Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

13 August 2008

Jangan Khawatir

"Siapakah di antara kamu yang karena kekhawatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?" - Matius 6:27

"Sehabis mandi pagi Mita mengeringkan tubuhnya dengan handuk. Tiba-tiba saja ia merasakan benjolan di ketiaknya. Benjolan sebesar buah buni. Ia meraba-raba. Bukan satu buah, tetapi tiga buah. "Bagaimana kalau ini ternyata tumor ganas?", pikirnya panik. Enam bulan lagi ia akan melangsungkan pernikahan dengan Alvin. Kemain ia baru mengepas baju pengantin. Sorenya, Mita ke dokter. Dokter melakukan biopsi. Harus menunggu empat hari lagi sampai hasilnya ketahuan. Sekarang Senin, jadi jumat sore baru bisa diketahui hasilnya. Selama empat hari menunggu, perasaan Mita tidak karuan. Mita sungguh tersiksa. Terbayang olehnya seorang tantenya yang meninggal karena sakit kanker. Bertahun-tahun ia menderita karena penyakit tersebut. Benjolan itu hanya radang, tidak apa-apa kok! Mita merasa lega. Ia bersyukur pada Tuhan.

Sering bila ada masalah, Iblis membesar-besarkan rasa khawatir kita. Sering kita khawatir akan hal-hal yang belum terjadi. Atau khawatir pengalaman buruk masa lalu yang menimpa orang lain akan terulang menimpa kita. Namun Yesus dengan tegas berkata agar kita jangan khawatir akan hidup kita (Matius 6:25). Ini adalah perintah yang harus dilakukan bukan sekedar himbauan.

Dengan mendekatkan diri kepada Yesus, berarti kita menyerahkan kehidupan kita sepenuhnya ke dalam tangan kasih-Nya. Sebesar dan serumit apa pun masalah kita, di tangan Yesus pasti terselesaikan. Sepanjang hari ini, kita akan berjalan bersama Kristus, menatap masa depan kita. (ws)

DARIPADA MENDERITA KARENA KHAWATIR, SERAHKAN SAJA KEKHAWATIRAN KITA PADA YESUS

Renungan Pagi

1 comments:

Post a Comment