Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

28 March 2008

Humor : Sakit Gigi

Seorang kakek pergi ke seorang dokter.

"Dok," katanya, "Saya begitu menderita. Saya menderita sakit dada, pusing, pening, asam urat, sembelit, kram perut, sakit telinga, mata perih, radang paru-paru, tangan dan kaki selalu pegal..."

"Pak," kata sang dokter, "Anda mengeluh mengenai banyak penyakit yang Anda punyai..., lalu sakit apa yang tidak Anda punyai?"

Pria itu menjawab, "Gigi!"

Humor : Surat Napi

Ada seorang Aceh dari kabupaten Pidie, menulis surat ke anaknya yang ada dipenjara Nusa Kambangan karena dituduh terlibat GAM (Gerakan Aceh Merdeka).

Bunyinya: "Hasan, bapakmu ini sudah tua, sekarang sedang musim tanam jagung, dan kamu ditahan di penjara pula, siapa yang mau bantu bapak mencangkul kebun jagung ini?"

Eh, anaknya membalas surat itu beberapa minggu kemudian. "Demi Tuhan, jangan cangkul itu kebun, saya tanam senjata di sana," kata si anak dalam surat itu.

Rupanya surat itu disensor pihak rumah tahanan, maka keesokan harinya setelah si bapak terima surat, datang satu peleton tentara dari kota Medan.

Tanpa banyak bicara mereka segera ke kebun jagung dan sibuk seharian mencangkul tanah di kebun tersebut. Setelah mereka pergi, kembali si bapak tulis surat ke anaknya.

"Hasan, setelah bapak terima suratmu, datang satu peleton tentara mencari senjata di kebun jagung kita, namun tanpa hasil. Apa yang harus bapak lakukan sekarang?"

Si anak kembali membalas surat tersebut, "Sekarang bapak mulai tanam jagung aja, kan udah dicangkul sama tentara, dan jangan lupa ngucapin terima kasih sama mereka."

Pihak rumah tahanan yang menyensor surat ini langsung pingsan.

Gifts From The Heart for Women

Ada pasangan suami isteri yang sudah hidup beberapa lama tetapi belum mepunyai keturunan. Sejak 10 tahun yang lalu, sang istri terlibat aktif dalam kegiatan untuk menentang ABORSI, karena menurut pandangannya, aborsi berarti membunuh seorang bayi.

Setelah bertahun-tahun berumah-tangga, akhirnya sang istri hamil, sehingga pasangan tersebut sangat bahagia. Mereka menyebarkan kabar baik ini kepada famili, teman2 dan sahabat2, dan lingkungan sekitarnya. Semua orang ikut bersukacita dengan mereka. Dokter menemukan bayi kembar dalam perutnya, seorang bayi laki2 dan perempuan. Tetapi setelah beberapa bulan, sesuatu yang buruk terjadi. Bayi perempuan mengalami kelainan, dan ia mungkin tidak bisa hidup sampai masa kelahiran tiba. Dan kondisinya juga dapat mempengaruhi kondisi bayi laki2. Jadi dokter menyarankan untuk dilakukan aborsi, demi untuk sang ibu dan bayi laki2 nya.

Fakta ini membuat keadaan menjadi terbalik. Baik sang suami maupun sang istri mengalami depressi. Pasangan ini bersikeras untuk tidak menggugurkan bayi perempuannya (membunuh bayi tsb), tetapi juga kuatir terhadap kesehatan bayi laki2nya. "Saya bisa merasakan keberadaannya, dia sedang tidur yenyak", kata sang ibu di sela tangisannya. Lingkungan sekitarnya memberikan dukungan moral kepada pasangan tersebut,dengan mengatakan bahwa ini adalah kehendak Tuhan.

Ketika sang istri semakin mendekatkan diri dengan Tuhan, tiba-tiba dia tersadar bahwa Tuhan pasti memiliki rencanaNya dibalik semua ini. Hal ini membuatnya lebih tabah. Pasangan ini berusaha keras untuk menerima fakta ini. Mereka mencari informasi di internet, pergi ke perpustakaan, bertemu dengan banyak dokter, untuk mempelajari lebih banyak tentang masalah bayi mereka. Satu hal yang mereka temukan adalah bahwa mereka tidak sendirian. Banyak pasangan lainnya yang juga mengalami situasi yang sama, dimana bayi mereka tidak dapat hidup lama. Mereka juga menemukan bahwa beberapa bayi akan mampu bertahan hidup, bila mereka mampu memperoleh donor organ dari bayi lainnya. Sebuah peluang yang sangat langka. Siapa yang mau mendonorkan organ bayinya ke orang lain?

Jauh sebelum bayi mereka lahir, pasangan ini menamakan bayinya, Jeffrey dan Anne. Mereka terus bersujud kepada Tuhan. Pada mulanya, mereka memohon keajaiban supaya bayinya sembuh. Kemudian mereka tahu, bahwa mereka seharusnya memohon agar diberikan kekuatan untuk menghadapi apapun yang terjadi, karena mereka yakin Tuhan punya rencanaNya sendiri.

Keajaiban terjadi, dokter mengatakan bahwa Anne cukup sehat untuk dilahirkan, tetapi ia tidak akan bertahan hidup lebih dari 2 jam. Sang istri kemudian berdiskusi dengan suaminya, bahwa jika sesuatu yang buruk terjadi pada Anne, mereka akan mendonorkan organnya. Ada dua bayi yang sedang berjuang hidup dan sekarat, yang sedang menunggu donor organ bayi. Sekali lagi, pasangan ini berlinangan air mata. Mereka menangis dalam posisi sebagai orang tua, dimana mereka bahkan tidak mampu menyelamatkan Anne. Pasangan ini bertekad untuk tabah menghadapi kenyataan yg akan terjadi.

Hari kelahiran tiba. Sang istri berhasil melahirkan kedua bayinya dengan selamat. Pada momen yang sangat berharga tersebut, sang suami menggendong Anne dengan sangat hati-hati, Anne menatap ayahnya, dan tersenyum dengan manis. Senyuman Anne yang imut tak akan pernah terlupakan dalam hidupnya. Tidak ada kata2 di dunia ini yang mampu menggambarkan perasaan pasangan tersebut pada saat itu. Mereka sangat bangga bahwa mereka sudah melakukan pilihan yang tepat (dengan tidak mengaborsi Anne ), mereka sangat bahagia melihat Anne yang begitu mungil tersenyum pada mereka, mereka sangat sedih karena kebahagiaan ini akan berakhir dalam beberapa jam saja. Sungguh tidak ada kata2 yang dapat mewakili perasaan pasangan tersebut. Mungkin hanya dengan air mata yang terus jatuh mengalir, air mata yang berasal dari jiwa mereka yang terluka.

Baik sang kakek, nenek, maupun kerabat famili memiliki kesempatan untuk melihat Anne. Keajaiban terjadi lagi, Anne tetap bertahan hidup setelah lewat 2 jam. Memberikan kesempatan yang lebih banyak bagi keluarga tersebut untuk saling berbagi kebahagiaan. Tetapi Anne tidak mampu bertahan setelah enam jam.

Para dokter bekerja cepat untuk melakukan prosedur pendonoran organ. Setelah beberapa minggu, dokter menghubungi pasangan tsb bahwa donor tsb berhasil. Dua bayi berhasil diselamatkan dari kematian. Pasangan tersebut sekarang sadar akan kehendak Tuhan. Walaupun Anne hanya hidup selama 6 jam, tetapi dia berhasil menyelamatkan dua nyawa. Bagi pasangan tersebut, Anne adalah pahlawan mereka, dan sang Anne yang mungil akan hidup dalam hati mereka selamanya...


Ada 3 point penting yang dapat kita renungkan dari kisah ini :
1. SESUNGGUHNYA, tidaklah penting berapa lama kita hidup, satu hari ataupun bahkan seratus tahun. Hal yang benar2 penting adalah apa yang kita telah kita lakukan selama hidup kita, yang bermanfaat bagi orang lain.

2. SESUNGGUHNYA, tidaklah penting berapa lama perusahaan kita telah berdiri, satu tahun ataupun bahkan dua ratus tahun. Hal yang benar2 penting adalah apa yang dilakukan perusahaan kita selama ini, yang bermanfaat bagi orang lain.

3. Ibu Anne mengatakan "Hal terpenting bagi orang tua bukanlah mengenai bagaimana karier anaknya di masa mendatang, dimana mereka tinggal, maupun berapa banyak uang yang mampu mereka hasilkan. Tetapi hal terpenting bagi kita sebagai orang tua adalah untuk memastikan bahwa anak2 kita melakukan hal2 terpuji selama hidupnya, sehingga ketika kematian menjemput mereka, mereka akan menuju surga".


Mohon KEMURAHAN HATI Anda untuk menyebarkan kisah ini kepada sanak keluarga Anda, famili, teman2, rekan2 kerja, rekan2 bisnis, atasan, bawahan, sebuah kelompok organisasi ataupun perusahaan, PELANGGAN,serta siapa saja yang Anda temui.

Ada 4 kemungkinan respon dari pihak2 yang telah membaca kisah ini.
PERTAMA, cuek / tidak peduli / tidak mengerti kisah ini.
KEDUA, tersentuh dengan kisah ini, tetapi tidak melakukan apapun.
KETIGA,tersentuh dengan kisah ini, intropeksi diri, lalu mengubah cara pandang tentang hidupnya.
KEEMPAT, tersentuh, intropeksi diri, mengubah cara pandang tentang hidupnya, lalu bergerak aktif untuk memaknai hidupnya sendiri dengan cara memberikan makna bagi kehidupan orang lain.

Bila di antara sekian banyak orang yang memperoleh kisah ini dari Anda, ada satu saja yang termasuk kategori nomor EMPAT, ini berarti Anda telah berhasil mengubah hidup seseorang, dari sekedar "Hidup" menjadi "Hidup Yang Lebih Bermakna". Mereka sungguh beruntung dengan kehadiran Anda di dunia ini.

Berhentilah Untuk Selalu Memikirkan Kepentingan Diri Sendiri, Jadikanlah Kehadiran Anda Di Dunia Ini Sebagai RAHMAT Bagi Orang Banyak dan Bagi Orang2 Yang Anda Cintai (Ayah, Ibu, Saudara/i,Suami/ Istri, Anak2 Anda, dst)


Dikutip dari "Gifts From The Heart for Women" karangan Karen Kingsbury.

The God Kind of Faith

Today's Scripture

“…the life which I now life in the flesh I live by the faith of the Son of God…” (Galatians 2:20).

Today's Word from Joel and Victoria

Faith is all around us. People have faith in so many different things: faith that a friend will be true, faith that your job is taking you on a certain career path, faith that the chair you are sitting on is going to hold you up! Faith is simply believing in something. But there are different kinds, or levels, of faith. There’s a difference between having faith in God and having the faith of God. When you open your heart to the God kind of faith, you’re actually allowing Him to believe through you. The God kind of faith will cause you to believe for things when you don’t even know how they’ll happen. And it probably won’t make sense in your mind, but you have to allow your spirit to rise higher than your thinking. Don’t talk yourself out of believing. Don’t focus on all the reasons why not, instead allow God’s faith to rise up within you. Meditate on His Word that says, you can do all things through Christ and you are strong in the Lord and the power of His might. As you allow God’s faith to flow through you, He’ll take you places you’ve never dreamed. You will rise higher and higher and live the abundant life the Lord has for you!

A Prayer for Today

Heavenly Father, today I humbly open my heart to You. Use me for Your glory and have Your way in my life. I choose to believe in You and invite You to believe through me. In Jesus’ Name. Amen.


From : Joel Osteen Ministries

27 March 2008

Air Tuba Dibalas Air Susu

Anda pernah mendengar istilah hacker? Hacker—seperti kita ketahui bersama adalah penjahat elektronika tingkat tinggi yang suka membobol jaringan komputer perusahaan—sering bermain mencuri data, mengubah data atau bahkan merusak data baik untuk iseng, komersial maupun tujuan yang lebih jahat lagi.

Kalau carding? Orang yang dengan menghalalkan segala cara mengetahui nomor kartu kredit orang lain untuk tindak kejahatan. Yang paling sering adalah memesan barang dengan kartu kredit itu. Akibatnya, dia yang terima barang, orang lain yang bayar.

Sebut saja namaku Ngilam. Aku, jujur saja, adalah orang Kristen yang sering kita sebut KTP—hanya nama di KTP yang Kristen atau singkatan Kristen Tanpa Pertobatan. Aku suka melakukan carding. Jumlah nomor kartu kredit orang lain yang kukantonginya—lewat barter, hijacking dan sebagainya—cukup banyak. Dengan kartu itu aku memesan barang-barang—terutama elektronik—yang mahal-mahal dan menyuruh orang lain untuk membayar, tentu saja dengan terpaksa. Jika pemilik kartu yang sah akhirnya tahu kalau kartunya dibobol maling, mereka mengirimkan e-mail berupa caci maki yang pedas. Namun aku cuek bebek. Card holder boleh menyalak, aku tetap membobol. Jika kartu yang kupakai sudah ketahuan, diblokir dan tidak bisa dipakai lagi, aku menggunakan nomor kartu kredit lain untuk meneruskan kejahatanku.

Suatu kali aku memakai kartu seorang wanita untuk kupakai transaksi. Ketika ketahuan, anehnya, sang pemegang kartu tidak mencaci-makiku seperti kebanyakan pemilik kartu kredit lain. Sebaliknya, dia mengirimkan pesan e-mail yang sangat simpatik, “May God forgive you!” Tidak hanya itu. Setiap Paskah dan Natal, pemilik kartu itu selalu mengirimkan kata-kata penghiburan dan ayat-ayat Alkitab yang menguatkan hatiku.

Apa yang terjadi. Aneh. Aku yang biasanya acuh tak acuh, kali ini gelisah dan tidak bisa tidur. Pemilik kartu itu benar-benar telah menumpukkan bara ke atas kepalaku. Air tuba yang kukirimkan ke­padanya dibalasnya dengan air susu. Sejak saat itu aku bertobat dan tidak melakukan praktik carding lagi.

(Xavier Quentin Pranata, seperti yang di-sharing-kan Risa kepadaku --bahana-online).

Tuhan Selalu Mendengar Doa Kita

Tris dan suaminya Jim, tinggal di kota B. Suatu pagi datang kabar dari S, kota asal Tris: Abang Tris telah berpulang.

Terkejut dan sedih oleh berita duka yang begitu mendadak, Tris segera terbang ke S. Karena masih ada masalah pekerjaan yang harus segera diselesaikan, Jim baru akan berangkat malam harinya dengan naik bus.

Sesampai di S, Tris menuju ke gedung tempat jenasah abangnya disemayamkan. Tris sangat berduka karena sudah cukup lama ia tidak berjumpa dengan abangnya itu dan sekarang semuanya sudah usai.

Malam hari itu, bersama dengan kakak dan adiknya, Tris pulang ke rumah Ibu Santo, ibunya. Tris selalu menginap di situ jika datang ke S. Malam itu cuaca mendung. Ketika melewati jalan rusak penuh lubang, adik Tris yang mengemudi memperlambat laju kendaraan. Tiba-tiba dari kegelapan, sesosok bayangan hitam muncul. Dengan belati berkilat ditangan mengancam lewat jendela mobil yang terbuka sebagian. Dengan gerak refleks adik Tris menginjak pedal gas, mobil maju menghentak dan terlonjak-lonjak kabur. Oleh pertolongan Tuhan mereka terlepas dari bahaya.

Tengah malam Tris masih terjaga di tempat tidurnya. Tris cemas mengingat Jim yang sedang dalam perjalanan dengan naik bus malam menuju S. Sesuai jadwal bus akan masuk S pada jam 03.30 dinihari. Untuk pergi ke rumah Bu Santo, Jim harus turun sebelum bus masuk jalan tol dan kemudian melanjutkan perjalanan dengan naik kendaraan lain. Jantung Tris masih berdebar-debar jika ingat peristiwa penodongan yang baru dialaminya. Tris membayangkan Jim sendirian di suatu jalan yang sepi dan gelap, menunggu angkutan di kota yang asing baginya. Bahaya apa yang mengintai Jim di tempat yang seram itu? Tapi Tris ingat Tuhan dan percaya akan perlindungan-Nya.

Tris berlutut dan berdoa. Lama Tris berdoa sampai tak terasa ia jatuh tertidur. Mentari pagi mendapati Jim di depan rumah Bu Santo. Jim tampak lesu. Ia lelah karena perjalanan yang cukup lama. Ia juga cemas kalau-kalau Tris jengkel karena menunggu kedatangannya terlalu lama.

Ragu-ragu Jim mengetuk pintu rumah. Pintu terkuak, Tris muncul menyambut Jim dengan wajah berseri-seri. Jim merasa lega, “Tumben nih dia kok tidak marah, kan aku terlambat lama?” pikirnya.

“Jim sampai siang begini tadi busnya mogok ya.”

“Lho kok tahu, memang bus mogok dua kali, lama-lama lagi. Padahal busnya masih bagus.”

Tris senyum-senyum saja. “Sekarang hampir jam delapan, sampai di S tadi jam berapa?”

“Jam tujuh pagi, terlambat sekitar tiga setengah jam, kamu menunggu lama ya?”

“Aku tahu kok, ndak masalah. Jadinya kamu turun dari bus kan sudah terang dan ramai, jadi lebih aman dong.”

“Emangnya kenapa, apa sekarang tidak aman?”

Tris lalu menceritakan pengalaman semalam, di mana ia dan saudaranya nyaris jadi korban penjahat.

“Kamu tadi kok tahu bahwa busnya mogok?”

“Aku cemas, kalau bus tiba di S tepat waktu, kan hari masih gelap. Jangan-jangan kamu ditodong seperti aku semalam. Aku lalu berdoa mohon pada Tuhan supaya bus yang kamu tumpangi mogok di jalan sehingga sampai di sini sudah pagi hari.”

“Eh ternyata Tuhan mengabulkan permohonanmu, biarpun doamu itu rada-rada konyol ya.”

“Terima kasih pada Tuhan, Ia yang selalu mendengarkan doa anak-anak –Nya biar doa konyol, sekalipun.”

“Ya ternyata Tuhan itu punya rasa humor yang besar ya.”

Markus 11:24,
Karena itu Aku berkata kepadamu : Apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.

Kartika, Semarang

Sejauh Timur Dari Barat

Pernah dengar lagu “Sejauh timur dari barat”?

Sejauh timur dari barat, Engkau membuang dosaku
Tiada Kau ingat lagi pelanggaranku
Jauh kedalam tubir laut, Kau melemparkan dosaku
Tiada Kau perhitungkan kesalahanku

Betapa besar kasih……pengampunanMu Tuhan
Tak Kau pandang hina hati…yang hancur….
Ku berterima kasih…..kepadaMu ya Tuhan
Pengampunan yang Kau beri…..pulihkanku…..

********************************************
Sejauh timur dari barat, demikian dijauhkannya dari pada kita pelanggaran kita. (Mazmur 103:12)

Renungan:
Timur dan Barat tak akan pernah bertemu. Ini adalah sebuah gambaran dari pengampunan Allah - bila Ia mengampuni dosa-dosa kita, Ia menyingkirkannya dan bahkan tidak mengingatnya lagi. Kita tak perlu lagi tenggelam ke dalam masa lalu kita, karena Allah bersedia mengampuni dan melupakan dosa-dosa kita. Manusia cenderung menggali kembali masa lalu yang buruk, tetapi Allah telah menghapus catatan diri kita menjadi bersih. Bila kita mengikut Allah, kita juga harus mencontoh teladan pengampunanan-Nya. Bila kita mengampuni orang lain, kita hendaknya juga melupakan kesalahan orang tersebut. Jika tidak, pada dasarnya kita belum benar-benar dapat mengampuninya.

Many says……..”It is really easy to say……..but really hard to do!”

Ingat nggak bait dalam doa “Bapa Kami”?

**Ampunilah kesalahan kami, seperti kamipun mengampuni yg bersalah kepada kami**

Nah…….jadi kita harus mengampuni dulu, baru kita juga diampuni oleh-Nya.

So……..just give it a try…..
Let’s learn together to forgive and forget……
Good morning……
Good luck…..
and GBU all……

From Dewi Sartika (post in Single Katolik mailing list)

Fearless Living

A woman traveled by plane with her infant daughter. When they landed, they were met in the waiting area by her father, who took the baby while she proceeded to the baggage claim area.

Standing there alone waiting to claim her luggage, she was absent-mindedly holding the baby's pacifier. She noticed a flight attendant staring at her, then at the pacifier in her hand. The flight attendant finally spoke: "Excuse me, Miss. Is this your first flight?"

Fear of flying has kept many people home. One woman reminds me that her terror of riding in airplanes actually has biblical roots. "We should be wary of flying," she asserts. "In the Bible, Jesus says, 'LO...I'll be with you always'"!

Other common fears have kept countless people from enjoying life fully. Some of the greatest fears we share are a fear of becoming incapacitated, a fear of financial ruin, fear of abandonment and fear of death. Fear may be the most powerful enemy of humanity. And it is an enemy all of us are intimately acquainted with.

As James Bell writes, "Fear is an insidious virus. Given a breeding place in our minds...it will eat away our spirit and block the forward path of our endeavors." Or, like someone else said, "Fear is called the little death - it kills in tiny pieces."

I received a letter from a woman who learned an important lesson about fear. She wrote that one of their children had died some months earlier. Then she said this: "My husband and I went to dinner last night, and...I overheard two women talking about a sister who had lost a child. [One of the women] said, 'I can't get over the change in my sister! She, who once was afraid of her own shadow, has become totally fearless! She is so confident - so brave! She says, 'The worst thing has already happened - what more should I be afraid of?'"

"Steve - that woman is so right! My husband and I started a conversation with these two women and I told them that I agreed with the sister who had lost a child.... The one thing every parent dreads (also) happened to us and, with the grace of God, we lived through it. So we can live through anything else."

By surviving their worst fears imaginable, these women have newfound courage. They believe that nothing can ever happen to them that is worse than what they have already endured; there is nothing that they cannot face with courage and strength.

-- Steve Goodier

Your Sun & Shield

Today's Scripture

“For the LORD God is a sun and shield; the LORD bestows favor and honor; no good thing does He withhold from those whose walk is blameless” (Psalm 84:11).

Today's Word from Joel and Victoria

God has a heart to pour out His favor and goodness in your life. He longs to be your sun and shield. What does the sun do for us? It lights our way, it keeps us warm, it nourishes the plants of the earth so that we can have food. The earth is sustained by its relationship to the sun, and God wants to sustain you through your relationship with Him. He wants to be your shield of protection against all the fiery darts of the enemy. He wants to light and direct your path. Are you ready to receive Him as your sun and shield today? Have you been relying on something or someone else to be your protection or give you direction? If you have, decide today to put down whatever you’ve been putting your trust in and choose to lean on your heavenly Father. Open your heart and receive all He has for you. Receive His favor, blessing and protection today. As you do, you’ll see your path shine brighter and brighter, and you’ll move forward in the life of victory the Lord has prepared for you!

A Prayer for Today

Father in heaven, today I open my heart and mind to You. I receive Your blessing and favor and ask that You direct my every step. Show me Your ways that I may walk with You today and always. In Jesus’ Name. Amen.


From : Joel Osteen Ministries

Humor : Gigi

Seorang kakek pergi ke seorang dokter.

"Dok," katanya, "Saya begitu menderita. Saya menderita sakit dada, pusing, pening, asam urat, sembelit, kram perut, sakit telinga, mata perih, radang paru-paru, tangan dan kaki selalu pegal..."

"Pak," kata sang dokter, "Anda mengeluh mengenai banyak penyakit yang Anda punyai..., lalu sakit apa yang tidak Anda punyai?"

Pria itu menjawab, "Gigi!"

26 March 2008

Menghadapi Yang Tidak Percaya

Yoh 20: 24-31 : Tetapi Tomas, seorang dari kedua belas murid itu, yang disebut Didimus, tidak ada bersama-sama mereka, ketika Yesus datang ke situ. Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya: "Kami telah melihat Tuhan!" Tetapi Tomas berkata kepada mereka: "Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya." Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!" Kemudian Ia berkata kepada Tomas: "Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah." Tomas menjawab Dia: "Ya Tuhanku dan Allahku!" Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya." Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab ini, tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya.

Tomas adalah murid yang tidak mudah memercayai kesaksian atau opini orang lain. Tak heran bila ia juga tidak mudah memercayai cerita murid-murid lain bahwa mereka telah melihat Tuhan. Tomas ingin membuktikan sendiri.

Menghadapi sikap Tomas, Tuhan tidak marah. Ia malah berkenan menyatakan diri kepada Tomas. Melihat bahwa Tomas hanya mau percaya kalau membuktikan sendiri, Yesus menawarkan kesempatan pada Tomas untuk melihat dan menyentuh bagian tubuh-Nya yang luka. Betapa besarnya kasih karunia Yesus pada Tomas, seperti kasih seorang ibu yang hanya menginginkan kesembuhan bagi anaknya yang sakit. Tak pelak, pembuktian itu membuat mulut Tomas mengakui kedaulatan Yesus. Yang muncul bukan lagi Tomas yang bergelut dengan keraguan, tetapi Tomas yang bertelut dalam pengakuan bahwa Yesuslah Tuhannya.

Kisah Tomas memperlihatkan pada kita bahwa Yesus memberi perhatian juga pada orang yang kritis dan hanya mau berdiri di atas fakta atau realitas. Ia membuat diri-Nya nyata dengan membiarkan Tomas berhadapan dan bersentuhan dengan Dia. Yesus menunjukkan kasih-Nya melalui cara yang dapat dipahami oleh Tomas. Kisah Tomas memberi pelajaran bagi kita, yang terlibat di dalam pelayanan, untuk menyatakan bahwa kasih Tuhan nyata bagi orang yang kita layani.

Kisah berikut kiranya menjadi inspirasi bagi kita. Seorang hamba Tuhan melayani sebuah kelompok pemahaman Alkitab buat remaja.

Salah seorang remaja yang dia pimpin harus menghadapi perceraian orang tuanya. Kesedihan dan kemarahan yang terpendam di dalam diri si remaja akibat perceraian tersebut, membuat dia ingin menguji kasih Yesus dan kasih hamba Tuhan yang melayani dia. Tantangan ini membuat si hamba Tuhan bertekun dalam doa, meminta Allah menganugerahkan kesabaran Ilahi untuk melayani si remaja. Dua tahun kemudian, si remaja memutuskan untuk menyerahkan hidupnya untuk melayani Tuhan sungguh-sungguh.