Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

14 July 2008

Jangan Diperdaya Iblis

Pernahkah anda menerima e-mail yang berkata seperti ini : "Jika anda menghapus email ini setelah membacanya? Anda akan sial selama setahun". Atau email yang berkata seperti ini :

Jika anda mengirim e-mail ini ke :
1 orang~ permohonanmu akan terjadi dalam waktu setahun
3 orang~ permohonanmu akan terjadi dalam waktu 6 bulan
5 orang~ permohonanmu akan terjadi dalam 3 bulan
15 orang~ permohonanmu akan terjadi dalam 1 har, dst.

"Tetapi jika anda tidak mengirim e-mail ini, anda akan mendapatkan masalah segera."


Hati-hati...!!

Kalimat-kalimat seperti itu dapat menjadi kutuk bagi kita kalau kita mempercayainya. E-mail seperti itu berisi intimidasi dengan cara menakut-nakuti.  Kalimat "Jika anda menghapus email ini setelah membacanya? anda akan sial selama setahun" atau "Tetapi jika anda tidak mengirim e-mail ini, anda  akan mendapatkan masalah segera" adalah bentuk intimidasi.

Jangan terpancing dengan intimidasi yang berkata bahwa kita akan sial, sakit, mati, dll kalau kita tidak memforward e-mail seperti itu. Intimidasi dapat memperdaya anda sehingga anda mem-forward e-mail itu karena anda takut. Kita harus menyadari bahwa Tuhan tidak mengintimidasi dan tidak menakut-nakuti manusia melainkan iblislah yang melakukan seperti itu.

Mungkin orang berkata : "Tetapi e-mail seperti ini kan banyak yang membawa pesan-pesan rohani, berisi gambar Yesus atau Salib atau Maria , bahkan ada yang berisi ayat-ayat alkitab."

Saya jawab : Ya..tetapi jangan lupa ada serigala yang berbulu domba. Kalau ada e-mail yang membawa-bawa nama Tuhan tetapi pada akhirnya MENG-INTIMIDASI/MENAKUT-NAKUTI dan MEMAKSA kita untuk memforward, itulah pekerjaan serigala berbulu domba.

Selain itu, email seperti ini dapat membawa anda pada suatu pemahaman bahwa Allah itu jahat, karena memberi kutuk dengan sakit, mati, dan kesialan lainnya hanya karena tidak memforwad e-mail. Padahal Allah itu adalah Allah yang sangat baik, penolong dan penyelamat.

Tahukah anda bahwa impian dan permohonan anda terjadi adalah karena anugerah Allah, jika anda memintanya dengan IMAN? Yesus selalu mengasihi kita dan perduli kepada kita. Berkat-Nya kepada  kita tidak tergantung pada seberapa banyak email seperti itu kita kirim/forward. Percaya kepada-Nya, dan kita akan diberkati.

Ok, ini yang saya harap (bukan harus) anda lakukan. Sebarkan ini kepada teman-teman anda! Kapan saja terserah anda. Beritahu mereka bahwa keselamatan dan segala kebaikan yang mereka terima dari Tuhan adalah karena ANUGERAH Tuhan oleh iman mereka bukan karena usaha mereka apalagi karena memforward e-mail. Beritahu mereka bahwa Yesus sangat mengasihi mereka dan tidak akan mengutuk mereka dengan sakit penyakit, kesialan atau kematian karena tidak memforward email seperti yang dimaksudkan diatas.

Di dalam Yesus, kita orang merdeka. Jangan mau dikenakan kuk perhambaan dan penghukuman (Roma 8:2 & 2 Kor 3:17). Dia mengasihi kita selamanya.

God Bless You.

ANGELS

Two traveling angels stopped to spend the night in the home of a wealthy family. The family was rude and refused to let the angels stay in the mansion's guest room. Instead the angels were given a space in the cold basement.

As they made their bed on the hard floor, the older angel saw a hole in the wall and repaired it. When the younger angel asked why, the older angel replied, "Things aren't always what they seem".

The next night the pair came to rest at the house of a very poor, but very hospitable farmer and his wife. After sharing what little food they had the couple let the angels sleep in their bed where they could have a good night's rest. When the sun came up the next morning the angels found the farmer and his wife in tears. Their only cow, whose milk had been their sole income, lay dead in the field.

The younger angel was infuriated and asked the older angel, "How could you have let this happen!? The first man had everything, yet you helped him," she accused.

"The second family had little but was willing to share everything, and you let their cow die."

"Things aren't always what they seem," the older angel replied. "When we stayed in the basement of the mansion, I noticed there was gold stored in that hole in the wall. Since the owner was so obsessed with greed and unwilling to share his good fortune, I sealed the wall so he wouldn't find it. Then last night as we slept in the farmers bed, the angel of death came for his wife. I gave her the cow instead. Things aren't always what they seem."

Sometimes this is exactly what happens when things don't turn out the way they should. If you have faith, you just need to trust that every outcome is always to your advantage. You might not know it until some time later.

Author Unknown

Sok Tahu

Nats : Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri (Amsal 3:5)

Bacaan : Amsal 3:1-8

Siang itu, saya dan seorang teman berencana naik TransJakarta dari halte Senen. Di sana kami melihat dua koridor; yang satu ramai, yang lainnya sepi. Tanpa bertanya, kami memutuskan untuk antre di koridor kedua, karena kami pikir tak ada bedanya. Belasan menit sudah berlalu dan beberapa TransJakarta sudah lewat di koridor yang satu, namun tak ada satu pun yang berhenti di koridor tempat kami menunggu! Setelah bertanya kepada petugas, kami baru sadar telah menunggu di koridor yang salah. Menabur sikap sok tahu, akhirnya menuai salah jalan.

Penulis Amsal menasihati kita untuk tidak memercayai pengertian sendiri, alias sok tahu. Sebaliknya, memercayai Tuhan dengan segenap hati (ayat 5). Namun, kadang kesombongan menghalangi kita melakukan hal ini. Kita merasa tahu banyak hal. Kita mengandalkan diri sendiri. Padahal kita ini begitu terbatas, masa depan di lima detik mendatang saja tidak kita ketahui. Kita takkan pernah lebih tahu apa yang akan terjadi di hidup kita dibanding Dia yang Mahatahu.

Tuhan ingin kita memercayai dan mengandalkan Dia sepenuh hati, agar Dia dapat menjaga dan melindungi kita. Kita dapat melakukannya melalui dua cara sederhana. Pertama, memulai hari bersama Dia dan memohon pimpinan-Nya melalui waktu teduh. Kedua, senantiasa memelihara komunikasi dengan-Nya melalui doa-doa singkat, "Tuhan, tolong saya," "Tuhan, pimpin saya," "Tuhan, saya mengasihi-Mu," dan sebagainya. Doa-doa singkat seperti ini akan menolong kita untuk menyadari kehadiran dan pimpinan-Nya setiap saat. Maukah kita sungguh-sungguh berserah dan mengandalkan Tuhan hari ini? -GS

SEMAKIN BANYAK YANG HARUS KITA KERJAKAN
SEMAKIN BANYAK KITA MEMBUTUHKAN TUHAN

SABDA.org

What's Your Destiny?

Today's Scripture

"For you created my inmost being; you knit me together in my mother's womb." (Psalm 139:13)

Today's Word from Joel and Victoria

You are a person of destiny! God chose you to be here before the foundation of the world. God knew you before you were ever formed in your mother's womb. God made you with a purpose and you are a vital part of His divine plan!

You may not even realize it right now, but you have God-given dreams and desires inside of you. The dream starts as a little flame and throughout life, you have to constantly add fuel to the fire to help it grow. As you continue to fellowship with Him and with fellow believers in your church home or small group study, God will reveal Himself to you in ways you never thought possible. He will reveal the dreams in your heart, and bring them to pass!

A Prayer for Today

God I know that I am special and that You were there the day I was created. I pray that I begin to feel a true sense of purpose; please reveal to me Your wonderful plan for my life! Thank you for believing in me. In Jesus' name - Amen.


Joel Osteen Ministries

13 July 2008

Berani Menjadi Daniel

Nats : Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya (Daniel 1:8)

Bacaan : Daniel 6:1-10

Teladan dari orang-orang seperti Daniel dalam Alkitab memberikan peneguhan dan menunjukkan bagaimana seharusnya kita hidup. Di masa sekarang ini, kita masih membutuhkan orang-orang seperti Daniel, yaitu pria dan wanita yang memiliki keyakinan dan keberanian untuk mempertahankan semua itu, bahkan jika itu harus melibatkan pengorbanan atau ketidakpopuleran.

Ayah saya, Dr. M.R. De Haan, adalah orang semacam itu. Oh, ia tidak sempurna. Ia seorang manusia biasa. Ia pernah melakukan kesalahan. Sebagian orang bahkan menganggapnya keras kepala. Namun sesungguhnya, ia sudah seperti tokoh dalam Alkitab. Ia adalah orang yang memiliki keyakinan teguh. Dan ia seorang pemberani.

Ayah saya berpulang kepada Bapa tanggal 13 Desember 1965. Namun, saya masih ingat satu perkataannya, yang seolah-olah baru kemarin diucapkan. Sambil meninju meja, untuk menegaskan pernyataannya, ia berkata, "Richard, saya tidak peduli jika seluruh dunia berbeda dengan saya. Saya harus melakukan yang benar. Saya harus bertindak sesuai keyakinan saya!"

Tentu saja kita perlu berhati-hati untuk memastikan bahwa keyakinan kita memiliki landasan yang benar. Namun, sekali kita yakin akan hal itu, kita harus seperti Daniel yang tidak hanya memiliki keyakinan, tetapi juga keberanian untuk mempertahankannya (Daniel 1:8).

Hari ini, jika Anda dicobai untuk mengompromikan prinsip-prinsip Anda, jangan menyerah. Beranilah menjadi seorang Daniel! -- Richard De Haan

ANDA TIDAK AKAN TERJERUMUS KE DALAM KESALAHAN
JIKA ANDA MEMPERTAHANKAN YANG BENAR


SABDA.org

Humor : Doa Yang Lain

Setelah mendengarkan anaknya yang masih kecil berdoa, Si ibu dengan hati-hati menegur anaknya dan berkata bahwa ia tidak boleh berdoa seperti itu. Tapi anak itu mengeluh, "Tapi Mami, Aku yakin Tuhan pasti bosan mendengar doa yang itu-itu aja setiap malam. Siapa tahu Tuhan pengin dengar yang lain, makanya aku ceritakan tentang Petualangan si Kancil."

12 July 2008

Tukang Ledeng

Suatu hari bos Mercedez Benz mempunyai masalah dengan kran air dirumahnya. Kran itu selalu bocor hingga dia khawatir anaknya terpeleset jatuh. Atas rekomendasi seorang temannya, Mr. Benz menelpon seorang tukang ledeng untuk memperbaiki kran miliknya. Perjanjian perbaikan ditentukan 2 hari kemudian karena si tukang ledeng rupanya cukup sibuk. Si tukang ledeng sama sekali tidak tahu bahwa si penelpon adalah bos pemilik perusahaan mobil terbesar di Jerman.

Satu hari setelah ditelpon Mr.Benz, pak tukang ledeng menghubungi mr.Benz untuk menyampaikan terima kasih karena sudah bersedia menunggu satu hari lagi. Bos Mercy-pun kagum atas pelayanan dan cara berbicara pak tukang ledeng. Pada hari yang telah disepakati, si tukang ledeng datang ke rumah Mr.Benz untuk memperbaiki kran yang bocor. Setelah kutak sana kutak sini, kranpun selesai diperbaiki dan pak tukang ledeng pulang setelah menerima pembayaran atas jasanya. Sekitar 2 minggu setelah hari itu, si tukang ledeng menghubungi Mr.Benz untuk menanyakan apakah kran yang diperbaiki sudah benar-benar beres atau masih timbul masalah?

Mr.Benz berpikir pasti orang ini orang hebat walaupun cuma tukang ledeng. Mr. Benz menjawab di telepon bahwa kran dirumahnya sudah benar-benar beres dan mengucapkan terima kasih atas pelayanan pak tukang ledeng. Tahukah anda bahwa beberapa bulan kemudian mr. Benz merekrut si tukang ledeng untuk bekerja di perusahaannya? Ya , namanya Christopher L. Jr. Saat ini beliau adalah General manager Customer Satisfaction and Public Relation di Mercedez Benz! Jangan lupa dan aplikasikan dalam tingkah laku sehari hari :

1. Masukkan hanya informasi dan nasehat bergizi untuk otak kita. Jangan pernah memberinya sampah.

2. Jangan sampai rasa takut mengalahkan kita. Hadapi dia face to face !

3. Tersenyumlah dengan tulus hingga gigi kita terlihat dan Jadilah orang yang menyenangkan.

4. Selalu tambahkan keju dan pelayanan terbaik walaupun itu tidak diminta

Call on God for advice

Today's Scripture

"For the Lord gives wisdom, and from his mouth come knowledge and understanding. (Proverbs 2:6)

Today's Word from Joel and Victoria

The Lord grants wisdom. He gives good sense to the godly. He shows how to distinguish right from wrong and how to make the right decision every time.

Friend, you can make the right decision in life, every single time, when you listen to the wisdom of God and make the choice to obey it. One definition of the word "wisdom" is simply "common sense." I believe many of the challenges we face in life can be turned around by using the common sense God has given us.

If you are facing a challenge today–perhaps in your business, in your home, in your finances or relationships, ask the Lord for His wisdom. Ask Him to show you if there is anything that you may be doing to cause the problem, or should be doing to resolve it. When He reveals the answer to your heart, be quick to act on it and you will experience the victory!

A Prayer for Today

God, I confess that I often turn to friends, talk shows, and books for help before I think to seek divine intervention. Please help me to ascertain the answers I am looking for right now. Grant me the wisdom and the understanding to tackle what I am facing today. In Jesus' name – Amen.


Joel Osteen Ministries

Semangkuk Bubur

Berasnya adalah beras ketan, kualinya adalah kuali tanah liat, apinya berasal dari batu bara. Tiap hari subuh jam 4.30, pria ini menyulut api. Dalam kuali diisi air, untuk merendam beras yang telah dicuci.

Menunggu air mendidih, beras dimasukkan. Menggunakan api besar memasak selama 10 menit. Setelah itu dirubah menjadi api kecil untuk direbus. Pria itu di pinggir kompor sedang membungkuk, menggunakan gayung mengaduk-aduk dengan perlahan-lahan. Setengah jam kemudian, pria tersebut dengan satu tangan membawa semangkuk bubur putih panas yang masih mengepulkan asapnya, tangan yang lain membawa sepiring sayur asin yang telah disiram dengan minyak wijen. Masuk ke dalam kamar tidur, memanggil istrinya untuk bangun.

Wanita itu membalikkan badan, mulutnya menggumamkan sesuatu dan tidur lagi. Pria itu mendengarkan suara dengkur istrinya yang sedang lelap. Dia tidak tega untuk memanggil lagi. Duduk dipinggir ranjang, mengawasi arloji dan melihat ke wajah istrinya, lalu melihat lagi ke arloji. Wanita itu mendadak meloncat keluar dari ranjang. Melihat arloji, tergesa-gesa mengenakan pakaian dan turun dari ranjang, sambil berkata, "Sudah terlambat, mengapa tidak membangunkan saya?"

Suaminya menyajikan bubur putih dan sayur asinnya sambil berkata, "Jangan cemas, masih ada waktu, makanlah buburnya dulu". Buburnya adalah bubur putih polos, tanpa ada tambahan daging ayam atau pun telur ayam. Bubur semacam ini, menjadi sarapan pagi istrinya selama 5 tahun. Ketika pria dan wanita ini menikah, tidak ada uang untuk pesta perkawinan, kedua insan ini hanya meletakkan tikar mereka masing-masing menjadi satu. Beginilah sudah jadi sekeluarga. Pada saat malam pengantin, pria ini membawakan semangkuk bubur polos. Buburnya putih bersih, di bawah sinar lampu memancarkan cahaya yang berkilau. Pria itu berkata, "Lambungmu tidak baik, banyak makan bubur dapat menjaga maag".

Dimakanlah bubur itu oleh istri-nya. Aroma sedap khas bubur, tidak hanya membuat lambungnya hangat, namun juga hatinya.  Mereka sama-sama bekerja di satu pabrik. Si wanita sepanjang tahun bekerja di pagi hari, yang pria sepanjang tahun bekerja pada malam hari. Setiap jam empat subuh sang suami pulang dari kerja. Sedang istrinya masuk jam setengah enam pagi. Waktu mereka untuk bersama pendek sekali hanya sekitar 1,5 jam. Pulang dari kerja, hal pertama yang dikerjakan oleh si pria adalah menyulut api, mengisi kuali. Pria ini hanya bisa memasak bubur polos. Namun semangkuk bubur polos ini, ternyata telah memberi gizi kepada si wanita hingga air mukanya merah, cantik bagaikan bunga.

Suatu hari, pabrik mengalami kerugian dan si pria terkena PHK. Akan tetapi bagi mereka kehidupan ini masih harus dilanjutkan. Pria ini mengeluarkan uang tabungannya yang sangat sedikit sedangkan istrinya menjual cincin emas warisan ibunya. Mengumpulkan uang membuka satu toko kelontong. Satu mangkuk, satu buah sapu, satu teko air. Keuntungannya tidaklah banyak. Tetapi si pria ini mengerjakan dengan sepenuh hati. Setelah si wanita pulang dari kantor, juga membantu mengurusi toko. Ketika tidak ada pembeli, pria dan wanita ini duduk diantara setumpuk mangkuk, kuali, gayung serta ember, dengan bahagia mereka berandai-andai tentang masa depan. Si pria berkata, "Setelah ada duit, toko cabang akan saya buka dimana-mana".

Istrinya menyahut, "Waktu itu saya juga tidak perlu kerja lagi, setiap hari di rumah membuat beraneka ragam makanan untukmu". Pria itu berkata, "Mana perlu dirimu memasak, ingin makan apa, kita langsung pergi ke restoran saja". Dengan manja istrinya bilang, "Tidak, saya selalu ingin makan masakan bubur polosmu". Pria ini langsung merangkul pundak si wanita, matanya agak membasah. Pria ini masih saja setiap hari bangun dari tidur tepat pukul 4.30 subuh, menyulut api memasak bubur. Sambil memasak, memikirkan dalam toko sedang kekurangan barang apa. Kadang kala konsentrasinya terpecah. Buburnya hangus di dasar kuali, kadang pula jika ia terlalu lelah dan mengantuk, buburnya meluber keluar dari kuali. Suatu hari istrinya bangun pagi hari. Bubur di atas kompor sedang mendidih mengeluarkan buih ombak. Sedangkan suaminya tidur terlelap dengan kepala di topangkan di atas lutut. Dengan perlahan dan hati-hati si istri memeluk kepala suaminya, hatinya merasa sakit bagaikan ditarik-tarik.

Sejak saat itu, wanita ini menolak dengan tegas jika suaminya ingin memasakkan bubur untuk dirinya. Karena ia melihat si suami sungguh terlalu lelah. Perdagangan si pria kian hari kian lancar, sampai tahun ke tujuh, supermarket cabangnya sungguh telah buka dimana-mana. Si wanita sudah mengundurkan diri dari pekerjaannya dan menjadi ibu rumah tangga sepenuhnya. Mereka telah membeli sebuah rumah besar, dapurnya dilengkapi dengan sangat indah dan unik, yang kurang hanya bau asap api. Karena waktu untuk pulang makan si pria ini, semakin lama semakin sedikit. Dia selalu sibuk, terlalu banyak jamuan makan malam, kadang dalam satu malam ia harus menghadiri empat jamuan makan malam. Mula-mula wanita ini menggerutu, tapi si pria bilang, "Bukankah semua ini demi keluarga? Bukankah semua ini agar kamu bisa hidup lebih nyaman?". Akhir-nya si wanita capai sendiri, lambat laun juga sudah terbiasa. Wanita ini sudah sangat lama sekali tidak pernah makan bubur polos.

Suatu hari, mendadak pria ini diberitahu agar menghadiri pemakaman dari seorang temannya. Dia heran, mengapa beberapa hari lalu temannya ini masih baik-baik saja, hari ini orangnya telah tiada? Di dalam rumah duka, dia melihat istri temannya ini. Yang dulunya sangat cantik dan anggun, dalam semalam menjadi pucat, lesu dan tua. Dia menangis tersedu-sedu. Dalam mulutnya menggumamkan kata-kata, "Siapa yang akan mengantarku kerja dan menjemputku pulang kerja? Siapa yang akan menalikan sepatu untukku?". Si pria itu merasa sesak nafasnya, terpikirkan akan istrinya. Sekilas terkenang kebiasaannya dulu di pagi hari, memasakkan bubur untuk istrinya, terpikir juga olehnya ketika istrinya menerima semangkuk bubur polos itu, matanya memancarkan sinar kebahagiaan dan kepuasan. Si pria ini bergegas pulang ke rumah. Membuka pintu, melihat istrinya yang sedang meringkuk tidur di atas sofa. Televisi masih menyala, home theater juga masih menyala. Di atas meja ruang tamu berserakan penuh dengan berbagai jenis majalah mode. Pria ini berlutut di depan sofa, tangannya dengan perlahan membelai rambut wanita ini. Air muka wanita ini suram, di dalam kerutan-kerutan halus, wajahnya telah tertulis penuh kehampaan. Dia mengambil selimut untuk menyelimuti wanita ini. Mendadak wanita ini terjaga dari tidurnya. Melihat si pria, wanita ini mengusap-usap matanya. Setelah memastikan itu adalah suaminya, raut wajahnya segera memerah. Wanita ini bergegas untuk berdiri. "Kamu mungkin belum makan, akan saya buatkan.."

Si pria tiba-tiba memeluknya dari belakang, "Tidak, biarkan saya yang memasakkanmu bubur polos". Hampir setengah hari wanita ini tidak mengeluarkan sepatah kata. Ada tetesan air mata hangat, yang menetes di tangan suaminya. Hari itu, si pria sambil memasak bubur dia berpikir, "Sebenarnya beraneka macam variasi produk bubur, tidak bisa meninggalkan bubur polos sebagai dasarnya. Dan segala kebahagiaan yang ada hanyalah di dasari oleh bubur polos, selain itu hanyalah sebagai penyedap."

Weekend Scripture 5/7/2008

"Berpeganglah pada perintahku, dan engkau akan hidup; simpanlah ajaranku seperti biji matamu. Tambatkanlah semuanya itu pada jarimu, dan tulislah itu pada loh hatimu." (Amsal 7:2-3)

Kekhawatiran

Nats : Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau (Ibrani 13:5)

Bacaan : Mazmur 91:9-16

Saya tahu bahwa tidak seharusnya saya cemas, tetapi saya agak mengkhawatirkan sesuatu saat ini. Mungkin ini karena adanya situasi baru dalam keluarga kami. Bila melihat sekeliling, saya merasa agak gelisah. Ketahuilah, istri saya dan saya baru-baru ini mengetahui bahwa kami akan menjadi kakek dan nenek. Hal ini membuat saya berpikir tentang dunia tempat cucu kami dibesarkan nanti.

Tahun 2024 kelak, cucu kami itu akan lulus sekolah menengah. Mungkinkah biaya sekolah di perguruan tinggi akan sebesar Rp900.000.000,00 per tahun saat itu? Jika minyak masih ada, mungkinkah harga bensin jadi Rp58.500,00 per liter? Mungkinkah moral dan etika sudah ketinggalan zaman? Dan, apa gereja masih berpengaruh?

Masa depan bisa menjadi sesuatu yang menakutkan. Sesuatu yang belum diketahui dapat mencekam, terutama ketika hal yang diketahui saat ini diliputi begitu banyak perjuangan. Itulah sebabnya, kita harus memercayai janji Allah.

Apa pun situasi yang akan dihadapi cucu-cucu kita, mereka dapat bergantung pada janji pertolongan Allah -- tak peduli persoalan apa yang akan meliputi dunia ini. Allah berfirman, "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau" (Ibrani 13:5). Yesus berkata, "Aku menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman" (Matius 28:20).

Janji-janji agung itulah yang dapat kita andalkan tatkala kita mulai merasa khawatir, entah tentang masa depan kita sendiri atau masa depan generasi selanjutnya --JDB

Cemas akan urusan dan masalah masa depan hanya akan mendatangkan derita dan sengsara; Tuhan meminta kita tidak cemas dan tertekan, hari esok kita ada dalam tangan-Nya. --Sper

KITA MUNGKIN TAK TAHU APA YANG AKAN TERJADI DI MASA DEPAN
NAMUN KITA DAPAT MEMERCAYAI DIA YANG MENGENDALIKAN MASA DEPAN


SABDA.org