Tuhan Memberkati!
Part 1
Part 2
Part 3
Part 4
Part 5
Part 6
Part 7
Part 8
Ada seorang ibu rumah tangga yang memiliki 4 anak laki-laki.Urusan belanja, cucian, makan, kebersihan & kerapihan rumah dapat ditanganinya dengan baik. Rumah tampak selalu rapih, bersih & teratur Dan suami serta anak-anaknya sangat menghargai pengabdiannya itu.
Cuma ada satu masalah, ibu yg pembersih ini sangat tidak suka kalau karpet di rumahnya kotor. Ia bisa meledak dan marah berkepanjangan hanya gara-gara melihat jejak sepatu di atas karpet, Dan suasana tidak enak akan berlangsung seharian. Padahal, dengan 4 anak laki-laki di rumah, hal ini mudah sekali terjadi terjadi dan menyiksanya.
Atas saran keluarganya, ia pergi menemui seorang psikolog bernama Virginia Satir, dan menceritakan masalahnya. Setelah mendengarkan cerita sang ibu dengan penuh perhatian, Virginia Satir tersenyum & berkata kepada sang ibu :
"Ibu harap tutup mata ibu dan bayangkan apa yang akan saya katakan" Ibu itu kemudian menutup matanya.
"Bayangkan rumah ibu yang rapih dan karpet ibu yang bersih mengembang, tak ternoda, tanpa kotoran, tanpa jejak sepatu, bagaimana perasaan ibu?" Sambil tetap menutup mata, senyum ibu itu merekah, mukanya yg murung berubah cerah. Ia tampak senang dengan bayangan yang dilihatnya.
Virginia Satir melanjutkan; "Itu artinya tidak Ada seorangpun di rumah ibu. Tak Ada suami, tak ada anak-anak, tak terdengar gurau canda dan tawa ceria mereka. Rumah ibu sepi dan kosong tanpa orang-orang yang ibu kasihi".
Seketika muka ibu itu berubah keruh, senyumnya langsung menghilang, napasnya mengandung isak. Perasaannya terguncang. Pikirannya langsung cemas membayangkan apa yang tengah terjadi pada suami dan anak-anaknya.
"Sekarang lihat kembali karpet itu, ibu melihat jejak sepatu & kotoran disana, artinya suami dan anak-anak ibu ada di rumah, orang-orang yang ibu cintai ada bersama ibu dan kehadiran mereka menghangatkan hati ibu". Ibu itu mulai tersenyum kembali, ia merasa nyaman dengan visualisasi tsb.
"Sekarang bukalah mata ibu" Ibu itu membuka matanya
"Bagaimana, apakah karpet kotor masih menjadi masalah buat ibu?"
Ibu itu tersenyum dan menggelengkan kepalanya. "Aku tahu maksud anda" ujar sang ibu, "Jika Kita melihat dengan sudut yang tepat, maka hal yang tampak negatif dapat dilihat secara positif".
Sejak saat itu, sang ibu tak pernah lagi mengeluh soal karpetnya yang kotor, karena setiap melihat jejak sepatu disana, ia tahu, keluarga yg dikasihinya ada di rumah.
Kisah di atas adalah kisah nyata. Virginia Satir adalah seorang psikolog terkenal yang mengilhami Richard Binder & John Adler untuk menciptakan NLP (Neurolinguistic Programming). Teknik yang dipakainya di atas disebut Reframing, yaitu bagaimana Kita 'membingkai ulang' sudut pandang kita sehingga sesuatu yg tadinya negatif dapat menjadi positif, salah satu caranya dengan mengubah sudut pandangnya.
Terlampir beberapa contoh pengubahan sudut pandang :
Saya BERSYUKUR;
1. Untuk istri yang mengatakan malam ini kita hanya makan mie instan, karena itu artinya ia bersamaku bukan dengan orang lain
2. Untuk suami yang hanya duduk malas di sofa menonton TV, karena itu artinya ia berada di rumah dan bukan di bar, kafe, atau di tempat mesum.
3. Untuk anak-anak yang ribut mengeluh tentang banyak hal, karena itu artinya mereka di rumah dan tidak jadi anak jalanan
4. Untuk Tagihan Pajak yang cukup besar, karena itu artinya saya bekerja Dan digaji tinggi
5. Untuk sampah dan kotoran bekas pesta yang harus saya bersihkan, karena itu artinya keluarga kami dikelilingi banyak teman
6. Untuk pakaian yang mulai kesempitan, karena itu artinya saya cukup makan
7. Untuk rasa lelah, capai dan penat di penghujung hari, karena itu artinya saya masih mampu bekerja keras
8. Untuk semua kritik yang saya dengar tentang pemerintah, karena itu artinya masih ada kebebasan berpendapat
9. Untuk bunyi alarm keras jam 5 pagi yg membangunkan saya, karena itu artinya saya masih bisa terbangun, masih hidup
Untuk semua,
Seperti yang kamu tahu, kita semakin mendekati hari ulang tahun-Ku. Setiap tahun ada perayaan kehormatan-Ku dan Aku kira tahun ini akan sama.
Selama masa ini banyak orang berbelanja kado, banyak pengumuman di radio, iklan-iklan TV, dan di setiap bagian di dunia semua orang membicarakan ulang tahun-Ku semakin dekat.
Saya sangat senang mengetahuinya, setidaknya setiap tahun sekali, orang-orang memikirkan Aku.
Seperti yang kita tahu, perayaan ulang tahun-Ku sudah di mulai beberapa tahun yang lalu.
Pertama-pertama orang-orang nampak mengerti dan sangat berterima kasih untuk semua yang Aku lakukan untuk mereka, tetapi kali ini, tidak seorangpun tahu alasan perayaan.
Keluarga dan teman-teman bersama-sama dan bersenang-senang, tetapi mereka tidak tahu arti perayaan. Aku ingat tahun lalu ada perayaan kehormatan untuk Aku. Meja makan malam penuh dengan makanan lezat, kue-kue kering, buah-buahan, kacang-kacangan, coklat. Dekorasinya indah sekali dan ada sangat banyak sekali kado-kado yang terbungkus.
Bagaimanapun, apakah kamu tahu sesuatu? Aku tidak di undang.
Aku adalah tamu kehormatan dan mereka tidak ingat untuk mengimi Aku undangan.
Pestanya untuk Aku, tetapi ketika hari itu datang, Aku di tinggal diluar, mereka menutup pintu untuk saya dan Aku ingin bersama mereka dan berbagi meja dengan saya.
Sebenarnya, hal itu tidak mengejutkanku karena beberapa tahun yang lalu mereka menutup pintu buat Aku. Sejak aku tidak di undang, Aku memutuskan untuk masuk ke pesta tanpa suara. Aku berdiri di sudut ruangan.
Mereka semua minum, ada beberapa yang mabuk dan menceritakan humor dan menertawakannya. Mereka sangat bersenang-senang.
Puncaknya, orang gemuk besar ini berpakaian merah dengan janggut putih yang panjang masuk ke ruangan berteriak “Ho-Ho-Ho!” Dia kelihatannya mabuk. Dia duduk di sofa dan semua anak-anak kecil berlari menuju kepadanya, dengan berkata: “Sinterklas, Sinterklas” seperti pesta kehormatan ini untuk dia!
Pada tengah malam orang-orang saling berpelukan, Aku membuka tanganku untuk menunggu seseorang memeluk-Ku dan kamu tahu .. tidak seorangpun memeluk-Ku.
Tiba-tiba mereka mulai bertukar kado. Mereka membuka kado satu per satu dengan pengharapan yang besar. Ketika semua terbuka, Aku melihat jika, mungkin, ada yang buat Aku. Apa yang kamu rasakan jika di hari ulang tahunmu semua orang bertukar kado dan kamu tidak mendapatkan satupun?
Aku kemudian mengerti bahwa Aku tidak di butuhkan di pesta dan aku pergi diam-diam.
Setiap tahun bertambah buruk. Orang-orang hanya ingat kado, pesta, makan dan minum, dan tidak seorangpun yang ingat Aku.
Aku akan senang Natal ini kamu mengijinkan Aku untuk masuk dalam hidupmu.
Aku akan senang kalau kamu mengenali kenyataan bahwa hampir 2000 tahun yang lalu Aku datang ke dunia ini untuk memberikan hidup-Ku untukmu, di kayu salib, untuk menyelamatkanmu.
Sekarang, Aku hanya ingin kamu percayai ini dengan seluruh hatimu.
Aku ingin membagikan sesuatu buat kamu. Karena aku tidak di undang di pesta mereka berkali-kali, Aku akan mengadakan perayaan sendiri, pesta yang megah yang tidak pernah di bayangkan orang, pesta yang spektakuler. Aku masih menyusunnya.
Sekarang Aku mengirimkan banyak sekali undangan dan mengundang kamu. Aku ingin tahu jika kamu mau hadir dan Aku akan melakukan reservasi untuk kamu dan menulis namamu dengan kertas emas di buku tamu besarku.
Hanya orang-orang yang terdaftar di buku tamu yang akan di undang di pesta.
Yang tidak memesan, akan di tinggal di luar. Siap-siaplah karena ketika semuanya siap kamu akan menjadi bagian di pesta-Ku
Sampai ketemu lagi. Aku mencintaimu!
Yesus