Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

25 March 2009

12 Pelukan Sehari

“Untuk bertahan hidup, kita membutuhkan 4 pelukan sehari. Untuk kesehatan, kita butuh 8 pelukan perhari. Untuk pertumbuhan, awet muda, kebahagiaan, kita perlu 12 pelukan perhari,” kata Virginia Satir, terapis keluarga.

Mungkin Anda sedikit heran, benarkah pelukan memiliki kekuatan yang begitu hebat, hingga bisa membuat sehat, panjang umur, dan awet muda? Kapan terakhir kali Anda memeluk seseorang atau seseorang memeluk Anda? Jika jawabannya jarang atau bahkan tidak pernah sama sekali, coba ingat-ingat, apa yang belakangan ini Anda rasakan? Bisa jadi Anda sering sakit-sakitan, depresi, stres, sakit kepala, dan emosional.

Berbagai penelitian menunjukkan terapi pelukan bisa menyembuhkan penyakit fisik dan psikis. Bisa mengatasi stres, depresi dan lain-lain. Orang yang dipeluk, ataupun memeluk, merasakan adanya kekuatan cinta yang mengelilingi mereka. Kekuatan ini yang membuat kekebalan tubuh kita semakin meningkat. Pelukan Damai Saat berpelukan, tubuh melepaskan oxytocin, hormon yang berhubungan dengan perasaan damai dan cinta. Hormon oxytocin ini membuat jantung dan pikiran sehat. Hormon oxytocin ini baru bisa keluar jika manusia memiliki kehidupan sehat, merasa damai dan tentram.

Terapi pelukan hampir sama dengan terapi jalan kaki. Terapi pelukan meningkatkan keseimbangan tubuh, kesehatan, dan mengurangi tingkat stres, khususnya para profesional muda yang bekerja di kotametropolitan. Pelukan bukan berarti Anda harus mencari suami atau kekasih untuk melakukan hal ini. Pelukan dapat dilakukan pada siapa saja dengan penuh kasih dan damai. Tentu saja pelukan ini bukan berkonotasi negatif apalagi mengikutsertakan gairah. Pelukan ini juga bukan 'pelukan sosial', seperti berjabat tangan, mencium pipi kiri dan kanan, seperti yang dilakukan oleh budaya masyarakat beberapa negara pada saat pesta atau pertama kali bertemu.

Pelukan yang dimaksud adalah pelukan saling menyentuh, tubuh dengan tubuh saling mengikat dan menyentuh. Ketika saling berpelukan, akan terasa perasaan nyaman dan damai. Di Indonesia juga beberapa negara lainnya berpelukan hanya
dilakukan pada pasangan suami istri, saudara, orang tua ke anaknya. Di Amerika sebuah lembaga ada yang mengkoordinir untuk mengadakan Free Hug di jalanan.Jangan kaget jika suatu hari, saat Anda berkunjung ke Amerika dan Eropa, melihat beberapa orang dengan papan besar di dada, bertuliskan Free Hug. Mereka adalah para relawan yang memberikan terapi pelukan pada setiap orang yang membutuhkan.

Anak Tumbuh Sehat

“Tapi, kita harus ingat. Walau sekadar jabat tangan dan menyentuh pipi dengan pipi, ini juga ada manfaatnya. Adarasa kehangatan ketika kita saling berjabat tangan. Namun bila ini dilakukan lebih dari ini, yaitu dengan pelukan erat. Tentu lebih bermanfaat, unsur terapinya lebih tinggi,” ujar Dr. Bhagat, salah satu doktor yang meneliti pengaruh pelukan di India.

Diharapkan masyarakat mengerti akan manfaat sentuhan dan pelukan. Sehingga pasangan suami istri, semakin sering berpelukan dan bersentuhan. Juga makin sering memeluk anak-anaknya. Seluruh bagian di kulit kita memiliki organ perasa. Dari ujung kaki hingga kepala adalah area yang sensitif bila disentuh. Bahkan ketika bayi masih di dalam kandungan walau dilindungi air ketuban, ia sangat menyukai sentuhan kasih sayang dari ke dua orang tuanya. Jika sering disentuh, bayi dalam kandungan akan tumbuh menjadi bayi yang sehat dengan pertumbuhan yang bagus. Selain itu secara psikis bayi akan tumbuh menjadi seorang yang penyayang.

Anak-anak yang sering disentuh, dibelai dan dipeluk oleh orang tuanya juga akan tumbuh menjadi anak yang sehat. Mereka akan merasa nyaman dan memiliki kepercayaan diri. Pertumbuhan dan kesehatan pun lebih bagus dibanding dengan anak-anak yang jarang disentuh, dibelai dan dipeluk. Pada orang tua pun, sentuhan dan pelukan sangat berarti. Apalagi pada saat kehilangan seseorang, depresi, stres. Dengan berpelukan, orang dewasa merasa ada orang yang memperhatikan, ada orang yang mencintainya, membutuhkannya. Seluruh kulit kita, sangat peka dengan pelukan, dan sangat membutuhkan sentuhan hangat dan erat.

Transformasi Rasa Nyaman

Seorang master reiki di Mumbai, India, berkata, “Pelukan salah satu alat untuk bertransformasi. Dengan pelukan satu pribadi dengan pribadi lain semakin dekat. Jika hubungan Anda dengan orang lain renggang. Salah satu cara agar hubungan itu menghangat dengan memeluknya. Jika rumah tangga Anda diambang kehancuran, cobalah memeluk pasangan Anda 20 kali sehari. Saya yakin Anda berdua tak akan bercerai. Selain itu, hidup Anda berdua akan lebih bahagia, sehat, dan awet muda. Serta Anda akan terhindar dari stress dan depresi.”

Dr. Harold Voth, senior psikiater di Kansas, Amerika Serikat telah melakukan riset dengan beberapa ratus orang. Hasilnya, mereka yang berpelukan mampu mengusir depresi, meningkatkan kekebalan tubuh, awet muda, tidur lebih nyenyak, lebih sehat. Jika Bayi atau anak-anak rewel atau sakit. Jangan biarkan mereka sendirian. Peluklah. Dengan memeluk, mereka akan merasa nyaman. Sehingga kekebalan tubuhnya lebih baik, dan kesehatan mereka pun akan jauh lebih baik. Anda sebagai orang tua pun mendapatkan efek baik dari terapi pelukan ini. Anda akan jauh lebih sehat, muda, terbebas dari depresi. Pelukan dapat menyembuhkan sakit fisik dan psikis. Sentuhan yang dihasilkan dari pelukan membantu mengurangi rasa sakit.

Beberapa penyakit parah sering kali membuat penderitanya merasa frustasi, marah, tak mungkin penyakitnya bisa disembuhkan. Dengan pelukan, pasien yang frustasi ini merasa nyaman. Pelukan memberikan energi positif pada emosi pasien. Sehingga mengubah emosi negatifnya menjadi emosi positif. Apalagi bila pasien mendapatkan pelukan dari orang yang dicintainya. Bukankah cinta itu adalah kekuatan yang maha dahsyat? Dan pelukan adalah salah satu cara untuk menyatakan cinta, atau suatu bentuk cinta

23 March 2009

Bukan Aku Tak Cinta

Cassie menunggu dengan antusias. Kaki kecilnya bolak-balik melangkah dari ruang tamu ke pintu depan. Diliriknya jalan raya depan rumah. Belum ada. Cassie masuk lagi. Keluar lagi. Belum ada. Masuk lagi. Keluar lagi. Begitu terus selama hampir satu jam. Suara si Mbok yang menyuruhnya berulang kali untuk makan duluan tidak digubrisnya.

Pukul 18.30. Tinnn....... Tiiiinnnnn............ !!

Cassie kecil melompat girang! Mama pulang! Papa pulang! Dilihatnya dua orang yang sangat dicintainya itu masuk ke rumah. Yang satu langsung menuju ke kamar mandi. Yang satu menghempaskan diri di sofa sambil mengurut-urut kepala. Wajah-wajah yang letih sehabis bekerja seharian, mencari nafkah bagi keluarga. Bagi si kecil Cassie juga yang tentunya belum mengerti banyak. Di otaknya yang kecil, Cassie cuma tahu, ia kangen Mama dan Papa, dan ia girang Mama dan Papa pulang.

“Mama, mama.... Mama, mama....” Cassie menggerak-gerakkan tangan Mama. Mama diam saja. Dengan cemas Cassie bertanya, “Mama sakit ya? Mananya yang sakit? Mam, mana yang sakit?”

Mama tidak menjawab. Hanya mengernyitkan alis sambil memejamkan mata. Cassie makin gencar bertanya, “Mama, mama... mana yang sakit? Cassie ambilin obat ya? Ya? Ya?”

Tiba-tiba... “Cassie!! Kepala mama lagi pusing! Kamu jangan berisik!”

Mama membentak dengan suara tinggi. Kaget, Cassie mundur perlahan. Matanya menyipit. Kaki kecilnya gemetar. Bingung. Cassie salah apa? Cassie sayang Mama... Cassie salah apa? Takut-takut, Cassie menyingkir ke sudut ruangan. Mengamati Mama dari jauh, yang kembali mengurut-ngurut kepalanya. Otak kecil Cassie terus bertanya-tanya: Mama, Cassie salah apa? Mama tidak suka dekat-dekat Cassie? Cassie mengganggu Mama? Cassie tidak boleh sayang Mama? Berbagai peristiwa sejenis terjadi. Dan otak kecil Cassie merekam semuanya.

Maka tahun-tahun berlalu. Cassie tidak lagi kecil. Cassie bertambah tinggi. Cassie remaja. Cassie mulai beranjak menuju dewasa. TIN TIIIN! Mama pulang. Papa pulang. Cassie menurunkan kaki dari meja. Mematikan TV. Buru-buru naik ke atas, ke kamarnya, dan mengunci pintu.

Menghilang dari pandangan. “Cassie mana?”.

“Sudah makan duluan, Tuan, Nyonya.”

Malam itu mereka kembali hanya makan berdua. Dalam kesunyian berpikir dengan hati terluka: Mengapa anakku sendiri, yang kubesarkan dengan susah payah, dengan kerja keras, nampaknya tidak suka menghabiskan waktu bersama-sama denganku? Apa salahku? Apa dosaku? Ah, anak jaman sekarang memang tidak tahu hormat sama orangtua! Tidak seperti jaman dulu.

Di atas, Cassie mengamati dua orang yang paling dicintainya dalam diam. Dari jauh. Dari tempat dimana ia tidak akan terluka. Mama, Papa, katakan padaku, bagaimana caranya memeluk seekor landak?

21 March 2009

Humor : Kucing Dan Tikus

Seorang misionaris pergi ke Filipina dan istrinya membawa seekor kucing kesayangannya. Di dalam tembok rumah yang mereka tempati, terdapat sebuah lubang. Di dalamnya, hiduplah seekor tikus. Kucingnya senang untuk memburu tikus itu.

Setiap hari kucing itu berusaha untuk menangkap tikus itu namun tidak pernah barhasil. Sementara si tikus itu menertawai kucing tersebut.

Pada suatu hari, kucing itu hampir saja menangkap si tikus. Pada hari itu, kucing tersebut menunggu dengan sabar di depan lubang tikus itu. Tikus amat takut karena ia terus mendengar kucing itu mengeong. Si kucing tetap berada di sana sambil terus mengeluarkan suara meongnya.

Akhirnya suara meong itu berhenti dan sebagai gantinya si tikus mendengar suara, “huk, huk, huk.”

Tikus merasa amat senang. Dengan sangat girang ia keluar dari lubangnya, karena ia tahu bahwa ia telah diselamatkan.

Ketika si tikus keluar dari lubangnya, si kucing dengan segera menangkap dan memakan tikus itu seraya berkata terhadap dirinya sendiri, “Ada enaknya juga, ya, untuk menguasai dua bahasa.”

20 March 2009

Akiane

AKIANE ANAK PRODIGY BERTEMU TUHAN SEJAK 3 TAHUN & BELAJAR MELUKIS DARI TUHAN

Monday, 02 February 2009

Istilah Anak prodigy memiliki arti, “Anak yang memiliki kemampuan sama dengan orang dewasa yang terlatih pada umur yang masih sangat muda, yaitu di bawah 13 tahun”.

Salah satu anak yang diberkati Tuhan dengan talenta luar biasa dalam seni gambar dan puisi ini salah satunya adalah Akiane Kramarik di mana dia belajar menggambar sendiri pada umur 4 tahun, belajar melukis sendiri pada umur 6 tahun dan telah menghasilkan lukisan dengan kualitas luar biasa pada umur 7 tahun. Dan yang lebih luar biasa, dia mengenal Tuhan Yesus tidak dari siapapun tetapi Tuhan yang menemui dia sejak 3 tahun dan mengajarinya menggambar dan melukis hingga mamanya yang ateis pun percaya pada Tuhan.

Foto Akiane

image 

Akiane mengakui sebenarnya dia tidak sepenuhnya belajar sendiri tetapi mendapat bantuan dari Tuhan, dia berkata tentang Tuhan, “Seorang pria yang saya tidak pernah tahu sampai saya berumur 4 tahun dan mendapat penglihatan dari Dia saat tidur. Dia menunjukkan semua galaksi yang indah dan tempat-tempat lain. Saya bertanya padaNya siapa Dia dan Dia berkata bahwa saya sudah tahu, tetapi jangan memberitahukan orang lain. Saya tidak memberitahukan siapapun sampai 1 minggu kemudian, tetapi setelah itu saya harus memberitahu mama saya!”.

Dia mengaku bahwa sebenarnya dia sudah bertemu Tuhan sejak 3 tahun tetapi dia belum mengerti sampai umur 4 tahun. Mama Akiane sebenarnya tidak tahu apa yang dikatakan anaknya, tetapi bagaimana Akiane begitu yakin dia sudah bertemu dengan Tuhan, sedangkan dia adalah ateis?

Tetapi Akiane kemudian berkata tentang “sesuatu yang hangat, kekuatan yang indah, keberadaan yang sangat luar biasa” yang telah dia lihat, sehingga mamanya mulai menganggap serius. Akhirnya, setelah beberapa waktu, mamanya menjadi Kristen bersama seluruh keluarganya. Ini merupakan hasil dari kekuatan Akiane dapat gambarkan, melalui karya seni dan puisinya di mana dia dapat memperlihatkan Tuhan melalui gambar-gambarnya dan tulisannya pada tingkat di mana orang akan dapat memulai untuk melihat Tuhan juga di mana dia selalu berdoa pada tiap pagi sebelum memulai melukis dan juga membaca Alkitab tiap hari.

Akiane terus belajar sehingga kemampuan melukisnya meningkat terus dan pada umur 7 dia telah berhasil melukis dengan sempurna dan kemudian Akiane melukis potret wajah Tuhan Yesus pada umur 8 tahun lukisan itu dia sebut “Prince of Peace”

Foto Akiane bersama lukisannya "Prince of Peace"

image

Akiane sedang melukis "Prince of Peace"
image

Gambar Sketsa karya Akiane pada umur 5 tahun:

image

Karya Akiane umur 7 tahun:

image

Lukisan Tuhan Yesus dengan judul "Father Forgive Them":

image

Bersama Oprah:

image 

Alasan Menggambar Lukisan Potret Yesus pada umur 8 tahun
"Adalah waktu Tuhan, saya sudah mencari model untuk Tuhan Yesus selama 2 tahun dan saya tidak dapat menemukan wajah yang cocok. Hingga satu hari saya meminta keluargaku untuk berdoa dengan saya tiap hari. Kita meminta Tuhan untuk mengirimkan model datang ke depan pintu rumah kami. Hari berikutnya seorang tukang kayu yang bertubuh tinggi datang. Dia sangat rendah hati, dan saya terkejut karena dia setuju menjadi model bagiku. Tetapi seminggu kemudian dia menelpon balik dan berkata bahwa dia tidak layak untuk menjadi wakil dari Tuannya. Kami berdoa lagi dan beberapa hari kemudian dia menelpon balik dan memberitahukan bahwa Tuhan ingin dia untuk melakukan hal itu, tetapi dia harus memotong rambut dan janggutnya dalam tiga hari. Lalu kami mengambil beberapa foto dan saya mempelajari wajahnya untuk waktu yang lama. Setelah berlusin-lusin sketsa, saya memulai melukis. Ini membutuhkan waktu 40 jam untuk menyelesaikan lukisan Yesus - Pangeran Damai, dan saya ingat pada saat itu saya kehilangan 4 gigi saya" (dikutip dari situs web Akiane)

Berikut ini adalah fakta-fakta kehidupan Akiane:
* Akiane dilahirkan di dalam air di rumah pada tanggal 9 Juli 1998, di  Mount Morris, Illinois dari ibu rumah tangga keturunan Lithuania dan ayah Amerika.

* Anak ini mengikuti program homeshool saat ini

* Kemampuan menggambar Akiane dimunculkan sejak umur 4, dan umum 6 mulai melukis di mana dia mempelajari kemampuan menggambar dan melukis secara otodidak dan biasanya dengan observasi/pengamata n yang teliti dan belajar, bahkan dia juga menyebutkan bahwa Tuhan lah yang mengajarinya.

* Akiane dapat berbicara dalam 4 bahasa yaitu Lithuania, Rusia, Inggris dan bahasa isyarat.

* Pada umur 4 tahun dia mengalami transformasi spiritual dan membawa keluarganya kepada Tuhan.

* Pada umur 7 tahun dia mulai menulis puisi dan aphorism

* Puisi-puisinya seringkali datang dari hasil angan-angannya

* Inspirasi dari karya seni dan literaturnya datang dari penglihatan (vision), mimpi dan pengamatan kepada manusia, alam dan Tuhan.

* Dia melukis dari imajinasi, materi referensi dan model

* Stylenya: Akianism - gabungan universal dari realism dan imaginism

* Dia ingin orang lain menemukan harapan pada lukisan-lukisannya

* Dia memiliki tujuan yang sama untuk lukisannya: menjadi inspirasi untuk orang lain dan untuk menjadi hadiah untuk Tuhan

* Media favorit: acrylic untuk gambar orang seluruhnya dan cat minyak untuk lukisan potret berukuran besar

* Dia bangun pada pukul 4 pagi 5-6 hari seminggu untuk bersiap melukis di studio dan menulis, bekerja kurang lebih 4-5 jam tiap hari

* Seringkali bekerja lebih dari 100-200 jam pada satu lukisan saja, menghasilkan 8 sampai 20 lukisan setahun

* Biasa melakukan sketsa sebelum melukis

* Bekerja pada satu lukisan saja dalam satu waktu

* Subjek favorit: Manusia dan subjek spiritual

* Aktivitas favorit dan hobi: seni lukis, puisi, piano, membaca dan menolong orang

* Yang disukai dari dirinya: sensitivitas kepada orang lain

* Yang tidak disukai dari dirinya: ketidaksabaran

* Penilaian terhadap karakter diri sendiri: "hati yang berani dan pikiran yang berhati-hati"

* Keinginan terbesar: "semua orang mengasihi Tuhan dan satu sama lain"

* Tujuan hidup: membagikan kasih kepada Tuhan dan pada semua orang di dunia

Dari kisah Akiane, kita bisa belajar bahwa Tuhan ada dekat dengan kita dan Tuhan Yesus telah menyatakan kasih dan kuasaNya atas manusia melalui diri seorang anak luar biasa ini yang sangat mengasihi Tuhannya. Tuhan itu nyata!

Tuhan telah menciptakan galaksi, bumi, manusia dan surga yang begitu luar biasa di mana Dia ingin kita hidup dalam kasihNya dan bertemu denganNya di surga. Tuhan itu nyata dan Tuhan Yesus bukanlah manusia biasa, dia adalah Tuhan bagi Akiane dan Tuhan bagi setiap manusia.Tuhan Yesus adalah wujud Allah yang mengasihi kita, apabila Anda belum mengenal Tuhan Yesus dan belum menerimaNya sebagai Tuhan dan Juruselamat Anda…

19 March 2009

Hidup Yang Berkelimpahan

Seorang bocah yang hidup di suatu dusun yang agak terpencil pada tahun sekitar 1800 telah mencapai umur dua belas tahun. Selama hidupnya ia belum pernah menonton sebuah sirkus. Betapa senang hatinya, ketika pada suatu hari diumumkan melalui poster di sekolah, bahwa ada sebuah rombongan sirkus akan singgah di sebuah kota dekat dusun di mana dia tinggal.

Ia berlari pulang penuh kegirangan dan bertanya kepada ayahnya, “Daddy, bolehkah aku pergi menonton?” Meskipun keluarga itu miskin, ayahnyapun merasa betapa pentingnya hal ini untuk anaknya. “Bila kamu menyelesaikan semua tugasmu pada hari Sabtu yang akan datang, aku akan mempertimbangkan untuk memberikanmu uang guna menonton sirkus itu.”

Pada hari Sabtu pagi, anak itu telah menyelesaikan semua tugas pekerjaannya dan bocah itu berdiri di samping meja makan dalam pakaiannya yang terbaik. Ayahnya mengambil dompetnya dan mengeluarkan selembar uang $1,- jumlah yang belum pernah dimiliki oleh anak itu sepanjang hidupnya. Ayahnya mengatakan agar ia berhati-hati dan akhirnya anak itu berangkat ke kota untuk menonton sirkus yang ia begitu idam-idamkan itu.

Bocah itu demikian senangnya, sehingga ia berlarian menuju ke kota. Setelah ia tiba di batas kota itu, ia melihat banyak orang berada di pinggir jalan. Setelah ia berhasil menembus orang banyak itu, ia baru tahu apa yang sedang terjadi. Suatu barisan pawai yang hebat sedang masuk ke dalam kota. Barisan itu adalah parade sirkus!

Pawai ini adalah sesuatu yang paling hebat yang ia pernah saksikan selama hidupnya. Binatang-binatang buas dalam sangkar sedang menggeram-geram ketika lewat. Orkes musik dengan lagu-lagunya yang menimbulkan semangat dan gairah membuat suasananya hidup dan ramai. Orang-orang berbadan pendek sedang berakrobatik sementara bendera-bendera dan umbul-umbul dengan pelbagai warna yang cerah dan indah berkibar di udara. Akhirnya, pawai ditutup oleh sekelompok badut yang beraksi dengan amat lucu. Ketika para badut sedang melewati bocah itu, dia merogoh dari dalam sakunya dan memberikan uang dolarnya yang tak ternilai itu kepada salah seorang badut itu dan kemudian ia balik pulang rumah. Apa yang terjadi? Bocah itu mengira bahwa ia telah menonton sebuah sirkus, padahal ia hanya menyaksikan pawainya saja yang digelar sebelum tontonan sirkus yang sebenarnya dimulai.

Apakah Anda telah menyaksikan dan mengalami segala sesuatu yang Tuhan telah sediakan bagimu dalam kekayaan-Nya yang tak terhingga? Ingat, kehidupan orang percaya adalah suatu perjalanan petualangan yang indah dan penuh pesona. Sebuah perjalanan yang sungguh menyenangkan dan menggairahkan.

Banyak orang, termasuk orang-orang percaya sudah puas dengan hal-hal yang remeh dan kurang berarti. Apakah Anda menginginkan suatu kehidupan yang berlimpah-limpah seperti yang dijanjikan oleh Tuhan kita Yesus Kristus? Apakah Anda ingin suatu kehidupan yang sejati? Kalau demikian, raihlah cita-citamu yang lebih tinggi. Janganlah menempatkan tujuan hidupmu terlalu rendah. Bertekadlah untuk menjadi yang terbaik sesuai seperti Tuhan telah menciptakanmu. Berilah dirimu kepada Kristus sepenuhnya. Ikutlah Dia secara mutlak dan biarkanlah Roh Kudus bekerja dalam hidupmu dan melalui hidupmu.

18 March 2009

Segitiga Cinta

Ada banyak alasan orang untuk menikah. Ada yang bilang bahwa pasangannya enak diajak bicara. Ada yang bilang pasangannya sangat perhatian. Ada yang bilang merasa aman dekat dengan pasangannya. Ada yang bilang pasangannya macho atau sexy. Ada yang bilang pasangannya pandai melucu. Ada yang bilang pasangannya pandai memasak. Ada yang bilang pasangannya pandai menyenangkan orang tua. Pendek kata kebanyakan orang bilang dia COCOK dengan pasangannya.

Ada banyak alasan pula untuk bercerai. Ada yang bilang pasangannya judes, bila diajak bicara cenderung emosional. Ada yang bilang pasangannya sangat memperhatikan pekerjaannya saja, lupa kepada orang-orang di rumah yang setia menunggu. Ada yang bilang pasangannya sangat pendiam, tidak dapat bertindak cepat dalam situasi darurat, sehingga merasa kurang terlindungi. Ada yang bilang pasangannya kurang menggairahkan. Ada yang bilang pasangannya gak nyambung kalau bicara. Ada yang bilang masakan pasangannya terlalu asing atau terlalu manis. Ada yang bilang pasangannya tidak dapat mengambil hati mertuanya. Pendek kata kebanyakan orang bilang bahwa dia TIDAK COCOK LAGI dengan pasangannya.

Kebanyakan orang sebetulnya menikah dalam ketidakcocokan. Bukan dalam kecocokan. Ahli psikologi menyebut kecocokan-kecocokan diatas sebagai sebuah ilusi pernikahan. Dua orang yang pada waktu pacaran merasa cocok tidak akan serta merta berubah menjadi tidak cocok setelah mereka menikah.

Ada hal-hal yang hilang setelah mereka menikah, yang sebelumnya mereka pertahankan benar-benar selama pacaran. Sebagai contoh, pada waktu pacaran dua sejoli akan saling memperhatikan, saling mendahulukan satu dengan yang lain, saling menghargai, saling mencintai. Lalu/ apa yang dapat menjadi pengikat yang mampu terus mempertahankan sebuah pernikahan, bila kecocokan-kecocokan itu tidak ada lagi? Jawabannya adalah KOMITMEN.

Seorang kawan saya di Surabaya membuat sebuah penelitian, perilaku selingkuh kaum adam pada waktu mereka dinas luar kota dan jauh dari anak/isterinya. Apa yang membuat pria-pria tersebut selingkuh tidak perlu dijabarkan lagi. Tetapi apa yang membuat pria-pria tersebut bertahan untuk tidak selingkuh? Jawaban dari penelitian tersebut sama dengan diatas yaitu : KOMITMEN.

Hanya komitmen yang kuat mampu menahan gelombang godaan dunia modern pada waktu seorang pria berada jauh dari keluarganya. Begitu pula sebaliknya, pada kasus wanita yang berselingkuh.

Komitmen adalah sebagian dari cinta dalam definisi seorang psikolog kenamaan bernama Sternberg. Dia menyebutnya sebagai “triangular love” atau segitiga cinta dimana ketiga sudutnya berisi: Intimacy (keintiman), Passion (gairah) dan Commitment (komitmen). Sebuah cinta yang lengkap dalam sebuah rumah tangga selayaknya memiliki ketiga hal diatas.

Intimacy atau keintiman adalah perasaan dekat, enak, nyaman, ada ikatan satu dengan yang lainnya.

Passion atau gairah adalah perasaan romantis, ketertarikan secara fisik dan seksual dan berbagai macam perasaan hangat antar pasangan.

Commitment atau komitmen adalah sebuah keputusan final bahwa seseorang akan mencintai pasangannya dan akan terus memelihara cinta tersebut “until the death do us apart”.

Itulah segitiga cinta karya Sternberg yang cukup masuk akal untuk dipelihara dalam kehidupan rumah tangga. Bila sebuat relasi kehilangan salah satu atau lebih dari 3 unsur diatas, maka relasi itu tidak dapat dikatakan sebagai cinta yang lengkap dalam konteks hubungan suami dan isteri, melainkan akan menjadi bentuk-bentuk cinta yang berbeda.

Sebagai contoh :
Bila sebuah relasi hanya berisi intimacy dan commitment saja, maka relasi seperti ini biasa disebut sebagai persahabatan.

Bila sebuah relasi hanya bersisi passion dan intimacy saja tanpa commitment, maka ia biasa disebut sebagai kumpul kebo. Bila sebuah relasi hanya mengandung passion saja tanpa intimacy dan commitment, maka ia biasa disebut sebagai infatuation (tergila-gila)

Intinya adalah, jika ingin membuat hubungan menjadi lebih baik tanamkan dalam hati tentang arti commitment yang sebenarnya. Itulah arti cinta yang sebenarnya…

Pohon Apel & Anak Kecil

image 

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image 

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

17 March 2009

50 Tahun Salah Paham

Dikisahkan, disebuah gedung pertemuan yang amat megah, seorang pejabat senior istana sedang menyelenggarakan pesta ulang tahun perkawinannya yang ke-50. Peringatan kawin emas itu ramai didatangi oleh tamu-tamu penting seperti para bangsawan, pejabat istana, pedagang besar serta seniman-seniman terpandang dari seluruh pelosok negeri. Bahkan kerabat serta kolega dari kerajaan-kerajaan tetangga juga hadir. Pesta ulang tahun perkawinan pun berlangsung dengan megah dan sangat meriah.

Setelah berbagai macam hiburan ditampilkan, sampailah pada puncak acara, yaitu jamuan makan malam yang sangat mewah. Sebelum menikmati kamuan tersebut, seluruh hadirin mengikuti prosesi penyerahan hidangan istimewa dari sang pejabat istana kepada istri tercinta. Hidangan itu tak lain adalah sepotong ikan emas yang diletakkan di sebuah piring besar yang mahal. Ikan emas itu dimasak langsung oleh koki kerajaan yang sangat terkenal.

“Hadirin sekalian, ikan emas ini bukanlah ikan yang mahal. Tetapi, inilah ikan kegemaran kami berdua, sejak kami menikah dan masih belum punya apa-apa, sampai kemudian di usia perkawinan kami yang ke-50 serta dengan segala keberhasilan ini. Ikan emas ini tetap menjadi simbol kedekatan, kemesraan, kehangatan, dan cinta kasih kami yang abadi,” kata sang pejabat senior dalam pidato singkatnya.

Lalu, tibalah detik-detik yang istimewa yang mana seluruh hadirin tampak khidmat menyimak prosesi tersebut. Pejabat senior istana mengambil piring, lalu memotong bagian kepala dan ekor ikan emas. Dengan senyum mesra dan penuh kelembutan, ia berikan piring berisikan potongan kepala dan ekor ikan emas tadi kepada isterinya. Ketika tangan sang isteri menerima piring itu, serentak hadirin bertepuk tangan dengan meriah sekali. Untuk beberapa saat, mereka tampak ikut terbawa oleh suasana romantis, penuh kebahagiaan, dan mengharukan tersebut.

Namun suasana tiba-tiba jadi hening dan senyap. Samar-samar terdengar isak tangis si isteri pejabat senior. Sesaat kemudian, isak tangis itu meledak dan memecah kesunyian gedung pesta. Para tamu yang ikut tertawa bahagia mendadak jadi diam menunggu apa gerangan yang bakal terjadi. Sang pejabat tampak kikuk dan kebingungan. Lalu ia mendekati isterinya dan bertanya, “Mengapa engkau menangis, isteriku?”

Setelah tangisan reda, sang isteri menjelaskan, “Suamiku…sudah 50 tahun usia pernikahan kita. Selama itu, aku telah dengan melayani dalam duka dan suka tanpa pernah mengeluh. Demi kasihku kepadamu, aku telah rela selalu makan kepala dan ekor ikan emas selama 50 tahun ini. Tapi sungguh tak kusangka, di hari istimewa ini engkau masih saja memberiku bagian yang sama. Ketahuilah suamiku, itulah bagian yang paling tidak aku sukai.” tutur sang isteri.

Pejabat senior terdiam dan terpana sesaat. Lalu dengan mata berkaca-kaca pula, ia berkata kepada isterinya, “Isteriku yang tercinta…50 tahun yang lalu saat aku masih miskin, kau bersedia menjadi isteriku. Aku sungguh-sungguh bahagia dan sangat mencintaimu. Sejak itu aku bersumpah pada diriku sendiri, bahwa seumur hidup aku akan bekerja keras, membahagiakanmu, membalas cinta kasih dan pengorbananmu.”

Sambil mengusap air matanya, pejabat senior itu melanjutkan, “Demi Tuhan, setiap makan ikan emas, bagian yang paling aku sukai adalah kepala dan ekornya. Tapi sejak kita menikah, aku rela menyantap bagian tubuh ikan emas itu. Semua kulakukan demi sumpahku untuk memberikan yang paling berharga buatmu.”

Sang pejabat terdiam sejenak, lalu ia melanjutkan lagi, “Walaupun telah hidup bersama selama 50 tahun dan selalu saling mencintai, ternyata kita tidak cukup saling memahami. Maafkan saya, hingga detik ini belum tahu bagaimana cara membuatmu bahagia.”

Akhirnya, sang pejabat memeluk isterinya dengan erat. Tamu-tamu terhormat pun tersentuh hatinya melihat keharuan tadi dan mereka kemudian bersulang untuk menghormati kedua pasangan tersebut.

Moral cerita diatas:
Bisa saja, sepasang suami - isteri saling mencintai dan hidup serumah selama bertahun-tahun lamanya. Tetapi jika di antaranya tidak ada saling keterbukaan dalam komunikasi, maka kemesraan mereka sesungguhnya rawan dengan konflik. Kebiasaan memendam masalah itu cukup riskan karena seperti menyimpan bom waktu dalam keluarga. Kalau perbedaan tetap disimpan sebagai ganjalan dihati, tidak pernah dibiacarakan secara tulus dan terbuka, dan ketidakpuasan terus bermunculan, maka konflik akan semakin tak tertahankan dan akhirnya bisa meledak. Jika keadaan sudah seperti ini, tentulah luka yang ditimbulkan akan semakin dalam dan terasa lebih menyakitkan.

Kita haruslah selalu membangun pola komunikasi yang terbuka dengan dilandasi kasih, kejujuran, kesetiaan, kepercayaan, pengertian dan kebiasaan berpikir positif.

Saat bertemu orang yang pernah salah-paham padamu, gunakan saat tersebut untuk menjelaskannaya. Karena engkau mungkin hanya punya satu kesempatan itu saja untuk menjelaskan.

Humor : Gembala Sidang

Saat selesai Ibadah Minggu di Gereja "APA ADANYA", seorang jemaat menghampiri Gembala Sidang Pdt. "APA ADANYA" & menyampaikan sesuatu

Jemaat : Pak Gembala, kata teman saya yg juga jemaat gereja kita, bahwa ibunya punya penghasilan 4 juta sebulan tapi hanya memberikan perpuluhan 200 ribu

Gembala Sidang : itu tidak benar, tolong kamu sampaikan ke ibu teman kamu itu agar memberikan perpuluhan 10 % dari penghasilannya

Jemaat : waduh, berat juga pak kalau saya yg menyampaikan, ibu itu galak & suaminya saja takut sama ibu itu pak

Gembala sidang : kalau begitu biar saya yg menyampaikan

Jemaat : waduh, lebih berat lagi kalau pak gembala yg menyampaikan

Gembala Sidang : berat nya kenapa ?

Jemaat : soalnya ibu teman saya itu istri pak gembala

Gembala Sidang : ha.. ?!!

13 March 2009

3 Pohon

Ada tiga pohon di dalam hutan. Suatu hari, ketiganya saling menceritakan mengenai harapan dan impian mereka. Pohon pertama berkata, “Kelak aku ingin menjadi peti harta karun. Aku akan diisi emas, perak dan berbagai batu permata dan semua orang akan mengagumi keindahannya”.

Kemudian pohon kedua berkata, “Suatu hari kelak aku akan menjadi sebuah kapal yang besar. Aku akan mengangkut raja-raja dan berlayar ke ujung dunia. Aku akan menjadi kapal yang kuat dan setiap orang merasa aman berada dekat denganku”.

Lalu giliran pohon ketiga yang menyampaikan impiannya, “Aku ingin tumbuh menjadi pohon yang tertinggi di hutan di puncak bukit. Orang-orang akan memandangku dan berpikir betapa aku begitu dekat untuk menggapai surga dan TUHAN. Aku akan menjadi pohon terbesar sepanjang masa dan orang-orang akan mengingatku”.

Setelah beberapa tahun berdoa agar impian terkabul, sekelompok penebang pohon datang dan menebang ketiga pohon itu. Pohon pertama dibawa ke tukang kayu. Ia sangat senang sebab ia tahu bahwa ia akan dibuat menjadi peti harta karun. Tetapi, doanya tidak menjadi kenyataan karena tukang kayu membuatnya menjadi kotak tempat menaruh makanan ternak. Ia hanya diletakkan di kandang dan setiap hari diisi dengan jerami.

Pohon kedua dibawa ke galangan kapal. Ia berpikir bahwa doanya menjadi kenyataan. Tetapi, ia dipotong-potong dan dibuat menjadi sebuah perahu nelayan yang sangat kecil. Impiannya menjadi kapal besar untuk mengangkut raja-raja telah berakhir.

Pohon ketiga dipotong menjadi potongan-potongan kayu besar dan dibiarkan teronggok dalam gelap. Tahun demi tahun berganti dan ketiga pohon itu telah melupakan impiannya masing-masing.

Kemudian suatu hari, sepasang suami istri tiba di kandang, sang istri melahirkan dan meletakkan bayinya di kotak tempat makanan ternak yang dibuat dari pohon pertama. Orang-orang datang dan menyembah bayi itu. Akhirnya pohon pertama sadar bahwa di dalamnya telah diletakkan harta terbesar sepanjang masa.

Bertahun-tahun kemudian, sekelompok laki-laki naik ke atas perahu nelayan yang dibuat dari pohon kedua. Di tengah danau, badai besar datang dan pohon kedua berfikir bahwa ia tidak cukup kuat untuk melindungi orang-orang di dalamnya. Tetapi salah seorang laki-laki itu berdiri dan berkata kepada badai, “Diam!!! Tenanglah”. Dan badai itupun berhenti.

Ketika itu tahulah bahwa ia telah mengangkut Raja di atas segala raja. Akhirnya...
Seseorang datang dan mengambil pohon ketiga. Ia dipikul sepanjang jalan sementara orang-orang mengejek lelaki yang memikulnya. Laki-laki itu kemudian dipakukan di kayu ini dan mati di puncak bukit. Akhirnya pohon ketiga sadar bahwa ia demikian dekat dengan TUHAN, karena YESUSlah yang disalibkan padanya...

KETIKA KEADAAN TIDAK SEPERTI YANG ENGKAU INGINKAN, KETAHUILAH BAHWA TUHAN MEMILIKI RENCANA UNTUKMU. JIKA ENGKAU PERCAYA PADA-NYA, IA AKAN MEMBERIMU BERKAT-BERKAT BESAR. KETIGA POHON MENDAPATKAN APA YANG MEREKA INGINKAN, TETAPI TIDAK DENGAN CARA YANG SEPERTI MEREKA BAYANGKAN..

BEGITU JUGA DENGAN KITA, KITA TIDAK SELALU TAHU APA RENCANA TUHAN BAGI KITA. KITA HANYA TAHU BAHWA JALAN-NYA BUKANLAH JALAN KITA, TETAPI JALAN-NYA ADALAH YANG TERBAIK BAGI KITA, SELAMANYA...

“Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri” (Ams. 3:5)

12 March 2009

Everlasting Love

Salah satu pasien favorit kami terbiasa keluar masuk rumah sakit kecil setempat, dan kami semua, dari bagian bedah, telah begitu mengenal dia dan suaminya.

Meski menderita kanker yang mematikan disertai derita sakitnya, tak pernah ia lalai memberi kami senyum atau dekapan. Setiap kali suaminya bertamu, ia langsung begitu suka ria seakan bara menyala... Suaminya seorang pria yang baik, sangat sopan dan ramah bersahabat sama seperti istrinya itu. Saya telah begitu terbiasa dan seakan terikat pada mereka dan bahkan selalu merasa senang merawatnya.

Sangat kukagumi ekspresi cinta kasih mereka. Setiap hari, ia membawakannya bunga2 segar dan sebuah senyuman,lalu ia duduk diranjangnya sambil berpegangan tangan dan berbicara pelan2. Ketika sakitnya terlalu keras dan ia menjerit atau jadi bingung, suaminya merangkulnya lembut disertai bisikan2 hiburan sampai ia tertidur. Ia menghabiskan setiap saat yang ada disamping tempat tidurnya, memberinya sedotan2 air minum dan membelai keningnya.

Setiap malam, sebelum ia kembali pulang, ia menutup pintu sehingga mereka bisa
tinggal berduaan saja. Ketika ia sudah pergi, kami lihat istrinya tertidur damai dengan sebuah senyum dibibirnya. Tapi pada malam ini, keadaannya menjadi lain. Segera setelah aku melapor hadir, perawat harian yang bertugas memberitahu bahwa keadaannya menjadi makin memburuk saja dan dikuatirkan tak akan buat bertahan sampai esok.

Meskipun aku sedih, aku tahu ini yang terbaik. Setidaknya sahabatku ini tidak perlu menderita sakit lebih lama lagi. Aku tinggalkan kantor dan pergi memeriksanya dulu. Waktu aku memasuki kamarnya, ia membangunkan diri dan bersenyum lemah, tetapi pernapasannya sudah berat dan aku bisa mengira ini tak kan tahan lama.

Suaminya duduk disampingnya, tersenyum, juga,dan berkata, "Kekasihku dan Cintaku akhirnya akan menerima pahalanya."

Mataku mulai membasah, jadi aku tanya apakah ada sesuatu yang diperlukan dan cepat2 menghilang. Aku tawarkan perawatan dan hiburan sepanjang malam itu, dan sekitar tengah malam ia meningggal dunia, didampingi suaminya yang masih memegangi tangannya. Aku menghiburnya dan dengan air mata menuruni pipinya ia berkata, "Tolong, izinkan aku tinggal sebentar lagi bersamanya, tolong, boleh ya..?" Aku mendekapnya dan menutup pintu dibelakangku. Aku berdiri diluar pintu, menghapus air mataku dan merasakan kehilangan sahabatku dan senyumnya. Dan aku bisa merasakan sakit pedih suaminya dalam hatiku sendiri. Tiba2 dari dalam kamar itu terdengar bunyi nyanyian suara pria terindah yang pernah kudengar.? Kedengarannya begitu mencekam - seram, hampir2 menegakkan bulu roma - ketika suara itu menggema, beralunan melewati lorong2 dan serambi2.

Para jururawat lainnya keluar melongok dilorong mendengarkannya menyanyikan lagu "Beautiful Brown Eyes" yang seakan meledak keluar dari paru2nya. Ketika lagu itu mulai berakhir dan suaranya menghilang, pintu kamar terbuka dan ia memanggilku. Ia menatap dalam2 mataku, merangkulku, katanya, "Dari sejak hari pertama kami bertemu, lagu itu kunyanyikan untuknya setiap malam. Biasanya aku tutup pintu dan mengecilkan suara agar tak sampai mengganggu pasien2 lainnya. Tapi malam ini aku inginkan kepastian bahwa ia mendengarkanku selagi dalam perjalanan kesurga. Ia harus tahu bahwa ia selamanya akan menjadi cintaku.Mohon mintakan maaf pada pasien2 lain yang merasa terusik. Aku benar2 tak tahu bagaimana nantinya tanpa dia, tapi aku akan terus menyanyikan lagu padanya setiap malam. Kau pikir ia akan mendengarku?" Aku mengangguk mengatakan "iya", tak berdaya menahan air mataku. Ia merangkul ku lagi, mengecup pipiku, mengucap terima kasih telah menjadi perawat sekaligus sahabat mereka. Ia berterima kasih juga kepada perawat lain2nya, lalu berbalik dan berjalan menelusuri balai, punggungnya agak membungkuk, dan dengan lembut menyiulkan lagunya itu.

Sambil mengawasinya berjalan pergi aku berdoa semoga aku, juga, suatu hari
bisa mengenal jenis cinta kasih kekal seperti itu. (A U)