Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

05 March 2008

Orangtua Yang Pertama

Bila Anda tak mampu mengendalikan anak-anak, Anda dapat merasa terhibur bahwa Allah sendiri yang mahakuasa tidak dapat menguasai anak-anakNya.

Setelah menciptakan langit dan bumi, Allah menciptakan Adam dan Hawa. Dan perkataan pertama yang dikatakan kepada mereka adalah :”Jangan”.

“Jangan apa?” jawab Adam.
“Jangan memakan buah yang terlarang.”
“Buah yang terlarang? Masa! Mana itu?”
“Di sana itu,” kata Tuhan, seraya bertanya-tanya mengapa Ia tidak berhenti setelah menciptakan gajah.

Beberapa menit kemudian, Allah melihat anak-anak-Nya memetik buah itu dan Iapun menjadi marah.

“Bukankah Aku telah mengatakan untuk tidak memakan buah itu?”
“Uh, uh, …“jawab Adam.

“Dan mengapa kamu berbuat?”

“Aku nggak tahu!”

Hukuman Tuhan adalah bahwa mereka akan mengalami kesusahan baik laki-laki maupun perempuan.

Dan sejak itulah dosa telah masuk kedalam dunia.

Ada sesuatu yang memenangkan dalam cerita ini yaitu.

- Bila Anda secara gigih dan penuh kasih sayang mencoba untuk mengajarkan kearifan kepada anak-anak Anda, namun mereka tidak mau mengerti juga, janganlah terlalu keras terhadap dirimu.

- Bila Allah sendiri menghadapi kesukaran untuk mengontrol anak-anakNya, apa yang membuat Anda berpikir bahwa hal itu amat mudah bagi Anda?

0 comments:

Post a Comment