"Siapa mempercayakan diri kepada kekayaannya akan jatuh; tetapi orang benar akan tumbuh seperti daun muda." - Amsal 11:28
"Siapa mempercayakan diri kepada kekayaannya akan jatuh; tetapi orang benar akan tumbuh seperti daun muda." - Amsal 11:28
Seorang duda yang baru ditinggal mati istrinya baru saja membeli ponsel PDA baru sekaligus kartu SIM-nya. Tak kuasa menahan rindu pada sang istri, dia pun langsung melakukan panggilan ke istrinya di surga dari kota Nganjuk, Jawa Tengah, selama satu jam. Dan ternyata, setelah pulsanya dicek, si duda baru saja menghabiskan pulsa hingga Rp500 ribu atas panggilan tersebut. Sontak si duda kaget. Dia gusar sepanjang perjalanan pulang ke Jakarta.
Sesampainya di Jakarta, si duda masih penasaran dengan penghitungan tarif telepon yang demikian besar. Lalu dia coba melakukan panggilan ke istrinya lagi di surga selama satu jam, dan ternyata dia hanya dikenakan biaya Rp1000. Akhirnya si duda memutuskan untuk melampiaskan amarahnya di meja customer service (CS) salah satu operator telekomunikasi ternama di Jakarta.
"Saya mau protes! Kenapa selisihnya begitu besar? Padahal durasinya sama," bentak si duda kepada customer service yang meladeninya.
"Dari Nganjuk habis Rp500 ribu. Dari Jakarta?" tanya karyawan customer service tersebut memastikan.
"Cuma seribu perak!" jawab si duda lugas.
"Oh, itu masalahnya. Artinya, Jakarta lebih dekat..," terang karyawan customer service dengan tenang.
"Maksudnya lebih dekat??" tanya si duda bingung.
"Di Jakarta, bapak dikenakan tarif lokal. Kemungkinan surganya masih dekat, pak. Jadi lebih murah," jelas customer service tersenyum.
Ada seorang pendeta yang bernama Paul. Ia bertempat tinggal di sebuah kota besar di India. Ia seorang Baptis yang ditugaskan untuk memimpin sebuah jemaat di kota itu. Ia sering mengunjungi desa-desa di sekitar kota itu untuk mengabarkan Injil sehingga banyak jiwa percaya kepada Yesus dan diselamatkan. Orang-orang Hindhu yang fanatik tidak suka bahwa banyak orang India menjadi orang Kristen. Pada suatu hari, beberapa orang Hindhu yang fanatik menyerbu masuk gereja dimana sedang diadakan kebaktian. Mereka menyeret pendeta Paul keluar gereja dan memukulinya secara bertubi-tubi. Mereka mengatakan, agar ia tidak mengabarkan Injil lagi. Jemaatnya membawanya ke rumah sakit dan ketika ia boleh pulang dari rumah sakit itu, ia kembali ke gerejanya untuk berkhotbah lagi di depan jemaatnya.
Sekali lagi orang-orang Hindhu yang fanatik itu mengancam agar ia berhenti mengabarkan Injil, namun pendeta itu tetap mengabarkan Kabar Kesukaan. Akibatnya adalah bahwa mereka menghajarnya kembali sehingga seorang dari jemaatnya membewanya ke rumah sakit. Setelah sembuh dari luka-lukanya, ia kembali memimpin jemaatnya dan meneruskan pekerjaannya sebagai hamba Tuhan yang setia.
Karena ia tetap tidak mau menurut, maka kali ini mereka membawa puteri sang pendeta dihadapannya dan mengatakan akan membakar puterinya jika ia tetap tidak berhenti berkotbah. Ketika pendeta itu tetap tidak mau berhenti mengabarkan Injil, mereka mengguyur puterinya dengan bensin dan membakar tubuh anak perempuan itu. Ketika api sedang membakar tubuhnya, puterinya berseru, “Pap, janganlah berhenti mengabarkan Injil. Kabarkanlah, kabarkanlah Injil!!” Kemudian ia meninggal di depan ayahnya.
Lagi pendeta Paul mengabarkan Injil. Kali ini, orang-orang India yang fanatik itu manghajar hamba Tuhan yang setia secara habis-habisan. Mereka mengambil batu yang besar dan dengan batu itu mereka menghantam perut pendeta Paul dengan sekuat tenaga. Akibatnya, dubur pendeta itu hancur dan ususnya keluar melalui dinding perutnya yang jebol. Para anggota jemaatnya membawanya ke rumah sakit dan mereka mengira ia tidak ada harapan untuk hidup. Namun, ia tidak mati. Hanya sekarang ia harus mengenakan sebuah colostomy di perutnya karena duburnya yang hancur.
Sampai saat ini, pendeta Paul masih tetap mengabarkan Injil walaupun harus membawa colostomynya kemana dia pergi. Kesaksian ini dikisahkan oleh bruder Andy Leper yang bertemu dan berbicara dengan pendeta Paul bulan lalu. Untuk informasi lebih lanjut, anda dapat menghubungi melalui email addressnya: peacefreek@aol.com
Rabu, 9 September 2009
“Membalikkan Keadaan”
Pdt. Petrus Agung Purnomo
Bahan Renungan : II Raja 4 : 1 – 7
Menurut tradisi orang yahudi, para Rabi mempunyai kesepakatan tentang seorang janda yang ditolong oleh Elisa, janda itu adalah jandanya obaja. Kalau kita melihat dalam I Raja 18 : 1 – 4; Obaja adalah seorang pegawai raja Ahab yang takut akan Allah, obaja memelihara 100 nabi ketika Izebel istri Ahab memberikan perintah untuk membunuh semua Nabi yang ada di Israel. Obaja ini memelihara seratus nabi dengan membagi dua kelompok, masing-masing kelompok berisi 50 orang. Obaja banyak mengeluarkan biaya untuk memelihara kehidupan para nabi itu selama 3 tahun, sehingga obaja mempunyai banyak hutang. Orang yang memelihara nabi akan menerima upah nabi juga. Ketika obaja meninggal anak dan istrinya harus menanggung hutang obaja, namun cerita itu tidak selesai sampai disitu. Tuhan menolong janda dari obaja beserta dengan anak-anaknya. Tuhan menolong mereka dengan luar biasa. Janda Obaja tidak menanggung hutang.
Pesan ke dua yang Tuhan mau katakan adalah : Pinjam bejana-bejana dan jangan terlalu sedikit. Tuhan mengatakan seberapa besar akan terjadi pembalikan keadaan adalah tergantung seberapa besar bejana atau tempayanmu. Pembalikkan keadaan tergantung dari seberapa rakus dan tamaknya engkau akan kelaparan akan kebenaran firman Allah. Kenapa saya memakai kata tamak dan rakus? Karena saya melihat kalau orang hanya merasa laparnya sedikit maka respon kepada Tuhannya juga sedikit atau kecil, jika kita mempunyai rasa tamak dan rakus akan kebenaran Tuhan maka akan terjadi pembalikkan keadaan menurut rasa rakus dan tamak akan kebenaran akan Allah. Pembalikkan keadaan terjadi sesuai dengan respon dan reaksi kita akan rakus dan lapar akan kebenaran Tuhan atau hal-hal dari Tuhan. Jika kita hanya sedikit lapar maka respon kita akan kecil, pelan dan lambat hal ini menunjukkan daya tampung yang sedikit.
Pesan Profetik :
Musim dingin telah berakhir bagi umat Allah di kota cirebon, musim semi telah tiba atas umat Allah di kota Cirebon. Musim semi akan memunculkan bunga-bunga yang indah dan menghasilkan buah-buahan. Cirebon tidak akan sama lagi, akan terjadi pembalikkan keadaan, melalui jemaat ini Tuhan akan munculkan pengajaran-pengajaran yang dari Tuhan dan akan memberkati bangsa ini. Jemaat Cirebon akan menjadi berkat bagi bangsa Indonesia.
Semua anakmu akan menjadi murid Tuhan dan besarlah kesejahteraan mereka (Yes 54:13)
Elizabeth memandang Kyle, putranya yang berumur 15 tahun sedang berdiri di tempat pengambilan bagasi di bandara udara. Dia hampir tak mengenalinya karena Kyle berpakaian hitam-hitam dari kepala sampai ujung kakinya. “Mengapa dia berbuat seperti itu?”, tanya Elizabeth dalam hatinya sambil memperhatikan bibirnya, kukunya yang diwarna hitam dan rambutnya yang disisir lurus ke atas. Telinga dan hidungnya ditindik. Dia mengenakan jas sepanjang mata kakinya.
Sekarang ini diluar suhu amat panas! Elizabeth berpikir bukankah Kyle baru seminggu tinggal di tempat ayahnya yang telah berpisah dengan dirinya! “Mengapa Dale, mantan suaminya, mengirim dia pulang seperti ini!”, kata Elizaberth dengan geram.
Ketika Elizabeth mendengar orang banyak berbisik dan melihat sambil menunjuk-nunjuk ke arah Kyle, maka bangkitlah belas kasihnya kepada Kyle. Dalam hati Elizabeth berkata, ”Tuhan, aku ingin menunjukkan belas kasih dan cinta yang Kau berikan kepadaku saat aku memberontak kepada-Mu. Tolong bantulah aku untuk dapat bersabar terhadap Kyle.”
Kyle mulai mengunjungi ayahnya ketika Elizabeth dan Dale bercerai 2 tahun yang lalu. Elizabeth telah berdoa dan melepaskan Kyle dalam perlindungan Tuhan pada setiap kali mengunjungi ayahnnya. Setiap kali Kyle pulang, dia menjadi semakin gelisah dan suasana hatinya berubah-ubah. Kyle semakin sukar didekati. Kehadiran Tuhan menguatkan Elizabeth dan menolongnya untuk lebih sabar.
Dia tak henti-hentinya berdoa, “Tuhan, apapun yang terjadi, Kyle adalah anakku dan muridMu. Aku mengajarkan firmanMu. Dia mematuhinya dan memperoleh damaiMu.”
Suatu pagi di hari Minggu sebelum ke gereja, Kyle sengaja dengan keras kepala tak mau meninggalkan kamarnya. Ibunya menunggu selama 1 jam, dan akhirnya dengan santainya turun dari kamarnya ke bawah. Elizabeth tidak memarahinya, dia malah terdorong untuk berdoa dengan Kyle. Kyle tidak menolak ketika Ibunya berdoa dam memeluknya.
“Ibu, maafkan aku”, Kyle menangis. “Aku menjadi sangat bingung ketika mengunjungi ayah. Seakan dia membenci Tuhan dan tidak setuju dengan semua yang ibu ajarkan padaku dari Alkitab. Aku mencintai ayah, tapi setiap kali aku pergi ke sana telah membuat aku semakin buruk. Aku justru merasa damai ketika di rumah bersama Ibu.”
Ketika engkau mengajarkan firman Tuhan pada anak-anakmu, jangan mundur dan putus asa untuk berharap ketika mereka tak mematuhi. Tuhan bersama mereka seperti Dia bersamamu.
Engkau adalah busur dimana anak-anakmu sebagai panah yang hidup dilepaskan.
Diterjemahkan dari: “God’s Hand on my Shoulder”
Oleh: Rachel S. Winata
Roma 6:12 : "Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya."
Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 72; Ibrani 6; Zefanya 1-3
Anda pernah mendengar Guam? Guam adalah sebuah negara pulau yang terletak di Samudera Pasifik. Daratan Guam ini dipenuhi dengan ular-ular yang menjalar dengan liar.
Ular-ular pohon berwarna yang coklat merayap ke sana kemari, membunuh burung-burung di pulau indah itu juga ular-ular mengancam keselamatan penduduk. Karena kalau tidak hati-hati ular-ular inipun akan membunuh manusia dengan bisanya yang sangat beracun itu. Oleh sebab itu penduduk setempat bermaksud untuk memusnahkan ular-ular tersebut.
Sebenarnya ular-ular tersebut bukanlah berasal dari Guam, melainkan datang sebagai penumpang gelap di sebuah pesawat yang mendarat di Guam dan berasal dari Micronesia dan kemudian ular-ular ini berkembang biak menjadi ribuan jumlahnya.
Ular-ular itu terkenal rakus. Mereka telah menghabiskan 9 dari 11 spesies burung asli di kepulauan tersebut. Di samping itu ular-ular ini juga berbahaya bagi para relasi dagang yang datang ke Guam. Dan tentu saja hal ini akan merugikan kegiatan perdagangan di Guam, karena mereka akan takut datang ke pulau itu.
Seperti ular-ular mematikan itu berbahaya bagi Guam, demikian juga dengan dosa yang berbahaya bagi hidup kita bila kita tidak menghadapinya dengan sungguh-sungguh. Nafsu jahat, percabulan, keserakahan, kemarahan, kegeraman, kejahatan, fitnah, kata-kata kotor, dan kebohongan dapat timbul dalam kehidupan orang Kristiani (Kolose 3:5-9).
Seperti ular, dosa dapat bertumbuh, berkembang biak, dan akhirnya menguasai Anda. Dosa juga dapat menghancurkan keefektifan Anda dalam melayani Kristus dan merusak kesaksian kita tentang Dia.
Jalan keluarnya adalah berkata tidak terhadap dosa (Roma 6:12). Bukan hanya itu saja, Anda juga perlu memusatkan perhatian pada Kristus dan firman-Nya, "Pikirkanlah perkara yang diatas, bukan yang di bumi." Kita juga harus mematikan dosa-dosa yang berusaha merasuki kehidupan kita (Kolose 3:2,5,16). Itulah jalan keluar untuk memusnahkan dosa!
Dosa seperti ilalang di kebun, bersihkan mereka atau mereka akan tumbuh semakin liar
Jawaban.com
Amsal 31:4-5 : "Tidaklah pantas bagi raja, hai Lemuel, tidaklah pantas bagi raja meminum anggur, ataupun bagi para pembesar mengingini minuman keras. jangan sampai karena minum ia melupakan apa yang telah ditetapkan, dan membengkokkan hak orang-orang yang tertindas."
Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 71; Ibrani 5; 2 Tawarikh 33-34
Mulai akhir tahun 1960-an dan awal 1970-an orang berbicara tentang "menemukan diri sendiri", dimana mereka berlomba-lomba mencari tahu suatu cara untuk merasa puas atas diri sendiri. Seperti menjadikan "kebahagiaan" sebagai tujuannya, kepuasan diri diidentikkan dengan hal-hal yang membuat hati senang.
Tetapi, pengembangan pribadi berbeda. Tentu, pada sebagian waktu, pengembangan pribadi akan membuat Anda merasa senang, tetapi itu adalah hasil sampingan, bukan tujuannya. Pengembangan pribadi adalah sebuah panggilan yang lebih tinggi; itu merupakan pengembangan potensi kita sehingga kita dapat menggenapi maksud kita diciptakan.
Ada saatnya pengembangan pribadi memang memuaskan, tetapi pada saat-saat lain tidak demikian. Tetapi, tidak peduli bagaimana itu membangkitkan perasaan kita, pengembangan pribadi selalu mempunyai suatu pengaruh: menarik pada tujuan hidup kita. Seperti yang dikatakan Rabbi Samuel M. Silver, "Mukjizat terbesar adalah bahwa kita tidak perlu mewujudkan masa depan sekarang, tetapi kita dapat memperbaiki diri jika kita menggunakan potensi yang dinamakan Allah dalam diri kita."
Kepemimpinan yang sejati adalah kepemimpinan yang memfokuskan pada peningkatan diri orang itu, bukan keberhasilan yang telah dicapainya
Jawaban.com
Suatu hari Guru sekolah minggu memberikan tugas kepada murid-muridnya: Seperti apa Allah Bapa itu?
"Untuk mudahnya, kalian harus melihat Dia sebagai seorang Bapa.. seorang papi," ujar guru tersebut.
Minggu berikutnya, guru tersebut menagih PR dari setiap murid yang ada.
"Allah Bapa itu seperti Dokter!" ujar seorang anak yang papanya adalah dokter.
"Ia sanggup menyembuhkan sakit penyakit seberat apapun!"
"Allah Bapa itu seperti Guru!" ujar anak yang lain.
"Dia selalu mengajarkan kita untuk melakukan yang baik dan benar."
"Allah Bapa itu seperti Hakim!" ujar seorang anak yang papanya adalah hakim dengan bangga, "Ia adil dan memutuskan segala perkara di bumi."
"Menurut aku Allah Bapa itu seperti Arsitek. Dia membangun rumah yang indah untuk kita di surga!", ujar seorang anak tidak mau kalah.
"Allah Bapa itu pokoknya kaya sekali deh! Apa saja yang kita minta Dia punya!" ujar seorang anak konglomerat.
Guru tersebut tersenyum ketika satu demi satu anak memperkenalkan image Allah Bapa dengan semangat. Tetapi ada satu anak yang sedari tadi diam saja dan nampak risih mendengar jawaban anak-anak lain.
"Eddy, menurut kamu siapa Allah Bapa itu?", ujar ibu guru dengan lembut.
Ia tahu anak ini tidak seberuntung anak-anak yang lain dalam hal ekonomi, dan cenderung lebih tertutup.
Eddy hampir-hampir tidak mengangkat mukanya, dan suaranya begitu pelan waktu menjawab, "Ayah saya seorang pemulung... jadi saya pikir... Allah Bapa itu Seorang Pemulung Ulung."
Ibu guru terkejut bukan main, dan anak-anak lain mulai protes mendengar Allah Bapa disamakan dengan pemulung. Eddy mulai ketakutan.
"Eddy," ujar ibu guru lagi.
"Mengapa kamu samakan Allah Bapa dengan pemulung?"
Untuk pertama kalinya Eddy mengangkat wajahnya dan menatap ke sekeliling sebelum akhirnya menjawab, "Karena Ia memungut sampah yang tidak berguna seperti Eddy dan menjadikan Eddy manusia baru, Ia menjadikan Eddy anakNya."
Memang bukankah Dia adalah Pemulung Ulung? Dia memungut sampah-sampah seperti saudara dan saya, menjadikan kita anak-anakNya, hidup baru bersama Dia, dan bahkan menjadikan kita pewaris kerajaan Allah.
Yohanes 3:16 "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal."
Hanya satu kata Luar Biasa Tuhan Yesus itu, apa yang Dia kerjakan selama perjalanan kami di Bengkulu. Puji Tuhan, kami semua bisa melewati dengan dengan luar biasa.
Pagi hari kami sarapan pagi dan siap – siap check out dari Hotel Madelin, kami pergi ke GBI Bengkulu untuk melayani di GBI Riak Siabun. GBI Riak Siabun adalah salah satu cabang dari GBI Bengkulu. GBI ini digembalakan oleh seorang ibu yang mempunyai tiga anak. Ibu Harni ini sejak anak – anaknya masih kecil ditinggal oleh suaminya untuk menghadap Bapa di Surga, Ibu ini dengan tekun menggembalakan jemaat di desa, perjalanan yang kami tempun sekitar 8 km dari kota Bengkulu. Jalan yang harus kami lalui dengan menggunakan mobil adalah jalan yang berbatu2 dan bila hujan sangat becek dan lengket. Kami di antar oleh Bapak Rendra, seorang hamba Tuhan yang saat ini duduk di kursi DPRD Kota Bengkulu. Mujijat Tuhan yang beliau katakan bahwa ia bisa duduk dikursi DPRD kota, sepanjang sejarah baru periode kali ini ada seorang anak Tuhan duduk di kursi DPRD Kota Bengkulu.
Sungguh membuat kami terharu, kami melihat jemaat ibadah dengan segala keterbatasan, alat musik yang sederhana dan lagu – lagu rohani yang lama. Bagi saya pelayanan ini merupakan kehormatan, kami di Jawa sangat nyaman segala fasilitas tersedia. Jujur, selama ini saya pikir saya adalah orang yang tidak pandai berbicara, saya cenderung pendiam, saya pikir saya akan menyampaikan kotbah hanya 10 menit ternyata saya bisa berbicara sekitar 30 menit.
Sumber : Generasi Yoel
Prophetic Journey Bengkulu
Hari Ketiga
Sabtu, 29 Agustus 2009
Indahnya mentari yang terbit dari ufuk timur kota Bengkulu, begitu hangatnya menyinari bumi ini, Puji Tuhan hari ketiga sudah kami lalui bersama Tuhan Yesus Kristus. Kami tim Bengkulu sebelum melakukan tugas kami, kami menyiapkan diri dalam doa dan perjamuan kudus.
Sekitar jam sembilan pagi kami berangkat ke GBI Bengkulu untuk sama – sama melakukan doa keliling dan disertai doa dan puasa. Jam 10.00 pagi kami menaikkan pujian dan penyembahan kepada Tuhan Yesus Kristus. Jam 11.00 kami melakukan doa keliling dengan dua buah kendaraan. Puji Tuhan kami disertai dengan 13 orang pendoa dari kota Bengkulu.
Route doa keliling kami mulai dari titik 0 km di Benteng Malborough, kemudian kita menyusuri kota Bengkulu. Setiap pintu – pintu gerbang kota kami mendoakannya, kami menutup setiap pintu masuk kuasa kegelapan yang akan masuk ke kota Bengkulu. Kami juga membuka pintu gerbang kota Bengkulu agar berkat dari Tuhan Yesus Kristus masuk ke kota ini. Kami juga masuki ke pintu gerbang pelabuhan (Tanjung Bai). Kami melakukan doa keliling sekitar dua jam.
Setelah doa keliling kami pulang ke GBI Bengkulu untuk doa penutup dan setelah itu kami melanjutkan dengan makan siang (buka puasa) bersama pengurus GBI Bengkulu (Ibu Gembala, Wakil Gembala dan Ibu Yunita).
II Timotius 2:1 "Sebab itu, hai anakku, jadilah kuat oleh kasih karunia dalam Kristus Yesus."
Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 70; Ibrani 4; 2 Raja-raja 20-21
Ada sebuah kisah tentang seorang lelaki tua yang pensiun setelah bertahun-tahun bergabung dalam Angkatan darat Inggris. Suatu hari, ada temannya yaitu seorang pria yang mengetahui benar tentang sejarah karier militernya yang panjang dan istimewa itu, berniat untuk mengerjainya.
Saat lelaki tua itu berjalan kaki dengan kedua tangannya yang dipenuhi dengan barang bawaan, temannya yang iseng itu kemudian mengendap-endap mendekati lelaki tua tersebut dan kemudian setelah pria iseng itu berada di belakangnya ia pun berteriak, "Perhatian!" kemudian tanpa ragu sedikitpun, lelaki tua itu langsung merapatkan kedua tangannya di samping tubuhnya dalam posisi siap. Akibatnya, semua barangnya berjatuhan di trotoar. Kemudian tertawalah pria yang iseng itu.
Tanpa sadar, apa yang dilakukan oleh lelaki tua adalah gerakan yang sudah menjadi kebiasaanya saat ia aktif dalam dunia kemiliteran. Sehingga hal itu sudah menjadi kebiasaan bagi dirinya.
Demikian pula, sebagai pengikut Kristus, jika Anda mengatakan bahwa Anda hidup dalam Kristus dan Anda pun aktif dalam kegiatan pelayanan rohani, Anda seharusnya menanggapi segala sesuatu dengan cara yang sesuai dengan pola hidup Anda. Perilaku dan perkataan Anda harus senantiasa selaras dengan teladan hidup Yesus Kristus.
Memang, pada kenyataanya, Anda pasti masih berurusan dengan keinginan-keinginan yang penuh dosa, oleh karena itu Andas perlu mendisiplinkan diri Amda sendiri untuk menjadi orang yang dikehendaki Allah. Seperti halnya prajurit atau atlet yang berlatih (II Timotius 2:3-5), Anda pun berlatih berulang kali sampai kita terbiasa melakukannya dengan benar.
Melalui iman dalam Kristus, Anda adalah anak-anak Bapa Surgawi. Dengan kuasa Roh yang berdiam dalam hati, marilah mengembangkan kebiasaan untuk taat pada Firman Allah. Kemudian dalam setiap situasi kehidupan, Anda akan menyadari bahwa menaati Dia berarti terbiasa melakukan kehendak-Nya dengan benar.
Bila Anda berjalan bersama Kristus setiap waktu Anda akan menjadi semakin serupa dengan-Nya
Jawaban.com