Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

29 March 2008

Seseorang Yang Mencintaimu

1.Seseorang yg mencintai kamu, tidak bisa memberikan alasan mengapa ia mencintaimu. Dia hanya tau, dimata dia, kamulah satu satunya.

2. Seseorang yg mencintai kamu, sebenarnya selalu
membuatmu marah / gila / jengkel / stres. Tp ia tdk pernah tau hal bodoh apa yg sudah ia lakukan, karena semua yg ia lakukan adalah utk kebaikanmu.

3. Seseorang yg mencintai kamu, jarang memujimu,
tetapi di dlm hatinya kamu adalah yg terbaik, hanya ia yg tau.

4. Seseorang yg mencintai kamu, akan marah-marah atau
mengeluh jika kamu tdk membalas pesannya atau telpnya, karna ia peduli dan ia tdk ingin sesuatu terjadi ke kamu.

5. Seseorang yg mencintai kamu, hanya menjatuhkan
airmatanya di hadapanmu. Ketika kamu mencoba utk menghapus air matanya, kamu telah menyentuh hatinya, dimana hatinya selalu berdegup / berdenyut / bergetar utk kamu .

6. Seseorang yg mencintai kamu, akan mengingat setiap
kata yg kamu ucapkan, bahkan yg tdk sengaja dan iaakan selalu menggunakan kata2 itu tepat waktunya.

7. Seseorang yg mencintai kamu, tdk akan memberikan
janji apapun dgn mudah, karna ia tdk mau mengingkari janjinya. Ia ingin kamu utk mempercayainya dan ia
ingin memberikan hidup yg paling bahagia dan aman
selama lamanya.

8. Seseorang yg mencintai kamu, mungkin tdk bisa mengingat kejadian / kesempatan istimewa, seperti
perayaan hari ulang tahunmu, tp ia tau bhw setiap
detik yg ia lalui, ia mencintai kamu, tdk peduli hari
apakah hari ini.

9. Seseorang yg mencintai kamu, tdk mau berkata Aku
mencintaimu dgn mudah, karna segalanya yg ia lakukan utk kamu adalah utk menunjukkan bhw ia siap mencintaimu, tetapi hanya ia yg akan mengatakan kata I Love You pada situasi yg spesial, karna ia tdk mau kamu salah mengerti, dia mau kamu mengetahui bhw ia mencintai dirimu.

10. Seseorang yg bner2 mencintai kamu, akan merasa bhw
sesuatu harus dikatakan sekali saja krn ia berpikir bhw kamu telah mengerti dirinya. Jika berkata terlalu banyak, ia akan merasa bhw tdk ada yg akan membuatnya bahagia / tersenyum.

11. Seseorang yg mencintai kamu, akan pergi ke airport
utk menjemput kamu, dia tdk akan membawa seikat mawar dan memanggilmu sayang seperti yg kamu harapkan.Tetapi, ia akan membawakan kopermu dan menanyakan: Mengapa kamu menjadi lebih kurus dalam waktu 2 hari? Dengan hatinya yg tulus.

12. Seseorang yg mencintai kamu, tdk tahu apakah ia
harus menelponmu ketika kamu marah, tetapi ia akan mengirimkan pesan setelah bbrp jam. Jika kamu menanyakan : mengapa ia telat menelepon, ia akan berkata: Ketika kamu marah penjelasan dari dirinya semua hanyalah sampah. Tetapi, ketika kamu sudah tenang, penjelasannya baru akan benar2 bekerja /manjur / berguna.

13. Seseorang yg mencintaimu, akan selalu menyimpan
semua benda yg telah kamu berikan, bahkan kertas kecilbertuliskan ' I LOVE U ' ada di dalam dompetnya
dan Seseorang yg mencintaimu, jarang mengatakan kata2
manis. Tp kamu tau, 'kecupannya' sudah menyalurkan semua......

14. Seseorang yang mencintai kamu akan selalu berusaha
membuat mu tersenyum dan tertawa walau terkadang caranya membingungkanmu. .

15. Seseorang yang mencintaimu akan membalut hatimu
yang pernah terluka dan menjaganya dengan setulus hati agar tidak terluka lagi...dan ia akan memberikanmu yang terbaik walau harus menyakiti hatinya sendiri

16. Seseorang yang mencintaimu. ..akan rela melepaskanmu pergi bila bersamanya kamu tidak bahagia...dan ia akan ikut bahagia walau kamu yang dicintainya bahagia bersama orang lain

Pengampunan Dan KasihNya Bebaskanku

JAWABAN.com - Seorang anak hampir setiap hari menyaksikan ayahnya menganiaya sang ibu, bahkan dia sendiri pun tidak luput menjadi korban dari kekejaman ayahnya. Simak kisahnya berikut ini.

Tanpa diketahui maksudnya, kata-kata dari sang ayah mengejutkan sang ibu, dan melukai hati Demitrius. Ayahnya tiba-tiba saja bertanya, "Ini anak siapa!" sambil menunjuk Demitrius.

Demitrius: Mama hanya berkata jangan dengarkan itu. Kamu anak saya, dan darah daging saya. Kami menangis, dan sejak saat itu perkataan papa meninggalkan luka dalam hati saya.

Tidak hanya luka batin yang diderita Demitrius, luka fisikpun juga diterimanya.

Demitrius: Papa adalah seorang tentara, dah kegagahan seorang tentara itu ada pada senjata dan teriakannya. Waktu dia memukul mama, dia akan pakai alat-alat itu, dia punya sangkur, ikat pinggang, dia memakai itu.

Rasa cemburu selalu hadir dalam pikiran sang ayah terhadap ibunya, sehingga ayahnya selalu mencari alasan dan mencari-cari apa yang didalam rumah tidak beres, kemudian memukuli ibunya di luar rumah.

Demitrius: Perlakuan papa sangat ganas... wajah mama sampai cedera dan berdarah-darah, sampai kepala bocor, sampai harus masuk UGD... Pernah dia ambil senjata dan hampir menembakkannya ke arah mama, saya lari dan berdiri di depan mama. Saya bilang, "Papa kalau hari ini mau tembak mama, tembak saya dulu, biar pelurunya tembus saya dan tembus mama."

Wajahnya semakin ganas dan dia tidak jadi menembak. Dia menaruh senjatanya dan memukuli kami. Saya berpikir, kalau saya sudah besar saya akan hajar atau bunuh papa saya.

Hari berganti hari, diwarnai dengan penyiksaan, Demitrius pun tidak tahan lagi dan segera melaporkan ayahnya ke Koramil. Koramil langsung datang dan mengambil senjata. Ayahnya bertanya siapa yang melaporkan dia, dan mereka menjawab bahwa anaknya sendiri yang telah melaporkannya. Demitrius tahu bahwa bayang-bayang siksaan siap menerpanya.

Demitrius: Papa memukuli saya dan juga mama yang datang kemudian. Kami mau menangis tapi ayah berkata, "Air matamu boleh jatuh tapi suaramu jangan keluar!" Kami sudah tidak tahu lagi mau minta tolong kepada siapa, hanya bisa menangis saja...

Ibu Demitrius: Yang Demetrius ceritakan semuanya betul...
Bapak memukuli saya sudah tidak terhitung berapa kali. Dia memukul sampai saya mandi darah baru dia berhenti, kalau belum keluar darah tidak bisa, dia tidak puas.

Hanya ada 1 orang yang bisa hidup, sang ibu atau suaminya. Saat ibunya mau menusuk dirinya sendiri dengan pisau di depan suaminya, Demitrius mencegahnya. Tapi sesudah itu ayahnya memukuli dia dan ibunya.

Setelah itu serangkaian peristiwa yang mengerikan mulai terjadi. Ibu Demitrius sempat mencoba bunuh diri lagi dengan meminum racun namun tidak berhasil. Sementara itu penganiayaan fisik terus dilakukan oleh ayahnya.


Luka dan amarah yang disimpan Demitrius memuncak.

Demitrius: Waktu dia sedang memukuli mama, saya bilang dalam hati, kalau dia pukul mama lagi, saya akan pakai parang ini menyerang dia... Namun ternyata dia tidak melakukan pemukulan yang kedua kali. Parang itu harus saya simpan kembali.

Di usia Demitrius yang kedua belas tahun, siksaan itu telah usai, sang ayah yang begitu kejam telah meninggal. Luka yang disimpan Demitrius di dalam hati membuatnya tidak menangis, luka akibat perkataan ayahnya tidak terobati. Demitrius tumbuh dengan rasa penolakan bahwa dia bukan bagian dalam keluarga. Dan itu adalah akar dari semua perbuatan jahat yang dia lakukan selanjutnya. Kebebasan yang terkekang selama bertahun-tahun telah tiba, kehidupan yang liar pun dijalani Demitrius.

Demitrius: Ada masa saya berjaya, dimana saya bisa hidup bebas untuk melakukan apa saja yang saya mau. Saya mulai kenal minuman keras, dan mulai terus mabuk-mabukan dengan teman-teman saya. Kami minta uang dari setiap mobil yang lewat dan di jalan-jalan.

Tidak ada yang dapat menghentikan langkah Demitrius. Di usianya yang masih dini, dunia seks mulai dijajahinya, dengan menonton film-film porno dan melakukan hubungan seks. Bagi Demitrius, seks itu seperti hidup dan merupakan kejantanan laki-laki.

Demitrius: Jadi kalau sampai saya tidak mendapatkan perempuan untuk berhubungan seks, pasti saya onani. Dan itu terus berlanjut sampai saya dewasa. Sampai saya berprinsip, barang yang lain saya bisa lepas, tapi kalau seks, saya tidak akan bisa, dan mungkin kalau saya tidak melakukan hubungan seks saya akan mati. Itu yang tertanam dalam pikiran saya. Pikiran-pikiran itu akhirnya menjadi seperti berhala...

Dalam kehidupan yang bengis dan penuh dosa, benih jahat sang ayah mulai terlihat dalam hidup Demitrius.

Demitrius: Saya merasakan saya memiliki satu kuasa, satu otoritas dari orang tua itu benar-benar turun kepada anak-anaknya, dan anak-anaknya pasti akan mewarisi itu. Niatnya menjadi anak yang paling baik, tapi ternyata warisan itu turun dan dorongannya kuat sekali.

Seperti menjelma menjadi sang ayah, Demitrius menjadi sosok yang menakutkan bagi keluarganya.

Ibu Demitrius: Dia memang waktu itu kacaunya luar biasa.
Kalau dia datang minta uang dan saya bilang tidak ada, dia marah...

Demitrius: Saya akan bilang mereka seperti lonte-lah, kamu pelacur-lah, kamu perempuan kenapa harus mengatur saya, saya kan laki-laki, saya mau bikin apa saja terserah saya. Tidak boleh ada orang yang mengganggu... Biasanya yang mewarisi sikap orang tua itu adalah anak laki-laki, yang sulung. Jadi saya merasa berkuasa, saya merasa punya hak.

Yang terpasang dalam pikiran saya itu bahwa perempuan itu ada sebagai budak, jadi mereka mau tidak mau harus melayani laki-laki.

Ibu Demitrius: Kalau dia datang ke rumah ini bersama teman-temannya dan minum-minum, saya disuruh keluar rumah. Pernah juga dia tidak pulang satu minggu...

Demitrius: Waktu mereka tidak mencari saya, saya semakin merasa bahwa ternyata benar saya bukan bagian dari keluarga ini. Jadi saya akan tetap di luar. Tapi ketika mereka mencari saya, perasaan itu terkubur kembali.

Watak keras Demitrius jugalah yang menyebabkan dia selalu menolak bila ada orang yang datang untuk menceritakan tentang Yesus, keselamatan, kebenaran dalam Alkitab dan menyuruhnya bertobat. Dia tidak mempercayai semua itu.

Demitrius: Saya dulu berpandangan bahwa Alkitab itu hanya omong kosong, karena dibuat untuk manusia supaya tidak berbuat dosa. Saya juga dulu berpikir bahwa neraka dan sorga itu tidak ada.

Rasa bahagia yang tertanam sejak kecil telah hilang. Hanya doa yang bisa dilantunkan oleh sang ibu, agar anaknya kembali ke jalan yang benar.

Ibu Demitrius: Saya bilang, Tuhan... Tuhan kasih dia satu pukulan, supaya dia bisa bertobat...

Di tengah keasyikannya bermain PS dan meminum alkohol, bencana yang terbesar dalam hidup Demitrius telah mengintai. Setelah minum-minum dia merasa dadanya seperti terbakar. Demitrius tidak terima karena dia berpikir bahwa dia adalah orang yang paling kuat, segala jenis minuman sampai spiritus mentahpun pernah dia minum. Dan minuman yang baru saja dia minum itu adalah minuman yang biasa dia minum setiap hari.

Demitrius: Jantung, paru-paru, hati, dan lambung, organ-organ terpenting di dalam tubuh saya ini rusak. Saya sulit bernafas, dan pengobatan yang dilakukan sepertinya sia-sia. Saya merasa sepertinya saya akan mati, dan saya sudah kehilangan harapan.

Dosa Demitrius sudah terlalu banyak, dia mulai berpikir apa yang akan terjadi jika ajal menjemputnya.

Demitrius: Ada satu rasa, dorongan dari dalam hati yang saya tahu itu dari Tuhan, "Demitrius, waktu engkau mati, engkau tidak datang bersama dengan Aku karena engkau tidak menerima Aku." Dan saya berpikir kalau hari ini saya mati, siapa yang harus saya minta untuk tolong saya...

Tiba-tiba Demitrius minta didoakan, namun pintu kematian tetap terbuka untuknya. Akhirnya Demitrius mendatangi suatu tempat yang paling dibencinya, dia datang ke sebuah gereja. Saat Firman Tuhan dibagikan, Firman itu telah masuk dan menyentuh hati Demitrius. Dia benar-benar menyadari bahwa dia memang seorang penjahat yang pantas dihukum mati.
Demitrius akhirnya maju untuk didoakan dan menerima Tuhan Yesus sebagai Juru selamatnya.

Demitrius: Ketika Yesus datang dan jamah, masuk dalam hidup saya... semua yang telah hilang dulu, itu sepertinya Tuhan berikan kembali. Tuhan berikan kekuatan kembali. Saya buat keputusan untuk tinggalkan minuman, dan keputusan untuk tidak melakukan hubungan seks.
Tetapi yang masih tersembunyi dengan rapi adalah kebencian saya kepada papa...

Demitrius akhirnya mengikuti camp pria sejati. Di sana dia ditantang untuk bisa mengampuni ayahnya. Dan Tuhan menjamahnya saat berkata dia mau mengampuni ayahnya. Dan saya merasa seperti terbebas dari sesuatu yang selama ini mengikat saya.

Ibu Demitrius: Dia minta maaf pada saya, dan saya senang karena dia sudah bertobat...

Jim Yost (pembimbing rohani Demitrius): Banyak orang bilang bahwa Demitrius tidak mungkin bisa bertobat, karena dia sudah terlalu jauh dari Tuhan. Tapi hidup yang kacau ditutup dan dia memulai hidup yang baru dan maju dengan Tuhan. Luar biasa, sangat kelihatan bagaimana anugrah Tuhan mengubah total hidup dia...

Demitrius: Kalau ada orang bertanya tentang Yesus, "Bagaimana kamu bisa percaya kalau Yesus itu mati dan bangkit 2000 tahun yang lalu, sedangkan kamu kan lahir tahun 1980?" Satu kata yang Tuhan taruh di dalam hati, sekalipun saya tidak tahu seperti apa 2000 tahun yang lalu, tapi buktinya kebangkitan itu ada di dala saya dan saya bisa lepaskan semua kehidupan lama saya dengan kuasa kebangkitan itu. Saya akan ikut Kristus sampai akhir hidup saya. Saya cuma mau katakan, bahwa Tuhan Yesus itu baik.

Kalau Aku berfirman kepada orang jahat: Engkau pasti mati! tetapi ia bertobat dari dosanya serta melakukan keadilan dan kebenaran, orang jahat itu mengembalikan gadaian orang, ia membayar ganti rampasannya, menuruti peraturan-peraturan yang memberi hidup, sehingga tidak berbuat curang lagi, ia pasti hidup, ia tidak akan mati. Semua dosa yang diperbuatnya tidak akan diingat-ingat lagi; ia sudah melakukan keadilan dan kebenaran, maka ia pasti hidup. (Yehezkiel 33:14-16)

Hope Comes from Him

Today's Scripture

“Find rest, o my soul, in God alone; my hope comes from Him” (Psalm 62:5).

Today's Word from Joel and Victoria

God is constantly planting seeds of hope and victory in your life. He’s constantly trying to deposit His faith on the inside of you. Often times, when we’re anxious and worried, it’s difficult to hear His voice of hope and confidence. But when we stop and quiet ourselves, when we find rest in Him, we will recognize His voice of hope. You’ll hear Him saying to your heart, “Your best days are still in front of you, you are more than a conqueror, you’re the head and not the tail.” As you receive His hope, it creates a foundation for faith to rise inside your heart. The Bible says that faith gives substance to things hoped for. In other words, your hope gives your faith something to work toward. If the cares of this world have left you frustrated and empty today, make the decision right now to open your heart and allow the Lord to deposit His hope on the inside of you. It doesn’t matter what you are facing today or what’s happened in your past, God wants to give you hope today. He wants to pour out His blessing in every area of your life so that you will live the abundant life He has for you!

A Prayer for Today

Father in heaven, I ask for Your hope today. Thank You for lifting me up into heavenly places with You. Show me how to be a vessel of hope to those who are around me today. In Jesus’ Name. Amen.


From : Joel Osteen Ministries

28 March 2008

Humor : Sakit Gigi

Seorang kakek pergi ke seorang dokter.

"Dok," katanya, "Saya begitu menderita. Saya menderita sakit dada, pusing, pening, asam urat, sembelit, kram perut, sakit telinga, mata perih, radang paru-paru, tangan dan kaki selalu pegal..."

"Pak," kata sang dokter, "Anda mengeluh mengenai banyak penyakit yang Anda punyai..., lalu sakit apa yang tidak Anda punyai?"

Pria itu menjawab, "Gigi!"

Humor : Surat Napi

Ada seorang Aceh dari kabupaten Pidie, menulis surat ke anaknya yang ada dipenjara Nusa Kambangan karena dituduh terlibat GAM (Gerakan Aceh Merdeka).

Bunyinya: "Hasan, bapakmu ini sudah tua, sekarang sedang musim tanam jagung, dan kamu ditahan di penjara pula, siapa yang mau bantu bapak mencangkul kebun jagung ini?"

Eh, anaknya membalas surat itu beberapa minggu kemudian. "Demi Tuhan, jangan cangkul itu kebun, saya tanam senjata di sana," kata si anak dalam surat itu.

Rupanya surat itu disensor pihak rumah tahanan, maka keesokan harinya setelah si bapak terima surat, datang satu peleton tentara dari kota Medan.

Tanpa banyak bicara mereka segera ke kebun jagung dan sibuk seharian mencangkul tanah di kebun tersebut. Setelah mereka pergi, kembali si bapak tulis surat ke anaknya.

"Hasan, setelah bapak terima suratmu, datang satu peleton tentara mencari senjata di kebun jagung kita, namun tanpa hasil. Apa yang harus bapak lakukan sekarang?"

Si anak kembali membalas surat tersebut, "Sekarang bapak mulai tanam jagung aja, kan udah dicangkul sama tentara, dan jangan lupa ngucapin terima kasih sama mereka."

Pihak rumah tahanan yang menyensor surat ini langsung pingsan.

Gifts From The Heart for Women

Ada pasangan suami isteri yang sudah hidup beberapa lama tetapi belum mepunyai keturunan. Sejak 10 tahun yang lalu, sang istri terlibat aktif dalam kegiatan untuk menentang ABORSI, karena menurut pandangannya, aborsi berarti membunuh seorang bayi.

Setelah bertahun-tahun berumah-tangga, akhirnya sang istri hamil, sehingga pasangan tersebut sangat bahagia. Mereka menyebarkan kabar baik ini kepada famili, teman2 dan sahabat2, dan lingkungan sekitarnya. Semua orang ikut bersukacita dengan mereka. Dokter menemukan bayi kembar dalam perutnya, seorang bayi laki2 dan perempuan. Tetapi setelah beberapa bulan, sesuatu yang buruk terjadi. Bayi perempuan mengalami kelainan, dan ia mungkin tidak bisa hidup sampai masa kelahiran tiba. Dan kondisinya juga dapat mempengaruhi kondisi bayi laki2. Jadi dokter menyarankan untuk dilakukan aborsi, demi untuk sang ibu dan bayi laki2 nya.

Fakta ini membuat keadaan menjadi terbalik. Baik sang suami maupun sang istri mengalami depressi. Pasangan ini bersikeras untuk tidak menggugurkan bayi perempuannya (membunuh bayi tsb), tetapi juga kuatir terhadap kesehatan bayi laki2nya. "Saya bisa merasakan keberadaannya, dia sedang tidur yenyak", kata sang ibu di sela tangisannya. Lingkungan sekitarnya memberikan dukungan moral kepada pasangan tersebut,dengan mengatakan bahwa ini adalah kehendak Tuhan.

Ketika sang istri semakin mendekatkan diri dengan Tuhan, tiba-tiba dia tersadar bahwa Tuhan pasti memiliki rencanaNya dibalik semua ini. Hal ini membuatnya lebih tabah. Pasangan ini berusaha keras untuk menerima fakta ini. Mereka mencari informasi di internet, pergi ke perpustakaan, bertemu dengan banyak dokter, untuk mempelajari lebih banyak tentang masalah bayi mereka. Satu hal yang mereka temukan adalah bahwa mereka tidak sendirian. Banyak pasangan lainnya yang juga mengalami situasi yang sama, dimana bayi mereka tidak dapat hidup lama. Mereka juga menemukan bahwa beberapa bayi akan mampu bertahan hidup, bila mereka mampu memperoleh donor organ dari bayi lainnya. Sebuah peluang yang sangat langka. Siapa yang mau mendonorkan organ bayinya ke orang lain?

Jauh sebelum bayi mereka lahir, pasangan ini menamakan bayinya, Jeffrey dan Anne. Mereka terus bersujud kepada Tuhan. Pada mulanya, mereka memohon keajaiban supaya bayinya sembuh. Kemudian mereka tahu, bahwa mereka seharusnya memohon agar diberikan kekuatan untuk menghadapi apapun yang terjadi, karena mereka yakin Tuhan punya rencanaNya sendiri.

Keajaiban terjadi, dokter mengatakan bahwa Anne cukup sehat untuk dilahirkan, tetapi ia tidak akan bertahan hidup lebih dari 2 jam. Sang istri kemudian berdiskusi dengan suaminya, bahwa jika sesuatu yang buruk terjadi pada Anne, mereka akan mendonorkan organnya. Ada dua bayi yang sedang berjuang hidup dan sekarat, yang sedang menunggu donor organ bayi. Sekali lagi, pasangan ini berlinangan air mata. Mereka menangis dalam posisi sebagai orang tua, dimana mereka bahkan tidak mampu menyelamatkan Anne. Pasangan ini bertekad untuk tabah menghadapi kenyataan yg akan terjadi.

Hari kelahiran tiba. Sang istri berhasil melahirkan kedua bayinya dengan selamat. Pada momen yang sangat berharga tersebut, sang suami menggendong Anne dengan sangat hati-hati, Anne menatap ayahnya, dan tersenyum dengan manis. Senyuman Anne yang imut tak akan pernah terlupakan dalam hidupnya. Tidak ada kata2 di dunia ini yang mampu menggambarkan perasaan pasangan tersebut pada saat itu. Mereka sangat bangga bahwa mereka sudah melakukan pilihan yang tepat (dengan tidak mengaborsi Anne ), mereka sangat bahagia melihat Anne yang begitu mungil tersenyum pada mereka, mereka sangat sedih karena kebahagiaan ini akan berakhir dalam beberapa jam saja. Sungguh tidak ada kata2 yang dapat mewakili perasaan pasangan tersebut. Mungkin hanya dengan air mata yang terus jatuh mengalir, air mata yang berasal dari jiwa mereka yang terluka.

Baik sang kakek, nenek, maupun kerabat famili memiliki kesempatan untuk melihat Anne. Keajaiban terjadi lagi, Anne tetap bertahan hidup setelah lewat 2 jam. Memberikan kesempatan yang lebih banyak bagi keluarga tersebut untuk saling berbagi kebahagiaan. Tetapi Anne tidak mampu bertahan setelah enam jam.

Para dokter bekerja cepat untuk melakukan prosedur pendonoran organ. Setelah beberapa minggu, dokter menghubungi pasangan tsb bahwa donor tsb berhasil. Dua bayi berhasil diselamatkan dari kematian. Pasangan tersebut sekarang sadar akan kehendak Tuhan. Walaupun Anne hanya hidup selama 6 jam, tetapi dia berhasil menyelamatkan dua nyawa. Bagi pasangan tersebut, Anne adalah pahlawan mereka, dan sang Anne yang mungil akan hidup dalam hati mereka selamanya...


Ada 3 point penting yang dapat kita renungkan dari kisah ini :
1. SESUNGGUHNYA, tidaklah penting berapa lama kita hidup, satu hari ataupun bahkan seratus tahun. Hal yang benar2 penting adalah apa yang kita telah kita lakukan selama hidup kita, yang bermanfaat bagi orang lain.

2. SESUNGGUHNYA, tidaklah penting berapa lama perusahaan kita telah berdiri, satu tahun ataupun bahkan dua ratus tahun. Hal yang benar2 penting adalah apa yang dilakukan perusahaan kita selama ini, yang bermanfaat bagi orang lain.

3. Ibu Anne mengatakan "Hal terpenting bagi orang tua bukanlah mengenai bagaimana karier anaknya di masa mendatang, dimana mereka tinggal, maupun berapa banyak uang yang mampu mereka hasilkan. Tetapi hal terpenting bagi kita sebagai orang tua adalah untuk memastikan bahwa anak2 kita melakukan hal2 terpuji selama hidupnya, sehingga ketika kematian menjemput mereka, mereka akan menuju surga".


Mohon KEMURAHAN HATI Anda untuk menyebarkan kisah ini kepada sanak keluarga Anda, famili, teman2, rekan2 kerja, rekan2 bisnis, atasan, bawahan, sebuah kelompok organisasi ataupun perusahaan, PELANGGAN,serta siapa saja yang Anda temui.

Ada 4 kemungkinan respon dari pihak2 yang telah membaca kisah ini.
PERTAMA, cuek / tidak peduli / tidak mengerti kisah ini.
KEDUA, tersentuh dengan kisah ini, tetapi tidak melakukan apapun.
KETIGA,tersentuh dengan kisah ini, intropeksi diri, lalu mengubah cara pandang tentang hidupnya.
KEEMPAT, tersentuh, intropeksi diri, mengubah cara pandang tentang hidupnya, lalu bergerak aktif untuk memaknai hidupnya sendiri dengan cara memberikan makna bagi kehidupan orang lain.

Bila di antara sekian banyak orang yang memperoleh kisah ini dari Anda, ada satu saja yang termasuk kategori nomor EMPAT, ini berarti Anda telah berhasil mengubah hidup seseorang, dari sekedar "Hidup" menjadi "Hidup Yang Lebih Bermakna". Mereka sungguh beruntung dengan kehadiran Anda di dunia ini.

Berhentilah Untuk Selalu Memikirkan Kepentingan Diri Sendiri, Jadikanlah Kehadiran Anda Di Dunia Ini Sebagai RAHMAT Bagi Orang Banyak dan Bagi Orang2 Yang Anda Cintai (Ayah, Ibu, Saudara/i,Suami/ Istri, Anak2 Anda, dst)


Dikutip dari "Gifts From The Heart for Women" karangan Karen Kingsbury.

The God Kind of Faith

Today's Scripture

“…the life which I now life in the flesh I live by the faith of the Son of God…” (Galatians 2:20).

Today's Word from Joel and Victoria

Faith is all around us. People have faith in so many different things: faith that a friend will be true, faith that your job is taking you on a certain career path, faith that the chair you are sitting on is going to hold you up! Faith is simply believing in something. But there are different kinds, or levels, of faith. There’s a difference between having faith in God and having the faith of God. When you open your heart to the God kind of faith, you’re actually allowing Him to believe through you. The God kind of faith will cause you to believe for things when you don’t even know how they’ll happen. And it probably won’t make sense in your mind, but you have to allow your spirit to rise higher than your thinking. Don’t talk yourself out of believing. Don’t focus on all the reasons why not, instead allow God’s faith to rise up within you. Meditate on His Word that says, you can do all things through Christ and you are strong in the Lord and the power of His might. As you allow God’s faith to flow through you, He’ll take you places you’ve never dreamed. You will rise higher and higher and live the abundant life the Lord has for you!

A Prayer for Today

Heavenly Father, today I humbly open my heart to You. Use me for Your glory and have Your way in my life. I choose to believe in You and invite You to believe through me. In Jesus’ Name. Amen.


From : Joel Osteen Ministries

27 March 2008

Air Tuba Dibalas Air Susu

Anda pernah mendengar istilah hacker? Hacker—seperti kita ketahui bersama adalah penjahat elektronika tingkat tinggi yang suka membobol jaringan komputer perusahaan—sering bermain mencuri data, mengubah data atau bahkan merusak data baik untuk iseng, komersial maupun tujuan yang lebih jahat lagi.

Kalau carding? Orang yang dengan menghalalkan segala cara mengetahui nomor kartu kredit orang lain untuk tindak kejahatan. Yang paling sering adalah memesan barang dengan kartu kredit itu. Akibatnya, dia yang terima barang, orang lain yang bayar.

Sebut saja namaku Ngilam. Aku, jujur saja, adalah orang Kristen yang sering kita sebut KTP—hanya nama di KTP yang Kristen atau singkatan Kristen Tanpa Pertobatan. Aku suka melakukan carding. Jumlah nomor kartu kredit orang lain yang kukantonginya—lewat barter, hijacking dan sebagainya—cukup banyak. Dengan kartu itu aku memesan barang-barang—terutama elektronik—yang mahal-mahal dan menyuruh orang lain untuk membayar, tentu saja dengan terpaksa. Jika pemilik kartu yang sah akhirnya tahu kalau kartunya dibobol maling, mereka mengirimkan e-mail berupa caci maki yang pedas. Namun aku cuek bebek. Card holder boleh menyalak, aku tetap membobol. Jika kartu yang kupakai sudah ketahuan, diblokir dan tidak bisa dipakai lagi, aku menggunakan nomor kartu kredit lain untuk meneruskan kejahatanku.

Suatu kali aku memakai kartu seorang wanita untuk kupakai transaksi. Ketika ketahuan, anehnya, sang pemegang kartu tidak mencaci-makiku seperti kebanyakan pemilik kartu kredit lain. Sebaliknya, dia mengirimkan pesan e-mail yang sangat simpatik, “May God forgive you!” Tidak hanya itu. Setiap Paskah dan Natal, pemilik kartu itu selalu mengirimkan kata-kata penghiburan dan ayat-ayat Alkitab yang menguatkan hatiku.

Apa yang terjadi. Aneh. Aku yang biasanya acuh tak acuh, kali ini gelisah dan tidak bisa tidur. Pemilik kartu itu benar-benar telah menumpukkan bara ke atas kepalaku. Air tuba yang kukirimkan ke­padanya dibalasnya dengan air susu. Sejak saat itu aku bertobat dan tidak melakukan praktik carding lagi.

(Xavier Quentin Pranata, seperti yang di-sharing-kan Risa kepadaku --bahana-online).

Tuhan Selalu Mendengar Doa Kita

Tris dan suaminya Jim, tinggal di kota B. Suatu pagi datang kabar dari S, kota asal Tris: Abang Tris telah berpulang.

Terkejut dan sedih oleh berita duka yang begitu mendadak, Tris segera terbang ke S. Karena masih ada masalah pekerjaan yang harus segera diselesaikan, Jim baru akan berangkat malam harinya dengan naik bus.

Sesampai di S, Tris menuju ke gedung tempat jenasah abangnya disemayamkan. Tris sangat berduka karena sudah cukup lama ia tidak berjumpa dengan abangnya itu dan sekarang semuanya sudah usai.

Malam hari itu, bersama dengan kakak dan adiknya, Tris pulang ke rumah Ibu Santo, ibunya. Tris selalu menginap di situ jika datang ke S. Malam itu cuaca mendung. Ketika melewati jalan rusak penuh lubang, adik Tris yang mengemudi memperlambat laju kendaraan. Tiba-tiba dari kegelapan, sesosok bayangan hitam muncul. Dengan belati berkilat ditangan mengancam lewat jendela mobil yang terbuka sebagian. Dengan gerak refleks adik Tris menginjak pedal gas, mobil maju menghentak dan terlonjak-lonjak kabur. Oleh pertolongan Tuhan mereka terlepas dari bahaya.

Tengah malam Tris masih terjaga di tempat tidurnya. Tris cemas mengingat Jim yang sedang dalam perjalanan dengan naik bus malam menuju S. Sesuai jadwal bus akan masuk S pada jam 03.30 dinihari. Untuk pergi ke rumah Bu Santo, Jim harus turun sebelum bus masuk jalan tol dan kemudian melanjutkan perjalanan dengan naik kendaraan lain. Jantung Tris masih berdebar-debar jika ingat peristiwa penodongan yang baru dialaminya. Tris membayangkan Jim sendirian di suatu jalan yang sepi dan gelap, menunggu angkutan di kota yang asing baginya. Bahaya apa yang mengintai Jim di tempat yang seram itu? Tapi Tris ingat Tuhan dan percaya akan perlindungan-Nya.

Tris berlutut dan berdoa. Lama Tris berdoa sampai tak terasa ia jatuh tertidur. Mentari pagi mendapati Jim di depan rumah Bu Santo. Jim tampak lesu. Ia lelah karena perjalanan yang cukup lama. Ia juga cemas kalau-kalau Tris jengkel karena menunggu kedatangannya terlalu lama.

Ragu-ragu Jim mengetuk pintu rumah. Pintu terkuak, Tris muncul menyambut Jim dengan wajah berseri-seri. Jim merasa lega, “Tumben nih dia kok tidak marah, kan aku terlambat lama?” pikirnya.

“Jim sampai siang begini tadi busnya mogok ya.”

“Lho kok tahu, memang bus mogok dua kali, lama-lama lagi. Padahal busnya masih bagus.”

Tris senyum-senyum saja. “Sekarang hampir jam delapan, sampai di S tadi jam berapa?”

“Jam tujuh pagi, terlambat sekitar tiga setengah jam, kamu menunggu lama ya?”

“Aku tahu kok, ndak masalah. Jadinya kamu turun dari bus kan sudah terang dan ramai, jadi lebih aman dong.”

“Emangnya kenapa, apa sekarang tidak aman?”

Tris lalu menceritakan pengalaman semalam, di mana ia dan saudaranya nyaris jadi korban penjahat.

“Kamu tadi kok tahu bahwa busnya mogok?”

“Aku cemas, kalau bus tiba di S tepat waktu, kan hari masih gelap. Jangan-jangan kamu ditodong seperti aku semalam. Aku lalu berdoa mohon pada Tuhan supaya bus yang kamu tumpangi mogok di jalan sehingga sampai di sini sudah pagi hari.”

“Eh ternyata Tuhan mengabulkan permohonanmu, biarpun doamu itu rada-rada konyol ya.”

“Terima kasih pada Tuhan, Ia yang selalu mendengarkan doa anak-anak –Nya biar doa konyol, sekalipun.”

“Ya ternyata Tuhan itu punya rasa humor yang besar ya.”

Markus 11:24,
Karena itu Aku berkata kepadamu : Apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.

Kartika, Semarang

Sejauh Timur Dari Barat

Pernah dengar lagu “Sejauh timur dari barat”?

Sejauh timur dari barat, Engkau membuang dosaku
Tiada Kau ingat lagi pelanggaranku
Jauh kedalam tubir laut, Kau melemparkan dosaku
Tiada Kau perhitungkan kesalahanku

Betapa besar kasih……pengampunanMu Tuhan
Tak Kau pandang hina hati…yang hancur….
Ku berterima kasih…..kepadaMu ya Tuhan
Pengampunan yang Kau beri…..pulihkanku…..

********************************************
Sejauh timur dari barat, demikian dijauhkannya dari pada kita pelanggaran kita. (Mazmur 103:12)

Renungan:
Timur dan Barat tak akan pernah bertemu. Ini adalah sebuah gambaran dari pengampunan Allah - bila Ia mengampuni dosa-dosa kita, Ia menyingkirkannya dan bahkan tidak mengingatnya lagi. Kita tak perlu lagi tenggelam ke dalam masa lalu kita, karena Allah bersedia mengampuni dan melupakan dosa-dosa kita. Manusia cenderung menggali kembali masa lalu yang buruk, tetapi Allah telah menghapus catatan diri kita menjadi bersih. Bila kita mengikut Allah, kita juga harus mencontoh teladan pengampunanan-Nya. Bila kita mengampuni orang lain, kita hendaknya juga melupakan kesalahan orang tersebut. Jika tidak, pada dasarnya kita belum benar-benar dapat mengampuninya.

Many says……..”It is really easy to say……..but really hard to do!”

Ingat nggak bait dalam doa “Bapa Kami”?

**Ampunilah kesalahan kami, seperti kamipun mengampuni yg bersalah kepada kami**

Nah…….jadi kita harus mengampuni dulu, baru kita juga diampuni oleh-Nya.

So……..just give it a try…..
Let’s learn together to forgive and forget……
Good morning……
Good luck…..
and GBU all……

From Dewi Sartika (post in Single Katolik mailing list)

Fearless Living

A woman traveled by plane with her infant daughter. When they landed, they were met in the waiting area by her father, who took the baby while she proceeded to the baggage claim area.

Standing there alone waiting to claim her luggage, she was absent-mindedly holding the baby's pacifier. She noticed a flight attendant staring at her, then at the pacifier in her hand. The flight attendant finally spoke: "Excuse me, Miss. Is this your first flight?"

Fear of flying has kept many people home. One woman reminds me that her terror of riding in airplanes actually has biblical roots. "We should be wary of flying," she asserts. "In the Bible, Jesus says, 'LO...I'll be with you always'"!

Other common fears have kept countless people from enjoying life fully. Some of the greatest fears we share are a fear of becoming incapacitated, a fear of financial ruin, fear of abandonment and fear of death. Fear may be the most powerful enemy of humanity. And it is an enemy all of us are intimately acquainted with.

As James Bell writes, "Fear is an insidious virus. Given a breeding place in our minds...it will eat away our spirit and block the forward path of our endeavors." Or, like someone else said, "Fear is called the little death - it kills in tiny pieces."

I received a letter from a woman who learned an important lesson about fear. She wrote that one of their children had died some months earlier. Then she said this: "My husband and I went to dinner last night, and...I overheard two women talking about a sister who had lost a child. [One of the women] said, 'I can't get over the change in my sister! She, who once was afraid of her own shadow, has become totally fearless! She is so confident - so brave! She says, 'The worst thing has already happened - what more should I be afraid of?'"

"Steve - that woman is so right! My husband and I started a conversation with these two women and I told them that I agreed with the sister who had lost a child.... The one thing every parent dreads (also) happened to us and, with the grace of God, we lived through it. So we can live through anything else."

By surviving their worst fears imaginable, these women have newfound courage. They believe that nothing can ever happen to them that is worse than what they have already endured; there is nothing that they cannot face with courage and strength.

-- Steve Goodier