Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

08 September 2009

Terbiasa

II Timotius 2:1 "Sebab itu, hai anakku, jadilah kuat oleh kasih karunia dalam Kristus Yesus."

Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 70; Ibrani 4; 2 Raja-raja 20-21

Ada sebuah kisah tentang seorang lelaki tua yang pensiun setelah bertahun-tahun bergabung dalam Angkatan darat Inggris. Suatu hari, ada temannya yaitu seorang pria yang mengetahui benar tentang sejarah karier militernya yang panjang dan istimewa itu, berniat untuk mengerjainya.

Saat lelaki tua itu berjalan kaki dengan kedua tangannya yang dipenuhi dengan barang bawaan, temannya yang iseng itu kemudian mengendap-endap mendekati lelaki tua tersebut dan kemudian setelah pria iseng itu berada di belakangnya ia pun berteriak, "Perhatian!" kemudian tanpa ragu sedikitpun, lelaki tua itu langsung merapatkan kedua tangannya di samping tubuhnya dalam posisi siap. Akibatnya, semua barangnya berjatuhan di trotoar. Kemudian tertawalah pria yang iseng itu.

Tanpa sadar, apa yang dilakukan oleh lelaki tua adalah gerakan yang sudah menjadi kebiasaanya saat ia aktif dalam dunia kemiliteran. Sehingga hal itu sudah menjadi kebiasaan bagi dirinya.

Demikian pula, sebagai pengikut Kristus, jika Anda mengatakan bahwa Anda hidup dalam Kristus dan Anda pun aktif dalam kegiatan pelayanan rohani, Anda seharusnya menanggapi segala sesuatu dengan cara yang sesuai dengan pola hidup Anda. Perilaku dan perkataan Anda harus senantiasa selaras dengan teladan hidup Yesus Kristus.

Memang, pada kenyataanya, Anda pasti masih berurusan dengan keinginan-keinginan yang penuh dosa, oleh karena itu Andas perlu mendisiplinkan diri Amda sendiri untuk menjadi orang yang dikehendaki Allah. Seperti halnya prajurit atau atlet yang berlatih (II Timotius 2:3-5), Anda pun berlatih berulang kali sampai kita terbiasa melakukannya dengan benar.

Melalui iman dalam Kristus, Anda adalah anak-anak Bapa Surgawi. Dengan kuasa Roh yang berdiam dalam hati, marilah mengembangkan kebiasaan untuk taat pada Firman Allah. Kemudian dalam setiap situasi kehidupan, Anda akan menyadari bahwa menaati Dia berarti terbiasa melakukan kehendak-Nya dengan benar.

Bila Anda berjalan bersama Kristus setiap waktu Anda akan menjadi semakin serupa dengan-Nya

Jawaban.com

Seorang Sarah

Pada pertengahan Desember yang dingin dan berangin, Sarah berjalan dengan agak tergesa-gesa menuju ke penampungan umum, sebuah tempat dimana dia dan 2 orang anaknya yang kecil menyebutnya sebagai rumah selama tiga bulan terakhir. Dia baru saja pulang dari tempat kerjanya.

Selama lima hari terakhir, Sarah sangat beruntung dapat menemukan pekerjaan. Meski bukan pekerjaan yang memberikan uang cukup baginya. Tetapi dia merasa senang karena dia dapat bekerja. Jaman sekarang adalah tidak mungkin untuk mendapatkan pekerjaan yang tetap dan gaji yang besar, hanya dengan bermodalkan ijazah SMA.

Bahkan hal itu akan semakin sulit jika anda adalah seorang wanita dan seorang ibu tunggal serta tidak mempunyai alamat tetap. Sarah bekerja paruh waktu sebagai pencuci piring di sebuah 'café'. Dan itu juga bukan pekerjaan yang tetap. Karena Sarah menggantikan tempat seorang pegawai yang sedang sakit.

Dan hari ini merupakan hari yang terakhir untuk Sarah bekerja menggantikan orang tersebut. Tetapi selama lima hari ini Sarah dapat memberi kedua anaknya makanan yang hangat dan cukup. Dan untuk sekarang, hal itu lebih dari apa yang dia inginkan.

Sarah berjalan menuju ke penampungan umum itu, kedua anaknya sedang menunggunya dengan perut yang kosong, dia memperhatikan keadaan sekitarnya banyak orang yang berlalu lalang tidak seperti biasanya. Karena Hari Natal akan tiba sebentar lagi.

Jalanan penuh sesak dengan orang-orang yang keluar masuk dari toko satu ke toko lainnya berbelanja untuk hari Natal. Sarah teringat bahwa dua tahun yang lalu, seperti waktu ini, dia juga sangat sibuk berbelanja untuk Natal.

Sarah dan suaminya berpergian bersama beberapa hari untuk mencari hadiah yang tepat bagi anak-anaknya. Semua tampaknya berjalan dengan baik. Sarah menjaga kedua orang anaknya dan rumah, sementara suaminya sibuk bekerja memperbesar usahanya.

Uang mengalir begitu mudahnya waktu itu.
Anak-anak suka dengan hadiah yang mereka terima. Merek berempat merayakan kebaktian Natal di gereja. Dan menyalami banyak orang yang bersama-sama memperingati kelahiran sang Juruselamat yang menjelma menjadi seorang bayi Yesus.

Tepat pada malam Tahun Baru, ketika Sarah dan suaminya pulang mengendarai mobil dari sebuah pesta, di sebuah perempatan jalan..tiba-tiba... sebuah mobil 'sport' menabrak samping mobil mereka tepat pada bagian pengemudi...dimana suami Sarah menyetir.

Sarah mengalami luka-luka kecil, tetapi suaminya mengalami pendarahan otak yang hebat. Dan...suaminya...tidak pernah bangun kembali... Sarah tidak pernah dapat melupakan siang hari yang dingin itu...ketika mereka meletakkan tubuh suaminya....di liang kubur.

Beberapa bulan kemudian, usaha suaminya ditutup, rumah mereka disita oleh bank. Dalam duabelas bulan, mobil mereka dan alat-alat perabot mereka terjual. Dan tiga bulan yang lalu, Sarah dan kedua anaknya diusir dari apartemen mereka. Lima bulan sewa tak terbayar. Semenjak itu mereka tinggal di penampungan umum.

Sarah tetap berjalan, dan dia berhenti pada depan sebuah toko perabot rumah. Didalam toko tampak sebuah televisi besar, seperti yang pernah dipunyainya dulu, menyiarkan sebuah acara mencari dana untuk hari Natal. Dengan menampilkan banyak artis-artis terkenal.

Seorang pengusaha terkenal maju ke depan dan memberikan sebuah 'cheque' dengan tertulis 5 juta dollar kepada panitia. Dan seketika penonton bangkit berdiri dan memberikan tepuk tangan yang panjang. Satu demi satu, pengusaha, bintang film, penyanyi, politikus maju kedepan dan menyumbangkan uang yang besar jumlahnya, seperti mereka hendak berlomba siapa yang terbanyak. Penonton pun semakin ramai bertepuk tangan.

Seorang penyanyi mendorong penonton untuk ikut menyumbangkan uang mereka. Lalu penyanyi itu menyanyikan sebuah lagu Natal sampai mengeluarkan air mata. Dengan tak sadar dari mata Sarah keluar air mata pula. Dia teringat ketika dia masih mampu menolong para tetangga yang sedang kekurangan. Tetapi sekarang dia tidak mampu lagi.

Dia tidak tahan untuk menonton lebih lama lagi, dan dengan cepat dia berlalu dari depan toko itu. Dibukanya dompetnya terlihat uang dua puluh dollar, hasil kerjanya siang hari ini. Tidak banyak. Tetapi paling tidak hal itu cukup untuk mengenyangkan dia dan anaknya malam ini.

Ketika Sarah mendekati toko makanan dan hendak masuk ke dalamnya, dia memperhatikan di samping pintu masuk toko, dua anak lelaki kecil, mungkin berumur 10 dan 13 tahun, yang sedang duduk di atas trotoar yang dingin, dengan saling berpelukan. Tubuh mereka terbungkus dengan selimut tua yang kotor. Tetapi selimut itu tidak dapat menutup semua tubuh mereka. Kaki mereka tampak memakai sepatu olahraga yang tidak sepasang. Anak lekaki yang lebih kecil sepatunya berlubang sehingga kelihatan jempol kakinya.

Rambut mereka kotor dan berminyak. Wajah dan kulit mereka tampak sekali kedinginan dalam keadaan yang beku seperti itu. Dan di depan mereka tampak sebuah kaleng kosong. Banyak orang yang keluar masuk dari toko makanan itu tetapi tidak banyak yang memperhatikan kedua orang anak lekaki itu. Sarah mendekati mereka.

Anak lelaki yang lebih besar mendongakkan kepalanya dengan pandangan mata yang sayu. Secara otomatis tangan Sarah membuka dompetnya dan memegang uang 20 dollar miliknya. Sarah termenung sejenak dan berpikir kedua anaknya sedang menunggunya pulang untuk membawa makanan yang hangat malam ini.

Duapuluh dollar tidaklah banyak. Tetapi dengan uang sebesar itu cukup berarti bagi Sarah saat ini. Dan itulah uang hanya dia punya.

Anak lelaki yang besar memeluk adiknya yang kedinginan lebih erat lagi. Kemudian tanpa ragu lagi, Sarah mengambil uang 20 dollar miliknya, dan memasukkan ke dalam kaleng kosong itu. Dan dengan cepat dia berbalik kembali ke penampungan umum tanpa menoleh sekalipun ke arah toko makanan itu.

Dari belakang, Sarah dapat mendengar suara anak lelaki yang lebih besar, membangunkan adiknya "Lihat...uang!" Dan Sarah tetap berjalan menjauh, dengan desiran angin, dia dapat mendengar perkataan anak lelaki yang besar, "Terima kasih..."

Maka malaikat pun bersorak dan Tuhan tersenyum dari surga.

Ketika Yesus mengangkat muka-Nya, Ia melihat orang-orang kaya memasukkan persembahan mereka ke dalam peti persembahan. Ia melihat juga seorang janda miskin memasukkan dua peser ke dalam peti itu. Lalu Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang itu. Sebab mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya." Lukas 21:1-4

07 September 2009

Dilahirkan Untuk Kemenangan

Yohanes 16:33 "Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia."

Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 69; Ibrani 3; Mikha 6-7

Yesus berkata selama Anda hidup di dunia, Anda pasti akan mengalami kesukaran. Tetapi, bukan hanya ada di dalam dunia. Anda ada dalam Yesus di dalam dunia, dan itulah yang membedakannya. Anda ada di dalam Dia dan Dia telah mengalahkan setiap jenis kesukaran yang ada.

Sebagai Anak Allah, Anda bukanlah pihak yang kalah, yang berusaha beroleh kemenangan. Anda adalah pemenang, dan iblis berusaha merampas Anda dari kemenangan yang memang milik Anda.

Ketika Anda menjadikan Yesus sebagai Tuhan, Anda dilahirkan ke dalam kemenangan karena Pemenang itu datang untuk untuk di dalam Anda. Pikirkanlah itu. Yesus yang berkemenangan. Dia yang diurapi. Tuhan yang dimuliakan dan dibangkitkan. Penguasa alam semesta.

Oleh karena itu, bergembiralah! Miliki "sejahtera dan keyakinan sempurna." Itulah Yesus yang hidup di dalam Anda.

Takdir Anda di dalam dunia ini sesungguhnya telah berubah saat Anda mengalami kelahiran baru dalam Kristus, yakni dari seorang pecundang menjadi seorang pemenang

Jawaban.com

Tangan Hampa

Seseorang dinyatakan oleh dokter ahli bahwa usianya tidak akan lama lagi. Penyakit yang dideritanya telah menggerogoti hidupnya. Mendengar vonis yang menyedihkan itu, dia meminta Pendeta untuk datang dan mendoakannya. Ketika Pendeta mengetahui kondisinya yang demikian parah dia pun berkeinginan untuk menanyakan sesuatu kepadanya.

"Jika Tuhan menghendaki engkau menghadap kepada-Nya, apakah engkau rela dalam menghadapi kenyataan ini? Apakah engkau meyakini kepastian keselamatan berada dipihakmu?"

"Ya, saya meyakini semuanya itu."

Ketika mengucapkan kalimat yang terakhir ini, dia langsung menangis. Pendeta yang ada di tempat itupun menjadi bingung. Sebab sebelumnya dia meyakini kepastian keselamatan menjadi miliknya, tetapi mengapa tiba-tiba menangis.  Tanda tanya besarpun memenuhi hati Pendeta ini. Oleh sebab itu, dia memberanikan diri dan menanyakan sesuatu kepadanya.

"Tadi engkau berkata bahwa, keselamatan telah menjadi milikmu. Surga menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupanmu, sekarang mengapa harus menangis?"

Akhirnya dia menjelaskan penyebab utama mengapa dia menangis. Dengan tersedu-sedu dia mengaku bahwa waktunya telah habis, telah banyak anugerah Tuhan yang diterimanya. Namun, tidak ada sesuatupun yang dipersembahkannya kepada Tuhan - ketika menghadap Tuhan.

Terlarut dalam kesedihan itu, akhirnya Pendeta pun memintanya untuk menuangkan dalam tulisan, perasaan yang dialaminya saat itu. Dengan linangan air mata, dia menuliskan kalimat-kalimat berikut ini :

Dapatkah aku menghadap Tuhan dengan tangan hampa? Jiwaku sudah diselamatkan, tetapi aku belum mengerjakan apa-apa bagi Tuhan Bagaimana aku berjumpa dengan dia?

Selesai menuliskan kalimat-kalimat di atas, akhirnya orang ini meninggal. Kemudian Pendeta tersebut mencarikan komponis Kristen yang mencintai Tuhan. Pendeta tersebut meminta kepadanya agar kalimat di atas dijadikan lagu.  Lalu, di tangan komponis ini kalimat lagu tersebut digubah dan akhirnya menjadi lagu abadi yang dinyanyikan oleh gereja Tuhan hingga sekarang ini.

Waktu yang kita miliki sangat singkat. Setiap detik yang kita lewati tidak akan terulang lagi. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Mungkin besok atau hari ini engkau dipanggil kepangkuan-Nya. Apakah engkau sudah siap ketika menghadap Tuhan dengan hidup yang berbuah bagi Injil-Nya? Ataukah sebaliknya engkau menghadap Tuhan dengan tangan hampa. Tidak ada yang engkau kerjakan bagi-Nya?

Jawablah dengan jujur. Kalau belum, mulailah pikirkan dan kerjakan sekarang juga. Begitu banyak anugerah Allah yang engkau nikmati. Tidakkah engkau rindu anugerah yang sama dinikmati juga oleh orang lain?

Te Deum laudamus, te Dominum confitemur
Kami memujiMu Allah, kami memuliakanMu Tuhan

06 September 2009

Humor : Cari Saja Di Tong Sampah!

Rudy seorang pemuda desa baru saja membeli seperangkat komputer. Tanpa basa-basi, Ia pun langsung menyuruh penjual merangkaikan komputer tersebut di rumahnya.

Sambil melihat penjual komputer merangkai Rudy pun dengan seksama mendengarkan kata-kata penjual tentang cara mengoperasikan komputer.

Usai merangkai komputer, si penjual pun pamit meminta izin dan meninggalkan komputer tetap menyala. Kebetulan program yang sedang dinyalakan adalah program pemutar musik Winamp.

Rudy yang dikenal sok tahu itu pun langsung mengklak-klik mouse tersebut. Tanpa sadar ia pun menekan Rem all (Remove all) pada tampilan winamp. Seketika itupula ia langsung kaget melihat daftar lagu yang ada di layar winamp hilang.

Merasa lagu-lagunya hilang, ia pun segera mengambil motornya dan bergegas ke tempat ia membeli komputer.

"Mas, gimana masa lagunya hilang semua," ujar Rudy kepada penjual komputer.

Penjual komputer yang sedang sibuk melayani pelanggan, pun menjawab seperlunya.

"Nggak mungkin hilang, coba aja cari di tong sampah dulu," kata penjual itu.

Rudy yang merasa tak diperhatikan pun langsung pulang ke rumahnya dan mengikuti anjuran penjual tersebut dan mencari  ke tong sampah di sekitar rumahnya. Satu jam tak menemukan lagu-lagu itu, ia pun kembali ke toko komputer dengan emosi yang membara.

"Mas, kalau ngasih tahu yang benar dong masa lagu saya hilang suruh nyari di tong sampah, sebodoh-bodohnya saya, tapi saya tahu nggak ada hubungan komputer sama tong sampah," kata Rudy

Mendengar kata-kata Rudy, bukannya kaget si penjual komputer pun malah tertawa keras.

"Mas Rudy, maksud saya cari di tong sampah itu, tong sampah di komputer, recycle bin, lagipula lagu itu tidak hilang cuma terhapus dari playlist di winamp," kata si penjual.

Rudy pun langsung tertegun malu, sekaligus bingung.

"Lha kalau playlist itu carinya di mana? di tong sampah juga ya? kata Rudy.

05 September 2009

Prophetic Journey Bengkulu Hari Ke 2

Hari Kedua
Jumat, 28 Agustus 2009

Matahari mulai terbit atas kota Bengkulu, hari kemarin hujan menyambut kami sampai pagi hari. Kami memulai pagi dengan doa dan perjamuan kudus. Kami menyiapkan barang-barang yang harus dibawa. Menurut rencana kami akan menemui Bapak Hutabarat ketua sinode PGPIW dan Bapak Panca ketua sinode PGLIIW.

Setelah semuanya beres, kami kemudian check out dari Hotel Samudera Dwinka. Kami kemudian mencari makan pagi, mengingat masih dalam bulan puasa maka kami makan di sebuah restaurant chinese food, kami makan kwetiauw siram, ternyata kwetiauw yang kami makan berbeda dengan kwetiauw yang biasa kami makan di jawa, kwetiauw di sini tebal sekali dan rasanya berbeda dengan kwetiauw yang ada di jawa. Selesai makan pagi kami menjemput Bapak Anthoni di sekretariat gereja.

Sebelum kami berangkat ke rumah Bapak Hutabarat, kami menelpon Bapak Hutabarat dan Bapak Panca, ternyata bapak Panca ada di Jawa sehingga kami menghubungi Bapak Simamora sekretaris PGLIIW. Kami mengadakan janjian untuk ketemu di rumah Bapak Hutabarat. Kami diterima dengan baik dan Puji Tuhan mereka menerima kami dan memberikan respon dengan baik. Sebelum kami pulang dari rumah Bapak Hutabarat kami mendoakan gedung gereja yang digembalakan oleh Bapak Hutabarat. Kemudian kami berpamitan.

Setelah dari rumah Bapak Hutabarat kami melanjutkan perjalanan kami untuk Doa Keliling namun sebelumnya kami makan siang dulu. Kami doa keliling di Pantai Panjang, disitu kami melakukan pentahiran dengan menggunakan garam dan anggur. Dari pantai panjang kami lanjutkan ke daerah sumur meleleh, tapak paderi, pagar dewa, pintu besi, disepanjang perjalanan kami melakukan deklarasi dan pengakuan iman dan menyatakan bahwa Bengkulu berada dalam tangan Tuhan Yesus Kristus.

Baca selengkapnya..

Sumber : Generasi Yoel

Bersambung…

Prophetic Journey Bengkulu

Prophetic Journey Bengkulu
Disusun oleh : Sugiarto Wijaya (Ko Agie) Pemimpin
Hendra Darmawan Pendoa
Ivan Sudrajat S Pendoa
Hari Pertama

Kamis, 27 Agustus 2009

Kami berangkat dari Cirebon naik kereta api Argo Jati pada pukul 05.45 ke Jakarta, kurang lebih 3,5 jam kami tiba di Stasiun Kereta Api Gambir. Setibanya di Stasiun Gambir kami segera naik Bus Damri ke Bandara Soekarno Hatta.

Kami tiba di Bandara Soekarno Hatta sekitar jam sepuluh pagi, kami memasuki terminal 1B. Sambil menunggu check in atau reservasi, kami makan pagi di Food Court Bandara Soekarno Hatta. Setelah selesai makan pagi, kami reservasi untuk terbang ke Bengkulu. Selama kira-kira satu setengah jam kami menunggu di ruang tunggu Batavia Air karena kami akan terbang dengan pesawat Batavia Air.

Sekitar jam 12 an kami terbang ke Bengkulu dengan menggunakan pesawat Batavia Air, selama 45 menit kami berada di udara. Puji Tuhan semua berjalan lancar dan penerbangan kami tidak mengalami hambatan. Setibanya kami di Bandara Fatmawati Bengkulu, kami menunggu sampai koper-koper kami tiba di tangan kami.

Setelah koper ada pada kami, kami berangkat menuju kota Bengkulu karena dari Bandara Fatmawati kita menempuh jarak sekitar 17 km. Kami tiba di Bengkulu sekitar jam 14.00, kami menuju Hotel Samudera Dwinka untuk check in, setelah urusan hotel selesai kami bertiga mencari makan siang.

Selama perjalanan mencari makan siang, kami melihat banyak rumah makan padang yang buka, namun ketika kami tiba di salah satu rumah makan tersebut kami ditolak untuk makan di tempat karena mengingat bulan itu sedang bulan puasa, kami hanya diperbolehkan di bungkus. Demikian juga dengan rumah makan ke dua dan ke tiga, barulah kami membeli makan siang kami di rumah makan ke tiga, kami makan di hotel.

Selesai makan, kita menuju ke GBI Bengkulu, karena sebelumnya Ko Agie sudah menghubungi Bapak Pdt. Petrus Honggo, Pak Petrus menunggu kami sampai setengah lima sore, kami tiba di sekretariat GBI Bengkulu sekitar jam 16.00. Disitu kami berbincang-bincang dengan Bapak Petrus Honggo. Kami banyak sekali mendapat masukan mengenai keadaan masyarakat Bengkulu, keadaan Gereja Tuhan di Bengkulu dan hamba-hamba Tuhan. Puji Tuhan, Pak Petrus menyambut baik dengan maksud dan tujuan kami untuk kami datang ke Bengkulu. Ko Agie menjelaskan kedatangan kami ke Bengkulu adalah untuk membangun pasukan doa di Bengkulu. Bapak Petrus Honggu menyambut baik maksud kedatangan kami, kemudian dia menunjuk Bapak Wakil Gembala (Anthoni) untuk mengantar kami ke Hamba Tuhan yang lainnya dari PGPIW dan PGLIIW. Bapak Gembala GBI Bengkulu (Petrus Honggo) kemudian menawarkan malam itu untuk ikut dalam Doa Malam GBI Bengkulu, pada acara Doa Malam itu kita ditawarkan untuk membagikan visi dan misi kedatangan kami. Selama dua jam kami berbincang-bincang dengan Bapak Petrus Honggo, kami pamit untuk kembali ke Hotel.

Jam 17.00 kami pulang ke Hotel dan istirahat selama dua jam, kemudian kita kembali ke GBI Bengkulu untuk ikut Doa Malam. Pada acara Doa Malam GBI Bengkulu, Ko Agie yang menyampaikan visi misi dari Buku karangan Bapak Pdt. Petrus Agung Purnama yaitu Suluh di Tengah Kegelapan. Respon jemaat sangat luar biasa, ada seorang ibu tua, dia adalah seorang pendoa syafaat mengatakan : memang suatu peneguhan dari Tuhan dengan kedatangan hamba-hamba Tuhan dari Cirebon. Sebelumnya Tuhan ingatkan untuk kami bangkit kembali dalam kegerakan doa buat kota Bengkulu. Hari Sabtu, kami diajak untuk ikut Doa Puasa bersama mereka. Mereka akan mendampingi kita dalam doa keliling kota, sekitar 13 orang pendoa yang akan menemani Doa keliling.

Baca selengkapnya..

Sumber : Generasi Yoel

Bersambung…

Jangan Ragu-Ragu

Yakobus 1:6-8 : "Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin.Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan. Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya."

Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 67; Ibrani 1; Mikha 1-2

Apakah yang terjadi bila Anda ragu-ragu melakukan sesuatu yang disuruh Tuhan kepada Anda? Musuh Anda akan mengambil langkah pertama. Iblis akan mendapat lompatan ke arah Anda.

Jika Anda mau hidup dengan iman, keraguan ialah salah satu kebiasaan paling berbahaya yang dapat Anda miliki. Keraguan berasal dari sikap tidak tegas. Alkitab menyatakan orang seperti itu "tidak mantap dan tidak dapat dipercaya dan tidak pasti mengenai segala sesuatu yang dipikirkan, dirasakan, diputuskannya" (The Amplified Bible).

Jika Anda mendua hati, keputusan-keputusan yang Anda ambil terbagi. Anda berusaha hidup dengan iman dan melindungi ketakutan Anda sekaligus pada saat yang bersamaan. Anda membuat pernyataan iman seperti "Aku percaya Tuhan akan menyembuhkanku." Kemudian ketakutan Anda berbisik, "Tetapi aku tidak mau mengatakan bahwa aku sudah sembuh." Anda sangat sibuk mondar-mandir antara iman dan ketakutan sehingga Anda tidak dapat mengalami kemajuan sama sekali.

Buanglah jauh-jauh kebiasaan ragu-ragu mulai hari ini. Ambillah keputusan yang tegas untuk mempercayai dan bertindak berdasarkan firman Tuhan. Tuntaskan itu selama-lamanya. Bertekadlah untuk tidak menjadi bimbang lagi. Bila kebimbangan mendatangi pikiran Anda, buanglah itu secepatnya.

Bila Tuhan berbicara, jangan membuang waktu sesaat pun. Melangkahlah dalam iman. Dengan cara begitu, Anda dapat selalu mendahului iblis dan meninggalkannya di belakang Anda!

Ketika keraguan Anda mulai muncul, gunakan iman untuk mengalahkannya

Jawaban.com

Weekly Scripture – Amsal 13:11

"Harta yang cepat diperoleh akan berkurang, tetapi siapa mengumpulkan sedikit demi sedikit, menjadi kaya." - Amsal 13:11

Humor : Membual Tentang Orang Tua

Seorang anak anggota Pasukan Darat membual tentang ayahnya kepada seorang anak anggota Angkatan Laut.

“Ayahku adalah seorang insinyur. Dia dapat membangun segala sesuatu. Apakah kamu tahu tentang pegunungan Alpen?”

“Ya”, jawab anak marinir itu.

“Nah, ayahku yang membangunnya!”

Kemudian anak marinir itu ganti membual, “Dan apakah kamu tahu tentang Laut Mati?”

“Ya”

“Ayahkulah yang membunuhnya!”

04 September 2009

Tunduk Pada Otoritas Pemberian Allah

Roma 13:1-2 "Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah. Sebab itu barangsiapa melawan pemerintah, ia melawan ketetapan Allah dan siapa yang melakukannya, akan mendatangkan hukuman atas dirinya."

Paulus bertindak praktis dalam cara memakai kepercayaan dalam kehidupan kita sehari-hari dan menantang kita untuk tunduk pada otoritas yang diberikan Allah. Bagi anak, ini berarti orang tua; bagi orang dewasa, ini berarti para pemimpin dalam pemerintahan, tempat kerja, dan gereja.

Mengapa kita harus begitu tunduk? Karena para pemimpin ini adalah individu-individu paling pandai dan dapat diandalkan di bumi? Tidak. Allah hanya memberikan kepada kita suatu ujian otoritas.

Sebelum kita menjadi pemimpin yang berintegritas, kita harus belajar mengikuti pemimpin-pemimpin lain, tanpa mempedulikan perbedaan. Nyatanya, ujian karakter yang sukar muncul saat kita tidak sepaham dengan otoritas yang sah.

Saat Anda menolak untuk menuntut cara Anda sendiri dan sebaliknya tunduk kepada orang lain, hati Anda lurus. Itulah saatnya Allah dapat mempercayai Anda untuk memimpin orang lain.

Bagi seorang pemimpin sejati, penundukkan diri terhadap otoritas adalah ujian baginya sebelum memimpin di kemudian hari

Jawaban.com