Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

22 July 2008

Camouflage

Nothing in all creation is hidden from God's sight. Hebrews 4:13

We were on the back porch. A holiday morning, not much stirring yet. I was slowly waking, cradling my steaming coffee mug, when my husband asked, "Do you see what's in the tree there?"

I strained to look, and all I saw was healthy, green fronds. I noticed how tall the coconut palm was getting. But I didn't see what he was talking about.

"Sit here", he said. "There's something blocking your view over there."

Perfectly camouflaged, the iguana lay draped over a top branch. I zoomed in the lens, and was once-again amazed, at the mimic, nature can come up with.

"He's so concealed by his coloring and marks", I thought. However, Ben saw him, then I did as well. Sometimes I cover things up, put a smokescreen over them. But nothing in all of this world, including my heart, is hidden from God. Our very thoughts are known to Him, and they are not even a surprise.

He doesn't say, "Hmmmm, imagine that, what she's thinking"... .or, "Gee, look what he just did!" No news to the Lord, who knew us before we were even born (Psalm 139).

And, He loves us anyway. You may have heard this, and it is true: there is nothing you could ever do that would make God love you more, and there is nothing you could ever do that would make God love you less. He loves you. Period. Forever. Unconditionally. Just as you are. Forever and ever. That is definitely good news.

Sally I. Kennedy, (c)2008
Irish Thursdays Weekly Devotionals,
http://www.sallyikennedy.com

Tanpa Gereja

Nats : Marilah kita saling memperhatikan .... Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita (Ibrani 10:24,25)

Bacaan : Ibrani 10:19-25

Tidak pernah tertulis dalam Alkitab bahwa supaya selamat, nama kita harus tercantum dalam daftar keanggotaan gereja. Namun, bukan berarti bergabung dengan orang-orang beriman lain dalam gereja setempat tidak penting bagi pertumbuhan rohani kita. Dengan bersekutu secara teratur dalam ibadah dan pengajaran, kita meneguhkan kasih kepada sesama, pekerjaan baik, dan tanggung jawab bersama (Ibrani 10:24,25).

Beberapa saat yang lalu saya membaca sebuah artikel menarik yang membandingkan seorang kristiani tanpa gereja dengan ...

o seorang murid yang tidak mau pergi sekolah
o seorang tentara tanpa pasukan
o seorang warga negara yang tidak mau memberikan suara
o seorang pelaut tanpa kapal
o seorang anak tanpa keluarga
o seorang pemain drum tanpa band
o seorang pemain bola tanpa regu
o seekor lebah madu tanpa sarang
o seorang ilmuwan yang tidak membagikan penemuannya dengan rekan-rekannya

Jika Anda merasa telah mengabaikan salah satu pemberian Allah terbesar untuk pertumbuhan rohani Anda, maka carilah sebuah gereja yang mempercayai dan mengajarkan firman Allah, dan mulailah menghadirinya dengan setia. Luangkan waktu untuk mengenal jemaat lain dan biarkan mereka mengenal Anda. Mohon supaya Allah membantu Anda mencari cara untuk melayani orang lain.

Jangan menjadi orang kristiani tanpa gereja --Richard De Haan

TUJUH HARI TANPA IBADAH
MEMBUAT SESEORANG MENJADI LEMAH

SABDA.org

He Meets Your Needs

Today's Scripture

"God will supply all your needs according to His riches in Glory in Christ Jesus" (Philippians 4:19).

Today's Word from Joel and Victoria

Aren't you glad we serve a God who promises to supply all our needs! When you accept Jesus as your Lord and Savior and follow His commands, you have access to God and everything He is; peace, provision, protection and more. That means no matter what is happening in the world today, as you obey God's Word, your needs will be met. No matter what is going on with the economy, gas prices, or housing market, God is still your Source; and if your Source is okay, then you are okay, too. Rest assured there is no lack in heaven. Not only is God able to meet your needs, He wants to meet your needs. It gives Him great pleasure to bless and prosper you. Begin to expect that God is working behind the scenes on your behalf. Look for His hand of provision in your life and praise Him for His faithfulness. As you do your part, God will do His part. He will open the windows of heaven and pour out His abundant blessing on every area of your life.

A Prayer for Today

Father in heaven, thank You for Your provision in my life. Thank You for loving me and guiding me. I trust that You are meeting every one of my needs today. Help me to follow Your commands that I may honor You. In Jesus' Name. Amen.


Joel Osteen Ministries

21 July 2008

Kisah Sang Maestro Matsushita

Di tahun 1929, pernah terjadi 'depresi ekonomi global'. Wall Street menukik tajam tak terkendali. Surat saham tak lebih nilainya seperti kertas biasa. Saat itu, General Motor terpaksa mem-PHK separo dari 92.829 karyawannya. Perusahaan besar maupun kecil bangkrut. Jutaan orang menjadi pengangguran. Jutaan orang kelaparan. Daya beli turun bersama harga dan lowongan pekerjaan.

Malam menjadi gelap gulita. Kepanikan terjadi di mana-mana. Toko yang masih bertahan, menghentikan pembelian dari pabrik karena gudang sudah penuh dengan barang yang tidak terjual. Saat itu, Konosuke Matsushita yang memproduksi peralatan listrik bermerek National dan Panasonic baru saja merampungkan pabrik dan kantor dengan pinjaman dari Bank Sumitomo.

Kondisi badannya sering sakit-sakitan akibat gizi yang kurang di masa kanak-kanak, ditambah lagi dengan kerja 18 jam sehari, 7 hari seminggu selama 12 tahun merintis usahanya. Hanya semangat hiduplah yang membuatnya masih bernapas.

Dengan punggung bersandar ke tembok rumah, Matsushita mendengarkan laporan tentang kondisi perekonomian yang terus memburuk ketika manajemennya datang menjenguk. Lalu bagaimana tanggapannya?

"Kurangi produksi separonya, tetapi JANGAN mem-PHK karyawan. Kita akan mengurangi produksi bukan dengan merumahkan pekerja, tetapi dengan meminta mereka untuk bekerja di pabrik hanya setengah hari. Kita akan terus membayar upah seperti yang mereka terima sekarang, tetapi kita akan menghapus semua hari libur. Kita akan meminta semua pekerja untuk bekerja sebaik mungkin dan berusaha menjual semua barang yang ada di gudang."

Perintah ini bagi anak buahnya sama anehnya dengan depresi ekonomi itu sendiri. Koq bisa terjadi, yah? Dalam situasi begitu, sangatlah masuk akal jika perusahaan mem-PHK karyawan demi efisiensi. Namun Matsushita karena keyakinannya pada sang kebajikan sudah mantap, demi kelangsungan hidup anak-istri karyawannya, akhirnya mampu menghasilkan terobosan yang manusiawi pada masa depresi ekonomi tersebut.

Kebajikan Matsushita terhadap karyawannya mendapatkan hasil yang manis 16 tahun kemudian dari karyawan yang pernah ditolongnya. Ia menuai buah kebajikannya sendiri.

Ketika Perang Dunia II berakhir, Jenderal Douglas McArthur yang mengendalikan Jepang, menangkapi semua pengusaha Jepang untuk diadili karena keterlibatan mereka selama perang. Pada kurun 1930-an, para pengusaha Jepang, termasuk Matsushita, mendapat tekanan rezim militer Jepang saat itu untuk memproduksi senjata dan logistik militer lainnya. Maka Matsushita pun ikut ditangkap. Sekitar 15.000 pekerja bersama keluarganya membubuhkan tanda tangan petisi pembelaan untuk Matsushita!!! Jenderal McArthur pun tercengang oleh petisi tersebut dan akhirnya membebaskan Matsushita. Tidak ada pemilik usaha dan pimpinan industri sebelum perang dunia kedua yang diizinkan McArthur kembali ke pekerjaannya kecuali Matsushita.

Demikianlah Matsushita dapat terus memimpin perusahaannya sampai menjadi raksasa elektronik dunia, dan baru pensiun pada tahun 1989 pada usia 94 tahun. Ketika Matsushita meninggal tahun 1990, bukan cuma para pebisnis yang berduka cita. Presiden Amerika saat itu, George Bush (Senior), pun turut berduka. Matsushita berhasil membangun dirinya melewati ambang batas pengusaha yang umumnya selalu lapar duit dan haus fulus serta menjadi pribadi yang humanis dan filsuf yang sangat peduli terhadap kemanusiaan. Bagi Matsushita, uang bukanlah tujuan. Meskipun butuh uang tetapi uang bukanlah segala-galanya. Baginya, uang adalah sarana untuk melakukan kebajikan. Itu sebabnya, beliau tidak pernah menggigit orang, main curang, atau merebut jatah orang lain. Matsushita yakin bahwa kalau kita tidak jahat dan terus berbuat baik maka kejahatan akan menjauhi kita dan kebaikan akan melindungi kita.

Bagaimana dengan kita ? Sudah cukup baikkah kita hari ini ?

Humor : Pengacara & Pendeta

Seorang pendeta duduk di sebelah seorang pengacara dalam penerbangan dari LA ke New-York. Pengacara bertanya apakah si pendeta suka bermain game yang menyenangkan. Pendeta yang merasa lelah dan ingin istirahat sejenak dengan halus menolak dan mulai berusaha untuk tidur. Pengacara itu bersikeras bahwa gamenya itu mudah sekali namun sungguh menyenangkan. Ia menjelaskan lebih lanjut, “Aku menanyakan Anda suatu pertanyaan dan apabila Anda tidak tahu, maka Anda membayar kepadaku 5 dollar US dan vise-versa”. Sekali lagi pak pendeta menolak dengan halus dan berusaha untuk tidur lagi.

Si pengacara tidak putus-asa dan berkata, “OK, bila Anda tidak tahu jawabannya, Anda membayarku 5 dollar, sedangkan bila aku tidak tahu jawabannya, aku membayar Anda 500 dollar.” Si pendeta segera menjadi penuh perhatian. Ia sadar bahwa ia tidak akan dapat beristirahat kecuali bila ia ikut bermain game ini.

Pengacara mulai mengajukan pertanyaan yang pertama, “Berapa jauh jarak antara bumi dan bulan?”

Pak pendeta tak menjawab, ia mengeluarkan dompetnya dan mengambil 5 dollar US untuk kemudian memberikannya kepada pengacara.

“OK”, kata si pengacara. Sekarang giliran anda.

Pak pendeta bertanya kepada pengacaranya, “Apa yang mendaki bukit dengan kaki empat dan turun bukit dengan kaki tiga?”

Pengacaranya bingung, kemudian mengeluarkan laptopnya dan mulai mencari di internet dan seluruh referensinya, namun tak mendapatkan jawabannya.. Kemudian ia menghubungi semua kawan dan relasinya bahkan sampai perpustakaan Kongres, namun tidak juga mendapat jawaban. Setelah satu jam, ia membangunkan pendeta itu dan memberikan kepadanya 500 dollar US. Pendetanya mengatakan, “Terima kasih banyak.” Dan kembali tidur lagi.

Pengacara menjadi jengkel dan membangunkan pendeta lagi untuk kemudian bertanya, “Dan apakah jawabannya?”

Tanpa mengatakan suatu apa, ia mengeluarkan dompetnya lalu menyerahkan 5 dollar US kepada si pengacara dan kemudian mendengkur kembali

Tulisan Tangan Di Dinding

Seorang ibu rumah tangga dengan rasa capai pulang dari berbelanja serta membawa hasil belanjanya masuk ke dalam dapur. Puteranya yang baru berumur delapan tahun menunggunya dan menceritakan apa yang telah dilakukan oleh adiknya.

“Ketika aku sedang bermain di halaman dan ayah sedang menerima telepon, adik mengambil crayonnya dan menulis di dinding yang baru saja diberi lapisan kertas dinding yang baru. Aku berkata kepadanya bahwa Ibu akan menjadi amat marah, bila tahu akan hal ini.

Ibunya mengeluh dengan penuh kesal dan bertanya dengan muka yang marah, “Mana anak itu sekarang?” Ia telah meletakkan semua barang belanjaannya dan dengan segera menuju ke almari di mana anaknya itu sedang bersembunyi.

Ia menyebut namanya seraya memasuki kamarnya. Anak itu gemetar dalam ketakutannya karena ia tahu apa yang akan terjadi baginya. Selama beberapa waktu ibunya melampiaskan kemarahannya dengan kata-kata yang kasar dan menjelaskan betapa mahal kertas dinding itu yang kini harus diperbarui lagi.

Sambil mengeluh akan pekerjaan yang mahal dan lama untuk memperbaiki dinding teras itu, ia tak habis-habisnya menyalahkan perbuatan anaknya yang ceroboh dan tidak ada rasa sayangnya itu. Lebih hebat ia memaki-maki, lebih hebat pula maranya, sehingga akhirnya ia keluar dari kamar anaknya, hatinya dipenuhi dengan rasa kecewa akan perbuatan anaknya.

Kemudian ia menuju ke teras untuk memastikan kekhawatirannya. Ketika ia melihat dindingnya, matanya dibanjiri oleh air mata. Pesan yang ia baca menusuk hatinya seperti sebuah anak panah. Pesan itu berbunyi, “Aku sayang Mama”, dan dilingkari dengan sebuah hati.

Akhirnya kertas dinding itu berada di sana seperti yang ia temukan. Ia memasang sebuah kerangka lukisan kosong untuk melingkari pesan yang penuh kasih sayang itu.

Sebuah peringatan untuk ibu itu, bahkan untuk kita semua, ambilah waktu secukupnya untuk membaca dengan seksama tulisan tangan di dinding.

God’s Little Acre

Thriving Every Day

Today's Scripture

"...I came that they may have and enjoy life, and have it in abundance, to the full, till it overflows" (John 10:10 AMP).

Today's Word from Joel and Victoria

God doesn't want you to live with a "barely-get-by" attitude. He has new seasons of increase in front of you. He wants you to thrive, to live an abundant, overflowing life. Sometimes when things seem difficult, it's easy to slip into a "survival mode." When times get tough, it's tempting to just hunker down and settle where you are. If you're not careful, you'll develop a survival mentality that will keep you from growing and releasing your faith. You'll be happy just to "break even." But as God's children, we're not supposed to just break even; we're supposed to break through to a new level! We're supposed to believe for more of God's favor, increase, and promotion no matter what is happening in the world around us. Make up your mind today that no matter how difficult things seem, you are going to thrive every day! Take hold of God's promises and declare that you are rising higher. As you continue to expect His favor and increase, you'll see His hand of blessing in your life, and you will thrive and live in victory all the days of your life.

A Prayer for Today

Father in heaven, thank You for giving me life. I choose today to agree with Your Word which says I can thrive and enjoy my life to the full. Help me see Your hand at work more and more each day. I bless You and give You praise. In Jesus' Name. Amen.

Joel Osteen Ministries

Pola Asuh

Nats : Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya (Galatia 6:7)

Bacaan : Amsal 29:15-17

Tak ada peristiwa yang "kebetulan". Setiap kejadian pasti ada alasannya. Dalam Alkitab, Yakub dikenal sebagai penipu. Bayangkan, Esau-kakaknya yang sedang lapar-ditodong hak kesulungannya, diganti hanya dengan semangkuk kacang merah! Ia juga menipu ayahnya yang sudah renta dan rabun dengan berpura-pura menjadi Esau, demi mendapat berkat kesulungan (Kejadian 25, 27). Setelah menikah pun Yakub mengelabui Laban, mertuanya, hingga mendapat banyak kambing domba (Kejadian 30).

Mengapa Yakub penuh tipu daya? Sebab ia dibesarkan dalam keluarga di mana sang ayah lebih sayang kepada Esau, sedang si ibu lebih menyayanginya. Ibunya pula yang mengajari Yakub membohongi ayahnya. Selanjutnya, Yakub mengadopsi pola asuh yang dialaminya sebagai model untuk mengasuh anak-anaknya. Ia lebih menyayangi Yusuf dan Benyamin, anak-anak yang lahir dari Rahel, ketimbang sepuluh anak dari ketiga istrinya yang lain. Akibatnya, saudara-saudara Yusuf menaruh dendam terhadap Yusuf dan membohongi Yakub dengan berkata bahwa Yusuf diterkam binatang buas, padahal mereka menjualnya sebagai budak.

Bagi Anda yang sudah menjadi orangtua, camkan firman Tuhan hari ini: "Jangan sesat! ... apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya" (Galatia 6:7). Hukum ini tak terelakkan, kecuali kita bertobat dan percaya kepada Kristus, sebab di dalam Dia kita menjadi ciptaan baru. Bangun dan didiklah anak-anak Anda dalam suasana pertobatan setiap hari; agar kejujuran, ketulusan, dan penerimaan seorang akan yang lain menjadi pola asuh dalam kehidupan keluarga Anda -SST

KEBOHONGAN MELAHIRKAN KEBOHONGAN
PERTOBATAN MELAHIRKAN KEJUJURAN


SABDA.org

19 July 2008

Nice Cartoon

Beban Dosa Asal

Nats : Jadi, jika aku melakukan apa yang tidak aku kehendaki, maka bukan lagi aku yang melakukannya, tetapi dosa yang tinggal di dalam aku (Roma 7:20)

Bacaan : Roma 7:14-25

Sebuah penelitian menunjukkan, anak-anak muda di Jepang memiliki kondisi psikologis mudah merasa bersalah, kerap meminta maaf, dan mudah menyesal karena hal-hal sepele. Semuanya ini bermula ketika rakyat Jepang merasa sangat bersalah karena bangsanya dianggap sebagai pencetus tragedi kemanusiaan dalam Perang Dunia II. Sejak saat itu, beban "dosa asal" tersebut disosialisasikan ke dalam setiap tingkatan masyarakat. Dari usia yang sangat muda, orang Jepang sudah dikenalkan pada budaya trauma itu, salah satunya dengan sikap meminta maaf sambil membungkukkan punggungnya dalam-dalam. "Dosa turunan" ini terus diwariskan sampai banyak generasi berikutnya tanpa ada penyelesaian yang melegakan.

Serupa dengan dosa asal di atas, setiap anak lahir ke dunia tanpa dapat menolak dosa asal Adam yang pertama melekat pada dirinya (Roma 5:15). Tanggungan dosa itu mengikat si anak sehingga sekalipun ia ingin melakukan yang baik, ternyata yang buruklah yang ia perbuat (7:19). Kecenderungan untuk berbuat dosa ini bisa membelenggu si anak hingga akhir hayatnya; dan menjadi masalah yang tak terselesaikan, jika tak ada orang yang membawanya kepada Kristus yang sanggup menyelamatkan jiwanya (ayat 24,25).

Kita mungkin menurunkan dosa asal kepada anak-anak, tetapi Yesus telah mengulurkan tangan-Nya yang berlubang paku untuk mematahkan belenggu dosa itu. Dialah satu-satunya Pribadi yang dapat memberi kelepasan kekal. Bersegeralah membawa anak-anak kita kepada Kristus! -AW

SETIAP ANAK MEMANG DILAHIRKAN DENGAN DOSA ASAL
NAMUN SETIAP ANAK JUGA BERHAK MENDAPAT KELEPASAN KEKAL

SABDA.org

Declare Your Freedom

Today's Scripture

"You have been set free from sin..." (Romans 6:18).

Today's Word from Joel and Victoria

Today we celebrate Independence Day in America. July 4, 1776 was the day America declared independence from Britain, but the battle for freedom went on until 1783—seven years later. Even though they declared their freedom in 1776, they had to stand and fight for many years before the British would accept and recognize the United States of America. In the same way, we have to be determined to stand against the opposing forces in our lives. We have to declare our freedom from addiction, poverty, sickness and lack. We have to stand and fight until we fully experience that freedom and peace that God has promised. I love what the early colonists did once they signed the Declaration of Independence. They read it out loud in public. They published it in the newspaper. They spread the word. They continued to declare and celebrate even though they were in the midst of the battle. Whatever battle you may be facing today, declare that you are free. Declare that you are an overcomer. Celebrate the victory that is on its way! As you stand strong and declare your freedom, you will experience His victory and you will live in true freedom all the days of your life!

A Prayer for Today

Heavenly Father, thank You for setting me free in every area of my life. I declare today that nothing can hold me back. I declare that I am free from sickness, poverty, lack and addiction. I declare that You have set me free and thank You for freedom in every area of my life. In Jesus' name, Amen.


Joel Osteen Ministries