Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

04 June 2009

Asuransi

Anda bingung menentukan asuransi mana yang ingin dibeli? Kami ingin menawarkan sebuah perusahaan asuransi yang pasti tidak mengecewakan. Berikut fiturnya:

PERUSAHAAN ASURANSI INI MENJAMIN:

Kehidupan
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. - Yohanes 3:16

Kesehatan
Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu - Mazmur 103:3

Pakaian
Jadi, jika rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api demikian didandani Allah, terlebih lagi kamu, hai orang yang kurang percaya! - Lukas 12:28

Kebutuhan Sehari-hari
Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus - Filipi 4:19

Kenyamanan
"Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. - Yohanes 14:1

Persahabatan
Dan ketahuilah "Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." - Matius 28:20

Kedamaian
Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu. - Yohanes 14:27

Rumah yang abadi
Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. - Yohanes 14:2

ALASAN-ALASAN UNTUK IKUT ASURANSI INI:

1. Adalah perusahaan asuransi paling tua di dunia.
2. Satu-satunya perusahaan asuransi yang mengasuransikan berbagai kehilangan dalam api zaman akhir.
3. Satu-satunya perusahaan asuransi yang mencakup area yang kekekalan.
4. Kebijakannya tidak pernah berubah.
5. Manajemennya tidak pernah berganti.
6. Aset perusahaan terlalu banyak untuk dihitung.
7. Satu-satunya perusahaan asuransi yang membayarkan premi anda.

PREMI
Roma 5:8
Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.

Efesus 2:8
Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah.

I Korintus 6:20
Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!

PROSEDUR APLIKASI
Kisah Para Rasul 5:8
Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.

Kisah Para Rasul 16:31
"Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat! , ..."

Semua premi untuk aplikasi ini telah dibayar oleh YESUS.

24 May 2009

Note Dari Tuhan

  • Hari ini Aku akan menangani semua masalahmu

  • Tolong, ingatlah bahwa Aku tidak memerlukan bantuanmu

  • Bila kamu ditempatkan di dalam situasi yang kamu tidak mampu untuk menangani, janganlah berusaha untuk memutuskannya sendiri

  • Lebih baik kamu masukkan ke dalam kotak “untuk ditangani oleh Tuhan sendiri”

  • Masalah itu akan ditanggapi pada waktuKu, dan bukan waktumu

  • Sekali masalah itu diletakkan di dalam kotak, janganlah kamu memikirkan atau mengeluarkannya lagi dari kotak itu.

  • Memikirkan atau mengeluarkan kembali akan menunda pemecahan dari masalahmu

  • Bila kamu mengira dapat menanganinya sendiri, tolong bawalah ke dalam doa-doamu, agar kamu yakin bahwa itulah pemecahan yang terbaik.

  • Karena Aku sendiri tidak pernah tidur atau mengantuk, tidak ada gunanya bagimu untuk tidak tidur

  • Istirahatlah, anakKu. Bila kamu ingin menghubungi Aku, Aku hanya sejauh sebuah doa

  • Bila kamu sukar untuk tidur malam ini, ingatlah akan banyak keluarga yang bahkan tidak mempunyai tempat tidur untuk merebahkan dirinya

  • Bila kamu kebetulan terjebak dalam kemacetan lalu lintas, janganlah cemas. Ada banyak orang dalam dunia ini yang tidak pernah menyetir mobil

  • Bila kamu kebetulan mengalami hari yang sial, ingatlah akan orang yang sudah begitu lama tidak mempunyai pekerjaan

  • Bila kamu cemas akan suatu hubungan kawan yang menjadi jelek, ingatlah akan orang yang tak pernah mengalami apa arti mengasihi dan sebaliknya dikasihi

  • Bila kamu tidak suka bila akhir minggu telah lewat, ingatlah kepada wanita yang harus bekerja 12 jam sehari, selama satu minggu penuh untuk dapat memberikan makan kepada anak-anaknya

  • Bila mobilmu rusak di tengah perjalanan, jauh dari keramaian kota untuk dapat bantuan, ingatlah akan mereka yang lumpuh yang akan gembira sekali untuk dapat berjalan

  • Bila kamu mengamati dengan sedih sehelai rambut yang mulai memutih, ingatlah akan pasien kanker yang menjalani terapi kemo yang rindu dapat mengamati rambutnya

  • Bila kamu tidak tahu dan bertanya-tanya, apakah sebenarnya tujuan hidupmu, berterima kasihlah. Terdapat banyak orang yang tidak memiliki umur panjang untuk mengetahuinya

  • Bila kamu memutuskan untuk meneruskan ini kepada seorang kawan, kamu mungkin akan menjadi berkat bagi orang itu

  • 23 May 2009

    Cinta Seorang Ibu

    Alkisah di suatu desa ada seorang ibu yang sudah tua hidup berdua dengan anak satu-satunya. Suaminya telah lama meninggal karena sakit. Sang ibu sering kali merasa sedih memikirkan anak satu-satunya itu.

    Ternyata anaknya mempunyai tabiat yang buruk, yaitu suka mencuri, berjudi, mengadu ayam, sehingga membuat ibunya sering menangis meratapi nasibnya yang malang.
    Ibu itu sering berdoa kepada Tuhan, “Tuhan, tolonglah Engkau mau menyadarkan anakku yang kusayangi, supaya ia tidak berbuat kejahatan lebih banyak lagi. Aku sudah tua dan aku ingin menyaksikan dia bertobat sebelum aku mati.”

    Namun, semakin lama anak itu semakin larut dalam perbuatan jahatnya. Sudah sangat sering ia masuk keluar penjara karena kejahatan yang dilakukannya. Suatu hari ia kembali mencuri di sebuah rumah seorang penduduk. Sialnya, ia bernasib malang dan akhirnya ia tertangkap oleh penduduk yang kebetulan lewat. Kemudian ia dibawa menghadap raja untuk diadili, sesuai dengan kebiasaan di kerajaan itu. Setelah ditimbang berdasarkan perbuatannya, maka tanpa ampun si anak dijatuhi hukuman pancung.

    Pengumuman akan hal ini disebarkan ke seluruh desa. Hukuman pancung akan dilakukan keesokan harinya di depan rakyat tepat pada saat lonceng gereja berdentang menandakan pukul enam pagi. Berita hukuman pancung ini juga sampai ke telinga si ibu. Dia menangis sambil meratapi anaknya yang ia kasihi. Sambil berlutut, ia berdoa kepada Tuhan, “Tuhan, ampunilah anak hamba. Biarlah hamba-Mu yang sudah tua dan renta ini yang memikul dosa dan kesalahannya.”

    Dengan tertatih-tatih dia mendatangi raja dan memohon supaya anaknya jangan sampai di hukum pancung, namun keputusan sudah bulat. Si anak harus menjalani hukumannya. Dengan hati yang hancur, si ibu pulang ke rumah. Dia tidak berhenti berdoa supaya anaknya diampuni. Karena kelelahan dia tertidur dan dalam tidurnya ia kemudian bertemu dengan Tuhan.

    Keesokan harinya, di tempat yang sudah disediakan, rakyat berbondong-bondong datang untuk menyaksikan hukuman pancung itu. Sang algojo sudah siap dengan pancungnya dan si anak sudah pasrah dengan nasibnya. Terbayang di matanya wajah ibunya yang sudah tua, tanpa terasa, ia menyesali perbuatannya. Detik-detik yang dinantikan akhirnya tiba. Namun, sampai waktu yang ditentukan, lonceng tidak juga berdentang.

    Suasana mulai berisik. Sudah lewat lima menit dari waktunya. Akhirnya ditemuilah petugas yang bertugas membunyikan lonceng di gereja. Petugasnya pun mengaku heran, karena sudah sejak tadi ia menarik tali lonceng, namun suaranya tidak ada.

    Ketika mereka semua masih terheran-heran, tiba-tiba dari tali yang dipegangnya mengalir darah yang datangnya dari atas, berasal dari rumah lonceng di atas gedung gereja. Dengan hati yang berdebar-debar semua orang menantikan ketika beberapa orang naik ke atas untuk menyelidiki sumber darah itu.

    Tahukah Anda apa yang sebenarnya terjadi? Ternyata dalam lonceng besar itu ditemukan tubuh si ibu tua dengan kepala hancur berlumuran darah. Ibu tua itu yang berada dalam lonceng tersebut sedang memeluk bandul di dalam lonceng yang mengakibatkan lonceng tak berbunyi. Sebagai gantinya kepala ibu tua itu yang setiap kali terbentur kepada dinding lonceng sehingga hancur.

    Seluruh orang yang menyaksikan merasa ngeri melihat pemandangan yang menyedihkan itu, sehingga mereka meneteskan air mata. Sementara anak lelaki itu memeluk tubuh ibunya yang sudah diturunkan. Dia menyesali dirinya yang selama ini hanya dapat membuat hati ibunya kecewa.

    Ternyata, pada malam sebelumnya, si Ibu dengan susah payah menaiki rumah lonceng dan masuk ke dalam lonceng itu untuk dapat memeluk bandulnya, agar lonceng tidak dapat berdentang, sehingga anaknya tidak perlu dipancung.

    Demikian, sangat jelas kasih seorang Ibu untuk anaknya. Walaupun betapa jahatnya si anak. Marilah kita dapat menunjukkan kasih sayang kita terhadap orangtua masing-masing selagi kita masih mampu karena sesungguhnya mereka adalah sumber kasih sayang hidup kita.

    22 May 2009

    Kesetiaan

    Sebuah pertemuan yang terdiri dari para ilmuwan yang tersohor telah mendengar dan mengikuti dengan penuh pesona akan ungkapan-ungkapan dari Michael Faraday. Selama satu jam ia berhasil mengikat hadirin yang cemerlang itu ketika ia menunjukkan dan memperlihatkan sifat-sifat dan kemampuan dari magnet yang luar biasa.

    Akhirnya ia menutup ceramah ilmiahnya dengan sebuah eksperimen yang belum pernah dilakukan, demikian mengagumkan dan demikian cemerlangnya, sehingga untuk beberapa saat gedung pertemuan itu dibuat goncang dengan tepuk tangan yang gegap-gempita. Kemudian pangeran Wales…disusul oleh Raja Edward VII berdiri sebagai tanda pemberian selamat kepada pembicara.Dan setelah itu disusul dengan ledakan tepuk tangan yang gegap-gempita berulang-ulang kali.

    Tiba-tiba gemuruh tepuk tangan berhenti dan suatu keheningan yang aneh meliputi hadirin. Mereka sedang menanti akan sambutan Faraday. Namun ia tidak muncul di atas panggung, bahkan ia agaknya sudah meninggalkan gedung pertemuan itu.

    Hanya kawan-kawannya yang paling akrab mengetahui sebabnya. Ia ternyata adalah anggota majelis dari sebuah jemaat dari gereja Sandemanian… sebuah jemaat yang terdiri dari tidak lebih dari 20 jiwa. Pada saat Faraday mengakhiri ceramah ilmiahnya, saat itu merupakan jam persekutuan doa di gerejanya.

    Refleksi: Kesetiaan dalam tugas dan kesetiaan dalam doa adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan

    21 May 2009

    Humor : Topik Saat Kencan

    Seorang pemuda ingin mengadakan kencan pertamanya dengan seorang gadis. Pemuda ini agak gelisah dan bingung mencari topik pembicaraan waktu kencan itu. Ia meminta nasihat ayahnya.

    Ayahnya menjawab, “Anakku, ada tiga topik pembicaraan yang selalu berhasil, yaitu tentang makanan, keluarga dan filosofi.”

    Pemuda itu kemudian menjemput pacarnya dan mereka pergi ke sebuah kedai es krim. Mereka saling memandang untuk beberapa saat, sementara kegelisahan pemuda itu menjadi-jadi.

    Tiba-tiba ia ingat akan nasihat ayahnya. Lalu memilih topik yang pertama.

    Ia bertanya kepada gadis itu, “Apakah kamu suka sayur bayam?” Gadis itu menjawab, “Tidak,” kemudian keheningan berlanjut.

    Setelah melewati beberapa saat yang tidak nyaman, pemuda itu ingat akan nasihat ayahnya dan mencoba topik yang kedua. Ia bertanya, “Apa kamu mempunyai saudara laki-laki?”

    Lagi-lagi gadis itu menjawab, “Tidak!”. Dan keheningan berlanjut lagi.

    Kemudian pemuda itu memainkan kartunya yang terakhir. Ia ingat akan nasihat ayahnya dan mengajukan pertanyaan ini, “Bila kamu mempunyai saudara laki-laki, apakah ia suka makan sayur bayam?”

    20 May 2009

    Berdoa Hingga Mencapai Kemenangan Akhir

    APAKAH ARTINYA : BERDOA HINGGA MENCAPAI KEMENANGAN AKHIR ITU?

    Elizabeth Dabney adalah seorang ibu rumah tangga Amerika, keturunan Negro, yang telah membiasakan diri untuk berdoa berjam-jam lamanya. Ia tidur hanya supaya dapat berdoa kembali dengan tubuh yang segar di waktu siang maupun malam hari. Ia membatasi diri untuk makan makanan yang sederhana, hanya sekali sehari, dan tidak menghabiskan waktunya untuk mengobrol dengan orang lain. Biasanya ia datang dengan tenang dalam kebaktian, sejam sebelum acara dimulai, untuk berdoa sendiri. Seusai kebaktian, dengan diam-diam ia kembali ke dalam biliknya, tempat pelayanannya yang SESUNGGUHNYA, yaitu tempat ia berdoa dengan sebulat hati bagi pembebasan jiwa-jiwa, dan hal ini berlangsung hingga jauh malam. Dalam suatu wawancara, diungkapkannya tentang apa yang menyebabkannya untuk memasuki pelayanan yang bermanfaat ini bagi Tuhan dan jiwa-jiwa yang sesat. Suaminya adalah seorang pendeta, yang diutus oleh sebuah gereja yang makmur di kota Filadelfia. Pada kebaktian yang pertama tidak seorangpun hadir, kecuali mereka berdua. Nyonya Dabney menyadari bahwa itulah suatu ladang yang sulit karena termasuk daerah hitam yang paling buruk di kota itu. Oleh sebab itu, ia sadar bahwa hanya doalah yang dapat mengubah situasi di sana.

    IA MENGAMBIL KEPUTUSAN UNTUK SIANG-MALAM BERTEKUN DI DALAM DOA

    Ia berjanji kepada Tuhan bahwa apabila Tuhan mengirim orang-orang berdosa ke tempat kebaktian itu serta menyelamatkan jiwa-jiwa mereka, maka ia akan bergumul di dalam doa selama tiga hari tiga malam setiap minggunya, dalam jangka waktu tiga tahun. Di samping itu, bukan saja ia akan berdoa, melainkan juga berpuasa.

    Ketika ia untuk pertama kalinya memberitahukan kepada suaminya mengenai niatnya itu, sang suami merasa segan utnuk mengizinkannya bergumul dalam doa seorang diri selama tiga hari tiga malam setiap minggunya. Namun segera ia menyadari bahwa hal itu terjadi karena dorongan Tuhan. Segera setelah isterinya mulai berdoa seorang diri bagi pelayanan suaminya, Tuhan mulai bekerja. Orang-orang berdosa berdatangan dan tidak lama kemudian, ruang gereja mereka dipenuhi oleh orang-orang yang bertobat kepada Tuhan.

    Suaminya meminta agar ia berdoa untuk tempat yang lebih besar. Tuhan menggerakkan hati seorang pengusaha untuk menyediakan sebuah rumah yang lebih besar dan lebih indah di seberang jalan. Sementara ibu itu melanjutkan pergumulannya di dalam doa, maka gedung itu pun tidak dapat memuat para pengunjung yang semakin meningkat. Kembali suaminya meminta kepadanya untuk berdoa bagi sebuah gedung gereja yang lebih besar lagi. Maka berdoalah ia untuk maksud tersebut dan Tuhan memberi sebuah gedung gereja yang besar dan indah di tepi jalan raya kepada mereka. Kebaktian-kebaktian itu selalu penuh dan jiwa-jiwa dilepaskan dari dosa. Orang-orang beriman itu kemudian dibaptiskan dalam kelompok-kelompok besar.

    Pada suatu hari, di depan pintu gereja, ketika ia hendak masuk untuk memenuhi janjinya dalam hal berdoa, tuhan berkata, “Pulanglah.” Akan tetapi, ia tidak berminat untuk pulang ke rumahnya. Ia rindu untuk berdoa! Kemudian Tuhan bertanya kepadanya, apakah ia mengetahui, hari apakah saat itu? Ia merasa terdorong untuk membuka dompetnya dan membaca janjinya kepada Tuhan. Akhirnya ia tahu dari catatannya itu, bahwa ia telah memenuhi janjinya untuk berdoa dalam jangka waktu tiga tahun! Hatinya sangat rindu untuk memasuki gedung gereja itu, untuk memuji dan menyembah Tuhan, tetapi, sekali lagi, ia mendengar Suara Tuhan yang mengatakan, “Pulanglah.” Maka ditaatinya perintah Tuhan itu. Jiwanya penuh dengan sukacita di depan hadirat Tuhan. Kemudian ia mendengar Tuhan berkata, “Pergilah ke ruangan di bawah tanah.” Ia merasa takut dan ragu-ragu, kemudian berkata kepada Tuhan, “Ya Tuhan, jika Engkau hendak membawa saya pulang ke rumah Tuhan yang penuh kemuliaan itu, izinkan saya terlebih dulu menemui suami dan anakku.” Meskipun demikian, ia pergi juga ke ruangan dibawah tanah itu, sesuai dengan perintah Tuhan. Ruangan itu yang biasanya gelap, pada saat itu tampak dipenuhi dengan terang yang ajaib. Kemudian kata Tuhan kepadanya, “Engkau telah berdoa terus-menerus, sampai pada akhirnya. Sekarang Aku datang untuk memberkatimu.” Dari plafon tampak turunlah suatu pancaran air kehidupan yang mulai mengisi ruangan itu! Tuhan berfirman kepadanya bahwa ke mana pun ia pergi dan berdoa, Ia akan melepaskan orang-orang berdosa dari ikatan dosa mereka, serta memenuhi orang-orang yang percaya itu dengan Roh-Nya. Semua ini terjadi beberapa tahun yang lalu dan Tuhan telah memegang janjiNya! Ke mana pun Nyonya Dabney pergi dan bergumul di dalam doa, maka orang-orang berdosa dilepaskan dan para saleh disegarkan kembali. Ia tidak berkhotbah, hanya menasihati para saleh dan mendorong orang-orang berdosa untuk mencari Wajah Tuhan hingga mereka menemukan Dia. (Luk. 11:9; Yes. 55:6,7; Hos. 10:12).

    Petikan dari surat-suratnya di bawah ini kiranya memberi pengertian yang mendalam mengenai kehidupan doanya:

    “Pagi ini saya sangat terbeban, hingga hampir mati rasanya. Jantungku terasa berhenti berdetak. Beban orang-orang berdosa menekan lebih berat di atas bahuku daripada waktu sebelumnya! Siang malam aku dapat mendengar jeritan orang yang akan binasa dalam dosa-dosa mereka.”

    “Tuhan Allah merindukan suatu pencurahan Roh Kudus. Inilah masa tuaian yang besar! Karena beberapa alasan, Tuhan menganggap diriku patut untuk menderita sengsara, hingga hampir mati rasanya — supaya orang-orang berdosa yang patut dikasihani itu dapat dibebaskan, sebelum terdengar suara orang berseru: Mempelai datang. Songsonglah Dia!”

    “Pada saat ini, kita harus memiliki kuasa untuk menolong orang-orang terbelenggu ini. Apabila kita akan memecahkan materai Iblis dalam hati orang-orang berdosa ini, maka diperlukan doa yang tiada berkeputusan kepada Tuhan Allah.”

    “Marilah, Saudara-saudara yang kekasih, ke tempat Yesus akan turun tangan melalui Saudara untuk melepaskan banyak orang berdosa dengan perantaraan doa-doa Saudara … Ia memiliki bukit-bukit doa yang tak pernah ada orang yang memohon dariNya. Kaki Saudara dapat berdiri di atas ketinggian baru, setiap hari dan setiap malam.”

    “Berkhotbah itu baik. Pengajaran itu penting. Tetapi yang menjadi kunci rahasianya adalah DOA! Sebuah doa yang didengar dan dijawab oleh Tuhan dapat mengguncangkan alam ciptaanNya.”

    Disadur dari “Herald of His Coming”

    19 May 2009

    Panah

    Sally, seorang gadis muda, mengemukakan pengalamannya di sebuah sekolah seminari ... sebuah pelajaran dari Dr. Smith, yang terkenal dengan kerumitannya. Suatu hari Sally masuk ke kelas dan segera menyadari bahwa akan ada sesuatu yang menyenangkan hari itu. Di dinding ada satu papan sasaran yang besar, di meja terletak banyak anak panah. Dr. Smith meminta setiap murid untuk membuat gambar orang yang tidak mereka sukai atau orang yang telah melukai hati mereka; kemudian mereka akan diperbolehkan melempar anak panah pada gambar tersebut.

    Seorang gadis, teman Sally, menggambar wajah gadis lain yang telah merebut pacarnya. Yang lain manggambar wajah adiknya. Sally menggambar wajah teman lamanya dengan sangat detail sampai dia tidak lupa menambahkan jerawatnya. Dia sangat puas setelah melihat semuanya lengkap.

    Seluruh isi kelas kemudian berbaris dan mulai melemparkan anak panah, diiringi suara tawa riang. Beberapa di antara mereka melempar anak panah begitu kuatnya sampai merobek sasaran. Sally menunggu gilirannya ... kemudian dia kecewa, karena waktu sudah habis.

    Dr. Smith meminta semua murid untuk duduk kembali di kursi masing-masing. Sambil duduk, Sally memikirkan rasa kecewanya karena belum memiliki kesempatan untuk melempar.

    Dr. Smith mulai melepas sasaran dari dinding. Di balik sasaran terdapat gambar wajah Yesus ...

    Suasana kelas menjadi hening ... semua murid menatap gambar Yesus yang telah hancur; seluruh wajahNya berlubang dan sobek bahkan matanya tertembus.

    Dr. Smith hanya berkata ... "Apa yang kamu lakukan untuk saudaraKu yang paling hina, kamu melakukannya untukKu". (Matius 25:40).

    Tidak ada lagi kata-kata, semua mata berkaca-kaca menatap wajah Yesus ...

    Aku Bersyukur

    Mendengar anggota keluargaku ngomel-ngomel dirumah, berarti aku masih punya keluarga yang utuh.

    Merasa lelah dan pegal linu setiap sore, sebab itu berarti aku mampu bekerja keras.

    Membersihkan piring dan gelas kotor setelah menerima tamu dirumah, karena itu berarti aku dikelilingi teman-teman.

    Pakaianku terasa agak sempit, karena itu berarti bahwa makanku cukup kenyang.

    Mencuci dan menyetrika tumpukan baju, sebab itu berarti aku memiliki pakaian.

    Membersihkan halaman rumah, membersihkan jendela, memperbaiki talang dan got, karena itu berarti aku memiliki tempat tinggal.

    Duduk kembali di kantor, berarti masih ada perusahaan yang mau memperkerjakan aku bahkan perusahaan masih mampu membayar gaji setiap bulannya.

    Mendengar nyanyian suara yang fals, karena itu berarti aku bisa mendengar.

    Mendengar bunyi jam alarm dipagi hari, sebab itu berarti aku hidup.

    Akhirnya…
    aku perlu bersyukur mendapatkan dan mengirimkan e-mail ini, karena tidak sadar aku masih memiliki teman yang peduli padaku. Ohh… indahnya…

    Kirimlah e-mail ini kepada temanmu. Aku baru saja melakukannya. Seseorang yang peduli tentang aku telah mengirimkannya kepadaku.

    15 May 2009

    Bersyukur

    Sebagian orang terbiasa bersyukur. Sebagian orang hanya bersyukur untuk hal-hal besar. Sebagian lagi merasa tidak biasa untuk bersyukur. Termasuk dalam kategori manakah diri kita?

    Ketika segala sesuatunya berjalan baik, tidak sulit untuk bersyukur. Ketika badai menghadang dan angin menerjang dalam kehidupan, mulai terasa sulit untuk tetap bisa bersyukur. Jadi, kapan kita bisa bersyukur? Tak ada hal yang tak mungkin, jika kita mau belajar dan berusaha. Mulailah membangun kebiasaan untuk mengucap syukur untuk setiap detil yang terjadi dalam hidup kita. Mulailah dengan hal-hal paling kecil dan sederhana. Satu hari pasti, kita akan menyadari kalau kita telah terbiasa untuk bersyukur.

    God bless.

    in Christ,
    Jessica

    ------------------------------------------------------------------------------------

    GUNAKAN RASA SYUKUR UNTUK MENERIMA LEBIH BANYAK BERKAT

    Oma comel Gladys adalah wanita tua paling pemarah di kota. Suatu hari, ia mengumumkan pada seluruh keluarganya, “Saya ingin seekor piaraan.  Piaraan itu harus sempurna!”

    Ampun, keluarganya pasti mengalami kesulitan mencarikan seekor piaraan baginya. Seorang keponakan laki-laki memberinya seekor kucing.

    “Terlalu manja,” keluhnya dan mengembalikannya. Seorang keponakan perempuan memberinya seekor kura-kura.

    “Terlalu lamban,” keluhnya dan mengembalikannya. Seorang cucu perempuan memberinya seekor kakaktua. Setelah beberapa hari, ia mengembalikannya dan berkata, “Ia selalu mengeluh!”

    Akhirnya, mereka kegirangan ketika mereka menemukan seekor anjing istimewa yang sangat pintar.  Pemilik toko bahkan mengatakan pada mereka, “Saya bahkan tidak tahu seberapa pintarnya anjing ini!  Ia selalu memberi kejutan pada saya setiap hari.”  Seluruh keluarga begitu gembira, mereka memberkan anjing itu pada Oma Gladys, berharap anjing itu dapat memberi kesenangan dalam kehidupan wanita tua itu. Hari berikutnya, keluarganya melihat Oma Gladys bermain catur bersama anjingnya!

    Mereka begitu terkejut, dan berkata, “Bibi Gladys!  Itu pastilah anjing terpintar di seluruh dunia!”

    Dia menyeringai, “Nah..., saya akan mengembalikannya juga pada kalian.  Ia sudah kalah tiga kali dalam lima permainan terakhir.”

    Apapun yang kamu lakukan, Oma ini tidak pernah merasa senang. Pilihan ada di tangan kita: Bersyukur atau terus mengeluh. Saya percaya pilihan ini bahkan mempengaruhi kekayaan Anda…

    PERTANYAAN: APAKAH ANDA KAYA?

    Kisah di atas hanyalah fiksi belaka. Saya akan ceritakan sebuah kisah nyata sekarang. Wanita ini adalah seorang multi-jutawan. Namun sangat dan sama sekali miskin. Jika Anda bingung, teruslah membaca. Wanita kaya ini mempunyai 5 pembantu, 1 tukang kebun, dan 2 supir.

    “Pembantu #1 adalah asisten pribadi saya,” jelasnya pada saya suatu hari.

    “Saya tidak dapat hidup tanpanya.  Ia memegang handphone saya. Ia menyusun anggaran untuk rumah.  Yang lebih penting, ia memijit kaki saya setiap malam. Pembantu #2 membersihkan rumah.  Pembantu #3 bertugas cuci gosok. Pembantu #4 memasak.  Dan pembantu #5 adalah asisten pembantu #1.”

    Kebetulan, saya bertemu dengannya suatu pagi dan ia menyerocos, “Saudara Bo, saya merasa sangat stres!  Hidup ini begitu sulit! Mengapa Tuhan melakukan ini pada saya?”

    “Mengapa? Apa yang terjadi?”, saya bertanya. Saya membayangkan yang  terburuk.

    “Salah satu pembantu saya sedang libur,” jeritnya, “dan ia sudah pergi selama seminggu hingga hari ini.  Jadi dari lima pembantu, sekarang saya hanya punya empat.  Ya Tuhan, saya tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan!  Hidup saya jadi berantakan.”

    Wow.  Wanita malang.  Maksud saya, mempunyai empat pembantu adalah sebuah tragedi, bukan? Semestinya tak seorang pun melewati pencobaan seperti ini.  Membuat Anda ingin menghiburnya. Dengan beberapa tamparan di kepala. Saya berharap saya dapat mengatakan bahwa saya melebih-lebihkan kisah ini untuk membuat Anda tertawa.

    Maaf.  Ini sebuah kisah nyata.

    DENGAN APA KEKAYAAN DIUKUR?

    Sekarang saya sangat yakin. Kekayaan bukanlah uang. Kekayaan bukanlah mobil-mobil yang Anda kendarai atau rumah-rumah yang Anda miliki. Kekayaan bukanlah perhiasan Anda, saham, atau simpanan Anda di bank. Sekarang saya percaya kalau kekayaan adalah suatu emosi. Kekayaan adalah suatu perasaan di dalam hati. Lebih tepatnya, kekayaan adalah suatu pandangan, suatu sikap, suatu kepercayaan.

    Dan ukuran kekayaan yang paling nyata adalah rasa syukur. Teman saya di atas, meskipun seorang multi-jutawan, tapi sangat miskin karena ia memiliki rasa syukur yang sangat sedikit. Tiadanya rasa syukur berfokus pada apa yang ia tidak miliki; Rasa syukur berfokus pada apa yang Anda miliki. Saya sudah mengerti hal ini sejak dulu…

    POINT-POINT MILIK ALING DORING

    Ada satu masa dalam hidup saya dimana saya hanya memiliki sedikit uang. Pada hari-hari dalam masa itu, saya tidak mampu untuk makan di Jollibee. Karena itu setiap hari, saya pergi ke toko kecil di sudut ini yang disebut Point-Point.

    Dalam kamus kita, seperti rumah makan cepat saji dimana kita tinggal menunjuk menu yang kita inginkan yang sudah terpajang di lemari kaca. Sebagai ganti kursi, di sini tersedia bangku kayu panjang yang kasar. Sebagai ganti meja, di sini tersedia tripleks yang dilapisi plastik. Sebagai ganti AC, di sini ada wanita berbadan besar bernama Aling Doring yang, dengan sebuah kipas tradisional di tangannya, mengipasi saya dan menepuk pasukan lalat di sekeliling saya. Ia juga
    menyediakan hiburan luar biasa bagi kami – menceritakan pada kami tentang gosip selebritis dari tabloid tertentu. (Oke, sekarang Anda tahu di belahan dunia mana letak tempat ini.)

    Point-Point memberi saya semangkuk penuh sup, semangkuk nasi, beberapa potong sayur pare, dan 3 potong daging babi – semua hanya seharga 10 Peso (= Rp 2500,-).  Itu sudah lama sekali. Ketika saya masih muda dan tampan. (Sekarang, saya hanya tampan). Namun setiap kali saya makan di sana, saya merasa gembira. Saya merasa seperti seorang raja. Saya merasa sangat kaya! Bayangkan, saya bisa makan!  Begitu banyak orang – 30% dari penduduk dunia – sedang kelaparan.

    Karena itu saya menikmati makanan lezat tersebut.  Saya menikmati gurauan Aling Doring.  Saya menikmati para pengemudi jeepney (transportasi umum seperti mikrolet di Jakarta) yang makan bersama saya – bau mereka, sendawa mereka, dan tawa mereka.  Sangat indah. Dan saya selalu bersyukur pada Tuhan untuk semuanya. Sekarang, saya punya sedikit lebih banyak uang.  Kebanyakan makan siang bisnis saya sekarang dilakukan di hotel dan restoran bintang lima. Saya telah mengalami peningkatan.

    Namun jauh dalam lubuk hati, tak ada yang berubah. Saya tetap merasa seperti seorang raja. Saya tetap merasa kaya. Oh ya, dibandingkan dengan para pembimbing finansial saya yang jutawan, saya hanya memiliki remah-remah. Tapi dalam hati saya, saya telah menjadi seorang jutawan. (Saya harap Anda juga)

    Ingatlah kebenaran yang menguatkan ini: Kekayaan Anda sama dengan Rasa Syukur Anda. Dan Rasa Syukur Anda sama dengan Kekayaan Anda. Tapi rasa syukur macam apa yang Anda miliki? Mari kita cari tahu…

    3 MACAM RASA SYUKUR

    Ada tiga tingkatan rasa syukur:
    -  Rasa syukur yang dangkal
    -  Rasa syukur yang sederhana
    -  Rasa syukur yang kudus

    1.  Rasa Syukur Yang Dangkal

    Ini terjadi ketika Anda bersyukur untuk hal-hal yang besar saja. Anda menang lotere. Anda mendapat sebuah mobil baru. Anda berhasil lulus ujian setelah 9 kali mengulang. Puteri Anda akhirnya menikah pada usia 45. Visa Anda disetujui setelah menunggu selama 16 tahun. Suami Anda yang tidak setia, pengangguran, peminum akhirnya berubah. Atau suami Anda yang tidak setia, pengangguran, peminum akhirnya meninggal. Apapun yang terjadi lebih dulu. Maksud saya, bagaimana mungkin Anda tidak mengucap syukur? Setiap orang mulai dengan Rasa Syukur yang Dangkal. Saya menyebutnya dangkal karena perasaan syukur ini akan lebih cepat berlalu. Rasa Syukur yang Dangkal baik. Namun jika Anda ingin sungguh-sungguh bahagia, Anda perlu naik tingkat ke bentuk rasa syukur yang lebih dalam…

    2.  Rasa Syukur Yang Sederhana

    Dalam Rasa Syukur yang Sederahana, Anda bersyukur bahkan untuk hal-hal kecil dalam hidup. Untuk atap yang melindungi kepala Anda, untuk makanan yang bersisa di meja Anda, untuk keluarga yang agak memusingkan di sekeliling Anda.  Hal-hal biasa yang Anda terima. Ingat kalimat terkenal ini? “Saya pernah merasa sedih karena tidak punya sepatu, hingga saya bertemu dengan seorang pria yang tidak mempunyai kaki.”  -  NN.

    Suatu hari, seorang teman mengeluh tentang kerontokan rambut yang dialaminya. Saya mengatakan padanya untuk berpikir positif: rambutnya bukan rontok, tapi dahinya yang bertambah lebar.  Ia tidak percaya pada saya dan menjadi semakin depresi. Karena itu saya mengirimkan sms padanya kalimat di atas dengan versi yang sedikit berbeda : Saya pernah merasa sedih karena tidak punya rambut hingga saya bertemu seorang pria yang tidak mempunyai kepala. Saya rasa itu menyadarkannya. Jika Anda harus memilih antara kebotakan dan dipenggal, mana yang akan Anda pilih? Sekarang, ia membuat kepalanya mengkilap dan memanggil dirinya sendiri Bruce Willis. Saya membaca doa ibu ini di suatu tempat dan memutuskan untuk menuliskannya di sini bagi semua ibu luar biasa yang membaca blog saya. Terima kasih Tuhan untuk tempat cuci piring yang kotor ini; yang menandakan kami punya banyak makanan untuk dimakan. Terima kasih untuk cucian yang kotor dan bau ini; kami punya banyak pakaian bagus untuk dipakai. Terima kasih untuk kulkas yang mengotori tangan ini yang sangat perlu dicairkan; ia telah melayani kami dengan setia selama bertahun-tahun. Ia dipenuhi dengan minuman dingin dan makanan sisa yang cukup untuk dua atau tiga kali makan. Terima kasih, Tuhan, untuk oven ini yang betul-betul harus dibersihkan hari ini. Ia telah memanggang begitu banyak makanan selama bertahun-tahun. Terima kasih, Tuhan, bahkan untuk pintu yang harus dibanting itu. Anak-anak saya sehat dan bisa berlarian dan bermain. Tuhan, kehadiran semua tugas ini menanti saya mengatakan Engkau telah memberkati keluarga saya dengan berlimpah. Saya harus melakukan semua tugas ini dengan riang dan saya harus melakukannya dengan penuh syukur. Tapi tahukah Anda bahwa ada sesuatu yang lebih luar biasa daripada Rasa Syukur yang Sederhana?

    3.  Rasa Syukur Yang Kudus

    Dalam Rasa Syukur yang Kudus, Anda bersyukur untuk hidup itu sendiri. Anda bersyukur bahwa Anda hidup. Anda bersyukur bahwa Anda ada. Anda bersyukur bahwa Anda bernafas! Anda bersyukur untuk setiap petualangan dalam hidup sehari-hari, dengan semua naik-turunnya, tinggi-rendahnya, dan lika-likunya. Rasa syukur macam ini tidak lagi tergantung pada situasi. Dan ada sebuah perbedaan besar antara tahu Anda perlu bersyukur, dan kenyataan memiliki setiap sel dalam tubuh Anda yang berseru, “Terima kasih!”

    Ini Rasa Syukur yang Kudus. Hal ini merupakan salah satu hal termanis di dunia. Tak satupun dapat menyentuh Anda. Anda merasa damai. Ketika Anda memiliki Rasa Syukur yang Sederhana – dan khususnya Rasa Syukur yang Kudus – Anda menerima begitu banyak berkat. Mengapa? Karena ketika Anda menjadi seorang yang bersyukur, Anda juga menjadi seorang……INVERSE PARANOID! Saya membaca ini dari Jack Canfiled dalam bukunya, Success Principles, dan dikutip oleh banyak penulis lain – dan saya pikir ini luar biasa. Apa arti seorang Inverse Paranoid? Anda tahu arti Paranoid adalah: seorang yang takut atau cemas. Ia pikir kalau dunia ada di luar sana untuk menangkapnya. Untuk mencuri darinya. Untuk menyakitinya. Untuk menjatuhkannya. Dan, seorang Inverse Paranoid adalah seorang yang bahagia yang percaya bahwa dunia berkonspirasi untuk memberkatinya. Untuk melayaninya. Untuk mencintainya!

    Seorang Inverse Paranoid mengharapkan yang terbaik dari hidup. Seorang Inverse Paranoid mengharapkan hal-hal besar akan terjadi. Seorang Inverse Paranoid mengharapkan bahwa ia akan berjalan di ladang berkat setiap hari. Seorang Inverse Paranoid percaya bahwa dunia sedang berencana untuk memenuhi impian-impiannya!

    Seorang Inverse Paranoid memandang hal-hal buruk hanya sebagai berkat yang tersamar. Seorang Inverse Paranoid terbangun setiap pagi dan berkata, “Saya berharap diberkati hari ini!  Yipiiieee…!”

    APAKAH ANDA SEORANG AHLI BERKAT ATAU SEORANG AHLI MASALAH?

    Mengapa orang-orang yang bersyukur menjadi Inverse Paranoid? Alasan pertama : Rasa syukur adalah salah satu bentuk cinta yang paling kuat. Dan Anda tahu bahwa cinta mengalahkan semua ketakutan. Paranoia adalah ketakutan. Karena itu rasa syukur mengusir ketakutan dalam hidup Anda. Ini adalah alasan kedua: Karena orang-orang yang bersyukur berfokus pada berkat-berkat dalam hidup mereka, mereka menjadi Ahli-ahli Berkat.  Apa maksudnya?  Mereka tahu bagaimana bentuk, suara, bau, dan rasa sebuah berkat.  Karena itu, ketika mereka membuka mata mereka dan melihat sekeliling hidup mereka, mereka akan mencium sebuah berkat yang satu mil jauhnya!  Mereka akan menghampiri dan meraihnya. Orang-orang yang tidak bersyukur adalah Ahli-ahli Masalah. Ketika mereka melihat sekeliling hidup mereka, mereka tidak dapat melihat berkat di depan mata mereka karena mereka tidak tahu bagaimana rupanya. Saya harap Anda menjadi seorang Inverse Paranoid, seorang Ahli Berkat sesegera mungkin. Percayalah, ini sangat mengasikkan! Semoga impian Anda menjadi kenyataan,

    Bo Sanchez

    07 May 2009

    Pekerjaanmu Berharga

    2 Tesalonika 3:10 Sebab, juga waktu kami berada di antara kamu, kami memberi peringatan ini kepada kamu: jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan.

    Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 119:1-88; 1 Korintus 7; 1 Samuel 1-2

    Sampai era 80-an, kita masih bisa melihat ada profesi pemungut puntung rokok. Sambil membawa semacam sumpit mereka menyusuri jalan sambil terus menunduk mencari-cari puntung rokok di jalan. Setelah terkumpul, sisa sedikit tembakau pada puntung itu mereka kumpulkan untuk dijual dan dijadikan rokok baru lagi.

    Mereka bukan pengemis. Justru mereka adalah orang yang memiliki harga diri. Mereka pantang menadahkan tangan memohon belas kasihan orang walaupun berat dan hasilnya sangat kecil. Daya juang mereka patut kita hargai.

    Sayang, lambat laun profesi itu punah. Zaman telah berubah. Sejak krisis ekonomi mendera kita Juli 1997, etos kerja telah hancur. Sekarang daripada menjadi pemungut puntung rokok, orang lebih suka mengemis.

    Firman Tuhan sangat keras menyoroti hal ini: yang tidak bekerja, jangan makan. Mungkin pekerjaan kita dipandang rendah, tempat kerjanya kotor, sangat berat dan melelahkan, atau bahkan beresiko tinggi. Lagi pula, imbalannya pun relatif kecil. Mungkin kita kecil hati melihat keberhasilan teman kita. Tapi, jangan putus asa! Tak ada pekerjaan yang hina asalkan halal dan tidak merugikan orang lain. Yang membuatnya berharga adalah bagaimana kita melakukannya. Apakah dengan sepenuh hati, seolah-olah untuk Tuhan, dan bukan untuk manusia, atau asal-asalan. Tuhan menghargainya.

    Jika kita tak bisa mencintai apa yang kita kerjakan, kemungkinan besar orang lain pun akan demikian.

    06 May 2009

    Email

    Sepasang suami istri setengah baya yang sama-sama sibuk dengan bisnisnya merasa penat dengan kesibukan di ibukota. Mereka memutuskan untuk berlibur di Bali. Mereka berencana akan menemptati kembali kamar hotel yang sama dengan saat mereka berhoneymoon 30 tahun yang lalu. Karena kesibukannya, si suami harus terbang lebih dahulu dan istrinya baru menyusul keesokkan harinya.

    Setelah check in di hotel di Bali, ia segera mengirimkan email melalui komputer dengan jaringan internet yang tersedia di kamarnya. Dengan gembira ia menulis email mesra kepada istrinya yang sedang di kantornya di Jalan Sudirman, Jakarta. Celakanya, ia salah mengetik alamat email istrinya dan tanpa menyadari kesalahannya ia tetap mengirimkan email tersebut.

    Di lain tempat, di daerah Cinere, seorang wanita baru kembali dari pemakaman suaminya yang baru saja meninggal. Setibanya di rumah, ia langsung memeriksa email untuk membaca ucapan-ucapan belasungkawa. Baru saja selesai membaca email yang pertama, ia langsung jatuh pingsan tak sadarkan diri. Anak sulungnya yang terkejut kemudian membaca email tersebut kemudian tak lama kemudian jatuh pingsan juga. Email itu berbunyi :

    To : Istriku tercinta
    Subject : Papah sudah sampai Mah!!
    Date : 20 Agustus 2007

    Aku tahu pasti kamu kaget tapi senang dapat kabar dariku. Ternyata disini mereka udah pasang internet juga, katanya biar bisa berkirim kabar buat orang-orang tercinta dirumah. Aku baru sampai dan sudah check-in. Katanya mereka juga sudah mempersiapkan segalanya untuk kedatanganmu besok. Nggak sabar deh rasanya nungguin kamu. Semoga perjalanan kamu kesini juga mengasyikkan seperti perjalananku kemaren.

    Love you mom, Papah

    PS : Disini lagi panas-panasnya. Kalau pada mau, anak-anak diajak aja ya.