Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

03 June 2008

Seek Him

Today's Scripture

Seek Me and live” (Amos 5:4).

Today's Word from Joel and Victoria

The Bible tells us that Jesus came to give us abundant life. Not only did He come to give you life in eternity, but He desires that you experience abundant life here on earth. He wants your relationships to be vibrant and alive. He wants your dreams to be alive. He wants your body, heart, and mind to be alive and full of vitality. God is the source of all life and when you seek Him, you will find Him, and the result will be everlasting life. Are there areas in your life that need to be resurrected? Are there dreams that you’ve put on the back burner that you need to revive again? Do you need hope or faith for something today? Seek God and allow Him to breathe His life into you. Seek Him with your dreams; seek Him with your plans. Seek Him in all things, and you will find His abundant life, and everything you set your hand to will prosper in Jesus’ Name.

A Prayer for Today

Heavenly Father, thank You for sending Your Son Jesus so that I can have abundant life, both now and in eternity. I humbly come before You, giving You all that I am and ask for Your hand of blessing and guidance in everything I do. In Jesus’ Name. Amen.


Joel Osteen Ministries

God Warrior’s

Bahan Renungan : I Tawarikh 10:10–14

Renungan :
Ketika Daud berada di daerah Pas-Damim, ia bersama para pahlawannya, para pahlawannya pergi berperang melawan orang Filistin yang siap berperang sedangkan pasukan yang lainnya mengundurkan diri. Hanya ada tiga orang yang maju berperang melawan orang Filistin untuk mempertahankan ladang itu. Tuhan memberikan kemenangan yang besar atas mereka.

Demikian juga dengan kita, saat ini Tuhan sedang menempatkan kita di kota-kota yang ada di Indonesia, Tuhan membutuhkan perwira–perwira Allah yang mau berjuang untuk mempertahankan kota. Tuhan inginkan agar rencanaNya jadi atas kota ini. Saat ini kita harus melihat pahlawannya Daud, mereka mau berjuang dan pergi ke daerah musuh untuk mendapatkan air dari perigi Betlehem. Pahlawannya Daud rela pergi menerobos perkemahannya orang Filistin untuk mendapatkan air di perigi Betlehem. Maukah kita mengikuti teladan para pahlawan Daud, kita harus mengikuti apa yang Tuhan mau kita lakukan untuk kota kita.

Saudara–saudara marilah kita berdoa untuk rencana Tuhan atas kota kita bisa terjadi. Maju terus para pahlawan Tuhan, mari kita bekerja sama untuk menjadi agen Tuhan atas kota-kota kita. Persiapkanlah diri kita untuk menyambut Kegerakan Allah di atas Kota. Marilah kita bersyukur kepada Tuhan, bahwa Tuhan pasti menggenapi janjiNya, Ia akan memberikan kemenangan yang besar bagi kita, Tuhan akan mengirimkan kekayaan bangsa–bangsa atas kita sehingga tidak ada kemiskinan lagi diantara kita. Tuhan akan memberikan Yusuf–Yusuf yang akan mengelola kekayaan yang Tuhan berikan agar dapat dikelola dengan baik dan dapat bermanfaat bagi Kerajaan Surga.


Tuhan Allahmu ada diantaramu sebagai Pahlawan yang memberi Kemenangan (Zefanya 3:17). Itulah janji Tuhan untuk anak – anakNya di Indonesia.

Cirebon, 26 Mei 2008

Oleh : Joshua Ivan S

02 June 2008

Jalan Dengan Keong

Tuhan memberiku sebuah tugas, yaitu membawa keong jalan-jalan. Aku tak dapat jalan terlalu cepat, keong sudah berusaha keras merangkak, setiap kali hanya beralih sedemikian sedikit

Aku mendesak, menghardik, memarahinya, keong memandangku dengan pandangan meminta-maaf, serasa berkata, "Aku sudah berusaha dengan segenap tenaga!"

Aku menariknya, menyeret, bahkan menendangnya, keong terluka. Ia mengucurkan keringat, nafas tersengal-sengal, merangkak ke depan. Sungguh aneh, mengapa Tuhan memintaku mengajak seekor keong berjalan-jalan.

Ya Tuhan! Mengapa? Langit sunyi-senyap

Biarkan saja keong merangkak didepan, aku kesal dibelakang.

Pelankan langkah, tenangkan hati....


Oh? Tiba-tiba tercium aroma bunga, ternyata ini adalah sebuah taman bunga. Aku rasakan hembusan sepoi angin, ternyata angin malam demikian lembut. Ada lagi! Aku dengar suara kicau burung, suara dengung cacing. Aku lihat langit penuh bintang cemerlang. Oh? Mengapa dulu tidak rasakan semua ini? Barulah aku teringat, mungkin aku telah salah menduga!

Ternyata Tuhan meminta keong menuntunku jalan-jalan sehingga aku dapat mamahami dan merasakan keindahan taman ini yang tak pernah kualami kalo aku berjalan sendiri dengan cepatnya.

"He/she's here and with me for a reason"

Sangkot Manurung

Setahun yang lalu, saya bertemu dengan pemuda yang namanya Sangkot Manurung, waktu itu ada KKR GBI Bethany, dia memperkenalkan dirinya kepada saya, yang ternyata dia masih pengangguran. Kebetulan sekali ada lowongan di Departement tempat saya bekerja dan saya coba bantu, Puji Tuhan, dia diterima.

Setelah dia bekerja, saya sering mengajaknya ikut kebaktian. Dan saya melihat dia memiliki kerinduan yang dalam untuk mengasihi Tuhan, dia bertobat dan mengalami banyak perubahan dalam sikap dan prilaku. Mungkin karena keterbatasan waktu saya dengan dia, saya tidak bisa maksimal membimbingnya (memuridkan) untuk belajar firman Tuhan. Hanya kalau dia ada masalah selalu datang kepada saya, akhirnya dia berjemaat di Gereja ****.

Pernah suatu kali dia cerita bahwa dia membawa jimat dari Medan, dan diam-diam dia buang jimat tersebut tanpa melalui doa pelepasan, dan menurut dia waktu dibuka ada sesuatu yang masuk dari kain pembungkus jimat tersebut. Memang tidak ada pengaruh langsung dalam kehidupannya waktu itu.

Selanjutnya dia sharing dengan saya tentang perilaku stafnya yang sering menyuruhnya memijat, biasanya sehabis memijat stafnya langsung sholat dan itu membuat badan Sangkot capek dan lemas, setelah saya selidiki ternyata stafnya pelatih ilmu tenaga dalam, jadi menurut orang ada kemungkinan waktu dia memijat, tenaga Sangkot diserap. Saya sudah panggil Stafnya untuk tidak mengulanginya karena jelas sudah menyalahi aturan kerja. Ternyata kejadian ulang ini terulang kembali, yang akhirnya saya tahu dia lakukan dengan terpaksa dan dibawah intimidasi.

Akibatnya dia mengalami depressi berat, dan sudah ada gejala kelainan jiwa. Saya berpikir mungkinkah ada korelasi dari dua kejadian yang dialaminya? Karena setiap kali bicara dia bilang saya diancam dan mau dibunuh oleh Pak Sugeng (nama Stafnya), yang sangat mengherankan dia bicara kasar kepada saya, hanya karena saya tidak bisa mengantarnya ke Sekretariat GBI Bethany Jambi untuk didoakan (Mungkin juga karena tidak ada kenalannya di Sekretariat), kebetulan waktu itu saya sibuk karena banyak pekerjaan. Dan saya sarankan dia pergi sendiri. Ternyata sehari sebelumnya dia sudah konseling dengan salah seorang Worship Leader, dan menurut WL tersebut ada roh maut mau merebutnya.

Saya ambil kesimpulan untuk segera minta dia doa pelepasan, dan tentunya saya tidak bisa lakukan sendiri karena perlu pelayanan khusus untuknya. Dan saya juga telah mengurus surat cutinya agar dia lebih banyak waktu untuk istirahat.

Hanya berselang 1 jam setelah kami bicara pada tanggal 15 November 2001 saya dapat khabar dia bunuh diri dan melompat ke Sungai Batang Hari, tetapi tidak sampai meninggal. Saya percaya karena belum waktunya, Tuhan menolongnya lewat orang-orang yang kebetulan sedang habis mengubur orang yg baru meninggal dekat pinggir sungai. Mereka memanggilnya karena sudah berada ditengah Sungai yang cukup besar, dan entah bagaimana proses penyelamatannya saya kurang tahu persis.

Saya dipanggil Aparat, karena dari pengakuan dia hanya saya yang dapat menolongnya dan mengerti isi hatinya, mungkin juga karena kedekatan saya selama ini, saya pun berangkat menjemputnya. Setelah bertemu kami berpelukan dan menangis, karena saya tidak menduga dia akan seperti itu. Padahal dia saya berangkatkan untuk pergi didoakan, tetapi dalam perjalanan dia melompat dari motor yang ditumpanginya dan melakukan hal yang sangat tidak berkenan dihadapan Tuhan. Saya tahu dia lakukan dengan tidak sadar.

Setelah saya bawa ke Klinik Perusahaan, belum juga ada perubahan yang berarti, akhirnya keluarganya memutuskan untuk membawanya pulang ke Medan. Ternyata setelah dirundingkan dia dibawa ke Gereja tempat dia berjemaat untuk doa pelepasan, dan disana dia dilayani ± 4 hari. Saya pergi mengunjunginya dan tidak pernah ketemu. Saya dapat khabar roh maut yang ada dalam tubuhnya semakin kuat dan nampaknya dia semakin parah, dia berusaha bunuh diri lagi, setelah melarikan diri dari pelayanan Gereja tersebut. Akhirnya atas rujukan perusahaan dia dibawa ke Rumah Sakit Jiwa.

Singkat cerita, pada hari Minggu tanggal 25 November 2001, saya beserta teman sepelayanan disini berkunjung ke RSJ, kami bersehati berdoa dan naikkan pujian penyembahan bagi DIA YESUS, kami minta belas kasihan Tuhan turun atas dia. Sambil tumpang tangan saya minta Urapan Raja (Otoritas) turun, saya suruh salah seorang memeluknya penuh kasih, kami arahkan tangan kami kepada dia, kurang lebih ± 30 menit, kami terus berdoa, kami rasakan hadirat Tuhan sangat kuat diruangan itu dan banyak orang bahkan petugas RSJ datang melihat kami. Roh Kudus yang menuntun saya untuk berdoa dan saya minta Api Roh Kudus membakar setiap roh-roh jahat yang ada dihati, pikiran dan tubuhnya. Sampai saya berdoa seperti ini, "Dengar ini hai iblis, roh maut, roh yang membelenggu anak ini.. dengar.. dengar ini.. dengarrrr.. engkau tidak ada tempat dalam tubuh, hati dan pikiran anak ini, sekarang kami usir engkau didalam nama Yesus, bilur-bilur kasih Yesus yang akan menyembuhkan."

Setelah itu Sangkotnya muntah, hal ini menambah iman percaya kami, terus kami perangi iblis itu. Dan terakhir saya ajak naikkan pujian yang lemah dikuatkan, yang miskin diperkaya, yang sakit disembuhkan. dst. Kami akhiri kunjungan kami dengan penuh sukacita dan kami sarankan juga agar dia tidur.

Waktu kami pulang ternyata dari pihak RSJ keberatan dengan acara kami, mereka bilang mengganggu, tetapi setelah saya jelaskan dan merendahkan diri minta maaf, akhir mereka bisa terima, ini juga karena kebaikan Tuhan melembutkan hati petugas RSJ.

Setelah hari Selasa kemarin, saya ingin sekali membagikan hal ini kepada Saudara/i di milis BOF dan RTM untuk bantu mendoakan, tetapi tidak kesampaian karena kesibukan di Kantor. Setelah saya pulang Kantor, ada keluarga Sangkot menjemput saya, dia tidak cerita apa-apa, dia hanya mengajak saya kerumahnya, sungguh saya tidak menyangka Sangkotnya telah pulih dan Senin kemarin sudah diizinkan pulang dan dapat bekerja seperti biasa. Saya bersorak memuji kebesaran Tuhan Yesus, saya menangis, sebab Tuhan kita sangat ajaib, saya baru melihat muzijat Tuhan yang luar biasa terjadi, tak henti-hentinya saya mengucap syukur atas kesembuhan yang Sangkot alami. Saya khabarkan berita ini kepada teman yang lain, kami penuh sukacita, dan malam tadi ketika kami mau audisi, Sangkot sudah bisa ikut, hanya saya sarankan untuk istirahat dulu.

Saudara/i saya yang saya kasihi dalam Tuhan Yesus, inilah saatnya Tuhan memakai setiap kita untuk melakukan perkara ajaib, saya pribadi belum pernah mendoakan yang seperti ini, kami telah memperkenalkan Kuasa Tuhan Yesus kepada banyak orang di Rumah Sakit Jiwa, kita doakan agar hal tersebut membawa pertobatan bagi mereka yang mendengarnya.

Sekian kesaksian saya, kiranya menjadi berkat buat kita semua. GBU.

Humor : Air Panas

Sampai dengan hari Senin, kakinya belum juga sembuh. Akhirnya dia memutuskan untuk memanggil dokter. Dokter itu berkata supaya dia merendam kakinya dalam air panas. Tapi ternyata kakinya malah bertambah parah.

Pelayannya yang kasihan melihat tuannya kesakitan berkata, "Saya tidak tahu apa-apa mengenai pengobatan, Tuan, aku hanya seorang pelayan, tapi aku selalu berpikir kalau lebih baik kaki Anda direndam dengan air dingin."

Pengusaha itu melakukan apa yang disarankan pelayannya. Dan berhasil! Dia hampir tidak merasakan lagi rasa sakit di kakinya. Pada hari Selasa pengusaha itu memanggil kembali dokternya untuk protes.

"Katakan padaku, Anda ini sebenarnya dokter macam apa sih? Kau menyuruhku untuk merendam kaki di air panas dan hasilnya kakiku tambah parah sakitnya. Tapi begitu pelayanku menyarankan agar kakiku direndam dalam air dingin, kakiku malah sembuh!"

"Oh ya?" tanya si dokter, "Aku tidak mengerti -- pelayanku bilang kalau kaki keseleo itu harus direndam dalam air panas."

GOD Loves You

Pernahkah saat kau duduk santai dan menik mati hari, dalam seketika kau ingin berbuat sesuatu untuk orang yang kau sayangi? Itu adalah TUHAN yang sedang berbicara denganmu melalui roh kudus-Nya.

Pernahkah saat kau sedang sedih, kecewa tetapi tidak ada org yang disekitarmu yang dapat kau curhati? Itu lah saat dimana TUHAN menginginkanmu untuk berbicara pada-Nya.

Pernahkah saat kau memikirkan seseorang yang sudah lama tak kau temui, dan seketika itu juga kau bertemu dengannya atau menerima telp darinya? Itu adalah kuasa TUhan. Tidak ada namanya kebetulan.

Pernahkah kau menerima sesuatu yang tak kau harapkan, yang tak sanggup kau dapatkan, yang kau inginkan? Itu adalah Tuhan yang mengetahui keinginan/suara hatimu.

Pernahkah kau berada dalam situasi yang buntu, tidak tahu cara memperbaikinya, bagaimana luka itu hilang atau sembuh, kau harus sadari bahwa itu adalah saat dimana Tuhan ingin memberikan cobaan untuk mu, sehingga kau memperoleh hari yang lebih cerah.


Marilah berdoa...
Dear God...

Aku tahu bahwa kau memperhatikan ku. Dan aku sangat bersyukur atas berkat-Mu. Apapun yang telah aku doakan, Kau-lah yang mengetahui yang terbaik untukku.

Bersukacitalah sahabat.. He KnOws the best for you.

Sisi Ishak

Nats : Dan [Yesus] berkata: "Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga" (Matius 18:3)

Bacaan : Kejadian 22:1-19

Saat merenungkan pengorbanan Ishak oleh Abraham, tak ayal perhatian kita terfokus pada kebesaran dan kerelaan hati Abraham untuk mempersembahkan anak tunggalnya sebagai wujud ketaatan pada Allah. Sisi Ishak nyaris tak pernah dibicarakan, padahal sisi ini menawarkan pelajaran yang tak kalah berharga.

Ketika itu Ishak sudah cukup besar sehingga Abraham menyuruhnya memikul kayu untuk korban bakaran (ayat 6). Saya membayangkan ia cukup kuat untuk melawan Abraham yang berusia seratus tahun lebih tua darinya. Ketika Abraham hendak mengikatnya, bisa saja ia memberontak dan melarikan diri. Nyatanya, Ishak pasrah (ayat 9). Ia membiarkan dirinya diletakkan di atas mezbah, siap dikorbankan. Ia memercayai kehendak baik ayahnya, dan juga memercayai kehendak baik Allah yang disembah oleh ayahnya. Ia tampaknya mengerti bahwa apa pun yang terjadi pada dirinya, semuanya itu berlangsung demi suatu kebaikan. Di sini Ishak menjadi simbol Kristus yang berserah pada kehendak Bapa-Nya.

Sikap Ishak meneladankan penyerahan diri yang total. Penyerahan diri semacam itu berangkat dari pengertian bahwa Allah itu selalu baik dan tidak mungkin mencelakakan kita. Meskipun kita harus melewati pengorbanan yang menyakitkan, pada akhirnya rencana Allah bagi kehidupan kita senantiasa mendatangkan damai sejahtera. Sosok Ishak mewakili iman seperti seorang anak kecil, yang menandai orang-orang yang akan masuk ke dalam Kerajaan Allah (Matius 18:3).

Sebagai anak-Nya, siapkah kita juga "diikat dan dikorbankan" dengan tetap memercayai hati-Nya? —ARS

KESEDIAAN KITA UNTUK BERKORBAN BAGI ALLAH
MENUNJUKKAN SEDALAM APA IMAN KITA KEPADA-NYA


SABDA.org

31 May 2008

Sambutan Besar

Nats : Siapa yang menang .... Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan, melainkan Aku akan mengaku namanya di hadapan Bapa-Ku dan di hadapan para malaikat-Nya (Wahyu 3:5)

Bacaan : Wahyu 3:1-6

Ketika tsunami menerpa Aceh, seorang siswa SD bernama Martunis sedang asyik bermain sepakbola bersama teman-temannya dengan kostum kebesaran tim sepakbola Portugal. Ia terseret ke laut lepas, namun selama beberapa hari ia bertahan hidup terapung-apung melawan ombak, sengatan matahari, serta dinginnya angin dan air laut. Ia bertahan dengan memungut sisa mi instan dan air kemasan dari hamparan sampah di tengah laut. Beruntung sebuah kapal menyelamatkannya. Dan segera berbagai stasiun televisi dan surat kabar Portugal, Eropa, dan Indonesia, berkali-kali memunculkan wajah dan kisahnya yang menggemparkan dunia sepakbola Eropa.

Martunis diundang ke pertandingan sepakbola antarklub di Spanyol untuk menyemangati kesebelasan Portugal yang dikaguminya. Di sana Martunis dipanggil ke tengah lapangan dan disambut bak pahlawan oleh para pemain sepakbola Portugal kaliber dunia. Semua yang hadir pun berdiri dan bertepuk tangan. Martunis diberi kaos kebesaran kesebelasan Portugal yang baru, dipeluk pelatih dan para pemain, dielu-elukan para penonton, serta dihujani banyak hadiah!

Serupa dengan itu, demikian pula suasana yang kelak akan dialami setiap orang yang menang, yang setia mengikut Kristus sampai akhir hidupnya (ayat 5). Saat sangkakala terakhir berbunyi, Kristus yang bagai pengantin laki-laki diiringi para malaikat yang tak henti memuji nama-Nya, akan datang dalam kemuliaan-Nya untuk menyambut kita. Dan kita akan mengenakan "kostum favorit" surga, yakni jubah putih kesucian dan kesempurnaan surgawi. Anda rindu mengalaminya? Setialah sampai akhir -SST

MENGIKUT KRISTUS TAK SELALU MUDAH
TETAPI ALLAH MENJANJIKAN AKHIR YANG INDAH


SABDA.org

Covenant of Peace

Today's Scripture

And I will make with them a covenant of peace…” (Ezekiel 34:25).

Today's Word from Joel and Victoria

Aren’t you glad we serve a God of peace? No matter what you may be facing in life, God is with you. You don’t ever have to feel anxious, worried, or upset because you have a covenant of peace with Almighty God. God is always faithful to His Word, and you can have confidence that His peace is always available to you. The Bible tells us that God’s peace passes understanding. That means you can have peace when it doesn’t make sense to have peace. When the rest of the world seems to be upset or fretting, you don’t have to be upset. When gas prices go up, you can be at peace knowing that God has promised to supply all your needs according to His riches in glory. When the housing market seems unstable, you can trust that God is your refuge, and He will cause you to dwell in safety. He’ll make a way where there seems to be no way. Begin to thank God for His peace and faithfulness in your life. Declare that the peace of God rules in your heart and mind. As you dwell on God’s promises, your heart will be at rest, and you’ll experience the blessing of His peace all the days of your life.

A Prayer for Today

Heavenly Father, thank You for Your covenant of peace. I receive it by faith today. I choose to keep my heart and mind fixed on You. In Jesus’ Name. Amen.


Joel Osteen Ministries

30 May 2008

Indah Pada WaktuNya

Tiap langkahku diatur oleh Tuhan,dan tangan kasihNya membimbingku
Ditengah badai topan menghanyutkan,'ku kuat sebab Tuhan dekat
Tiap langkahku ku tahu ya Tuhan pimpin,ketempat tinggi ku diangkatnya
hingga sekali nanti aku tiba,dirumah bapa surga yang baka

Mungkin anda sudah sering mendengar lagu ini.Lagu ini yang selalu memotivasi saya untuk dapat tetap kuat berjalan bersama Tuhan.Mengikut Tuhan bukan berarti kita tidak pernah mangalami masalah dan kesulitan.Semua itu pasti akan kita hadapi dan temui dalam kehidupan ini.

Namun,jika kita dapat menghadapinya dengan iman yang teguh kepadaNya apapun halangan yang ada didepan kita dapat kita tempuh diluar dari kesadaran akan kekuatan dan kemampuan kita.Sebagai manusia,kita semua pasti pernah mengalami kekecewaan dalam menjalani hidup.Namun dengan belajar menjalani hidup dengan rendah hati,penuh KASIH dan penuh pengampunan akan membawa kita kepada hidup yang tenang dan damai dan itulah yang sesungguhnya dalam menjalani hidup ini.

Dulu sebelum saya bertemu dengan calon suami saya, saya adalah orang yang sombong dan angkuh ( dan sepertinya benih-benih itu belum semua hilang dari diri saya).Namun dengan penuh kerendahan hatinya,dia selalu mengajarkan saya akan kerendahan hati dalam menjalani hidup.Saya adalah orang yang sangat beruntung karna telah Allah pertemukan dengan calon suami saya.Dengan tidak bosan-bosan selalu mengingatkan saya akan semua itu.

Semua yang terjadi dalam hidup ini adalah rencana Allah dalam setiap pribadi manusia.Jodoh,rezeki,kematian,kehidupan,umur panjang dan yang lainnya sudah Tuhan atur dalam setiap pribadi kita.Namun,satu hal yang pasti jangan pernah tinggalkan Tuhan dalam setiap langkahmu karna DIA TIDAK PERNAH MENINGGALKANMU.

Cinta Marlin

Mazmur 139

Marlin dan Coral, sepasang ikan badut, sedang menanti telur-telur mereka menetas. Mereka asyik membicarakan nama anak-anak mereka nanti. Mereka juga mengenang masa indah pertemuan mereka dulu. Namun, rupanya bahaya mengintai mereka. Seekor barakuda berkelebat dan menerjang sarang mereka! Akibatnya, Marlin kehilangan Coral dan seluruh telur mereka. Seluruhnya? Oh, ternyata masih tertinggal satu butir! Dengan penuh sayang Marlin melindungi telur itu, dan bertekad untuk selalu melindunginya. Nemo, nama ikan dari telur yang tersisa itu, sudah dicintai ayahnya, bahkan sebelum ia menetas.

Cinta Marlin dalam film Finding Nemo mengingatkan kita akan kasih ilahi. Namun kasih-Nya jauh lebih besar! Mari kita perhatikan. Manusia baru bisa menyambut bahagia seorang anak saat mereka tahu ada janin yang hadir dalam kandungan seorang wanita. Namun sungguh luar biasa Allah. Dia telah mencintai kita bahkan sebelum kita hadir di rahim ibu kita (ayat 13)!

Selanjutnya, orang mungkin menyukai kita karena berwajah cantik atau tampan, berdompet tebal, berbakat mengagumkan, berkedudukan tinggi, atau berjasa baik. Dengan kata lain, kita dicintai karena kinerja atau kebaikan kita. Namun, Allah mengasihi kita jauh sebelum kita mampu melakukan sesuatu bagi Dia (ayat 16). Allah bahkan tetap mengasihi sekalipun kita kerap memberontak kepada-Nya, karena Dia telah memutuskan untuk mengasihi kita.

Hari ini, sejak kita bangun di pagi hari, kasih Allah sudah menyambut kita. Mari kita menghambur ke dalam pelukan-Nya dan mengucap syukur