Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

16 September 2009

Titipan Tuhan

07parented Di Indonesia, kita memperingati tanggal 23 Juli sebagai Hari Anak. Kita tidak hanya dingatkan bahwa setiap anak berhak mendapatkan kesehatan, pendidikan, serta perlakuan yang layak (hak asasi anak). Sebagai orang percaya, hendaknya kita menyadari bahwa anak-anak kita hanya titipan Tuhan. Anak bukan milik orangtua, melainkan milik Tuhan. Tugas kita sebagai orangtua adalah merawat dan mendampingi anak tersebut bertumbuh sesuai dengan rencana-Nya, bukan rencana kita sebagai manusia.

Kita tidak bisa memilih talenta dan karunia yang Tuhan taruh dalam diri anak kita. Meski demikian, kita bisa mebantu anak untuk mengembangkan berbagai kemampuan dan keterampilan di dalam hidupnya. Kita juga tidak bisa menentukan panggilan hidup seperti apa yang akan dimiliki oleh anak kita, sebab itu adalah urusan Tuhan secara pribadi dengan anak yang bersangkutan. Namun, sebagai orangtua, kita bisa mengajarkan kepada anak-anak kita untuk hidup taat di dalam jalan Tuhan.

Sayangnya, di tengah pergumulan kehidupan dan kebingungan kita menghadapi masa depan, terutama saat kita berupaya menyediakan yang terbaik bagi masa depan mereka, kita sebagai orangtua justru lupa untuk BERTANYA kepada Sang Pencipta : Apa yang sebenarnya Tuhan ingin lakukan bagi anak0anak yang Dia titipkan kepada kita?

Sejak kecil kita sudah menusunskenario agar si anakbisa menjadi seorang dokter. Padahal, Tuhan menitipkan benih musik di dalam dirinya. Saat si anak bertumbuh dewasa dan berani berpendapat untuk memilih sekolah musik daripada sekolah kedokteran, kita menguliahinya panjang lebar, bahwa seni tidak bisa menghasilkan uang untuk hidup layak.

Sejak kecil anak kita terlihat aktif secara fisik dan menyukai olah raga melebihi segala kegiatan lainnya. Namun, sebagai orangtua, kita lebih tertarik untuk melihat prestasi anak kita dalam bidang matematika dan bahasa inggris.

Akhirnya, anak-anak kita tidak bertumbuh dan berkembang seperti yang Tuhan kehendaki, tetapi seperti yang orangtua kehendaki. Tentu semua orangtua menginginkan YANG TERBAIK bagi anak-anaknya. Tetapi pertanyaan penting yang harus kita jawab terlebih dahulu adalah, “Sudahkah kita BERTANYA kepada Tuhan sebelum kita menasehati anak-anak kita tentang pilihan hidupnya pada masa depan?”. Adakah rancangan kita sebagai orangtua LEBIH BAIK daripada rancangan TUHAN?

Yeremia 29:11 - “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apap yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan-rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

Tuhan menitipkan talenta dan karunia di dalam diri anak-anak kita bukan untuk “diseleksi” oleh orangtua. Mana yang kita anggap cocok kita kembangkan, sedangkan kelebihan anak kita yang menurut ukuran kita “bakal tidak menghasilkan apa-apa” dalam hidupnya, sebaiknya diabaikan saja. Pernahkah Tuhan salah mengombinasikan bakat/kemampuan dalam diri anak-anak kita?

Billy Frank, putra seorang petani penjual susu, lebih suka membaca buku Tarzan dan Marcopolo dibanding membantu ayahnya memerah susu dan mengurus pertanian. Ia adalah seorang anak yang aktif dan energik, selalu berlari, menyelidiki, dan sepertinya tidak pernah merasa lelah. Kisah-kisah petualangan dan perjalanan para misionaris sangat memikat hatinya. Bahkan masa-masa kuliahnya ia lewat sembari menawarkan diri menjadi “penolong” (pembantu) bagi para penginjil yang bisa ditemuinya. Dalam suratnya kepada ibunya, “Aku ingin seperti orang ini.”

Tentu saat ini tidak ada orang kristiani yang belum pernah mendengar nama Billy (Frank) GRAHAM, bukan? Ya, kisah diatas adalah cuplikan kisah masa kecil seorang penginjil yang sangat terkenal di seluruh dunia. Lihatlah bahwa Tuhan tidak pernah salah menitiipkan talenta maupun karunia di dalam diri seorang anak. Bahwa setiap keunikannya, setiap pembawaannya, setiap minat dan hobinya, itu semua merupakan potensi yang jika ditumbuhkembangkan, akan membuat anak tersebut betul-betul menjadi seperti yang Tuhan inginkan.

Diperlukan IMAN untuk bisa menerima seorang anak apa adanya. Dan, IMAN untuk yakin bahwa Tuhan tidak pernah salah mengombinasikan segala potensi yang ada dalam diri anak-anak-Nya. Bahwa itu semua sudah Dia rancang untuk membawa maksud yang baik. Baik untuk anak tersebut, maupun baik untuk menggenapi pekerjaan Tuhan.

Efesus 2:10 : Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

John C. Maxwell mendefinisikan SUKSES sebagai berikut.
1. Mengetahui maksud Anda dalam kehidupan
2. Bertumbuh untuk mencapai potensi maksimal Anda
3. Menaburkan benih yang menguntungkan bagi sesama.

Sudahkan kita bertanya dan berserah kepada Tuhan demi panggilan hidup anak-anak kita? Bertanyalah, karena Tuhan akan menjawab. Serahkanlah, karena hanya di dalam Tuhan ada jaminan masa depan yang pasti bagi anak-anak kita.

Oleh : Meilania
Guru Sekolah Minggu, pembicara seminar dan pelatihan guru Sekolah Minggu, moderator milis diskusi e-BinaGuru

Sumber : Renungan Harian Edisi Juli 2009

15 September 2009

Tidak Alami

Bilangan 12:3 "Adapun Musa ialah seorang yang sangat lembut hatinya, lebih dari setiap manusia yang di atas muka bumi."

Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 77; Ibrani 11; Yeremia 3-4

Kata-kata apakah yang muncul dalam pikiran Anda saat Anda berpikir tentang para pemimpin besar seperti Musa? Tentunya bukan kata "lembut" yang akan pertama kali terlintas dalam daftar Anda, tetapi kata itulah yang dicatat Alkitab tentang orang yang telah dipakai Tuhan membawa keluar bangsa Israel dari tanah Mesir beribu-ribu tahun yang lalu.

Musa mempunyai berbagai macam alasan bersikap rendah hati karena ia memang bukan seorang pemimpin alami. Dalam Alkitab tidak ada tanda-tanda bahwa ia dapat menarik atau memimpin suatu kelompok hingga delapan puluh tahun pertama kehidupannya. Sejauh yang kita ketahui, usaha pertamanya menggunakan pengaruhnya adalah ketika menolong orang dari sukunya yang berakibat terbunuhnya seorang mesir dan ia pun melarikan diri dari negeri itu. Empat puluh tahun berikutnya dihabiskan Musa dalam pengasingan di padang gurun Midian, suatu masa yang sunyi yang diringkaskan Firman Tuhan dalam tiga ayat (Keluaran 2:21-23).

Anda tidak perlu menjadi seorang yang berbakat "alami" untuk menjadi seorang pemimpin yang besar; Anda hanya memerlukan hati bagi Allah dan roh yang mau diajar. Sebagian pemimpin besar dalam firman Tuhan dibentuk, tidak dilahirkan. Kabar baik bagi kita, Allah masih membuatnya pada masa kini. Apakah Anda salah satunya?

Persoalan menjadi seorang pemimpin adalah kemauan untuk diproses Tuhan, bukan kemampuan diri sebagai pemimpin.

Jawaban.com

Rumah Di Balik Rumput Liar

Ada dua orang anak kecil yang sedang berjalan di suatu jalan yang berdebu. Mereka menemukan sebuah bangunan tua dengan jendela-jendela yang pecah kacanya. Warna dindingnya sudah amat kusam dan rumput sudah tumbuh tinggi mengelilingi bangunan tua itu. Kedua anak itu tetap ingin memasuki bangunan itu. Mereka membuka pintunya yang hampir tak dapat dibuka karena engselnya sudah rusak.

Ternyata bangunan itu adalah sebuah gereja yang sudah lama tidak digunakan lagi. Bangku-bangkunya penuh dengan debu dan kotoran, sedangkan meja mimbarnya masih terdapat sebuah Alkitab di atasnya. Disamping itu juga masih terdapat kantong kolekte dan beberapa buku puji-pujian di atas lantai. Agaknya gereja ini ditinggalkan dengan tergesa-gesa. Di sudut sana masih terdapat sebuah piano yang ketika itu pasti masih dapat mengeluarkan banyak sekali puji-pujian yang merdu. Kemudian kakak beradik, Billy dan Tommy, memandang satu dengan yang lain.

“Mengapa kita tidak membersihkan gereja ini?”

Mulailah mereka menyapu dan mengepel lantainya serta mengumpulkan kaca-kaca yang pecah. Selanjutnya mereka memotong rumput yang sudah terlampau panjang. Akhirnya mereka menggantung kembali papan nama gereja yang sudah jatuh di antara rerumputan itu.

Selanjutnya mereka pulang. Ternyata ayah mereka sudah tidak nampak lagi, sedangkan ibunya berada di belakang menangis karena ayah mereka menyakitinya seperti biasa.

“Mama, janganlah menangis, hapuslah air matamu, mama”, kata si kecil Billy, ” sebab kami punya sebuah kejutan jaraknya sekitar 1,5 km dari sini”, sambung Tommy.

Mereka menarik tangan ibunya sehingga membuat ibu mereka berlari dengan mereka. “Ada apa, sih, apa yang kalian telah lakukan?”, tanya ibu mereka.

Akhirnya mereka sampai di bangunan tua yang tersembunyi di balik rerumputan liar itu. Dan di tempat itulah mereka berdiri di depan sebuah gereja dusun yang nampak seperti sedia kala.

“Mam, mengapa mama menangis?”, tanya anak-anaknya.

“Kami mengira telah membuat mama senang.”

Ibu mereka menjawab, “Memang anak-anakku, sekarang diamlah dan dengarkanlah dengan seksama.”

Mereka semua diam, dan terdengarlah oleh mereka suara seseorang dari dalam gereja itu. Suara ayah mereka yang sedang berdoa dengan kepala tertunduk.

“Ampunilah aku, ya Tuhan! Ampunilah aku! Aku tidak layak menerima kasihMu! Berikanlah aku TerangMu supaya aku dapat keluar dari kegelapan untuk memperoleh keselamatanMu. Aku telah tersesat dan telah menjalani hidupku dengan salah, sampai aku menemukan gereja ini, tempat di mana semestinya aku berada. Berkatilah, Tuhan berkatilah mereka yang telah membuatku melihat kembali gereja kecil yang tersembunyi di balik rerumputan liar ini.”

Kemudian ia menengadahkan kepalanya dan kedua tangannya terangkat untuk mengundang dua anak kecil dengan wajah kotor disertai istrinya yang mendampingi mereka. Mereka berlari menubruk ayah sekaligus suami dalam satu pelukan erat sambil mengeluarkan air mata.

“Janganlah khawatir, anak-anakku, aku kini bukan lagi ayah kalian yang dulu kalian kenal. Sekarang, segala sesuatu telah menjadi lain. Bersuka citalah dan marilah kita mengumpulkan orang-orang supaya mereka mau mengunjungi gereja kecil ini lagi.”

Mereka berbahagia, karena Tuhan telah mengembalikan ayah mereka, dan itulah yang lebih berharga dari pada seluruh emas di dunia. Pada hari Minggu, semua bangku penuh dengan pengunjung dan semua terlihat bergembira, terutama dua orang anak kecil yang telah menemukan gereja tua di balik rerumputan liar ini yang tak terlihat oleh orang.

Tidak ada sesuatu yang sukar dicari… bila anda berjalan dengan Terang Bapa Surgawi!

Penulis: Sherri Puckett
Mayfield, Ky

14 September 2009

Pada Waktu Senang Dan Susah

Mazmur 91:14-15 - "Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku. Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya."

Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 76; Ibrani 10; Yeremia 1-2

Tuhan telah disebut dengan banyak nama. Dialah Tuhan Penyembuh kita, Pemelihara kita, Panji kita dan Kebenaran kita. Dia juga berjanji untuk menjadi pembebas kita. Dalam dunia yang susah ini mungkin menjadi yang paling sering kita butuhkan ialah Dia sebagai pembebas.

Tetapi banyak orang percaya yang tidak pernah mengalami kuasa pembebasan Tuhan yang perkasa karena mereka tidak berjalan dengan dekat Dia setiap hari. Mereka menanti sampai bahaya melanda, baru mereka berseru kepada-Nya. Itu tidak akan berhasil.

Jika Anda mau Tuhan meluputkan Anda pada waktu susah, Anda harus bersekutu dengan Dia pada waktu senang. Mengapa? Karena Tuhan menanggapi iman. Iman kita, bukannya kebutuhan kita yang menyebabkan Dia bertindak untuk kepentingan kita. Dan kita takkan sanggup mengembangkan jenis iman itu, jenis kepercayaan dan keyakinan itu kepada-Nya, jika kita tidak cukup meluangkan waktu bersama Dia untuk mengenal-Nya.

Dalam I Yohanes 3:20-22 dikatakan bahwa kita mempunyai keberanian percaya untuk mendekati Tuhan bila kita melakukan hal-hal yang berkenan kepada-Nya. Jika kita hanya berbakti pada Tuhan dengan setengah hati maka kita takkan mempunyai keberanian percaya kepada-Nya untuk membebaskan kita dari kesukaran. Bila bahaya menimpa kita, kita akan mendapati diri kita dilumpuhkan oleh ketakutan.

Kasihilah dan layanilah Tuhan dengan segenap hati. Berjalanlah dekat Dia di waktu senang. Kemudian bila Anda membutuhkan Dia sebagai Pembebas Anda, maka Anda akan tahu tanpa ragu bahwa Anda dapat mempercayai-Nya untuk memelihara Anda!

Saat Anda dapat mengucap syukur kepada Tuhan pada waktu senang, di kala masalah datang Anda pun akan dapat bersyukur kepada-Nya

Jawaban.com

Manage Your Boss

Hubungan dengan atasan tidak disangkal lagi mempengaruhi kinerja dan karier kita. Untuk membina hubungan dengan atasan pertama-tama yang kita perlu lakukan adalah mengerti kebiasaan dan peribadi atasan, tatau kalau mengambil istilah Steven Covey dikenal dengan First to Undertand than to be Understood. Bayangkan saja kalau ide dan proposal kita sering ditolak yang mungkin hanya disebabkan oleh karena kita tidak mengenal gaya, kebiasaan dan pribadi atasan kita.

Dalam tes kepribadian biasanya ada 4 jenis kelompok utama yang namanya tentu saja bergantung alat tes yang digunakan, dari yang paling sederhana sampai yang lengkap dan terpadu. Perusahaan banyak yang menggunakan DISC profiling atau yang sederhana seringkali juga menggunakan Color Code dari Hartman. Tentu saja untuk dapat berhubungan baik dengan atasan, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mengetahui pribadi kita terlebih dahulu. Kalau tidak ada kesempatan melakukan tes tentu saja kita dapat menganalisa kebiasaan-kebiasan keseharian kita dan atasan kita dengan melihat perilaku sehari-harinya.

Berikut ilustrasi cara mengenal atasan secara sederhana. Coba kita perhatikan kebiasaan atasan kita dengan cara misalnya melihat meja kerjanya. Apakah meja kerjanya rapi? Kalau ya, coba perhatikan lagi apakah yang bersangkutan sangat detail, analitis, prefeksionis, teliti dan senang dengan angka? Kalau jawabannya ya, maka segala bentuk usulan atau proposal harus dilengkapi dengan data, analisa dan rekomendasi yang jelas. Selain itu tipe bos seperti ini cenderung disiplin sehingga kalau ada janji dengan dia, Anda wajib datang tepat waktu dan sekali-kali datang terlambat karena dapat dipastikan bahwa bos Anda akan tidak senang dan segala proposal yang sudah dipersiapkan menjadi sia-sia. Jangan lupa bahwa bos seperti ini cenderung banyak pertimbangan dan mempunyai kesulitan dalam mengambil keputusan.

Ada tipe bos yang sangat ramah, komunikatif dan persuasif. Pembawaannya fun dan meja kerjanya tidak rapi alias berantakan. Seringkali impulif dan tidak disiplin tetapi karismatik. Dapat dibayangkan kalau saja bawahannya mempunyai tipe seperti diatas yang sangat detail dan tidak menyesuikan dengan tipe bos yang ramah seperti ini, maka proposal yang disiapkan secara detail, rapi dengan penuh angka dan analisa menjadi tidak efektif lagi. Karena bos seperti ini tidak terlalu suka angka-angka dan tidak detail. Bos seperti ini senang dengan laporan yang bersifat verbal dan disampaikan dengan cara tidak terlalu formal. Jangan lupa juga membuka percakapan yang bersifat pribadi karena tipe bos seperti ini seringkali sharing perasaan pribadinya. Mengadakan meeting saat lunch atau di cafe dapat membantu memperlancar diskusi dengan bos seperti ini. Kadang proposal Anda tidak perlu dibaca lagi dan langsung disetujui. Tentu saja hal ini yang kita harapkan kan?

Tipe bos ketiga adalah bos yang sangat dominan, tegas dan senang menunjukkan kekuasaannya. Bos seperti ini cenderung to the point dan tidak sabaran. Dalam mengajukan proposal tentu saja harus menyajikan data faktual dan juga keuntungannya. Rasanya percuma saja memuji bos seperti ini mengenai penampilannya karena bagi bos seperti ini kinerja pekerjaannya yang membuat bangga dirinya. Untuk menghadapi bos seperti ini sebaiknya tetap fokus pada tujuan dan tunjukkan hasil yang positif.

Ada tipe bos yang senang dengan kedamaiaan alias tidak suka akan konflik. Bos seperti ini pendengar yang baik, pembawaannya tenang, sangat teroganisir. Dalam menghadapi bos seperti ini perlu kesabaran dan seringkali mudah dipengaruhi oleh pihka lain sehingga keputusannya seringklai berubah.

Ilustrasi di atas merupakan sekedar gambaran untuk langkah awal membina hubungan kita dengan atasan kita meskipun dalam kenyataannya terjadi kombinasi dari beberapa tipe dasar tersebut atau adanya situasi yang tidak mempengaruhi hal di atas. Selain dari mengenal atasan di atas ada hal-hal yang secara umum disukai oleh atasan kita atau yang kita dapat hindari supaya hubungan tetap baik. Berikut beberapa tips umum yang dapat menjadi acuan dasar.

Informasikan tidak hanya masalah saja melainkan beri solusi atas masalah yang kita hadapi. Kalau kita amati, bawahan seringkali membawa permasalahna-permasalahan tanpa disertai solusi. Hal ini tentu saja dapat menyita waktu atasan yang tentu sdaja sudah mempunyai berbagai masalah sendiri. Dalam hal kita harus meminta pendapat atau solusi pastikan kita tahu persis apa yang menjadi masalah utama. Permasalahan terjadi karena ada gap antara target dan realisasi. Untuk itu kita perlu memastikan apakah solusinya minta tambah sdm, atau revisi waktu, atau peninjauan budget, atau hal lainnya.

Hindari untuk meminta solusi yang tidak pasti. Hindari untuk memberi kejutan tidak menyenangkan. Atasan paling tidak suka memnerima kejutan yang tidak menyenangkan apalagi kalau mendengan dari orang lain. Untuk menghindari masalah ini, kita harus bersikap terbuka dan tidak perlu ada yang ditutupi. Diskusikan resiko-resiko yang mungkin terjadi sebelum sesuatu dieksekusi sehingga dalam pelaksanaannya segala sesuatu sudah dapat diprediksi. Andaikan terjadi yang tidak menyenangkan, bicarakan langsung dengan atasan sebelum atasan mendengar dari pihak ketiga.

Beri informasi selengkap mungkin dan jangan berasumsi kalau bos kita tahu segalanya. Jadi kita perlu melakukan edukasi dan memberi informasi terkini tentang situasi, keadaan dan informasi lainnya kepada atasan kita.

Cari waktu yang tepat untuk memberi informasi. Seringkali kita bertemu dengan waktu yang tida pas, karena atasan sedang ada masalah, sedang sibuk atau sedang tergesa-gesa. Untuk memperoleh hasil yang optimal gunakan waktu yang pas untuk bertemu.

Ciptakan kepercayaan dengan tidak memberi janji yang tidak dapat diberikan. Pertimbangkan secara matang sebelum kita mempunyai komitmen terhadap target atau pun hasil kerja kita. Terlalu sering membuat janji berlebih dapat mengurangi kredibilitas.

by Franz Dirgantoro – Country Manager Jobstreet.com

13 September 2009

Humor : Ponsel Canggih Dari Indonesia

Yono, orang paling kaya di Indonesia sedang bermain golf bersama dua orang temannya yang beda kewarganegaraaan. Satu warga negara Amerika dan lainnya adalah Jerman. Mereka bermain di salah satu padang golf ternama di Indonesia.

Saat menuju hole ke-3, tiba-tiba mereka dikagetkan oleh sebuah dering ponsel. Ternyata, ponsel milik teman Yono yang berwarga negara Amerika. Sang Amerika pun meminta maaf dan mohon izin untuk mengangkat telepon sebentar.

Ia pun berjalan selangkah. Mendekatkan jempol kirinya ke telinga kiri, sedangkan kelingking kirinya diletakkan tepat di depan mulutnya. Ia pun memulai percakapan.

Setelah selesai, sang Amerika melihat Yono dan orang Jerman itu terkesima. Ia pun berkata "Ini merupakan teknologi ponsel terbaru di Amerika. Satu chip dibenamkan di jempol, dan satunya lagi di kelingking. Antena untuk menangkap sinyal disematkan di topi saya. Teknologi yang canggih sekali, kan?" ujar si Amerika.

Mereka pun melanjutkan bermain golf. Tepat di hole ke-9, telepon kembali berbunyi. Kali ini milik si Jerman. Teknologi ponselnya lebih canggih. Sebelum mulai  berbicara, ia terlebih dahulu memalingkan wajahnya ke kanan. Tanpa menggunakan apa-apa ia pun mulai bercakap-cakap dengan temannya di seberang sana. Setelah selesai, ia langsung menjelaskan teknologi canggih itu pada Yono dan si Amerika.

"Teknologi ponsel di Jerman memungkinkan saya melakukan percakapan tanpa perangkat apapun. Sebuah chip sudah terbenam di gigi saya sedangkan satu chip lagi dibenamkan di kuping. Antena untuk menangkap sinyal saya letakkan di kancing baju. Ini teknologi asli Jerman," paparnya.

Permainan golf pun berlanjut.

Pada hole ke-13, sebuah dering ponsel kembali membahana. Kala itu juga Yono langsung berlari menuju semak belukar di pinggir padang Golf. Kedua Jerman dan Amerika itu saling bertatapan aneh melihat aksi Yono. Keduanya pun mencoba mencari Yono di balik semak belukar.

Amerika dan Jerman langsung heran ketika Yono berada di balik semak dan mulai menanggalkan celananya dan berjongkok.

"Hei, apa yang kamu lakukan, No?" tanya si Amerika
Yono pun mendongak ke arah si Jerman dan si Amerika yang berada tepat di atas kepalanya. Lalu ia berkata "Saya sedang menunggu fax dari teman saya."

Kebesaran Hati

Markus 10:43 - "Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu,"

Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 75; Ibrani 9; Habakuk 1-3

Memiliki kemampuan yang besar menjadi harapan dari setiap orang karena dengan begitu nama orang tersebut akan mudah dikenal dan mendapat sorotan dari lingkungannya. Namun, bagaimana bila kemampuan yang kita miliki hanyalah seperti kerikil? Akankah kita tetap percaya diri dan mau melayani Dia?

Dalam sebuah kebaktian perjamuan kudus di awal tahun 1968, Dr. Martin Luther King Jr pernah berkat, "Setiap orang bisa menjadi besar karena setiap orang bisa melayani. Anda tidak perlu menjadi seorang sarjana untuk melayani, tidak perlu mengenal Plato atau Aristoteles untuk bisa melayani. Anda hanya membutuhkan hati yang penuh kasih karunia dan jiwa yang digerakkan oleh kasih."

Ketika para murid Yesus berdebat untuk memperebutkan tempat terhormat di Surga, Yesus berkata kepada mereka, "Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa yang ingin menjadi besar di antara kamu hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya. Karena anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang. (Markus 10: 43-45)

Pengertian kita seharusnya sama dengan pengertian Yesus mengenai kebesaran karena kita adalah murid-muridnya. Allah tidak pernah memandang rendah pelayanan yang sedang Anda kerjakan saat ini bahkan Dia merasa disukakan karena Anda melakukan semuanya itu dengan sukacita.

Ingatlah akan hal ini, bahwa ketika Anda menyediakan diri kepada Tuhan untuk menjadi pelayan, Anda akan mendapatkan kebesaran yang sejati karena sekecil apapun perkara yang sedang Anda lakukan di dalam nama Yesus merupakan perkara yang besar.

Segala sesuatu yang besar pasti dimulai dari sesuatu yang kecil

Jawaban.com

12 September 2009

Lihatlah Hati Dan Potensinya

Kejadian 17:3-5 "Lalu sujudlah Abram, dan Allah berfirman kepadanya: "Dari pihak-Ku, inilah perjanjian-Ku dengan engkau: Engkau akan menjadi bapa sejumlah besar bangsa. Karena itu namamu bukan lagi Abram, melainkan Abraham, karena engkau telah Kutetapkan menjadi bapa sejumlah besar bangsa."

Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 74; Ibrani 8; 2 Tawarikh 35

Pada saat Allah menciptakan seorang manusia, sebenarnya benih keberhasilan ada dalam manusia itu, hanya saja tidak semua menyadarinya. Kemampuan untuk menemukan benih keberhasilan orang lain membutuhkan kesetiaan, kerajinan, dan suatu keinginan tulus untuk memusatkan perhatian kepada orang lain.

Anda harus melihat karunia-karunia, tempramen, semangat, keberhasilan, sukacita, dan kesempatan mereka. Dan sekali Anda menemukan benih itu, Anda perlu memberikannya pupuk dengan dorongan dan menyiramnya dengan kesempatan. Jika Anda melakukannya, orang itu akan berkembang di depan mata Anda.

Mengangkat orang ke tingkat lebih yang lebih tinggi dan menolong mereka berhasil lebih penting dibanding hanya memberi mereka informasi atau keahlian. Kabar baiknya ada bahwa jika Anda mengerti beberapa konsep dasar tentang manusia, pintu pada kemampuan Anda untuk mengembangkan orang-orang lain menjadi terbuka. Ingatlah beberapa hal dibawah ini:

Setiap orang ingin merasa berharga. Setiap orang membutuhkan dan menanggapi dorongan. Orang secara alami mempunyai motivasi. Orang percaya kepada orang lain sebelum percaya pada kepemimpinannya. Semakin Anda mengerti orang lain, semakin besar kesempatan Anda untuk berhasil dalam pembimbingan.

Keberhasilan utama seorang pemimpin bukan diukur dari seberapa banyak kesuksesan yang telah ia buat, tetapi dari seberapa banyak ia mencetak pemimpin-pemimpin

Jawaban.com

Weekly Scripture – Amsal 11:28

"Siapa mempercayakan diri kepada kekayaannya akan jatuh; tetapi orang benar akan tumbuh seperti daun muda." - Amsal 11:28

Humor : Telepon Istri Di Surga

Seorang duda yang baru ditinggal mati istrinya baru saja membeli ponsel PDA baru sekaligus kartu SIM-nya. Tak kuasa menahan rindu pada sang istri, dia pun langsung melakukan panggilan ke istrinya di surga dari kota Nganjuk, Jawa Tengah, selama satu jam. Dan ternyata, setelah pulsanya dicek, si duda baru saja menghabiskan pulsa hingga Rp500 ribu atas panggilan tersebut. Sontak si duda kaget. Dia gusar sepanjang perjalanan pulang ke Jakarta.

Sesampainya di Jakarta, si duda masih penasaran dengan penghitungan tarif telepon yang demikian besar. Lalu dia coba melakukan panggilan ke istrinya lagi di surga selama satu jam, dan ternyata dia hanya dikenakan biaya Rp1000. Akhirnya si duda memutuskan untuk melampiaskan amarahnya di meja customer service (CS) salah satu operator telekomunikasi ternama di Jakarta.

"Saya mau protes! Kenapa selisihnya begitu besar? Padahal durasinya sama," bentak si duda kepada customer service yang meladeninya.

"Dari Nganjuk habis Rp500 ribu. Dari Jakarta?" tanya karyawan customer service tersebut memastikan.

"Cuma seribu perak!" jawab si duda lugas.

"Oh, itu masalahnya. Artinya, Jakarta lebih dekat..," terang karyawan customer service dengan tenang.

"Maksudnya lebih dekat??" tanya si duda bingung.

"Di Jakarta, bapak dikenakan tarif lokal. Kemungkinan surganya masih dekat, pak. Jadi lebih murah," jelas customer service tersenyum.

11 September 2009

Kisah Seorang Pendeta Di India

Ada seorang pendeta yang bernama Paul. Ia bertempat tinggal di sebuah kota besar di India. Ia seorang Baptis yang ditugaskan untuk memimpin sebuah jemaat di kota itu. Ia sering mengunjungi desa-desa di sekitar kota itu untuk mengabarkan Injil sehingga banyak jiwa percaya kepada Yesus dan diselamatkan. Orang-orang Hindhu yang fanatik tidak suka bahwa banyak orang India menjadi orang Kristen. Pada suatu hari, beberapa orang Hindhu yang fanatik menyerbu masuk gereja dimana sedang diadakan kebaktian. Mereka menyeret pendeta Paul keluar gereja dan memukulinya secara bertubi-tubi. Mereka mengatakan, agar ia tidak mengabarkan Injil lagi. Jemaatnya membawanya ke rumah sakit dan ketika ia boleh pulang dari rumah sakit itu, ia kembali ke gerejanya untuk berkhotbah lagi di depan jemaatnya.

Sekali lagi orang-orang Hindhu yang fanatik itu mengancam agar ia berhenti mengabarkan Injil, namun pendeta itu tetap mengabarkan Kabar Kesukaan. Akibatnya adalah bahwa mereka menghajarnya kembali sehingga seorang dari jemaatnya membewanya ke rumah sakit. Setelah sembuh dari luka-lukanya, ia kembali memimpin jemaatnya dan meneruskan pekerjaannya sebagai hamba Tuhan yang setia.

Karena ia tetap tidak mau menurut, maka kali ini mereka membawa puteri sang pendeta dihadapannya dan mengatakan akan membakar puterinya jika ia tetap tidak berhenti berkotbah. Ketika pendeta itu tetap tidak mau berhenti mengabarkan Injil, mereka mengguyur puterinya dengan bensin dan membakar tubuh anak perempuan itu. Ketika api sedang membakar tubuhnya, puterinya berseru, “Pap, janganlah berhenti mengabarkan Injil. Kabarkanlah, kabarkanlah Injil!!” Kemudian ia meninggal di depan ayahnya.

Lagi pendeta Paul mengabarkan Injil. Kali ini, orang-orang India yang fanatik itu manghajar hamba Tuhan yang setia secara habis-habisan. Mereka mengambil batu yang besar dan dengan batu itu mereka menghantam perut pendeta Paul dengan sekuat tenaga. Akibatnya, dubur pendeta itu hancur dan ususnya keluar melalui dinding perutnya yang jebol. Para anggota jemaatnya membawanya ke rumah sakit dan mereka mengira ia tidak ada harapan untuk hidup. Namun, ia tidak mati. Hanya sekarang ia harus mengenakan sebuah colostomy di perutnya karena duburnya yang hancur.

Sampai saat ini, pendeta Paul masih tetap mengabarkan Injil walaupun harus membawa colostomynya kemana dia pergi. Kesaksian ini dikisahkan oleh bruder Andy Leper yang bertemu dan berbicara dengan pendeta Paul bulan lalu. Untuk informasi lebih lanjut, anda dapat menghubungi melalui email addressnya: peacefreek@aol.com