Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

25 August 2008

Ujian Tidak Melebihi Kekuatan

"Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan keluar, sehingga kamu dapat menanggungnya." - 1 Korintus 10:13

Sering kali kita mendengar orang bilang kalau Tuhan tidak akan mencobai kita melebihi kekuatan kita. Kayanya kata-kata itu sudah jadi bahasa yang biasa diucapkan untuk menghibur kita ketika sedang mengalami musibah atau masalah. Namun ucapan itu jadi terkesan seperti basa-basi kalau terlalu sering di ucapkan.

Terpikir juga, mengapa Tuhan tidak pernah mencobai kita melebihi kekuatan kita. Apa sih yang menjadi motivasi Tuhan dan kenapa Tuhan melakukannya?

Seorang siswa kelas 3 tidak akan diuji dengan soal ujian untuk kelas di atasnya, karena sudah pasti dia tidak akan mampu menyelesaikannya. Ia kan di uji berdasarkan tingkatannya dan pelajaran yang sudah di dapatnya. Tujuannya agar ia bisa mengerjakan soal ujian itu dengan baik. Bahkan guru yang mengajar pun berharap supaya setiap siswa didiknya mampu menyelesaikan ujiannya dengan baik.

Setiap ujian yang kita hadapi sudah terkondisi sedemikian rupa supaya bisa kita atasi. Tuhan menjadi pendukung kita yang kasih semangat supaya kita mampu menyelesaikannya. Cia yo!

Bayangkan! Kalau bahasanya, Tuhan aja 'beriman' kalau kita mampu menyelesaikannya, mengapa kita menjadi berkecil hati dan takut ketika menghadapi sesuatu yang sudah pasti mampu kita atasi? Tuhan pikir kita mampu mengatasinya, mengapa kita tidak berpikir yang sama dengan pikiran Tuhan?

Bersukacitalah ketika ujian itu datang, karena itu adalah cara supaya kita naik ke tingkat yang lebih tinggi. Lebih bersuka cita lagi, karena ujian yang kita alami itu pasti mampu kita atasi. Dan yang lebih luar biasa, Tuhan sendiri percaya, kalau kita bisa mengatasinya.

Tashya

Tinggalah pasangan suami istri sederhana yang dikaruniai satu orang anak perempuan yang berumur 5 tahun. Keluarga ini adalah keluarga yang takut Tuhan, hari-hari mereka selalu diwarnai dengan doa dan ibadah. Nilai-nilai kebenaranpun ditanamkan dalam diri si anak sedari kecil.

Suatu hari, sang suami diberhentikan dari pekerjaan karena alasan yang tidak jelas. Awalnya ia kuat, namun lama-kelamaan ia mulai kecewa dan nyaris putus asa, bahkan ia mulai meragukan kebaikan dan keperdulian Tuhan dalam keluarganya. Iapun mulai enggan berdoa. Dengan penuh kesabaran sang istri terus menghibur dan menguatkan sang suami dengan firman Tuhan. Sang istripun terus berdoa dan berpuasa agar suaminya tetap kuat dalam Tuhan.

Keuangan yang terus menipis memaksa mereka untuk lebih berhemat, termasuk dalam makanan sehari-hari. Suatu malam mereka berkumpul untuk makan malam. Di hadapan mereka tersedia hidangan yang sangat sederhana. Tiba-tiba si anak memanggil sang ayah. "Ayah, Tasyha pengen makan ayam goreng."

Mendengar keinginan si anak, sang ayah merasa hancur, air matanya hampir menetes. Dengan lembut sang Ibu menjawab, "Tasyha, apapun yang Tuhan beri kita harus mengucap syukur. Lagipula lauk kita malam ini tidak kalah enaknya kok dengan ayam goreng, apalagi kalau sebelum makan kita berdoa dulu." Ia juga menyentuh tangan suaminya, tanda agar suaminya tidak menangis di depan sang anak.

Dengan wajah gembira sang anak menatap ayahnya. "Oh iya, Tashya lupa, ayah pernah bilang sama Tashya bahwa dalam Tuhan Yesus semuanya bisa terjadi dan berubah. Itu artinya Tuhan bisa merubah rasa lauk ini jadi rasa ayam goreng. Benarkan, Ayah?"

Gelagapan si ayah menjawab, "Iya."

"Ma, Tashya aja yang berdoa ya!". Setelah selesai berdoa, dengan kepolosannya sang anakpun makan dengan lahapnya sambil sedikit menjerit. "Wah, Tuhan Yesus hebat. Rasa lauk ini benar-benar seperti rasa ayam goreng. Ayah cobain dech!". Sang anak memasukkan ke dalam mulut sang ayah.

Sang ayahpun menangis. Ia bukan lagi menangis karena tidak bisa memberikan ayam goreng. Ia menangis karena ternyata anaknya yang berumur lima tahun lebih beriman dibanding dirinya yang telah mengenal dan mengecap pertolongan Tuhan puluhan tahun.

Jujur saja, kita pun sering seperti ini; mengenal Tuhan bertahun-tahun bahkan merasakan pertolongan-pertolongan Tuhan dalam hidup kita. Namun saat ujian datang, dengan mudah kita melupakan kebaikan-Nya. Mengapa saat ujian datang kita lebih memandang beratnya ujian tersebut? Mengapa bukan kebaikan-Nya yang kita pandang?

Tuhan Yesus Memberkati

24 August 2008

Dibalik Lagu "Sentuh Hatiku"

"Lagu ini saya tulis oleh karena inspirasi sebuah kisah nyata sahabat saya yang terjadi 15 tahun yang lalu", ini adalah kata pembuka Jason sesaat dia selesai menaikkan pujian diatas.

Lima belas tahun yang lalu, ada seorang sahabat dekat saya mendatangi saya sambil menangis dan berkata, "Jason, saya hamil ..."

"Masalahnya bukan apa siapa yang menghamili dia", Jason menjelaskan [dalam penafsiran saya : suku - ras - agama]

Sahabat saya itu berkata, "Saya dihamili Papa saya, Jason...., antarkan saya pulang..."

Sesampai dirumahnya, sahabat saya menyebut mamanya dan berteriak, "Mama, bunuh anak dalam kandungan ini!"

Sejak saat itu juga, hidupnya berubah. Ia hidup dalam belenggu rantai besi. Empat belas tahun kemudian suatu kali ikatan rantai besi ini terlepas dan dia pun mengambil sebilah pisau siap menggoreskan pisau di lengan untuk memutuskan urat nadi.

"Tuhan Yesus, mengapa saya harus mengalami seperti ini?", air mata sudah habis, "Ampuni saya Tuhan Yesus, saya sudah tidak kuat lagi". Seketika itu juga ada tangan yang kuat menahan tangannya dan memeluknya, "Aku mengasihi engkau anak-Ku"

Tuhan menunjukkan kepada sahabat saya betapa kelam hidupnya bila ia mengambil komitmen bunuh diri.

"Ampuni papamu, Aku mengasihi engkau"

Air mata pun mulai mengalir. Sahabat saya pulang kembali kerumah.

"Papa"

Papanya terdiam tanpa gerak tanpa suara. Sahabat saya mendekati papanya dan memeluk, "Ampuni saya papa, karena selama empat belas tahun saya tidak dapat mengampuni papa". Mereka berpelukan dalam tangis kelepasan. Sejak saat itu juga , kehidupan sabahat saya dipulihkan

SENTUH HATIKU
(Lyric dan lagu : Jason)

BETAPA KUMENCINTAI
SEGALA YANG T'LAH TERJADI
TAK PERNAH SENDIRI JALANI HIDUP INI
SELALU MENYERTAI

BETAPA KUMENYADARI
DI DALAM HIDUPKU INI
KAU SLALU MEMBERI RANCANGAN TERBAIK
OLEH KARENA KASIH

REFF :
BAPA, SENTUH HATIKU, UBAH HIDUPKU
MENJADI YANG BARU
BAGAI EMAS YANG MURNI
KAU MEMBENTUK BEJANA HATIKU
BAPA, AJARKU MENGERTI SEBUAH KASIH
YANG SELALU MEMBERI
BAGAI AIR MENGALIR
YANG TIADA PERNAH BERHENTI

Yesaya 61:2-3 : "untuk memberitakan tahun rahmat TUHAN dan hari pembalasan Allah kita, untuk menghibur semua orang berkabung, untuk mengaruniakan kepada mereka perhiasan kepala ganti abu, minyak untuk pesta ganti kain kabung, nyanyian puji-pujian ganti semangat yang pudar, supaya orang menyebutkan mereka "pohon tarbantin kebenaran", "tanaman TUHAN" untuk memperlihatkan keagungan-Nya."

Sahabat Jason telah menyingkirkan :
* abu dari kepalanya
* kain kabung
* semangat yang pudar
* dan terlebih segala akar-akar kepahitan dan kekecewaan
Sebab itu

Yesaya 61:7 : "Sebagai ganti bahwa kamu mendapat malu dua kali lipat, dan sebagai ganti noda dan ludah yang menjadi bagianmu, kamu akan mendapat warisan dua kali lipat di negerimu dan sukacita abadi akan menjadi kepunyaanmu."

Ia telah mendapatkan gantinya dua kali lipat
Maukah Anda mendapatkan gantinya juga?

DORONG!!

2 KORINTUS 5 : 11- 15

Kalau Saudara masuk ke sebuah tempat atau ruangan yang ber-AC, di pintu ada tertulis:

“DORONG” Pintu itu harus didorong baru Saudara bisa masuk ke dalam atau keluar dari tempat tersebut. Pernah terjadi seorang pelamar pekerjaan yang telah lulus test, tinggal selangkah lagi ia harus menghadap pimpinan perusahaan itu. Ketika pimpinan tersebut bertanya jawab dengan pelamar, ia menanyakan begini, ”Saudara, apa kira-kira yang menjadi motto hidup saya?”

Sebuah pertanyaan yang aneh terdengar. Bagaimana orang baru kenal bisa tahu hal-hal yang pribadi dari bapak pimpinan tersebut. Tapi pelamar itu tidak mau kehilangan akal dan kesempatan. Ia langsung menjawab: “Tahu pak, motto Bapak adalah DORONG!”

Pelamar itu baru saja melihat kata DORONG di daun pintu masuk ruang direktur itu. Pelamar itu akhirnya diterima menjadi salah seorang staf di perusahaan tersebut. Kenapa? Alasannya sederhana yaitu bahwa pelamar itu termasuk orang yang mau didorong untuk maju.

Kadang-kadang hidup ini harus ada yang mendorong dan mau didorong kalau kita mau maju dan berani menatap masa depan. Rasul Paulus tidak akan berhenti dalam memberitakan Injil (ay.11….meyakinkan orang), karena telah didorong oleh Kasih Kristus (ay.14a). Bagaimana agar hidup kita terus memiliki dorongan kasih Kristus untuk memberitakan Injil?

  1. Hiduplah dalam keterbukaan kepada Allah dan sesama
    Keterbukaan adalah jalan di mana Allah dan kita bisa menjalin hubungan yang akrab dan dekat. Kita tidak lagi disebut hamba tetapi sahabat. (Yoh.15:15). Sahabat Allah itu diberitahu hal-hal yang Allah tahu. Hal-hal yang kita terima dari Allah inilah yang harus kita sampaikan kepada sesama. Ini hanya mungkin terjadi kalau kita menjadi orang-orang yang terbuka kepada sesama. Injil akan berhenti tersebar kalau kita menutup diri dipakai Allah untuk misi yang indah itu.

  2. Hidup dalam penguasaan diri
    Meyakinkan orang untuk percaya perlu penguasaan diri. Menyaring apa yang patut untuk kita sampaikan atau menahannya. Apakah mungkin kita memberitakan Injil atau menjadi saksi Kristus dalam kondisi marah, jengkel, benci kepada orang lain bahkan emosi? Penguasaan diri termasuk salah satu buah Roh (Gal 5:23). Keteladanan hidup yang menyerupai Kristus hanya bisa dilakukan bila kita berada dalam penguasaan diri dan tidak dikuasai oleh apapun dan siapapun.

  3. Hidup yang dikuasai kasih Kristus
    Orang yang sudah dikuasai oleh Kasih Kristus, dia tidak akan hidup untuk dirinya sendiri. Karena kasih Kristus tidak dapat dibandingkan dengan semua kasih yang pernah ada di dunia ini. Hidupnya tidak lagi berkata : “Untuk aku dan demi aku“ tetapi semua diarahkan dan ditujukan kepada Kristus. Didorong oleh kasih Kristus tidak akan membuat orang untuk kembali kepada hidupnya yang lama. Mata dan hatinya akan selalu terarah kepada salib Golgota, tempat Ia pernah memberikan dan mengorbankan hidup-Nya demi keselamatan manusia. Adakah orang yang pernah ditolong oleh orang lain tidak mengucap terima kasih? Mungkin itu bisa saja terjadi. Tetapi bagaimana bila Tuhan Yesus yang telah menolong Saudara mengentaskan Saudara dari hukuman kekal dan api neraka, tidak mendapat tempat yang layak bagi-Nya?

Adakah hari ini Saudara sudah tidak memiliki pendorong lagi untuk berbuat kasih kepada sesama? Adakah pendorong hidup Saudara sudah berganti dengan yang lain? Satu-satunya pendorong yang membuat hidup kita tetap bersemangat hanyalah Yesus Kristus.

Kalau Saudara tetap mau didorong, Saudara akan terus maju menuju hari depan yang indah dan mulia di dalam Dia. Amin.

ORANG KRISTEN YANG DIDORONG KASIH KRISTUS TIDAK AKAN PERNAH MUNDUR WALAUPUN HARUS HANCUR

Pdt. Andreas Gunawan, Pr. STh.

23 August 2008

Dosa VS Grace

Ketika seorang pemimpin rohani melakukan kesalahan atau seorang pelayan di gereja terlibat hubungan yang tidak baik, kita sering mendengar istilah "jatuh dari kasih karunia". Kita telah dibawa untuk mempercayai kalau seseorang jatuh ke dalam dosa, ia jatuh dari kasih karunia. Tetapi Allah ingin kita mengetahui bahwa ketika seseorang jatuh ke dalam dosa, ia tidak jatuh dari kasih karunia. Justru ia jatuh ke dalam kasih karunia! Dan disanalah kasih karunia Allah berada untuk membuatnya bangkit kembali.

Alkitab menceritakan tentang pelacur dan pemungut cukai, pendosa yang jatuh ke dalam kasih karunia Allah dan dipulihkan kembali. Kalau dosa di dalam hidup mereka mampu menghentikan kasih karunia Allah, mereka tidak akan pernah dapat menerima kuasa kasih karunia-Nya yang menyembuhkan dan menolong.

Sekarang, penting buat kamu untuk tahu kalau Tuhan membenci dosa, sebab dosa menghancurkan hidup kita, hubungan kita dan tubuh kita. Dosa adalah jahat! Tetapi tidak menyelesaikan masalah dengan membicarakannya atau dengan kekuatan kita sendiri. Diperlukan kasih karunia Allah untuk menghancurkan dosa. Bahkan sebenarnya, waktu kamu ada di bawah kasih karunia-Nya, disa tidak lagi berkuasa atasmu. (Roma 6:14) Saat itulah kamu melihat kasih karunia-Nya dengan menyediakan anak-Nya untuk menghapus dosamu dan membuatmu selamanya dibenarkan tanpa dosa yang mengekangmu.

Iblis akan berkata kepadamu, "Kamu pikir bisa diberkati oleh Tuhan setelah apa yang kamu perbuat tadi pagi?" Itulah waktunya kamu berkata, "Ya, apa yang kulakukan adalah salah. Dan karena aku tidak sempurna maka Kristus adalah kebenaran dan kesempurnaanku. Karena aku tidak layak maka aku hanya bersandar pada kasih karunia Allah yang sebenarnya tidak layak aku terima."

Dosa tidak akan dan tidak bisa menghentikan kasih karunia Allah. Kalau kasih karunia Allah bisa dipatahkan dengan dosa, Yesus tidak akan pernah datang menyelamatkan kita karena kita semua adalah pendosa. Tetapi puji Tuhan "dimana dosa berlimpah, kasih karunia lebih dilimpahkan."

Lihat betapa kasih karunia Allah lebih besar, lebih kuat dan lebih berkuasa daripada dosamu. Terima kasih karunia-Nya sekarang untuk berjalan dalam kemenangan atas kelemahanmu atau dosa dalam hidupmu dan setiap aspek hidupmu.

Hari Cuci

Senin-Hari Cuci

Tuhan, tolonglah aku untuk mencuci bersih semua kepentingan dan kecongkaanku agar aku dapat melayani Engkau dengan segala kerendahan hati sepanjang minggu yang akan datang.

Selasa-Hari Setrika

Tuhan yang Maha kasih, tolonglah aku untuk menyeterika pergi semua kekusutan akan prasangka-prasangka yang aku telah kumpulkan selama bertahun-tahun agar aku mampu melihat keindahan dalam diri orang lain.

Rabu-Hari Tambal

O, Tuhan, tolonglah aku untuk memperbaiki cara-caraku sehingga aku tidak sampai menjadi contoh yang buruk bagi orang lain.

Kamis-Hari Bersih-Bersih

Tuhan Yesus, tolonglah aku untuk menyapu bersih kesalahan-kesalahanku yang banyak dan yang aku sembunyikan di pojok-pojok gelap dari hatiku.

Jumat-Hari Belanja

O, Tuhan, berilah aku kasih karuniaMu agar aku dapat berbelanja secara bijak supaya aku dapat membeli kebahagiaan abadi untuk diriku dan orang lain yang membutuhkan akan kasih-sayang.

Sabtu-Hari Masak

Tolonglah aku, Juru Selamatku, untuk memasak sebuah panci penuh dengan kasih-sayang persaudaraan dan menyajikannya disertai roti yang manis akan keramahan manusiawi.

Minggu-Hari Tuhan

O, Tuhan, aku telah menyediakan rumahku untukMu. Kiranya Engkau berkenan masuk ke dalam hatiku sebagai tamu agungku, supaya aku senantiasa dapat melewati hari ini dan seluruh hidupku dalam kehadiranMu.

Humor : Mobil

Pak Haji meninggal dua hari yang lalu dan hari ini ia diterima seorang malaikat penjaga gerbang surga. Sang malaikat Berkata, “Pak Haji, jalan ke surga masih jauh, ini saya kasih Suzuki Carry supaya nggak capek jalan kesananya dan kendaraan ini buat Pak Haji yang dapat digunakan selamanya di surga nanti”.

Pak Haji, “Wah, terima kasih sekali!” sambil tersenyum. Pak Haji dengan senangnya mengendarai Suzuki Carry pemberian si malaikat tadi.

Beberapa saat kemudian, secara tiba-tiba ada sebuah Toyota Corolla melaju dari belakang dan menyalip Suzuki Carry yang dikendarai Pak Haji. fiiiooosshhh…… Pak Haji secara sekilas sempat melihat pengendara Toyota Corolla tadi..ternyata seorang pastor! Pak Haji agak jengkel dan nggak terima… masa ia cuma dikasih Suzuki Carry. Akhirnya ia balik arah hendak menemui si malaikat lagi. Begitu sampai Pak Haji langsung berkata, “Ini tidak adil, masa si pastor bisa dapat Toyota Corolla sedang saya cuma Suzuki Carry?”

Sang malaikat berkata dengan kalem: “Begini Pak Haji, bapak kan hidupnya di dunia sudah enak, bisa kawin, bisa punya istri empat lagi. Sedangkan seorang pastor kan hidup selibat dan harus mengatasi keinginan duniawi. Jadi mengertilah, kini saatnya si pastor tadi mendapat imbalan.”

Pak Haji berpikir sejenak dan mengangguk: “Oya..ya..benar juga. Oke lah saya nggak apa-apa pakai Suzuki Carry yang penting bisa sampai ke surga.”

Dengan gembira Pak Haji mengendarai Suzuki Carrynya lagi dan meluncur dengan santai.

Tetapi tanpa disangka-sangka ada kendaraan lain lagi yang melaju kencang dan langsung menyalip Pak Haji. Kali ini Mercedes SL-500 open kap dan pengendaranya adalah seorang pemuda berambut gondrong dan ngebut. Rambutnya berkibar tertiup angin saking kencangnya Mercedes tersebut. Kali ini pak Haji geram dan berkata dalam hati, “Huh! Kalau tadi pastor dengan Corolla, bisa saya terima. Tapi kali ini pemuda berambut gondrong dengan Mercy SL-500, itu keterlaluan!!!”. Dengan cepat Pak Haji berbalik menemui si malaikat lagi. Setelah sampai, ia langsung lompat dari mobil dan marah-marah, “Ini sudah keterlaluan, masa seorang pemuda gondrong dan ngebut bisa dapat Mercy? Open kap lagi!???”.

Si malaikat tampak ketakutan dan terus celingak-celinguk, akhirnya ia berbisik ke Pak Haji: “Ssstttt…itu…Jesus…!!!” :)

Weekend Scripture - 2 Tawarikh 32:31

Kita tidak mengenal diri kita sendiri ataupun apa yang menjadi kebutuhan kita yang sesungguhnya.

"Demikianlah juga ketika utusan-utusan raja-raja Babel datang kepadanya untuk menanyakan tentang tanda ajaib yang telah terjadi di negeri, ketika itu Allah meninggalkan dia untuk mencobainya, supaya diketahui segala isi hatinya." - 2 Tawarikh 32:31

22 August 2008

Apakah Kita Orang Orang Munafik ?

Ini pertanyaan yang seru untuk diperdebatkan. Tetapi didalam menjawab pertanyaan seperti ini kita mesti jujur terhadap diri kita sendiri dan hatinurani kita.

Kita hidup didalam dunia. Mau tidak mau kita mengikuti pola yang ada didalam dunia (sekularisme) Alkitab banyak mengajar kita untuk hidup dengan radikal.

Yesus mengajarkan …

“Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.” - Mat 5: 27-28

Dan masih banyak hal lagi.

Kalau saya boleh bertanya …
“Apakah kamu butuh uang ???”
Tentu dengan sepakat kita mengatakan kita mau.
Tentu kita ingat bahwa “Kita tidak boleh terikat apapun juga didalam dunia”.
Tentu kalau kita dengan uang kan nggak ada masalah.
Ok.. saya juga setuju dengan hal ini..

Tapi pernahkan kita berpikir .. apakah kita bisa hidup tanpa memegang uang ????
“Trust in the Lord ???”

Saya rasa saya juga berpikir susah juga.
Saya masih suka untuk banyak menghabiskan uang saya.
Saya lebih memilih naik ojek dari pada naik angkot.
Saya lebih suka makan daging daripada sayuran.
Saya kepingin punya rumah, mobil dsb…

Kalau begitu apakah uang itu mengikat diri saya ???
Saya berpikir dan lama berpikir…….
Saya memang butuh uang but saya juga nggak mau terikat dengan itu.
Mungkin dengan ilustrasi akan lebih memudahkan ..
“Tiba - tiba kita mendapat undian BCA ataupun apapun juga
Kita mendapat 250 jt. Apakah yang akan kita lakukan ??”

Pasti kita berpikir akan diberi ke PD atau Gereja atau ke Panti Asuhan sekian puluh jt.
Terus sisanya kita mau gunakan untuk apa ????
Coba buat list dulu sebelum kita lanjutkan….
…………wait for 1 minute…….

Kita sering berkata I love You Lord.. more than everything
Coba kita katakan lalu kita liat List kita ?????
he.. he.. he.. ternyata susah untuk mencintai Tuhan.
Ternyata masih banyak keinginan kita sendiri dari pada keinginan Tuhan.

Saya pernah membaca sebuah buku ada tulisan seperti ini.
“Saya kepingin punya rumah pribadi dengan segala barang yang mewah TV besar, sound system, AC

Saya ingin sarapan pagi saya dikamar
Dengan telur dadar, sosis, segelas susu

Saya ingin dilayani oleh para pembantu
Saya perintah untuk mengambilkan saya koran, minum

Saya ingin punya seoran sopir pribadi
Yang siap mengantar saya kemanapun saya pergi
Saya ingin berada dalam sebuah mobil mewah
Dengan sound sytem yang ada, TV, kulkas mini, AC

Saya kepingin punya seorang istri
Cantik, sabar, lembut dan penuh pengertian
Saya mau dia menemani saya pada waktu sore hari
Saya mau berdua dengan dia melihat matahari terbenam

Saya ingin punya anak yang lucu dan manja
Saya ingin melewatkan waktu tua saya dengan istri
Dengan anak saya dengan menantu saya dengan cucu saya

Tetapi semua itu hanya keinginan saya
Semua telah kupersembahkan kepada Tuhan”

Ini adalah semua puisi yang telah ditulis oleh seorang Pastur

Semua keinginan itu boleh kita miliki.
Tapi apakah kita ingat apa yang Tuhan mau. (God First)
Sayapun masih terlalu susah untuk mencintai Tuhan terus apakah kita harus ambruk……
Kita masih terus diberi kesempatan untuk boleh mencintai Tuhan lebih lagi…..
Kalau kita masih hidup hari ini … ini tanda bahwa Tuhan
memberi kita kesempatan untuk belajar mencintai Tuhan lebih
lagi dan memperbaiki diri kita. he… he.. he…..

Ternyata seru juga ngetik kaya gini…
OK … mari kita coba secara bersama.
Saya rasa kita bukanlah orang munafik.
Karena kita masih punya keinginan
dan kita mau jujur bahwa kita masih punya keinginan ketika ditanya orang.
But kita mau mencari kehendak Tuhan didalam hidup ini
dan mau persembahkan seluruh keinginan kita bagi Kemuliaan Tuhan.

Saran : Mulailah berdoa sebelum kita mengambil sebuah keputusan untuk masa depan kita dan minta orang berpengalaman untuk membimbing kita.

Ok.. God Bless You all

Christiano Ronaldo Lagi

"Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali, tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana." - Amsal 24:16

Ada data statistik dari ESPN yang cukup mengejutkan tentang daftar pemain yang paling banyak dijegal oleh lawan. Di klub Manchaster United pemain yang paling banyak dijegal oleh lawan adalah Christiano Ronaldo yaitu sebanyak 97 kali. Angka ini cukup mengejutkan mengingat peringkat kedua dipegang oleh back Nemanja Vidic dengan 50 kali tekel.

Mengalami 2 kali lebih banyak serangan merupakan hal yang cukup membuat frustasi. Tidak punya kesempatan mengembangkan permainan ketika megontrol bola dan terutama resiko akan cedera. Nyatanya hampir setiap pertandingan, Ronaldo menjadi incaran para pemain lawan untuk dijatuhkan. Bahkan banyak yang berharap supaya ia cedera.

Namun hal ini adalah wajar, mengingat ia adalah seorang pemain yang paling ditakuti lawan saat ini. Ia menerima gelar pemain terbaik versi pemain, versi wartawan, versi fans dan gelar pemain muda terbaik versi pemain.

Kalau kamu pernah bartanya dalam hatimu, kenapa setelah kamu menerima Tuhan lalu aktif di pelayanan, mengalami pertumbuhan rohani, tiba-tiba begitu banyak "tekel" yang datang. Sakit, difitnah orang, salah paham dengan pemimpinmu, bertengkar dengan orang tuamu atau hal-hal lain yang tiba-tiba datang bertubi-tubi seperti dijegal sebelas pemain sekaligus.

Sadarkah kamu jika seorang pemain yang berbahaya untuk lawan pasti menjadi pemain yang paling diincar untuk dijatuhkan. Kamu memiliki kapastias yang luar biasa di dalam Tuhan dan tentu saja iblis tidak berani membayangkan masa depannya di hadapanmu. Kamu harus gagal, itu rencananya. Dan ia akan menggunakan segala macam cara untuk membuatmu jatuh dan tidak bangun lagi.

Tahan memiliki rencana yang lebih indah untukmu. Kejatuhanmu bukan kegagalan selamanya. Dia mau menopangmu supaya kamu mampu bangkit lagi dan tidak tertipu dengan rasa bersalah yang iblis tanamkan. Kamu bisa jadi sebesar Allah impikan dalam hidupmu. Bangkit dan jadilah pemenang! Cetak gol lebih banyak lagi.

Lemah Lembut

Sebuah kesempatan unik bisa berada di Sumbawa beberapa hari lalu untuk pelayanan Pria Sejati. Sumbawa terkenal dengan susu kuda liar yang bermanfaat untuk stamina pria. Tapi saya lebih terkesan dengan bentuk kuda Sumbawa yang bertubuh kecil namun besar kekuatannya.

Disana saya melihat sebuah andong besar ditarik oleh seekor kuda Sumbawa. Tampaknya sang kusir tidak kesulitan menangani kuda “liar” Sumbawa. Ternyata, kuda Sumbawa bisa dijinakkan dan dijaikan alat transportasi yang dahsyat. Kuda dijinakkan melalui serangkaian pelatihan. Di Sumbawa, kuda harus dikekang dan ditarik dengan motor. Tujuannya bukan sekedar dilatih taat melainkan dibiasakan berinteraksi dengan manusia dan suara kendaraan supaya tidak “kaget”. Akhirnya, selama pelatihan sekitar 1 bulan, kuda yang liar tadi mampu bekerja sama dengan manusia menghasilkan berkat yang luar biasa. Ia menjadi petarung unggul di balapan kuda, alat transportasi gabah dan menarik andong sehingga memberi penghasilan (berkat) bagi pemiliknya.

Terinspirasi dari kuda, saya teringat dengan salah satu gaya hidup pria yang belakangan ini hilang adalah lemah lembut. Banyak pria mengukur kemaksimalan dirinya sekedar dalam hal fisik / jasmani, namun dari sisi karakter sangat kurang sekali. Apa arti lemah lembut? Rubin Ong pernah mendefinisikan lemah lembut sebagai power under control  yang diaplikasikan menjadi tidak mudah tersinggung.

Tapi, setelah sekian lama mencari dan merenungkan, saya menyimpulkan bahwa pria yang lemah lembut adalah pria yang peka terhadap orang-orang disekelilingnya. ‘Peka’ berarti penuh perhatian, inisiatif, memiliki rasa ingin menolong orang lain, tidak ‘cuek’. Lihat apa yang terjadi dewasa ini? Pria cenderung tidak peka terhadap keadaan khususnya terhadap keluarganya. Ia jauh lebih mementingkan pemenuhan kebutuhan diri sendiri ketimbang kebutuhan istri, anak-anak dan orang tuanya. Sungguh menyedihkan melihat keluarga-keluarga tidak harmonis hanya karena kurang peka-nya seorang pria dalam rumah tangga. Tidak heran bila anak-anak dan istrinya mencari pemenuhan kebutuhan dari orang lain, misalnya anak-anak lebih suka ngobrol dengan teman se-geng-nya daripada dengan papanya sendiri. Istri bisa selingkuh dengan pria lain karena dianggap pria lain lebih memperhatikan kebutuhannya.

Lihatlah dalam Matius 11:29. Yesus mengajar tentang jiwa yang tenang diperoleh melalui 3 kata yaitu kuk, lemah lembut dan rendah hati. Ternyata kuk dipasang berkaitan dengan proses belajar, belajar rendah hati, belajar diatur Tuhan. Sama seperti Kuda Sumbawa tadi. Ia diajar untuk tunduk (menurut) sama seperti Tuhan mengenakan ‘kuk’ supaya kita belajar rendah hati yang akhirnya bertujuan mendapatkan jiwa yang tenang.

Jiwa yang tenang akan membuat setiap orang mengerti apa yang dilakukannya dan akhirnya menghasilkan berkat yang dahsyat. Jiwa tenang membuat seorang pria dapat berdoa. Doa orang (pria) benar akan menghasilkan kuasa yang besar.

Tuhan menghendaki kita serupa dengan-Nya melalui proses belajar dalam hal lemah lembut dan rendah hati. Pria yang lemah lembut dapat menikmati kebahagiaan dalam hidupnya karena Ia di ”setir” Tuhan. Tuhan-lah yang menjadi penguasa bagi hidupnya. Ketika kuda berontak, justru lebih babak belur mulutnya. Demikian juga kita dengan kuk dari Tuhan. Tanpa kelemah-lembutan, pria akan babak belur hidupnya.

Santo Agustinus berkata, “karakter rendah hati adalah awal dari munculnya segala karakter yang baik lainnya”. Pria yang rendah hati akan menikmati kelegaan & ketenangan jiwa dalam setiap keadaan. Pria maksimal adalah pria yang lemah lembut. Milikilah gaya hidup ini. Minta kepada Tuhan mengajar hidup Anda menjadi lemah lembut  sama seperti kuda Sumbawa yang akhirnya memberkati banyak orang.

Disadur dari artikel Pria Sejati