Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

13 July 2008

Berani Menjadi Daniel

Nats : Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya (Daniel 1:8)

Bacaan : Daniel 6:1-10

Teladan dari orang-orang seperti Daniel dalam Alkitab memberikan peneguhan dan menunjukkan bagaimana seharusnya kita hidup. Di masa sekarang ini, kita masih membutuhkan orang-orang seperti Daniel, yaitu pria dan wanita yang memiliki keyakinan dan keberanian untuk mempertahankan semua itu, bahkan jika itu harus melibatkan pengorbanan atau ketidakpopuleran.

Ayah saya, Dr. M.R. De Haan, adalah orang semacam itu. Oh, ia tidak sempurna. Ia seorang manusia biasa. Ia pernah melakukan kesalahan. Sebagian orang bahkan menganggapnya keras kepala. Namun sesungguhnya, ia sudah seperti tokoh dalam Alkitab. Ia adalah orang yang memiliki keyakinan teguh. Dan ia seorang pemberani.

Ayah saya berpulang kepada Bapa tanggal 13 Desember 1965. Namun, saya masih ingat satu perkataannya, yang seolah-olah baru kemarin diucapkan. Sambil meninju meja, untuk menegaskan pernyataannya, ia berkata, "Richard, saya tidak peduli jika seluruh dunia berbeda dengan saya. Saya harus melakukan yang benar. Saya harus bertindak sesuai keyakinan saya!"

Tentu saja kita perlu berhati-hati untuk memastikan bahwa keyakinan kita memiliki landasan yang benar. Namun, sekali kita yakin akan hal itu, kita harus seperti Daniel yang tidak hanya memiliki keyakinan, tetapi juga keberanian untuk mempertahankannya (Daniel 1:8).

Hari ini, jika Anda dicobai untuk mengompromikan prinsip-prinsip Anda, jangan menyerah. Beranilah menjadi seorang Daniel! -- Richard De Haan

ANDA TIDAK AKAN TERJERUMUS KE DALAM KESALAHAN
JIKA ANDA MEMPERTAHANKAN YANG BENAR


SABDA.org

Humor : Doa Yang Lain

Setelah mendengarkan anaknya yang masih kecil berdoa, Si ibu dengan hati-hati menegur anaknya dan berkata bahwa ia tidak boleh berdoa seperti itu. Tapi anak itu mengeluh, "Tapi Mami, Aku yakin Tuhan pasti bosan mendengar doa yang itu-itu aja setiap malam. Siapa tahu Tuhan pengin dengar yang lain, makanya aku ceritakan tentang Petualangan si Kancil."

12 July 2008

Tukang Ledeng

Suatu hari bos Mercedez Benz mempunyai masalah dengan kran air dirumahnya. Kran itu selalu bocor hingga dia khawatir anaknya terpeleset jatuh. Atas rekomendasi seorang temannya, Mr. Benz menelpon seorang tukang ledeng untuk memperbaiki kran miliknya. Perjanjian perbaikan ditentukan 2 hari kemudian karena si tukang ledeng rupanya cukup sibuk. Si tukang ledeng sama sekali tidak tahu bahwa si penelpon adalah bos pemilik perusahaan mobil terbesar di Jerman.

Satu hari setelah ditelpon Mr.Benz, pak tukang ledeng menghubungi mr.Benz untuk menyampaikan terima kasih karena sudah bersedia menunggu satu hari lagi. Bos Mercy-pun kagum atas pelayanan dan cara berbicara pak tukang ledeng. Pada hari yang telah disepakati, si tukang ledeng datang ke rumah Mr.Benz untuk memperbaiki kran yang bocor. Setelah kutak sana kutak sini, kranpun selesai diperbaiki dan pak tukang ledeng pulang setelah menerima pembayaran atas jasanya. Sekitar 2 minggu setelah hari itu, si tukang ledeng menghubungi Mr.Benz untuk menanyakan apakah kran yang diperbaiki sudah benar-benar beres atau masih timbul masalah?

Mr.Benz berpikir pasti orang ini orang hebat walaupun cuma tukang ledeng. Mr. Benz menjawab di telepon bahwa kran dirumahnya sudah benar-benar beres dan mengucapkan terima kasih atas pelayanan pak tukang ledeng. Tahukah anda bahwa beberapa bulan kemudian mr. Benz merekrut si tukang ledeng untuk bekerja di perusahaannya? Ya , namanya Christopher L. Jr. Saat ini beliau adalah General manager Customer Satisfaction and Public Relation di Mercedez Benz! Jangan lupa dan aplikasikan dalam tingkah laku sehari hari :

1. Masukkan hanya informasi dan nasehat bergizi untuk otak kita. Jangan pernah memberinya sampah.

2. Jangan sampai rasa takut mengalahkan kita. Hadapi dia face to face !

3. Tersenyumlah dengan tulus hingga gigi kita terlihat dan Jadilah orang yang menyenangkan.

4. Selalu tambahkan keju dan pelayanan terbaik walaupun itu tidak diminta

Call on God for advice

Today's Scripture

"For the Lord gives wisdom, and from his mouth come knowledge and understanding. (Proverbs 2:6)

Today's Word from Joel and Victoria

The Lord grants wisdom. He gives good sense to the godly. He shows how to distinguish right from wrong and how to make the right decision every time.

Friend, you can make the right decision in life, every single time, when you listen to the wisdom of God and make the choice to obey it. One definition of the word "wisdom" is simply "common sense." I believe many of the challenges we face in life can be turned around by using the common sense God has given us.

If you are facing a challenge today–perhaps in your business, in your home, in your finances or relationships, ask the Lord for His wisdom. Ask Him to show you if there is anything that you may be doing to cause the problem, or should be doing to resolve it. When He reveals the answer to your heart, be quick to act on it and you will experience the victory!

A Prayer for Today

God, I confess that I often turn to friends, talk shows, and books for help before I think to seek divine intervention. Please help me to ascertain the answers I am looking for right now. Grant me the wisdom and the understanding to tackle what I am facing today. In Jesus' name – Amen.


Joel Osteen Ministries

Semangkuk Bubur

Berasnya adalah beras ketan, kualinya adalah kuali tanah liat, apinya berasal dari batu bara. Tiap hari subuh jam 4.30, pria ini menyulut api. Dalam kuali diisi air, untuk merendam beras yang telah dicuci.

Menunggu air mendidih, beras dimasukkan. Menggunakan api besar memasak selama 10 menit. Setelah itu dirubah menjadi api kecil untuk direbus. Pria itu di pinggir kompor sedang membungkuk, menggunakan gayung mengaduk-aduk dengan perlahan-lahan. Setengah jam kemudian, pria tersebut dengan satu tangan membawa semangkuk bubur putih panas yang masih mengepulkan asapnya, tangan yang lain membawa sepiring sayur asin yang telah disiram dengan minyak wijen. Masuk ke dalam kamar tidur, memanggil istrinya untuk bangun.

Wanita itu membalikkan badan, mulutnya menggumamkan sesuatu dan tidur lagi. Pria itu mendengarkan suara dengkur istrinya yang sedang lelap. Dia tidak tega untuk memanggil lagi. Duduk dipinggir ranjang, mengawasi arloji dan melihat ke wajah istrinya, lalu melihat lagi ke arloji. Wanita itu mendadak meloncat keluar dari ranjang. Melihat arloji, tergesa-gesa mengenakan pakaian dan turun dari ranjang, sambil berkata, "Sudah terlambat, mengapa tidak membangunkan saya?"

Suaminya menyajikan bubur putih dan sayur asinnya sambil berkata, "Jangan cemas, masih ada waktu, makanlah buburnya dulu". Buburnya adalah bubur putih polos, tanpa ada tambahan daging ayam atau pun telur ayam. Bubur semacam ini, menjadi sarapan pagi istrinya selama 5 tahun. Ketika pria dan wanita ini menikah, tidak ada uang untuk pesta perkawinan, kedua insan ini hanya meletakkan tikar mereka masing-masing menjadi satu. Beginilah sudah jadi sekeluarga. Pada saat malam pengantin, pria ini membawakan semangkuk bubur polos. Buburnya putih bersih, di bawah sinar lampu memancarkan cahaya yang berkilau. Pria itu berkata, "Lambungmu tidak baik, banyak makan bubur dapat menjaga maag".

Dimakanlah bubur itu oleh istri-nya. Aroma sedap khas bubur, tidak hanya membuat lambungnya hangat, namun juga hatinya.  Mereka sama-sama bekerja di satu pabrik. Si wanita sepanjang tahun bekerja di pagi hari, yang pria sepanjang tahun bekerja pada malam hari. Setiap jam empat subuh sang suami pulang dari kerja. Sedang istrinya masuk jam setengah enam pagi. Waktu mereka untuk bersama pendek sekali hanya sekitar 1,5 jam. Pulang dari kerja, hal pertama yang dikerjakan oleh si pria adalah menyulut api, mengisi kuali. Pria ini hanya bisa memasak bubur polos. Namun semangkuk bubur polos ini, ternyata telah memberi gizi kepada si wanita hingga air mukanya merah, cantik bagaikan bunga.

Suatu hari, pabrik mengalami kerugian dan si pria terkena PHK. Akan tetapi bagi mereka kehidupan ini masih harus dilanjutkan. Pria ini mengeluarkan uang tabungannya yang sangat sedikit sedangkan istrinya menjual cincin emas warisan ibunya. Mengumpulkan uang membuka satu toko kelontong. Satu mangkuk, satu buah sapu, satu teko air. Keuntungannya tidaklah banyak. Tetapi si pria ini mengerjakan dengan sepenuh hati. Setelah si wanita pulang dari kantor, juga membantu mengurusi toko. Ketika tidak ada pembeli, pria dan wanita ini duduk diantara setumpuk mangkuk, kuali, gayung serta ember, dengan bahagia mereka berandai-andai tentang masa depan. Si pria berkata, "Setelah ada duit, toko cabang akan saya buka dimana-mana".

Istrinya menyahut, "Waktu itu saya juga tidak perlu kerja lagi, setiap hari di rumah membuat beraneka ragam makanan untukmu". Pria itu berkata, "Mana perlu dirimu memasak, ingin makan apa, kita langsung pergi ke restoran saja". Dengan manja istrinya bilang, "Tidak, saya selalu ingin makan masakan bubur polosmu". Pria ini langsung merangkul pundak si wanita, matanya agak membasah. Pria ini masih saja setiap hari bangun dari tidur tepat pukul 4.30 subuh, menyulut api memasak bubur. Sambil memasak, memikirkan dalam toko sedang kekurangan barang apa. Kadang kala konsentrasinya terpecah. Buburnya hangus di dasar kuali, kadang pula jika ia terlalu lelah dan mengantuk, buburnya meluber keluar dari kuali. Suatu hari istrinya bangun pagi hari. Bubur di atas kompor sedang mendidih mengeluarkan buih ombak. Sedangkan suaminya tidur terlelap dengan kepala di topangkan di atas lutut. Dengan perlahan dan hati-hati si istri memeluk kepala suaminya, hatinya merasa sakit bagaikan ditarik-tarik.

Sejak saat itu, wanita ini menolak dengan tegas jika suaminya ingin memasakkan bubur untuk dirinya. Karena ia melihat si suami sungguh terlalu lelah. Perdagangan si pria kian hari kian lancar, sampai tahun ke tujuh, supermarket cabangnya sungguh telah buka dimana-mana. Si wanita sudah mengundurkan diri dari pekerjaannya dan menjadi ibu rumah tangga sepenuhnya. Mereka telah membeli sebuah rumah besar, dapurnya dilengkapi dengan sangat indah dan unik, yang kurang hanya bau asap api. Karena waktu untuk pulang makan si pria ini, semakin lama semakin sedikit. Dia selalu sibuk, terlalu banyak jamuan makan malam, kadang dalam satu malam ia harus menghadiri empat jamuan makan malam. Mula-mula wanita ini menggerutu, tapi si pria bilang, "Bukankah semua ini demi keluarga? Bukankah semua ini agar kamu bisa hidup lebih nyaman?". Akhir-nya si wanita capai sendiri, lambat laun juga sudah terbiasa. Wanita ini sudah sangat lama sekali tidak pernah makan bubur polos.

Suatu hari, mendadak pria ini diberitahu agar menghadiri pemakaman dari seorang temannya. Dia heran, mengapa beberapa hari lalu temannya ini masih baik-baik saja, hari ini orangnya telah tiada? Di dalam rumah duka, dia melihat istri temannya ini. Yang dulunya sangat cantik dan anggun, dalam semalam menjadi pucat, lesu dan tua. Dia menangis tersedu-sedu. Dalam mulutnya menggumamkan kata-kata, "Siapa yang akan mengantarku kerja dan menjemputku pulang kerja? Siapa yang akan menalikan sepatu untukku?". Si pria itu merasa sesak nafasnya, terpikirkan akan istrinya. Sekilas terkenang kebiasaannya dulu di pagi hari, memasakkan bubur untuk istrinya, terpikir juga olehnya ketika istrinya menerima semangkuk bubur polos itu, matanya memancarkan sinar kebahagiaan dan kepuasan. Si pria ini bergegas pulang ke rumah. Membuka pintu, melihat istrinya yang sedang meringkuk tidur di atas sofa. Televisi masih menyala, home theater juga masih menyala. Di atas meja ruang tamu berserakan penuh dengan berbagai jenis majalah mode. Pria ini berlutut di depan sofa, tangannya dengan perlahan membelai rambut wanita ini. Air muka wanita ini suram, di dalam kerutan-kerutan halus, wajahnya telah tertulis penuh kehampaan. Dia mengambil selimut untuk menyelimuti wanita ini. Mendadak wanita ini terjaga dari tidurnya. Melihat si pria, wanita ini mengusap-usap matanya. Setelah memastikan itu adalah suaminya, raut wajahnya segera memerah. Wanita ini bergegas untuk berdiri. "Kamu mungkin belum makan, akan saya buatkan.."

Si pria tiba-tiba memeluknya dari belakang, "Tidak, biarkan saya yang memasakkanmu bubur polos". Hampir setengah hari wanita ini tidak mengeluarkan sepatah kata. Ada tetesan air mata hangat, yang menetes di tangan suaminya. Hari itu, si pria sambil memasak bubur dia berpikir, "Sebenarnya beraneka macam variasi produk bubur, tidak bisa meninggalkan bubur polos sebagai dasarnya. Dan segala kebahagiaan yang ada hanyalah di dasari oleh bubur polos, selain itu hanyalah sebagai penyedap."

Weekend Scripture 5/7/2008

"Berpeganglah pada perintahku, dan engkau akan hidup; simpanlah ajaranku seperti biji matamu. Tambatkanlah semuanya itu pada jarimu, dan tulislah itu pada loh hatimu." (Amsal 7:2-3)

Kekhawatiran

Nats : Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau (Ibrani 13:5)

Bacaan : Mazmur 91:9-16

Saya tahu bahwa tidak seharusnya saya cemas, tetapi saya agak mengkhawatirkan sesuatu saat ini. Mungkin ini karena adanya situasi baru dalam keluarga kami. Bila melihat sekeliling, saya merasa agak gelisah. Ketahuilah, istri saya dan saya baru-baru ini mengetahui bahwa kami akan menjadi kakek dan nenek. Hal ini membuat saya berpikir tentang dunia tempat cucu kami dibesarkan nanti.

Tahun 2024 kelak, cucu kami itu akan lulus sekolah menengah. Mungkinkah biaya sekolah di perguruan tinggi akan sebesar Rp900.000.000,00 per tahun saat itu? Jika minyak masih ada, mungkinkah harga bensin jadi Rp58.500,00 per liter? Mungkinkah moral dan etika sudah ketinggalan zaman? Dan, apa gereja masih berpengaruh?

Masa depan bisa menjadi sesuatu yang menakutkan. Sesuatu yang belum diketahui dapat mencekam, terutama ketika hal yang diketahui saat ini diliputi begitu banyak perjuangan. Itulah sebabnya, kita harus memercayai janji Allah.

Apa pun situasi yang akan dihadapi cucu-cucu kita, mereka dapat bergantung pada janji pertolongan Allah -- tak peduli persoalan apa yang akan meliputi dunia ini. Allah berfirman, "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau" (Ibrani 13:5). Yesus berkata, "Aku menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman" (Matius 28:20).

Janji-janji agung itulah yang dapat kita andalkan tatkala kita mulai merasa khawatir, entah tentang masa depan kita sendiri atau masa depan generasi selanjutnya --JDB

Cemas akan urusan dan masalah masa depan hanya akan mendatangkan derita dan sengsara; Tuhan meminta kita tidak cemas dan tertekan, hari esok kita ada dalam tangan-Nya. --Sper

KITA MUNGKIN TAK TAHU APA YANG AKAN TERJADI DI MASA DEPAN
NAMUN KITA DAPAT MEMERCAYAI DIA YANG MENGENDALIKAN MASA DEPAN


SABDA.org

11 July 2008

Mulutmu Harimaumu

Nats : Siapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia orang yang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya (Yakobus 3:2)

Bacaan : Yakobus 3:1-12

"Mulutmu Harimaumu," demikianlah bunyi slogan iklan sebuah perusahaan jasa telepon selular. Ungkapan ini benar. Kata-kata yang keluar dari mulut kita ibarat harimau: sangat berkuasa. Ucapan hakim di pengadilan bisa menentukan hidup matinya seorang terdakwa. Ucapan seorang pejabat bisa memengaruhi nasib rakyat. Ucapan pengusaha pada rekannya dapat membuat transaksi bisnis jadi atau batal. Ucapan seorang pria pada kekasihnya bisa membuatnya tersanjung atau tersinggung. Sekali salah ucap, akibatnya bisa gawat!

Tidak heran, Yakobus menasihati agar orang berpikir ulang jika hendak menjadi guru. Tanggung jawab yang ditanggung berat. Setiap hari guru mengucapkan ribuan kata. Ucapannya membentuk cara berpikir murid. Idealnya, semua yang guru ucapkan harus benar. Padahal, kerap kali kita salah bicara. Mengucapkan apa yang tidak perlu atau tidak pantas. Mengendalikan lidah memang lebih sulit daripada mengendalikan api atau menjinakkan binatang. Tanpa dikekang, lidah bisa menjadi liar. Kadang mengucapkan berkat, kadang kutuk. Tidak konsisten. Jika ini terjadi, mana bisa guru menjadi teladan? Mana bisa dipegang perkataannya?

Setiap orang percaya adalah "guru". Pendidik. Kita diberi tugas mengajar dan menasihati sesama. Setiap orangtua pun bertugas menjadi guru bagi anak-anaknya. Jadi, belajarlah mengekang lidah. Berpikirlah lebih dulu, baru berbicara. Saring dulu, baru ucapkan. Lebih penting lagi: jagalah hati agar selalu murni. Sebab apa yang keluar dari mulut, berasal dari hati (Matius 15:18). Hati-hatilah: mulutmu harimaumu. Jangan menerkam orang lain dengan kata-kata Anda -JTI

PERKATAAN YANG DIUCAPKAN TEPAT PADA WAKTUNYA
ADALAH SEPERTI BUAH APEL EMAS DI PINGGAN PERAK -AMSAL 25:11


SABDA.org

The Most Powerful Words

The following three-word phrases can enrich every relationship. These are just three little BUT VERY POWERFUL words !!! Try them

I’ll Be There
If you have ever had to call a friend in the middle of the night, to take a sick child to hospital, or when your car has broken down some miles from home, you will know how good it feels to hear the phrase “I’ll be there.” Being there for another person is the greatest gift we can give. When we’re truly present for other people, important things happen to them & us. We are renewed in love and friendship.We are restored emotionally and spiritually. Being there is at the very core of civility.

I Miss You
Perhaps more marriages could be saved & strengthened if couples simply & sincerely say to each other “I miss you.” This powerful affirmation tells partners they are wanted, needed, desired & loved. Consider how ecstatic you would feel, if you received an unexpected phone call from your spouse in the middle of your workday, just to say “I miss you.”

I Respect You / I Trust You
Respect and trust is another way of showing love. Its conveys the feeling that another person is a true equal. If you talk to your children as if they were adults you will strengthen the bonds & become close friends. This applies to all interpersonal relationships

Maybe You’re Right
This phrase is highly effective in diffusing an argument and restoring frayed emotions. The flip side to “maybe you’re right” is the humility of admitting maybe “I’m wrong”. Let’s face it. When you have a heated argument with someone, all you do is cement the other person’s point of view. They, or you, will not change their stance and you run the risk of seriously damaging the relationship between you.Saying “maybe you’re right” can open the door to further explore the subject, in which you may then have the opportunity to get your view across in a more rational manner.

Please Forgive Me
Many broken relationships could be restored and healed if people would admit their mistakes and ask for forgiveness. All of us are vulnerable to faults and failures. A man should never be ashamed to own up that he has been in the wrong, which is saying, in other words, that he is wiser today than he was yesterday.

I Thank You
Gratitude is an exquisite form of courtesy. People who enjoy the companionship of good, close friends are those who don’t take daily courtesies for granted. They are quick to thank their friends for their many expressions of kindness. On the other hand, people whose circle of friends is severely constricted often do not have the attitude of gratitude.

Count On Me
A friend is one who walks in when others walk out. Loyalty is an essential ingredient for true friendship; it is the emotional glue that bonds people. Those that are rich in their relationships tend to be steady and true friends. When troubles come, a good friend is there indicating “you can count on me.”

Let Me Help
The best of friends see a need and try to fill it. When they spot a hurt they do what they can to heal it. Without being asked, they pitch in and help.

I Understand You
People become closer and enjoy each other more if they feel the other person accepts and understands them. Letting your spouse know in so many little ways that you understand them, is one of the most powerful tools for healing relationship. This applies to any relationship.

Go For It
We are all unique individuals. Don’t try to get your friends to conform to your ideals. Support them in pursuing their interests, no matter how weird they seem to you. Everyone has dreams, dreams that are unique to that person only. Support and encourage your friends to follow their dreams. Tell them to “go for it.”

I Love You
Perhaps the most important three words that you can say. Telling someone that you truly love them satisfies a person’s deepest emotional needs. The need to belong, to feel appreciated and to be wanted.Your spouse, your children, your friends and you, all need to hear those three little words “I love you.”

====================================================

Never regret a day in your life.
Good days give you happiness;
Bad days give you experiences;
Both are essential to life

Tahukan Anda?

Tahukah anda kalau orang yang kelihatan begitu tegar hatinya, dibalik itu adalah orang yang sangat lemah dan butuh pertolongan?

Tahukah anda kalau orang yang menghabiskan waktunya untuk melindungi orang lain adalah justru orang yang sangat butuh seseorang untuk melindunginya?

Tahukah anda kalau tiga hal yang paling sulit untuk diungkapkan adalah : Aku cinta kamu, maaf dan tolong aku

Tahukah anda kalau orang yang suka berpakaian warna merah lebih yakin kepada dirinya sendiri?

Tahukah anda kalau orang yang suka berpakaian kuning adalah orang yang menikmati kecantikannya sendiri?

Tahukah anda kalau orang yang suka berpakaian hitam adalah orang yang ingin tidak diperhatikan dan butuh bantuan dan pengertian anda?

Tahukah anda kalau anda menolong seseorang, pertolongan tersebut dikembalikan dua kali lipat?

Tahukah anda bahwa lebih mudah mengatakan perasaan anda dalam tulisan dibandingkan mengatakan kepada seseorang secara langsung? Tapi tahukah anda bahwa hal tersebut akan lebih bernilai saat anda mengatakannya dihadapan orang tersebut?

Tahukah anda kalau anda memohon sesuatu dengan keyakinan, keinginan anda tersebut pasti dikabulkan?

Tahukah anda bahwa anda bisa mewujudkan impian anda, spt jatuh cinta, menjadi kaya, selalu sehat, jika anda memintanya dengan keyakinan, dan jika anda benar2 tahu, anda akan terkejut dengan apa yang bisa anda lakukan.

Tapi jangan percaya semua yang saya katakan, sebelum anda mencobanya sendiri, jika anda tahu seseorang yang benar2 butuh sesuatu yg saya sebutkan diatas, dan anda tahu anda bisa menolongnya, anda akan melihat bahwa pertolongan tersebut akan dikembalikan dua kali lipat.

God Wants Us To Be Happy!

Today's Scripture

"I have come that they may have life, and have it to the full." (John 10:10)

Today's Word from Joel and Victoria

Jesus wants us to live satisfied lives. He came that we might have and enjoy life, and have it to the full-until it overflows! A major key to enjoying life is that we simply live to give. True happiness and true fulfillment comes when we give our lives away. God has a specific plan for every one of our lives. His plan involves reaching out and touching other people. The Bible tells us in Hebrews 3:13 that "we should exhort one another daily." So make the decision that you're going to be a giver and encourage somebody every single day!

A Prayer for Today

God, I confess that I sometimes focus only on my own needs and wants. Please help me to be a "giver" by putting others first. I want to live according to your plan, so remind me to lift up the people I encounter today with my prayers, actions, and words. In Jesus' name - Amen.

Joel Osteen Ministries