Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

10 March 2009

Mudah Sulit

09 March 2009

Pencuri

Seorang wanita sudah menunggu di bandara semalaman. Dengan sisa beberapa jam yang cukup lama sebelum keberangkatannya, dia membeli sebuah buku, sekantong biskuit, lalu mencari tempat untuk menghabiskan waktunya. Dia begitu sibuk membaca, sampai suatu hal terjadi. Pria yang duduk di sebelahnya, sepertinya sangat sopan. Ia mengambil satu atau dua biskuit dari bungkusnya.

Dia mencoba untuk mengacuhkannya, sambil menghindari untuk memandangnya. Ia membaca, mengunyah biskuit dan melihat jam. Tapi “pencuri biskuit” yang berani itu mulai menghabiskan persediaan biskuitnya. Dan setelah beberapa menit berlalu, dia mulai merasa terganggu sambil berpikir, “Kalau dia tidak begitu ramah, pasti sudah kutonjok matanya!”

Lalu setiap potong biskuit yang diambil oleh wanita itu, pria itu pun mengambil sepotong. Dan ketika tinggal tersisa sepotong, dia membayangkan apa yang akan dilakukan pria itu. Dengan sebuah senyuman di wajahnya dan sebuah tawa yang agak ragu, laki-laki itu mengambil potongan biskuit terakhir dan membaginya menjadi dua potong. Sambil memakan setengah dari biskuit itu, laki-laki itu menawarkan setengahnya lagi. Dia pun segera mengambil separuhnya dan berpikir, “Ya ampun, laki-laki ini memang berani dan juga kasar, mengapa dia tidak menunjukkan rasa berterima kasih sedikitpun!”

Wanita itu begitu marah dan dengan mengeluh dia mengumpulkan barang-barangnya dan pergi ke pintu gerbang. Ia menolak untuk melihat kembali kepada wajah pencuri itu. Ia segera naik ke pesawat dan duduk di kursinya. Kemudian dia mengambil kembali buku yang hampir selesai dibacanya. Dan ketika meraih kopernya, dia terkejut sekali. Ia melihat kantong biskuit di depan matanya!

“Jika punyaku ada disini, jadi yang tadi itu adalah miliknya dan dia mencoba untuk berbagi.”

Dia pun mengeluh lemas. Sudah terlambat untuk meminta maaf, dia pun menyadari dengan perasaan bersalah.

Kita seringkali salah menilai kesalahan orang, yang padahal sesungguhnya adalah kesalahan kita. Jangan menghakimi, karena itu adalah bagian Tuhan. Jangan menuduh, karena itu adalah pekerjaan iblis.

08 March 2009

Humor : Pendeta & Sepeda

Pada minggu pagi 2 orang Hamba Tuhan berboncengan mengendarai sepeda motor dengan kecepatan tinggi dari ketep menuju Yogjakarta, melihat hal tersebut seorang Polisi menghentikan kendaraan Hamba Tuhan tsb,

Polisi : Maaf , bapak tau kesalahan bapak, bapak mengendarai kendaraan dengan kecepatan tinggi

Hamba Tuhan : Maaf juga pak, kami mengejar waktu krn kami harus Khotbah di Yogja & ini sudah telat pak, Jemaat pasti sedang menunggu kami

Polisi : tapi itu dapat mencelakakan bapak berdua

Hamba Tuhan : jangan kuatir pak " Tuhan menyertai Kami"

Polisi : kalau begitu saya benar2 akan menilang bapak krn tidak di benarkan ber-tiga dalam satu sepeda motor

Hamba Tuhan : Haa.?!

07 March 2009

Weekly Scripture – 1 Yehezkiel 3:18

"Kalau Aku berfirman kepada orang jahat: Engkau pasti dihukum mati! --dan engkau tidak memperingatkan dia atau tidak berkata apa-apa untuk memperingatkan orang jahat itu dari hidupnya yang jahat, supaya ia tetap hidup, orang jahat itu akan mati dalam kesalahannya, tetapi Aku akan menuntut pertanggungan jawab atas nyawanya dari padamu." - 1 Yehezkiel 3:18

Kemurahan Allah

Bahan Renungan : Matius 15 : 21 – 22

Tuhan Yesus pergi dari situ dan menyingkir ke daerah Tirus dan Sidon. Maka datanglah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu dan berseru : “Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita.

Melihat dari Matius 15 : 21 – 22, perempuan Kanaan ini berteriak atau berseru minta kemurahan Allah. Perempuan Kanaan ini minta belas kasihan Tuhan dan berteriak kepada Tuhan Yesus. Kita akan melihat bermacam – macam teriakan atau seruan :

1. Teriakan Kesombongan

Kita melihat dalam Alkitab contoh teriakan kesombongan. Teriakan Nebukadnezar dalam Daniel 4. Nebukadnezar dalam hatinya berpikir ia lebih dari semua yang ada di bumi bahkan ia mempunyai kesombongan, ia merasa seperti Tuhan.

Walaupun kita hanya berpikir dalam hati, Tuhan tahu segala motivasi kita. Seringkali kita sombong dalam pikiran. Seperti seorang pelajar mempunyai nilai yang lebih baik dalam pelajaran dibandingkan dengan temannya. Walaupun diluarnya ia tidak berkata apa – apa namun dalam hatinya ia berpikir bahwa ia lebih pintar dari temannya. Kita sudah berteriak kesombongan dalam hati kita.

2. Teriakan Penderitaan

Kita melihat dalam 1 Samuel 1 : 7 – 10, Hana seorang wanita yang tidak mempunyai anak. Hana adalah seorang istri yang tidak mempunyai keturunan dari suaminya, sedangkan Penina istri suaminya yang lain mempunyai anak. Hana berteriak kepada Tuhan dalam penderitaannya. Hana di ejek oleh Penina. Hana menangis dalam kepedihan.

Seringkali dalam hidup kita banyak kepedihan yang kita alami, kita berteriak pada Tuhan dalam kepedihan. Ketika ada teriakan kepedihan dalam hidup kita, Tuhan sanggup ubahkan kepedihan dalam hidup kita menjadi sukacita.

3. Teriakan Penolakan

Kita akan belajar dari kehidupan Yusuf, Yusuf seorang pemuda yang mempunyai mimpi dan visi yang besar dalam hidupnya, namun ia mengalami penolakan dari saudara – saudaranya. Yusuf di jual kepada Bani Ismael dan dijadikan budak di rumah Potifar. Penolakan terhadap Yusuf tidak hanya sampai disitu aja, ia masuk penjara dan ia tidak ingat oleh juru minuman dan juru roti. Padahal juru minuman dan juru makanan sudah mendapat arti mimpi dari Yusuf.

Dalam kehidupan ini kita seringkali mendapatkan penolakan dari lingkungan kita, teman – teman kita, saudara – saudara kita, keluarga kita. Efesus 1 : 3 à Tuhan mengambil kita dari tempat yang paling rendah, Tuhan angkat kita dan Tuhan telah mengaruniakan berkat rohani di dalam Surga.

4. Teriakan Orang Yang Merasa Tidak Aman

Dalam Alkitab kita melihat murid – murid Tuhan Yesus, ibunya Zebedeus meminta kepada Tuhan Yesus kedudukan untuk anak – anaknya. Ibunya Zebedeus merasa tidak aman atas kedudukan anak – anaknya saat ini. Didalam dunia ini banyak orang yang merasa tidak aman seperti Ibunya Zebedeus.

5. Teriakan Kecemburuan

Dalam Bilangan 12 : 2 à Miriam dan Harun protes kepada Tuhan, karena mereka merasa cemburu dengan Musa. Mengapa Miriam dan Harun komplain kepada Tuhan ? karena iri hati. Kenapa iri hati ? karena Miriam dan Harun tidak mengetahui apa yang sudah Tuhan berikan dalam hidup mereka.

Seringkali dalam hidup kita, kita cemburu melihat orang yang hidupnya berhasil dan diberkati padahal ia tidak sungguh – sungguh sama Tuhan.

6. Teriakan Minta Kemurahan

Seperti perempuan Kanaan yang anak perempuannya kerasukan setan, ia minta kemurahan Tuhan. Kemurahan Tuhan dalam bahasa Yunaninya artinya Belas Kasihan. Lukas 17 : 13 à 10 Orang yang sakit Kusta meneriakkan minta kemurahan kepada Tuhan Yesus. Matius 9 : 27 à Orang Buta berteriak minta kemurahan Tuhan : “Anak Daud kasihanilah aku”.

Lukas 18 : 13 à penagih pajak (pemungut cukai) menangis minta kemurahan Tuhan, sedangkan orang Farisi berkata dengan sombong : Tuhan aku sudah melakukan semua hukum Taurat. Mazmur 123 : 1 – 2 à Seperti mata para hamba laki – laki memandang kepada tangan tuannya, ini berarti Tuhan berbelaskasihan padaku.

Mazmur 86 : 5 à Tuhan itu baik dan suka mengampuni, Ia berlimpah – limpah kasih setia. Efesus 2 : 4 à Tuhan kaya dengan kemurahan. Kita harus berseru minta kemurahan Tuhan. Jangan tunggu ada masalah dalam hidup kita, kita baru minta kemurahan Tuhan. Habakuk 3 : 1, Habakuk 2 : 1 – 2, Habakuk 3 : 2 à Dalam penghakiman Tuhan, Ingatlah belas kasihan Tuhan.

Ratapan 3 : 22 à oleh kemurahanNya yang besar kita tidak akan dihanguskan. Mazmur 33 : 18 à Mata Tuhan tertuju kepada mereka yang takut akan Tuhan, kepada mereka yang berharap akan kasih setiaNya. Yudas 1 : 21 à Peliharalah dirimu dalam kasih Allah. Dalam hidup ini ada 3 point : Love Of God, Mercy Of God dan Eternal Life.

Disadur dari Kotbah : Rev. James Singh

Oleh : Joshua Ivan S S

Humor : Yahoo sudah tutup?

Suatu hari, Ipul, dan Dede memperbincangkan ponsel baru Tio yang memiliki kemampuan 3G. Dengan ponsel tersebut, Tio mengaku bisa melakukan apa saja, termasuk mencari pacar lewat situs Friendster.

Tio : Nih, cewe baru gue. Kenalan di Friendster

Dede : Wah, hebat banget lo! bisa kenalan di friendster lewat hape. Gue juga mau, dong.

Tio : Ya udah, lo punya account di Friendster, ga? gampang kok. Lo punya email, ga?

Dede : Belom punya. Gimana caranya?

Tio : Lo ke Yahoo aja.

Dede : (sambil melihat arloji di tangannya). Yah, udah jam 6 sore gini. Pasti Yahoo udah tutup.

Tio : (bengong, lalu garuk-garuk kepala)

Ipul, yang sedari tadi hanya mendengarkan pembicaraan kedua orang tersebut, tiba-tiba angkat bicara.

Ipul : Ya udah, De... Besok aja gue yang ke Yahoo, pagi-pagi, sekalian gue ngantor. Kan Yahoo deket sama kantor gue.

Tio : (semakin bengong, lalu menggaruk kepala lebih keras)

06 March 2009

Pesan Tuhan Untuk Umat-Nya

Ringkasan Kotbah
Ibadah JKI Anugerah
Rabu, 4 Maret 2009

Ev. Rachel Indriati Wenas Tjipto

Bahan Renungan : Nehemia 2 : 1 – 10

Ketika saya berdoa untuk mempersiapkan kotbah buat jemaat Tuhan di Cirebon, Tuhan memberikan pewahyuan baru dari Nehemia 2 : 1 – 10. Sebelumnya saya belum pernah menyampaikan kotbah dari Nehemia 2 : 1 – 10 seperti sekarang ini. Ada beberapa pesan Tuhan untuk jemaat Tuhan di Cirebon :

1. Ketika Aku Mengangkat Anggur dan Menyampaikannya kepada Raja

Tuhan berkata kepada saya : Jemaat Tuhan di Kota Cirebon menyampaikan anggur kepada Tuhan. Anggur sebagai lambing cinta dan sukacita harus dipersembahkan kepada Tuhan oleh jemaat Tuhan di Cirebon. Sudah lama jemaat di Cirebon tidak memberikan sesuatu kepada Tuhan yang menggetarkan hati Tuhan.

Sebagai Ilustrasi : beberapa hari yang lalu anak saya Steven pulang dalam keadaan kaki yang terluka, ada daging yang tersobek, namun Steven hanya bilang minta diobati. Dia tidak menceritakan kepada saya, tetapi ketika saya mendengar berita dari teman – temannya bahwa steven terjatuh dari motor. Saya sebagai ibunya tidak mengetahui bahwa ia sedang mempunya hobi baru yaitu trek-trekan motor. Lalu saya pulang dan bertanya kepada steven, steven kamu kenapa tidak bilang sama mama, lalu jawabnya saya sudah minta maaf dan sudha terjadi ya nasib. Lalu saya ajak bicara steven : steven, dulu kalau kamu pergi pasti kamu bawakan mama sesuatu, sekarang sudah lama tidak pernah dilakukan lagi. Kamu dulu setiap hari selalu bawakan mama bunga dan suka mencium mama setiap hari kenapa sekarang tidak. Lalu jawab steven : ya sudah nasib ! dengan cuek ia pergi meninggalkan saya. Demikian juga Tuhan saat ini merasa sedih karena saudara – saudara di Cirebon sudah tidak ada gelora cinta, cuek ama Tuhan. Ada sesuatu yang hilang di jemaat Tuhan di Kota Cirebon . Hubungan yang intim dengan Tuhan sudah hilang, banyak orang yang kehilangan hubungannya dengan Tuhan.

Seringkali sudah merasa capai, kita kecewa dengan keadaan sehingga tidak ada sukacita lagi yang kita rasakan, semua yang kita lakukan adalah rutinitas. Saat ini Tuhan tidak ingin alasan kita, Tuhan inginkan pertobatan kita. Tuhan ingin kita dekat dengan Tuhan. Jemaat di kota cirebon memang bertumbuh namun tidak ada cinta kepada Tuhan.

2. Nehemia 2 : 2 – 4

Tuhan tidak sedang marah kepada jemaat cirebon , Tuhan tidak akan menghukum jemaat cirebon . Tuhan bertanya kepada saudara : Jadi, apa yang kau inginkan ?

Saat ini saya rasakan jemaat cirebon tidak ada api, semua melakukannya karena tugas dan kewajiban saja. Semua kegiatan dilakukan dengan rutinitas saja. Saudara saat ini tuliskan apa yang saudara inginkan ? Saudara tuliskan saat ini baik itu di Alkitabmu atau di secarik kertas.

Saudara lakukan apa yang ada dengan sukacita. Saat ini saya bisa merasakan hati Tuhan perih karena sesuatu hal, Ia mau kita mengerti hatinya Tuhan. Sukacita adalah buah Roh.

Saudara jika saat ini kita mau menuliskan keinginan kita, berdoalah kepada Allah semesta langit, minta petunjuk dari Roh Kudus. Saya merasakan masih banyak potensi di jemaat Cirebon yang belum keluar, masih banyak selubung yang belum dibukakan. Saudara harus temukan cara intim dengan Tuhan sendiri, saudara tidak bisa ikut gaya ibu Nany, gaya pak Yusak, gaya saya atau gaya Pak Agung, sebab setiap orang mempunyai cara intim yang berbeda – beda setiap orangnya.

3. Nehemia 2 : 6 – 7

Hari – hari ini Tuhan sangat rindu untuk mengutus kita jemaat cirebon , ada beberapa orang yang berani berkata : Tuhan, utuslah aku. Saya merasakan ada beberapa orang yang diutus untuk sekolah, pelayanan yang baru, pekerjaan baru dan daerah yang baru. Tuhan akan utus kita dalam beberapa waktu, ada jangka waktunya.

Tuhan sudah sediakan dan tangan Tuhan yang murah sedang terulur pada kita dan Tuhan akan melindungi kita. Bulan maret ini jemaat Tuhan Cirebon akan mengalami kemurahan dan kemudaahan dari Tuhan. Tuhan sudah siapkan surat yang siap dicap, akan ada pasukan yang mengawal jemaat Cirebon . Tuhan akan berikan kemenangan kepada jemaat Cirebon . Pasukan yang kuat dan pasukan berkuda akan mengawal jemaat Cirebon .

Meskipun masih banyak orang – orang yang tidak suka dengan keberadaan jemaat Cirebon , masih banyak musuh dan mata – mata. Tuhan katakan tetap tenang dan melangkah bersama Tuhan.

Tak Menangis Saat Kalah

Suatu ketika, ada seorang anak yang sedang mengikuti sebuah lomba mobil balap mainan. Suasana sungguh meriah siang itu, sebab ini adalah babak final. Hanya tersisa 4 orang sekarang dan mereka memamerkan setiap mobil mainan yang dimiliki. Semuanya buatan sendiri, sebab memang begitulah peraturannya.

Ada seorang anak bernama Mark. Mobilnya tak istimewa, namun ia termasuk dalam 4 anak yang masuk final. Dibanding semua lawannya, mobil Mark-lah yang paling tak sempurna. Beberapa anak menyangsikan kekuatan mobil itu untuk berpacu melawan mobil lainnya. Yah, memang, mobil itu tak begitu menarik. Dengan kayu yang sederhana dan sedikit lampu kedip di atasnya, tentu tak sebanding dengan hiasan mewah yang dimiliki mobil mainan lainnya. Namun, Mark bangga dengan itu semua, sebab, mobil itu buatan tangannya sendiri.

Tibalah saat yang dinantikan. Final kejuaraan mobil balap mainan. Setiap anak mulai bersiap di garis start, untuk mendorong mobil mereka kencang-kencang. Di setiap jalur lintasan, telah siap 4 mobil, dengan 4 "pembalap" kecilnya. Lintasan itu berbentuk lingkaran dengan 4 jalur terpisah di antaranya. Namun, sesaat kemudian, Mark meminta waktu sebentar sebelum lomba dimulai. Ia tampak berkomat-kamit seperti sedang berdoa.

Matanya terpejam, dengan tangan bertangkup memanjatkan doa. Lalu, semenit kemudian, ia berkata, "Ya, aku siap!". Dor!!! Tanda telah dimulai. Dengan satu hentakan kuat, mereka mulai mendorong mobilnya kuat-kuat. Semua mobil itu pun meluncur dengan cepat. Setiap orang bersorak-sorai, bersemangat, menjagokan mobilnya masing-masing.

"Ayo..ayo... cepat..cepat, maju..maju", begitu teriak mereka. Ahha...sang pemenang harus ditentukan, tali lintasan finish pun telah terlambai. Dan... Mark-lah pemenangnya. Ya, semuanya senang, begitu juga Mark. Ia berucap, dan berkomat-kamit lagi dalam hati. "Terima kasih."

Saat pembagian piala tiba. Mark maju ke depan dengan bangga. Sebelum piala itu diserahkan, ketua panitia bertanya.

"Hai jagoan, kamu pasti tadi berdoa kepada Tuhan agar kamu menang, bukan?"

Mark terdiam. "Bukan, Pak, bukan itu yang aku panjatkan" kata Mark. Ia lalu melanjutkan, "Sepertinya, tak adil untuk meminta pada Tuhan untuk menolongku mengalahkan orang lain, aku, hanya bermohon pada Tuhan, supaya aku tak menangis, jika aku kalah."

Semua hadirin terdiam mendengar itu. Setelah beberapa saat, terdengarlah gemuruh tepuk-tangan yang memenuhi ruangan.

Teman, anak-anak, tampaknya lebih punya kebijaksanaan dibanding kita semua. Mark, tidaklah bermohon pada Tuhan untuk menang dalam setiap ujian. Mark, tak memohon Tuhan untuk meluluskan dan mengatur setiap hasil yang ingin diraihnya. Anak itu juga tak meminta Tuhan mengabulkan semua harapannya. Ia tak berdoa untuk menang, dan menyakiti yang lainnya.

Namun, Mark, bermohon pada Tuhan, agar diberikan kekuatan saat menghadapi itu semua. Ia berdoa, agar diberikan kemuliaan, dan mau menyadari kekurangan dengan rasa bangga. Mungkin, telah banyak waktu yang kita lakukan untuk berdoa pada Tuhan untuk mengabulkan setiap permintaan kita. Terlalu sering juga kita meminta Tuhan untuk menjadikan kita nomor satu, menjadi yang terbaik, menjadi pemenang dalam setiap ujian. Terlalu sering kita berdoa pada Tuhan, untuk menghalau setiap halangan dan cobaan yang ada di depan mata.

Padahal, bukankah yang kita butuh adalah bimbingan-Nya, tuntunan-Nya, dan panduan-Nya? Kita, sering terlalu lemah untuk percaya bahwa kita kuat. Kita sering lupa, dan kita sering merasa cengeng dengan kehidupan ini. Tak adakah semangat perjuangan yang mau kita lalui? Saya yakin, Tuhan memberikan kita ujian yang berat, bukan untuk membuat kita lemah, cengeng dan mudah menyerah.

Jadi, teman, berdoalah agar kita selalu tegar dalam setiap ujian. Berdoalah agar kita selalu dalam lindungan-Nya saat menghadapi itu ujian tersebut.

04 March 2009

Percaya Atau Tidak

Ada sepasang suami istri yang atheis mempunyai seorang anak. Mereka tidak pernah mengajarkan pada anak ini tentang Tuhan. Suatu malam ketika anak ini berumur 5 tahun, kedua orang tuanya bertengkar dengan hebat, sampai sang ayah menembak sang ibu, kemudian sang ayah bunuh diri dengan menembak kepalanya sendiri. Anak ini melihat semua kejadian tragis tersebut.

Kemudian ia hidup di rumah yatim piatu. Ibu yang mengasuhnya di rumah yatim piatu itu adalah seorang Kristen dan suatu hari Ibu ini mengajaknya ke Gereja. Dan ia memberitahu guru sekolah minggu untuk bersabar dalam menghadapi anak ini karena dia belum pernah sama sekali mendengar tentang Tuhan.

Ditengah-tengah guru sekolah minggu ini sedang mengajar, ia memegang gambar Yesus dan bertanya, “Apakah ada dari kalian yang tahu gambar siapakah ini?”.

Anak kecil itu menjawab, “Aku tahu, itu adalah gambar dari orang yang memelukku erat-erat pada saat kedua orang tuaku meninggal.”

Amsal 3:25-26 : Janganlah takut kepada kekejutan yang tiba-tiba, atau kepada kebinasaan orang fasik, bila itu datang. Karena Tuhanlah yang akan menjadi sandaranmu, dan akan menghindarkan kakimu dari jerat.

03 March 2009

Apakah Cinta Itu?

Mereka yang tidak menyukainya menyebutnya tanggung jawab,
Mereka yang bermain dengannya, menyebutnya sebuah permainan,
Mereka yang tidak memilikinya, menyebutnya sebuah impian,
Mereka yang mencintai, menyebutnya takdir.

Kadang Tuhan yang mengetahui yang terbaik, akan memberi kesusahan untuk menguji kita
Kadang Ia pun melukai hati, supaya hikmat-Nya bisa tertanam dalam.
Jika kita kehilangan cinta, maka pasti ada alasan di baliknya.
Alasan yang kadang sulit untuk dimengerti, namun kita tetap harus percaya bahwa ketika Ia mengambil sesuatu, Ia telah siap memberi yang lebih baik.

Mengapa menunggu?
Karena walaupun kita ingin mengambil keputusan, kita tidak ingin tergesa-gesa.
Karena walaupun kita ingin cepat-cepat, kita tidak ingin sembrono.
Karena walaupun kita ingin segera menemukan orang yang kita cintai,
kita tidak ingin kehilangan jati diri kita dalam proses pencarian itu.

Jika ingin berlari, belajarlah berjalan duhulu,
Jika ingin berenang, belajarlah mengapung dahulu,
Jika ingin dicintai, belajarlah mencintai dahulu.
Pada akhirnya, lebih baik menunggu orang yang kita inginkan,
ketimbang memilih apa yang ada.
Tetap lebih baik menunggu orang yang kita cintai, ketimbang memuaskan diri dengan apa yang ada.
Tetap lebih baik menunggu orang yang tepat, Karena hidup ini terlampau singkat untuk dilewatkan bersama pilihan yang salah, karena menunggu mempunyai tujuan yang mulia dan misterius.
Perlu kau ketahui bahwa
Bunga tidak mekar dalam waktu semalam,
Kota Roma tidak dibangun dalam sehari,
Kehidupan dirajut dalam rahim selama sembilan bulan,
Cinta yang agung terus bertumbuh selama kehidupan.

Kebanyakan hal yang indah dalam hidup memerlukan waktu yang lama,
Dan penantian kita tidaklah sia-sia.

Walaupun menunggu membutuhkan banya hal - iman, keberanian, dan pengharapan
penantian menjanjikan satu hal yang tidak dapat seorangpun bayangkan.

Pada akhirnya. Tuhan dalam segala hikmat-Nya, meminta kita menunggu, karena alasan yang penting.

02 March 2009

Lost In Translation

“Semua laki-laki sama saja,” bombardir Callie.

“Itu tidak adil,” suaminya, Greg, menentang. “Aku tidak seperti laki-laki yang lain. Aku kan punya kepribadian sendiri.”

“Tetapi lihatlah bagaimana tindakanmu.”

“Memang, aku bertindak seperti layaknya seorang laki-laki. Itu karena aku laki-laki. Tidak semuanya buruk. Kamu jatuh cinta kepadaku karena aku laki-laki. Kenapa sih kok kamu tiba-tiba bersikap negatif?”

Setiap pasangan pasti pernah bertengkar. Pasangan suami istri pernah saling tidak menyetujui, mereka mempertahankan pandangan masing-masing yang di anggap benar, dan mereka melakukan apa saja untuk membuktikan alasan-alasannya.

Meskipun begitu, yang mengejutkan saya adalah, setelah menangangi para pasangan lebih dari dua puluh lima tahun, apa yang kita pikir kita pertengkaran, sebenarnya itu bukan hal yang benar-benar kita pertengkaran.

Dan, apa masalah mendasar yang paling besar? Saya menyimpulkan sekurang-kurangnya 50% pertikaian antara suami dan istri pada dasarnya adalah tentang perbedaan gender. Saya juga mendapatkan kesimpulan lain : seandainya kita dapat memahami perbedaan-perbedaan ini, mungkin saja kita tidak akan terlalu sering bertengkar.

Itulah maksud saya menulis buku ini, menolong Anda lebih memahami pasangan Anda dan belajar untuk lebih menghargainya. Tujuan saya adalah memperbaiki hubungan Anda dengan suami atau istri Anda. Memahami perbedaan-perbedaan membuat kita bertoleransi terhadap pasangan kita.

Laki-laki dapat memahami jalan pikiran kaumnya, begitu pula dengan perempuan. Pada dasarnya hubungan gender benar-benar merupakan pengalaman lintas budaya. Laki-laki dan perempuan berpikir, merasakan, dan berkomunikasi secara berbeda. Kadang semuanya berbeda.

Perbedaan itu nyata. Dan, perbedaan itu memang benar untuk laki-laki dan perempuan pada umumnya. Tetapi, tak ada ciri-ciri yang menunjukkan sifat semua laki-laki atau semua perempuan. Kita semua memiliki kepribadian masing-masing. Masih banyak faktor lain selain faktor gender, faktor-faktor semacam genetika individu, susunan kelahiran, keteladanan, pengalaman masa kanak-kanak, pembelajaran, dan kepribadian yang saling berinteraksi, sehingga membuat kita menjadi pribadi yang sangat unik.

Dikutip dari Lost In Translation, Dr. Steve Stephens