"Dalam tiap jerih payah ada keuntungan, tetapi kata-kata belaka mendatangkan kekurangan saja" - Amsal 14:23
"Dalam tiap jerih payah ada keuntungan, tetapi kata-kata belaka mendatangkan kekurangan saja" - Amsal 14:23
Cecep yang berusia 12 tahun tinggal bersama ayahnya di sebuah desa. Ibunya meninggal sejak ia masih kecil. Selama ini ayahnya yang bekerja untuk menghidupi keluarga. Suatu saat mereka memutuskan untuk migrasi ke desa lain, untuk mencari peruntungan. Mereka memiliki seekor keledai yang sudah sangat kurus karena kehidupan mereka yang kekurangan.
Pada hari mereka akan meninggalkan desa itu, mereka membawa sedikit barang yang mereka miliki dan meletakkannya di atas punggung keledai itu. Lalu mereka berangkat dengan menunggangi keledai mereka. Saat melewati sekumpulan ibu-ibu yang sedang menjemur pakaian, mereka mendengar ibu-ibu itu berkata, “Keledai sudah kurus seperti itu masih ditunggangi oleh dua orang dengan barang-barang, sungguh tidak punya perasaan.” Kemudian ayah Cecep turun dan membiarkan anaknya yang duduk di atas keledai.
Ayahnya ingin mengucapkan salam perpisahan kepada teman-temannya yang sedang bekerja di sawah, tetapi beberapa dari mereka ada yang mencibir, “Anak tidak tahu diri, membiarkan ayahnya yang sudah tua berjalan kaki.” Kemudian Cecep turun dari keledai dan membiarkan ayahnya yang menunggangi keledai itu.
Saat Cecep ingin mengucapkan selamat tinggal pada teman-temannya di sekolah, beberapa dari teman-temannya berkata, “Punya bapak tapi tidak punya belas kasih, tega membiarkan anaknya yang berjalan, sendirinya enak-enakan duduk di keledai.” Kemudian mereka berdua pun turun dan menggiring keledai mereka berjalan.
Ketika mereka sudah hampir tiba di perbatasan desa, mereka bertemu dengan seorang tua yang sedang duduk, lagi-lagi mencibir mereka, “Dasar bodoh, buat apa punya keledai tapi tidak ditunggangi.”
Renungan :
Kita tidak bisa melarang orang-orang disekeliling kita, bahkan teman-teman kita untuk berhenti membicarakan tentang kita. Hal yang baik maupun yang buruk. Kamu pasti lelah seperti Cecep dan bapaknya. Tetapi kita cukup punya Tuhan yang memberikan kita hikmat unutk menuntun kita dalam keadaan apapun. Dia yang meluruskan jalanmu.
Lukas 16:13 Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon."
Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 16; Matius 16; Kejadian 31-32
Pengajaran Tuhan mengenai uang dalam Lukas pasal 16 sampai saat ini bahkan selamanya masih aktual untuk dijadikan berita di surat kabar. Beberapa orang Farisi mendengarkan Yesus saat Dia menyampaikan perumpamaan tentang hamba yang tidak setia. Dia berkata, "Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon." Orang-orang Farisi mencemooh hal ini, karena mereka adalah hamba uang. Namun Yesus menanggapi, "Apa yang dikagumi manusia, dibenci oleh Allah" (ayat 15).
Seorang penulis bernama Wayne Jacobsen menunjukkan bahwa kata ‘dibenci', yang digunakan Yesus dalam ucapannya di atas tidak mengacu pada pelanggaran susila yang kotor. Dia menujukan kata itu pada kecintaan orang-orang Farisi pada harta duniawi atau lebih tepatnya pada uang. Banyak orang pada masa kini berbuat demikian, padahal itu sangat menjijikkan di mata Allah.
Untuk membantu mengalihkan perhatian kita dari uang, Ken Gire menulis doa berikut: "Tuhan Yesus, tolonglah saya pada hari ini untuk melihat dengan jelas bahwa pada suatu hari kelak saya akan mati. Kini saya telah melihat dengan cukup jelas apa yang dianggap sangat berharga bagi manusia. Berilah saya mata yang dapat melihat apa yang Kau anggap berharga." Apakah yang berharga di mata Allah? Orang-orang yang membutuhkan, orang miskin, orang kelaparan, orang yang tidak mempunyai tempat tinggal, orang sakit, orang yang kesepian dan para narapidana (Matius 25:34-40). Menghargai seseorang berarti mendengarkan, memahami dan memenuhi kebutuhan mereka.
Apakah perhatian Anda tertuju pada nilai-nilai duniawi? Apakah hari-hari ini Anda sedang disibukkan dengan pekerjaan ini dan itu untuk mendapatkan uang sebanyak-banyaknya dengan alasan untuk masa depan? Ataukah pada hari-hari ini perhatian Anda sedang tertuju kepada nilai-nilai Allah yang kekal?
Lepaskanlah hal-hal yang bersifat duniawi dan peganglah hal-hal yang bersifat kekal.
Doa:
Tuhan Yesus, aku menyadari bahwa aku seorang berdosa yang tidak bisa menyelamatkan diriku sendiri. Aku membutuhkan Engkau. Aku mengakui bahwa aku telah berdosa terhadap Engkau. Saat ini aku minta agar darah-Mu menghapuskan segala kesalahanku. Hari ini aku mengundang Engkau, Tuhan Yesus, mari masuk ke dalam hatiku. Aku menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juru Selamat satu-satunya dalam hidupku. Aku percaya bahwa Engkau Yesus adalah Tuhan yang telah mati dan bangkit untuk menyelamatkan dan memulihkanku. Terima kasih Tuhan, di dalam nama Tuhan Yesus Kristus aku berdoa. Amin!
Jawaban.com
Ada seorang anak 1 SD menanyakan pada bapaknya yg lulusan SR thn 45 tentang PR Matematika.
Tanya si Anak, "Bapak, kalau 1 + 2 hasilnya berapa, Pak?"
Jawab ayahnya, "Nggak tau yach, Nak. Tapi jaman Bapak dulu sekolah 1 + 2 = 3.
Tidak tahu yah, kalau sekarang mungkin sudah naik 15 atau mungkin 20."
Anaknya yang bingung bertanya lagi, "Kok bisa Pak? Kata Ibu guru tuh 1 + 2 = 3. Kok bisa Bapak hasilnya makin naik?"
"Bisa aja nak! Kalau BBM naik kan semuanya jadi ikut naik!"
Namanya Ny. Thompson. Ia berdiri di depan ruang kelas 5 pada hari pertama tahun pengajaran, dan berbohong kepada murid-muridnya. Seperti kebanyakan pengajar, ia memandang ke seluruh murid dan berkata bahwa ia memperhatikan seluruh murid dengan adil. Tetapi hal itu tidak mungkin, karena di barisan depan, ada seorang anak yang duduk dengan menggelesot namanya Teddy Stoddard.
Ny.Thompson sudah mengawasi Teddy setahun sebelumnya dan ia memperhatikan bahwa dia tidak bisa bermain dengan baik dengan anak-anak yang lain karena bajunya morat marit dan terlihat selalu perlu untuk dimandikan. Dan Teddy bisa jadi tidak suka. Itu semua mendapat penilaian, dimana Ny.Thompson kenyataannya akan memberikan tanda khusus di laporan Teddy dengan tinta merah besar, membuat X tebal dan memberi tanda F besar di atas kertas laporan Teddy.
Disekolah tempat Ny.Thompson mengajar, ia diminta untuk melihat ulang catatan murid-muridnya di tahun sebelumnya, dan ia membiarkan cacatan Teddy di giliran terakhir. Saat membaca catatan Teddy ia terkejut. Guru kelas satu Teddy menulis, Teddy adalah anak yang cemerlang dan ceria. Ia mengerjakan perkerjaannya dengan rapi dan memiliki hal-hal yang baik. Ia membawa kegembiraan bagi sekitarnya.
Guru kelas duanya menulis, Teddy adalah murid yang sempurna, sangat disukai oleh seluruh temannya, tetapi ia terganggu karena ibunya sakit stroke dan untuk tinggal di rumah adalah suatu perjuangan bagi Teddy. Guru kelas tiganya menulis, Ia mendengar kematian ibunya. Ia berusaha untuk melakukan yang terbaik, tetapi ayahnya tidak menunjukkan ketertarikannya dan kehidupan di rumah akan segera mempengaruhinya jika tidak ada langkah-langkah yang dilakukan.
Guru kelas empat Teddy menulis, Teddy menjadi mundur dan tidak tertarik ke sekolah. Ia tidak punya banyak teman dan terkadang tertidur di kelas. Setelah itu, Ny.Thompson menyadari masalahnya dan dia malu terhadap dirinya sendiri. Ia merasa tidak enak ketika murid-muridnya membawa hadiah natal, dibungkus dengan pita-pita yang indah dan kertas yang menyala, kecuali pemberian Teddy. Hadiah dari Teddy kumal bentuknya dan dibungkus dengan kertas coklat yang diambil dari tas belanja.
Ny.Thompson dengan terharu membuka kado Tedy ditengah-tengah kado yang lain. Anak-anak mulai tertawa saat ia menemukan gelang batu dimana beberapa batunya hilang, dan sebuah botol yang berisi parfum setengahnya. Tetapi ia menyuruh murid-muridnya diam dan menyatakan bahwa gelang pemberian Teddy sangat indah, serta mengoleskan parfum di pergelangan tangannya.
Setelah sekolah usai, Teddy Stoddard tetap tinggal, menunggu cukup lama untuk mengatakan, Ny.Thompson, hari ini bau wangi anda seperti ibu saya. Setelah murid-muridnya pergi, Ny.Thompson menangis hampir selama satu jam. Hari berikutnya Ny.Thompson berhenti untuk mengajar membaca, menulis dan aritmatika. Sebagai gantinya ia mulai mengajar anak didiknya.
Ny.Thompson memberi perhatian khusus kapada Teddy. Selama bekerja dengannya, pikiran Teddy mulai hidup. Semakin ia mendorong Teddy, semakin cepat Teddy memberikan tanggapan. Di akhir tahun, Teddy menjadi anak terpandai di kelas, akan tetapi Ny.Thompson jadi berbohong dengan mengatakan bahwa ia akan memperhatikan murid-muridnya secara adil, karena Teddy telah menjadi murid kesayangannya.
Satu tahun berlalu, Ny.Thompson menemukan sebuah surat dibawah pintu, dari Teddy, yang mengatakan bahwa ia adalah guru terbaik yang pernah dimiliki sepanjang hidupnya. Enam tahun berlalu sebelum ia menerima surat yang lain dari Teddy. Ia menulis sudah menamatkan SMU, ranking tiga di kelas, dan Ny.Thompson tetap guru terbaik yang pernah dimiliki sepanjang hidupnya.
Empat tahun berikutnya, ia menerima surat yang lain, mengatakan bahwa saat orang memikirkan banyak hal, ia tetap tinggal di sekolah dan mempertahankannya, dan segera lulus dari akademi dengan penghargaan tertinggi. Dia meyakinkan Ny.Thompson, bahwa dia tetap guru yang disukai dan paling baik yang pernah dimiliki sepanjang hidupnya.
Kemudian empat tahun berlalu dan surat yang lain datang lagi. Saat ini dia menjelaskan setelah menyelesaikan gelar sarjananya, dia memutuskan untuk melanjutkan sedikit lagi. Surat itu menjelaskan bahwa Ny.Thompson tetap guru yang disukai dan paling baik yang pernah dimiliki sepanjang hidupnya. Tetapi namanya telah sedikit lebih panjang surat ditanda tangani oleh Theodore F. Stoddard, MD.
Kisahnya tidak berakhir disini. Masih ada surat lagi pada musin semi itu. Teddy berkata bahwa ia bertemu dengan seorang gadis dan merencanakan untuk menikah. Ia mengatakan bahwa ayahnya telah meninggal beberapa tahun yang lalu dan dia berharap Ny.Thompson bersedia duduk di kursi yang biasanya disediakan untuk ibu pengantin. Tentu saja Ny. Thompson bersedia. Dan coba tebak apa berikutnya? Ny.Thompson mengenakan gelang batu dimana beberapa batunya telah hilang. Dan ia memastikan memakai parfum yang diingat Teddy dipakai ibunya pada Natal sebelumnya bersama-sama. Mereka berpelukan, dan Dr.Stoddard berbisik di telinga Ny. Thompson, Terima kasih Ny. Thompson, anda mempercayai saya. Terima kasih karena sudah membuat saya merasa penting dan memperlihatkan bahwa saya dapat membuat perubahan.
Ny.Thompson dengan air mata berlinang, balik berbisik. Ia berkata, “Teddy, semua yang kamu katakan keliru. Kamu adalah orang yang telah mengajari bahwa aku dapat membuat perubahan. Aku sungguh-sungguh tidak tahu bagaimana caranya mengajar sampai bertemu denganmu.
Hangatkan hati seseorang hari ini teruskan mail ini kepada yang lain. Tolong ingatlah bahwa kemana pun kamu pergi, apa pun yang kamu lakukan, kamu akan punya kesempatan untuk menyentuh atau merubah diri seseorang. Cobalah lakukan hal itu dengan cara yang positif. Teman adalah malaikat yang mengangkat kita ke atas kaki kita, saat sayap kita bermasalah untuk mengingat bagaimana caranya terbang.
1 Petrus 2:20 Sebab dapatkah disebut pujian, jika kamu menderita pukulan karena kamu berbuat dosa? Tetapi jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu harus menderita, maka itu adalah kasih karunia pada Allah.
Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 15; Matius 15; Kejadian 29-30
Saat kita diperlakukan degan tidak adil, biasanya kita akan cepat membela diri dan berusaha untuk membalas. Namun bila kita bersikap tenang sementara orang lain menganiaya dan menyiksa kita, berarti kita telah menanggapi ketidakadilan tersebut seperti halnya Kristus. Allah memang ingin mengembangkan sifat-sifat yang "tidak biasa" dalam diri kita. Setiap orang pasti dapat bersabar bila segala sesuatunya berjalan seperti yang diinginkan. Namun yang disebut kebajikan sejati adalah bila kita tetap tenang dan menguasai diri walau berada di bawah tekanan (1 Petrus 2:20).
F. Nelon, seorang teolog yang hidup pada abad ke-17, berpendapat: "Janganlah begitu bersedih bila ada orang-orang jahat yang menipu Anda. Biarkan mereka melakukan apa saja yang mereka inginkan dan lakukanlah terus apa yang dikehendaki Allah, di dalam diri Anda. Kedamaian dan persekutuan yang manis dengan Allah akan membayar semua yang mereka perbuat. Yang penting, pusatkan perhatian Anda kepada Allah, jangan kepada yang lain." Tuhan memang mengizinkan keadaan yang menyedihkan terjadi, karena menurut F. Nelon, "Dia melakukan semuanya ini demi kebaikan kita."
Apakah benar demikian? Semua yang dilakukan oleh-Nya, meskipun menyakitkan hati adalah demi kebaikan kita? Jawabannya adalah: Benar sekali! Bila kita menanggapi ketidakadilan seperti Kristus, maka kegelisahan, perasaan tidak aman dan sikap pesimis kita akan berubah menjadi ketenangan, kestabilan emosi dan pengharapan. Mengapa kita balik menyerang tatkala diperlakukan tidak adil? Mengapa kita begitu cepat membela diri atau membalas dendam? Bukankah itu berarti kita terlalu memikirkan kenyamanan dan hak-hak kita sendiri?
Jika demikian, berarti kita harus berdoa seperti Agustinus, "Lepaskanlah saya dari hasrat untuk selalu membela diri."
Cara terbaik untuk menanggapi hal yang salah adalah melakukan yang benar.
Doa :
Tuhan Yesus, aku menyadari bahwa aku seorang berdosa yang tidak bisa menyelamatkan diriku sendiri. Aku membutuhkan Engkau. Aku mengakui bahwa aku telah berdosa terhadap Engkau. Saat ini aku minta agar darah-Mu menghapuskan segala kesalahanku. Hari ini aku mengundang Engkau, Tuhan Yesus, mari masuk ke dalam hatiku. Aku menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juru Selamat satu-satunya dalam hidupku. Aku percaya bahwa Engkau Yesus adalah Tuhan yang telah mati dan bangkit untuk menyelamatkan dan memulihkanku. Terima kasih Tuhan, di dalam nama Tuhan Yesus Kristus aku berdoa. Amin!
Jawaban.com
1. Ada dua orang, bapak dan anaknya melihat sebuah mobil impor yang sangat mewah. Dengan nada yang tidak pantas si anak berkata kepada ayahnya, "Orang yang duduk dalam mobil jenis ini, pastilah orang yang berpengetahuan sangat minim!"
Ayahnya lalu mejawab secara sepintas lalu, "Orang yang mengucapkan kata-kata semacam ini, dalam sakunya pasti tidak ada duit!"
Bagaimana pandangan Anda mengenai masalah ini, apakah juga mencerminkan sikap sebenarnya dalam hati Anda?
2. Setelah makan malam, seorang ibu dan putrinya bersama-sama mencuci mangkuk dan piring, sedangkan ayah dan putranya menonton TV di ruang tamu. Mendadak, dari arah dapur terdengar suara piring yang pecah, kemudian sunyi senyap. Si putra memandang ke arah ayahnya dan berkata, "Pasti ibu yang memecahkan piring itu."
"Bagaimana kamu tahu?" kata si Ayah.
"Karena tak terdengar suara dia memarahi orang lain."
Kita semua sudah terbiasa menggunakan standar yang berbeda melihat orang lain dan memandang diri sendiri, sehingga acapkali kita menuntut orang lain dengan serius, tetapi memperlakukan diri sendiri dengan penuh toleran..
3. Murid kelas 3 SD yang sama, mereka memiliki cita-cita yang sama pula yaitu menjadi badut. Guru dari Tiongkok pasti mencela, "Tidak mempunyai cita-cita yang luhur, anak yang tidak bisa dibina!"
Sedangkan guru dari Barat akan bilang, "Semoga Anda membawakan kecerian bagi seluruh dunia!"
Kita sebagai angkatan tua, bukan hanya lebih banyak menuntut daripada memberi semangat, malahan sering membatasi definisi keberhasilan dengan arti yang sempit.
4. Istri sedang memasak di dapur. Suami yang berada di sampingnya mengoceh tak berkesudahan, "Pelan sedikit, hati-hati! Apinya terlalu besar. Ikannya cepat dibalik, minyaknya terlalu banyak!"
Istrinya secara spontan menjawab, "Saya mengerti bagaimana cara memasak sayur."
Suaminya dengan tenang menjawab, "Saya hanya ingin dirimu mengerti bagaimana perasaan saya . saat saya sedang mengemudikan mobil, engkau yang berada disamping mengoceh tak ada hentinya."
Belajar memberi kelonggaran kepada orang lain itu tidak sulit, asalkan Anda mau dengan serius berdiri di sudut dan pandangan orang lain melihat suatu masalah.
5. Sebuah bus yang penuh dengan muatan penumpang sedang melaju dengan cepat menelusuri jalanan yang menurun, ada seseorang yang mengejar bus ini dari belakang.
Seorang penumpang menjengukkan kepala keluar jendala bus dan berkata dengan orang yang mengejar bus, "Hai kawan! Sudahlah Anda tak mungkin bisa mengejar!"
"Saya harus mengejar dia." Dengan nafas tersenggal-senggal dia menjawab, "Saya adalah pengemudi dari bus ini!"
Ada sebagian orang harus berusaha keras dengan sangat serius, jika tidak demikian, maka akibatnya akan sangat tragis! ...saat harus menghadapi sesuatu dengan sekuat tenaga, maka kemampuan yang masih terpendam dan sifat-sifat khusus yang tidak diketahui oleh orang lain selama ini akan sepenuhnya keluar
6. Zhang San sedang mengemudikan mobil berjalan di jalan pegunungan, ketika dengan santai menikmati pemandangan yang indah, mendadak dari arah depan datang sebuah truk barang. Si sopir truk membuka jendela dan berteriak dengan keras, "Babi!" Mendengar suara ini Zhang San menjadi emosi, dia juga membuka jendela memaki, "Kamu sendiri yang babi!" Baru saja selesai memaki, dia telah bertabrakan dengan gerombolan babi yang sedang menyeberangi jalan.
Jangan salah tafsir maksud kebaikan dari orang lain,.. hal tersebut akan menyebabkan kerugian Anda, dan juga membuat orang lain terhina.
7. Seorang bocah kecil bertanya kepada ayahnya, "Apakah menjadi seorang ayah akan selalu mengetahui lebih banyak dari pada anaknya?"
Ayahnya menjawab, "Sudah tentu!"
"Siapa yang menemukan listrik?"
"Edison."
"Kalau begitu mengapa bukan ayah Edison yang menemukan listrik?"
Pakar acapkali adalah kerangka kosong yang tidak teruji... lebih-lebih pada zaman pluralis terbuka sekarang ini.
8. Sebuah gembok yang sangat kokoh tergantung di atas pintu, sebatang tongkat besi walaupun telah menghabiskan tenaga besar, masih juga tidak bisa membukanya. Kuncinya datang, badan kunci yang kurus itu memasuki lubang kunci, hanya diputar dengan ringan, 'plak' gembok besar itu sudah terbuka.
Hati dari setiap insan, persis seperti pintu besar yang telah terkunci...walaupun Anda menggunakan batang besi yang besar pun tak akan bisa membukanya. Hanya dengan mencurahkan perhatian..Anda baru bisa merubah diri menjadi sebuah anak kunci yang halus, masuk ke dalam sanubari orang lain.
Seorang kakek naik mobil bersama cucunya yang berusia sembilan tahun, dan tidak sengaja menekan bel mobil. Sang cucu menoleh dan melihatnya minta penjelasan.
Kata sang kakek, "Aku tidak sengaja menekan belnya."
Jawabnya, "Aku tahu, Kakek."
Si kakek bingung, "Kok kamu bisa tahu?"
Jawabnya, "Karena Kakek ngga bilang `bodoh!` setelah bel bunyi."
Hari itu akhirnya akan datang, ketika tubuhku akan terbaring di atas pembaringan yang bersih di sebuah rumah sakit. Pada suatu saat, seorang dokter akan menentukan bahwa otakku telah berhenti bekerja dan hidupku telah berakhir.
Bila ini menjadi kenyataan, janganlah berusaha untuk memasang pelbagai peralatan untuk menyambung hidupku secara artifisial di tubuhku. Dan janganlah mengatakan ini merupakan pembaringan matiku. Karena inilah Pembaringan Hidupku dan biarlah tubuhku digunakan untuk menolong orang lain supaya mereka dapat mengalami hidup yang lebih bermakna.
Berikanlah mataku kepada orang yang tak pernah melihat terbitnya matahari, wajah seorang bayi atau kasih-sayang di mata seorang perempuan. Berikanlah jantungku kepada orang yang jantungnya sendiri menjadi sumber penderitaan yang tak henti-hentinya.
Berikanlah darahku kepada pemuda yang telah dikeluarkan dari mobilnya yang sudah hancur, agar ia masih bisa hidup untuk dapat bermain dengan cucu-cucunya. Berikanlah ginjalku kepada seseorang yang tergantung kepada sebuah mesin, supaya dia masih dapat hidup. Ambillah tulang-tulangku, setiap otot, serat dan urat syaraf dalam tubuhku dan carilah cara untuk membuat anak yang lumpuh dapat berjalan kembali.
Periksalah setiap sudut dari otakku. Ambilah sel-selku, jika perlu, dan biarlah bertumbuh sehingga pada suatu hari seorang anak lelaki yang bisu dapat berteriak “goal” dan seorang anak perempuan dapat mendengar suara hujan berintik-rintik melalui jendela kamarnya.
Bakarlah segala sesuatu yang tersisa dari tubuhku dan sebarkanlah abunya kepada angin untuk membantu tanaman berkembang. Dan bila Anda harus memendam sesuatu, pendamlah kesalahan-kesalahanku, kelemahanku dan prasangkaku terhadap sesamaku.
Dan, bila Anda ingin mengenangku, lakukanlah dengan perbuatan yang ramah dan penuh kasih sayang atau perkataan kepada seseorang yang membutuhkannya. Bila Anda melakukan segala permintaanku, maka aku akan hidup untuk selamanya.
God’s Little Acre
Istriku berkata kepada aku yang sedang baca koran, "Berapa lama lagi kamu baca koran itu? Tolong kamu ke sini dan bantu anak perempuanmu tersayang untuk makan."
Aku taruh koran dan melihat anak perempuanku satu-satunya, namanya Sindu, tampak ketakutan air matanya mengalir. Di depannya ada semangkuk nasi berisi nasi susu asam / yogurt (nasi khas India = curd rice). Sindu anak yang manis dan termasuk pintar dalam usianya yang baru 8 tahun. Dia sangat tidak suka makan curd rice ini. Ibu dan istriku masih kuno, mereka percaya sekali kalau makan curd rice ada "cooling effect". Aku mengambil mangkok dan berkata, "Sindu sayang, demi ayah, maukah kamu makan beberapa sendok curd rice ini? Kalau tidak, nanti ibumu akan teriak-teriak sama ayah."
Aku bisa merasakan istriku cemberut dibelakang punggungku. Tangis Sindu mereda dan ia menghapus air mata dengan tangannya dan berkata, “Boleh ayah akan aku makan curd rice ini tidak hanya beberapa sendok, tapi semuanya akan aku habiskan, tapi aku akan minta..." agak ragu2 sejenak... "...akan minta sesuatu sama ayah bila habis semua nasinya. Apakah ayah mau berjanji memenuhi permintaanku?"
Aku menjawab: "Oh, pasti sayang".
Sindu: "Betul ayah?"
"Yah pasti.." sambil menggenggam tangan anakku yang kemerah mudaan dan lembut sebagai tanda setuju. Sindu juga mendesak ibunya untuk janji hal yang sama, istriku menepuk tangan Sindu yang merengek sambil berkata tanpa emosi, "janji" kata istriku. Aku sedikit khawatir dan berkata, "Sindu, jangan minta komputer atau barang2 lain yang mahal yah, karena ayah saat ini tidak punya uang."
Sindu : "Jangan khawatir, Sindu tidak minta barang2 mahal kok."
Kemudian Sindu dengan perlahan-lahan dan kelihatannya sangat menderita, dia bertekad menghabiskan semua nasi susu asam itu. Dalam hatiku aku marah sama istri dan ibuku yang memaksa Sindu untuk makan sesuatu yang tidak disukainya.
Setelah Sindu melewati penderitaannya, dia mendekatiku dengan mata penuh harap dan semua perhatian (aku, istriku dan juga ibuku) tertuju kepadanya. Ternyata Sindu mau kepalanya digundulin pada hari Minggu!
Istriku spontan berkata, "Permintaan gila, anak perempuan dibotakin, tidak mungkin!"
Juga ibuku menggerutu jangan terjadi dalam keluarga kita, dia terlalu banyak nonton TV. Dan program2 TV itu sudah merusak kebudayaan kita.
Aku coba membujuk, "Sindu, kenapa kamu tidak minta hal yang lain kami semua akan sedih melihatmu botak."
Tapi Sindu tetap dengan pilihannya, "Tidak ada 'yah, tak ada keinginan lain."
Aku coba memohon kepada Sindu, “Tolonglah kenapa kamu tidak mencoba untuk mengerti perasaan kami!"
Sindu, dengan menangis, berkata, "Ayah sudah melihat bagaimana menderitanya aku menghabiskan nasi susu asam itu dan ayah sudah berjanji untuk memenuhi permintaan aku. Kenapa ayah sekarang mau menarik perkataan Ayah sendiri? Bukankah Ayah sudah mengajarkan pelajaran moral, bahwa kita harus memenuhi janji kita terhadap seseorang apapun yang terjadi seperti Raja Harishchandra (raja India jaman dahulu kala) untuk memenuhi janjinya raja real memberikan tahta, kekuasaannya, bahkan nyawa anaknya sendiri."
Sekarang aku memutuskan untuk memenuhi permintaan anakku, "Janji kita harus ditepati."
Secara serentak istri dan ibuku berkata, "Apakah aku sudah gila?"
Aku: "Tidak, kalau kita menjilat ludah sendiri, dia tidak akan pernah belajar bagaimana menghargai dirinya sendiri. Sindu permintaanmu akan kami penuhi."
Dengan kepala botak, wajah Sindu nampak bundar dan matanya besar dan bagus. Hari Senin aku mengantarnya ke sekolah, sekilas aku melihat Sindu botak berjalan ke kelasnya dan melambaikan tangan kepadaku sambil tersenyum aku membalas lambaian tangannya.
Tiba2 seorang anak laki2 keluar dari mobil sambil berteriak, "Sindu, tolong tunggu saya."
Yang mengejutkanku ternyata kepala anak laki2 itu botak, aku berpikir mungkin "botak" model jaman sekarang. Tanpa memperkenalkan dirinya, seorang wanita keluar dari mobil dan berkata, "Anak anda, Sindu, benar2 hebat. Anak laki2 yang jalan bersama-sama dia sekarang, Harish, adalah anak saya, dia menderita kanker leukemia."
Wanita itu berhenti berkata-kata, sejenak aku melihat air matanya mulai meleleh dipipinya, "Bulan lalu Harish tidak masuk sekolah, karena chemotherapy kepalanya menjadi botak, jadi dia tidak mau pergi ke sekolah takut diejek oleh teman2 sekelasnya. Nah, minggu lalu Sindu datang ke rumah dan berjanji kepada anak saya untuk mengatasi ejekan yang mungkin terjadi. Hanya, saya betul2 tidak menyangka kalau Sindu mau mengorbankan rambutnya yang indah untuk anakku Harish. Tuan dan istri tuan sungguh diberkati Tuhan, mempunyai anak perempuan yang berhati mulia."
Aku berdiri terpaku dan tidak terasa air mataku meleleh. Malaikat kecilku, tolong ajarkanku tentang arti sebuah kasih!
Awal tahun adalah saat yang tepat untuk kira menelusuri kembali perjalanan hidup kita selama setahun lalu dan merencanakan apa yang akan kita lakukan tahun depan. Baik untuk keluarga kita, bisnis kita, kegiatan sosial kita dan sebagainya. Apa cita-cita kita? Apa yang ingin kita capai? Apa yang ingin kita lakukan?
Hukum 20-80
Hukum 20-80 ini biasa disebut juga hukum Pareto. Dalam hidup ini ternyata hukum 20% dari seluruh aktivitas kita yang menyumbangkan 80% bagi kehidupan kita. Bagi seorang Agnes Monica, ternyata dari seluruh kemampuan yang ia bisa, kemampuannya di bidang tarik suara dan akting menyumbang 80% keberhasilan hidupnya. Bagi seorang Rudi Hartono, ternyata 20% dari seluruh kemampuannya, yaitu badminton, menyumbangkan 80% kesuksesan dalam hidupnya.
Prioritas! Itulah yang dimaksudkan. Kita memiliki banyak kegiatan, juga banyak kemampuan, tetapi sulit bagi kita untuk dapat melakukan semua itu, atau sulit bagi kita untuk mempertajam semua kemampuan kita secara bersamaan. Kita perlu menentukan skala prioritas, apa 20% kegiatan dan kemampuan kita yang paling menonjol dan mampu menyumbangkan 80% keberhasilan dalam hidup kita? Fokuslah pada 20% itu.
Waktu
Dalam hidup ini, ada 4 hal yang tidak bisa kembali : kaya yang telah diucapkan, panah yang telah dilepaskan, masa lalu, dan kesempatan yang disia-siakan.
Kekayaan yang disia-siakan, kadang bisa diperoleh kembali. Kesehatan yang disia-siakan, jarang bisa diperoleh kembali. Namun waktu yang disia-siakan, tidak pernah diperoleh kembali.
Waktu yang dapat kita gunakan sangat terbatas karena banyak hal yang tidak dapat kita kontrol. Sayangnya, acap kali kita menghabiskan waktu kita, seolah-olah kita masih punya banyak persediaan waktu. Pertanyaan bagi kita bukanlah : apakah kita sibuk? Atau, sejauh mana kita sibuk? Namun, apakah kita sibuk melakukan pekerjaan dengan tepat?
Tiga unsur penting untuk mengevaluasi hidup kita selama ini : Arah, prioritas, dan mulai dari akhir apakah selama ini hidup kita tidak bertujuan? Apakah selama ini hidup kita tanpa arah yang jelas dan pasti? Apakah selama ini hidup kita sekedar mengalir? Apa kehendak Tuhan terhadap hidup kita? Apakah hidup kita sudah kita sudah mulai dari akhir, artinya apakah hidup kita sudah kita mulai dari tujuan akhir hidup kita, sebelum kita mati? Kita tidak dapat mundur dan mengulangi lagi awal kehidupan kita. Tetapi kita dapat mulai dari sekarang dan membuat sebuah akhir yang baru.
Visi
Apakah visi hidup kita? Visi adalah melihat sebuah gambaran tentang apa yang akan terjadi di masa datang. Visi mengekspresikan nilai dan standar tertinggi kita, visi juga membuat kita spesial dan berbeda dari orang lain. Visi sangat membantu kita memaparkan tahun-tahun ke depan dan membuat kita tetap fokus. Selain itu juga visi membuat energi kita terfokus.
Visi memang bukan segalanya, tatapi visi adalah awal segalanya. Jika tidak ada visi maka rakyat binasa. Visi adalah masa sekarang dan masa yang akan datang.
Proses memiliki visi, pertama kita perlu proses eksplorasi dan kreasi; kedua kita perlu sadar bahwa ini merupakan proses intuitif dan emosional dan kerap kali tidak sesuai dengan logika. Di atas itu semua, visi bisa kita minta pada Allah Bapa, apa yang menjadi keinginan-Nya atas hidup kita. Dalam praktik sehari-hari, visi tidak selalu datang terang benderang, kerap kali visi datang sebagai proses kristalisasi dari berbagai tantangan hidup yang pada waktunya menjadi berlian indah yang bernilai tinggi bagi kita dan sesama.
Proses penggalian dan kreasi dalam memiliki visi adalah :
1. Lihat ke dalam diri, apa yang kita rasakan?
2. Lihat ke belakang, apa yang sudah kita pelajari?
3. Lihat ke sekeliling, apa yang terjadi pada orang lain dan sekitar?
4. Lihat ke depan, apa gambaran utuhnya?
5. Lihat ke atas, apa yang Tuhan harapkan dari kita?
6. Lihat ke samping, apa sumber daya yang kita miliki?
Misi
Visi saja tidak cukup. Harus ada komitmen untuk bertindak mencapai visi yang disebut dengan MISI. Pertanyaannya adalah, apa misiku? Akan ada pilih tindakan yang tak terbatas untuk menentukan misi kita, pilih salah satu yang dapat memberikan hasil maksimal untuk merealisasikan visi.
Asumsi yang kerap kali salah tentang misi adalah menjadikan misi sebagai my to do list, atau misi saya harus penuh dengan penderitaan, atau misi saya harus mirip dengan orang seusia saya.
Goal
Misi saja tidak cukup. Harus ada satu set langkah-langkah yang khusus dan diukur untuk mencapai misi. Langkah-langkah itu disebut goal. Goal merancang program untuk mencapai misi dan merealisasikan visi yang sudah kita tetapkan. Kita mempunya satu visi dan satu misi, tatapi banyak goal dan banyak kegiatan yang berdasarkan goal.
Kehidupan kita harus seimbang dan utuh, maka goal yang kita tetapkan haruslah meliputi seluruh aspek kehidupan, karier, keuangan, keluarga, pendidikan, kesehatan, rohani, minat pribadi dan pelayanan. Dan, agar goal tersebut dapat kita capai, kita harus memenuhi kriteria SMART – Specific (khusus dan jelas), Measurable (dapat diukur), Attainable (dapat dicapai), Realistic (realistis), dan Tangible (konkrit).
Pentingnya menerapkan goal
1. Dapat mengurangi stress
2. Jika kita melangkah di arah yang benar, tiap langkah betapapun kecilnya, akan membuat kita dekat ke tujuan.
3. Seorang dengan sebuah goa/tujuan akan berjalan seratus kilometer di satu jalan. Namun seorang tanpa goal/tujuan akan berjalan satu kilometer di seratus jalan.
4. Seorang yang berorientasi pada goal selalu berambisi mencapai tujuannya melebihi Status, Kekuasaan, dan Uang.
5. Penetapan goal menolong kita untuk tetap FOKUS.
6. Penetapan goal menyederhanakan pengambilan keputusan.
Prinsip-prinsip penting dalam mencapai goal.
1. Belajar berkata TIDAK pada sebuah kesempatan dan berkata YA pada GOAL.
2. Goal-goal kita harus bersumber dari kerinduan yang dalam dan keinginan yang besar.
3. Teguh pada goal-goal, fleksibel pada metode kita (aktivitas).
4. Goal-goal kita harus ditulis.
5. Kenali hambatan-hambatan dalam mencapai goal-goal kita.
6. Kenali apa dan siapa yang dapat membantu mencapai goal kita.
7. Visualisasikan goal-goal kita.
8. Jangan pernah menyerah untuk mencapai goal-goal kita.
9. Bila memang perlu dapat direvisi.
10. Selalu positive thinking.
11. Untuk memuliakan Tuhan.
Greg Werner, seorang Strength & Contioning Coach, mengatakan “Buatlah suatu kemajuan, kita akan senang. Buatlah kemajuan dari hari ke hari, minggu ke minggu, dan kita akan menjadi seorang juara”. Dan, Yesaya mengatakan, “Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan Tuhan mendapat kekuatan baru : mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah” (Yesaya 40:31).
Akhirnya, apa visi dan misi kita? Apa goal-goal kita? Selamat memulai hidup baru dengan visi, misi, dan goal yang jelas. Tuhan beserta kita.
Christovita Wiloto S.E., MBA. – Renungan Harian edisi Januari 2009