Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

27 March 2008

Tuhan Selalu Mendengar Doa Kita

Tris dan suaminya Jim, tinggal di kota B. Suatu pagi datang kabar dari S, kota asal Tris: Abang Tris telah berpulang.

Terkejut dan sedih oleh berita duka yang begitu mendadak, Tris segera terbang ke S. Karena masih ada masalah pekerjaan yang harus segera diselesaikan, Jim baru akan berangkat malam harinya dengan naik bus.

Sesampai di S, Tris menuju ke gedung tempat jenasah abangnya disemayamkan. Tris sangat berduka karena sudah cukup lama ia tidak berjumpa dengan abangnya itu dan sekarang semuanya sudah usai.

Malam hari itu, bersama dengan kakak dan adiknya, Tris pulang ke rumah Ibu Santo, ibunya. Tris selalu menginap di situ jika datang ke S. Malam itu cuaca mendung. Ketika melewati jalan rusak penuh lubang, adik Tris yang mengemudi memperlambat laju kendaraan. Tiba-tiba dari kegelapan, sesosok bayangan hitam muncul. Dengan belati berkilat ditangan mengancam lewat jendela mobil yang terbuka sebagian. Dengan gerak refleks adik Tris menginjak pedal gas, mobil maju menghentak dan terlonjak-lonjak kabur. Oleh pertolongan Tuhan mereka terlepas dari bahaya.

Tengah malam Tris masih terjaga di tempat tidurnya. Tris cemas mengingat Jim yang sedang dalam perjalanan dengan naik bus malam menuju S. Sesuai jadwal bus akan masuk S pada jam 03.30 dinihari. Untuk pergi ke rumah Bu Santo, Jim harus turun sebelum bus masuk jalan tol dan kemudian melanjutkan perjalanan dengan naik kendaraan lain. Jantung Tris masih berdebar-debar jika ingat peristiwa penodongan yang baru dialaminya. Tris membayangkan Jim sendirian di suatu jalan yang sepi dan gelap, menunggu angkutan di kota yang asing baginya. Bahaya apa yang mengintai Jim di tempat yang seram itu? Tapi Tris ingat Tuhan dan percaya akan perlindungan-Nya.

Tris berlutut dan berdoa. Lama Tris berdoa sampai tak terasa ia jatuh tertidur. Mentari pagi mendapati Jim di depan rumah Bu Santo. Jim tampak lesu. Ia lelah karena perjalanan yang cukup lama. Ia juga cemas kalau-kalau Tris jengkel karena menunggu kedatangannya terlalu lama.

Ragu-ragu Jim mengetuk pintu rumah. Pintu terkuak, Tris muncul menyambut Jim dengan wajah berseri-seri. Jim merasa lega, “Tumben nih dia kok tidak marah, kan aku terlambat lama?” pikirnya.

“Jim sampai siang begini tadi busnya mogok ya.”

“Lho kok tahu, memang bus mogok dua kali, lama-lama lagi. Padahal busnya masih bagus.”

Tris senyum-senyum saja. “Sekarang hampir jam delapan, sampai di S tadi jam berapa?”

“Jam tujuh pagi, terlambat sekitar tiga setengah jam, kamu menunggu lama ya?”

“Aku tahu kok, ndak masalah. Jadinya kamu turun dari bus kan sudah terang dan ramai, jadi lebih aman dong.”

“Emangnya kenapa, apa sekarang tidak aman?”

Tris lalu menceritakan pengalaman semalam, di mana ia dan saudaranya nyaris jadi korban penjahat.

“Kamu tadi kok tahu bahwa busnya mogok?”

“Aku cemas, kalau bus tiba di S tepat waktu, kan hari masih gelap. Jangan-jangan kamu ditodong seperti aku semalam. Aku lalu berdoa mohon pada Tuhan supaya bus yang kamu tumpangi mogok di jalan sehingga sampai di sini sudah pagi hari.”

“Eh ternyata Tuhan mengabulkan permohonanmu, biarpun doamu itu rada-rada konyol ya.”

“Terima kasih pada Tuhan, Ia yang selalu mendengarkan doa anak-anak –Nya biar doa konyol, sekalipun.”

“Ya ternyata Tuhan itu punya rasa humor yang besar ya.”

Markus 11:24,
Karena itu Aku berkata kepadamu : Apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.

Kartika, Semarang

Sejauh Timur Dari Barat

Pernah dengar lagu “Sejauh timur dari barat”?

Sejauh timur dari barat, Engkau membuang dosaku
Tiada Kau ingat lagi pelanggaranku
Jauh kedalam tubir laut, Kau melemparkan dosaku
Tiada Kau perhitungkan kesalahanku

Betapa besar kasih……pengampunanMu Tuhan
Tak Kau pandang hina hati…yang hancur….
Ku berterima kasih…..kepadaMu ya Tuhan
Pengampunan yang Kau beri…..pulihkanku…..

********************************************
Sejauh timur dari barat, demikian dijauhkannya dari pada kita pelanggaran kita. (Mazmur 103:12)

Renungan:
Timur dan Barat tak akan pernah bertemu. Ini adalah sebuah gambaran dari pengampunan Allah - bila Ia mengampuni dosa-dosa kita, Ia menyingkirkannya dan bahkan tidak mengingatnya lagi. Kita tak perlu lagi tenggelam ke dalam masa lalu kita, karena Allah bersedia mengampuni dan melupakan dosa-dosa kita. Manusia cenderung menggali kembali masa lalu yang buruk, tetapi Allah telah menghapus catatan diri kita menjadi bersih. Bila kita mengikut Allah, kita juga harus mencontoh teladan pengampunanan-Nya. Bila kita mengampuni orang lain, kita hendaknya juga melupakan kesalahan orang tersebut. Jika tidak, pada dasarnya kita belum benar-benar dapat mengampuninya.

Many says……..”It is really easy to say……..but really hard to do!”

Ingat nggak bait dalam doa “Bapa Kami”?

**Ampunilah kesalahan kami, seperti kamipun mengampuni yg bersalah kepada kami**

Nah…….jadi kita harus mengampuni dulu, baru kita juga diampuni oleh-Nya.

So……..just give it a try…..
Let’s learn together to forgive and forget……
Good morning……
Good luck…..
and GBU all……

From Dewi Sartika (post in Single Katolik mailing list)

Fearless Living

A woman traveled by plane with her infant daughter. When they landed, they were met in the waiting area by her father, who took the baby while she proceeded to the baggage claim area.

Standing there alone waiting to claim her luggage, she was absent-mindedly holding the baby's pacifier. She noticed a flight attendant staring at her, then at the pacifier in her hand. The flight attendant finally spoke: "Excuse me, Miss. Is this your first flight?"

Fear of flying has kept many people home. One woman reminds me that her terror of riding in airplanes actually has biblical roots. "We should be wary of flying," she asserts. "In the Bible, Jesus says, 'LO...I'll be with you always'"!

Other common fears have kept countless people from enjoying life fully. Some of the greatest fears we share are a fear of becoming incapacitated, a fear of financial ruin, fear of abandonment and fear of death. Fear may be the most powerful enemy of humanity. And it is an enemy all of us are intimately acquainted with.

As James Bell writes, "Fear is an insidious virus. Given a breeding place in our minds...it will eat away our spirit and block the forward path of our endeavors." Or, like someone else said, "Fear is called the little death - it kills in tiny pieces."

I received a letter from a woman who learned an important lesson about fear. She wrote that one of their children had died some months earlier. Then she said this: "My husband and I went to dinner last night, and...I overheard two women talking about a sister who had lost a child. [One of the women] said, 'I can't get over the change in my sister! She, who once was afraid of her own shadow, has become totally fearless! She is so confident - so brave! She says, 'The worst thing has already happened - what more should I be afraid of?'"

"Steve - that woman is so right! My husband and I started a conversation with these two women and I told them that I agreed with the sister who had lost a child.... The one thing every parent dreads (also) happened to us and, with the grace of God, we lived through it. So we can live through anything else."

By surviving their worst fears imaginable, these women have newfound courage. They believe that nothing can ever happen to them that is worse than what they have already endured; there is nothing that they cannot face with courage and strength.

-- Steve Goodier

Your Sun & Shield

Today's Scripture

“For the LORD God is a sun and shield; the LORD bestows favor and honor; no good thing does He withhold from those whose walk is blameless” (Psalm 84:11).

Today's Word from Joel and Victoria

God has a heart to pour out His favor and goodness in your life. He longs to be your sun and shield. What does the sun do for us? It lights our way, it keeps us warm, it nourishes the plants of the earth so that we can have food. The earth is sustained by its relationship to the sun, and God wants to sustain you through your relationship with Him. He wants to be your shield of protection against all the fiery darts of the enemy. He wants to light and direct your path. Are you ready to receive Him as your sun and shield today? Have you been relying on something or someone else to be your protection or give you direction? If you have, decide today to put down whatever you’ve been putting your trust in and choose to lean on your heavenly Father. Open your heart and receive all He has for you. Receive His favor, blessing and protection today. As you do, you’ll see your path shine brighter and brighter, and you’ll move forward in the life of victory the Lord has prepared for you!

A Prayer for Today

Father in heaven, today I open my heart and mind to You. I receive Your blessing and favor and ask that You direct my every step. Show me Your ways that I may walk with You today and always. In Jesus’ Name. Amen.


From : Joel Osteen Ministries

Humor : Gigi

Seorang kakek pergi ke seorang dokter.

"Dok," katanya, "Saya begitu menderita. Saya menderita sakit dada, pusing, pening, asam urat, sembelit, kram perut, sakit telinga, mata perih, radang paru-paru, tangan dan kaki selalu pegal..."

"Pak," kata sang dokter, "Anda mengeluh mengenai banyak penyakit yang Anda punyai..., lalu sakit apa yang tidak Anda punyai?"

Pria itu menjawab, "Gigi!"

26 March 2008

Menghadapi Yang Tidak Percaya

Yoh 20: 24-31 : Tetapi Tomas, seorang dari kedua belas murid itu, yang disebut Didimus, tidak ada bersama-sama mereka, ketika Yesus datang ke situ. Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya: "Kami telah melihat Tuhan!" Tetapi Tomas berkata kepada mereka: "Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya." Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!" Kemudian Ia berkata kepada Tomas: "Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah." Tomas menjawab Dia: "Ya Tuhanku dan Allahku!" Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya." Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab ini, tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya.

Tomas adalah murid yang tidak mudah memercayai kesaksian atau opini orang lain. Tak heran bila ia juga tidak mudah memercayai cerita murid-murid lain bahwa mereka telah melihat Tuhan. Tomas ingin membuktikan sendiri.

Menghadapi sikap Tomas, Tuhan tidak marah. Ia malah berkenan menyatakan diri kepada Tomas. Melihat bahwa Tomas hanya mau percaya kalau membuktikan sendiri, Yesus menawarkan kesempatan pada Tomas untuk melihat dan menyentuh bagian tubuh-Nya yang luka. Betapa besarnya kasih karunia Yesus pada Tomas, seperti kasih seorang ibu yang hanya menginginkan kesembuhan bagi anaknya yang sakit. Tak pelak, pembuktian itu membuat mulut Tomas mengakui kedaulatan Yesus. Yang muncul bukan lagi Tomas yang bergelut dengan keraguan, tetapi Tomas yang bertelut dalam pengakuan bahwa Yesuslah Tuhannya.

Kisah Tomas memperlihatkan pada kita bahwa Yesus memberi perhatian juga pada orang yang kritis dan hanya mau berdiri di atas fakta atau realitas. Ia membuat diri-Nya nyata dengan membiarkan Tomas berhadapan dan bersentuhan dengan Dia. Yesus menunjukkan kasih-Nya melalui cara yang dapat dipahami oleh Tomas. Kisah Tomas memberi pelajaran bagi kita, yang terlibat di dalam pelayanan, untuk menyatakan bahwa kasih Tuhan nyata bagi orang yang kita layani.

Kisah berikut kiranya menjadi inspirasi bagi kita. Seorang hamba Tuhan melayani sebuah kelompok pemahaman Alkitab buat remaja.

Salah seorang remaja yang dia pimpin harus menghadapi perceraian orang tuanya. Kesedihan dan kemarahan yang terpendam di dalam diri si remaja akibat perceraian tersebut, membuat dia ingin menguji kasih Yesus dan kasih hamba Tuhan yang melayani dia. Tantangan ini membuat si hamba Tuhan bertekun dalam doa, meminta Allah menganugerahkan kesabaran Ilahi untuk melayani si remaja. Dua tahun kemudian, si remaja memutuskan untuk menyerahkan hidupnya untuk melayani Tuhan sungguh-sungguh.

Humor : Sudah, sejak bunyi pertama

Sepasang suami istri baru menikah, si suami ingin memberikan surprise pada istrinya. Suatu hari si suami berkata kepada istrinya, "Sayang, kita pergi yuk, tapi mata kamu harus ditutup yah...!"

"Kok harus ditutup sih mas...?", kata istrinya.

"Yah, pokoknya ada sesuatu untukmu....."

Merekapun berangkat dengan menggunakan taxi.
Begitu sampai di tempat yang dituju mereka turun, si suami mengajak istrinya masuk ke rumah baru yang dijadikan sebagai surprise untuk istrinya, tapi si suami masih belum mengijinkan istrinya membuka tutup mata.

Ternyata si istri ingin buang angin, tapi karena masih malu sama
suaminya, si istri pura-pura minta tolong dibikinin minuman "Mas, ambilin saya minum dong...!"

Suaminya kemudian pergi mengembil minuman. Ketika suaminya pergi, si
istri buang angin "tuuuut.."

Pas si suami datang membawa minuman, ternyata si istri masih ingin
buang angin. Akhirnya dia bilang ke suaminya ...

"Mas minumannya kurang manis, tambahin gula lagi yah...."


Si suami pergi lagi untuk menambahkan gula pada minuman istrinya.
Ketika suaminya pergi, si istri kentut lagi "tuuuuuut...."

Kemudian si suami datang lagi untuk memberikan minuman, tapi ternyata
si istri masih ingin buang angin. Akhirnya dengan berberat hati si istri minta ditambahkan gula lagi. Saat si suami pergi, istrinya kembali buang angin "Tuuuuut"

Akhirnya si istri merasa lega karena telah selesai dari keinginan buang anginnya. Ketika si suami tiba dan menyerahkan minuman, si suami membuka tutup mata si istrinya, si istri terkejut karena ternyata di rumah sudah banyak orang dan disampingnya ada mertuanya, sambil malu-malu si istri bertanya pada mertuanya,
"Oh Bapak, sudah lama datang..?"

Kemudian sang mertua menjawab,
"Sudah, sejak bunyi pertama..."

Kesempatan & Pilihan

Ketika kita bertemu orang yang tepat untuk dicintai, ketika kita berada di tempat pada saat yang tepat, itulah kesempatan.

Ketika kita bertemu dengan seseorang yang membuatmu tertarik, itu bukan
pilihan, itu kesempatan. Bertemu dalam suatu peristiwa bukanlah pilihan, itupun adalah kesempatan.

Bila kita memutuskan untuk mencintai orang tersebut, bahkan dengan segala kekurangannya, itu bukan
kesempatan, itu adalah pilihan. Ketika kita memilih bersama dengan seseorang walaupun apapun yang terjadi, itu adalah pilihan.

Bahkan ketika kita menyadari bahwa masih banyak orang lain yang lebih menarik, lebih pandai, lebih kaya daripada pasanganmu dan tetap memilih untuk mencintainya, itulah
pilihan.

Perasaan cinta, simpatik, tertarik, datang bagai kesempatan pada kita. Tetapi cinta sejati yang abadi adalah
pilihan. Pilihan yang kita lakukan.

Berbicara tentang pasangan jiwa, ada suatu kutipan dari film yang mungkin sangat tepat :
"Nasib membawa kita bersama, tetapi tetap bergantung pada kita bagaimana membuat semuanya berhasil". Pasangan jiwa bisa benar-benar ada. Dan bahkan sangat mungkin ada seseorang yang diciptakan hanya untukmu.

Tetapi tetap berpulang padamu Untuk melakukan
pilihan apakah engkau ingin melakukan sesuatu untuk mendapatkannya, atau tidak...

Kita mungkin kebetulan bertemu pasangan jiwa kita, tetapi mencintai dan tetap bersama pasangan jiwa kita, adalah
pilihan yang harus kita lakukan.

Kita ada di dunia bukan untuk mencari seseorang yang sempurna untuk dicintai
TETAPI untuk belajar mencintai orang yang tidak sempurna dengan cara yang sempurna.

Walk Uprightly

Today's Scripture

“For the LORD is righteous, he loves justice; upright men will see His face” (Psalm 11:7).

Today's Word from Joel and Victoria

Our God is a god of justice! He loves truth, and He loves what is right. The Bible promises that if we follow His plan and walk uprightly before Him, we will see His face. And God wants you to see His face. He wants to reveal Himself to you in ways you never imagined. Walking uprightly simply means following the Word of God with a humble heart. It means you have a heart to do what is right in the eyes of the Lord. In this day and age, people have so many different ideas of what they think is right, but God is the same yesterday, today and forever, and His standard, the Word of God, will never change. The Bible also says in Psalm 84, that no good thing will He withhold from those who walk uprightly. God longs to pour His blessing and goodness on your life. Choose to follow His Word and allow Him to work His purposes on the inside of you. As you do, you will walk uprightly and see His face and experience His hand of blessing in every area of your life!

A Prayer for Today

Father in heaven, today I submit myself to Your ways. I choose to walk uprightly before You because I long to see Your face. Thank You for guiding and blessing every area of my life. In Jesus’ Name. Amen.


From : Joel Osteen Ministries

The Story Of Soul

Author Unknown

There once was a man named Soul who was walking in a garden. He was whistling a real sweet tune for he was saved and had the joy of the Lord, but he was a baby Christian. As Soul was walking, a beautiful and seductive woman came out from behind a tree. Soul was very startled. He said, "Hello, I'm Soul, what is your name?"

She replied, "I am Temptation, I have what you want."

"What do I want?" replied Soul.

"You want to do all things which are of the flesh," said Temptation.

Soul replied, "O.K., lead me."

So he and Temptation went off and fulfilled the desires of the flesh. When Soul returned to the garden, he met a man named Condemnation. Condemnation said, "Hey, I see you have met my friend, Temptation."

Soul said, "Yes, who are you?"

"I am Condemnation, I come after Temptation. We work hand-in-hand". Then Condemnation jumped on Soul's back and began to beat him. He hit him in the face and kicked him when he was down. This went on for several days.

On about the third day, a man named Mercy came running and said, "I command you, Condemnation, to stop beating Soul."

Condemnation snickered, "Make me."

So Mercy unsheathed his sword and cut Condemnation in two.

As Soul watched in astonished pain, he was overtaken by the power of Mercy. Mercy walked up to Soul and said, "I have dealt with Condemnation before. He should not show up around you anymore."

Soul replied, "How can I ever thank you?"

"Well," replied Mercy, "I was sent here by God and He told me to introduce you to a dear friend of mine. His name is Redemption."

Redemption walked up and said, "Hello Soul, I see that you are not doing well."

Soul replied, "Not until Mercy came along. It is a pleasure to meet you Redemption."

"Well", said Redemption," I am glad to meet you. Are you ready to accept me?"

"What do you mean?" asked Soul.

Redemption said, "Well, when you accepted Jesus and decided to walk with Him, then you chose to accept the things of Him and His love. I am a part of Jesus' love. I help you feel forgiven. You will never have to deal with Condemnation again. Temptation may come around, but I have someone I would like for you to meet who can help you with that. His name is Grace."

Grace walked up to Soul and said, "Hello Soul, I have been waiting for you. As a matter of fact all three of us have been waiting to meet you.

I will help you take the way out of Temptation that God gives you as it comes up. The last person we want you to meet is Faith."

"Hi Soul, I am Faith, and I will help you stay strong and keep your beliefs strong," said Faith.

Soul began to cry. When he began to cry Redemption said, "This is what we were here for. Jesus redeemed you, saved you by Grace through Faith and gives you his Mercy. Jesus loves you Soul."

Soul said, "I love you, Jesus."

25 March 2008

Hidup Adalah Pilihan

Yosua 24:15 b pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah ...

Orang-orang yang sungguh-sungguh menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadinya, serta sudah menjadikan Dia Raja dalam hidupnya, akan di bawa kepada pemahaman akan hidup yang bermakna sesuai dengan kehendak Bapa, bagi dunia banyak filosofi kehidupan yang kita dengar yang tidak sesuai FirmanNYA, artinya arah kehidupan manusia akan dibawa ke jalan yang gelap, sepertinya indah dan penuh harapan tapi ujungnya maut. Melalui ayat di atas, mari kita mencontoh perkataan dan perbuatan Yosua yang telah mengambil sikap yang tepat dan telah dipercaya Tuhan untuk membawa sisa bangsa Israel masuk ke dalam tanah Perjanjian. Untuk bisa menyelesaikan hidup sampai garis akhir dan berhasil , kita harus di pimpin bukan oleh akal budi sendiri, tetapi Roh Bapa yang menuntun akal budi manusia di dalam kita yang akan menggenapkannya. Tuhan mau kita mengerti bahwa hidup itu sebuah pilihan, sederhana ......sebuah pilihan. Seperti yang telah diucapkan Yosua di depan bangsa Israel sebelum ia dipanggil Tuhan : pilihlah pada hari ini ....

Ada 3 hal tentang hidup yang Tuhan mau kita mengerti :
1. Hidup adalah pilihan -------> APAKAH KITA SADAR bahwa tiap detik tiap menit selalu diperhadapkan pada pilihan demi pilihan. Apapun hal yang sudah kita lakukan adalah hasil dari sebuah keputusan pribadi, dan itu adalah diawali dari sebuah pilihan. Mungkin banyak dari anak-anak Tuhan yang tidak begitu menghiraukan akan hal ini. Mereka seringkali berkata : ya...jalankan saja hidup ini, serahkan kepada Tuhan dan percaya saja, nanti Dia akan pimpin kita untuk mengambil keputusan, tapi mereka lupa bahwa Tuhan telah berikan kehendak bebas atau "free will" kepada kita untuk bebas memilih berdasar keputusannya sendiri. Dipimpin oleh Roh Kudus saja masih banyak hamba Tuhan yang jatuh dosa, apalagi belum dipimpin oleh Roh Kudus.
Contoh : Simon Petrus murid Yesus pernah menyangkal Yesus 3 kali padahal ia dekat dengan Yesus (Matius 26:74-75). Petrus pernah mengakui Yesus adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!", dan Yesus katakan : berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakannya itu kepadamu, melainkan BapaKu yang di Sorga. (Matius 16:16-17) ....tidak lama setelah itu Petrus dihardik Yesus karena menjadi batu sandungan bagi-Nya, saat itu Iblis berbicara lewat pikiran dan mulut Petrus agar Yesus tidak di salib (Matius 16: 23).

Kita bisa katakan dalam hati, peduli apa saya dengan urusan kehendak bebas itu, yang penting saya hidup enjoy menikmati dunia atas jerih lelah saya. Ini adalah bentuk ungkapan dari orang-orang yang belum bisa hidup menurut kehendak Tuhan, mau sesukanya saja, masih dipimpin akal pikirannya. Manusia model begini sangat rentan dengan dosa. Sebab Iblis itu selalu menyerang dan menyusup ke dalam pikiran manusia, sepertinya ide yang bagus, tapi ujungnya kegagalan.
Contoh : Kejadian 3:4-6 --> Hawa digoda Iblis dan jatuh dosa karena tidak dapat menggunakan kehendak bebas nya menurut kehendak Allah. Perintah Allah ia langgar karena panca indera (mata) dan pikirannya sudah dinodai oleh kehendak Iblis. Sejak saat itu keturunan Adam dan Hawa cenderung melawan kehendak Allah, karena dosa sudah menguasai kehendak manusia. Dosa asal yang membuat maut menguasai kehidupan dibumi, KUASA ATAS BUMI telah berpindah tangan dari Adam kepada Iblis. Segala sesuatu yang boleh terjadi di bumi adalah atas kehendak Allah dan juga kehendak Iblis. Kehendak manusia sudah tercemar dan tidak ada yang murni lagi seperti saat manusia sebelum jatuh dosa.

Musa pun yang disebut karib Allah berbuat dosa sehingga ia tidak diperkenankan Tuhan untuk membawa sisa bangsa Israel masuk tanah Perjanjian. Musa gagal mencapai garis akhir dan ia dipanggil Tuhan pulang dan diganti oleh Yosua pembantunya.

Setiap kita telah ditentukan visi dan misi nya dibumi untuk melakukan kehendak Allah, temukan itu didalam Roh KudusNya sehingga setiap kita tahu betul siapa kita masing-masing dihadapan Tuhan, predikat kita yang jelas membuat tujuan hidup kita terarah serta fokus kepada panggilan itu. Melayani Tuhan bukan harus berdiri di atas mimbar, pakai jubah putih dan beritakan Firman saja, tapi perbuatan hidup kita yang meyaksikan Kasih Kristus terpancar keluar dan dapat dilihat serta dirasakan banyak orang disekitar kita. Secara umum visi kita masuk Sorga, karena keselamatan itu sifatnya pribadi bukan rombongan, oleh sebab itu Tuhan punya ukuran kepada setiap kita beda-beda sesuai dengan kapasitas kita. Apapun bidang pekerjaan dan usaha kita tetap ada tujuan Tuhan di dalamnya, anda harus temukan lewat doa-doa pribadi kepada Tuhan. Jadi kita hidup bukan asal hidup di bumi, tapi Ia ingin membangun KerajaanNYa di bumi lewat anak-anakNya, sesuai dengan kerinduan doa Yesus : Datanglah Kerajaan-Mu ...Jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di Sorga.

Untuk mencapai garis akhir dan menyelesaikan pekerjaan yang Tuhan berikan kepada kita, kuncinya cuma satu : menyerahkan kehendak bebas kita kepada Tuhan. Ingat di dunia saja kita selalu mempertanggung jawabkan segala perbuatan dan ucapan kita, apalagi kepada Bapa di Sorga .....

Sudahkah kita siap mempertanggung jawabkan segala perbuatan kita di
bumi saat Tuhan panggil. Hari kedatangan-Nya sudah di ambang pintu. Jangan bermain-main dan hidup santai dengan dunia. Dunia sedang lenyap dengan semaraknya. Apa yang sudah menjadi target hidup kita selama ini dalam 1 tahun, 5 tahun kedepan, dst.... Semuanya harus dibawa kepada Tuhan, apakah sesuai dengan kehendak-Nya. Jangan berencana sendiri, libatkan Tuhan dalam kehidupanmu.

Pilihlah pada hari ini ....... Jika kita sudah libatkan TUhan selama ini, artinya anda orang yang takut dan mau bergantung kepada-Nya. Arah hidup kitapun akan dituntun oleh Nya, serahkan pikiran dan hatimu untuk dikuasai oleh Roh Kudus. Memang tidak mudah mencari kehendak-NYa, Tuhan tidak pernah mencari orang yang mampu tetapi yang mau melakukan, maka Ia yang akan memampukan dan menyelesaikan Nya.

Yang sudah menyerahkan kehendak bebas nya untuk dikuasai sepenuhnya oleh Tuhan, merekalah yang akan dijamin menyelesaikan tugas-tugasnya sampai garis akhir. Karena Iblis tidak bisa lagi intervensi kehendak manusia yang sudah sepenuhnya di dalam otoritas Allah. Mereka dijamin tidak jatuh dosa lagi, karena segala kehendaknya sudah ditukar dengan kehendak Tuhan, seperti Yesus hidup di bumi. Ia hanya melakukan kehendak Bapa di Sorga. Orang - orang seperti ini yang dipercaya Tuhan untuk melaksanakan tugas Imamat Rajani di bumi, seorang Imam yang kudus dengan tugas seperti Yesus disertai kuasa seperti raja, untuk mewujudkan Kebenaran Firman di bumi! Imam namun punya kuasa bagaikan raja! Royal priest, who has royal power .

Yosua telah memilih yang benar dengan mengambil keputusan yang sesuai kehendak Tuhan untuk beribadah kepada Tuhan, ia berhasil masuk tanah Perjanjian.

Mari kita doa masing-masing minta kekuatan TUhan, karena bukan perkara mudah untuk mau menyerahkan kehendak bebas kita.

Tuhan Yesus berkati.

Christian