16 October 2009
Apartemen Lantai 60
15 October 2009
Kualitas Hidup
Kolose 3:23 - "Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia."
Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 107; Yakobus 4; Yehezkiel 19-20
Martin Luther King Jr, pernah berkata, "jika seseorang ditakdirkan untuk menjadi penyapu jalan, ia harus menyapu jalan seperti Michaelangelo melukis atau Beethoven bermain musik, atau Shakespear menulis. Ia harus menyapu jalan dengan baik, sehingga semua pemilik rumah di surga dan bumi akan berhenti untuk berkata: disini hidup tukang sapu jalan besar yang mengerjakan pekerjaannya dengan baik."
Pernyataan diatas mengajarkan kepada kita suatu kebenara, bahwa apapun yang kita kerjakan atau dimana pun kita ditempatkan haruslah kita melakukannya dengan sungguh-sungguh. Hal ini berarti bahwa kita tidak boleh membeda-bedakan setiap pekerjaan yang menjadi tanggung jawab kita. Namun, hal ini terkadang sulit untuk dilakukan khususnya bagi mereka yang sudah terbiasa memegang pekerjaan yang besar. Tetapi, mengenai hal ini Paulus memberikan nasihatnya.
Dalam suratnya kepada Jemaat di Kolose, Paulus mengingatkan agar mereka melakukan apa yang menjadi kewajiban mereka seperti yang untuk Tuhan. Apa artinya ini? Artinya setiap pekerjaan atau pelayanan yang diberikan kepada kita akan Tuhan minta pertanggungjawabannya. Bila kita memegang prinsip ini maka apa yang kita lakukan hasilnya pun tidak mengecewakan.
Orang-orang sekitar kita akan menilai setiap pekerjaan yang kita lakukan, bahkan bukan kita yang dinilainya, tetapi Dia yang hidup dalam kita. Baik buruknya hasil pekerjaan yang telah kita perbuat akan menyeret nama Tuhan ke dalamnya.
Oleh karena itu, marilah kita mulai menganggap setiap tugas, pekerjaan atau pelayanan yang diberikan kepada kita adalah anugerah dari Tuhan, sehingga ketika akan mengerjakannya, kita melakukan semuanya itu dengan sungguh-sungguh dan hati yang rela.
Keseriusan Anda melakukan pekerjaan menandakan seberapa besar arti Tuhan dalam hidup Anda.
Jawaban.com
14 October 2009
I Love Indonesia
Hal Sederhana
Matius 25:21 - "Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu."
Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 106; Yakobus 3; Yehezkiel 17-18
Suatu kali seorang anak kecil datang menghampiri ibunya, katanya seperti ini, "Ma, aku mau ngebantu papa membetulkan mobil itu, tapi aku gak tahu caranya. Aku kan tidak mengerti tentang mesin. Nanti bukannya membantu malah ngerusakin lagi." Sang ibu yang melihat keinginan besar dari anaknya menjawab, "Nih, kamu bawa gelas air kasih ke papa sana," Tanpa disuruh dua kali, ia pun berjalan perlahan-lahan sambil membawa segelas air.
Tidak berapa lama kemudian sampailah di samping ayahnya yang sedang bekerja. Namun, saking seriusnya ayahnya tidak menyadari kehadiran si anak. Tidak kehabisan akal, si anak pun menepukkan tangannya ke paha sang ayah dan benar ayahnya pun menoleh kepadanya. Dengan tersenyum, anak kecil ini menyodorkan gelas berisi air kepada sang ayah. Terkejut dengan apa yang dilakukan anaknya, sang ayah menerima gelas tersebut dan meminumnya.
Setelah meminum air tersebut, sang ayah pun mengucapkan kata-kata terima kasih kepada si anak, "terima kasih ya nak udah bawain papa air minum. Apa yang kamu lakukan telah membantu papa sehingga papa tidak kehausan lagi dan bisa menyelesaikan memperbaiki mobil yang sedang rusak ini".
Seringkali kita pun berpikir sama dengan yang anak kecil itu pikirkan. Kita berusaha keras mencari bagaimana menyenangkan hati Tuhan dengan giat dalam pelayanan mimbar atau persekutuan yang menghadirkan ribuan jiwa. Kita merasa dengan melakukannya semuanya itu kita telah membuatnya tersenyum. Namun, ternyata Dia tidak terlalu memperhatikan itu.
Yang membuat Allah tersenyum adalah ketika Anda dengan setia mencari wajah-Nya setiap hari; tidak bersungut-sungut ketika mendapat pekerjaan yang sepertinya remeh yang diberikan oleh orang di keluarga, kantor, maupun gereja Anda. Semua itu mungkin terlihat sederhana bagi orang-orang dunia, tetapi Dia memperhitungkannya.
Ukuran Tuhan menilai Anda adalah kesetiaan, hanya itu.
jawaban.com
13 October 2009
Yesus Palsu Di Siberia
Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda dan mujizat-mujizat dengan maksud, sekiranya mungkin, menyesatkan orang-orang pilihan - Markus 13:22
12 October 2009
Hak Yahudi Atas Tanah Israel
Sumber : jewishvirtuallibrary.org
11 October 2009
Humor : Topik Pembicaraan Dalam Kencan
Ayahnya menjawab, “Anakku, ada tiga topik pembicaraan yang selalu berhasil, yaitu tentang makanan, keluarga dan filosofi.”
Pemuda itu kemudian menjemput pacarnya dan mereka pergi ke sebuah kedai es krim. Mereka saling memandang untuk beberapa saat, sementara kegelisahan pemuda itu menjadi-jadi.
Tiba-tiba ia ingat akan nasihat ayahnya. Lalu memilih topik yang pertama.
Ia bertanya kepada gadis itu, “Apakah kamu suka sayur bayam?” Gadis itu menjawab, “Tidak,” kemudian keheningan berlanjut.
Setelah melewati beberapa saat yang tidak nyaman, pemuda itu ingat akan nasihat ayahnya dan mencoba topik yang kedua. Ia bertanya, “Apa kamu mempunyai saudara laki-laki?”
Lagi-lagi gadis itu menjawab, “Tidak!”. Dan keheningan berlanjut lagi.
Kemudian pemuda itu memainkan kartunya yang terakhir. Ia ingat akan nasihat ayahnya dan mengajukan pertanyaan ini, “Bila kamu mempunyai saudara laki-laki, apakah ia suka makan sayur bayam?”
* Download as PDF, please visit : http://www.ziddu.com/download/6851392/topikpembicaraandalamkencan.pdf.html
10 October 2009
Berlibur
I Yohanes 1:3 - "Dan persekutuan kami adalah persekutuan dengan Bapa dan dengan Anak-Nya, Yesus Kristus."
Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 102; Lukas 23; Yehezkiel 9-10
Adakah di dunia ini orang Kristen yang dapat berkata kepada Tuhan, "Tuhan, bolehkah saya berlibur sebentar saja untuk tidak berhubungan dengan Engkau? Saya kan sudah melayani Engkau selama ini, jadi boleh kan saya meminta satu hari saja untuk melakukan apa yang saya mau"? Saya percaya mungkin saja ada orang-orang seperti itu, tetapi saya hanya dapat berkata itu adalah sebuah pendapat yang sungguh konyol.
Mungkin mendengar hal ini, beberapa dari Anda mengapa saya mengapa saya mengatakan itu? salah satu alasan saya mengatakan itu adalah pendapat yang konyol adalah karena sesungguhnya perjalanan hidup kita bersama dengan Allah harus berlangsung terus menerus, setiap hari, bahkan lebih tepatnya lagi setiap saat. Jadi, tidak lah mungkin bila kita harus meminta izin kepada Tuhan untuk berlibur sementara.
Seorang pemain basket NBA, Grant Hill sempat mengutarakan mengenai bagaimana dia bisa menjadi seorang pemain yang profesional dan inilah salah tipsnya: "Saya tidak dapat libur berlatih selama satu minggu, sebab sehari saja saya berlibur, saya merasa keahlian saya semakin berkurang".
Begitu juga dengan kehidupan kerohanian kita. Jika kita sebagai orang-orang mengasihi Tuhan menginginkan untuk berlibur dari-Nya maka kita pun pasti akan merasakan sesuatu yang "berkurang" dari diri kita. Kita akan kehilangan tuntunan Firman-Nya dan persekutuan dengan-Nya yang kita rasakan melalui doa-doa kita. Bahkan bahayanya lagi, kita akan melangkah kepada kejatuhan.
Saya tidak tahu sudah berapa lama Anda menjadi anak Allah yang beriman dalam Kristus, tetapi yang jelas Anda haru selalu menjaga hubungan dengan Dia. Bukan hanya dengan Anda melakukan aktivitas-aktivitas rohani yang terlihat oleh orang-orang di sekitar seperti pergi ke gereja setiap minggu atau bersaat teduh setiap hari, tetapi juga dengan memelihara hubungan itu secara kontinu. Jadi, jika Anda ingin "berlibur" dalam memelihara hubungan Tuhan, ingatlah bahwa hal itu akan melemahkan langkah hidup Anda.
Agar kerohanian Anda tetap sehat, berjalanlah selalu bersama Yesus.
Jawaban.com
Weekly Scripture – Kolose 4:6
"Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang." - Kolose 4:6
Humor : Babi Makan Apa?
Pada suatu hari datang petugas dinas kesehatan untuk memeriksa babi-babi disebuah peternakan. Maka bertanyalah petugas itu kepada pengusaha peternakan, “Tolong dijelaskan babi-babi ini dikasih makan apa saja ?”.
Pengusaha itu menjawab, “You tahulah… babi-babi ini setiap hali owe kasih sisa-sisa makanan sajalah…”.
“Wah , engga boleh donk. Mana sehat ?!?”, gertak petugas.
Pengusaha mulai kesal tahu maksud si petugas ini, “Okelah nanti owe pebaiki. sekalang ini ceban buat you beli loko.”
Petugas pergi dengan senang dapat sepuluh ribu. Sebulan kemudian datang petugas dengan pertanyaan yang sama. Pengusaha itu kali ini menjawab, “You tak pelu takut lah… babi-babi sudah owe kasih makan sedap-sedap setiap hari…”
“Wah gimana sich…rakyat masih banyak yang kelaparan koq babi dikasih makan enak !!!”, kembali petugas menjawab dengan muka garang.
Sekali lagi petugas kena disogok dengan cebanan lalu pergi. Sebulan berikutnya datang lagi si petugas ini, “Sekarang saya musti periksa dengan seteliti-telitinya, babi-babi ini dikasih makan apa saja?”
Dengan tegas dan nada keras si pengusaha menjawab, “Owe puciiing.. dikasih makan ini salah, dikasih makan itu salah…. Sekalang tiap babi owe kasi goceng-goceng sulu cali makan sendili-sendili dilual..”























