Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

13 July 2008

Berani Menjadi Daniel

Nats : Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya (Daniel 1:8)

Bacaan : Daniel 6:1-10

Teladan dari orang-orang seperti Daniel dalam Alkitab memberikan peneguhan dan menunjukkan bagaimana seharusnya kita hidup. Di masa sekarang ini, kita masih membutuhkan orang-orang seperti Daniel, yaitu pria dan wanita yang memiliki keyakinan dan keberanian untuk mempertahankan semua itu, bahkan jika itu harus melibatkan pengorbanan atau ketidakpopuleran.

Ayah saya, Dr. M.R. De Haan, adalah orang semacam itu. Oh, ia tidak sempurna. Ia seorang manusia biasa. Ia pernah melakukan kesalahan. Sebagian orang bahkan menganggapnya keras kepala. Namun sesungguhnya, ia sudah seperti tokoh dalam Alkitab. Ia adalah orang yang memiliki keyakinan teguh. Dan ia seorang pemberani.

Ayah saya berpulang kepada Bapa tanggal 13 Desember 1965. Namun, saya masih ingat satu perkataannya, yang seolah-olah baru kemarin diucapkan. Sambil meninju meja, untuk menegaskan pernyataannya, ia berkata, "Richard, saya tidak peduli jika seluruh dunia berbeda dengan saya. Saya harus melakukan yang benar. Saya harus bertindak sesuai keyakinan saya!"

Tentu saja kita perlu berhati-hati untuk memastikan bahwa keyakinan kita memiliki landasan yang benar. Namun, sekali kita yakin akan hal itu, kita harus seperti Daniel yang tidak hanya memiliki keyakinan, tetapi juga keberanian untuk mempertahankannya (Daniel 1:8).

Hari ini, jika Anda dicobai untuk mengompromikan prinsip-prinsip Anda, jangan menyerah. Beranilah menjadi seorang Daniel! -- Richard De Haan

ANDA TIDAK AKAN TERJERUMUS KE DALAM KESALAHAN
JIKA ANDA MEMPERTAHANKAN YANG BENAR


SABDA.org

0 comments:

Post a Comment