Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

22 September 2008

Ketenangan Sejati

Nats : Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku. Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah (Mazmur 62:2-3)

Bacaan : Mazmur 62:1-13

Pada tahun 80-an ada sebuah film berjudul Bodyguard yang dibintangi Kevin Costner dan Whitney Houston. Film ini bercerita tentang Houston sebagai artis yang hidupnya dikelilingi oleh para penggemar fanatik yang ingin mencelakai dirinya. Untuk melindungi diri, ia lalu menggunakan jasa pengawal pribadi, seorang veteran angkatan perang. Dalam film itu ditunjukkan bagaimana peralatan canggih digunakan di seluruh rumah Houston untuk membuatnya bisa tidur tenang.

Setiap orang tentunya ingin hidup tenang. Sebab apalah artinya kita memiliki segala sesuatu, tetapi hidup tidak tenang; selalu gelisah, galau, dan selalu dikejar ketakutan? Sayang orang kerap salah mencari sumber ketenangan. Misalnya, dengan menggantungkan hidup pada bodyguard, senjata, uang, atau jabatan.

Ketenangan yang sejati tidak terletak pada semua itu, tetapi pada kedekatan dengan Tuhan. Sebab Tuhan adalah Pemilik sesungguhnya dari kehidupan ini. Tuhan adalah adalah sumber pengharapan dan perlindungan. Seperti yang disaksikan oleh Daud dalam Mazmur bacaan kita. Daud pernah hidup terlunta-lunta sebagai pelarian ketika dikejar-kejar oleh Saul yang ingin membunuhnya, dan ia merasakan betul bagaimana kasih dan kuasa Tuhan melindunginya.

Anda mendambakan ketenangan? Kuncinya: jangan jauh-jauh dari Tuhan. Tidak berarti hidup kita kemudian menjadi lurus dan mulus, juga tidak lantas kita bebas lepas dari segala masalah. Tidak. Masalah dan rintangan bisa tetap ada, tetapi seberapa pun besarnya masalah yang mendera dan rintangan yang menghadang, itu tidak akan merenggut ketenangan kita -AYA

DEKAT DENGAN TUHAN
ITU KUNCI KETENANGAN HIDUP

Yayasan Gloria

Humor : Jutawan

Di dalam suatu pertemuan di gereja, seorang kaya berdiri dan memberi kesaksian kepada hadirin tentang imannya.

“Aku adalah seorang jutawan”, katanya, “Aku yakin bahwa hal itu karena berkat Tuhan yang berlimpah yang Tuhan anugerahkan kepadaku. Aku masih ingat titik balik itu dalam imanku. Aku baru saja menerima $ 1.00 sebagai hasil pekerjaanku dan kemudian aku pergi ke sebuah kebaktian gereja pada malam itu.

Pembicaranya adalah misionaris yang bercerita tentang pekerjaan pelayanannya. Aku sadar bahwa aku hanya memiliki $ 1.00 dan harus memberikan semuanya itu untuk pekerjaan Tuhan atau sama sekali tidak. Pada saat itu aku mengambil keputusan untuk mempersembahkan seluruh milikku kepada Tuan. Aku percaya bahwa Tuhan memberkati keputusanku itu, dan oleh karenanya, kini aku menjadi seorang kaya.”

Setelah ia selesai, terdapat suatu keheningan yang cukup lama di dalam gereja. Ketika ia balik ke tempat duduknya, seorang wanita kecil yang sudah tua berbisik kepadanya, “Aku menantangmu untuk mengulangi perbuatanmu lagi!”

Penny Rahm

Saved by Same Grace

Seorang pencuri tertangkap basah ketika hendak mencuri sekotak emas milik kaisar. Awalnya ketika dihadapkan kepada kaisar, ia akan dihukum beserta istri dan anak-anaknya. Tetapi pencuri itu memohon ampun kepada kaisar, karena ia satu-satunya penopang dalam keluarganya. Ia harus menghidupi ibu mertuanya, istri dan ketiga anaknya yang masih kecil.

Akhirnya kaisar menjadi iba kepada pencuri itu. Bukan saja tidak jadi dihukum, Koji, pencuri itu malah diberi makanan untuk keluarganya. Karena begitu banyaknya makanan yang diberikan, sampai-sampai ia harus di antar oleh dua orang pengawal untuk membawa gerobak yang penuh berisi makanan.

Di tengah perjalanan, ada seorang temannya yang menjadi pengemis, meminta-minta kepada Koji. Dengan sikap acuh, ia pura-pura tidak mendengar suara pengemis itu. Tiba-tiba gerobak pengangkut makanan Koji menjadi oleh karena menginjak sebuah batu. Dua buah bakpao terjatuh dari gerobak ke jalanan yang kotor. Dengan segera, pengemis itu mengambilnya dan memakannya.

Ketika Koji melihatnya, ia segera naik pitam. Dipukulnya pengemis itu dan dipaksa untuk mengeluarkan bakpao kotor yang sedang dikuyahnya. Setelah bakpao itu dimuntahkan, Koji menginjak-injaknya. Ia lalu merebut bakpao yang masih utuh di tangan kiri pengemis itu, lalu melemparnya ke sungai, sambil berkata, "Enak aja, sudah tidak diberi, masih merebut makanan orang lain."

Kedua orang pengawal itu kembali menangkap Koji dan melaporkan kejadian itu kepada Kaisar. Kaisar bertanya, "Milik siapa makana yang ada di atas gerobak itu?"

Koji menjawab, "Milikku, eh, bukan. Maksudku milik Kaisar."

Lalu kaisar kembali berkata, "Kalau begitu kenapa kamu tidak membaginya kepada temanmu, pengemis itu? Bukankah ia juga sama seperti kamu? Seharusnya tidak layak menerima makanan itu!"

Pelajaran yang dapat diambil :

Sebenarnya kita semua sama di hadapan Tuhan. Di selamatkan oleh kasih Tuhan yang sama, tapi seringkali kita saling menghakimi saudara kita sendiri. Menganggap diri kita sendiri lebih layak dari mereka. Kita mendapat pengampunan yang besar dari Tuhan, tetapi malah tidak mengampuni kesalahan orang lain. Bertobatlah!

21 September 2008

Injil di Balik Kue Bulan

Nats : Sungguh pun aku bebas terhadap semua orang, aku menjadikan diriku hamba dari semua orang, supaya aku boleh memenangkan sebanyak mungkin orang (1Korintus 9:19)

Bacaan : 1Korintus 9:19-23

Kue bulan atau tong jiu pia adalah makanan khas orang Cina, yang biasanya ada untuk merayakan festival bulan purnama. Saya memiliki suatu kenangan mengesankan dengan kue ini ketika sedang belajar di Cina. Menjelang festival bulan purnama, sepasang suami istri dari gereja lokal tempat saya beribadah mengundang kami, para mahasiswa asing, untuk datang ke rumah mereka dan makan kue bulan bersama. Beberapa rekan yang memiliki keyakinan berbeda pun ikut datang. Ternyata suami istri tersebut memakai kesempatan festival bulan purnama untuk menceritakan betapa besar kasih Tuhan dalam hidup mereka. Mereka menjadikan kue bulan sebagai sarana untuk menceritakan Injil.

Tak semua tradisi warisan budaya nenek moyang itu buruk. Memang ada tradisi yang bertentangan dengan firman Tuhan, dan bisa menghambat pertumbuhan rohani kita, karenanya harus kita tolak. Akan tetapi ada juga tradisi yang bersifat "netral", yang bahkan bisa kita gunakan untuk menjadi sarana pemberitaan Injil yang efektif. Paulus, dalam pelayanannya, tidak mengabaikan tradisi yang dimiliki seseorang. Dikatakan dalam surat Korintus, ia "menjadi seperti orang yang dilayaninya" supaya bisa memenangkan sebanyak mungkin orang (ayat 19).

Saya belajar dari suami istri yang mengundang kami untuk makan kue bulan itu. Mereka begitu rindu mewartakan kabar baik tentang kasih Kristus, dan mereka menggunakan tradisi warisan budaya yang mereka miliki untuk dipakai menjadi sarana penginjilan. Dan itu sangat efektif. Walau tentu kue bulan itu hanya menjadi sarana, bukan yang utama. Akhirnya yang menyentuh hati kami bukanlah kue bulan, melainkan kasih Kristus dalam hati mereka -GS

PERNAK-PERNIK TRADISI BISA MENGUNDANG ORANG MASUK TETAPI HANYA KASIH KRISTUS YANG MEMBUAT MEREKA BERTOBAT

Yayasan Gloria

Selamat Karena Hal KECIL

Setelah peristiwa 11 September, sebuah perusahaan mengundang karyawan dari perusahaan lain yang selamat, sedangkan sebagian besar meninggal saat terjadinya serangan atas WTC - untuk menceritakan pengalamannya.

Pada pertemuan pagi itu, pimpinan keamanan menceritakan kisah bagaimana mereka bisa selamat dan semua kisah itu adalah hanyalah mengenai : HAL-HAL YANG KECIL :

Kepala kemanan perusahaan selamat pada hari itu karena mengantar anaknya hari pertama masuk TK.

Karyawan yang lain masih hidup karena hari itu adalah gilirannya membawa kue untuk murid di kelas anaknya.

Seorang wanita terlambat datang karena alarm jamnya tidak berbunyi tepat waktu.

Seorang karyawan terlambat karena terjebak di NJ Turnpike saat terjadi kecelakaan lalu lintas.

Seorang karyawan ketinggalan bus.

Seorang karyawan menumpahkan makanan di bajunya sehingga perlu waktu untuk berganti pakaian.

Seorang karyawan mobilnya tidak bisa dihidupkan.

Seorang karyawan masuk ke dalam rumah kembali untuk menerima telpon yang berdering.

Seorang karyawan mempunyai anak yang bermalas-malasan sehingga tidak bisa siap tepat waktu untuk berangkat bersama-sama.

Seorang karyawan tidak memperoleh taxi.

Sedangkan satu hal yang menahan saya sendiri adalah: sebuah sepatu baru.

Saya memakai sepatu baru pagi itu, dan berangkat kerja dengan bersemangat. Tetapi sebelum sampai di kantor (WTC), sepatu itu menyebabkan luka di tumit. Saya berhenti di sebuah toko obat untuk membeli plester. Inilah yang menyebabkan saya bisa tetap hidup sampai hari ini.

Sekarang, jika saya terjebak dalam kemacetan lalu lintas, ketinggalan lift, harus masuk ke rumah lagi untuk menjawab telpon dan semua HAL KECIL yang mengganggu - sekarang ini saya sangat memahami, bahwa Tuhan benar-benar menginginkan saya berada di sini untuk saat ini

Jika suatu pagi jika saudara merasa semuanya terlihat sangat kacau, anak-anak lambat berpakaian, saudara tidak bisa menemukan kunci mobil, selalu sampai di perempatan saat lampu merah menyala; jangan terburu-buru marah atau frustrasi, karena TUHAN sedang bekerja untuk menjaga kehidupan anda!

Kiranya Tuhan selalu memberkati saudara dengan semua hal-hal kecil yang tampaknya mengganggu dan semoga saudara mengingat akan maksud dari semua peristiwa kecil itu terjadi.

Humor : Tongkatnya Terbalik

Seorang pendeta mengambil cuti dan memutuskan untuk pergi ke salah satu lapangan golf yang besar tempat Arnold Palmer (pe-golf terkenal) sering bermain. Ketika pendeta itu sampai pada lubang yang paling sulit di lapangan itu, kadi yang membantunya berkata, "Ketika Arnold Palmer sampai di lubang ini, ia memakai tongkat nomor tiga dan berdoa."

"Wah, saya juga mau mencoba", jawab pendeta itu. Tetapi ketika bolanya masuk ke air, ia berkata, "Mungkin Tuhan tidak mendengar doa saya."

"Mungkin Ia mendengar Anda, Pak", kata kadi itu, "Tetapi Arnold Palmer tidak pernah menggunakan tongkatnya terbalik."

20 September 2008

Bapa Kami yang di Sorga

*Bapa kami yang di surga aku mencintai MU.*

Semua kutukan nenek moyangku, papa mamaku, keluargaku dan aku sendiri, aku patahkan dalam KUASAMU. Sakit penyakit dalam tubuhku dan keluargaku telah ENGKAU sembuhkan.

Berkatilah aku, pasangan hidupku, anak-anakku, semua keluargaku, rumahku, pekerjaanku serta teman2ku. Jadikanlah kami kepanjangan hati dan tanganMU. Dalam nama TUHAN YESUS kami berdoa.

AMIN...

Humor : Salah Diet

Seorang wanita menderita obesitas yang parah, sehingga si dokter menyuruh dia untuk melakukan diet. Dokter itu berkata, "Makanlah secara teratur dengan porsi kecil selama 2 hari, tanpa daging dan gorengan, lalu hentikanlah itu selama 1 hari. Kemudian makanlah lagi secara teratur, dengan porsi kecil selama 2 hari, kemudian berhentilah lagi selama 1 hari, begitu seterusnya. Ulangi terus prosedur ini selama 2 minggu. Jika Anda datang lagi kemari, berat badan Anda harus sudah turun sebanyak 2 kg!"

Dua minggu kemudian si wanita tersebut datang kembali, dan dia membuat sang dokter terkejut karena dia ternyata selama 2 minggu berat badannya turun sebanyak 10 kg.

"Wow, sungguh luar biasa!" kata si Dokter, "Anda mengikuti instruksi saya bukan?"

Wanita tersebut mengangguk dan berkata, "Aku mau jujur, Dok! Selama aku menjalankan diet menurut cara Anda, setiap hari ketiga aku pasti merasa akan mati karena tidak makan sama sekali!"

Setengah berteriak dokter itu berkata, "Apa?? Maksud Anda setiap hari ketiga Anda berhenti makan sama sekali? Oh tidak! Maksud saya, setiap hari yang ketiga, Anda bebas makan apa saja!"

Sudut Pandang Yang Benar

Bacaan : Filipi 4:6-7

"Sebab Tuhan adalah Allah yang besar, dan Raja yang besar mengatasi segala allah" - Mazmur 95:3

Kerohanian seseorang tidak akan melebihi pandangannya tentang Tuhan. Sering kita mendengar orang berkata, "Mengapa aku kurang diberkati, padahal Tuhannya sama?" Memang benar bahwa Tuhan yang kita sembah adalah Kristus Yesus. Namun, yang menjadi perbedaan utamanya adalah pandangan kita tentang Dia mungkin sangat berbeda dengan orang lain.

Pandangan kita tentang Tuhan dapat menjadikan kita seorang yang lebih dari pemenang. Makin kita dapat melihat bahwa Tuhan kita besar, maka masalah yang terlihat makin kecil. Makin kita dapat melihat Kasih Tuhan yang luar biasa, maka makin kita mudah mengampuni dan mengasihi orang lain.

Makin kita dapat melihat bahwa tuhan selalu menyertai kita kapan saja dan dimana pun kita berada, maka kita makin tidak khawatir akan hidup ini.

Kita tidak akan terpengaruh pada keadaan asing sama sekali tak pernah berhubungan dengannya. Demikian pula dengan keadaan bising yang seolah membuat kita tidak mampu mengenali situasi dan menilai kemampuan diri.

Mari kita minta kepada Tuhan untuk membuka mata rohani kita sehingga kita dapat melihat dan lebih mengenal-Nya. Dapat berada di sudut pandang yang benar di segala situasi.

CARA PANDANG YANG BENAR TENTANG TUHAN MEMBUAT KITA MAKIN MENGENAL-NYA DENGAN BENAR PULA

Renungan Malam

Arsip Weekend's Scripture - Mazmur 133

"Nyanyian ziarah Daud. Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun! Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya. Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya." - Mazmur 133

19 September 2008

Mother Teresa