Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

20 October 2008

Lukisan

Vincent dan Alfredo baru saja berkenalan di sebuah kontes melukis. Mereka berdua sangat berbakat dan mempunyai karakteristik masing-masing dalam lukisan mereka. Tetapi pemenang kontes ini adalah Alfredo dan hasil lukisan para pemenang dipajang di sebuah pameran.

Salah seorang pengunjung pameran lukisan itu adalah seorang direktur sebuah perusahaan bergengsi, ia sedang merenovasi sebuah gedung kantornya dan berencana untuk membeli sebuah lukisan untuk dipasang di ruang kantornya yang baru. Ia terkesan dengan lukisan Alfredo dan membayarnya untuk membuat lukisan yang akan dipasang di ruang kantornya.

Alfredo begitu senang ketika mendapat kesempatan baik itu. Ia mencurahkan seluruh ide dan hatinya buat lukisannya. Ketika lukisan itu telah selesai dibuat, ia meminta ijin kepada pengelola gedung untuk mencoba memasangnya di gedung kantor yang sudah dijanjikan. Ia mengajak Vincent untuk memberikan pendapatnya. Ternyata gedung kantor itu belum selesai dibangun. Masih banyak tukang bangunan yang sedang bekerja, membangun tembok, mengecat dan sebagainya. Alfredo dan Vincent naik ke lantai 12 gedung itu dan langsung ke tempat bakal ruang kantor direktur. Mereka mencoba berbagai kemungkinan posisi lukisan itu, mencoba mencari letak yang paling tepat dan pas untuk dipasang supaya bisa dipertimbangkan desaini interiornya.

Sesaat ketika Alfredo melihat-lihat ke arah lukisannya, ia ingin mencoba melihatnya dari jarak yang lebih jauh. Perlahan-lahan ia berjalan mundur. Tiba-tiba Alfredo terbelalak melihat Vincent yang dengan cepat mencoreng lukisan Alfredo dengan cat milik tukang yang sedang berada disebelahnya. Alfredo marah bukan kepalang, ia segera berlari ke depan lalu menanyakan kenapa Vincent tega melakukan hal itu.

Sambil menunduk Vincent berkata, "Kamu hampir saja jatuh ke belakang. Kalau tadi aku berteriak mengingatkanmu, pasti kamu terkejut dan sangat mungkin untuk jatuh. Maafkan aku". Jadi yang Vincent lakukan adalah untuk menarik perhatian Alfredo supaya segera berjalan maju menjauhi pinggiran gedung yang belum jadi itu.

Terkadang hal yang baik yang Tuhan coba lakukan, menurut pandangan manusia adalah jahat. Padahal Tuhan sedang menolong hidup kita dari kejatuhan yang jauh lebih fatal akibatnya.

Yesus Mengecewakan

Tiga setengah tahun adalah masa yang penuh sukacita untuk murid-murid Yesus. Mereka sungguh senang dengan setiap pelayanan yang berhasil, banyak mjizat dan kesaksian yang mereka kumpulkan. Dan mereka tidak sabat untuk menanti saat Yesus sang Mesias, membebaskan mereka dari perjalanan Romawi.

Ketika Tuhan Yesus mengatakan waktunya sudah dekat dan Ia akan disalibkan, semua murid-Nya menjadi goncang. Bahkan Petrus menentang hal itu. Mereka begitu menginginkan idolanya untuk melakukan yang terbaik yang mereka bayangkan. Tetapi rencana Tuhan bukan rencana manusia.

Yesus ditangkap, disiksa lalu disalib. Semua murid-muridNya kecewa. Mereka menyangka kalau Yesus akan membebaskan mereka dari penjajah yang kejam. Mengapa Ia memilih "jalan-Nya" sendiri tidak memikirkan perasaan sahabat-sahabat-Nya? Mengapa Yesus harus berkenalan dan mengajak mereka pelayanan jika dalam tiga setengah tahun semuanya kandas di tengah jalan? Mengapa Yesus tidak berkonsultasi dulu dengan mereka tentang tindakan-Nya? Apa yang akan mereka katakan kepada istri dan orang tua mereka? Tetangga mereka akan mencemooh. Semua orang di sekitar Yesus merasa dikecewakan dengan pilihan yang Yesus ambil untuk mau ditangkap dan tidak melawan dengan kuasa-Nya.

Kekecewaan itu begitu mendalam dan melukai perasaan mereka ketika pemimpin yang selama ini tengah mereka banggakan ternyata "hanya" mati disalib. Umur pelayanan mereka "hanya" tidak setengah tahun. Mereka merasa bahwa kekecewaan ini adalah akhir dari persahabatan pendek mereka dengan Yesus.

Pemikiran itu berubah tiga hari kemudian. Yesus bangkit! Paradigma mereka semakin diubahkan ketika Roh Kudus turun dan berkuasa atas hidup mereka. Hal itu tidak akan terjadi kalau Yesus tidak mati.

Ada kalanya hal yang sepertinya buruk dan mengecewakan terjadi dalam hubungan persahabatan kalian. Namun hal itu ternyata membawa perubahan yang luar biasa dalam diri kalian ke arah yang baik. Mungkin kamu bisa menjadi kecewa, marah, tertekan, tetapi hal itu akan membuat kalian menjadi semakin bertumbuh dan mengalami terobsesi.

Dimana Saya Dapat Menemukan Kasih?

Jika pertanyaan yang ada dalam hati Anda adalah, “Dimana saya dapat menemukan kasih sejati ini?” maka saya akan berbagi beberapa kabar baik ini untuk Anda. Anda sebenarnya sudah dikasihi. Dalam ayat yang paling populer dalam Alkitab, dikatakan kepada kita bahwa, “Karena Allah begitu mengasihi dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” - Yohanes 3:16

Yesus menjelaskan cakupan kasih Allah bagi orang percaya. Kepada murid-murid-Nya Yesus berkata, “... janganlah kamu kuatir dan berkata : Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di surga tahu bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kehendak-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu” - Matius 6:31-33. Hanya jika kita percaya bahwa kita dikasihi dengan sedemikian rupa, maka kita mendapatkan rasa aman untuk mengambil resiko dalam mengasihi orang lain.

Sudahkan Anda berinisiatif untuk menemukan kasih dalam Pribadi dan perbuatan Kristus? Sudahkah Anda memercayakan diri Anda kepada-Nya? Sudahkan Anda percaya ketika Alkitab mengatakan bahwa Kristus wafat untuk dosa-dosa Anda?

Berikut ini adalah cara memulainya. Akuilah dosa Anda dan kebutuhan Anda kan Kristus, yang telah datang “untuk mencari dan menyelamatkan yang hilag” (Lukas 19:10). Di dalam Kristus, kita dapat menemukan kasih Allah, dan di dalam Dia kita melihat apa artinya hidup dalam kasih seperti yang dijelaskan Paulus. Dialah Allah yang tidak hanya memanggil kita untuk berbuat baik, tetapi juga untuk mengizinkan Dia menyatakan kehidupannya melalui kita.

Sumber :Seri Dinamika Iman, Apakah Kasih Sejati itu? Yayasan Gloria, 2004, Bill Crowder

Hidup Setiap Hari

“Hari orang berkesusahan buruk semuanya, tetapi orang yang gembira hatinya selalu berpesta” - Amsal 15:15

Bacaan : Amsal 15:13-31

Ketika Tamer Lee Owens merayakan ulang tahunnya yang ke-104, ia berterima kasih atas “tawa, Tuhan, dan hal-hal kecil” yang membuatnya bertahan hidup. Wanita itu masih dapat menemukan sukacita setiap hari dengan mengobrol, berjalan-jalan, dan membaca Alkitab seperti yang telah dilakukannya sejak kecil. “Saya tidak tahu berapa lama lagi Dia mengizinkan saya tinggal disini”, katanya. “Saya hanya bersyukur kepada Tuhan atas semua yang diberikan-Nya kepada saya”.

Kebanyakan orang tidak mencapai usia 104 tahun, tetapi kita dapat belajar dari Tamer Lee bagaimana cara menikmati setiap hari yang diberikan kepada kita.

Tawa : “Hati yang gembira membuat muka berseri-seri, tetapi kepedihan hati mematahkan semangat” (Amsal 15:13). Kebahagiaan sejati dimulai jauh di lubuk hati kita dan terpancar di wajah kita.

Tuhan : “Takut akan Tuhan adalah didikan yang mendatangkan hikmat, dan kerendahan hati mendahului kehormatan” (ay. 33). Jika Allah menjadi fokus utama hati kita, Dia dapat mengajarkan jalan-Nya kepada kita melalui setiap pengalaman hidup.

Hal-hal kecil : “Lebih baik sepiring sayur dengan kasih daripada lembu tambun dengan kebencian” (ay. 17). Memelihara hubungan yang penuh kasih dan menikmati hal-hal mendasar dalam hidup jauh lebih penting daripada kekayaan dan kesuksesan.

Tidak semua orang akan hidup hingga usia lanjut, tetapi kita dapat menjalani hidup dengan baik setiap hari melalui tawa, Tuhan, dan hal-hal kecil.

KEBAHAGIAAN BUKANLAH TUJUAN MELAINKAN PERJALANAN HARI DEMI HARI

Sumber : Renungan Harian

19 October 2008

Hidup Hanyalah Sementara

“Saudara-saudaraku yang kekasih, aku menasehati kamu, supaya sebagai pendatang dan perantau, kamu menjauhkan diri dari keinginan-keinginan daging yang berjuang melawan jiwa” - 1 Petrus 2:11

Beberapa waktu yang lalu, saya membaca berita dukacita dari sebuah surat kabar yang menyebutkan bahwa seseorang yang sangat kaya dan terkenal di kota Semarang ini meninggal dunia. Saat itu saya sempat berpikir seberapa besar kekayaan dan harta yang dimilikinya. Belum lagi berapa hektar tanah yang dikuasainya. Tapi rupanya tidak ada sedikitpun, baik harta maupun sejengkal tanah bisa dibawa dalam kematiannya.

Memang, saat kiya hidup dalam kondisi yang serba cukup, seringkali kita tidak menyadari bahwa apapun yang ada dalam dunia ini adalah tidak kekal (sementara). Dan lewat peristiwa itu, saya diingatkan kembali bahwa segala sesuatu yang kita miliki hanyalah “titipan” dari Tuhan dan semua itu bersifat sementara.

Seringkali kita ini berjuang mati-matian untuk mencapai segala sesuatu yang sifatnya tidak kekal, bahkan rela melanggar firman Tuhan hanya untuk mencapai keinginan akan hal duniawi. Memang, hal “mengejar” dunia bukanlah suatu hal yang salah, sebab kita memang sedang hidup di dalam dunia ini. Tapi kita perlu menyadari dan mengatur keseimbangan antara jasmani dan rohani. Ingat : kita juga memiliki roh yang notabene justru bersifat kekal. Oleh karena itu, jika untuk hal yang tidak kekal saja manusia mau berjuang keras, maka sudah sepantasnyalah kita harus mau berjuang, bahkan lebih keras untuk hal yang kekal.

Hari ini, biarlah kita mulai merubah semua pandangan hidup kita yang keliru akan dunia ini. Marilah kita mulai berjuang untuk hal-hal Surgawi. Firman Tuhan dinyatakan kepada manusia agar kita mampu merubah diri menjadi seperti Kristus dan menjadi terang bagi bangsa-bangsa. Oleh karena itu, marilah kita berjuang agar kita semakin mulia bagi Tuhan, sekaligus menjadi terang bagi siapapun dan dimanapun kita berada. Ingat :Ada upah surgawi yang sudah Tuhan sediakan bagi kita dan semua itu KEKAL adanya.

“Semua yang hidup adalah seperti rumput dan segala kemuliaannya seperti bunga rumput, rumput menjadi kering, dan bunga gugur. Tetapi firman Tuhan tetap untuk selama-lamanya” - 1 Petrus 1:24-25

Roti Surgawi Edisi Oktober 2008

18 October 2008

Weekend Scripture - Matius 6:7-8

"Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan. Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya" - Matius 6:7-8

Harapan Yang Pasti

"Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu" - 1 Korintus 15:14

Mungkin kita pernah mendengar bahkan melihat di sekitar kita, ada orang-orang yang cepat putus asa ketika menghadapi masalah dalam hidupnya. Mereka berkata, "Lebih baik aku mati saja, dari pada hidup tetapi terus-menerus ada masalah!" Lebih parah lagi, ada sebagian yang tidak hanya berbicara, tetapi benar-benar mengambil tindakan yang fatal, yaitu bunuh diri. Mereka berpikir segala sesuatu sudah berakhir bersama dengan kematiannya. Bagi anak-anak Tuhan, kiranya dijauhkan dari pikiran dan tindakan seperti ini, karena hidup kita berharga di mata Tuhan.

Janji Tuhan luar biasa bagi orang percaya, tinggal kita mau meresponi dengan sungguh-sungguh atau tidak, terutama tentang "kebangkitan orang percaya". Kita berharap bukan berdasarkan cerita dongeng tetapi sesuai firman Tuhan, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang percaya yang telah meninggal (1 Korintus 15:20). Maka bagi kita yang percaya dan tetap setia sampai akhirnya akan mengalami hal yang sama dengan apa yang Kristus alami.

Harapan kita harus disertai dengan cara hidup yang benar selama masih ada di dunia, karena semuanya akan menjadi sia-sia apabila kesempatan yang Tuhan beri saat ini tidak dimanfaatkan dengan baik. Ada orang yang merasa perjalanan hidupnya masih panjang, sehingga kurang peduli dengan peringatan tentang apa yang akan terjadi di masa yang akan datang, bahkan yada yang tidak percaya sama sekali. Di sisi lain, karena persoalan hidup membuat mereka ragu akan janji Tuhan.

Percayalah kepada janji Tuhan akan digenapi pada waktunya! Oleh sebab itu, jangan pernah berhenti berjuang menhadapi masalah yang mungkin tak kunjung berhenti dalam hidup ini. Tuhanlah yang menjadi kekuatan kita! Amsal 10:28 berkata, "Harapan orang benar akan menjadi sukacita, tetapi harapan orang fasik menjadi sia-sia". Amin.

Sumber : Roti Surgawi

Ibuku, Permataku

Ibuku, permataku, alangkah indah jiwanya. Nilai ibu melebihi permata Merah Delima atau emas. Ia diciptakan oleh Tuhan dan di kirim dari sorga.

Dan permata-permata yang diberikan kepadaku adalah permata KASIH. Kasih yang sama sekali tak bersyarat dan yang ada untuk selamanya. Kasihnya terhadap aku tak pernah meninggalkan aku seorang diri. Kasih yang luar biasa!

Permata kedua yang diberikannya kepadaku adalah BIMBINGAN untuk setiap hari. Ketika ia mengikuti Tuhan, iapun menunjukkan aku akan jalannya yang benar. Tuhan memberikan kepadanya kebijakan melalui kelahiranNya yang suci untuk diteruskan kepadaku agar aku dapat bertahan hidup di bumi ini. Namun, tujuan utama pada akhir perjalanannya adalah ketika ia mendengar Tuhannya mengatakan, “Bagus sekali, anakKu!”

Kemudian permata ketiga yang tak ternilai dan yang Tuhan berikan adalah Permata PENGORBANAN. Seorang Ibu yang setia kepada kebenaran Firman Tuhan akan mengorbankan jiwanya dan tak pernah kedengaran mengeluh sedikitpun. Ia akan memberikan apapun yang ia miliki dan tak pernah bertanya mengapa. Ini semua ia lakukan demi keselamatan mereka yang oleh Tuhan dititipkan kepadanya.

Selanjutnya permata ke empat adalah PEMBERIAN DORONGAN dan HARAPAN. Ia bersedia untuk berjalan melalui panas api untuk dapat memberikannya kepada yang dikasihinya. Apapun yang menjadi tugas dan pilihanku, ia dipuji dan diberi pahala untuk imannya di akhir hidupnya.

Kemudian ada permata ke lima, yaitu KEBERANIAN dan bukan ketakutan. Ia mengajarku untuk mendengar agar aku dapat mengerti. Aku senantiasa berperang dengan Iblis setiap menit dalam kehidupanku sehari-hari. Namun, Tuhan merupakan jawabannya bila aku hanya mengikuti jalanNya. Ibuku selalu berada di sana, siang atau malam untuk membangunkan keberanianku dan mengajarku apa yang benar. Banyak sekali perempuan yang telah melakukan hal-hal yang mulia, namun Ibuku melampaui mereka semua, ketika sebagai seorang Ibu, mendengar dan menjawab akan panggilan Tuhan.

Yang terakhir namun yang terutama adalah permata dari DOA. Ibu menghabiskan berjam-jam dari waktunya di atas kedua lututnya agar aku tetap selamat di dalam kasih karunia-Nya. Ia mengajarku setiap hari bahwa pencobaan-pencobaan dalam hidup ini dapat berlangsung lama, namun apabila aku memiliki iman dalam Tuhan, maka Tuhan akan menolongku menjadi kuat. Ibuku bisa lemah dan lembut, namun juga bisa menjadi keras pada waktu yang lain. Ia memberikan kasih-sayangnya tanpa bersyarat.

Ia adalah Ibuku, Permataku, demikian tak ternilainya dan demikian langkahnya. Dan aku berterima kasih kepada Tuhan bahwa aku telah diletakkan dengan selamat di dalam pemeliharaannya.

Loretta Coley

Humor : Tugas Pertama

Seorang pemuda yang baru saja lulus dari fakultas ekonomi akuntansi sedang melamar pekerjaan untuk posisi akuntan.

Saat ini dia sedang diwawancarai oleh seorang bos yang mempunyai bisnis kecil yang baru saja dia buka.

"Aku membutuhkan seseorang sarjana akuntansi saat ini," kata si bos.

"Tapi yang terutama, aku mencari seseorang yang bisa mengurus semua masalah keuangan kantor ini."

"Maksud Bapak?" tanya si pelamar.

"Ya, dalam menjalankan bisnis baru ini aku punya banyak hal yang aku pikirkan," kata si bos.

"Tapi aku sama sekali tidak mau memikirkan tentang urusan keuangan. Tugasmu adalah menangani semua urusan keuangan di kantor ini."

"Oke, saya mengerti maksud Bapak," kata si pemuda. "Dan berapa gaji yang akan saya terima untuk pekerjaan ini?"

"Sebagai awal aku akan memberimu $8000."

"Delapan ribu dolar!!!" si pemuda terkejut. "Bagaimana bisa sebuah bisnis baru memberikan gaji yang sedemikian besar?"

"Nah," kata si bos, "itulah urusan pertama yang harus kamu tangani."

17 October 2008

Sherly

Jam sudah hampir menunjukkan pukul 00.00 di Hawai yang berarti sudah pukul 06.00 di tempat asalku, Portland. Aku tidak bisa tidur, jadi kuputuskan untuk mencari secangkir kopi dan croissant di kafe terdekat.

Tiba disana, hanya terdapat seorang penjaga dan bangku-bangku kosong. Setelah memesan, aku mengambil posisi di ujung ruangan. Tiba-tiba pintu terbuka dan muncul empat orang wanita dengan pakaian minim. Mereka tertawa terbahak-bahak setengah mabuk. Tanpa memperhatikan apapun, mereka berteriak memesan empat botol bir.

Setelah beberapa saat mengobrol kesana kemari, tiba-tiba seorang dari mereka berdiri dan berkata, "Besok adalah hari ulang tahunku". Semua terdiam, lalu menertawakannya. "Sherly, tidak ada yang mengingat hari ulang tahun seorang pelacur. Selamanya kamu akan jadi pelacur. Selamanya kamu akan jadi pelacur. Sampai mati juga tidak akan ada yang mengingat hari ulang tahunmu", Sherly menangis.

Aku pun bertanya kepada pemilik kafe, apakah mereka selalu datang setiap hari. Ia menganggukkan kepala, "Mereka selalu datang pukul 00.00". Aku lalu mengucapkan ideku untuk membuat sebuah pesta ulang tahun untuk Sherly. Pemilik cafe pun menyetujuinya dengan berat hati, namun ia bersedia menyiapkan kuenya.

Keesokkan harinya kami menunggu kedatangan Sherly dan teman-temannya. Balon-balon dan pita sudah terpasang. Lilin sudah dinyalakan. Dan tepat pukul 00.00 pintu terbuka.

"Selamat ulang tahun!", Aku dan pemilik cafe itu bersorak dan meniup terompet. Sherly tercengang. Air mata mengalir di pipinya. "Aku tidak menyangka ada orang yang peduli dengan seorang pelacur yang kotor sepertiku. Belum pernah ada orang yang melakukan ini kepadaku. Cuma ada dua tatapan yang pernah kulihat. Tatapan penuh napsu dan tatapan penuh kejijikan. Tapi hari ini aku merasa di sayangi dengan tulus". Ketiga teman Sherly ikut menangis terharu.

Beberapa tahun kemudian, aku kembali ke cafe itu. Pemiliknya bilang kalau sejak malam itu ia tidak pernah lagi melihat mereka berempat datang ke kafenya. Tapi ia pernah menerima sepucuk surat dari Sherly. Ia sudah kembali ke kota asalnya dan menjadi guru TK disana. Ia juga bilang kalau ia sudah dibaptis dan melayani di sebuah gereja.

Macam-Macam Doa

Doa pada dasarnya bisa dibagi menjadi tiga jenis yaitu, penyembahan, permohonan, dan doa untuk orang lain.

1. Penyembahan
Doa penyembahan adalah reaksi spontan kita akan Tuhan. Saat kita menyadari kebesaran Tuhan, kehadiran-Nya dalam setiap aspek perjalanan hidup kita, atau kebaikan-Nya lewat ciptaan-Nya yang kita lihat dan rasakan di bumi ini, kita berdoa melalui penyembahan.

2.Permohonan
Doa permohonan adalah saat kita membawa kebutuhan atau permasalahan pribadi kita di hadapan Tuhan. Ada sebagian orang yang mengatakan bahwa berdoa dengan membawa kebutuhan pribadi adalah hal egois. Namun, dalam doa yang diajarkan Yesus yakni yang kita sebut Doa Bapa Kami, disebutkan pula doa permohonan untuk kebutuhan pribadi ini dalam kalimat "Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya.. dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat." - Matius 6:11,13

3. Doa untuk orang lain - doa perantara
Dalam jenis doa ini, yang kita lakukan bisa dibilang adalah seperti bekerja. Di sini, kita memanjatkan doa secara tak jemu-jemu untuk kepentingan orang lain, sesama manusia yang membutuhkan kasih dan pertolongan Kristus, bahkan untuk orang-orang yang membenci kita. Dalam jenis doa inilah kita dapat melihat bahwa pada hakikatnya, doa adalah juga sebuah peperangan rohani.