Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

19 April 2008

Humor : Banyak Amplop

Frans barusan diangkat sebagai lurah di desanya. Ia lalu mengadakan pesta syukuran di rumahnya. Banyak yang memberinya hadiah, termasuk amplop tentunya. Setelah acara selesai, di kamar pribadinya, Frans dengan anak dan istrinya sibuk menghitung satu persatu amplop yang telah diterima. Wah! Bukan main! Banyak sekali.

Tetapi mengetahui hal itu, anaknya, si Pedro justru menjadi sangat kecewa. Ia segera berlari keluar dan menangis di ruang tamu. Ibunya langsung memburu dan bertanya kepadanya, "Kenapa menangis Pedro? Bukankah seharusnya kamu gembira, Bapak menerima banyak amplop. Nanti kamu bisa dibelikan baju baru, mainan, dan macam-macam hal lagi yang menyenangkan. "

"Tidak, Pedro tidak mau Bapak jadi Lurah."

"Lho, mengapa kamu tidak setuju kalau Bapak jadi Lurah, kan kita bisa terima banyak amplop." jelas ibunya.

"Dari dulu kan Pedro sudah bilang, supaya bisa terima amplop lebih banyak lagi, lebih bagus Bapak kerja di Kantor Pos saja."

0 comments:

Post a Comment