Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

02 September 2008

Harapan

"Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan." - I Petrus 1: 3

Tiba-tiba pintu ruang bersalin terbuka. Seorang dokter dengan pakaian khusus keluar. "Istri Anda dalam keadaan baik. Namun sayang keadaan bayinya membahayakan jiwa istri Anda. Ada satu hal yang harus Anda putuskan, keselamatan istri Anda atau bayinya. Saya tahu hal ini sulit, namun kami telah berusaha sekuat mungkin. Akhirnya kami harus menemui Anda, sebab keputusan Anda amat menentukan. Jika Anda sudah siap, silahkan kami dihubungi dan menandatangani formulir ini", setelah berkata demikian dokter tersebut memeluk bahu pria yang diajak bicara. Sorot matanya di balik kaca mata yang tebal memberi semangat pada pria yang tubuhnya gemetar. 

Pria yang sedari tadi gelisah, sekarang bertambah gemetar setelah menerima berita yang meluncur dari mulut dokter yang memeluknya. Wajahnya jadi pucat seperti mayat. Butiran keringat dingin sebesar kacang kedelai bermunculan di dahinya. Mulutnya menganga, lidahnya kelu. Matanya nanar. Setelah berusaha menelan ludahnya, ia berusaha mengeluarkan kata-kata. "Dokkkkter, .....mmm. bbberi kesempatan saaaya untuk berdoa". Kepala dokter tersebut menggangguk, tanda setuju. Ruangan tunggu kelahiran bayi malam itu sepi menggigit, sinar lampunya nampak pudar.

Suasana saat itu bisu dingin menutupi tembok sekeliling ruangan itu. Pria itu kemudian tertunduk. Wajahnya ditenggelamkan atas kedua telapak tangannya yang menopangnya. Suara tangis tertahan bercampur kepedihan dan rasa takut menimbulkan suara yang keluar dari mulutnya seperti suara berguman, tidak jelas. Suasa kembali sunyi. Kemudian ia perlahan bangkit, berjalan menuju perawat yang berdiri menunggunya. "Suster, katakan kepada dokter, istri saya perlu diselamatkan, sedapat-dapatnya selamatkan juga anak saya. Saya telah melihat harapan."

Suster itu hanya menggangguk, kemudian menyodorkan sehelai lembaran formulir. Setelah ditandatangani. Ia kembali menunggu. Persalinan berlangsung sulit. Dokter berupaya mengeluarkan bayi dari dalam rahim wanita yang sudah mulai kehabisan tenaga. Dengan alat khusus, dokter tersebut mengupayakan kepala sang bayi dapat keluar terlebih dahulu. Namun tiba-tiba, crot.., darah segar muncrat disertai bola mata yang masih terikat ototnya keluar mengelantung, baru kemudian kepala bayi. Merasa berpacu dengan waktu, dokter makin berusaha keras untuk mengeluarkan seluruh tubuh bayi itu. Bunyi gemeretak tulang rawan bayi yang patah karena proses tersebut. Akhirnya, tubuh bayi yang mirip seonggok daging tersebut utuh keluar dari dalam rahim. Persalinanpun berjalan sampai tuntas. Dokter segera memerintahkan seorang perawat agar membersihkan tubuh bayi tersebut dan segera dimasukkan kantong mayat. Namun Tuhan yang mendengar doa bertindak lain. Tubuh bayi yang masih berlumuran darah dibersihkan terlebih dahulu oleh perawat. Saat tangan sang perawat membersihkan tubuh bayi di bagian dada sebelah kiri, nampak denyut jantung yang lemah. Tanda kehidupan. Rupanya denyut yang lemah terlihat oleh sang perawat tersebut. Segera bayi tersebut di kirim ke ruang khusus.

Empat tahun kemudian, bayi itu tumbuh menjadi seorang anak mirip monster hidup. Ia di beri nama William Cutts. Jika bayi normal, diusia sebelas tahun telah belajar berjalan, tidak demikian dengan William Cutts. Ia baru belajar merangkak seperti anjing. Kepala bagian kanan agak besar, matanya yang kanan rusak berat, tidak mungkin bisa melihat. Bahunya miring. Menjelang remaja, jalannya miring seperti tiang hampir roboh. Dan kata dokter, otaknya tak akan sanggup berkembang alias tidak mungkin bisa belajar seperti manusia normal. Sudut pandang dokter rupanya beda dengan kedua orang tuanya, mereka melihat harapan. Orangtuanya terus membesarkannya dengan penuh kasih sayang. "Kelak anakku akan dipakai Tuhan secara luar biasa, sebab aku yakin harapan itu ada", demikian doa kedua orangtuanya, setiap kali melihat William Cutts yang selalu kesulitan dengan menyelaraskan jalannya dengan bahunya. Tuhanpun mewujudkan harapan anak-anakNya. Tepat pada waktuNya, William Cutts bersimpuh di kaki-Nya, satu ayat yang dipegangnya yang menjadi dasar panggilannya, "Justru di dalam kelemahan kuasa-Ku menjadi sempurna", II Korintus 12: 9. Inilah sumber pengharapan baginya. Tuhan tidak pernah menyia-nyiakan orang yang berharap kepada-Nya. Tuhan pun membuktikan janjiNya. Apa yang tidak dipandang oleh dunia, dipakai Allah secara luar biasa. Dengan segala keterbatasannya, William Cutts maju untuk taat. Harapan demi harapan terkuak setelah ia taat melangkah.

Setelah menyelesaikan sarjananya di sekolah theologia, ia menjadi utusan misi ke Irian Jaya, Indonesia. Tuhan meneguhkan janjiNya, dalam kelemahan kuasa-Nyata nyata. Tiap langkah pelayanan William Cutts, Tuhan meneguhkan dengan mujizat-Nya. Semua ini diawali dengan orang yang melihat harapan dan mempercayai harapan di dalam Yesus itu pasti ada dan tidak pernah sia-sia. William Cutts telah menyaksikan apa makna hidup di dalam pengharapan yang berlimpah di dalam Kristus! Sesungguhnya harapan di dalam Kristus itu, adalah Harapan selalu memperlihatkan pada orang percaya bahwa di ujung jalan yang gelap ada terang. Harapan selalu dapat menopang kehidupan orang percaya yang telah patah semangat dan tak berdaya. Harapan selalu memberikan peluang, kemungkinan dan kepastian ada pemulihan kembali saat kehidupan dirasa seperti buluh yang patah atau sumbu hanya tinggal asap. Jadi harapan itu selalu memberikan kehidupan, semangat, gairah dan kesegaran baru. Dan .. Orang yang berharap kepada Tuhan tak pernah dibiarkan malu tersipu-sipu! Harapan yang Tuhan Yesus berikan bukan harapan seperti yang Anda dipikirkan atau dunia tawarkan. Harapan di dalam Kristus bukan harapan yang terbatas, tidak pasti dan bersifat temporer. Harapan di dalam Kristus adalah harapan yang melimpah, pasti, dan berlimpah bak sungai. Harapan yang demikian selalu ada di dalam diri orang percaya. Dan harapan itu amat nyata secara khusus bagi orang-orang percaya yang mengalami berbagai-bagai dukacita karena pencobaan (ay. 6). Jika demikian mengapa Anda berkata , "tidak ada harapan bagiku?". Ambillah selangkah lagi, lihat tangan-Nya terbuka siap memeluk Anda.

Buah Keberanian

"Tetapi ia tidak dapat menyembunyikannya lebih lama lagi, sebab itu diambilnya sebuah peti pandan dipakalnya dengan gala-gala dan ter, diletakkannya bayi itu di dalamnya dan ditaruhnya peti itu di tengah-tengah terberau di tepi sungai Nil." - Keluaran 2:3

Jutta Fleck, yang dikenal pada tahun 1980-an sebagai die frau vom Check-point Charlie (satu koridor di Berlin di bawah otoritas Amerika Serikat) kini menjadi selebriti persatuan German. Semua media Jerman TV dan koran, ramai menjadikan perempuan warga Jerman Timur tersebut sebagai pusat berita dan acara talkshow. Kisahnya menyeberang dari Jerman Timur ke Jerman Barat diangkat ke layar lebar dengan judul sama. Jutta yang berhasil menjadi warga Jerman Barat saat itu masih harus menelan pil pahit yaitu terpisah dengan kedua anaknya, Beate dan Claudia. Perjuangan wanita itu berhasil. Mantan menlu Jerman Barat, Dietrich Genscher meminta pemerintah Jerman Timur melepas kedua anak Jutta agar bisa bergabung dengan ibu merdeka di Barat.

Yokebet ketika memutuskan untuk menghanyutkan Musa, yang masih kemerahan, paling tidak harus menghadapi dua resiko yang sangat berat. Pertama, kehilangan anak yang sangat disayangi karena tenggelam di sungai Nil. Kedua, ketahuan melanggar peraturan karena memiliki anak laki-laki yang tetap hidup hingga berusia 3 bulan, saat itu raja Mesir membuat keputusan bahwa hanya bayi perempuan Yahudi yang diizinkan hidup. Pendek kata, resiko yang dihadapi keluarga Amram-Yokebet sangat berat. Namun mereka berani menghadapi resiko itu dengan melakukan pemikiran alternatif seperti tersebut di atas.

Agar target berkarya kita hari ini tercapai, kita juga membutuhkan dua macam keberanian sekaligus : berani memercayai Allah dengan sepenuh hati dan bertindak berdasar tuntutan hati nurani yang diterangi-Nya. (rut)

KEBERANIAN SEJATI DILANDASI IMAN YANG MURNI

Renungan Pagi

Penjahit Jenius

Suatu ketika ada seorang pria pergi ke penjahit, dan memesan stelan jas yang murah. Ketika jas yang diinginkannya selesai, ia coba mengepas. Ternyata jas itu sama sekali tak cocok dengan tubuhnya. Bagian belakangnya terlalu besar. Bagian lengan kanannya telalu panjang. Satu bagian kaki nya terlalu pendek. Dan, tiga buah kancingnya terlepas entah kemana. Pria itu sangat kecewa, dan memprotes pada sang penjahit.

"Oh, itu tidak masalah," kata sang penjahit.

"Begini saja, coba kau bungkukkan bahumu. Tarik tangan kananmu agak ke dalam. Lalu cobalah berjalan terpincang-pincang untuk menutupi satu sisi celana yang terlalu pendek. Sedangkan, untuk menggantikan tiga kancing yang terlepas ini, masukkan saja jari-jarimu di lubang kancing itu. Maka, semuanya akan tampak beres!"

Pria itu lalu mencoba memaksakan tubuhnya agar pas dengan stelan jas yang dipesannya. Ia merasa ditipu oleh penjahit itu. Ia lalu meninggalkan penjahit itu. Dan, belum jauh ia berjalan, seorang asing menegurnya.

"Hai, siapakah yang menjahitkan jas itu? Tampaknya cocok sekali denganmu," tanya orang asing itu.

"Kebetulan sekali aku sedang bermaksud membeli stelan jas."

Pria itu terkejut, namun merasa senang juga ternyata ada yang menganggap jas itu cocok dengan dirinya. Ia lalu menunjuk toko penjahit yang tadi.

"Baiklah, terima kasih banyak," jawab orang asing itu.

Ia lalu terburu-buru bergegas menuju toko penjahit yang ditunjuk. "Penjahit itu pasti seorang penjahit yang jenius karena bisa menjahit jas yang pas sekali untuk seorang cacat macam kamu."

Smiley! Bukankah banyak orang yang terpaksa melakukan sesuatu yang tak disukainya, namun hanya karena pujian mereka tetap saja melakukannya. Padahal, mungkin saja orang lain bermaksud beda. Maka, jadilah diri kita sendiri, agar nyaman dengan diri kita sendiri.

01 September 2008

Humor : Balon Udara

Tiga orang petualang, masing-masing seorang Indonesia, Inggris, dan Arab, mengadakan perjalanan bersama keliling dunia dengan balon udara. Di tengah perjalanan si Inggris menjulurkan tangannya ke awan-awan di bawah. "Aaah!" katanya. "Kita sekarang berada di atas tanah airku."

"Kok bisa tahu?" tanya si Arab.

"Aku bisa merasakan sejuknya udara perbukitan," jawabnya.

Beberapa hari kemudian si Arab menjulurkan tangannya ke awan-awan di bawah. "Aaah!" katanya. "Kita sekarang berada di atas tanah airku."

"Kok bisa tahu?" tanya si Indonesia.

"Aku bisa merasakan hangatnya udara padang pasir," jawabnya.

Beberapa hari kemudian si Indonesia menjulurkan tangannya ke awan-awan di bawah. "Aaah! Kita sekarang berada tepat di atas Terminal Pulogadung, Jakarta, Indonesia."

Si Arab dan Inggris tercengang-cengang.

"Kok kamu bisa tahu dengan persis?!" teriak mereka.

Si Indonesia menarik tangannya dan menunjukkannya pada mereka berdua. "Jam tanganku hilang."

Pengampunan

Tiga tahun yang lalu, seorang kawan mengatakan sesuatu kepadaku yang amat menyakitkan hatiku. Aku tak mampu mengatakan sesuatu apa. Aku tak dapat percaya bahwa kawanku itu dapat mengatakan hal itu dan bersungguh-sungguh. Ketika aku tak dapat mengatakan apa-apa, ia berkata ”Aku sayang kepadamu dan aku tidak tega melihatmu sakit hati.” Aku berpikir, ”Bila kamu menyayangi aku, bagaimana kamu dapat mengatakan hal-hal yang demikian itu terhadap seseorang yang kamu sayangi”

Hari lepas hari dan minggu lewat minggu, dan hal itu sangat menggangguku. Aku telah berdoa tentang hal itu dan kukira aku telah mengampuninya, namun aku tak dapat melupakan peristiwa itu. Demikianlah bulan-bulan telah lewat. Aku memang tidak terlalu memikirkan akan hal itu, namun kadang-kadang setelah aku berdoa sebelum tidur, aku diingatkan akan peristiwa itu dan agaknya aku tak dapat menghapusnya dari pikiranku. Akibatnya aku sering terganggu dalam tidurku.

Dua tahun telah lewat dan aku bertanya-tanya apakah aku sungguh-sungguh telah mengampuninya. Aku bertekad untuk membicarakan hal ini dengan kawanku itu dan aku mengatakan betapa sakit hatiku akan kata-katanya yang diucapkannya terhadapku. Sebelum aku bertemu dengannya, aku memikirkan apa yang aku hendak katakan kepadanya yang tidak meyakitkan hatinya. (Aku tidak tahu dengan pasti apakah ia masih ingat apa yang diucapkannya kepadaku.)

Aku telah membawa hal ini dalam doaku agar Tuhan memberikan kepadaku kata-kata yang tepat yang aku akan gunakan. Setelah selama empat hari berdoa, aku mulai berfikr bahwa Tuhan tidak mendengarkan doaku. Namun, tiba-tiba aku mulai sadar. Tuhan ternyata telah mendengar doa-doaku. Jawab-Nya adalah : Janganlah mengatakan APA-APA. HANYA AMPUNILAH DIA!

Aku melakukannya dan suatu perasaan penuh damai meliputi aku. Sejak itu aku tak pernah mengalami malam-malam yang resah.lagi.

Kita semua pernah mengatakan sesuatu yang menyakiti hati seseorang. Sebaliknya kitapun harus bersedia mengampuni mereka yang pernah menyakiti kita dan bermohon kepada Tuhan untuk memberikan kita kasih anugerahNya untuk mengampuni mereka. Dengan mengampuni mereka, kita dibebaskan dari rasa sakit hati kita. Bila kita dapat mengampuni dengan hati yang tulus, hal ini akan membawa kesembuhan dalam kehidupan spiritual kita.

Ampunilah mereka yang bersalah terhadapmu, karena Tuhan telah mengampunimu sebelumnya!

Robbie Jo

Artikel ini telah dibuat oleh ibuku dengan pengharapan akan dapat menolong seseorang yang menemui kesukaran dalam mengampuni orang lain.

Terima kasih, mam dan kiranya Tuhan memberkati!

Ketamakan

"Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaan itu" - Lukas 12:15

Sepasang suami-istri yang sangat miskin tidak henti-hentinya berdoa agar diberi rezeki yang melimpah sehingga kehidupannya lebih baik. Pada suatu malam, sang suami bermimpi bertemu seseorang. Dalam mimpinya, orang tersebut berkata, "Besok pagi akan ada seekor ayam betina putih di halamanmu, janganlah kamu mengusirnya. Peliharalah ayam itu karena ia akan memelihara hidupmu."

Mimpi itu menjadi kenyataan. Ayam itu pun dipelihara dan bertelur. Ajaib! Ayam itu tidak bertelur tidak sebagaimana ayam bertelur. Telurnya berupa emas. Mereka menjadi kaya raya. Namun tiba-tiba muncul keinginan dlaam diri sang suami untuk lebih kaya lagi dengan menyembelih ayam itu. Mereka menyesal dan kecewa karena tidak menemukan emas di dalamnya. Akhir cerita, suami istri itu pun menjadi miskin kembali.

Keinginan untuk cepat menjadi kaya merupakan trend manusia masa kini. Kita ingin kaya raya hidup bahagia, tanpa kerja keras. Maunya kita duduk santai semua sudah tersedia. Bukannya kita bertambah kaya, melainkan jatuh miskin, bahkan semakin miskin. Kita harus meninggalkan dan menanggalkan hidup ketamakan sebagaimana pesan firman-Nya di atas. Ketamakan bisa menjadi jerat yang dalam sekejap membuat kita terlena.

Agar terbebas dari jerat itu, kita perlu karunia menerima pemberian Tuhan. Mencukupkan diri dengan apa yang ada dan selalu mengucap syukur untuk segala cinta kasih-Nya. Percayalah kita tidak akan kekurangan karena kita berada di Tangan yang benar yang senantiasa setia memelihara hidup dan kehidupan kita. Allah adalah Sumber kehidupan kita. Mengandalkan-Nya berarti mendapatkan kehidupan. Selamat tinggal ketamakan! (sam)

KETAMAKAN MEMBAWA KITA KE GERBANG KEMISKINAN

Renungan Pagi

Permohonan Seorang Balita

Ayah bundaku, engkau segalanya bagiku. Ketika aku tidak tahu, engkaulah sumber pengetahuanku. Engkau mengetahui segala sesuatu, aku sungguh mempercayaimu. Ketika aku tidak berdaya, tanganmulah yang menopang aku. Engkau bisa melakukan segala sesuatu, aku sangat bergantung padamu. Ketika aku tidak bisa memilih, pilihanmulah yang terbaik. Engkau bisa menilai benar dan salah, baik dan buruk, bagus dan jelek.

Kasih sayangmu adalah sumber kebahagiaanku. Perlindunganmu adalah sumber rasa amanku. Rencanamu bagiku adalah masa depanku yang cerah. Aku sungguh menghargai semua pengorbananmu bagiku. Namun, kalau boleh aku memohon…

Jangan kekang aku dengan kasih sayangmu yang penuh kekhawatiran agar aku bisa bebas bergerak. Jangan ikat aku dengan perlindunganmu yang berlebihan agar aku tidak ragu untuk melangkah. Jangan memaksa aku menjadi seperti yang kau inginkan agar aku bisa menjadi diriku sendiri. Jangan manjakan aku dengan kenyamanan agar aku tidak menjadi lemah. Jangan biarkan kenakalan dan rengekanku mengendalikanmu agar aku tidak menjadi kurang ajar.

Jangan turuti semua kemauanku agar aku belajar mengendalikan diri. Jangan terlalu mengasihani kelemahanku agar aku belajar mandiri. Jangan jauhkan aku dari kesukaran agar aku belajar tegar. Jangan biarkan aku menonton adegan kekerasan dari televisi, agar aku tidak belajar brutal. Atau adegan mesum, agar aku tidak belajar cabul. Jangan ajarkan aku kebencian agar aku mengerti betapa indahnya kasih. Jangan ajarkan aku kebohongan agar aku menghargai ketulusan.

Jangan padamkan antusiasku agar aku menikmati hari-hari yang penuh kegembiraan. Jangan padamkan rasa ingin tahuku agar aku tidak kehilangan gairah untuk belajar dan menjelajah. Jangan membuat aku bingung karena melihat apa yang kau perbuat berbeda dengan apa yang kau ajarkan. Mohon tunjukkan nasehatmu dalam sikapmu supaya aku mengerti bagaimana meneladanimu.

Pujian dan sanjunganmu yang berlebihan bisa membuatku besar kepala dan lupa diri. Kecamanmu yang terlalu sering bisa membuatku kehilangan rasa percaya diri. Harapanmu yang terlalu tinggi bisa membuatku frustrasi.

Akh, betapa berat bebanmu sebagai orang tua! Padahal setiap hari engkau menghadapi begitu banyak persoalan yang harus diselesaikan. Namun demi cintamu padaku, aku percaya engkau akan selalu berusaha memberikan yang terbaik.

(Sumber : www.bayipintar.com) - dikirim oleh : Jan Limanjaya

31 August 2008

Seribu Banding Satu

Nats : Tetapi Yusuf tidaklah diingat oleh kepala juru minuman itu, melainkan dilupakannya (Kejadian 40:23)

Bacaan : Kejadian 40

Salah satu dialog dalam film "Dumb and Dumber" yang masih saya ingat adalah ketika Lloyd Christmas menyatakan cinta kepada Mary Swanson. Mary menolak. Lloyd tidak menyerah. Ia bertanya, berapa banyak kesempatan yang ia miliki untuk mendapat cinta Mary. Lalu wanita itu menjawab: seribu banding satu. Anehnya, Llyod justru bersorak gembira mendengarnya. "Itu berarti saya masih memiliki kesempatan, kan?" katanya.

Begitulah seorang yang optimis. Ia akan berfokus pada kesempatan yang ada, sekecil apa pun kesempatan itu. Karenanya ia akan selalu mempunyai pengharapan; tidak akan patah arang dalam kesusahan.

Yusuf juga seorang yang optimis. Ia tidak putus berharap, pun ketika ia berada dalam penjara. Ia menolong juru minuman dengan menafsirkan mimpinya. Lalu ia berpesan, "Ingatlah kepadaku, apabila keadaanmu telah baik nanti, tunjukkanlah terima kasihmu kepadaku dengan menceritakan hal ihwalku kepada Firaun dan tolonglah keluarkan aku dari rumah ini" (ayat 14). Kesempatan yang Yusuf miliki itu memang tidak besar, buktinya si juru minuman kemudian melupakannya (ayat 23). Namun, justru dari kesempatan kecil tersebut, Yusuf mengawali kisah suksesnya di Mesir.

Mungkin saat ini kita tengah berada dalam "penjara kesulitan". Dan kesempatan yang kita miliki untuk keluar dari situ begitu kecil. Jangan berkecil hati. Jangan menyerah. Teruslah berusaha. Lakukan apa yang bisa dilakukan sebaik-baiknya dan sebenar-benarnya. Ingat lah bahwa dari kesempatan kecil itu tidak jarang tersedia jalan yang lebar bagi kesuksesan. Seperti yang Yusuf alami -RY

KESEMPATAN SEKECIL APA PUN
ITU MENUNJUKKAN MASIH ADANYA HARAPAN

SABDA.org

30 August 2008

Humor : Just Jokes

Hantu apa yg pinter ngitung ?
han, tu, tri, four, five........

Apa beda Megi Z sama tukang sayur?
Kalo Megi Z teriak 'teganya-teganya' , kalo tukang sayur 'togenya-togenya'

Kenapa di komputer ada tulisan ENTER?
Karena kalo tulisannya ENTAR, programnya 'ngga jalan-jalan, dong.....

Apa bahasa Arabnya orang jatuh dari lantai 100 sebuah gedung?
Innalillahi wa inna ilaihi rojiun

Binatang apa yang paling panjang?
Ular ngantri beras

Kenapa gorila lubang hidungnya besar?
Karena jari-jarinya juga besar, biar pas buat ngupil

Ikan apa yang lahir langsung disiksa ibunya?
Ikan lohan (liat aja kepalanya benjol)

Kenapa batman pake topeng?
Karena malu celana dalamnya keliatan

Siapa nama orang Bali yang hobi travelling?
Made (Made in Japan , Made in China , Made in Thailand)

Apa persamaan Pangeran Diponegoro dengan RA Kartini ?
Sama-sama enggak punya handphone

Siapa presiden RI yang paling seksi?
Paha Bibi

Siapa wan ita paling kuat sedunia?
Nyonya Meneer, berdiri sejak 1812

Apa beda onta dan kangkung?
Kalo onta di arab, kalo kangkung di urap

Apa persamaan KTP dan telor asin?
Sama-sama di cap stempel

Kenapa dokter kalo 'mo operasi mulutnya ditutup?
Karena kalo matanya yang ditutup 'ngga keliatan dong....

Apa bukti wortel baik untuk kesehatan mata?
Pernah liat kelinci pake kacamata?

Apa bahasa Indianya bumbu dapur?
Tumbar miri jahe

Binatang apa yang warnanya hitam-putih- merah?
Zebra masuk angin abis dikerokin

Nenek siapa yang jalannya loncat-loncat?
Neneknya kodok, neneknya kangguru, neneknya kelinci.....

Kenapa air laut asin?
Karena ikannya pada keringetan

Mangga apa yang mengerikan?
MANGGAruk-garuk pantat singa

Profesi apa yang 'ngga perlu sekolah?
Wasit tinju, cuman ngitung dari 1 sampe 10 doang

Mengapa dalam bahasa Inggris wanita disebut WOMAN?
Karena saat Adam melihat perempuan pertama kali, yaitu Hawa, ia berkata, "Wou.......man. ......!!!

Ayahnya orang Bali, ibunya orang Betawi, siapa nama anaknya?
I Made Gede Amat

Ikan apa yang matanya banyak?
Ikan teri sekilo

Mengapa gunung berapi meletus?
Karena kalo mencair namanya gunung es

Kentutnya Ade Ray bunyinya gimana?
Brotot...... .brotot.. .....brotot. ......

Kunci apa yang bisa bikin orang joget?
KUNCI-KUNCI HOTA HE

Siapa nama orang Jepang yang lahir di puncak Gunung Merapi saat gunung meletus?
Kurasa Takada

Apa yang bunyinya Bak! Buk! Bak! Buk! Dor! Dor! Dor?
Tukang balon lagi berantem

Ayam apa yang paling kejam?
Ayam mbakar wong Solo

Weekend Scripture - Efesus 5:15

Jalanilah hidup dengan penuh tanggung jawab, bukan seperti orang-orang yang tidak mengetahui makna hidup, tetapi seperti mereka yang mengetahuinya.

"Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif" - Efesus 5:15

The Pursuit Of Happyness

Pursuit of Happyness, adalah salah satu film terbaik yang pernah saya lihat selama ini. Suatu kisah nyata kehidupan dari Chris Gardner yang benar-benar menyentuh perasaan. Diperankan oleh salah satu aktor terkenal, Will Smith, dan juga dibintangi juga oleh anaknya sendiri Jaden Smith yang berperan sangat bagus dan menarik difilm ini.

Chris gardner (Will Smith) adalah seorang salesman untuk alat kedokteran, yang hidup bersama istri (Thandie Newton) dan seorang anak (Jaden Smith). Kehidupan yang dilalui Chris sangatlah berat, dia harus dapat menjual alat semacam X-Ray portable untuk tulang itu dua buah dalam satu bulan, ia berusaha mati-matian untuk mendapatkan dokter yang ingin membeli alatnya tersebut, dan ia juga berjuang agar istrinya tetap percaya bahwa dia dapat menghidupi keluarganya dengan keadaan yang cukup kelak. Istrinya sendiri bekerja sebagai buruh di suatu perusahaan. Hampir setiap hari Chris dan istrinya bertengkar karena masalah keuangan.

Hari demi hari terus berlalu, sampai akhirnya sang istri tidak dapat lagi bertahan dengan pekerjaan Chris yang sangat-sangat tidak mencukupi kebutuhan keluarga itu. Dia dan istrinya akhirnya berpisah, istrinya mencoba hidup di New York. Semenjak itu, Chris-lah yang merawat anaknya. Dan disinilah kisah menarik itu bermula, bagaimana seorang ayah sangat begitu menyayangi dan berjuang demi anaknya. Chris mencoba mengikuti program latihan untuk menjadi makelar saham (stockbroker), karena ia melihat orang-orang yang bekerja disana selalu menampakkan muka ceria dan bahagia yang dimana ia tidak pernah menampilkan wajah seperti itu dalam kehidupannya.

Chris akhirnya menjalani program latihan tersebut dengan amat tekun dan bersungguh-sungguh. Chris berhasil mengambil hati atasannya, karena Chris seorang yang berkomitmen, cerdas, dan ikhlas. Disamping menjalani latihan tersebut, ia masih harus menjual alat X-ray-nya itu, karena latihan itu tidak memberikan uang pesangon sepersen pun. Disaat Chris mulai kehabisan uang, ia terpaksa keluar dari rumah kontrakannya dan berlomba-lomba untuk dapat masuk di rumah penampungan di kota San Francisco tersebut. Akhirnya Chris berhasil menjual alat X-raynya itu, dan ia membawa anaknya tidur di hotel untuk satu malam, demi membahagiakan anaknya yang kelelahan harus mengantri untuk mendapatkan tempat penampungan.

Tibalah saat ujian akhir dari program latihan yang dijalani. Chris menjadi orang nomor dua tercepat dalam mengumpulkan kertasan ujian, karena orang yang pertama lupa mengisi bagian esai di pertanyaan belakang sekali. Lalu beberapa hari kemudian, dengan perasaan yang berdebar-debar. Chris memasuki ruang rapat untuk mendapatkan hasil latihannya. Dan Chris dinyatakan lulus, dia menangis, demikian juga dengan saya. Untuk pertama kali dalam hidupnya Chris menampakkan muka yang bahagia. Bagaimana akhirnya? Tonton aja .. heheh..

Pelajaran yang bisa diambil:

Jangan mudah menyerah. Saya waktu nonton film ini sempat berpikir, andai aja itu aku, aku juga belum tentu sekuat dan setabah Chris Gardner, banyak masalah yang dihadapi, keuangan yang sangat kurang, istrinya meninggalkannya, tetapi dia masih tetap kuat dan tidak menyerah.. Huf .. salut...

Rekomendasi banget film ini, bagi yang belon nonton, liat aja deh, meski review nya udah telat :)