Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

21 April 2008

Ketika Anda Jatuh Cinta

Menghilangkan Prasangka Mitos Yang Membuat Anda Bingung.

Mitos 1 : “CINTA AKAN MENGUASAI SEGALANYA”

Ini adalah mitos yang rumit. Karena cinta, seperti yang didefinisikan di alkitab, akan menguasai segalanya. Tetapi cinta, seperti yang didefinisikan pasangan bermata kaca, tidak demikian. Jika anda percaya mitos ini, anda akan melakukan hal berikut :

1. Anda mengabaikan sebagian besar rintangan dalam hubungan anda. Semua yang anda kenal bertanya mengapa anda memilih makhluk dari luar angkasa itu sebagai pacar anda. Sahabat anda menyarankan untuk menyingkirkan dia. Keluarga anda menyarankan untuk melempar dia dari kendaraan. Pemilik toko seberang jalan menyarankan anda untuk menaruh racun dalam minuman dia. Tapi anda menolak, karena anda jatuh cinta. Itulah sebabnya ada lagu yang berjudul “Engkau dan aku melawan dunia”.

Sahabat anda berkomentar, “Tetapi dia telah menjadi pengangguran selama 3 tahun ini!”.

Dan anda berkata, “Dia berjiwa bebas. Dia merasa terkurung ketika dia berada di dalam kantor. (Dengan kata lain, dia adalah seorang yang tidak disiplin, gelandangan yang malas).

Teman kantor anda berkata, “Dia selalu menggoda wanita lain!”.

Dan anda berkata, “Tidak, dia hanya bersikap ramah.” (Dengan kata lain, dia adalah seorang penggoda).

Sepupu anda berkata, “Dia memakai obat terlarang. Dia memiliki bekas lubang jarum di sepanjang lengannya.”

Dan anda berkata, “Tidak. Dia menyumbang darah ke PMI.” (Ouch).


2. Anda bertahan dalam hubungan beracun, dengan harapan cinta anda akan mengubah dia. Pernikahan tidak mengubah siapapun. Bahkan jika 3 Paus memimpin pernikahan tersebut. Orang yang anda bawa ke dalam gereja akan menjadi orang yang sama yang anda bawa keluar gereja. Dia tidak berubah sedikitpun. Faktanya, pernikahan memperlihatkan lebih nyata hal yang tersembunyi. Jika dia egois sebelum dia menikah, dia akan lebih egois setelah menikah. Jika dia suka mengkritik sebelum dia menikah, dia akan lebih banyak mengkritik setelah menikah. Inilah kebenarannya : Anda memerlukan lebih dari perasaan cinta untuk menjalin hubungan. Anda perlu karakter dewasa, komitmen penuh dan kecocokan yang minimal. Terutama kecocokan dalam area nilai dan misi hidup. Saya mendengar orang berkata, “Kami cocok. Nama kami bermula dari huruf yang sama yaitu J. Nama saya Julie dan nama dia Julio. Kami sama-sama lahir di bulan Juli.” Wow. Hal itu sangat menyentuh, saya ingin menangis.


Mitos 2 : “JIKA ITU ADALAH CINTA SEJATI, ANDA AKAN TAHU DI SAAT ANDA BERTEMU DENGANNYA”

Saya yakin anda pernah mengalami hal ini. Anda berada dalam ruangan penuh orang. Anda dikelilingi oleh percakapan yang membosankan dan berisik ketika tiba-tiba, seorang pria tampan masuk. Mata anda saling bertatapan. Seketika, waktu terasa berhenti. Alam semesta berhenti bergerak. Semua penglihatan anda seakan kabur kecuali pria yang menarik yang ada didepan anda. Keributan keramaian menjadi tenang dan ,entah darimana, anda mendengar musik biola yang lembut. Satu minggu kemudian, dia menjadi pacar anda. Beberapa minggu kemudian, anda menemukan bahwa pacar anda adalah seorang pembohong, terlibat hutang kartu kredit, meminjam uang dari semua pacarnya (anda adalah pacar kedelapan selama enam bulan). Pikiran anda berkata, “Putuskan dia”. Hati anda berkata, “Tapi itu adalah cinta pada pandangan pertama!”. Berikut adalah konsekuensinya :

1. Anda terfokus dengan keajaiban moment pertama, sehingga anda menjadi buta dengan sisi gelap dari hubungan. Enam dari tujuh hari seminggu, anda bertengkar dengan pacar anda. Tapi anda tidak bisa melepasnya karena anda bertemu dalam moment yang ajaib. Kunci mobil anda jatuh dan dia mengambilnya untuk anda, lalu mata anda saling bertatapan, anda mencium deodorannya, dan anda menjatuhkan kunci anda kembali. Bagaimana mungkin anda tidak ditakdirkan satu sama lain?

2. Anda menjadi seorang pecandu cinta pada pandangan pertama sehngga anda melewatkan “hal yang sebenarnya”. Seorang wanita pintar berkata kepadaku, “Bo, ada seorang pria yang mendekati saya. Dia baik, dia bertanggungjawab, dia mempunyai pekerjaan bagus”. “Saya bisa mendengar kata ‘tapi’”, kataku. “Tapi saya tidak merasakan kilauan cahaya”, katanya sambil menggigit bibir. “Tidak ada musik biola yang mengalun ya?”, kataku. “Tidak ada. Ketika saya melihat dia, musik latar yang terdengar adalah lululalu-lalulalulalei.” “Dengar. Anda tidak memerlukan moment pertama yang ajaib untuk bertemu dengan calon suami anda. Hal-hal yang penting adalah karakter dewasa, tanggung jawab keuangan, kemampuan untuk berkomitmen, misi dan nilai hidup yang cocok.” Saya kembali bertemu dengan wanita ini pada pernikahan dia, dan sebelum dia berjalan menuju altar, dia berbisik kepadaku, “Apakah kamu mendengar musik biola, Bo? Sangat keras dan jelas.” Mencari pasangan tidak harus menjadi cinta pada pandangan pertama. Faktanya, pernikahan dengan sedikit penyesuaian adalah pernikahan antara teman yang sudah saling kenal selama bertahun-tahun sebelum mereka menyadari mereka adalah pasangan pernikahan yang cocok. Apa itu cinta pada pandangan pertama? Kerap kali, itu adalah nafsu pada pandangan pertama. Atau kegila-gilaan pada pandangan pertama. Jangan terlalu bergantung pada hal demikian. Kebenarannya adalah : Diperlukan sesaat untuk merasakan kegila-gilaan tapi cinta sejati memerlukan waktu seumur hidup.


Mitos 3 : “JIKA ITU ADALAH CINTA SEJATI, MAKA ANDA AKAN MERASAKAN HAL YANG SAMA SELAMANYA”

Tidak, anda tidak akan. Berikut konsekuensi jika anda mempercayai mitos ini :

1. Anda panik ketika perasaan itu menghilang, dan berpikir apakah pernikahan anda telah berakhir dan apakah anda benar-benar mencintai sejak awal. Bayangkan malam ketika bulan madu anda. Istri anda sedang tidur. Gorden katun berayun ditiup udara dingin. Anda memandang wajahnya. Anda mengamati pipinya dan bulu matanya. Dan juga hidungnya. Bibirnya. Dan tiba-tiba dia mendengkur, ”Ngggggoork.” Bagaimana anda bereaksi? Karena saat itu adalah bulan madu anda, anda berkata, “Betapa lucunya.” Enam bulan berlalu, skenario yang sama terjadi lagi. Istri anda sedang tidur. Dan gorden yang sama berayun ditiup udara dingin. Dan anda medengar dia mendengkur, “Ngggggoork”. Apa yang anda katakan? “Ssstttttttt, Sayang! Kamu terdengar seperti kapal laut!” Apa yang telah terjadi? Perasaan itu telah pergi. Dengarlah tanggapan saya : Itu adalah hal yang normal. Itu terjadi pada semua orang. Tapi itu tidak berarti cinta anda telah lenyap. Jadi jangan panik! Anda bisa mengambil keputusan untuk mencintai kapal laut yang mendengkur.

2. Anda mulai menyalahkan pasangan anda atas hilangnya perasaan cinta. Ini hal yang sangat gila. Namun banyak orang melakukannya : Ketika kita tidak merasakan cinta, kita berpikir itu adalah kesalahan pasangan. Dan kemudian kita bertengkar. Sekali lagi, kita kehilangan cinta karena kita adalah manusia. Itu bukan salah siapapun. Saat anda kehilangan cinta, pekerjaan dimulai. Biarkan saya menjelaskan. Ini adalah hal yang paling penting yang akan saya utarakan (Saya mendapatkan ini dari Scott Peck dari buku terlarisnya, The Road Less Travelled). Jatuh cinta bukanlah cinta. Inilah sebabnya, ketika anda jatuh cinta :

a. Tidak memerlukan keputusan. Jatuh cinta terjadi begitu saja.
b. Tidak memerlukan usaha. Jatuh cinta itu seperti, ya jatuh.
c. Tidak memerlukan kerja keras. Jatuh cinta itu seperti disengat oleh serangga cinta.

Di lain pihak, cinta sejati memerlukan tiga hal tersebut : keputusan, usaha dan banyak kerja keras. Di dalam alkitab, cinta adalah perintah. Anda yang membuat cinta terjadi. Jadi cinta sejati dapat terjadi setelah anda tidak jatuh cinta. Ketika anda memilih untuk mencintai walaupun anda tidak ingin melakukannya, itulah cinta sejati. Dan itulah dasar dari pernikahan yang kekal.


Mitos 4 : “PASANGAN ANDA AKAN MELENGKAPI ANDA SEPENUHNYA”

Sekali lagi, karena jatuh cinta memuaskan anda sepenuhnya, anda menginginkan kepuasan itu untuk selamanya. Itu tak akan terjadi. Konsekuensinya? Anda akan gagal mengenali hubungan yang baik karena pasangan anda tidak memenuhi keperluan yang seharusnya anda penuhi sendiri. Inilah kebenarannya :

Pasangan yang tepat akan memenuhi sebagian besar kebutuhan anda tetapi tidak semuanya. Ada beberapa hal yang tidak bisa diberikan oleh suami anda. Harga diri anda. Hidup rohani anda. Kebahagiaan pribadi anda. Ini adalah hal-hal yang anda harus usahakan sendiri. Saya telah bertemu dengan banyak orang yang berpikir mereka tidak puas dengan pernikahan mereka. Pada kenyataannya, mereka tidak puas dengan diri mereka sendiri. Saya telah bertemu dengan banyak orang yang berpikir mereka bosan dengan pernikahan mereka. Dan mereka mengeluh betapa membosankannya suami atau istri mereka dalam kenyataan, mereka bosan dengan hidup mereka. Penuhilah kebutuhan anda sendiri. Carilah kebahagiaan anda bersama Tuhan. Temukan tempat anda, panggilan anda, takdir anda. Lalu bagikan kebahagiaan anda dengan pasangan anda.


Mitos 5 : “JIKA ITU ADALAH CINTA SEJATI, MAKA ANDA TIDAK AKAN TERTARIK DENGAN ORANG LAIN LAGI”

Jika anda percaya mitos ini, anda akan panik ketika anda tertarik kepada orang lain, mempertanyakan cinta yang anda miliki untuk pasangan anda. Seorang pria berkata padaku, “Bo, saya mencintai istri saya. Atau saya berpikir demikian. Tapi saya bertemu seorang wanita di kantor saya. Dia berdandan dengan bagus. Dia wangi. Dia memakai rok pendek dengan belahan. Ketika saya pulang, istri saya memakai kain yang menjemukan. Rambutnya tidak tertata. Dia berbau cuka. Aduh, apakah saya tertarik dengan wanita di kantor?”. Tetarik dengan orang lain adalah normal, bahkan jika anda mempunyai pernikahan yang bahagia. Tetapi tertarik dengan orang lain bukan berarti jatuh dalam perzinahan. Setiap kali anda memikirkan wanita lain, disiplinkan hati anda dan katakan, “Rumah! Rumah!” dan pimpin hati anda kembali pada istri anda. Karena jika anda menambahkan ketertarikan anda dengan fantasi dan terus memikirkan wanita lain, hal itu akan bertumbuh. Tetapi jika anda mengabaikan ketertarikan anda, hal itu akan reda secara alami.

Biar saya akhiri dengan berbagi sebuah doa untuk mereka yang masih jomblo. Doakan ini dengan sepenuh hati anda.


DOA ORANG LAJANG

Tuhan, Engkau menciptakan aku untuk mencintai.
Engkau menciptakan aku untuk menjadi seorang pecinta.
Apakah itu menjadi seorang pecinta dalam penikahan atau sebagai seorang selibat, itu terserah Engkau.
Tapi aku akan menjadi seorang pecinta tiap hari dalam hidupku.
Dan aku akan melakukan apa saja dari keputusanku untuk mencintai dari hati.

Amin.


Langkah-langkah Bo:
1. Renungkan pengalaman “jatuh cinta” masa lalu anda. Apakah anda bersikap bijaksana atau bodoh ? Mengapa? Apa pelajaran yang anda ambil ?

2. Jika anda sekarang berada dalam pertunangan atau hubungan yang mantap, apakah anda merasa bersikap benar terhadap pengalaman “cinta” anda ? Mengapa?

3. Jika anda sudah menikah, apakah anda menjaga pernikahan dan hati anda dengan hidup anda? Bagaimana cara anda melakukannya?

Diambil dari Kerygma No 191 Vol.16 – Juni 2006, hal. 12-15, oleh Bo Sanchez.

Choose to Trust

Today's Scripture

“Blessed is the man who makes the Lord his trust…” (Psalm 40:4).

Today's Word from Joel and Victoria

Is your trust in the Lord today? Trusting in the Lord is a decision we make just like we choose anything else in life. You chose what to wear today, you probably chose what you would have for breakfast, and you can choose to trust God today, too! Just like the decision to receive salvation, when you choose to trust God, there is a peace that settles on the inside of your heart. There are blessings in store for you when you trust Him. No matter what you are facing in life today, you can have faith that God will come through for you. You can trust that His Word is always true. In Psalm 32, David calls God his “hiding place.” In other words, not only can you choose to trust God in the midst of your difficulty; you can actually hide in Him and find rest for your soul. When the circumstances of life seem to be overwhelming, choose to trust that God is ordering your steps. Find security in Him knowing that He’s making your crooked places straight and leading you into the everlasting life He has prepared for you!

A Prayer for Today

Father in heaven, today I choose to put my trust in You. I know You are a good and faithful God, and I trust that You have my best interest at heart. Help me stay focused on Your goodness today. In Jesus’ Name. Amen.


From : Joel Osteen Ministries

19 April 2008

Jangan Tunggu Esok Hari

Segalanya berawal ketika saya masih berumur 6 tahun. Ketika saya sedang bermain di halaman rumah saya di California, saya bertemu seorang anak laki-laki. Dia seperti anak laki-laki lainnya yang menggoda saya dan kemudian saya mengejarnya dan memukulnya.

Setelah pertemuan pertama dimana saya memukulnya, kami selalu bertemu dan saling memukul satu sama lain di batas pagar itu. Tapi itu tidaklah lama. Kami selalu bertemu di pagar itu dan kami selalu bersama. Saya menceritakan semua rahasia saya.

Dia sangat pendiam, dia hanya mendengarkan apa yang saya katakan. Saya menganggap dia enak diajak bicara dan saya dapat berbicara kepadanya tentang apa saja. Di sekolah, kami memiliki teman-teman yang berbeda tapi ketika kami pulang kerumah, kami selalu berbicara tentang apa yang terjadi di sekolah.

Suatu hari,saya bercerita kepadanya tentang anak laki-laki yang saya sukai tetapi telah menyakiti hati saya. Dia menghibur saya dan mengatakan segalanya akan beres. Dia memberikan kata-kata yang mendukung dan membantu saya untuk melupakannya. Saya sangat bahagia dan menganggapnya sebagai teman sejati. Tetapi saya tahu bahwa sesungguhnya ada yang lainnya dari dirinya yang saya suka. Saya memikirkannya malam itu dan memutuskan kalau itu adalah rasa persahabatan.

Selama SMA dan semasa kelulusan, kami selalu bersama dan tentu saja saya berpikir bahwa ini adalah persahabatan. Tetapi jauh di lubuk hati, saya tahu bahwa ada sesuatu yang lain.

Pada malam kelulusan, meskipun kami memiliki pasangan sendiri-sendiri, sesungguhnya saya menginginkan bahwa sayalah yang menjadi pasangannya. Malam itu, setelah semua orang pulang, saya pergi ke rumahnya untuk mengatakannya. Malam itu adalah kesempatan terbesar yang saya miliki tapi saya hanya duduk di sana dan memandangi bintang bersamanya dan bercakap-cakap tentang cita-cita kami. Saya melihat ke matanya dan mendengarkan ia bercerita tentang impiannya. Bagaimana dia ingin menikah dan sebagainya. Dia bercerita bagaimana dia ingin menjadi orang kaya dan sukses. Yang dapat saya lakukan hanya menceritakan impian saya dan duduk dekat dengan dia.

Saya pulang ke rumah dengan terluka karena saya tidak mengatakan perasaan saya yang sebenarnya. Saya sangat ingin mengatakan bahwa saya sangat mencintainya tapi saya takut. Saya membiarkan perasaan itu pergi dan berkata kepada diri saya sendiri bahwa suatu hari saya akan mengatakan kepadanya mengenai perasaan saya.

Selama di universitas, saya ingin mengatakan kepadanya tetapi dia selalu bersama-sama dengan seseorang. Setelah lulus, dia mendapatkan pekerjaan di New York. Saya sangat gembira untuknya, tapi pada saat yang sama saya sangat bersedih menyaksikan kepergiannya. Saya sedih karena saya menyadari ia pergi untuk pekerjaan besarnya. Jadi saya menyimpan perasaan saya untuk diri saya sendiri dan melihatnya pergi dengan pesawat. Saya menangis ketika saya memeluknya karena saya merasa seperti ini adalah saat terakhir. Saya pulang ke rumah malam itu dan menangis. Saya merasa terluka karena saya tidak mengatakan apa yang ada di hati saya.

Saya memperoleh pekerjaan sebagai sekretaris dan akhirnya menjadi seorang analis komputer. Saya sangat bangga dengan prestasi saya. Suatu hari saya menerima undangan pernikahan. Undangan itu darinya. Saya bahagia dan sedih pada saat yang bersamaan. Sekarang saya tahu kalau saya tak akan pernah bersamanya dan kami hanya bisa menjadi teman. Saya pergi ke pesta pernikahan itu bulan berikutnya. Itu adalah sebuah peristiwa besar.

Saya bertemu dengan pengantin wanita dan tentu saja juga dengannya. Sekali lagi saya merasa jatuh cinta. Tapi saya bertahan agar tidak mengacaukan apa yang seharusnya menjadi hari paling bahagia bagi mereka. Saya mencoba bersenang-senang malam itu, tapi sangat menyakitkan hati melihat dia begitu bahagia dan saya mencoba untuk bahagia menutupi air mata kesedihan yang ada di hati saya.

Saya meninggalkan New York merasa bahwa saya telah melakukan hal yang tepat. Sebelum saya berangkat, tiba-tiba dia muncul dan mengucapkan salam perpisahan dan mengatakan betapa ia sangat bahagia bertemu dengan saya. Saya pulang ke rumah dan mencoba melupakan semua yang terjadi di New York. Kehidupan saya harus terus berjalan.

Tahun-tahun berlalu, kami saling menulis surat dan bercerita mengenai segala hal yang terjadi dan bagaimana dia merindukan untuk berbicara dengan saya. Pada suatu ketika, dia tak pernah lagi membalas surat saya. Saya sangat kuatir mengapa dia tidak membalas surat saya meskipun saya telah menulis 6 surat kepadanya. Ketika semuanya seolah tiada harapan, tiba-tiba saya menerima sebuah catatan kecil yang mengatakan, "Temui saya di pagar dimana kita biasa bercakap-cakap"

Saya pergi ke sana dan melihatnya di sana. Saya sangat bahagia melihatnya tetapi dia sedang patah hati dan bersedih. Kami berpelukan sampai kami kesulitan untuk bernafas. Kemudian ia menceritakan kepada saya tentang perceraian dan mengapa dia tidak pernah menulis surat kepada saya. Dia menangis sampai dia tak dapat menangis lagi. Akhirnya kami kembali ke rumah dan bercerita dan tertawa tentang apa yang telah saya lakukan mengisi waktu. Akan tetapi, saya tetap tidak dapat mengatakan kepadanya bagaimana perasaan saya yang sesungguhnya kepadanya.

Hari-hari berikutnya, dia gembira dan melupakan semua masalah dan perceraiannya. Saya jatuh cinta lagi kepadanya. Ketika tiba saatnya dia kembali ke New York, saya menemuinya dan menangis. Saya benci melihatnya harus pergi. Dia berjanji untuk menemui saya setiap kali dia mendapat libur. Saya tak dapat menunggu saat dia datang sehingga saya dapat bersamanya. Kami selalu bergembira ketika sedang bersama.

Suatu hari dia tidak muncul sebagaimana yang telah dijanjikan. Saya berpikir bahwa mungkin dia sibuk. Hari berganti bulan dan saya melupakannya. Suatu hari saya mendapat sebuah telepon dari New York. Pengacara mengatakan bahwa ia telah meninggal dalam sebuah kecelakaan mobil dalam perjalanan ke airport. Hati saya patah. Saya sangat terkejut akan kejadian ini. Sekarang saya tahu, mengapa ia tidak muncul hari itu. Saya menangis semalaman. Air mata kesedihan dan kepedihan. Bertanya-tanya mengapa hal ini bisa terjadi terhadap seseorang yang begitu baik seperti dia?

Saya mengumpulkan barang-barang saya dan pergi ke New York untuk pembacaan
surat wasiatnya. Tentu saja semuanya diberikan kepada keluarganya dan mantan istrinya. Akhirnya saya dapat bertemu dengan mantan istrinya lagi setelah terakhir kali saya bertemu pada pesta pernikahan. Dia menceritakan bagaimana mantan suaminya. Tapi suaminya selalu tampak tidak bahagia.

Apapun yang dia kerjakan tidak bisa membuat suaminya bahagia seperti saat pesta pernikahan mereka. Ketika surat wasiat dibacakan, satu-satunya yang diberikan kepada saya adalah sebuah diary. Itu adalah diary kehidupannya. Saya menangis karena itu diberikan kepada saya. Saya tak dapat berpikir, mengapa ini diberikan kepada saya?

Saya mengambilnya dan terbang kembali ke California. Ketika saya di pesawat, saya teringat saat-saat indah yang kami miliki bersama. Saya mulai membaca diary itu. Diary dimulai ketika hari pertama kami berjumpa. Saya terus membaca sampai saya mulai menangis. Diary itu bercerita bahwa dia jatuh cinta kepada saya di hari ketika saya patah hati. Tapi dia takut untuk mengatakannya kepada saya.

Itulah sebabnya mengapa dia begitu diam dan mendengarkan segala perkataan saya. Diary itu menceritakan bagaimana dia ingin mengatakannya kepada saya berkali-kali, tetapi takut. Diary itu bercerita ketika dia ke New York dan jatuh cinta dengan yang lain. Bagaimana dia begitu bahagia ketika bertemu dan berdansa dengan saya di hari pernikahannya. Dia berkata bahwa ia membayangkan bahwa itu adalah pernikahan kami.

Bagaimana dia selalu tidak bahagia sampai akhirnya harus menceraikan istrinya. Saat-saat terindah dalam kehidupannya adalah ketika membaca huruf demi huruf yang saya tulis kepadanya. Akhirnya diary itu berakhir dengan tulisan, "Hari ini saya akan mengatakan kepadanya kalau saya mencintainya"

Itu adalah hari dimana dia terbunuh. Hari dimana pada akhirnya saya akan mengetahui apa yang sesungguhnya ada dalam hatinya.

Jika engkau mencintai seseorang, "JANGAN TUNGGU ESOK HARI UNTUK MENGATAKAN KEPADANYA" karena esok hari itu mungkin takkan pernah ada..


Oleh: Bidin

Pasir & Batu

Ada sebuah kisah yang menceritakan tentang dua orang sahabat karib yang berjalan melintasi padang pasir.

Pada suatu saat, mereka sedang berargumentasi satu dengan yang lain. Akibatnya, salah seorang menampar wajah kawan akrabnya. Kawan yang ditampar itu merasa kesakitan, namun tanpa mengeluarkan sepatah katapun, ia menulis di atas pasir, “HARI INI, KAWANKU YANG PALING AKRAB MENAMPAR MUKAKU.”

Mereka melanjutkan perjalanan sehingga menemukan sebuah oasis. Di tengah oasis itu terdapat sebuah kolam dengan airnya yang jernih. Mereka berhenti di tempat itu untuk mandi. Kawan yang ditampar sampai kesakitan tadi, mulai tenggelam. Untunglah kawan akrabnya berhasil menolongnya. Setelah ia tenang lagi dari ketakutannya, ia menulis di atas batu, “HARI INI KAWANKU YANG PALING AKRAB MENYELAMATKAN JIWAKU”

Kawan akrabnya yang telah menolong dan menamparnya, bertanya kepadanya, “Mengapa kamu menulis di pasir setelah aku menamparmu, untuk kemudian kamu menulis di batu setelah aku menyelamatkanmu?”

Kawannya tersenyum dan berkata, “Bila seorang kawan menyakitimu, maka hendaknya kamu menulis di atas pasir. Hembusan angin pengampunan akan menghapusnya lenyap. Dan bila kawanmu berbuat sesuatu yang besar, hendaknya kamu mengukirnya di atas batu sebagai suatu kenangan hatimu. Tidak pernah ada hembusan angin yang dapat menghapusnya.”

Humor : Banyak Amplop

Frans barusan diangkat sebagai lurah di desanya. Ia lalu mengadakan pesta syukuran di rumahnya. Banyak yang memberinya hadiah, termasuk amplop tentunya. Setelah acara selesai, di kamar pribadinya, Frans dengan anak dan istrinya sibuk menghitung satu persatu amplop yang telah diterima. Wah! Bukan main! Banyak sekali.

Tetapi mengetahui hal itu, anaknya, si Pedro justru menjadi sangat kecewa. Ia segera berlari keluar dan menangis di ruang tamu. Ibunya langsung memburu dan bertanya kepadanya, "Kenapa menangis Pedro? Bukankah seharusnya kamu gembira, Bapak menerima banyak amplop. Nanti kamu bisa dibelikan baju baru, mainan, dan macam-macam hal lagi yang menyenangkan. "

"Tidak, Pedro tidak mau Bapak jadi Lurah."

"Lho, mengapa kamu tidak setuju kalau Bapak jadi Lurah, kan kita bisa terima banyak amplop." jelas ibunya.

"Dari dulu kan Pedro sudah bilang, supaya bisa terima amplop lebih banyak lagi, lebih bagus Bapak kerja di Kantor Pos saja."

Sebuah Kisah Kasih

Suatu hari, aku bangun dini hari untuk menyaksikan sang surya terbit. Dan keindahan karya ciptaan Tuhan sungguh tak terlukiskan.

Ia bertanya kepadaku, "Apakah engkau mengasihi Aku?"

Aku menjawab, "Tentu saja Tuhan! Engkaulah Allah dan Juruselamat- ku!"

Kemudian Ia bertanya, "Seandainya engkau cacat jasmani, apakah engkau akan tetap mengasihi Aku?"

Aku terpana. Aku memandangi tanganku, kakiku dan seluruh bagian tubuhku yang lain sambil memikirkan betapa banyak pekerjaan yang tidak akan dapat aku lakukan, pekerjaan-pekerjaan yang selama ini aku anggap biasa.

Dan aku menjawab, "Akan sangat berat Tuhan, tetapi aku akan tetap mengasihi Engkau."

Dan Tuhan bertanya, "Apakah engkau sungguh mengasihi Aku?"

Dengan tegas dan penuh keyakinan, aku menjawab lantang, "Ya Tuhan! Aku pikir aku telah menjawab dengan benar, tetapi..."

Tuhan bertanya, "JIKA DEMIKIAN, MENGAPA ENGKAU BERDOSA?"

Aku menjawab, "Karena aku hanyalah seorang manusia yang tidak sempurna."

"JIKA DEMIKIAN, MENGAPA PADA SAAT SUKA ENGKAU MENYIMPANG JAUH? MENGAPA HANYA PADA SAAT DUKA SAJA ENGKAU BERDOA DENGAN KHUSUK?"

Tidak ada jawaban. Hanya air mata.

Tuhan melanjutkan: "Mengapa melantunkan pujian hanya di gereja dan di tempat-tempat retret? Mengapa datang kepada-ku hanya pada saat doa? Mengapa meminta dengan demikian egois? Mengapa tidak setia?"

Air mata mengalir jatuh di pipiku.

"Mengapa engkau malu akan Aku? Aku berusaha menjawab, tetapi tidak ada jawab yang keluar. Aku memberkati engkau dengan talenta-talenta untuk melayani Aku, tetapi engkau senantiasa menghindar. Aku berbicara kepadamu, tetapi telingamu tertutup rapat. Aku menunjukkan belas kasih-Ku kepadamu, tetapi matamu tidak melihat. Aku mengirimkan penolong-penolong bagimu, tetapi engkau duduk berpangku tangan sementara mereka engkau singkirkan. Aku mendengarkan doa-doamu dan Aku telah menjawab semuanya."

"APAKAH ENGKAU SUNGGUH MENGASIHI AKU?"

Aku tidak mampu menjawab. Bagaimana mungkin? Aku amat malu. Aku tidak punya penjelasan. Apa yang dapat aku katakan? Ketika hatiku menjerit dan air mata telah membanjir, aku berkata, "Ampuni aku, Tuhan. Aku tidak layak menjadi anak-Mu."

Tuhan menjawab, "Itu Rahmat, Anak-Ku."

Aku bertanya, "Jika demikian, mengapa Engkau terus-menerus mengampuni aku? Mengapa Engkau demikian mengasihi aku?"

Tuhan menjawab, "Karena engkau adalah Ciptaan-Ku. Engkau adalah Anak-Ku. Aku tidak akan meninggalkan engkau."

"Jika engkau menangis, hati-Ku hancur dan Aku akan menangis bersamamu. Jika engkau bersorak kegirangan, Aku akan tertawa bersamamu. Jika engkau putus asa, Aku akan menyemangatimu. Jika engkau jatuh, aku akan mengangkatmu. Jika engkau lelah, Aku akan menggendongmu. Aku akan menyertaimu sampai akhir jaman, dan Aku akan selalu mengasihimu selamanya."

Belum pernah aku menangis sedemikian pilu sebelumnya. Bagaimana mungkin aku melukai hati-Nya dengan segala kelakuanku? Aku bertanya kepada Tuhan, "Berapa besar Engkau mengasihi aku, Tuhan?"

Tuhan merentangkan kedua belah tangan-Nya, dan aku melihat tangan-Nya yang berlubang tertembus paku.

Aku bersimpuh di kaki Kristus, Juruselamat-ku. Dan untuk pertama kalinya aku berdoa dengan segenap hati.

Oleh: Tidak Diketahui

Take Refuge in Him

Today's Scripture

“Taste and see that the Lord is good; blessed is the man who takes refuge in Him” (Psalm 34:8).

Today's Word from Joel and Victoria

Where do you take refuge when the storms of life come? Where do you go for comfort and safety? Some people find it easy to turn to their friends, their job, or even a bowl of ice-cream! There’s nothing wrong with any of those things, but God the Father wants us to turn to Him first. He wants us to take refuge in Him. He longs to protect us and defend us and give us His strength. We serve a good God, and when we take refuge in Him, He will pour out His abundant blessing in our lives. Taste and see that the Lord is good today. Taste and see that His promises are good. When you turn to God, the Bible promises that you will find rest and refuge for your soul. No matter what you may be facing today, come to the Father. He will give you His peace and strength, and you’ll live the blessed life He has prepared for you!

A Prayer for Today

Heavenly Father, today I open my heart to You and choose to take refuge in You. Thank You for Your peace and rest and for showing me Your hand of blessing in every area of my life. In Jesus’ Name. Amen.


From : Joel Osteen Ministries

18 April 2008

The Way

Today's Scripture

“‘…how can we know the way?’ Jesus answered, ‘I am the way and the truth and the life. No one comes to the Father except through Me’” (John 14:5-6).

Today's Word from Joel and Victoria

Do you need direction in your life today? Not only is Jesus the way to life in eternity, but Jesus is the way to everything you need in this life here on earth. Do you need to know the way out of debt? Look to the Father through Jesus. Do you need to know the way to having better relationships…the way to overcome an addiction…to live in peace and joy? When you know Jesus, you know the Way. No matter what you are facing today, no matter what challenges or obstacles are in your life, He will make a way for you even when you don’t see how. God loves you so much that He wants to strengthen and empower you to live in total victory. That’s why He sent His Son, Jesus, to this earth—to show you the way to live an abundant life! Open your heart today and receive all that God has given you through Jesus. As you do, you’ll see His hand lead you in the way of victory in every area of your life!

A Prayer for Today

Father in heaven, thank You for sending Your Son, Jesus, to show me the way. I invite You into every area of my life. Keep me close to You always. In Jesus’ Name. Amen.


From : Joel Osteen Ministries

Humor : Puisi Cinta Anak Accounting

Wahai Kekasihku ..
Debetlah cintaku di neraca hatimu
Kan ku jurnal setiap transaksi rindumu
Hingga setebal Laporan Keuanganku


Wahai kekasih hatiku...
Jadi kan aku manager investasi cintamu
Kan ku hedging kasih dan sayangmu
Di setiap lembaran portofolio hatiku
Bila masa jatuh tempo tlah tiba
Jangan kau retur kenangan indah kita
Biarlah ia bersemayam di Reksadana asmara
Berkelana di antara Aktiva dan Passiva


Wahai mutiara kalbu ku
Hanya kau lah Master Budget hatiku
Inventory cintaku yang syahdu
General Ledger ku yang tak lekang ditelan waktu

Wahai bidadariku
Rekonsiliasikanlah hatiku dan hatimu
Seimbangkanlah neraca saldo kita
Yang membalut laporan laba rugi kita..
Dan cerahkanlah laporan arus kas kita selamanya
Jika di hari closing nanti, Tidak ada kecocokkan saldo..
mungkin cinta kita harus dijurnal balik…

Perlawanan Todd Beamer & Mazmur 23

Pada jam 9:45 pagi, 11 September, Todd Beamer, 32 tahun, ayah dua anak berumur 3 dan 1 tahun, menelepon dari pesawat. Pada akhir percakapannya, sebelum ia tewas, ia sempat mengutip Mazmur 23. Operator GTE yang berada diujung telepon mendengarnya memimpin sesama penumpang berusaha menggagalkan rencana pembajak pesawat yang ditumpanginya. Hubungan telepon itu terputus ketika pesawat itu jatuh di Pennsylvania.

Waktu itu, dunia baru saja tahu bahwa tiga pesawat komersial telah dibajak dan diterbangkan ke World Trade Center dan Pentagon. Pada saat banyak umat Kristiani didarat berdoa agar tidak ada lagi serangan seperti itu, Beamer juga sibuk berdoa. Ia kemudian melibatkan diri dalam suatu aksi yang membuat doa yang dipanjatkan dari seluruh Amerika itu menjadi kenyataan, setidaknya sebagian. Memang tak ada lagi lambang keadidayaan Amerika diserang pagi itu, tetapi penerbangan United 93 jatuh di tanah kosong dekat Pittsburg dan Amerika kehilangan beberapa pahlawannya.

Beamer, yang lulusan Wheaton College, adalah manajer akunting pada perusahaan software raksasa Oracle di Hightstown, New Jersey. Pada akhir minggu ia mengajar di Sekolah Minggu. Saat itu Beamer, sedang terbang dari Newark ke Los Angeles. Pada saat pembajak mengambil alih pesawat dan melukai pilot dan kopilot, Beamer digusur ke arah belakang pesawat bersama sembilan penumpang lainnya dan lima awak kabin. 27 penumpang lainnya digiring ke kabin kelas satu di bagian depan pesawat. Pembajak yang mengawal di bagian
belakang pesawat tampaknya membawa sebuah bom yang diikatkannya ke pinggang.

Sedikitnya ada tiga penumpang lainnya yang berusaha melakukan hubungan telepon di belakang pesawat, tetapi ketika Beamer mencoba menghubungi isterinya yang telah dinikahinya tujuh tahun dengan telepon di pesawat, kartu kreditnya macet dan panggilan telepon itu tertangkap oleh operator GTE Lisa D. Jefferson. Kedua orang yang belum saling mengenal itu melakukan percakapan telepon selama 13 menit sebelum hubungan itu terputus. Beamer tahu dari Jefferson tentang pembajakan pesawat lainnya yang terjadi pagi itu dan mereka curiga bahwa penerbangan 93 itu juga akan digunakan untuk membunuh banyak orang di darat. Beamer berusaha memberikan informasi sebanyak mungkin tentang pembajak yang saat itu menguasai pesawatnya. Beamer meminta agar Jefferson menyampaikan pesannya pada isterinya yang ia cintai, yang saat itu sedang mengandung anaknya yang ketiga.

Pada hari Jum'at 14 September, Jefferson memperoleh izin FBI untuk menghubungi isteri Beamer, Lisa, untuk menyampaikan kisah kepahlawanan suaminya. Lisa Beamer - yang juga lulusan Wheaton College ­- dalam wawancara dengan Joann Loviglio dari Associated Press memberikan komentar, "Orang-orang bertanya apakah saya kecewa bahwa saya tidak sempat berbicara dengan suami saya, tetapi saya senang bahwa ia berbicara dengan Jefferson. Saat itu tentunya saya sedang tak berdaya. Pada akhirnya toh saya tahu kata-kata terakhirnya. "Lisa Beamer memperoleh kehormatan pada pidato Presiden Bush pada tanggal 20 September yang menyebut Todd Beamer - sebagai suami yang "luar biasa" dan Lisa memperoleh tepuk tangan panjang sambil berdiri.

Sebelum Todd Beamer dan beberapa penumpang lainnya menyerbu para teroris yang mengawalnya, ia meminta Jefferson berdoa bersama dia di telepon dan mereka membaca Mazmur 23 bersama, "Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku." (Mazmur 23:4)

Tampaknya para penumpang di belakang pesawat telah berunding dan memutuskan untuk menggagalkan rencana pembajak pesawat itu. Apa yang terjadi setelah itu tak ada yang tahu, tetapi kata-kata terakhir Beamer yang didengar oleh Jefferson adalah,"Anda siap kawan?' dan "Ayo mulai."

Pada tanggal 11 September, 19 teroris mengira mereka telah mengorbankan diri demi suatu tujuan yang besar, namun hasilnya adalah tewasnya ribuan orang tak berdosa. Todd Beamer, di pihak lain, telah mengikuti teladan yang diberikan oleh Bapanya di sorga - ia mengorbankan hidupnya untuk menyelamatkan hidup banyak orang lainnya. ".Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya." (Mazmur 23:3)


By Candice McGarvey

Orang Kristen & Penderitaan

Mazmur 73

Hari-hari ini, banyak orang Kristen bukan saja di Indonesia tetapi juga di luar negeri mengalami kesulitan khususnya akibat bencana alam, terorisme dan krisis ekonomi. Pergumulan di negara Indonesia, banyak jemaat yang mengeluh dengan mahalnya harga komoditi akibat perubahan iklim sementara penghasilan tidak bertambah. Di tengah krisis demikian, pergumulan kita menjadi tidak gampang. Bagaimanakah seharusnya orang Kristen menghadapi pergumulan?


Di dalam Alkitab, ada tiga tokoh besar yang bergumul dengan penderitaan yakni Ayub, Pemazmur 73 dan Habakuk. Dalam ketiga orang ini, mempunyai kemiripan pergumulan sekalipun modelnya bervariasi tetapi yang pasti jawaban pergumulan, perubahan dan komitmennya sama. Inilah yang kita mau belajar, khususnya dari Mazmur 73.

Bagian pertama, dari pergumulan si Pemazmur, ia akhirnya menjadi berkat bagi orang lain. Inilah paling tidak satu dari sekian banyak maksud Tuhan dalam penderitaan supaya setelah kita mendapatkan jawaban, kita menguatkan orang lain. Dalam ayat 1, si Pemazmur mengatakan, “Sesungguhnya Allah itu baik bagi mereka yang tulus hatinya, bagi mereka yang bersih hatinya”. Di sini, menandakan bahwa ia telah selesai bergumul dan menang karena dalam penderitaan itu, ia tidak menghujat Allah dan mengatai Allah itu buruk atau jahat melainkan mengakui Allah itu baik. Selain Mazmur 73, memang inilah ciri khas seluruh kitab Mazmur. Sebagaimana dikatakan John Calvin, inilah kitab yang membuka anatomi jiwa, membuka anatomi perasaan manusia. Kitab yang sangat jujur.

Ada satu ciri khas yang diungkapkan oleh Martin Llyod-Jones yakni Mazmur seringkali dimulai oleh kesimpulan dari pergumulan. Seperti Mazmur 23, seluruh kredo pergumulan Daud disimpulkan, “Tuhan adalah gembalaku, tak akan kekurangan aku”. Demikian pula di sini, ia ingin memberikan kesimpulan kepada orang percaya yang membaca refleksinya, Allah itu baik, bagi mereka yang sungguh-sungguh mengikuti Tuhan.


Selain kesimpulan, ayat 1 juga merupakan undangan. Pemazmur seolah ingin berkata, “jika saudara adalah orang percaya yang sungguh bersih dan tulus hatimu, dan engkau menderita, Mazmur ini untuk saudara.
Sebuah mazmur tentang kebaikan Allah. Sekalipun saudara menderita, Allah itu baik”.

Bagian kedua, dalam Mazmur ini kita belajar bahwa orang percaya pun bukan saja bisa bergumul tetapi bahkan penuh dengan pergumulan. Tidak usah kita heran akan hal ini, karena bukan rancangan kita melainkan rancangan Tuhan yang terjadi. Kadang kita berpikir bahwa seharusnya jalannya akan begini dan begitu tetapi Tuhan mempunyai cara pikir yang berbeda.

Bergumul bukan dosa. Tuhan Yesus sendiri bergumul, bahkan bergumul dalam pencobaan. Dicobai bukan dosa. Jatuh dalam pencobaan barulah dosa. Memakai terminologi Paulus, “habis akal” bukan dosa. Putus asa barulah sesuatu yang tidak benar (2 Kor. 4:8b). Jika saudara dalam bisnis, keluarga, pendidikan mengalami habis akal, itu bukan dosa. Jangan takut. Tetapi yang harus saudara lakukan adalah tetap berpengharapan, jangan putus asa.

Saya mencatat, sejumlah pergumulan si Pemazmur.
1. Bergumul untuk mempertahankan hati yang bersih (ayat 13). Pergumulan ini tidak gampang karena di setiap detik dan setiap inci kehidupan, godaan untuk membengkokkan hati begitu banyak dan kuat, baik dari kedagingan dalam diri, dunia, setan, dan sebagainya.

2. Bergumul untuk setia dalam kesulitan (ayat 14). Mempertahankan hati yang bersih satu hal tetapi mempertahankan hati yang bersih dalam penderitaan adalah hal lain. Jikalau kita mengatakan “orang ini setia tapi hidupnya susah” maka konotasinya negatif. Tetapi jika kita mengatakan, “orang ini hidupnya susah tetapi ia setia” maka konotasinya lebih positif. Dan kalimat pertamalah yang muncul ketika Lukas menggambarkan Zakaria dan Elizabeth, orang tua Yohanes Pembaptis. Mereka setia tetapi mandul, tidak punya anak. Dalam pergumulan demikian, seringkali ada perbandingan dari dalam diri dan dari orang lain antara setia dan sulit. Kedua kata itu seperti bertentangan, seperti air dan minyak, sulit bertemu.

3. Bergumul dengan kecemburuan ketika melihat orang fasik yang maju (ayat 3). Susah untuk menerima bahwa mereka yang tidak setia, hidupnya lebih lancar. Ada beberapa gambaran obyektif yang dicatat oleh Pemazmur. Dalam ayat 4a dikatakan kesakitan tidak ada mereka. Dalam bahasa asli, adalah kesakitan maut. Maksudnya, si Pemazmur melihat bahwa ada orang jahat yang sampai matinya tidak mengalami penyakit. Mati tua bukan mati sakit atau mati celaka. Dalam ayat 4b dikatakan sehat dan gemuk tubuh mereka. Tidak semua yang sehat dan gemuk itu fasik tetapi orang fasik biasanya sehat-sehat. Bagaimana kalau pencuri atau perampok tetapi menderita penyakit stroke. Sulit dinalar. Sebaliknya, banyak orang yang setia dalam Alkitab, hidup mereka sakit-sakitan seperti Paulus, Calvin, dan sebagainya. Dalam ayat 5a dikatakan mereka tidak mengalami kesusahan manusia. Kasarnya, semua orang mengalami harga tempe dan terigu yang melambung tinggi, mereka tidak mengalaminya. Ayat 8b dikatakan bahwa hal pemerasan mereka bicarakan dengan tinggi hati. Maksudnya, sudah dosa masih dibanggakan lagi. Ayat 12b dikatakan, "Mereka menambah harta benda dan senang selamanya”. Barangkali inilah gambaran yang paling menyakitkan. Orang jahat, penipu, yang bisnisnya kotor, semakin hari harta bendanya bertambah-tambah dan senang seterusnya. Sebaliknya, orang yang setia, ikut Tuhan, beriman, bisnisnya jujur, hidup bersih, malah harta benda semakin berkurang karena uang habis, tabungan habis, emas dijual, mobil dijual ganti sepeda motor, rumah yang besar dijual ganti yang kecil. Malah susah seterusnya.

4. Bergumul mengalami cercaan dari orang fasik (ayat 3a, 8a, 9). Setia itu sulit. Setia dalam kesulitan lebih sulit. Setia dalam kesulitan dengan kecemburuan, tambah sulit. Sekarang, malah harus dengar caci maki. “Katanya ikut Tuhan, kok hidup susah”, “katanya anak Raja, kok ngontrak”, “katanya Allahnya yang empunya alam semesta, kok rumah saja tidak punya” dan seterusnya yang sangat menyakitkan dari orang fasik.
Pergumulan yang paling sulit dari semuanya adalah di dalam penderitaan orang setia, si Pemazmur melihat Tuhan diam dan tidak memberikan jawaban. Setidaknya kalau ia tidak mengasihi orang percaya, paling tidak mengadili orang fasik. Malah yang terlihat adalah Tuhan mengasihi orang fasik dan menghukum orang percaya, menulahi yang hatinya bersih (ayat 14).

Bagian ketiga, setelah pergumulan ini kita sekarang melihat jawaban yang diterima Pemazmur. Langkah pertama menuju jawaban adalah si Pemazmur menguasai diri. Seperti yang dinyatakan dalam 1 Petrus 4:7, kuasailah diri, jadilah tenang supaya kamu dapat berdoa. Menguasai diri memang tidak menyelesaikan persoalan apapun tetapi setidaknya tidak menambah persoalan baru supaya tidak terjadi sudah jatuh, tertimpa tangga.

Menguasai diri berarti si Pemazmur tenang, tidak emosional dan sebaliknya berpikir. Istilah “seandainya” dalam ayat 15 menandakan bahwa si Pemazmur sedang berpikir. Prinsipnya, jangan ambil keputusan penting apapun pada waktu emosi. Jangan ambil keputusan putus pacar, pindah pekerjaan, pindah kota dan sebagainya sebab pada waktu emosi, sulit berpikir dengan tenang. Bagaimana mengatakan itu kehendak Allah jika tidak berpikir dengan akal sehat? Sebab kehendak Allah tidak pernah membuang akal sehat. Melampaui akal sehat ya. Tetapi, melampaui berarti sudah pakai akal sehat masih tidak cukup.

Selain itu, menguasai diri juga berarti, sebagaimana yang dilakukan Ayub, menjaga bibirnya agar tidak berdosa. Dalam ayat 15, si pemazmur sedang berpikir, jika ia mengucapkan kalimat kekecewaan maka ia akan mengkhianati angkatan anak-anak Tuhan. Lebih baik kita mendengar perkataan dari Yakobus, janganlah cepat bicara atau cepat marah tetapi cepat mendengar supaya setelah masalah selesai kita tidak menyesal karena pernah mengucapkan kalimat yang tidak enak (1:19).

Menguasai diri juga berarti menghitung konsekuensi. Ia sedang menghitung resiko-resiko kalau ia bicara demikian maka akan mengkhianati angkatan umat Tuhan. Pada waktu kita terjepit, kita diajar untuk menguasai diri sehingga menghitung resiko agar jangan salah melangkah.
Bagaimana pun terjepit tetap harus menguasai diri untuk menghitung resiko.

Bahkan yang disebut menguasai diri adalah setidaknya sampai ayat 16, Si Pemazmur puas dengan kondisi menggantung, belum ada jawaban, tetapi ia tidak memaksakan diri untuk mengambil jawaban sendiri sesuai dengan keinginan sendiri. Sabar menanti jawaban Tuhan, itulah penguasaan diri orang percaya dalam pergumulan penderitaan yang berat.

Dalam ayat 17 dikatakan bahwa ia mendapatkan jawaban ketika masuk ke tempat kudus. Konteks waktu itu adalah bahwa firman Tuhan tidak didapatkan di rumah melainkan dengan berada di rumah ibadah. Ia masuk dan memperhatikan.
Perhatikan istilah “memperhatikan” dalam ayat 17. memperhatikan kesusahan orang fasik berarti ia berkonsentrasi pada waktu mendengar firman. Banyak orang percaya, sayangnya, pada waktu mereka bergumul, mereka menjauhi firman baik menjauhi ibadah maupun saat teduh. Akhirnya mereka tidak mendapatkan jawaban dan kondisinya tambah buruk.

Memperhatikan firman Tuhan adalah jawaban mutlak dalam pergumulan penderitaan. Dalam Daniel 9, dikatakan ia memperhatikan firman Tuhan melalui Yeremia. Ayub dan Habakuk juga mendapatkan jawaban dari firman Tuhan. Jika bukan firman Tuhan, apalagi jawaban bagi pergumulan kita?

Si Pemazmur mendapatkan jawaban tentang kenikmatan orang fasik dan penderitaan orang percaya adalah ketika mendengar khotbah tentang penghakiman. Lucu yah. Bagaimana bisa orang lagi susah kok mendengar firman tentang neraka? Psikologi sekuler tidak bisa menerimanya. Matthew Arnold mengatakan, kalau memperhatikan kehidupan orang harus utuh. Jangan lihat enaknya sekarang tetapi lihatlah akhiratnya. Jadi, kesimpulan Pemazmur bahwa orang fasik senang selamanya, tidak sepenuhnya benar. Itu kesimpulan emosionalnya. Yang benar adalah bahwa memang mereka kelihatan senang sekarang tetapi nanti belum tentu. Kalau kita melihat kehidupan orang benar yang senang sekarang, jangan lupa melihat masa lalunya, mungkin banyak penderitaan. Kalau kita melihat kehidupan orang fasik yang senang sekarang, jangan lupa melihat masa depannya, mungkin banyak penderitaan.

Sampai di sini, kita mendapatkan pelajaran berharga. Yang disebut dengan jawaban pergumulan itu bukan perubahan keadaan. Nanti di ayat selanjutnya juga kita lihat bahwa keadaan si Pemazmur tidak dicatat berubah.
Dari tiga orang besar yang bergumul dengan penderitaan, hanya Ayub yang dicatat mengalami perubahan keadaan. Tetapi itu terjadi setelah ia mendapatkan jawaban firman yang merubah hidupnya dan membangun komitmen baru. Pemazmur dan Habakuk tidak mendapatkan perubahan keadaan tetapi perubahan hidup melalui firman. Jadi, yang disebut jawaban pergumulan bukan perubahan keadaan tetapi perubahan hidup oleh firman yang diwujudkan dengan komitmen baru. Jangan bermimpi perubahan keadaan karena itu bukan jawaban Alkitab. Namun demikian, konsep ini tidak berarti kita tidak berusaha mencari jalan keluar. Itu hal lain yang tidak kita bicarakan di sini.

Bagian terakhir, akhir dari pergumulan itu, si Pemazmur membangun komitmen baru. Ada tiga komitmen di sini. Komitmen pertama, tetap dekat dengan Tuhan dalam penderitaan (ayat 23-24). Komitmen dalam keadaan sulit (ayat 21-22) bahkan ia merasa diri dungu dan seperti hewan. Dekat itulah baru ia mendapat kekuatan. Jika ia lari dari Tuhan, di manakah jawabannya? Banyak orang Kristen waktu susah malah menjauh dari Tuhan sehingga hidup mereka tambah parah. Jika saudara menjauh, sekarang kembalilah supaya Tuhan menjawab hidup saudara!

Dalam komitmen pertama itu kemudian kita melihat pertolongan Tuhan, persis seperti menolong orang yang pingsan. Dikatakan ”Engkau memegang tangan kananku”. Kalau Alkitab menyatakan bahwa Allah memegang kita dengan tangan kananNya itu berarti kekuatan (mis. Yes. 41:10). Kalau Alkitab mengatakan Allah memegang tangan kanan kita, itu berarti kenyamanan, supaya tidak jatuh tergeletak. Setelah itu, dituntun selangkah demi selangkah menuju ke tempat yang lebih baik secara kerohanian supaya ia tidak tergelincir (bdk. Ayat 2).

Komitmen yang kedua adalah tetap mengasihi Tuhan sekalipun dalam penderitaan (ayat 25-26).
Kalau komitmen pertama adalah tetap dekat Tuhan sekalipun masih merasa tidak enak atau pusing maka yang kedua ini mulai menikmati dan mengasihi Tuhan. Komitmen ketiga adalah selama-lamanya berjalan bersama Allah. NIV menerjemahkan ”adalah baik bagi ku untuk dekat dengan Allah”. Selama-lamanya, entah susah atau senang, entah mendung, hujan atau cerah tetap berjalan bersama dengan Allah. Sehingga, komitmennya adalah kasih dari hati terdalam kepada Allah, tidak tergantung kondisi enak atau tidak.
Sampai di sini, si Pemazmur menang. Puji Tuhan. Ingin menang dalam penderitaan? Jangan jauhi Tuhan dan cintailah firman-Nya. Semoga!


oleh: Ev. Antonius Steven Un, S.Kom., M.Div.


Ev. Antonius Steven Un, S.Kom., M.Div.
adalah gembala sidang Gereja Reformed Injili Indonesia (GRII) Malang , Ketua Sekolah Theologia Reformed Injili Malang (STRIM) dan peneliti pada Reformed Center for Religion and Society. Beliau meraih gelar Master of Divinity (M.Div.) dari Institut Reformed, Jakarta .


"For I am not ashamed of the gospel of Christ: for it is the power of God unto salvation to every one that believeth; to the Jew first, and also to the Greek." (Romans 1:16; King James Version)