Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

17 March 2008

Jangan Menerima Bayaran Untuk Kebaikan Yang Kauberikan

Suatu Hari, seorang anak lelaki miskin yang hidup dari menjual asongan dari pintu ke pintu, menemukan bahwa dikantongnya hanya tersisa beberapa sen uangnya, dan dia sangat lapar.

Anak lelaki tersebut memutuskan untuk meminta makanan dari rumah berikutnya. Akan tetapi anak itu kehilangan keberanian saat seorang wanita muda membuka pintu rumah. Anak itu tidak jadi meminta makanan, ia hanya berani meminta segelas air.

Wanita muda tersebut melihat, dan berpikir bahwa anak lelaki tersebut pastilah lapar, oleh karena itu ia membawakan segelas besar susu.

Anak lelaki itu meminumnya dengan lambat, dan kemudian bertanya, "berapa saya harus membayar untuk segelas besar susu ini ?" Wanita itu menjawab: "Kamu tidak perlu membayar apapun". "Ibu kami mengajarkan untuk tidak menerima bayaran untuk kebaikan" kata wanita itu menambahkan.

Anak lelaki itu kemudian menghabiskan susunya dan berkata, " Dari dalam hatiku aku berterima kasih pada anda."

Sekian tahun kemudian, wanita muda tersebut mengalami sakit yang sangat kritis. Para dokter dikota itu sudah tidak sanggup menganganinya. Mereka akhirnya mengirimnya ke kota besar, dimana terdapat dokter spesialis yang mampu menangani penyakit langka tersebut.

Dr. Howard Kelly dipanggil untuk melakukan pemeriksaan. Pada saat ia mendengar nama kota asal is wanita tersebut, terbersit seberkas pancaran aneh pada Mata dokter Kelly.

Segera ia bangkit dan bergegas turun melalui hall rumah sakit, menuju kamar is wanita tersebut. Dengan berpakaian jubah kedokteran ia menemui is wanita itu.

Ia langsung mengenali wanita itu pada sekali pandang. Ia kemudian kembali ke ruang konsultasi dan memutuskan untuk melakukan upaya terbaik untuk menyelamatkan nyawa wanita itu. Mulai Hari itu, ia selalu memberikan perhatian khusus pada kasus wanita itu.

Setelah melalui perjuangan yang panjang, akhirnya diperoleh kemenangan. Wanita itu Sembuh !!

Dr. Kelly meminta bagian keuangan rumah sakit untuk mengirimkan seluruh tagihan biaya pengobatan kepadanya untuk persetujuan. Dr. Kelly melihatnya, dan menuliskan sesuatu pada pojok atas lembar tagihan, dan kemudian mengirimkannya ke kamar pasien.

Wanita itu takut untuk membuka tagihan tersebut, ia sangat yakin bahwa ia tak akan mampu membayar tagihan tersebut walaupun harus dicicil seumur hidupnya.

Akhirnya ia memberanikan diri untuk membaca tagihan tersebut, dan ada sesuatu yang menarik perhatuiannya pada pojok atas lembar tagihan tersebut. Ia membaca tulisan yang berbunyi.. "Telah dibayar lunas dengan segelas besar susu tertanda, DR Howard Kelly".

Air Mata kebahagiaan membanjiri matanya. Ia berdoa, "Tuhan, terima kasih, bahwa cintamu telah memenuhi seluruh bumi melalui hati dan tangan manusia."

Higher Thoughts

Today's Scripture

“As the heavens are higher than the earth, so are my ways higher than your ways and my thoughts than your thoughts” (Isaiah 55:9).

Today's Word from Joel and Victoria

God’s dream for your life is so much bigger than your own! He wants to bless you indeed and enlarge your territory. His ways and thoughts are so much higher than ours, and His plan is so much bigger than we can imagine. Choose today to focus on the good things God has in store for you. Don’t allow the circumstances of life to drag your thoughts down. Choose to think God’s thoughts by meditating on His Word. The scripture says to “set your mind on things above.” Those “things above” are God’s thoughts and ways which are, “I am blessed and highly favored. I am above only and not beneath. I am the head and not the tail. I am a victor, not a victim. I am righteous, and my path shines brighter and brighter to the full day. I am more than a conqueror through Christ Jesus.” When you allow those higher thoughts to fill your mind, they will direct your steps, and you will rise higher in life! You will see yourself as an overcomer and live the abundant life the Lord has for you.

A Prayer for Today

Father in heaven, thank You for thinking good thoughts about me. Help me to focus on Your higher thoughts today. Empower me to obey Your Word so that I can live as an overcomer in every area of life. In Jesus’ Name. Amen.


From : Joel Osteen Ministries

15 March 2008

Confess and Believe

Today's Scripture

“If you confess with your mouth, "Jesus is Lord," and believe in your heart that God raised him from the dead, you will be saved” (Romans 10:9).

Today's Word from Joel and Victoria

Salvation comes when you confess that Jesus is Lord and believe in your heart that He was raised from the dead. In the same way, God’s Word becomes alive in our hearts when we confess and believe it. What are you confessing today? What are you saying about your situation? Are you confessing the Word and believing that God is at work behind the scenes? Or do you talk about your problems and always believe the worst. What ever you confess and put your faith in will come to pass in your life. If you’ve been saying the wrong things, simply repent today which literally means to turn around. You can turn around and start confessing and believing the Word. Don’t just let your mind and mouth wander any longer. Write down some scripture verses and take them with you. Be determined to speak the Word. As you allow His truth to sink down into your heart, you’ll find His salvation and victory in every area of your life.

A Prayer for Today

Father in heaven, today I repent for anything that I’ve been confessing that isn’t pleasing to You. I choose today to keep my mind and heart focused on Your Word. Make Your truth real to me today. In Jesus’ Name. Amen.


From : Joel Osteen Ministries

Who Is Rich & Who Is Poor

One day, the father of a very wealthy family took his son on a trip to the country with the express purpose of showing him how poor people live. They spent a couple of days and nights on the farm of what would be considered a very poor family. On their return from their trip, the father asked his son, "How was the trip?"

"It was great, Dad."

"Did you see how poor people live?" the father asked.


"Oh yeah," said the son.


"So, tell me, what did you learn from the trip?" asked the father.


The son answered,
"I saw that we have one dog and they had four. We have a pool that reaches to the middle of our garden and they have a creek that has no end. We have imported lanterns in our garden and they have the stars at night. Our patio reaches to the front yard and they have the whole horizon. We have a small piece of land to live on and they have fields that go beyond our sight. We have servants who serve us, but they serve others. We buy our food, but they grow theirs. We have walls around our property to protect us, they have friends to protect them."

The boy's father was speechless.


Then his son added, "Thanks Dad for showing me how poor we are."


Isn't perspective a wonderful thing? Makes you wonder what would happen if we all gave thanks for everything we have, instead of worrying about what we don't have.


Appreciate every single thing you have!


Pass this on to friends and acquaintances and help them refresh their perspective and appreciation.

14 March 2008

Crowned with Goodness

Today's Scripture

“You crown the year with Your bounty and goodness…” (Psalm 65:11, AMP)

Today's Word from Joel and Victoria

The Lord has crowned your year with bounty and goodness! That means there is an abundant supply for whatever you may need in life—spiritually, physically, emotionally and financially. And God has set up a system so that you can access His blessings. It’s the system of seedtime and harvest. If you have a need in your life, sow a seed. If you need friends, sow a seed by being a friend to someone. If you have a financial need, pray and ask the Lord where you should sow a financial seed. The Bible says to give and it shall be given unto you, pressed down, shaken together, and running over. That’s God crowning your year with bounty and goodness. Do you need mercy? Sow seeds of mercy. The more you sow, the more you will reap a harvest from God’s abundant bounty. Remember, He’s already crowned your year with His goodness. Take a step of faith today and believe that God is ready to pour out His abundant blessing on you all the days of your life.

A Prayer for Today

Heavenly Father, thank You for supplying all my needs according to Your riches in glory. I submit my resources to You today and ask You to show me where I can sow seeds and be a blessing to those around me. In Jesus’ Name. Amen.


From : Joel Osteen Ministries

13 March 2008

Increase More

Today's Scripture

There are those who scatter abroad, yet increase more…(Proverbs 11:24).

Today's Word from Joel and Victoria

In the book of Genesis, God set up a system of seedtime and harvest. Everything God does starts with a seed. The Bible also tells us that He gives seed to the sower. In other words, if you are a person who has a desire to bless others and sow seed, God will make sure you have plenty to give. Notice what happens when you generously sow seed—you increase more! Just like planting a seed in the natural brings an abundant harvest, planting a spiritual seed brings an abundant harvest as well. You can’t out give God! He will pour out blessings on you that you can barely contain! God’s blessings go way beyond just the financial realm. He wants you to have blessed relationships, good health and a happy career. Take a step of faith today and look for ways to start sowing. What do you have in your hand? Can you start by giving a smile and sowing joy? Do you have five dollars to help someone else at the gas pump? Choose to be blessing today, and God promises to bless and increase you in every area of your life.

A Prayer for Today

Father God, today I choose to be a sower and giver. Help me to see the people around me the way You see them so that I can bless them the way You want to bless them. In Jesus’ Name. Amen.


From : Joel Osteen Ministries

Mengapa Sulit Mengucap Syukur?

Aku bermimpi suatu hari aku pergi ke surga dan seorang malaikat menemaniku dan menunjukkan keadaan di surga. Kami berjalan memasuki suatu ruang kerja penuh dengan para malaikat. Malaikat yang mengantarku berhenti di depan ruang kerja pertama dan berkata, "Ini adalah Seksi Penerimaan. Di sini, semua permintaan yang ditujukan pada Allah diterima".

Aku melihat-lihat sekeliling tempat ini dan aku dapati tempat ini begitu sibuk dengan begitu banyak malaikat yang memilah-milah seluruh permohonan yang tertulis pada kertas dari manusia di seluruh dunia.

Kemudian aku dan malaikat-ku berjalan lagi melalui koridor yang panjang lalu sampailah kami pada ruang kerja kedua. Malaikat-ku berkata, "Ini adalah Seksi Pengepakan dan Pengiriman. Di sini kemuliaan dan berkat yang diminta manusia diproses dan dikirim ke manusia-manusia yang masih hidup yang memintanya". Aku perhatikan lagi betapa sibuknya ruang kerja itu. Ada banyak malaikat yang bekerja begitu keras karena ada begitu banyaknya permohonan yang dimintakan dan sedang dipaketkan untuk dikirim ke bumi.

Kami melanjutkan perjalanan lagi hingga sampai pada ujung terjauh koridor panjang tersebut dan berhenti pada sebuah pintu ruang kerja yang sangat kecil. Yang sangat mengejutkan aku, hanya ada satu malaikat yang duduk di sana, hampir tidak melakukan apapun. "Ini adalah Seksi Pernyataan Terima Kasih", kata Malaikat-ku pelan. Dia tampak malu. "Bagaimana ini? Mengapa hampir tidak ada pekerjaan disini?", tanyaku. "Menyedihkan", Malaikat-ku menghela napas. "Setelah manusia menerima berkat yang mereka minta, sangat sedikit manusia yang mengirimkan pernyataan terima kasih". "Bagaimana manusia menyatakan terima kasih atas berkat Tuhan?", tanyaku. "Sederhana sekali", jawab Malaikat. "Cukup berkata, "Terima kasih, Tuhan".

"Lalu, berkat apa saja yang perlu kita syukuri", tanyaku. Malaikat-ku menjawab, "Jika engkau mempunyai makanan di lemari es, pakaian yang menutup tubuhmu, atap di atas kepalamu dan tempat untuk tidur, maka engkau lebih kaya dari 75% penduduk dunia ini."

"Jika engkau memiliki uang di bank, di dompetmu, dan uang-uang receh, maka engkau berada diantara 8% kesejahteraan dunia."

"Dan jika engkau mendapatkan pesan ini di komputer mu, engkau adalah bagian dari 1% di dunia yang memiliki kesempatan itu."

Juga.... "Jika engkau bangun pagi ini dengan lebih banyak kesehatan daripada kesakitan ... engkau lebih diberkati daripada begitu banyak orang di dunia ini yang tidak dapat bertahan hidup hingga hari ini."

"Jika engkau tidak pernah mengalami ketakutan dalam perang, kesepian dalam penjara, kesengsaraan penyiksaan, atau kelaparan yang amat sangat, maka engkau lebih beruntung dari 700 juta orang di dunia".

"Jika orangtuamu masih hidup dan masih berada dalam ikatan pernikahan ... maka engkau termasuk orang yang sangat jarang."

"Jika engkau masih bisa mencintai ... maka engkau termasuk orang yang besar, karena cinta adalah berkat Tuhan yang tidak didapat dari manapun."

"Jika engkau dapat menegakkan kepala dan tersenyum, maka engkau bukanlah seperti orang kebanyakan, engkau unik dibandingkan semua mereka yang berada dalam keraguan dan keputusasaan."

"Jika engkau dapat membaca pesan ini, maka engkau menerima berkat ganda, yaitu bahwa seseorang yang mengirimkan ini padamu berpikir bahwa engkau orang yang sangat istimewa baginya, dan bahwa engkau lebih diberkati dari pada lebih dari 2 juta orang di dunia yang bahkan tidak dapat membaca sama sekali".

Nikmatilah hari-harimu, hitunglah berkat yang telah Tuhan anugerahkan kepadamu. Dan jika engkau berkenan, kirimkan pesan ini ke semua teman-temanmu untuk mengingatkan mereka betapa. diberkatinya kita semua.

"Dan ingatlah tatkala Tuhanmu menyatakan bahwa, 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambahkan lebih banyak nikmat kepadamu ."

Ditujukan pada : Departemen Pernyataan Terima Kasih.
"Terima kasih, Tuhan! Terima kasih, Tuhan, atas anug'rah-Mu berupa kemampuan untuk menerjemahkan dan membagi pesan ini dan memberikan aku begitu banyak teman-teman yang istimewa untuk saling berbagi."

08 March 2008

Hello Everyone!
I'm sorry, I will not able to post articles in the next few days because I have to move my office to new building, so it takes time. I will be post articles again as soon as I finish my work. Thx a lot for visiting Rumah Renungan.
Samuel MS

05 March 2008

Orangtua Yang Pertama

Bila Anda tak mampu mengendalikan anak-anak, Anda dapat merasa terhibur bahwa Allah sendiri yang mahakuasa tidak dapat menguasai anak-anakNya.

Setelah menciptakan langit dan bumi, Allah menciptakan Adam dan Hawa. Dan perkataan pertama yang dikatakan kepada mereka adalah :”Jangan”.

“Jangan apa?” jawab Adam.
“Jangan memakan buah yang terlarang.”
“Buah yang terlarang? Masa! Mana itu?”
“Di sana itu,” kata Tuhan, seraya bertanya-tanya mengapa Ia tidak berhenti setelah menciptakan gajah.

Beberapa menit kemudian, Allah melihat anak-anak-Nya memetik buah itu dan Iapun menjadi marah.

“Bukankah Aku telah mengatakan untuk tidak memakan buah itu?”
“Uh, uh, …“jawab Adam.

“Dan mengapa kamu berbuat?”

“Aku nggak tahu!”

Hukuman Tuhan adalah bahwa mereka akan mengalami kesusahan baik laki-laki maupun perempuan.

Dan sejak itulah dosa telah masuk kedalam dunia.

Ada sesuatu yang memenangkan dalam cerita ini yaitu.

- Bila Anda secara gigih dan penuh kasih sayang mencoba untuk mengajarkan kearifan kepada anak-anak Anda, namun mereka tidak mau mengerti juga, janganlah terlalu keras terhadap dirimu.

- Bila Allah sendiri menghadapi kesukaran untuk mengontrol anak-anakNya, apa yang membuat Anda berpikir bahwa hal itu amat mudah bagi Anda?

Tahukah Kita?

Kita lahir dengan dua mata di depan wajah kita, karena kita tidak boleh selalu melihat ke belakang.

Tapi pandanglah semua itu ke depan, pandanglah masa depan kita.


Kita dilahirkan dengan 2 buah telinga di kanan dan di kiri, supaya kita bisa mendengarkan semuanya dari dua buah sisi.

Untuk bisa mengumpulkan pujian dan kritik dan menyeleksi mana yang benar dan mana yang salah.



Kita lahir dengan otak didalam tengkorak kepala kita. Sehingga tidak peduli semiskin apapun kita, kita tetap kaya. Karena tidak akan ada satu orang pun yang bisa mencuri otak kita, pikiran kita dan ide kita.

Dan apa yang anda pikiran dalam otak anda jauh lebih berharga dari pada emas dan perhiasan.



Kita lahir dengan 2 mata dan 2 telinga, tapi kita hanya diberi 1 buah mulut. Karena mulut adalah senjata yang sangat tajam, mulut bisa menyakiti, bisa membunuh, bisa mengoda, dan banyak hal lainnya yang tidak menyenangkan.

Sehingga ingatlah bicara sesedikit mungkin tapi lihat dan dengarlah sebanyak-banyaknya.


Kita lahir hanya dengan 1 hati jauh didalam tulang iga kita. Mengingatkan kita pada penghargaan dan pemberian cinta diharapkan berasal dari hati kita yang paling dalam.

Belajar untuk mencintai dan menikmati betapa kita dicintai tapi jangan pernah mengharapkan orang lain untuk mencintai kita seperti kita mencintai dia.

Berilah cinta tanpa meminta balasan dan kita akan menemukan cinta yang jauh lebih indah.

Karena Kamu Kekurangan, Tuhan Memberimu Lebih

Membesarkan putri yang dikaruniai empat jari, bukan hal mudah bagi Woo Kap Sun (50) namun, ketabahan Dan kesabarannya, kini membuahkan hasil. Putrinya, Hee Ah Lee (21), tumbuh menjadi pianis kondang di Korea, berikut penuturan Woo pada NOVA melalui seorang penterjemah.

Suara lengkingan tembang My Way milik Frank Sinatra bergema di
lounge sebuah hotel berbintang di Jakarta, suara itu diikuti dentingan piano yang dimainkan Hee Ah Lee. Jari-jari pianis berusia 21 tahun tersebut dengan lincah menekan tuts piano. Hebatnya, Hee Ah, sapaan akrabnya, melakukannya hanya dengan keempat jarinya!

Berbagai nomor dari pianis kondang seperti Chopin, Bethoven, Dan
Mozart telah dikuasainya. Pianis yang telah diangkat sebagai warga kehormatan Korea ini telah mengeluarkan satu album bertitel "Hee Ah A Pianist with Four Finger".

Dia juga pernah pentas bersama pianis kondang Richard Clayderman
di Gedung Putih, Washington. Sabtu [31/3], Hee Ah menggelar konser di Jakarta dengan tema Sharing the Strength of Love, yang merupakan rangkaian turnya keliling Asia.

Memiliki seorang anak adalah hal yang paling membahagiakan dalam
hidupku, Hari itu, 9 Juli 1985 di Seoul (Korea), aku melahirkan seorang bayi perempuan yang cantik. Cantik bagiku tetapi tidak bagi keluargaku, bayiku terlahir cacat! Dia hanya mempunyai empat jari tangan yang dalam istilah ke-dokteran disebut lobster claw syndrome Dan kedua kakinya hanya sebatas lutut. Tak hanya itu, dia juga mengalami keterbelakangan mental!

Saat masih dalam kandungan, aku sudah tahu anakku akan terlahir cacat, mungkin ini disebabkan selama mengandung aku banyak minum obat. Saat itu, keluarga besar melarang aku melahirkan anak itu. Aku tidak bisa, bagaimanapun juga, ini anakku, darah dagingku sendiri Dan tidak mungkin aku gugurkan.

Aku pun melahirkan anak ini tanpa adanya dukungan dari keluarga. Saat anak ini lahir, keluarga menganggapnya suatu aib Dan memintaku agar menyerahkan anak itu ke panti asuhan tetapi aku tetap mempertahankan bayi ini.

Aku menamakan buah hatiku Hee Ah Lee. Hee berarti sukacita Dan Ah adalah tunas pohon yang terus tumbuh sedangkan Lee merupakan nama keluarga. Jadi, harapanku, Hee Ah Lee berarti sukacita yang terus tumbuh seperti tunas pohon.

DIDIDIK LIMA GURU.

Saat umur Hee Ah menginjak tujuh tahun, tangannya masih belum bisa berfungsi. Memegang pensil pun tak bisa. Aku menggunakan piano kecil kami di rumah untuk melatih tangan Hee Ah. Tidak mudah mengajarinya main piano, kaki Hee Ah tak bisa menginjak pedal piano. Karena itu, pedal piano harus ditinggikan agar bisa diinjak. Apalagi, bermain piano, kan, tidak hanya asal main. Ada nada-nada yang harus "dihitung-hitung" padahal, Hee Ah tak bisa berhitung karena menderita keterbelakangan mental.

Aku membantu Hee Ah memindah-mindahkan tangannya Dan memberi tahu perpindahan nada. Aku perlihatkan juga partiturnya. Saya perkenalkan nada-nada......do.......re.......MI......

Hee Ah juga didampingi guru. Jou Mi Kyung merupakan guru pertamanya. Dialah guru yang paling berkesan bagi aku Dan Hee Ah. Guru inilah yang mengajari Hee Ah dasar-dasar bermain piano. Jou juga memperlakukan Hee Ah sebagai layaknya orang yang bermain dengan 10 jari. Tak hanya itu, Jou juga memberi sebuah grand piano pada Hee Ah. Aku Dan Hee Ah tak bisa melupakan guru yang satu ini.

Guru kedua Hee Ah bernama Kim Kyung Ok. Kim yang seorang dosen di sebuah universitas yang mengajari nada-nada. Lalu, Han Je Hi merupakan guru ketiga Hee Ah.

Dari Han, Hee Ah belajar bagaimana bermain piano dengan perasaan dan pikiran. Bermain piano bukan hanya berarti sentuhan jari saja melainkan juga harus dengan perasaan bagi orang yang mengerti permainan piano, lagu yang dimainkan dengan indah jika tidak dimainkan dengan perasaan, akan terdengar tidak indah.

Guru keempat Hee Ah adalah Lee Sin Hyang. Saat belajar bersama Lee, Hee Ah sudah dikenal masyarakat. Lewat Lee, Hee Ah belajar bernyanyi. (Saat manggung, Hee Ah kadang tak hanya bermain piano melainkan juga bernyanyi dan tak jarang, dia duet dengan artis lain.)

Guru kelimanya bernama Om Gi Hwan. Dia adalah seorang pencipta lagu Dan hingga kini menjadi guru Hee. Ya, Hee Ah sekarang juga belajar bikin lagu. Berkat kelima gurunya itulah Hee Ah bisa menjadi seperti sekarang.

SEMPAT NGAMBEK MAIN PIANO.

Kehidupan Woo tak mudah. Selain mengurus Hee Ah, dia juga harus merawat suaminya yang veteran tentara Korea. Sebagian tubuh suaminya lumpuh karena terluka saat bertugas. Sejak berhenti dari dunia militer, suaminya didera penyakit yang mengharuskannya mengonsumsi berbagai obat-obatan penghilang rasa sakit.

Aku bekerja sebagai perawat di rumah sakit tempat aku melahirkan Hee Ah. Disiang Hari, aku merawat Hee Ah Dan suami. Malamnya, aku berangkat bersama-sama Hee Ah ke rumah sakit. Saat aku bekerja, Hee Ah main piano disampingku. Kebetulan, Ada piano di rumah sakit itu. Hal ini berlangsung selama 10 tahun. Penghasilanku memang pas-pasan. Gajiku habis untuk beli obat buat suami Dan bayar sopir. Sopir ini untuk mengajari Papa Hee Ah menyetir.

Papa Hee Ah memang ingin bisa menyetir agar bisa mengajari teman-temannya yang cacat seperti dirinya. Ya, meski papa Hee Ah setengah lumpuh, dia tetap berusaha beraktivitas seperti orang kebanyakan. Papa Hee Ah pintar berenang Dan main tenis meja. Dia bahkan pernah dapat piagam penghargaan. Hee Ah pun kadang ikut papanya main tenis meja.

Belum selesai satu cobaan, cobaan lain datang. Aku ingat masa-masa dimana keluarga kami terkena sakit parah. Saat itu, Hee Ah berumur 14 tahun. Lutut Hee Ah luka dan terserang penyakit. Luka itu disebabkan Hee Ah terlalu sering berjalan dengan lutut. Maklum, Hee Ah yang tak punya kaki harus berjalan menggunakan lututnya. Hee ah masuk rumah sakit. Dia harus dioperasi.

Saat Hee Ah sedang sakit, papanya juga sakit parah. Aku pun tak luput dari penyakit. Aku terkena kanker payudara. Mungkin ini akibat kecapekan dan stres tiada henti. Parahnya, Hee Ah mogok tak mau main piano. Aku sedih sekali.

Namun, aku sadar, Hee Ah sedang dalam masa puber. Mungkin dia sedang banyak pikiran. Hee Ah pun harus sampai masuk rumah sakit jiwa. Tetapi apa kata para dokter? Mereka bilang, satu-satunya solusi adalah Hee Ah harus tetap main piano. Akhirnya, saya bertekad untuk mengajari Hee Ah main piano dari awal lagi.

Aku berusaha mengembalikan rasa percaya diri Hee Ah. Aku berkata, "Kalau kamu berhenti dari sekarang, tidak ada orang yang akan memandang kamu. Kamu pun tidak akan percaya diri. Tuhan akan membantu dan berada disamping kamu. Karena kekurangan jari, kamu mungkin tidak seperti orang kebanyakan. Tetapi karena kamu punya kekurangan, Tuhan pun pasti akan lebih memberi."

Sambil bercanda, aku juga katakan padanya agar lebih fokus main piano "Jangan lihat-lihat cowok. Setelah kamu benar-benar sukses, cowok mana pun pasti akan mengejarmu."

Ada satu hal lagi yang mengetuk hati Hee Ah. Saat itu, di Korea terbit buku tentang Hee Ah untuk anak-anak. Setelah buku itu terbit, banyak anak yang mengirim surat pada Hee Ah. Aku dan Hee Ah senang membaca tulisan anak-anak itu. Surat dari anak-anak itu menggugah semangatnya. Hee Ah mulai main piano lagi. (Kini jika sedang sekolah, Hee Ah berlatih minimal 6 jam sehari. Jika sedang libur, dia berlatih minimal 13 jam sehari.)

TAK TAKUT "TINGGALKAN" HEE AH.

Saat karier Hee Ah mulai menanjak, kesedihan kembali melanda keluarga kami. Papa Hee Ah menghadap Yang Kuasa. Demi mengurus semua keperluan Hee Ah, aku terpaksa berhenti dari pekerjaan. Aku akan selalu bertekad membuat Hee Ah bahagia.

Melihat Hee Ah seperti sekarang ini rasanya tak terucapkan dengan kata-kata. Aku benar-benar merasa bahagia dan bangga punya anak seperti Hee Ah. Aku lebih senang lagi karena dia bisa jadi contoh bagi anak-anak yang punya cacat fisik. Hee Ah ibarat biji yang menanam untuk orang lain supaya bisa mendidik orang seperti dia.

Jika nanti saya sudah tidak ada, saya yakin pasti ada orang yang lebih sayang padanya. Kalau bisa, sebelum saya meninggal, Hee Ah telah menemukan pasangan yang benar-benar bisa melindungi dan mencintainya setulus hati agar dia bisa hidup bahagia sebagai pengganti seorang Mama.

Rasa bangga dan bahagia tampak jelas di raut wajah Woo. Bagaimana tidak, berkat didikannya, Hee Ah bisa dengan mudah memegang sendok dan sumpit. Kini, Woo yang telah sembuh dari kanker payudara senantiasa setia menemani sang putri tur keliling dunia. He Ah memang telah membuktikan dirinya bisa berprestasi berkat ketekunannya. Ya, seperti lirik My Way yang dilantunkannya siang itu: I faced it all and I stood tall and I did it my way..........


Pesan RB:

Sungguh luar biasa cobaan yang dihadapi seorang Ibu yang bernama Woo Kap Sun dan melalui ber-bagai macam penderitaan yang dialaminya akhirnya dia keluar sebagai pemenang, berhasil melalui cobaan yang Tuhan izinkan terjadi dalam kehidupannya!

Seorang Ibu yang tidak mau menggugurkan kandungannya karena takut akan Tuhan, mempunyai komitmen u/ membesarkan sorang anak yg cacat, terkebelakang secara mental, merawat seorang suami yg cacat akibat perang dan lagi dia sendiri menderita kanker payudara.

Hanya karena Kasih Tuhan Yesus maka Ibu Woo Kap Sun bisa dan mampu menghadapai semua cobaan itu dan bukan sebaliknya lari dari kenyataan hidup.

Pesan yg saya dapat dari cerita diatas adalah betapa besar Iman dan pengharapan dari Ibu Woo yang percaya akan janji2 Tuhan dalam hidupnya, bahwa Yesus adalah Tuhan yg hidup yang tidak akan pernah mengingkari atas setiap janji2 Nya!

Demikianlah juga seharusnya kita bersikap, adakah engkau mempercayai akan janji2 Tuhan dalam hidupmu seperti Ibu Woo diatas disaat ber-bagai2 macam cobaan datang silih berganti dalam hidupmu? hanya anda sendiri yang bisa menjawabnya......Tuhan Yesus memberkati.