Pendeta tersebut untuk menyenangkan hati mama saya. Hari itu menjadi pergumulan paling berat selama tujuh belas tahun saya hidup di dunia. Meskipun khotbah Pendeta itu menyentuh, namun iman Kristen sudah saya buang. Hanya mama saya, yang sejak saya berumur tiga tahun telah menjadi janda, tetap setia mendoakan saya. Apakah saya harus kembali kepada iman yang menurut saya saat itu sudah kuno, sudah digugurkan oleh ilmu, sudah ditolak oleh orang modern. Saya tidak berani dan malu berdoa di kamar, karena banyak orang ikut camp. Maka saya berlutut di kamar mandi, di atas ubin yang basah. Saya berdoa, “Tuhan kalau malam ini ternyata Engkau hidup, panggil saya dengan kuasa-Mu. Jika saya tidak sanggup melawan-Mu, maka saya akan seumur hidup setia sampai mati. Jikalau tidak ada panggilan jelas dan ternyata Engkau tidak bicara pada saya, saya akan lolos dan seumur hidup tidak lagi mengenal Engkau.” Dengan air mata saya bergumul kepada Tuhan. Lalu malam itu saya ikut kebaktian. Ada peserta yang bicara, tertawa, namun saya diam, tenang, dan serius. Saya mau melihat bagaimana Tuhan bekerja. Kursi seperti lebih keras dari biasa, suasana lebih dingin dari biasa, waktu lewat lebih pelan dari biasa. Atheismekah atau Theisme?, Pagankah atau Christian?, Komunismekah atau Kristen?, Evolusikah atau Creation? Ini adalah saat penentu. Disatu sisi ada orang-orang Kristen yang mencintai Tuhan, yang hidupnya sangat saya kagumi. Di sisi lain, fakta mengenai filsafat-filsafat mutakhir juga tidak bisa saya tolak.

Pendeta yang berkhotbah bagi saya berteriak-teriak mewakili teriakan terakhir sebelum Kristen mati. Teriakan yang mewakili status sebagai antek-antek Imperialisme yang merampas kebebasan manusia berpikir dan mempelopori racun barat untuk membuka jalan bagi meriam Imperialisme. Dengan mata yang miring saya melihat dia dan dengan sikap pertarungan dalam hati untuk menentukan nasib saya seumur hidup. Khotbah hari itu adalah mengenai lima suara :

Suara pertama adalah suara Allah Bapa. “Siapa yang boleh aku utus”, Firman-Nya. Lalu jawaban dari Yesaya, “di sini saya, utuslah saya.” Jawaban dari Tuhan Allah, “Saya akan mengirim engkau untuk memberitakan Firman yang tidak diterima oleh orang lain. Saya akan mengirim engkau pergi kepada bangsa-bangsa yang keras hati.” Wah ini paradoks sekali, tetapi kelihatan ada makna tertentu yang saya perlu pelajari lagi.

Suara kedua adalah suara Anak Allah yang berkata “Tuaian sudah masak, pergilah menuai sebelum waktu lewat dan pergi ke seluruh dunia kabarkan Injil jadikan segala bangsa muridku.” ini suara dari pada anak Allah.

Suara ketiga adalah suara Roh Kudus diambil dari Wahyu, mengenai barang siapa yang rela meminum air hidup akan diperanakkan pula, karena Injil adalah kuasa Allah untuk menyelamatkan setiap orang yang percaya.

Suara keempat adalah suara Rasul. “Jikalau aku tidak mengabar Injil, celakalah aku,” kata Paulus. karena beban ini sudah diberikan kepada aku dan jika aku dengan rela mengerjakannya ada pahala bagiku, rela, terpaksa, terpaksa, rela, aku harus rela memaksa diriku untuk melayani Injil atau aku harus memaksa diri untuk rela melayani?, ini paradoks lagi.

Suara kelima adalah suara dari Neraka. ini yang membuat saya sangat terkejut. Saya tidak pernah mendengar ada suara pekabaran Injil dari neraka. Siapapun pendeta tidak mengkhotbahkan dari neraka ada orang memanggil manusia mengabar Injil. Dia mengambil ayat dari Lukas 16. Abraham disuruh mengirim orang pergi memberitakan Injil kepada saudara orang kaya yang dihukum, supaya mereka tidak datang ke neraka. Abraham mengatakan bahwa hal itu tidak bisa. Yang kaya mengatakan kalau Abraham meminta lazarus yang pergi, mereka akan percaya. Ini adalah strategi penginjilan dari neraka. Saran neraka, suara neraka, strategi neraka pakai mujizat orang akan percaya. Sekarang di dalam Kekristenan ada dua arus. Yang menekankan Firman dalam penginjilan, dan yang menekankan mujizat. Banyak pendeta sudah jatuh dalam takhyul, tanpa pakai mujizat tidak akan ada orang yang menerima Firman Tuhan. Abraham diminta kirim Lazarus, kalau kirim Billy Graham percuma, mereka tidak ada mujizat. Kalau Lazarus yang berkhotbah karena dia sudah bangkit daripada kematian, maka lima saudaraku menjadi percaya. Saran ini terlihat amat bagus, namun bukan strategi Tuhan. Kesulitan sekarang adalah pemimpin gereja tidak peka lagi strategi dari Tuhan. Ide yang disarankan dari neraka ditolak oleh Abraham, karena sudah ada Firman dalam dunia. Dialog berhenti, diskusi strategi antara neraka dan surga berhenti disitu, Alkitab tidak meneruskan lagi. Lalu kita melihat selama 2000 tahun penginjilan dilakukan ke seluruh dunia, melalui apa? Strategi sorga atau nereka?

Mujizat terbesar adalah melalui percaya kepada Yesus Kristus, orang berdosa bertobat, orang yang mati rohani dapat hidup kembali dan menjadi anak Tuhan yang jujur dan setia. Setelah mendengar khotbah itu, Roh Kudus bekerja dalam hati saya. Saya mulai bereaksi. Man is not what he thinks, man is not what he feels, man is not what he behaves, itu semua psikologi dunia yang kosong. Man is equal to what he reacts before God. You will be counted in eternity as what you react to God, when you’re living in this earth. Saya harus bagaimana bereaksi kepada Tuhan, akhirnya dapat suatu suara yang sangat dahsyat dalam hati. Kalau engkau tidak mengabarkan injil, maka engkau lebih kalah dari orang di dalam neraka, orang yang jatuh di dalam neraka masih mengharapkan saudaranya diselamatkan. Meskipun strateginya salah, tetapi keinginan mereka supaya saudara sekandung mereka diselamatkan lebih besar cinta daripada engkau yang tidak mengabarkan injil. Teguran yang dahsyat ini membuat saya sadar, dan akhirnya air mata mengalir terus, sampai pakaian depan semua basah kuyup. Saya berkata Tuhan, “Hari ini saya janji, seumur hidup menjadi hamba-Mu, mengabarkan Injil, dan setelah Tuhan menjawab semua pertanyaan saya, mengenai Evolusi, mengenai Atheisme, Dialektical Materialisme, Komunisme, saya akan ke seluruh dunia menjawab pertanyaan, kesulitan yang menghambat orang lain menjadi orang Kristen. Apologetika yang melayani penginjilan, dan theologi Reformed yang solid, menjadi satu senjata di dalam tangan saya untuk pergi menjelajah.

Sekarang sudah 51 tahun saya sudah pernah berkhotbah kepada kira-kira 30 juta manusia di dalam lebih dari pada 29 ribu kali kebaktian. Menjelajah kira-kira 600 kota di dalam 51 tahun. Dalam usia 68, saya masih naik kapal terbang satu tahun 300 kali, berkhotbah 500 kali, dan di antaranya kira-kira 40 hari minggu di Indonesia, negara yang saya cintai. Bagaimana berat pun, tetap harus menginjili. Kekristenan harus malu, karena bioskop memainkan cerita fiksi, namun tiap hari terus main. Gereja yang menyatakan kebenaran, tidak tiap hari mengabar Injil. Kepada Tuhan kita menyembah, kepada sesama saling mengasihi, kepada dunia kita menginjili. Jikalau gereja tidak menginjili lagi, maka fungsi eksistensinya berhenti dalam dunia ini. Itu sebabnya gerakan Reformed Injili diadakan, untuk memberitakan Firman yang berbobot, berkualitas, dan yang setia kepada Alkitab ke dalam, serta mengabarkan Injil yang murni dan setia keluar.

Apakah hari ini kita masih berbeban untuk penginjilan? Waktu di London tahun 1977, saya melihat satu iklan di muka sebuah bioskop mengenai pertunjukan berjudul Jesus Christ superstar. Tertulis dibawahnya sudah tahun ketujuh, tiap hari dipentaskan. Satu tahun 365 hari, tujuh tahun berturut-turut melawan Yesus dengan nama Jesus Christ superstar. Pementasan yang memfitnah Yesus adalah homoseks, maka semua muridnya laki-laki. Akhirnya seorang murid yang paling cinta pada Dia dan tidak berhasil mendapat cinta-Nya, menjual Dia dengan 30 uang perak. Film yang begitu rusak, yang demikian memfitnah Kekristenan, bisa main selama tujuh tahun dan tiap hari ada penonton. Adakah gereja yang berani mengatakan Jesus Christ is the true saviour of the Lord, setiap hari mengabarkan injil selama tujuh tahun?

Kita harus sedih, karena gereja yang mengabarkan Injil murni, Yesus Juru selamat, Kristus penanggung dosa, khotbah seperti ini sudah hampir hilang. Diganti dengan siapa percaya Tuhan akan mendapat mujizat, saya percaya Tuhan akan mendapatkan kesembuhan, saya percaya Tuhan akan menjadi kaya. Ini adalah theologi sukses, theologi berhasil, theologi makmur yang merajalela. Sedang theologi salib, theologi kebangkitan, theologi Kristus menjalankan hukuman mengganti manusia sudah hilang. Kita masih berani menamakan diri Kristen, pengikut Kristus, orang Injili, Alkitabiah.

Begitu banyak pemuda pemudi yang kita panggil, kemudian mereka mulai mengabarkan Injil. Namun setelah lulus dari sekolah theologi mereka menjadi tidak mengabarkan Injil. Saya sudah teriak ini di benua-benua yang lain berapa besar hukuman yang akan ditimpakan pada rektor-rektor dan dosen-dosen Theologi yang menjadikan orang yang suka mengabarkan Injil setelah belajar empat tahun menjadi tidak suka mengabarkan Injil, jangan melarikan diri dari teguran seperti ini karena orang yang menegur seperti ini, seperti apa yang kamu dengar hari ini sudah semakin sedikit. Kita mengutamakan yang bukan diutamakan oleh Tuhan, dan kita tidak mengutamakan yang diutamakan oleh Tuhan.

Saya harap dalam sepuluh tahun Jakarta bertambah tiga ribu gereja. Dan satu gereja kalau ada seribu orang, tiga ribu gereja baru tiga juta, sedangkan PBB menghitung Indonesia, ibukotanya setiap tahun paling sedikit tujuh ratus – satu juta manusia tambahnya, di dalam sepuluh tahun Indonesia dengan ibukota yang kira-kira lima belas juta manusia, sampai dua puluh juta manusia, berarti orang yang tambah di Jakarta sampai 2025 bisa tiga puluh juta, kalau sepuluh tahun tambah tiga juta, kita masih hutang, tetapi pendeta-pendeta di gereja tidak hitung, mereka hanya menghitung di gereja saya dulu tiga ratus sekarang lima ratus. Puji Tuhan, berarti sudah bertumbuh. Pertumbuhan itu dihitung persentasi berarti itu membuktikan kita masih belum mengerti kehendak Tuhan. Kita melihat, kalau bankir-bankir melihat perkembangannya mengikut pasaran berapa persen dia tahu, tapi pemimpin Kristen tidak sadar. Pendeta- pendeta menggembalakan satu juta orang Kristen di Indonesia, sudah dua puluh tahun, seluruhnya digabung tambah dua ratus ribu sudah senang, tapi penduduk tambah sepuluh juta. Yang menginjil tidak banyak, pertumbuhan makin merosot, inikah Kekristenan? Penginjilan yang dilakukan oleh saya sekarang mungkin mendapat tantangan lebih banyak, karena saya sudah mendirikan gereja. Namun dukungan tidak pernah dari manusia, dukungan selalu dari Tuhan. KKR yang saya pimpin tidak pernah menaruh alamat gereja saya, tak pernah umumkan kebaktian saya, karena penginjilan adalah untuk sekota. Dan setelah selesai, masing-masing bebas pergi ke mana saja, karena penginjilan bukan bermotivasi menambah anggota saya. Kita menginjili zaman kita, kota kita, bukan untuk mempekembangkan diri kita.

Saudara-saudara saya harap selama saya masih hidup, boleh terus memberitakan Yesus Kristus sungguh-sungguh Juru Selamat. Dia betul-betul Anak Allah, yang diwahyukan dan dinubuatkan oleh para nabi Perjanjian Lama. Dia yang menggenapi semua janji bagi umat manusia, dan satu-satunya penanggung dosa manusia. Dia satu-satunya yang mati bukan karena dosa sendiri, namun untuk menanggung dosa manusia. Dia satu-satunya yang bangkit daripada orang mati, karena kuasa-Nya melampaui kuasa maut dan kuasa dosa. Selain Dia, tidak ada juru selamat yang lain. Terakhir kali kita mengadakan KKR di Stadion Utama adalah tahun 2003. Saya mengundang Bapak Agus Lai (Pdt. Drs. Agus Lay) menjadi ketua. Saat itu saya ditegur oleh Tuhan, karena sebelumnya dua kali tema KKR saya adalah “Apakah ini makna hidupku?” dan sebagainya. Akhirnya suatu teguran dari Tuhan, kenapa tidak berani langsung katakan Yesus Juru selamat? Kenapa engkau harus pakai cara supaya menarik lebih banyak orang?, maka tahun 2003 saya mengatakan, temanya adalah “Yesus Kristus Juru Selamat Dunia.” Saudara-saudara, biar Injil dikabarkan, saya hanya mau kita berdoa bersama, supaya kehendak Tuhan yang jadi, nama-Nya dipermuliakan, kerajaan-Nya tiba, kehendak-Nya terjadi, karena semua kuasa, kerajaan dan kemuliaan hanya dimiliki oleh Tuhan. Amin.

Biodata Pdt. Dr. Stephen Tong
Pdt. Dr. Stephen Tong melayani Tuhan sejak tahun 1957, baik di dalam bidang penginjilan, theologi, maupun penggembalaan. Pelayanan beliau yang telah terbukti menjadi berkat bagi zaman ini telah menarik perhatian banyak pemimpin gereja, baik di Indonesia maupun di luar negeri. Perhatian tersebut khususnya ditujukan kepada Reformed Theology yang senantiasa beliau tegaskan. Sejak tahun 1974, beliau mengadakan seminar-seminar di Surabaya. Pada tahun 1984, beliau mulai mengadakan Seminar Pembinaan Iman Kristen (SPIK) di Jakarta, untuk menegakkan doktrin Reformed dan semangat Injili. SPIK dipimpin Tuhan untuk menjadi pendahuluan bagi berdirinya Lembaga Reformed Injili Indonesia (LRII) pada tahun 1986, di mana Pdt. Dr. Stephen Tong mengajak Pdt. Dr. Yakub Susabda dan Pdt. Dr. Caleb Tong untuk menjadi pendiri bersama.

Selain memimpin SPIK, Pdt. Dr. Stephen Tong juga mendirikan Sekolah Theologi Reformed Injili (STRI) Surabaya (1986), STRI Jakarta (1987), dan STRI Malang (1990). Beliau juga memperluas seminar-seminar pembinaan iman tersebut ke kota-kota besar lainnya di Indonesia dan kota-kota di luar negeri, yang pelaksanaannya diserahkan kepada Stephen Tong Evangelistic Ministries International (STEMI). Sejak tahun 1991 hingga 2007, Pdt. Dr. Stephen Tong menjabat sebagai Rektor STTRII dan sejak tahun 1998 sebagai Rektor Institut Reformed sampai saat ini.

Selain menegakkan doktrin Reformed di Indonesia, beliau juga pernah menjadi dosen tamu pada seminari-seminari di luar negeri, termasuk di China Graduate School of Theology di Hong Kong (1975 dan 1979), China Evangelical Seminary di Taiwan (1976), Trinity College di Singapura (1980), dan memberikan ceramah-ceramah termasuk di Westminster Theological Seminary, Regent College dan sekolah-sekolah lainnya di Amerika Serikat. Beliau juga menjadi pembicara utama pada kongres-kongres seperti International Prayer Assembly (1985), Seminar Kepemimpinan di Amsterdam (1986), Kongres Lausanne ke-2 (1989) dan World Reformed Fellowship (2006).

Beliau studi theologi di Seminari Alkitab Asia Tenggara (SAAT) Malang hingga gelar Bachelor of Theology (B.Th.). Pada tahun 1985 beliau menerima gelar kehormatan, yaitu Doctorate in Leadership in Christian Evangelism (D.L.C.E.) dari La Madrid International Academy of Leadership di Manila dan pada bulan Mei 2008 menerima gelar kehormatan, yaitu Doctorate in Divinity (D.D.) dari Westminster Theological Seminary, Philadelphia, USA.

Di samping itu, Pdt. Dr. Stephen Tong pernah menjabat sebagai dosen theologi dan filsafat di Seminari Alkitab Asia Tenggara (1964-1988), pendiri STEMI (1979), pendiri Jakarta Oratorio Society (1986), pendiri Gereja Reformed Injili Indonesia (GRII) pada tahun 1989, Gembala Sidang GRII Pusat, ketua Sinode GRII, pendiri Institute Reformed for Christianity and the 21st Century (1996) di Indonesia dan Amerika Serikat, Christian Drama Society (1999) dan pendiri Reformed Center for Religion and Society (2006)

Humor : Fotografer

Seorang fotografer surat kabar diminta meliput kebakaran di sebuah hutan. Ia harus mengambil beberapa gambar yang memperlihatkan keberanian para pemadam kebakaran memadamkan api.

Pada waktu itu si fotografer tiba di tempat kejadian, ia tidak bisa mengambil foto yang bagus karena asap yang begitu tebal dan banyaknya orang. Ia berpikir mustahil bisa melakukan tugasnya dengan baik. Akhirnya ia mengajukan permohonan kepada atasannya untuk menyewa pesawat kecil agar dapat memotret dengan leluasa dari atas. Sang atasan menyetujui. Fotografer tersebut diberitahu untuk segera menuju bandara karena disana pesawat sudah menunggunya.

Setibanya di bandara, ia melihat sebuah pesawat kecil yang sedang dipanaskan mesinnya. Ia langsung naik ke dalam pesawat itu dan berkata kepada pilotnya, "Ayo, kita berangkat!"

Pilot langsung menerbangkan pesawat kecilnya dan beberapa menit kemudian mereka sudah di udara.

Sang fotografer berkata, "Terbanglah di atas hutan yang sedang terbakar itu kemudian rendahkanlah pesawat ini, biar aku bisa mengambil foto." Si pilot bertanya, "Mengapa kita harus ke sana?". Sang fotografer menjawab, "Ya, karena aku seorang fotografer dan memotret adalah tugasku!". Selama beebrapa saat si pilot terdiam sampai akhirnya ia berkata, "Jadi, Anda ini bukan pelatih terbang saya?"

12 August 2008

Humor : Dendam

Berkat kepintarannya memasak Wong diterima bekerja sebagai koki di kapal induk Amerika Serikat. Tapi serdadu-serdadu yang semuanya orang bule itu selalu mempermainkan pria Asia ini, menjahilinya setiap saat. Kadang ketika memasak lampu dipadamkanlah, atau blender disembunyikanlah.

Tapi lama-lama para tentara itu merasa kasihan juga kepada koki Wong. Mereka lalu menemuinya dan berkata, "Maaf ya Wong kami selama ini mempermainkan kamu. Kami janji tidak akan melakukannya lagi dehh...."

"Kalian janji tidak akan memadamkan lampu lagi?", tanya Wong

"Janji"

"Janji tidak akan ngumpetin blender lagi?"

"Janji"

"Ya sudah", kata Wong, "Saya juga janji tidak akan mengencingi makanan lagi"

KKR Jakarta 2008

SIAPAKAH KRISTUS?
oleh : Pdt. DR. STEPHEN TONG
19-21 September 2008; Pkl. 18.30 WIB
di Stadion Utama Gelora Bung Karno
Jakarta

Siapakah Kristus?
Revolusionis Masyarakat?
Penghasut Massa?
Penipu?
Orang Gila?
Anak Allah?
Mengapa dia mati disalib?
Mengapa banyak yang menolaknya tetapi berjuta-juta orang rela mati baginya?

Mengapa mengabarkan Injil ?
  • Will of God – Kehendak Allah. Kita harus melakukan kehendak Allah untuk selamanya. Calvin berkata selain Allah sendiri tidak ada yang lebih besar dari kehendak Allah. Segala sesuatu dicipta karena kehendak Allah mencipta.
  • Utusan Kristus, karena amanat agung dan diutus oleh Kristus.
  • Karena Roh Kudus memberikan kuasa untuk menyatakan Injil, menjadi saksiKu! Roh Kudus punya hal yang besar : membuat kita bertobat, berkuasa mengabarkan Injil, mengerti Firman Tuhan, berjalan dalam jalur yang benar. Pekerjaan Roh Kudus tidak bisa ditiru. Salah satu yang paling jelas dipenuhi Roh Kudus – memberitakan Injil.
  • Cinta Kasih Kristus menggerakkan kita. Tidak mungkin tidak dijalankan berhenti mengabarkan Injil. D.L.Moody berjanji setiap hari memberitakan Injil kepada satu orang, kalau tidak ia tidak bisa tidur. Moody pernah berkhotbah kepada ratusan juta manusia tanpa pengeras suara. John Wesley 1 tahun khotbah 1000 kali. Cinta Tuhan mendesak hamba-Nya pergi memberitakan Injil.
  • Kita hutang Injil kepada orang lain. Baik kepada orang Yunani, Barbar, Intelektual, Sederhana. Di Roma, pada zaman Romawi Klasik, semua kebutuhan ada, tapi tidak ada Injil. Hanya di dalam Yesus Kristus dapat memahami akan Cinta Kasih. Kita menantikan kedatangan Kristus. Inilah kekuatan kita di dalam mengabarkan Injil. Jika Injil tidak dikabarkan ke semua bangsa maka hariku akan datang. Kuduskan dirimu dan mengabarkan Injil (I Yoh 3).
Yang diharapkah hadir dalam KKR nanti, dari macam-macam gereja dan juga mungkin dari macam-macam agama ?

Tuhan mencintai seisi dunia. Tuhan tidak memandang, jadi siapapun boleh dibawa. Seorang hamba Tuhan harus bersiap, berani dan sanggup berbijaksana di dalam menjawab semua pertanyaan dari orang yang melawan, yang tidak mengerti, atau yang ingin mengerti, atau yang antusias terhadap iman Kristen. Ini pendapat saya, karena evangelization should be serve by apologetic, apologetic should understand all kind of the different idea of other religion and ideology.

Mengerti teologi yaitu mengetahui isi hati Tuhan, mengerti filsafat mengerti cara pikir manusia, apologetika yang mengerti bagaimana cara berhadapan dengan semua pihak, ditambah evangelism yang dengan cinta kasih membawa mereka kembali, semuanya ini harus dirangkai menjadi satu. Jadi orang yang mau melayani Tuhan tapi tidak mau mengerti teologi akhirnya menjadi orang yang khotbahnya salah. Yang kurang mengerti filsafat berfikir manusia berkhotbah menggebu-gebu, tapi kurang mengerti kesulitan pikiran orang lain karena tidak mengetahui apa hambatannya. Orang yang tidak ada apologetika kurang lincah menghadapi tantangan.Sedang tanpa semangat penginjilan, apologetika tidak ada gunanya. Jadi empat hal ini harus bekerja sama.

Di dalam khotbah kita ada unsur yang membandingkan dengan bijaksana. Misalnya kalimat yang paling penting daripada Kong Fu Cu mengenai etika adalah “Yang kau tidak ingin diperlakukan, jangan memperlakukan kepada orang lain”, bagi saya ini kalimat salah satu paling penting di dunia. Tetapi Kristus mengatakan, “Yang kau ingin diperlakukan, lakukan kepada sesamamu”, ini bersifat positif. Hal ini memperlihatkan bagaimanapun tingginya kebudayaan manusia, dibanding daripada kalimat wahyu daripada Anak Allah, tetap Tuhan lebih melampaui. Yang mendengar khotbah saya, ditanamkan prinsip yang sangat penting dan agung. Sehingga dia bertahun-tahun bisa berpikir dan merenungkan. Suatu apologetika yang bersifat menanam. Untuk itu saya mempelajari berbagai isme, kebudayaan, agama dan filsafat, untuk menunjukkan bahwa Firman Tuhan melampaui semuanya. Kita mengabarkan Injil dengan berani,namun bijaksana.

Pertanyaan saya adalah sering kali KKR itu sukses luar biasa, tetapi kegagalan ada di follow up, sekarang pertanyaan saya untuk pak Tong, apakah bentuk follow up yang pak Tong pikirkan untuk KKR besar ini ?

KKR kalau hanya gejalanya sukses, itu bukan sukses, itu cuma sukses main sandiwara, KKR yang kesulitan follow up tetapi bobotnya cukup maka Roh Kudus akan memfollow up di luar kemungkinan kemampuan kita. Saya membuktikan, setelah saya terima Tuhan tidak ada yang memfollow up saya. Tetapi karena Firman yang saya terima itu terus bekerja dan membuat saya makin haus akan Firman Tuhan, akibatnya saya lebih kuat dari banyak orang yang di follow up. Banyak yang follow terus, up-nya tidak ada. Itu sebab yang bekerja, yang menabur jangan takut tidak ada yang menuai. Yang menuai jangan sombong karena sebelumnya ada orang yang menabur. Dalam hal ini keseimbangan perlu kita jaga dan every body do his part, dengan sungguh-sungguh.

Yang harus dikerjakan adalah: pertama setia, kedua tekun, ketiga penuh pengharapan serahkan kepada Tuhan dan doakan mereka. Follow up kalau kurang, maka kalau kita mau gereja Anda yang imannya kami anggap Injili, boleh cantum di dalam itu, gereja Reformed tidak usah, supaya mereka kalau mau ke gereja Anda tidak apa, asal seluruh Jakarta lebih banyak orang pecaya kepada Tuhan. Semua gereja dipertumbuhkan kita bersyukur, kami tidak untuk GRII, GRII hanya membuktikan orang yang doktrin benar berhak mendirikan gereja, Biarlah kesetiaan dan ketabahan, kesabaran, ketekunan itupun menjadi bahan follow up. Di dalam education moral dan teladan guru itulah bahan pengajaran yang paling tekun, paling penting, bukan bahan dan kognitif. Kristus tinggalkan sesuatu yang tidak ada pada pendiri agama lain, yaitu dia hidup seratus persen suci. Dan Brown yang melelang Yesus dengan harga tiga ratus juta dollar, hanya membuktikan Yesus makin lama makin mahal lakunya, dulu zaman Yudas cuma tiga puluh perak sudah boleh jual Yesus, sekarang dilelang lagi makin lama makin mahal, seperti Christy, akhirnya yang dapat tiga ratus juta dollar masuk neraka tiga ratus juta kali dalamnya, lebih dalam daripada Yudas, itu saja, maka waktu Dan Brown punya Da Vinci melanda seluruh dunia, saya bikin cepat-cepat di tujuh kota akhirnya empat puluh delapan ribu yang ikut saya punya seminar, Jakarta cuma berapa hari kita siapkan tujuh ribu yang ikut, karena apa? catch the time, saya tidak mau waktu itu lewat, ingat ya diantara semua anugerah yang Tuhan berikan kepada kita, salah satu asset yang tidak bisa beli dengan uang, waktu, kalau saya masih ada 10 tahun, sepuluh tahun itu hartaku loh, dengan waktu setiap hari saya bisa kerja berapa banyak, memuliakan Tuhan, saya harus kejar. Saya mendirikan GRII supaya setelah mati, ada gereja yang meneruskan tradisi membicarakan Firman dengan baik, mengajar dengan teologi yang benar.

Saya sangat terkesan dengan istilah Injil yang murni. Maka sebelum saya bertanya, saya akan share sedikit. Saya sangat terkesan dengan Injil yang murni, sejak pertama kali saya mendengar Bapak berkhotbah di mahasiswa. Salah satu yang menjadi kegelisahan saya adalah soal Injil yang murni ini sudah makin hilang, sekalipun di dunia Teologi. Baik yang kita sebut Liberal dimana memberitakan injil sudah tidak ada lagi, tetapi juga di sisi lain di gereja Injili, Mohon maaf kepada teman-teman, saya kira Injil yang murni juga sulit saya lihat. Misalnya yang diurus adalah soal berebut kedudukan. Itulah sebabnya saya bersyukur melihat orang seperti Bapak di usia seperti ini masih bicara Injil yang murni dan mengkhotbahkan Injil yang murni, Puji Tuhan. Soal memenuhi stadion, saya rasa banyak orang yang bisa memenuhi stadion. Tetapi saya justru menanyakan bagaimana caranya? Bagaimana supaya Injil yang murni yang Bapak beritakan di dengar sebanyak-banyaknya orang? Mengapa mendengarkan mimpi dari neraka, orang memenuhi stadion? Mengapa mendengarkan Injil yang murni, stadion tidak penuh? Bahkan saya terpikir tadi, bagaimana caranya supaya Injil yang murni ini tidak hanya didengar dua ratus ribu. Saya kira kalau istora penuh, saya share your vision, saya selalu berkata dua ratus ribu dibanding dengan Jakarta cuma berapa persen, dan bandingkan Yesus tiga belas ribu dengan penduduk di waktu itu bisa mengadakan tiga belas ribu, itu pesentase luar biasa besar. Jika dibandingkan dengan Yesus pada zaman itu, mungkin sekarang sekali khotbah harus ada barangkali minimal lima ratus ribu, supaya equal. Nah itu yang saya katakan tadi bagaimana memaksimalkan orang ke stadion dan sekiranya mungkin juga masuk ke media televisi ?

Ini pertanyaan sangat sesuai dengan niat saya, yaitu bagaimana keep the quality and gain the quantity, keep the quality is the first step, never compromise, kalau waktu kita kompromikan kualitas, maka semua pusat kesuksesan tidak memperkenankan Tuhan, karena kita sudah kompromi. Jika Kita pertahankan kualitas tidak kompromi, kita sulit mendapatkan akan kuantitas. Yesus saya usulkan tiga belas ribu itu, karena lima ribu yang dapat makanan adalah laki-laki, pasti ada enam ribu perempuan, pasti ada seribu sampai dua ribu anak-anak, jadi jumlahnya tiga belas ribu. Di dalam Lukas pasal 12, di dalam bahasa Tiong Hoa puluhan ribu, Bahasa Inggris ribuan orang. Kita tidak tahu di zaman Yesus hidup di dunia, berapa orang di seluruh dunia. Zaman Yesus Kristus hidup, seluruh dunia tidak sampai dua ratus juta, jadi proporsi tadi kalau sampai lima ratus ribu itu nothing, mungkin sekarang dua puluh juta, baru bisa banding Yesus tiga belas ribu, tetapi Yesus kadang-kadang juga mendapatkan pendengar yang sedikit sekali, itu sebab kita mengetahui jumlah bukan the first thing, the first thing is to the point, keep the core. Dimana tertulis Yesus paling sedikit diterima orang lain? Matius pasal 11. Murid-muridNya mengusir setan, mendapatkan kuasa kesembuhan, dsb. Tapi Yesus sendiri tidak ada satupun yang bertobat, maka Yesus berkata, Kapernaum, engkau pada saat sudah masuk ke surga, engkau akan turun ke neraka. Karena Injil yang diberitakan kepadamu, kalau diberitakan kepada Sodom dan Gomora, mereka masih ada sekarang, mujizat yang dijalankan kepadamu, kalau dilihat Tirus dan Sidon, maka mereka akan pakai pakaian abu untuk bertobat. Yesus sendiri kadang-kadang tidak mencapai kuantitas, namun demikian bagaimana yang saya harapkan? Mengapa saya pakai stadion? Karena saya bisa memenuhi? Tidak. Dengan qualitas yang saya pelihara dan dengan apa yang saya dirikan, GRII dan sebagainya, banyak orang sengaja menjadi musuh saya. Di Jakarta selain Istora, tidak ada tempat diantara sepuluh - seratus ribu orang, maka kita pakai stadion utama, waktu pertama kali pakai stadion utama, tahun 2003, malam terakhir tiga puluh ribu, maka ada yang mengejek, Stephen Tong gagal memenuhi stadion utama, saya tidak pernah memikirkan harus memenuhi, saya cuma pikir bisa lebih banyak orang dengar Injil, lebih banyak daripada Istora. Kalau tiga puluh ribu pun tidak apa, yang penting adalah berapa banyak yang datang bukan karena daya tarik artis, daya tarik mujizat, kesembuhan, berapa banyak datang itu yang ditarik oleh Tuhan kepada kita, dan yang datang kepada kita, kita bawa kepada Kristus, yang datang kepada Kristus berapa pun tidak ditolak, itu yang menjadi sasaran. Tetapi kita rencana untuk beli waktu dari TV, satu jam puluhan juta dan terus menerus berapa uang saya tidak tahu, tapi saya sudah janji pada Tuhan dan saya harus mengerjakan kehendak Tuhan. Kalau memang kehendak Tuhan, berapa uang itu urusan Tuhan, maka saya kerjakan dulu, lalu uangnya baru dihitung, lalu doa lutut sama Tuhan lalu Tuhan isi. 51 tahun seperti ini, saya kira antara kamu yang melayani kehendak Tuhan juga seperti ini. Engkau mengalami Tuhan itu hidup, tidak pernah Tuhan mempermalukan hambaNya yang sungguh-sungguh melayani, yang paling penting itu ngecek, instropeksi dirimu sungguh-sungguh atau tidak. Kalau tidak jangan kerjakan. Kalau kerjakan jangan takut, kalau sungguh-sungguh Tuhan pasti memberkati. Kira-kira gitu, Kita nanti akan pakai TV untuk siarkan lagi supaya lebih banyak orang bisa dengar, banyak pendeta sengaja beli kaset saya, curi bahan saya, lalu bilang sama anggotanya jangan pergi, dia tidak ada Roh Kudus, pelan-pelan pakai bahan saya khotbah, anggota bilang dengar pendeta saya sama Stephen Tong sama kok bahan nya, jadi sini ada Roh Kudus, nga usah pergi ke situ, itu namanya ajaran siasat dari setan. Saya satu orang melawan satu zaman tapi saya tidak takut. Mari kita untuk Injil sama-sama berdoa supaya banyak orang boleh mendengar.

Pak Tong, di tengah kondisi sulit bangsa ini, kenapa Pak Tong mengangkat tema Siapakah Kristus? Kenapa tema itu yang diangkat di tengah-tengah kesulitan bangsa saat ini dan apa output yang nantinya GRII dan Pak Tong harapkan sehingga ini dapat menjadi terang di tengah-tengah bangsa ini ?

Ada dua supply dari gereja :

  • 1. The basic for ever and ever never change
  • 2. The temporer supply for every age

Untuk supply dari pada setiap zaman yang berbeda-beda, temanya itu adalah tema yang fleksibel dan tema yang ikut arus. Tapi mensupply yang paling utama, tak pernah berubah yaitu doktrin dari Alkitab, sekarang seluruh trend dari Karismatik adalah sekarang zamannya, bukan lagi doktrin, sekarang Roh Kudus telah memimpin gereja, tidak penting doktrin, pentingnya worship, saya bilang itu omong kosong. Paulus berkata kepada Timotius “Be aware of you yourself and the doctrine you are teaching, because by doing this, you can save yourself and save many people who listen to you.” Jadi ini adalah suatu yang tidak boleh tidak dipentingkan. Siapakah kristus adalah paling dasar daripada seluruh Firman Tuhan. Sekarang Allah menciptakan seluruh dunia, pusatnya apa? Bumi, bukan matahari, karena kehendak Allah dilaksanakan di bumi, jadilah kehendakMu di bumi seperti di Surga. Jadi alam semesta ini pusatnya di bumi, bumi pusatnya apa? Gereja, bukan pemerintah. Pemerintah akan setiap empat tahun ganti presiden, zaman-zaman akan terus silih berganti, tapi kerajaan Allah ganti tidak? Lalu, di dalam gereja apa yang penting? Firman. Pusat Firman siapa? Kristus, Kristus pusatnya apa? Mati dan bangkit. Lalu untuk apa? Untuk menyelamatkan manusia, nah teologi yang paling penting adalah teologi yang sesuai Alkitab yaitu semangat daripada Reformasi, Sola Scriptura, inilah semua ini menjadi satu deretan yang kita harus tahu, sehingga kalau kita mengatakan mengenai ekonomi Indonesia bagaimana, lalu menggunakan stadion utama. Tidak ada gunanya, kalau engkau mengatakan ada pesta besar, ada seratus ribu orang yang makan, pesta yang tidak usah bayar, nah itu ada gunanya. Tapi setelah sudah makan selesai, besok pergi wc lapar lagi, dan itu bukan basic need. Basic need adalah Siapakah Kristus?, kalau manusia mengenal Kristus, sekarang disini dan selama-lamanya ia mendapatkan arah, maka itu yang menjadi saya kerjakan, kalau gereja-gereja lain mau kerjakan mengenai ekonomi, mengenai militer, mengenai politik itu terserah, tapi saya harus menjaga pusat Teologi, Firman, Injil, Kristus, nga boleh kompromi dalam hal ini. Ini beban saya. Terima kasih

(Ditranskrip dari sharing visi Pdt. Stephen Tong dengan para tokoh Kristen pada tanggal 07 Juni 2008)

Peta Lokasi Gelora Bung Karno

Daftar Koordinator Humas Wilayah

Jakarta Pusat : Jahja B. Paramarta (0818 181 716; jahja_bp@hotmail. com)
Jakarta Barat : Erwan (0818 0857 9258; e5iong@yahoo. com)
Jakarta Timur : Ronal Obenson Saragih (0816 711 550; ronal03@yahoo. com)
Jakarta Utara 1 Sunter : Andri S. Hendrarsin (0813 857 93798; a_hendrarsin@ hotmail.com)
Jakarta Utara 2 Kelapa Gading : Geovy Rolando Hugo Huwae (0816 112 4943; huwae.grh@gmail. com)
Jakarta Selatan 1 Pondok Indah :  Solihin 021 7067 5119 & 081 6197 5440
Jakarta Selatan 2 Bintaro : Chun-chun (0812 809 8908; lobsterairtawar001@ yahoo.com)
Tangerang : Mauliate Situmeang (021 7162 1255; mauli_2000@yahoo. com)
Depok : Karel (081 183 8743; pkarelws@yahoo. com)
Bogor : Bunawan Suganda (081 818 1269; bunawansuganda@ gmail.com)
Bekasi : Ferry Setiawan 0812 962 0922 airbox_id@yahoo. com
Bandung : Pdt. Iskandar Muliawan (0812 201 7000)
Bandung : Heng Dju (0852 2206 5445)

Titik Penjemputan KKR
Jakarta Utara – Jakarta TimurMega Mal – Pluit
Kantor Polres – Tanjung Priok
Mal Artha Gading – Kelapa Gading
Mal Kelapa Gading – Kelapa Gading
Kampus Institut Reformed – Sunter
Arion – Jl. Pemuda
UKI – Cawang Wisma Aldiron Dirgantara
Mal Yogya – Klender
Jakarta Pusat – Jakarta SelatanAtrium – Senen
ITC Ambassador – Kuningan
Toko Buku Momentum – Matraman
Mal Cijantung – Cijantung
Trakindo – Cilandak
Jakarta Ban – Fatmawati
Carrefour – Lebak Bulus
Jakarta Barat – Bekasi – CikarangMal Daan Mogot – Daan Mogot
Terminal Grogol – Grogol
Mal Puri Indah – Puri Indah
Mangga Dua Mal – Gunung Sahari
Mal Metropolitan – Bekasi Barat
Cikarang Trade Center – Cikarang Lama
Tangerang – Depok – Cibubur – BogorSupermal Karawaci – Lippo Karawaci
ITC – WTC – BSD
Mal Metropolis – Tangerang
Bumi Wiyata – Depok
Cibubur Point – Cibubur
Botanic Square – Bogor

Hubungi Kami
Sekretariat KKR Jakarta 2008
Jl. Tanah Abang III/1 Telp: 021-7000-3000; 081-7000-3000; 081-70000-300

Fax : 021-3811920 e-mail: sekretariat.stemi@gmail.com
Website: http://www.jakarta2008.com

Georges Leopold Cuvier

Georges Leopold Cuvier lahir tanggal 23 Agustus 1769 di Montbeliard, Jerman. Keluarganya adalah penganut agama Kristen Lutheran yang taat. Pendidikannya ditempuh di Montbeliard lalu dilanjutkan di Akademi Caroline, Suttgard. Ia mempelajari tanaman dan hewan invertebrata pada waktu luangnya. Georges Cuvier menikah dengan Anne Marie Coquet de Trazaille, tahun 1804. Ia meninggal di Paris tanggal 13 Mei 1832 karena wabah kolera.

Menurut Cuvier, ciri-ciri anatomi yang membedakan kelompok hewan membuktikan bahwa spesies tidak berubah sejak masa Kejadian. Hewa-hewan diciptakan dalam kelompok yang berbeda dan tetap. Meskipun ita tahu bahwa "spesies" tidak harus diartikan persis sama dengan "jenis" makhluk yang disebutkan dalam Kitab Kejadian.

Melalui berbagai penelitian yang dilakukannya secara pribadi, Cuvier meyakini bahwa lenyapnya berbagai jenis hewan adalah karena kepunahan, bukan evolusi. Cuvier mengatakan, "Jika spesies memang berevolusi, seharusnya ada jejaknya. Antara (fosil) paleotherium dan spesies yang ada sekarang seharusnya ada bentuk antara : tapi ini tidak pernah ada."

Para ilmuwan anatomi kadang menemukan organ-organ yang fungsinya tidak diketahui (vestigal). Namun Cuvier menganggap organ-organ vestigal sebagai organ berguna yang masih belum diketahui fungsinya. Temuan ilmiah akhir-akhir ini membenarkan keyakinannya. Misalnya, ujung tulang belakang manusia (tulang ekor), dulu dianggap sebagai sisa evolusi dari ekor monyet. Ternyata tulang itu adalah titik kaitan penting bagi otot-otot penopang tubuh dan isi perut kita. Seratus delapan puluh organ lain yang dulu dianggap tidak berguna, sekarang diketahui mempunyai fungsi penting bagi tubuh manusia.

Selain itu Cuvier juga meyakini bahwa Kitab Kejadian merupakan sumber daya yang akurat tentang peristiwa alam yang terjadi pada masa lampau. Bencana alam, seperti pergeseran lapisan tanah dan banjir, di yakini telah menghancurkan spesies tertentu dan memberi bentuk yang sekarang pada bumi. Dan air bah zaman Nuh merupakan kejadian yang paling revolusioner. Alkitab tidak menuliskan bencana lain yang lebih besar daripada air bah zaman Nuh.

Renungan Pagi

Pemain Baseball

Steve Lyonsakan dikenang sebagai pemain yang menjatuhkan celananya. Dia bisa saja dikenang sebagai pemain lapangan yanh hebat, sebagai pemain di segala posisi untuk Chicago White Sox, sebagai pria yang selalu menjadi yang pertama lari sampai mencetak nilai. Dia bisa saja dikenang sebagai pemain yang diatas rata-rata. Tetapi tidak. Steve akan dikenang sebagai pemain yang menjatuhkan celananya pada tanggal 16 Juli 1990.

Waktu itu Steve sedang seru bermain, tiba-tiba ia merasa ada pasir di dalam celananya. Langsung saja ia menjatuhkan celananya dan kemudia mengibas pasir tersebut. Dan 20.000 pasang mata melihatnya. Seperti yang bisa kamu bayangkan, ledekan demi ledekan mulai berdatangan. Dalam waktu 24 jam, ia dikenal oleh begitu banyak orang, lebih banyak dari yang pernah ia alami sepanjang karirnya. Tujuh berita siaran langsung di televisi dan sekitar dua puluh wawancara radio.

Aku sebenarnya bukan seorang penggemar Chicago White Sox. Aku juga biasanya tidak tersanjung dengan orang menjatuhkan celananya di tempat umum. Tapi aku salut kepada Steve Lyons. Kupikir semua orang yang lari sampai ke base pertama untuk mencetak nilai, pasti mendapat pujian. Tetapi, berapa orang yang kamu lihat berlari ke base lebih kepada demi menyelesaikan pekerjaannya daripada menyelamatkan mukanya?

Steve tidak menganggap ganggung yang terjadi padanya adalah sebuah halangan untuk mencetak angka, bahkan sekalipun itu harus di bayar mahal dengan cemoohan. Dunia selalu menginginkan kesuksesan ala Holywood, berjalan di atas karpet merah dengan jepretan ratusan kamera. Dibalut dengan baju yang mahal dan perhiasan yang mewah, menjadi idola jutaan penggemar dan hidupnya tanpa cela. Tipuan ini membuat setiap orang yang pernah gagal, akan merasa gagal selamanya. Ia merasa karirnya cacat, masa lalu yang buruk menjadi bayang-bayang. Tapi tidak buat Steve. Kesuksesan bukanlah selalu menang dengan seragam pertandingan yang bersih, kesuksesan adalah berani mencetak angka sekalipun tanpa seragam yang lengkap.

"Itulah sebabnya aku menderita semuanya ini, tetapi aku tidak malu; karena aku tahu kepada siapa aku percaya dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakan-Nya kepadaku hingga pada hari Tuhan." - 2 Timotius 1:12

Mengutuki Kegelapan

Nats : Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka (Kisah Para Rasul 16:25)

Bacaan : Kisah Para Rasul 16:16-26

Sebuah pepatah Cina mengatakan, "Daripada mengutuki kegelapan, lebih baik ambil sebatang lilin dan nyalakan". Sungguh nasihat sederhana yang bijak! Sayangnya kerap kali kita hanya mengetahui kebenaran ini, tetapi tidak menghayatinya. Ketika kegelapan itu datang, kita tetap saja tidak berusaha mengerem diri dari mengeluh, mengaduh, dan berpikir negatif. Padahal semua itu sama sekali tak berguna.

Paulus dan Silas mendapat masalah yang sangat serius dan mengancam nyawa. Mereka mengusir roh yang merasuki seorang wanita tukang tenung. Akibatnya, wanita itu tidak bisa menghasilkan uang lagi bagi para tuannya. Keduanya lalu dituntut. Mereka dicambuk dan dimasukkan penjara. Ruang penjara paling tengah, tempat paling gelap dan dingin. Masih pula kaki mereka pun dipasung. Namun, di tengah kesakitan karena luka deraan cambuk dan ketidaknyamanan karena ikatan rantai dan pasungan -- jauh dari mengeluh dan mengumpat, mereka menyanyikan puji-pujian bagi Allah! Paulus dan Silas pun dikuatkan. Lebih dari itu, Allah membebaskan mereka secara ajaib (ayat 26)!

Mungkin kita tengah didera berbagai ketidaknyamanan-masalah, penyakit, kesedihan, kecemasan-itu semua bisa membuat kita mengeluh dan mengasihani diri. Cobalah resep Paulus dan Silas. Daripada mengarahkan pikiran pada hal-hal negatif yang makin menyusahkan, pilih satu lagu pujian dan nyanyikanlah sepenuh hati. Pujian kepada Allah akan mengalihkan pikiran dan hati dari masalah kepada Allah yang sanggup menjawab persoalan kita dan menghibur kita! Mari menyanyi dan "menyalakan lilin"! -AW

YESUS MEMBERI KITA SUKACITA DI HATI
YANG AKAN TETAP ADA MESKI KESULITAN HADIR

SABDA.org