Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

14 October 2008

Takut Ditolak

Hal apa saja yang membuat orang ragu untuk bersaksi? Biasanya ini adalah beberapa keraguan yang dikatakan oleh beberapa teman.

Aku takut bukannya bikin tambah baik tapi malah tambah buruk.
Aku tidak tahu harus bilang apa.
Aku tidak tahu harus menjawab apa kalau di kasih pertanyaan yang menjebak.
Aku bakal kelihatan fanatik.
Aku mungkin saja terlalu mencampuri urusak orang lain.
Aku takut kalau gagal.
Aku takut kalau dianggap munafik.

Kebanyakan penyebabnya adalah rasa takut. Jika ingin ditilik lebih jauh lagi, itu adalah ketakutan untuk ditolak. Sebuah survei yang berikan kepada mereka yang mengikuti pelatihan untuk kebaktian kebangunan rohani Billy Graham di Detroit menanyakan pertanyaan ini.

Apa penghalang terbesarmu dalam bersaksi?

9% menjawab mereka terlalu sibuk
28% menjawab mereka kekurangan informasi atau bahan untuk bersaksi
Tidak ada yang menjawab mereka tidak perduli
12% menjawab hidup mereka tidak seperti yang mereka katakan
Tetapi sebagian besar dari mereka, yaitu 51% menjawab bahwa masalah terbesar mereka untuk bersaksi adalah takut ditolak.

Padahal setiap hari kita mengalami penolakan. Ketika mau bangun lebih siang, ibu menolak, "Tidak, kamu harus bangun sekarang, nanti terlambat". Ketika mau makan ice cream, "Jangan, nanti gigimu berlubang". Ketika menawar ojek, "Jangan neng, 3000 sudah murah kok". Ketika meminjam buku teman, "Sorry, gua juga mau pake, besok aja ya". Penolakan jangan menjadi keraguanmu untuk bersaksi. Semangat!

Prayer For Guidance

O heavenly Father, our protector and guide, You are the greatest Friend and joy we have! To be able to come to You in prayer like this is the most beautiful part of our lives!

It is not for myself that I want to pray today, dear Father, but for those who are near and dear to me and about whom I worrying. You know what they are facing, dear Father. And You know most of all the deepest reasons why these things have come upon them!

And You know how I want to help. Truly I think it would be easier if I could only face what they are facing. But You know how helpless we are to help another even though we know what is just and right.

Only You are left, dear Father. Do be with them in all things at all times. Protect them from enemies and evil, my Father. Forgive them their sins and put love of others in their hearts.

O do make them happy in their lives at home, dear Father, and help them live as You wouldst have them live. Above all, put love in their hearts for You.

And thank You, my Father, for Your goodness to them and to me. Thank You for Your love and guidance and protection! May we honor you all the days of our lives. And be happy and uplifted even as I feel right now!

13 October 2008

Flight 401

"Karena jika aku memberitakan Injil, aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri. Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil" - 1 Korintus 9:16

Penerbangan 401 dari New York ke Miami berisi penuh penumpang yang sedang berlibur. Ketika pesawat yang besar ini akan mendarat di Airport Miami, sebuah lampu untuk menunjukkan posisi gir untuk mendarat ternyata tidak menyala. Pesawat itu terbang mengitari Everglades ketika para awak pesawat terbang memeriksa kerusakkan pada lampu tersebut. Pertanyaannya adalah, apakah gir pesawat untuk mendarat itu tidak berfungsi dengan baik ataukah lampunya yang rusak.

Insinyur penerbangan pertama melihat bola lampunya. Ia mencoba untuk melepaskannya, tetapi tidak bergerak sama sekali. Kru lain mencoba membantu, dan kemudian yang lainnya, dan seterusnya. Satu per satu, semua mata tertuju pada bola lampu yang tidak bisa terlepas dari soketnya. Tidak ada yang memperhatikan bahwa pesawatnya kehilangan arah, akhirnya, pesawat jatuh ke lumpur. Banyak yang tewas di kecelakaan pesawat tersebut.

Ketika seorang kru yang berpengalaman sedang menyibukkan dirinya dengan bola lampu seharga 75 sen, seluruh kapal dan penumpang tewas. Para kru sesaat melupakan hal terpenting ketika sebuah pesawat sedang mengudara - "Jangan lupa untuk menerbangkan pesawat!"

Hal yang sama terjadi di gereja lokal. Pendeta dan penatua bisa saja sangat sibuk meributkan hal-hal sepele dan memfokuskan diri pada masalah-masalah yang tidak signifikan, sehingga mereka kehilangan arah mengenai esensi dari sebuah gereja. Gereja bisa punya banyak aktivitas, program, pertemuan, dan pengembangan komunitas, oleh sebab itu banyak roda yang berputar tanpa menyelesaikan satu halpun mengenai hal yang kekal, yaitu tujuan yang dilupakan.

Banyak gereja menyukai penemuan yang bagus di mana ratusan roda, gir, bel dan lampu menyala. Ketika penemu ditanya mengenai fungsi dari mesin yang aneh itu, ia menjawab, "Apa yang bisa dilakukannya? Oh, itu bukan apa-apa, tetapi apakah mesin itu bekerja dengan baik?" Jangan menjadi pesawat 401 atau penemuan yang tidak melakukan apa-apa. Tujuan utama itu adalah untuk memenangkan dunia yang terhilang ini untuk Yesus Kristus.

Biji Sesawi

Keadaan yang buruk di dalam penjara, Ruth duduk di atas lantai yang kotor. Perasaannya dipenuhi keinginan untuk memberontak karena bau busuk yang begitu menyengat dan meliputi udara di dalam sel. Ruth tidak bisa mengingat bau benda apa yang lebih busuk dari bau ruangan ini.

Di dalam sel ini tidak ada toilet, bajkan tidak ada satu lubang kecil untuk pembuangan kotoran. Sedikitpun tidak tersedia air di tempat itu. Di Cina, khususnya selama masa kebrutalan revolusi kebudayaan, para tahanan benar-benar tidak diperhatikan.

Ruth bisa merasakan binatang-binatang kecil merayapi tubuhnya seperti laba-laba, kecoa, tikus. Nyamuk-nyamuk yang haus akan darah berdesingan di mana-mana. Kegelapan meliputi tempat itu. Begitu gelapnya sampai Ruth tidak bisa melihat orang-orang yang ada di sekelilingnya. Pikirannya sedang melamunkan tidak orang anaknya, Daniel, 10, Joseph, 8, Mary, 5, yang ditinggal sendirian di rumah. Ruth bersama dengan suaminya, Michael, telah ditawan dan dimasukkan ke dalam sel tahanan.

Dalam kegelapan itu tiba-tiba ada suara seorang teman yang bertanya, "Apakah kamu punya anak?". Mendengar pertanyaaan yang seakan-akan mengerti pikiran dan perasaaannya, Ruth menjawab, "Ya, ada tiga orang", jawabnya.

"Sebenarnya saya telah melahirkan empat orang anak, namun seorang diantaranya telah mati", lanjutnya.

"Apa yang telah terjadi?"

Ruth tidak bisa menjawab. Untuk sesaat air matanya mengalir membasahi pipinya. "Tuhan, tolonglah aku untuk mempermuliakan Engkau dalam segala sesuatu", dia berdoa.

Akhirnya, dia mulai menceritakan kisah tragis yang menimpa anaknya ini. Dengan suara pulu dia berkata, "Peter, tiga tahun lalu, ketika dia berumur 11 tahun, rumah kami di geledah dan didatangi oleh Tentara Merah (Red Guards). Ada beratus-ratus orang yang datang dan memeriksa tempat kami. Mereka telah mengetahui bahwa saya dan suami saya adalah seorang pemimpin dari banyak "gereja rumah" di daerah itu.

Mereka menendang roboh pintu rumah kami, mengikat suami saya dan menggunduli kepala kami berdua. Mereka menodongkan senjata di atas kepala kami dan berteriak, "Dimana Alkitabmu? Dimana rekan-rekan yang bersamamu? Dimana kamu melakukan pertemuan?"

"Kami menolak menjawab, mereka mulai menghancurkan perabot-perabot rumah kami dan seisi rumah kami diporak-porandakan. Untuk tiga hari tiga malam kami tidak diijinkan makan, minum atau tidur. Mereka melihat empat orang anak kami dan mereka membariskan mereka di atas bangku. Ketika anak kami kelelahan, mereka memukuli kepala mereka dan memerintahkan untuk terus berdiri di atas bangku.

Karena saya dan suami saya tidak mau menjawab saat ditanyai, maka tentara Red Guard's mulai menginterogasi anak-anak kami. Tetapi anak-anak kami juga menolak untuk bekerja sama. Mereka mengetahui bahwa hidup dan mati, mereka harus mengakui nama Tuhan Yesus - dan jangan pernah menyebutkan nama atau identitas rekan-rekan pekerja Kristen yang lain.

Dengan kasar mereka mulai memukuli anak kami lagi. Peter diseret keluar rumah dan giginya mulai dicabuti. Dia dipukuli hingga berdarah. Akhirnya mereka melemparkan dan meninggalkan tubuhnya yang sudah lumpuh diatas lantai. Suami saya di bawa dan dipekerjakan secara paksa di kamp militer pekerja berat.

Saya segera membawa Peter ke rumah sakit. Dokter mengatakan tidak ada harapan karena anak ini telah banyak mengeluarkan darah. Saya diberitahu untuk mempersiapkan pemakaman baginya. Mereka juga telah memberikan surat-surat yang diperlukan untuk proses pemakaman. Pihak yang berwewenang mengijinkan suami saya untuk meninggalkan kamp kerja paksa untuk sesaat dan menjenguk Peter di saat menit-menit terakhir sebelum Peter dijemput Tuhan.

Ketika melihat ayahnya datang, Peter sangat gembira. "Ayah dan ibu, banyak orang yang mengenankan jubah hitam saat mereka mati, tetapi saya ingin berpakaian jubah putih, supaya saya kelihatan indah saat bertemu dengan Tuhan Yesus!"

"Kami menangis dan sangat berduka karena dia. Dan kami berdoa bersama-sama supaya nama Allah dipermuliakan."

"Karena musim hujan pada waktu itu maka semua jendela di tempat itu ditutup. Tetapi ketika kami selesai berdoa satu jendela terbuka dan ada angin sejuk berhembus masuk memenuhi ruangan. Roh penghibur datang memasuki hati kami. Peter berbisik perlahan, "Yesus telah datang untuk membawaku pulang. Selamat tinggal." Wajahnya dipenuhi dengan sukacita. Bahkan dokter yang hadir saat itu digerakkan untuk berkomentar, "Saya belum pernah melihat orang yang mati penuh kedamaian seperti ini."

"Ketika kami pulang ke rumah, anak-anak kami yang lebih muda dari Peter mengagetkan kami dengan kegembiraan yang luar biasa. Mereka berkata, "Kami tidak bisa tidur, karena kami melihat kumpulan besar malaikat-malaikat di sekeliling rumah. Mereka membawa alat-alat musik instrumen dan menyanyi untuk kami. Mereka mengatakan bahwa mereka datang untuk membawa Peter bersama-sama dengan mereka ke surga".

"Saya menjelaskan, "Saudaramu telah pergi bersama-sama dengan Tuhan Yesus". Dan mereka semua menangis. Peter begitu mengasihi saudara-saudaranya ini dan mereka juga membalas kasihnya dengan rasa sayang yang sangat besar".

Ada kesunyian yang panjang dalam sel itu. Tetapi kemudian Ruth mual bisa mendengar suara tangisan yang berasal dari berbagai tempat di dalam sel gelap itu. Tiba-tiba, terdengar suara teriakan kemarahan, "Terkutuklah orang-orang Red Guard's! Kenapa mereka melakukan hal yang keji seperti ini? Saya berharap bisa mencekik leher orang-orang ini dan membunuh mereka!"

"Jangan! Jangan!", Ruth berteriak. Kalian jangan membenci mereka. Ini adalah dendam dan lingkaran kepahitan. Tuhan Yesus mengajarkan supaya kita mengasihi musuh-musuh kita. Setiap hari saya berdoa untuk tentara-tentara Red Guard's ini, supaya mereka segera menemukan dan mengenal Yesus. Dengan cara yang sama, saya juga telah berdoa bagi kalian semua. Kalian semua juga kekasih-kekasih yang dicintai Tuhan Yesus".

"Hah!", cetus seseorang dengan gerang. "Kalau Yesus sungguh-sungguh mengasihi saya, kenapa saya ada disini, di dalam sel yang kumuh ini?"

Ruth mulai menjelaskan bagaimana sel kotor ini sama seperti dosa mereka. Hanya salib Yesus yang sanggup menjembatani jurang antara orang-orang berdosa dengan Allah yang kudus. Yang mereka butuhkan adalah mengakui dosa-dosa mereka dan meminta Yesus menjadikan mereka manusia yang baru. Sekali lagi ada kesunyian yang panjang dalam penjara itu. Dan satu persatu anggota sel itu mulai bertekuk lutut di sampingnya, penuh tangisan mengakui dengan keras segala dosa-dosa mereka dan memohon Yesus menyucikannya. "Terima kasih Tuhan", Ruth berdoa. "Sungguh Engkau bisa mengubahkan segala sesuatunya menjadi baik!"

Kesaksian ini menggambarkan betapa hebatnya aniaya dan penderitaan yang dialami gereja-gereja Tuhan di Cina. Namun semua yang dialami orang-orang ini seakan-akan memancarkan kemuliaan Tuhan yang semakin terang dan menjadi kesaksian atas seluruh bangsa di dunia. Keteguhan iman mereka teruji dalam dapur api.

Mereka bukan cuman mengakui Yesus dengan mulut mereka, tetapi mereka membayar pengakuan mereka ini dengan aniaya dan penderitaan. Mereka belum pernah merasakan datang ke gereja tiap minggu, bernyanyi memuji Tuhan, bersukacita, dan mengharapkan untuk hidup dalam kelimpahan. Yang ada pada mereka adalah gereja bawah tanah dan ibadah yang bersembunyi-sembunyi. Mereka di kejar-kejar oleh tentara militer, dan rawan dengan aniaya.

Pengakuan iman mereka teruji engan tindakan yang nyata. Kuasa injil betul-betul dinyatakan dalam kehidupan mereka. Mereka mempertahankan iman dengan nyawa mereka. Tidak ada sesuatupun yang dapat menggoyahkan iman mereka di dalam Tuhan. Iman seperti inilah yang dicari Tuhan.

"... akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?" - Lukas 18:8

Humor : Kanan ke Kiri

Seorang salesman Coca-Cola baru saja kembali dari tugasnya di Pedalaman Tembok China. Dengan wajah yang sangat kecewa ia berhadapan dengan bos-nya. Si Bos bertanya, "Kenapa kamu gagal melakukan transaksi di China?"

"Saat tiba di China saya begitu yakin bisa menjual produk kita...", kata si salesman. "Cuma, ada satu masalah, saya tidak mengerti bahasa China, jadi saya memutuskan untuk mempromosikan produk ini melalui poster bergambar. Poster pertama gambarnya seorang pria yang sedang sekarat & kehausan di tengah perjalanannya di Tembok China, poster kedua bergambar pria tersebut kemudian meminum Coca-Cola, dan poster terakhir bergambar pria tersebut akhirnya bangkit kembali  dengan kondisi yang segar bugar. Kemudian 3 poster tersebut saya tempel di seluruh penjuru China."

"Lho bukannya itu ide yang brilian? Tapi kenapa kamu masih gagal dalam menjual?", tanya si Bos.

Si Salesman menjawab "Saya tidak tahu kalo orang China membaca dari kanan ke kiri."

10 Ways of Life

12 October 2008

Curahan Hati

Kala malam membayang….
Hanya Ditemani…….
Bunyi jangkrik ditepi sawah
Angin Dingin….
Menusuk dingin…….

Sepinya malam
Membayangi diriku
Awan kelam……
Menghiasi malam

Jagat raya…..
Menceritakan keagunganNya
Ketika ku terjaga dari mimpiku
Ku bertelut…..
Menghadap HadiratNya

Bapa Surgawi…..
Hidup yang ku lalui ini
Terasa Berat dan Berliku
Bapa,……..
Ku ingin….
Mengerti
Kemana ku melangkah

Bapa,……
Ku tahu panggilanMu
Dalam Hidupku
Disaat kesesakan melanda
Kau beri kelegaan

Tuhan…….
Ku bersyukur buat kasihMu
Terima Kasih buat anugerahMu
Tuhan…..
Ku buka hatiku
Untuk menerima JanjiMu
Terima Kasih Tuhan

Inilah hatiku
Ku mau masuk dalam RencanaMu
Ku mau setia dalam PanggilanMu
Terima Kasih Tuhan

Cirebon, 6 Nopember 2004

Buah Karya : Joshua Ivan S

Hidup Lebih Sehat

Jadwal yang disarankan untuk meminum dua liter air setiap hari :

30 menit sebelum makan pagi : 1 gelas
2,5 jam setelah makan pagi : 1 gelas
30 menit sebelum makan siang : 1 gelas
2,5 jam setelah makan siang : 1 gelas
30 menit sebelum makan malam : 2 gelas
2,5 jam setelah makan malam : 1 gelas
30 menit sebelum tidur : 1 gelas

Minum air sebelum makan memiliki dua kepentingan :
1. Akan mengurangi nafsu makan karena perut anda terasa penuh.
2. Memberikan manfaat positif bagi pencernaan anda.

Menghindari sikap negatif untuk hidup yang lebih sehat :
Perasaan-perasaan mematikan berpengaruh terhadap kesehatan tubuh kita. Dampak-dampak dari perasaan-perasaan mematikan yang tidak pernah terpikir oleh kita sebelumnya adalah :

KEMARAHAN, dapat menyebabkan :
-Rheumatoid arthritis
-Serangan jantung
-Penyakit jantung
-Gagal jantung
-Kanker
-Tekanan darah tinggi
-Stroke
-Tukak lambung

Dr. Robert Elliot, seorang ahli kardiologi ternama, menemukan bahwa ketika "para pereaksi panas" itu memendam perasaan-perasaan mereka, itu pada akhirnya berubah menjadi permusuhan dan kemarahan. Ketika itu terjadi, tekanan darah meningkat tajam, resiko serangan jantung dan stroke akan lebih tinggi. Maka, lepaskan kemarahan dan mintalah pengampunan, jangan menyimpan kemarahan sampai matahari terbenam.

KEBENCIAN dan IRI HATI, dapat menyebabkan :
-Tekanan darah tinggi
-Sakit kepala migran
-Penyakit jantung
-Tukak lambung
-Kanker.

Ketika seseorang mengalami kemarahan yang berlebihan, kekhawatiran dan stress yang diakibatkan oleh kebencian, tingkat adrenalinnya meningkat, tekanan darah juga meningkat dan dengan begitu jantung-khususnya serangan jantung- bertambah bagi mereka yang hidup dalam kemarahan. Orang-orang itu menghadapi resiko penyakit jantung dua kali lebih tinggi disbanding orang lain. Sebagai tambahan, ketika seseorang mengalami kekecewaan, kemarahan atau ketakutan saat makan, perasaan-perasaan negatif ini merangsang system saraf simpatiknya, yang pada gilirannya menyebabkan berkurangnya pengeluaran enzim-enzim pancreas, yang menciptakan kesulitan dalam pencernaan makanan. Ini menyebabkan perut kembung, adanya gas, sakit ulu hati, dan masalah pencernaan lainnya. Stress yang berlebihan yang disebabkan oleh perasaan-perasaan negatif cukup berbahaya karena itu meningkatkan tingkat kortisol kita, yang kemudian menekan system kekebalan tubuh kita. Ketika system kekebalan kita tertekan, sel kanker mulai terbentuk dan berkembang. Kebencian dan iri hati merupakan perasaan-perasaan yang merusak.

KESOMBONGAN, dapat menyebabkan :
-Penyakit mental
-Stroke
-Serangan jantung
-Kematian

Menurut pandangan saya, perasaan yang paling mematikan adalah kesombongan. Kerendahan hati dan ucapan syukur kepada Pencipta akan melindungi anda dari perasaan yang paling mematikan - kesombongan.

KETAKUTAN dan KEKHAWATIRAN, dapat menyebabkan :
-Penyakit jantung
-Penyakit mental
-Kepanikan
-Depresi
-Serangan jantung
-Fobia.

Tubuh anda bias menanggapi ketakutan dan kekhawatiran dengan memicu pelepasan hormon adrenalin secara berlebihan, yang menyebabkan percepatan denyut jantung, penigkatan ventilasi paru yang abnormal, telapak tangan berkeringat, dan meningkatnya kontraksi system pencernaan. Ketakutan dan kekhawatiran yang berkesinambungan dapat menyebabkan keadaan peningkatan ini terjadi terlalu lama, dan dapat menyebabkan kelelahan adrenalin, kelelahan, kegelisahan dan kepanikan, gejala sulit buang air besar dan sakit kepala karena ketegangan. Kelelahan fisik dan emosional dan kelemahan system kekebalan tubuh anda dapat terjadi, dan hasil akhirnya adalah penyakit.

DEPRESI, dapat menyebabkan :
-Kanker

Penelitian telah menunjukkan bahwa pria memiliki kecenderungan untuk melepaskan kemarahan mereka, sementara wanita cenderung menyembunyikannya. Adalah benar bahwa kanker dapat menyerang semua orang, tetapi salah satu factor yang paling umum yang ditemukan para peneliti sebelum kanker menyerang adalah 'kurangnya penyaluran emosi'. Ibu rumah tangga memiliki peluang 54% lebih besar terkena kanker dibanding populasi pada umumnya dan 157% lebih besar dibanding dengan para wanita yang bekerja di luar rumah.

Langkah-langkah untuk mengembangkan hati yang gembira untuk menghasilkan kesehatan yang baik dan jauh dari penyakit :

- Mengampuni
- Mengendalikan lidah
- Bersahabatlah dengan orang-orang yang positif
- Berilah makanan yang sehat ke dalam pikiran anda
- Kehidupan berohani yang akan mengubah kehidupan anda

Sumber : Apa Yang Anda TIDAK TAHU Mungkin Sedang MEMBUNUH ANDA!

Pesan Penting untuk Kesehatan Anda

Don Colbert, M.D

11 October 2008

Humor : Ulah si Joni

Si kecil Joni diperintahkan Papa pergi ke kamarnya dan segera tidur. Lima menit kemudian

Joni: "Pa..."
Papa: "Ada apa?"
Joni: "Joni haus Pa. Bawain air dong"
Papa: "Tidak. Jangan pakai alasan itu. Ayo tidur! Matiin lampunya"

Lima menit kemudian

Joni: "Pa.....!"
Papa: "ADA APA LAGI!"
Joni: "Joni HAUS. Aku boleh minum ya"
Papa: "Kan Papa sudah bikang tidak! Kalau kamu ngomong lagi, Papa akan pukul pantatmu!"

Lima menit kemudian

Joni: "Paaaaa....."
Papa: "APA!!!!!!!"
Joni: "Kalo papa kemari mau mukul pantat Joni, sekalian bawain airnya ya Pa"

----------------------------

Mama: "Joni, sini!"
Joni: "Ada apa Ma?"
Mama: "Kamu benar-benar bikin Mama kecewa. Nilaimu kok makin jelek aja!"
Joni: "Tapi Ma, penerimaan Rapor kan baru besok"
Mama: "Mama tau. Tapi Mama besok mau belanja ke Singapur, jadi sekarang aja mama marahin kamu!"

----------------------------

Papa: "Joni! Kenapa nilai matematikamu jelek?"
Joni: "Abisnya Pa, Senin kemaren guru bilang 3+5 = 8"
Papa: "Lantas kenapa?"
Joni: "Hari Selasa bu guru bilang 4 + 4 = 8. Hari Rabu dia bilang 6 + 2 = 8. Kalo bu guru ngomongnya beda-beda begitu, gimana Joni tau mana yang benar?"
Papa: "#$&$*@&!$">>

----------------------------

Guru: "Joni, berapa tahun umur ayahmu?"
Joni: "Sama dengan umur saya Bu Guru"
Guru: "Kok bisa sama?"
Joni: "Dia kan baru jadi ayah sejak saya lahir bu guru"

----------------------------

Guru: "Joni, kenapa isi karanganmu yang berjudul "Anjingku" sama persis dengan isi karangan kakakmu? Kamu nyontek ya!"
Joni: "Nggak Bu. Anjingnya yang sama"

----------------------------

Papa: "Gurumu bilang kamu ini nggak bisa diajari apapun!"
Joni: "Itu makanya Joni bilang dia nggak berguna Pa!"

----------------------------

Guru: "Kamu lahir di mana?"
Joni: "Di Kalimantan Pak"
Guru: "Bagian mana?"
Joni: "Seluruh bagian badan saya Pak"

----------------------------

Guru: "Kenapa rambutmu nggak di sisir?"
Joni: "Nggak punya sisir bu"
Guru: "Kan bisa kamu pakai punya ayahmu"
Joni: "Ayah nggak punya rambut Bu"

Arti Hadir-Mu

Kala Angin Bertiup Kencang
Awan Hitam Menutupi Langit
Kala Kebimbangan datang menghadang
Kesepian mengikutiku

Rasa hampa didada
Tak ada kegairahan dalamku
Kekelaman terus berjalan
Kemanapun ku pergi
Tak ada harapan

Namun……
Ketika Kau hadir
Kurasakan Kasihmu
Kehadiranmu…….
Membuat hidup ini indah

Kehadiranmu
Membuat warna
Dalam kehidupanku
Bagaikan Bunga-Bunga
Bermekaran di taman

Kehadiranmu
Bagaikan semerbak wangi bunga
Ku ingin harum itu kekal abadi

Kini ku tahu…..
Arti hadirmu
Kau bawaku ke awan-awan
Kau bagaikan mentari pagi
Yang menghangatkan dunia ini

Kehadiranmu
Membuat bunga-bunga cinta
Bermekaran di bumi ini

Arti hadirmu
Bawaku……
Pada Kehangatan cintamu

Cirebon, 20 December 2004

By : Joshua Ivan S

Tidak Adil

"Gunung Batu, yang pekerjaan-Nya sempurna, karena segala jalan-Nya adil" - Ulangan 32:4

Bacaan : Mazmur 19:8-15

Ketika menjadi pelatih basket siswi kelas satu SAM di musim gugur 2005, saya heran betapa seringnya saya mendengar ucapan, "Itu tidak adil!"

Motivasi para siswi itu tampaknya tergantung pada anggapan mereka tentang adil atau tidaknya perintah saya kepada mereka. Apabila saya meminta beberapa siswi untuk berlatih bertahan, sementara yang lain berlatih lemparan bebas, saya akan mendengar suara, "Tidak adil!" Jika saya mengizinkan satu tim menyerang lebih lama daripada tim lainnya, saya akan mendengar, "Tidak adil!"

Begitu banyak situasi hidup yang meneriakkan, "Tidak adil!" SAya melihat banyak pasangan kristiani yang bergumul untuk memiliki anak, sementara yang lain diberkati dengan memiliki anak-anak tetapi lalu melecehkan mereka. Saya melihat banyak keluarga yang semua anaknya hidup dan sehat, sementara saya tidak memiliki satu anak pun. Saya melihat teman-teman yang rindu untuk melayani Allah, tetapi terhalang oleh masalah kesehatan.

Sebab itu, saya harus kembali pada kebenaran yang mendasar. Kita ini bukan hakim yang menentukan keadilan. Allah sendirilah yang menjadi hakim, dan Dia jauh lebih mengerti daripada kita mengenai berbagai rencana dan tujuan-Nya. Ini bukan masalah keadilan. Pada akhirnya, ini mengenai kepercayaan kepada Allah yang setia, yang benar-benar tahu apa yang sedang dilakukan-Nya. "Gunung Batu, yang pekerjaan-Nya sempurna, karena segala jalan-Nya adil" - Ulangan 32:4

Hidup tidak pernah tampak adil. Namun, jika kita mempercayai Allah, kita selalu tahu bahwa Dia setia.

Renungan Harian edisi Desember 2006